Anda di halaman 1dari 40

PENGANTAR

PENGALAMAN
PEKERJAAN

PEKERJAAN
KHUSUS

Dalam rangka Persiapan Proyek Renovasi Stadion Bumi Sriwijaya


Palembang

PT. PEMBANGUNAN
PERUMAHAN (PERSERO)

PENGANTAR

PENGALAMAN
PEKERJAAN

PEKERJAAN
KHUSUS

Dalam rangka Persiapan Proyek Renovasi Stadion Bumi Sriwijaya


Palembang

PT. PEMBANGUNAN
PERUMAHAN (PERSERO)

Penyelenggaraan PON 2002 di Palembang


akan membawa dampak positif dalam
berbagai bidang di Sumatera Selatan
Sukses penyelenggaraan merupakan target
utama yang harus dicapai
Maka
Diperlukan sarana dan fasilitas memadai
sesuai standard

Memiliki fasilitas standar


selanjutnya dapat dipergunakan
dalam pembinaan atlet daerah
lebih jauh
memungkinkan akan kembali
dipergunakan untuk event-event
sama atau yang lebih besar

Pendidikan
Dedikasi
Semangat kerja
Kerja sama
Pengalama
n

2. S D M

1.System

Proses

3.Teknologi

Pekerjaan khusus
Penanganan
khusus

Quality plan
Prosedure
kerja
Training
Inspection
plan

Spesifikasi tinggi

Qualitas
Tinggi

Quality control
kembali

PENGALAMAN
PEKERJAAN

1.

SMA NEGERI RAGUNAN JAKARTA

2. STADION SIDOARJO JAWA TIMUR

1. LAPANGAN TENIS (OUTDOOR) SENAYAN

2. HALL SENAM RAGUNAN JAKARTA

3. HALL BULUTANGKIS SENAYAN

4. RAMAYANA PRAMBANAN

5. LAPANGAN SOFT BALL

1. STADION SRIWEDARI SOLO

2. STADION MANAHAN SOLO

3. STADION KRIDANGGO SALATIGA

4. STADION UTAMA SENAYAN (RENOVASI)

5. STADION SIDOARJO (RENOVASI)

1. VELODROME MANAHAN SOLO

2. VELODROME MALANG

1. STADION TENIS II

4. GOR UPN YOGYAKARTA

5. GOR RAGUNAN JAKARTA

6. SQUASH COURT SENAYAN


kembali

1. METODE PELAKSANAAN

2. CONTOH PELAKSANAAN
STADION SIDOARJO
kembali

SPESIFIKASI
Bahan

: Syntetic surface CONIPUR SW

Product

: CONICA Technik AG (Switzerland)

Penggunaan

: Untuk lintasan dan lapangan olah raga


serbaguna

Lapisan :

13 mm

Asphalt

EPDM Granules 1-4


Coating Conipur 210
Pore sealer Conipur 222

2,50 kg/m2
2,20 kg/m2
1,40 kg/m2

Black SBR granules 1-3


+Conipur 322

6,5 kg/m2
1,3 kg/m2

Primer conipur 70

0,15 kg/m2

URUTAN PEKERJAAN
ASPHALT
1.

2.

Kedalaman / elevasi pengupasan harus sudah diperhitungkan terhadap rencana tebal


track maka harus di monitor
dengan Waterpass

Gravel lintasan lama


dikupas untuk diganti
dengan bahan yang ber
gradasi baik

3.

4.

Setelah padat
dihampar dengan
Base course kelas A
ber gradasi baik

Tanah dasar / sub grade dipadatkan


hingga CBR 40 % dan kontrol
elevasi tetaap dilakukan dengan
Waterpass

Penghamparan
dengan Grader

Perataan dan pemadatan lapisan


harus sesuai elevasi permukaan
rencana dengan toleransi HANYA
1 CM dan di kontrol dengan alat
LASER PLANE

CARA MENGONTROL ELEVASI LAPISAN


BASE COURSE DENGAN LASER PLANE

Tiap jarak 1

semsor

PATOK-PATOK

Titik yang di check


elevasinya ditempatkan sensor laser

DST

POSISI SINAR LASER


DI TENGAH
LAPANGAN
(BERPUTAR-PURTAR)

MEKANISME CARA
KERJA LASER PLANE

Harus tepat, bila elevasi masih


terlalu tinggi atau terlalu
rendah maka alarm sensor
akan berbunyi dan lampu
indikator menyala

Sinar
laser

5.

Asphalt lapis pertama (leveling course)


hanya diizinkan apabila base course
sudah benar-benar rata dg toleransi
max. 1 cm dan kepadatan CBR 80 %

Karena permukaan asphalt yang


diinginkan harus benar-benar
rata pada setiap titik, maka alat
sensor laser ditempatkan pada
Asphalt finisher

Untuk menjaga agar elevasi dan


kemiringan lapisan asphalt tidak
berubah, maka penghamparan
dilakukan dengan cara satu kali
putaran penuh tidak boleh
berpindah sebelum selesai

sensor
sensor

Lampu indikator dan alarm

Dipasang pada
asphalt finisher

selesai per satu putaran

Lintasan berikutnya setelah selesai lintasan luar

6.

Asphalt lapis kedua (wearing course )


juga hanya diizinkan apabila leveling
course sudah benar-benar rata dg
toleransi max. 2 mm

wearing course berfungsi


untuk memberikan
permukaan asphalt yang
halus dan rata
pekerjaan ini adalah
pekerjaan akhir sebelum
pemasangan lapisan track
syntetic

SYNTETIC
1.

Diawali dengan menghampar Black


rubber yang terdiri dari campuran
Black SBR granules 1-3 (6,5 kg/m2)
+ Conipur 322 (1,3 kg/m2) dengan
mesin finisher

2.

Lapis berikutnya adalah memberi


lapisan pore sealer Conipur 222
(1,4 kg/m2)

Tujuannya
untuk menutup
pori-pori dari
lapisan di
bawahnya

3.

Selanjutnya adalah memberi


lapisan Polyurethane Conipur 210
(2,20 kg/m2)

4.

Lapisan paling akhir adalah


menaburkan butiran EPDM
granules 1-4 (2,5 kg/m2)

kembali

PENGUPASAN
GRAVEL PADA
TRACK LAMA

HASIL
PENGUPASAN
GRAVEL

PENGHAMPARAN
BASE COURSE

Dihamparkan

PEMADATAN DAN
PENYIRAMAN

PEMBERSIHAN

PENYEMPROTAN
PRIME COAT

PENGHAMPARAN
ASPAL
PEMADATAN

CHECK ELEVASI MENGGUNAKAN


LASER PLANE DILAKSANAKAN
SETIAP SAAT

DIPASANG PD ALAT

PENGHAMPARAN LAPISAN DASAR BLACK


RUBBER (Black Rubber SBR 1-3 +
Conipur 322)

Perapian daerah
sambungan

PENGHAMPARAN LAPISAN
PORE SEALING COAT
(Conipur 222)

Pencampuran bahan

PELAPISAN POLY
URETHANE
(Conipur 210)

PENABURAN BUTIRAN
EPDM GRANULES 1-4

PEMBUATAN GARIS

TRACK YANG SUDAH SELESAI

kembali