Anda di halaman 1dari 24

PROFIL 2010

RUANG KENANGA

RUANG RAWAT INAP TINDAK LANJUT


PENYAKIT BEDAH KELAS III

RSUD DR.H.SOEMARNO SOSROATMODJO


DISUSUN OLEH :
ELVINA, AMd. Kep
RSUD DR.H. SOEMARNO SOSROATMODJO KUALA KAPUAS
KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2010

LEMBAR PERNYATAAN
Pengumpulan data keseluruhan dimulai dari tanggal 3 Januari 2010, sedangkan Pengumpulan data BOR dilakukan selama 30 hari, yaitu dari tanggal
15 April sampai 15 Mei 2010.
Ada 3 komponen utama yang diperlukan dalam pendataan Profil Ruang Kenanga yaitu :
1. Tenaga Perawat ( M 1 )
2. Sarana, prasarana ( M 2 )
3.
Metode pemberian asuhan keperawatan ( M 3 )
3 komponen diatas akan di ulas dan di bahas sesuai dengan kondisi/ keadaan Ruang Kenanga ( Perawatan Rawat Inap Bedah kelas III ) yang
sebenar-benarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.

Pelaksana Pendataan
Kepala Ruang Kenanga

ELVINA, AMd. Kep


19810817 200501 2 022

LEMBAR PENGESAHAN
Buku Profil Ruang Kenanga disah kan pada :
Hari
: SELASA
Tanggal : 1 JUNI 2010
Jam
: 08.00 WIB

KABID Keperawatan

H. DUSI, Amd. Kep, SKM


NIP. 19630222 198602 1 004

KASIE Rawat Inap

DANUNG SRI WULANDARI, MPH


NIP. 19710121 199103 2 008

Mengetahui :
Direktur RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo
Kuala Kapuas

Dr. BAWA BUDI RAHARJA


NIP. 19640131 199903 1 002

VISI, MISI, dan MOTTO


RSUD DR.H.SOEMARNO SOSROATMODJO KUALA KAPUAS
KALIMANTAN TENGAH

VISI
Terwujudnya Pelayanan Rumah Sakit Yang Prima 2014

MISI
1. Mewujudkan Kinerja Profesionalisme Pelayanan Kesehatan yang
Paripurna, Bermutu da Terjangkau oleh Masyarakat.
2. Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif dan Kerjasama yang baik dalam
memberikan Pelayanan kepada Masyarakat.
3. Menjadikan tempat Pendidikan dan Penelitian tenaga Kesehatan.
4. Menjadikan tempat Rujukan bagi Wilayah Kabupaten Kapuas dan
sekitarnya.

MOTTO :

BAJENTA DAN PAMASI

VISI, MISI dan MOTTO RUANG KENANGA


( RAWAT INAP TINDAK LANJUT PENYAKIT BEDAH )
RSUD DR.H.SOEMARNO SOSROATMODJO KUALA KAPUAS

VISI
Terwujudnya Pelayanan Rumah Sakit Yang Prima 2014

MISI
1. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang memerlukan
pelayanan keperawatan, sesuai dengan kebutuhan manusia seutuhnya
( bio, psiko, sosial, dan spiritual ) yang ada di Ruang Kenanga.
2. Berusaha memberikan pelayanan secara efektif dan efisien kepada pasien
di Ruang Kenanga.
3. Berusaha memberikan kenyamanan dan kepuasan pelayanan kepada
pasien dan keluarganya.
4. Mencegah dan mengurangi terjadinya penyakit/ komplikasi lebih lanjut
pada pasien.

MOTTO :
1. Senantiasa berusaha mengutamakan kesehatan pasien.
2. Perawat senantiasa berusaha mengembangkan dan meningkatkan
kemampuan serta kompetensi diri dalam bidang ilmu keperawatan.

DAFTAR ISI

A.

Halaman
HALAMAN JUDUL .......................................................................................... HALAMAN PERNYATAAN
.

HALAMAN PENGESAHAN

MOTTO

..................................................................

......................................................................................................

UCAPAN TERIMA KASIH ..............................................................................


DAFTAR ISI ......................................................................................................
AB 1 PENDAHULUAN

..............................................................................

LAMPIRAN ......................................................................................................

.................................................................

A. SUMBER DAYA MANUSIA ( M 1 MAN )

1.

