Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Paduan suara atau kor (dari bahasa Belanda, koor) merupakan istilah yang merujuk
kepada ensembel musik yang terdiri atas penyanyi-penyanyi maupun musik yang dibawakan
oleh ensembel tersebut. Umumnya suatu kelompok paduan suara membawakan musik
paduan suara yang terdiri atas beberapa bagian suara (bahasa Inggris: part, bahasa Jerman:
Stimme). Dalam perkembangannya, pada tahun 800-an suatu jenis musik baru yang disebut
musik polyphonic berkembang di Eropa. Dalam musik polyphonic ini beberapa melodi
dimainkan atau dinyanyikan dalam waktu yang bersamaan. Pada akhir tahun-tahun 1100-an,
karya-karya musik yang ditulis oleh beberapa komponis, seperti komponis Perancis Perotin
menggabungkan semua unsur musik, seperti melodi, irama, harmoni dan polypohonic dan
karya-karya tersebut ditampilkan oleh paduan suara, penyanyi solo dengan iringan berbagai
instrumen musik. Sebuah karya musik paduan suara yang terkenal pada tahun 1300-an adalah
Misa Notre Dame, yang digubah oleh komponis dan penyair Perancis Guillaume de Machaut
pada tahun 1364.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas penelii merumuskan masalah
penelitian yang didefinisikan melalui bentuk pertanyaan yang berfokus pada masalahmasalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Bagaimana Sejarah Paduan Suara ?


Apa pengertian Paduan Suara ?
Bagaimana Stuktur dari Paduan Suara ?
Apa saja jenis Paduan Suara ?
Apa saja ha-hal yang harus diperhatikan dalam Paduan Suara ?

1.3 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengetahui, memberi gambaran
dan menjawab pertanyaan yang mengungkapkan tentang:
1.
2.
3.
4.

Sejarah paduan suara


Pengertian paduan suara
Struktur paduan suara
Jenis-jenis paduan suara
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah paduan suara


Musik paduan suara adalah musik yang dilantunkan oleh suatu paduan suara atau koor.
Koor adalah bahasa Belanda, yang berasal dari bahasa Yunani choros (di dalam bahasa
Inggeris disebut pula sebagai choir), yang berarti gabungan sejumlah penyanyi di mana
mereka mengkombinasikan berbagai suara mereka ke dalam suatu harmoni. Hampir semua
paduan suara kini menyajikan lagu-lagu mereka di dalam suatu harmoni yang terdiri dari
empat bagian, yaitu sopran (suara tinggi wanita), alto (suara rendah wanita), tenor (suara
tinggi pria) dan bas (suara rendah pria). Namun demikian, karya-karya musik paduan suara
dapat pula ditulis atau diaransir di dalam lebih dari empat bagian tadi. Musik paduan suara
dapat digubah dengan iringan instrumen maupun tanpa iringan instrumen atau biasa disebut
sebagai a cappella. Tetapi sebagian besar karya-karya musisi terkemuka ditulis untuk paduan
suara dengan iringan instrumen. Sebenarnya paduan suara sudah mempunyai suatu sejarah
yang cukup panjang, karena paduan suara ini sudah dikenal dan membawakan lagu-lagu
pujian di kenisah-kenisah Sumeria pada kira-kira 3000 tahun sebelum Masehi. Di Yunani
kuno, paduan suara bahkan diajarkan di sekolah-sekolah, di mana pada masa itu juga sering
berlangsung berbagai macam lomba paduan suara, seperti yang ada di negeri kita. Paduan
suara juga dikenal di sinagoga Yahudi, di mana di sinagoga ini paduan suara dibagi ke dalam
beberapa kelompok dan mereka bernyanyi bersautan dengan para penyanyi solo atau cantor.
Hampir sebagian besar dari nyanyian dan pujian di sinagoga-sinagoga ini diambil dari
Alkitab, terutama sekali dari Kitab Mazmur.
Pada tahun 1600-an merupakan sesuatu hal yang biasa untuk memasukkan beberapa
instrumen musik dalam komposisi paduan suara. Dan pada waktu yang hampir bersamaan,
ditemukan pula bentuk-bentuk baru karya musik paduan suara, seperti cantata gerejawi dan
oratorio. Oratorio adalah karya-karya musik dengan seting atau berlatar belakang Injil.
Karya-karya ini digubah baik untuk paduan suara, penyanyi solo maupun untuk instrumen
pengiringnya. Dua komponis dunia terkemuka yang menggubah musik paduan suara adalah
Johann Sebastian Bach dan George Frederick Handel dari Jerman. Karya Bach St. Matthew
Passion (1729) dan oratorio karya Handel berjudul Messiah (1742) merupakan karya-karya
yang banyak digelar di berbagai negara. Di dalam hampir semua musik paduan suara karya
Bach dan Handel, orkestra maupun iringan instrumen solo memainkan bagian yang sangat
penting di setiap pagelaran. Karya-karya lain yang terkenal pada masa itu antara lain adalah
The Creation (1798), gubahan Franz Joseph Haydn dari Austria dan Requiem (1791) karya
Wolfgang Amadeus Mozart, juga dari Austria.