Struktur Organisasi Keperawatan


Ruang Kenanga dipimpin oleh kepala ruangan dan dibantu oleh 2 ketua tim, dan beberapa perawat pelaksana bersama tenaga administrasi dan
petugas kebersihan ( cleaning service ).
Adapun struktur organisasinya adalah sebagai berikut:

Struktur Organisasi Ruang Kenanga


KEPALA
RUANGAN
ADMINISTRASI

KATIM I

KATIM II

PERAWAT
PELAKSANA
TIM I

PERAWAT
PELAKSANA
TIM II

CLEANING
SERVICE

2. Jumlah tenaga di Ruang Bedah Kenanga


a.

Dokter

Nama

No

b.

Jenis

Status

Dokter Spesialis
Bedah

Kualifikasi

PNS

Ka. UPF
Bedah

Dr. Topan B K

Dr. Marlensius A W

Dokter Umum

PNS

Asisten Bedah

Dr. Asna Nosiqah

Dokter Umum

PNS

Asisten Bedah

Keperawatan

NO

Kualifikasi

Jenis

TMT Kerja

DIII Keperawatan

PNS

1-11-2006

DIII Keperawatan

PNS

1-10-2009

DIII Keperawatan

PNS

1-2-2010

FERYANSYAH
TUTY
AGUSTIN
JUNIATI

SPK

PNS

15-2-2010

ENDRY. K. W

DIII Keperawatan

CPNS

1-2-2009

ELIYENI

DIII Keperawatan

CPNS

4-1-2010

SURYANI

DIII Keperawatan

CPNS

4-4-2010

CPNS

4-4-2010

1
2
3

Nama
ELVINA

Masa Kerja

Pelatihan yang
diikuti
Manajemen Bangsal
Rawat Inap RS,

BCLS

YUNITA

DIII Keperawatan

DESI SELVINA

DIII Keperawatan

TKS

1-6-2008

10

DIEN. S

DIII Keperawatan

TKS

2-1-2008

11

SANTI DEWI

DIII Keperawatan

TKS

1-9-2008

12

YENI

DIII Keperawatan

TKS

1-2-2009

13

ROSITA

DIII Keperawatan

TKS

1-2-2009

14

LUSIA. K

DIII Keperawatan

TKS

12-1-2010

15

YULI FITRIAH

DIII Keperawatan

TKS

12-1-2010

16

HARIANI. R

DIII Keperawatan

TKS

12-1-2010

17

LISDAWATI

DIII Keperawatan

TKS

18-1-2010

c.
Non keperawatan

No

Nama

Pendidikan

TMT
Kerja

Masa
Kerja

Jenis

Kualifikasi

7-52008

TKS

Administrasi

Kontrak

Kontrak

Kontrak

Deby
Kusuma.
N

SMA

Smirna

SMA

3
4

Risno
Efendi
Zainal
Abidin

SMA
SMA

1-12008
1-12009
1-42010

Cleaning
service
Cleaning
service
Cleaning
service

Di ruang bedah kenanga, semua perawat pendidikan terakhir yaitu DIII Keperawatan, dan yang sedang menjalani pendidikan ke jenjang S1
Keperawatan sebanyak 2 orang.

Hampir semua perawat di ruangan Kenanga sudah mengikuti pelatihan internal Rumah Sakit dari Tim PPNI RS.
Pelatihan yang diberikan seperti Kewaspadaan baku (Isolation precautions), Terapi insulin pada diabetes mellitus, Resusitasi jantung paru ( RJP )
Dewasa, Pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di Rumah Sakit, dan Terapi oksigen, dan satu orang perawat pernah mengikuti pelatihan
BCLS.
Kepala Ruangan sudah mengikuti pelatihan Manajemen Bangsal Rawat Inap di PPKC Jakarta pada bulan Agustus 2008.
3.

Tingkat ketergantungan pasien dan kebutuhan tenaga perawat


Tingkat ketergantungan klien di ruang Bedah Kenanga dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut Orem ;
total, parsial, minimal care ( Nursalam, 2002). Klasifikasi ketergantungan pasien dibagi menjadi 3 kategori, yaitu perawatan minimal yang memerlukan
waktu 1-2 jam/ 24 jam, perawatan intermediet dengan waktu 3-4 jam/ 24 jam, dan perwatan total dengan waktu 5-6/ 24 jam.
Data diambil dari tanggal 14 Mei 2010 sampai 23 Mei 2010, dengan perincian sebagai berikut :

Klasifikasi Pasien
Tgl

Jml
Pasi
en

Minimal

Parsial

Total

4=0
,68

2=0
,28

2=0
,54

12=
3,24

12=
1,8

12=
0,84

4=0
,56

4=0
,4

12=
3,24

12=
1,8

12=
0,84

14/5/2
010

15

15/5/2
010

17

16/5/2
010

17

2=0
,34

1=0
,14

1=0
,10

15=
4,05

15=
2,25

15=
1,05

17/5/2
010

17

5=0
,85

3=0
,42

3=0
,30

13=
3,51

11=
1,65

11=
0,77

18/5/2
010

17

8=1
,36

5=0
,7

5=0
,5

10=
2,7

10=
1,5

10=
0,7

19/5/2
010

18

4=0
,68

4=0
,56

4=0
,4

13=
3,51

13=
1,95

13=
0,91

20/5/2
010

17

2=0
,34

2=0
,28

2=0
,54

13=
3,51

13=
1,95

13=
0,91

21/5/2
010

16

1=0
,17

12=
3,24

12=
1,8

12=
0,84

22/5/2
010

16

3=0
,51

1=0
,14

1=0
,10

12=
3,24

12=
1,8

12=
0,84

23/5/2
010

14

1=0
,17

1=0
,14

1=0
,10

13=
3,51

13=
1,95

13=
0,91

5
=0,
85

P
1=
0,3
6
1=
0,3
6
1=
0,3
6
3=
1,0
8
2=
0,7
2
0
2=
0,7
2
4=
1,4
4
3=
1,0
8
0

1=0
,30

1=0
,20

1=0
,30

1=0
,20

1=0
,30

1=0
,20

3=0
,90

3=0
,60

2=0
,60

2=0
,40

2=0
,60

2=0
,40

4=1
,2

4=0
,8

3=0
,90

3=0
,60

Jumlah
Tenaga
yang
diperlu
kan
P S M

Dari perhitungan diatas sesuai dengan teori Douglass didapatkan rata-rata perawat yang diperlukan dalam 1 hari yaitu :
- Dinas Pagi = orang perawat
- Dinas Sore = orang perawat
- Dinas Malam = orang perawat
Pada saat ini perawat ruang Kenanga yang bertugas setiap hari yaitu :
- Dinas Pagi
= 4 6 orang perawat dengan pembagian tugas masing-masing yang sudah dibuat jadwal selama 1 bulan yaitu 2 orang perawat
sebagai KATIM I dan KATIM II, 1 orang bertugas sebagai PJO, 2 orang perawat tim rawat luka/ TIM GV, sisanya perawat bertugas mengantar pasien
ke kamar operasi, mengantar pasien ke Radiologi, mengambil dan mengantar sampel darah ke Laboratorium, membantu KATIM dan PJO dalam
menyelesaikan tugas selama dinas pagi.
- Dinas Sore
= 3 orang perawat bertugas sebagai PJS TIM I dan TIM II, 1 orang perawat bertugas menjadi PJO.
- Dinas Malam = 3 orang perawat bertugas sebagai PJS TIM I dan TIM II, 1 orang perawat bertugas menjadi PJO.

a. BOR Pasien

Berdasarkan hasil pengkajian mulai tanggal 15 April 2010 sampai 15 Mei


Kenanga, yaitu 27 tempat tidur dengan rincian sebagai berikut:
Gambaran umum jumlah tempat tidur di Ruang Bedah Kenanga :
Tanggal 14 Mei 2010
No.

Shift

1.

Pagi

2.

Sore

3.

Malam

Kelas III

Pengkajian data awal dilakukan pada tanggal 1 Januari 2010

Tempat Jemuran

WC
4
WC
K3
WC
Selas
ar

K4
Isolasi
2

at, lemari obat,


:

ria 1 )

ria 2 )

solasi 1 )

solasi 2 )

:
:

Selas
ar
Sampi
ng
Kanan

W
C
K
1

1.
Lokasi dan Denah Ruangan
Lokasi dimana penerapan proses manajerial
keperawatan yang digunakan dalam kegiatan
pelayanan kesehatan di Ruang Bedah Kenanga,
RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala
Kapuas, dengan uraian sebagai berikut :

Tempat
Cuci
WC Umu
m

WC
K5
K6
Bedah
Wanita 1

K5
Bedah Anak

K3
Isolasi
1

K2
Bedah
Pria 2

dan sterilisator

Wanita 1 )

BOR

B. SARANA DAN PRASARANA ( M2-MATERIAL )

W
C
K
7

asi dan

nak )