Kini, di zaman modern sekarang ini, banyak komponis terkemuka dunia yang telah
menulis berbagai karya musik paduan suara yang indah. Di antara mereka itu antara lain
terdapat Igor Stravinsky dari Rusia, yang menggubah antara lain Symphony of Psalms pada
tahun 1930 dan Arnold Schoenberg dari Austria. Banyak pula karya-karya musik paduan
suara yang terkenal hingga saat ini yang digubah oleh Charles Ives dari Amerika Serikat,
Bela Bartok dan Zoltan Kodaly dari Hungaria, Arthur Honegger dari Perancis, Paul
Hindemith dan Carl Orff dari Jerman serta Sir William Walton dan Benjamin Britten dari
Inggeris. Jadi, pada dasarnya sebagian besar karya musik paduan suara tersebut didedikasikan
sebagai pujian serta penghormatan kepada Tuhan. Oleh karenanya, maka sebagian besar dari
karya-karya tersebut banyak yang mengambil tema dari Alkitab. Dengan demikian, maka
tidaklah mengherankan jika musik-paduan suara gerejawi di manapun selalu memainkan
peran yang penting di dalam berbagai ritual keagamaan atau kebaktian serta missa. GKI
Pondok Indah-pun kini telah memiliki berbagai paduan suara, dari remaja, pemuda hingga ke
senior, tinggal kini bagaimana pembinaan mereka sehingga mereka benar-benar dapat
menghayati peran mereka sebagai suatu unsur yang sangat penting di dalam kebaktian.
2.2. Pengertian Paduan Suara
Paduan suara atau kor (dari bahasa Belanda, koor) merupakan istilah yang merujuk
kepada ensembel musik yang terdiri atas penyanyi-penyanyi maupun musik yang dibawakan
oleh ensembel tersebut. Umumnya suatu kelompok paduan suara membawakan musik
paduan suara yang terdiri atas beberapa bagian suara (bahasa Inggris: part, bahasa Jerman:
Stimme).
Pengertian paduan suara adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau
lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat
menampakan jiwa lagu yang dibawakan.
Paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen atau choirmaster yang umumnya
sekaligus adalah pelatih paduan suara tersebut. Umumnya paduan suara terdiri atas empat
bagian suara (misalnya sopran, alto, tenor, dan bas), walaupun dapat dikatakan bahwa tidak
ada batasan jumlah suara yang terdapat dalam paduan suara. Selain empat suara, jumlah jenis
suara yang paling lazim dalam paduan suara adalah tiga, lima, enam, dan delapan. Bila
menyanyi dengan satu suara, paduan suara tersebut diistilahkan menyanyi secaraunisono.
Paduan suara dapat bernyanyi dengan atau tanpa iringan alat musik. Bernyanyi tanpa
iringan alat musik biasanya disebut sebagai bernyanyi a cappella. Bila bernyanyi dengan
iringan, alat musik pengiring paduan suara dapat terdiri atas alat musik apa saja, satu,