2010, didapatkan gambaran data kapasitas tempat tidur Ruang Bedah

Sela
sar
Dala
m

W
C
K
2

Tam

Selasa
r
Dalam

WC
K6

Keperawatan

K7
Bedah
Wanita 2

an

Rg.KAR
U,
Kompu
ter dan
Arsip

Selas
ar
sampi
ng
Kiri

pantry
Tempat arsip ruangan dan komputer billing
sistem
pasien pria dengan kasus non infeksi
pasien pria dengan kasus infeksi

PUSAT
INFORMASI
DAN
KEPERAWATAN

K1
Bedah
Pria 1

Keterangan :

WC
Peraw
at

Pint
u
Mas
uk
Selasar Depan

Rg.
Linen
Rg.Ga
nti
Peraw
at,
Pantry

K8
Observas
i dan
Khemoter
api

W
C
K
8

WC
Sela
sar

dapat menjadi ruang tindakan yang memerlukan


privacy pasien, dan untuk kasus-kasus
tertentu, misalnya kasus combustio dengan
grade luas yang rentan infeksi, kasus tetanus,
dan kasus-kasus infeksius, berbau.
prinsip nya sama dengan Bedah Isolasi 1
pasien bayi atau anak ( laki-laki / perempuan )
usia 1 bulan -14 tahun
pasien wanita dengan kasus non infeksi

Wanita 2 )

: pasien wanita dengan kasus infeksi

si )

: ruangan ini terdiri dari 4 tempat tidur,

diutamakan pada pasien yang dengan cedera

pre/post operasi besar yang harus

2.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

dipantau, pasien bedah yang sementara

kepala yang memerlukan observasi, pasien

menunggu ada ruang ICU

Peralatan dan Fasilitas


A. Fasilitas untuk Pasien
K1 ( Bedah Pria 1 ) dengan jumlah 4 tempat tidur
K2 ( Bedah Pria 2 ) dengan jumlah 5 tempat tidur
K3 ( Bedah Isolasi 1 ) dengan jumlah 2 tempat tidur
K4 ( Bedah Isolasi 2 ) dengan jumlah 2 tempat tidur
K5 ( Bedah Anak ) dengan jumlah 5 tempat tidur
K6 ( Bedah Wanita 1 ) dengan jumlah 5 tempat tidur
K7 ( Bedah Wanita 2 ) dengan jumlah 4 tempat tidur
K8 ( Observasi ) masih kosong
Total Bed pasien yang ada saat ini: 27 tempat tidur.
Uraian sebagai berikut :
1) K1 ( Bedah Pria 1 )

N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Nama Barang
Bed beroda
Bed biasa
Kasur
Bantal
Standar infus
Lemari pasien
Kipas angin
Wastafel
Cermin dinding
Gayung mandi
Pispot
Urinal
Sikat WC
Bak Sampah
Kursi
Kursi panjang

Jumlah

Kondisi

4
6
3
4
3
1
1
1
1
1
_
1
_
3
_

Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
_
Baik
_
Baik
_

Jumlah

Kondisi

2) K2 ( Bedah Pria 2 )

N
o

Nama Barang

dengan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Bed beroda
Bed biasa
Kasur
Bantal
Standar infus
Lemari pasien
Kipas angin
Wastafel
Cermin dinding
Gayung mandi
Kursi

2
3
5
1
3
5
1
1
1
1
2

Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik

3) K3 ( Isolasi 1 )

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Nama Barang
Bed beroda
Bed biasa
Kasur
Bantal
Standar infus
Lemari pasien
Kipas angin
Wastafel
Cermin dinding
Gayung mandi
Pispot
Urinal
Sikat WC

Jumlah
1
1
1
1
1
2
1
_
_
1
_
_
1

Kondisi
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
_
_
Baik
_
_
Baik

4) K4 ( Isolasi 2 )
N

Nama Barang

Jumlah

Kondisi

Bed beroda

Bed biasa

Baik

Kasur

Baik

Bantal

Baik

Standar infus

Baik

Lemari pasien

Baik

Kipas angin

Baik

Wastafel

Baik

Cermin dinding

Baik

10

Gayung mandi

Baik

11

Pispot

Baik

12

Urinal

13

Sikat WC

14

Bak Sampah

Baik

15

Kursi

Baik

5) K5 ( Bedah Anak )

Nama Barang

Jumlah

Kondisi

Bed beroda

Bed biasa

Baik

Kasur

Baik

Bantal

Standar infus

Baik

Lemari pasien

Baik

Kipas angin

Baik

Wastafel

Baik

Cermin dinding

Baik

10

Gayung mandi

Baik

11

Pispot

12

Urinal

13

Sikat WC

Kurang baik

14

Bak Sampah

15

Kursi

Kurang baik

Jumlah

Kondisi

6) K6 ( Bedah Wanita 1 )
N

Nama Barang

o
1

Bed beroda

Bed biasa

Baik

Kasur

Baik

Bantal

Baik

Standar infus

Baik

Lemari pasien

Baik

Kipas angin

Baik

Wastafel

Baik

Cermin dinding

Baik

10

Gayung mandi

Baik

11

Sikat WC

12

Bak Sampah

Baik

13

Kursi

14

Kursi panjang

Jumlah

Kondisi

7) K7 ( Bedah Wanita 2 )
N

Nama Barang

o
1

Bed beroda

Bed biasa

Kasur

Bantal

Standar infus

Lemari pasien

Kipas angin

Wastafel

Cermin dinding

10

Gayung mandi

11

Bak Sampah

12

Kursi

8) K8 ( Observasi )
N

Nama Barang

Jumlah

Kondisi

Masih kosong

B. Fasilitas untuk Petugas Kesehatan, meliputi :


1. Ruang kepala ruangan jadi satu dengan ruang arsip dan komputer

Nama Barang

Jumlah

Kondisi

Meja kerja

Baik

Meja komputer

Baik

Kursi

Baik

Lemari

Baik

1 unit peralatan komputer

1 unit

merk hp

Baik

Stafol + kamera

Baik

Speaker

Rusak

Rak susun kecil plastik

Baik

Rak buku

Kurang baik

10

Keranjang buku plastik

2 baik 1 rusak

11

Papan

Baik

12

sterefom

pengumuman/

Baik

13

Jam dinding

Baik

14

Kipas angin kecil

Baik

15

Pigura

Baik

16

Bunga

Baik

17

Gorden

Baik

18

Stofmap snelhecter besar

Cukup baik

19

Stofmap plastik

17

Baik

Bak sampah tertutup besar

2. Ruang Pusat Informasi dan Keperawatan jadi satu dengan ruang Administrasi
N
o

Nama Barang

Jumlah

Kondisi

Meja kerja

Baik

Kursi Lipat

Baik

Kursi Panjang

Baik

Lemari Kaca/ Etalase

Baik

Rak susun kecil plastik

Baik

Rak susun besar plastik

Baik

Papan stereofom

Baik

Papan pengumuman

Baik

Jam dinding

Baik

10

Kipas angin

Baik

11

Pigura

Baik

12

Bunga meja

Baik

13

Bunga dinding

16

Baik

14

Keranjang obat pasien

26

Baik

15

Keranjang plastic kecil

Baik

16

Lemari es merk Mitsubishi

Kurang Baik

17

Lemari kaca kecil

Baik

18

Bak instrument

Baik

19

Bak sampah bundar plastic

Baik

20

Bak sampah tertutup

Baik

21

Keset kaki

Baik

22

Bunga hidup dalam pot

Baik

2. Ruang ganti dan Pantry

Nama Barang

Jumlah

Kondisi

Kursi

Baik

Lemari

Baik

Jam dinding

Baik

Kipas angin

Baik

Pigura

Baik

Gorden

Baik

Loker Perawat

Baik

Lemari/rak Obat

Baik

Televisi merk LG

Baik

10

Boster antena

Baik

11

Cermin

Baik

4. Kamar mandi dan WC Perawat


N

Nama Barang

Jumlah

Kondisi

Meja kerja

Baik

Meja komputer

Baik

Kursi

Baik

Lemari

Baik

1 set peralatan komputer

Baik

Stafol

Baik

Speaker

Baik

Rak susun kecil

Baik

Rak buku

Baik

10

Keranjang buku

1 Baik 1 Rusak

11

Papan stereofom

Baik

12

Jam dinding

Baik

13

Kipas angin kecil

Baik

14

Pigura

Baik

15

Bunga

Baik

16

Gorden

Baik

B. Fasilitas peralatan dan bahan kesehatan yang ada diruang Bedah Kenanga :

No

Nama Barang

Jumlah

Kondisi

Brankar

Baik

Kursi roda

Rusak

Bak instrumen besar

Baik

Bak instrumen sedang