beberapa, atau bahkan suatu orkestra penuh. Untuk latihan paduan suara, alat pengiring yang
digunakan biasanya adalah piano, termasuk bahkan jika pada penampilannya digunakan alat
musik lain atau ditampilkan secara a cappella.
2.3. Struktur Paduan Suara
Paduan suara biasanya dipimpin oleh dirigen atau choirmaster atau pada zaman
sekarang disebut conductor. Umumnya paduan suara terdiri atas empat bagian suara
(misalnya sopran, alto, tenor, dan bass), walaupun dapat dikatakan bahwa tidak ada batasan
jumlah suara yang terdapat dalam paduan suara. Selain empat suara, jumlah jenis suara yang
paling lazim dalam paduan suara adalah tiga, lima, enam, dan delapan. Bila menyanyi dengan
satu suara, itu dinamakan atau diistilahkan secara unisono.
Untuk latihan paduan suara, alat pengiring yang digunakan biasanya adalah piano,
keyboard, pianika, gitar, biola. Sedangkan tanpa iringan biasanya ditampilkan secara
acapella. Misalnya: lagu "Damba Cinta-Mu" yang diciptakan oleh Raihan dan diaransir oleh
Tendang angkatan Marziale PSM UIN Jakarta.
2.4. Jenis-Jenis Paduan Suara
1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia
yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
3. Paduan Suara 3 sejenis S S A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara
Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
4. Paduan Suara 3 suara Campuran S A B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3
suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
5. Paduan suara 3 sejenis T- T B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara
Tenor 1, Tenor 2, Bass.
6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran
pria dan wanita, dengan suara S A T B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.
Pengkategorian lain untuk paduan suara adalah berdasarkan jumlah penyanyi di dalamnya:

Ensembel vokal atau kelompok vokal (3-12 penyanyi).

Paduan suara kecil atau paduan suara kamar (12-28 penyanyi).

Paduan suara besar (lebih dari 28 penyanyi).

Manfaat Menjadi Anggota Paduan Suara


Melatih kedisiplinan dan tanggungjawab
Melatih kerjasama dan kekompakan
Meningkatkan kwalitas daya konsentrasi

Meningkatkan rasa solideritas


Hiburan / refreshing / silaturahmi
Element Paduan Suara
Vokalis dan dirigen
Pelatih
Pengiring / Pianis
Koordinator
2.5. Teknik dalam Melatih Suara dan Paduan Suara
Tips untuk mulai berlatih Paduan Suara
Semua unsur yang terlibat harus menyadari bahwa terbentuknya paduan suara yang baik
membutuhkan keikhlasan untuk sebuah PENGORBANAN
Berlatih dengan semangat dan disiplin tinggi, sehingga terbentuk warna vokal yang

homogen, balance, dan dinamis


Fokuskan pada proses panjang masa berlatih dengan penuh kesabaran
Efisien waktu, maksimalkan hasil
Pilih dan latihlah mulai dari lagu yang mudah dulu
Bernyanyilah dengan semangat, perasaan gembira dan sungguh - sungguh

Tahapan Berlatih Paduan Suara


o Kesadaran setiap anggota untuk selalu kompak dan disiplin hadir tepat waktu mulai
latihan
o Awali dengan pemanasan fisik dan solfeggio
o Berlatih mulai dari suara satu dilanjutkan suara berikutnya per kalimat lagu
o Pada saat satu kelompok suara sedang berlatih, kelompok suara lain wajib membantu
dengan cara tidak membuat gaduh, dan siap bernyanyi bersama saat dibutuhkan untuk
mencoba memadukan suara
o Cobalah berulang ulang untuk memadukan suara, terutama pada bagian lagu yang
dirasa sulit
o Tetap semangat, serius dan tekun sesulit apapun melodi lagu yang sedang dipelajari
2.6. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Paduan Suara
Berikut ini adalah unsur-unsur yang perlu diperhatikan di dalam Paduan Suara, diantaranya:
1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian
disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
a. Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
b. Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena
akan cepat lelah.

c. Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk


menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya,
mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
3. Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah
dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
4. Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk,
atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
5. Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga
udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
6. Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi
gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah
kalimat lagu.
7. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian
melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
8. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
Pendengaran yang baik
Kontrol pernafasan
Rasa musical.
SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :
1.Suara Wanita Dewasa ;
Sopran (suara tinggi wanita)
Messo Sopran (suara sedang wanita)
Alto (suara rendah wanita)
2. Suara Pria Dewasa :
Tenor (suara tinggi pria)
Bariton (suara sedang pria)
Bas (suara rendah pria)
3. Suara Anak-anak :
Tinggi
Rendah.
2.7. Dirigen/Kendaktur/Konduktor
Dirigen atau konduktor adalah orang yang memimpin sebuah pertunjukan musik/koor
melalui gerak isyarat. Orkestra dan paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen.

Seperti pada setiap cabang musik, dirigen adalah sebuah keterampilan yang harus
diolah dengan hati-hati. Sayangnya, ia juga subjek yang di beberapa sekolah menengah atau
direktur musik di Asia telah ada pelatihan formal. Lebih sering daripada tidak, mereka
(dirigen) telah cukup belajar tentang pekerjaan, menggambar atas pengalaman ikut serta
bermain di bawah ensembles lainnya sebagai conductors, beberapa yang mungkin belum baik
terutama panutan. Perlu dikatakan, mencoba untuk meningkatkan satu dari kemampuan
dalam melakukan hal dapat menjadi sangat sulit.
Conductors menggunakan jenis musik bahasa isyarat yang terdiri dari tangan, lengan
dan gerak-gerik wajah daripada bicara untuk berkomunikasi dengan musisi (peserta paduan
suara) dalam ansambel. Ini berarti penggunaan sikap yang sering melakukan mencerminkan
sebagai hampir sebagian besar kepribadian dari konduktor karena tidak musik yang diputar
melainkan tempo dan isyarat dari gerakan konduktor. Dengan demikian, tidak pernah
melakukan dua conductors tepatnya di jalan yang sama. Ini bukan sebuah lisensi untuk
konduktor untuk mengabaikan standar praktik disiplin, dan tidak pula menjadi alasan untuk
pertunjukan.
Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :
1.

memiliki sifat kepemimpinan

2.

memiliki ketahanan jasmani yang tangguh

3.

sebaiknya sehat jasmani dan rohani

4.

simpatik

5.

menguasai cara latihan yang efektif

6.

memiliki daya imajinasi yang baik

7.

memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Paduan Suara adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang
memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan
jiwa lagu yang dibawakan.
Pembinaan Paduan Suara pada umumnya bersifat temporer, artinya hanya dibentuk jika
ada event yang membutuhkan dan menyewa pelatih dari luar dengan biaya yang relatif
mahal. Padahal bila kita memahami trik/teknik latihan Paduan Suara sebenarnya tidak

terlalu sulit dan bisa kita kerjakan sendiri. Yang penting kita bisa membuat program latihan
yang baik, tentunya dengan sarana/tempat latihan yang representatif.
3.2 Saran
Dalam penulisan atau pembuatan makalah ini ada beberapa saran yang dapat
dicantumkan disini. Dalam paduan suara dan vocal grup, kita harus mengetahui
perbedaannya terlebih dahulu.

DAFTAR PUSTAKA
http://stelilesi.blogspot.co.id/
http://imroatulmafruhah.blogspot.co.id/2012/04/paduan-suara.html
http://psmvocaalkindi.blogspot.co.id/2011/10/pengetahuan-dasar-paduan-suara.html
http://yokimirantiyo.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-paduan-suara.html
http://psmusu.blogspot.co.id/2013/03/sejarah-awal-mula-terbentuknya-paduan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Paduan_suara
https://worldwithmusicid.wordpress.com/2012/09/29/pemimpin-sebuah-orkestrapaduansuara-conductor-dirigen/