Baik

Bak instrumen kecil

Tromol besar

Baik

Tromol sedang

Baik

Tromol kecil

Gunting tajam lurus

Baik

10

Gunting verban

Baik

11

Gunting aff hecting

12

Gunting biasa

Baik

13

Gunting kecil

14

Tongue spatel/ sudip lidah

Baik

15

Koher

16

Skapel

Baik

17

Bisturi

18

Arteri klem

Baik

19

Korentang

20

Tempat korentang

21

Pincet cirurgis

Baik

22

Pincet anatomis

Baik

23

Bengkok

Baik

24

Kom kecil

Baik

25

Kom sedang

Baik

26

Gelas lidi waten

Baik

27

Gelas kapas alkohol

Baik

28

Stpoles plastik tempat peralatan

Baik

29

Baskom besi

Baik

30

Baskom plastik

Baik

31

Ember rendam alat

Baik

32

Troli

Baik

C. Fasilitas di Selasar

No

Nama Barang

Jumlah

Selasar Dalam/Taman
1

Kursi panjang

Rak plate/ omprengan dari besi

Bak Sampah besar

Pemadam

kebakaran/

fire

extausinger
5

Pigura

Rak sepatu

Kondisi

Selasar Samping Kanan


1

Kursi panjang

Bak Sampah besar

Rak sepatu

Selasar Samping Kiri


1

Kursi panjang

Bak Sampah besar

Rak sepatu

Selasar Belakang/ Jemuran


Jemuran
1

Ada

3. Administrasi Penunjang :
a. Dokumentasi Keperawatan
Buku Laporan Keperawatan TIM 1 dan TIM 2
Buku injeksi harian
Buku GV / rawat luka
Buku observasi vital sign
Buku agenda serah terima hasil pemeriksaan pasien ( rontgen/ hasil lab/ EKG/USG dll) masih
belum berjalan maksimal
b.

Dokumentasi Alat dan Barang Kesehatan


Belum ada buku tersendiri untuk untuk memantau peralatan setiap hari, masih
berpatokan pada daftar inventaris ruangan.
Sedang dalam proses dalam pembuatan buku laporan harian peralatan dan barang
inventaris ruangan.

c.

Dokumentasi Administrasi
Buku Agenda Surat Keluar Masuk
Arsip Perincian Biaya Perawatan
Buku Pengembalian Status Pasien Ruang Kenanga
Arsip Laporan Harian, Bulanan, Triwulan
d. Dokumentasi Cleaning Service ( CS ), berupa buku laporan harian CS mengenai kondisi/
keadaan ruang Kenanga, mulai dari laporan kebersihan, amprahan alat dan barang habis pakai
(BHP), laporan kondisi bangunan ( WC, atap/ plapon bocor dll )

C. METODE ASUHAN KEPERAWATAN ( M3 METHOD )

n Model MAKP
Ruang Kenanga sampai saat ini menerapkan model asuhan keperawatan metode Tim
kombinasi dengan Fungsional.
Kepala ruangan sebagai Penanggung Jawab ( P J ) Ruang Kenanga membuat 2
(dua) kelompok yaitu Tim 1 yang terdiri dari 8 orang dan Tim 2 yang terdiri dari 7
orang.
Tim 1 bertanggung jawab pada pasien yang dirawat di K1, K2, K3 dan K4,
sedangkan
Tim 2 bertanggung jawab pada pasien yang dirawat di K5, K6, K7 dan K8.

Metode yang diterapkan pada saat ini yaitu kepala ruangan membuat Jadwal Tugas Harian
Perawat setiap bulannya, dimana masing-masing anggota Tim sudah dibuat jadwal tugas setiap
hari baik dinas pagi, dinas sore maupun dinas malam sesuai dengan Tim masing-masing,
sehingga tugas tidak menumpuk pada satu atau dua orang perawat saja karena sudah ada
pembagian tugas yang jelas.
Uraian Tugas Perawat setiap harinya adalah :
PJS ( Penanggung Jawab Shift )
PJO ( Penanggung Jawab Obat )
TIM GV
Supervisor Logistik
Supervisor Kebersihan
Uraian Tugas Kepala Ruangan / P J B ( Penanggung Jawab Bangsal ) Ruang Kenanga

Prosedur timbang terima atau yang sering disebut aplusan, selama ini sudah dilakukan
pada setiap pergantian shift jaga, namun cara penyampaian isi timbang terima belum terungkap
secara komprehensif, meliputi : isi timbang terima ( masalah keperawatan pasien lebih fokus
pada diagnosis medis ).
Pada saat timbang terima, perawat menggunakan buku laporan harian perawat sebagai
dokumentasi, dan timbang terima pasien dilakukan di masing-masing ruangan pasien.
C. Ronde Keperawatan
Selama ini masih belum dilaksanakan.
D. Pengelolaan Sentralisasi Obat
Terhitung bulan September 2009, sudah dilaksanakan pengelolaan sentralisasi obat,
obat-obatan pasien yaitu infus, injeksi, tablet dan alkes di taruh di ruang jaga perawat (Pusat
Informasi dan Keperawatan). Sentralisasi dikhususkan pada obat-obat pasien JAMKESMAS/
JAMKESDA, agar perawat petugas PJO lebih mudah memantau apakah obat lengkap untuk 1
hari, atau masih bersisa, atau ada obat yang kurang, sehingga obat-obatan pasien dapat lebih
efektif dan efisien digunakan sesuai instruksi dokter. Sentralisasi obat pada pasien umum dan
ASKES diberikan keleluasaan dalam memilih apakah obat-obatannya ditaruh di kamar pasien
sendiri atau di taruh di ruang jaga perawat.
E. Discharge Planning
Discharge planning sudah dilaksanakan, akan tetapi
dijalankan hanya apabila
pasien akan pulang, dan isinya singkat dan tidak mencakup aspek discharge
planning,
yang meliputi penjelasan

F. Dokumentasi Keperawatan
Sistem pendokumentasian yang berlaku di ruang Kenanga pada saat ini yaitu:
1) Status/ list pasien yang berisi :
Ringkasan masuk dan keluar yang berisi biodata pasien yang diisi lengkap
Surat pengantar permintaan perawat
Status pasien yang berisi anamnese
List merah yang berisi catatan/ instruksi dokter
List kuning yaitu catatan perawatan/ bidan
Hasil-hasil pemeriksaan laboratorium, EKG, USG, Rontgen dll
Daftar infus sehari ( pasien dari IGD )
Surat Keterangan Rawat Inap
Formulir ASKIN 1, lembar SKTM, SJP, lembar rujukan dari Puskesmas (pasien dengan status
JAMKESMAS/JAMKESDA)

URAIAN TUGAS
Kepala Ruangan sebagai Penanggung Jawab Bangsal
PJB
( Penanggung Jawab Bangsal )
1.

Menerima seluruh tugas dan tanggung jawab sebagai kepala ruangan.

2.
Menerima aplusan jaga pasien dan melakukan pre-comperent selama 15 menit setiap
shift jaga pagi.
3.
Membuat perencanaan Keperawatan dengan membagi tugas staf perawat dan
tanggung jawab kepada pasien, pada KATIM, PJS dan PJO, perawat pelaksana, setiap hari
setelah melakukan aplusan.
4.
Menyusun langkah-langkah dan pendekatan asuhan kepada pasien sesuai tingkat
ketergantungan pasien.
5.
Memberi penekanan perhatian khusus terhadap perawatan pasien, keselamatan pasien,
dan resiko nosokomial.
6.

Mengatur ruangan dan peralatan, dan pembagian tugas cleaning service.

7.
Menyiapkan dan menghitung kebutuhan logistik untuk menunjang pelayanan asuhan
Keperawatan.
8.

Menghadiri rapat sesuai undangan yang dilakukan oleh pihak manajemen Rumah Sakit.

9.

Mengikuti apel pagi

10.
Melakukan post-comperent untuk menilai keberhasilan pelayanan, dan rencana tindak
lanjut pelayanan shift berikutnya kepada KATIM, PJS, PJO dan perawat pelaksana.

Perawat Pelaksana
Penanggung Jawab Shift / P J S sama fungsinya dengan Ketua TIM/ KATIM, tapi karena
metode Keperawatan model TIM ini baru berjalan selama 7 bulan, jadi semua perawat yang
ada di ruang Kenanga, diberi Tugas sebagai PJS setiap harinya/ diperkenalkan mengenai tugas
KATIM, dimana ada 2 ( dua ) orang PJS yaitu PJS 1 dan PJS 2, dimana PJS 1 bertugas
mengawasi dan dan bertanggung jawab membuat laporan harian Keperawatan pada pasien
dari K1 sampai K4, dan PJS 2 bertugas mengawasi dan bertanggung jawab membuat laporan
harian Keperawatan pada pasien yang dirawat dari K5 sampai K8.
Adapun uraian tugas perawat sbb :
PJS
(Penanggung Jawab Shift)
1.
PJS bertugas pada setiap shift (pagi, sore, malam, tanggal merah/hari libur) atau
sebagai penerima tanggung jawab dari PJB.
2.
PJS datang lebih awal (15 menit sebelum jam dinas) untuk aplusan/ timbang terima
pasien, untuk mengetahui kondisi pasien lebih akurat, dan dapat menilai kebutuhan pasien dan
melakukan aplusan jaga kepada perawat shift selanjutnya sebagai pelimpahan tugas ( aplusan
dilaksanakan di ruangan pasien ).
3.
Bertanggung jawab selama shift dinas, dalam pengambilan keputusan dan
penyelesaian laporan dan pendokumentasian sesuai dengan format dan standar yang berlaku.
4.
Melakukan rencana dan tindakan keperawatan sesuai dengan standar operating
prosedur dan Protap yang berlaku.
5.
Melaporkan setiap kejadian yang dianggap perlu sesuai keilmuan kepada dokter
sebagai penanggung jawab pasien tersebut.
6.

Mengatur pembagian tugas TIM selama shift dinas.

7.

Bersama-sama dengan TIM dalam menyelesaikan tugas selama shift.

8.

Membantu PJO dalam melengkapi data selama shift dinas.

Selain P J S ada juga perawat yang bertugas sebagai Penanggung Jawab Obat/ P J O pada
setiap shift dinas.
Uraian tugas P J O adalah sbb :

PJO
( Penanggung Jawab Obat )
1.
Menulis jadwal pemberian obat sesuai catatan instruksi dokter (list merah) pada buku
jadwal injeksi.
2.
Melengkapi berkas-berkas yang diperlukan untuk pengambilan obat pasien (dibantu
administrasi).
3.
Memeriksa resep yang telah ditulis dokter, apakah sesuai dengan instruksi yang tertulis
di list merah/catatan dokter, dan meminta resep tambahan pada dokter bila ada kekurangan
obat atau alkes yang dibutuhkan pasien.
4.
Menyerahkan resep langsung pada pasien atau keluarga yang bertanggung jawab pada
pasien, serta memberikan informasi yang benar.
5.
Memeriksa apakah obat dan alkes yang sudah diambil di apotik sudah sesuai dengan
catatan/instruksi dokter dan jumlahnya sesuai dengan yang dibutuhkan.
6.

Menyiapkan obat injeksi dan obat oral sesuai jadwal pemberian obat.

7.

Memberikan obat kepada pasien sesuai 5 Benar dalam pemberian obat.

8.
Menulis permintaan obat dan alkes sesuai list merah dan kebutuhan ruangan pada buku
agenda resep dokter.
9.
Merapikan tempat obat dan menempatkan obat obatan pasien pada keranjang obat
masing-masing sesuai dengan resep dokter.
10. PJO harus memberikan informasi selengkapnya pada PJS bila ada tambahan atau perubahan
dalam pemberian terapi, dan atau sebaliknya meminta informasi pada PJS bila ada hal-hal yang
berkaitan dengan terapi pasien.
11. Segera melaporkan pada KATIM, PJS, PJB bila ada masalah.

TIM GV / TIM Rawat Luka


Setiap hari bertugas melaksanakan perawatan luka, TIM GV terdiri dari 2 ( dua ) orang perawat.
Jadwal TIM GV hanya ada pada dinas pagi, untuk perawatan luka diluar jam dinas pagi,
perawatan luka dilaksanakan oleh PJS sore dan malam.
TIM GV yang terdiri dari 2 ( dua ) orang tersebut juga mendapat tugas sebagai supervisor,

TUGAS
SUPERVISOR KEBERSIHAN
1. Bekerjasama dengan cleaning service dalam menjaga kebersihan dan kerapihan ruangan.
2. Mengawasi kebersihan dan kerapihan ruangan perawatan pasien, dan melaporkan pada CS
bila ruangan/ wc/ wastafel/ peralatan/ halaman kotor, agar segra dibersihkan.
3. Mengawasi dan menjaga kebersihan dan kerapihan ruang jaga perawat.
4. Menegur pasien, keluarga maupun pengunjung jika mengotori, merusak lingkungan ruang
perawatan kenanga dan sekitarnya.
5. Mengawasi pengelolaan pembuangan sampah medis dan non medis di ruang Kenanga

TUGAS
SUPERVISOR LOGISTIK
1. Bekerjasama dengan PJB dan CS dalam menilai kebutuhan ruangan, dan melaporkan apabila
barang/ alkes habis, agar segra diamprah.
2. Bersama PJO melengkapi kebutuhan logistik ruangan.
3. Segra melaporkan apabila ada barang milik ruangan yang rusak kepada PJB.
4. Membantu mengawasi dan membatasi pemakaian barang habis pakai yang berlebihan.