Anda di halaman 1dari 12

59

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil objek penelitian di PT.
Bank Tabungan Negara Jakarta Pusat. Penelitian mulai dilaksanakan pada
bulan ........ .....sampai ....................... .............
B. Metode Penelitian
Metode penelitian menurut Sugiono (2007 : 15) didefinisikan sebagai:
Suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian tersebut didasarkan pada ciriciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan cara
mengumpulkan data melalui instrumen penelitian, dan menyebarkan kuesioner
kepada karyawan yang hasilnya kemudian diolah melalui program SPSS
untuk mengetahui hubungan antar variabel yang ada. Metode tersebut
digunakan untuk menguji hubungan antara dua variabel bebas dan satu terikat.
Penelitian ini dirancang dengan mengunakan metode deskriptif dengan
pendekatan

kuantitatif.

Metode

statistik

deskriptif

digunakan

untuk

menjelaskan fenomena yang terjadi perihal data penelitian. Sedangkan metode


kuantitatif digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat pada penelitian ini.

60

C. Populasi dan Sampel


Populasi penelitian ini adalah semua karyawan yang berada di Bank
Tabungan Negara yang berjumlah orang. Pengambilan sampel dilakukan
dengan cara acak sederhana (simple random sampling), di mana setiap
anggota populasi diberi kesempatan yang sama untuk menjadi sampel
penelitian. Dilakukan teknik acak atau random, karena dalam pengambilan
sampelnya dilakukan dengan mencampur subyek-subyek yang ada dalam
populasi tersebut sehingga semua subyek dianggap mempunyai hak yang
sama untuk memperoleh kesempatan untuk dipilih menjadi sampel. Adapun
yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota populasi
penelitian. Dengan kata lain, jumlah populasi penilitian sama dengan jumlah
sampel penelitian, yakni .. orang.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik
sebagai berikut:
1. Penelitian lapangan: yaitu dengan mengadakan wawancara, observasi,
penyebaran kuesioner, untuk mendapatkan data, informasi dan
keterangan lain yang diperlukan. Wawancara mendalam (deep
interview) dilakukan kepada para pimpinan unit kerja yang memiliki
proyek, observasi dilakukan pada proyek-proyek yang dilaksanakan di
Bank Tabungan Negara, obyek dan kuesioner diberikan kepada para
karyawan.

61

2. Studi kepustakaan, dilakukan dengan cara membaca buku-buku,


mengutip baik secara langsung maupun tidak langsung dari
literatur-literatur yang berhubungan langsung dengan perusahaan juga
media lainnya.
E. Deskripsi Variabel
Pada penelitian ini terdapat dua variabel bebas (independent variable) dan
satu variabel terikat (dependent variable). Sebagai variabel bebas adalah
budaya organisasi

yang dinotasikan dengan X. Sedangkan yang menjadi

variabel terikat adalah rasa percaya yang dinotasikan dengan Y.


1. Budaya Organisasi
a. Definisi Konseptual: Dalam budaya organisasi terdapat asumsi
dasar yang dapat berfungsi sebagai pedoman bagi anggota maupun
kelompok dalam organisasi untuk berperilaku. Keyakinan ini
mengandung nilai-nilai yang dapat berbentuk slogan atau moto,
asumsi dasar, tujuan umum organisasi/perusahaan. filosofi usaha,
atau prinsip-prinsip menjelaskan usaha. Budaya organisasi perlu
diciptakan

dan

dikembangkan

oleh

pemimpin

organisasi/

perusahaan atau kelompok tertentu dalam organisasi atau


perusahaan tersebut
b. Definisi Operasional: Budaya Organisasi pada dasarnya mewakili
norma-norma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi,
termasuk anggota organisasi yang berada dalam hirarki organisasi,
misalnya bagi organisasi yang didominasi oleh pendiri, membagi

62

budaya

berdasarkan

proses

informasi

sebagai

berikut:

Indicator/dimensi budaya organisasi adalah, Budaya rasional,


budaya ideologis, budaya konsensus, budaya hierarkis.
c. Kisi-kisi Instrumen
Instrumen yang digunakan untuk mengukur budaya organisasi
berbentuk angket yang diisi oleh karyawan Bank Tabungan
Negara. Kisi-kisi instrumen terdiri dari 12 (duabelas) butir. Kisikisi Instrumen Variabel budaya organisasi dapat dilihat dalam tabel
3.2 sebagai berikut:
Tabel 3.2. Kisi- Kisi Instrumen Variabel Budaya Organisasi

2.

No

Indikator

Nomor Butir

Jumlah

Budaya rasional

1,2,3

Budaya ideologis

4,4,6

Budaya konsensus

7,8,9

Budaya hierarkis

10,11,12

Jumlah

12

Variabel Raya Percaya


a. Definisi Konseptual: Rasa percaya merupakan sifat kepribadian
yang sangat menentukan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Rasa percaya mempengaruhi sikap hati-hati, ketergantungan,
ketidak serakahan, toleransi, dan cita-cita
b. Definisi Operasional: Rasa percaya yang tinggi sebenarnya hanya
merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu
tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan

63

percaya bahwa dia bisa, karena didukung oleh pengalaman, potensi


aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.
c. Kisi-kisi Instrumen
Instrumen yang digunakan untuk mengukur raya percaya
berbentuk angket yang diisi oleh karyawan Bank Tabungan
Negara. Kisi-kisi instrumen terdiri dari 12 (dua belas) butir. Kisikisi Instrumen Variabel kinerja karyawan dapat dilihat dalam tabel
3.3 sebagai berikut:
Tabel 3.3. Kisi-Kisi Instrumen Variabel Rasa Percaya

Indikator

No

Nomor Butir

Jumlah

Rasa percaya terhadap


kewajiban-kewajiban
yang dijanjikan
perusahaan

1,2,3,4

Rasa percaya terhadap


komitmen perusahaan

5,6,7,8

Rasa percaya terhadap


kepedulian perusahaan
untuk meningkatkan
kesejahteraan karyawan

9,10,11,12

Jumlah

12

F. Kalibrasi Instrumen
Sebelum instrumen di atas digunakan dalam pengambilan data, maka
terlebih dahulu diujicobakan kepada 30 responden yang dipilih secara acak.
Tujuan dilakukan uji coba instrumen adalah untuk mendapatkan nilai

64

kesahihan (validitas) dan keterandalan (reliabilitas) dari seluruh pertanyaan


yang hendak dijadikan alat ukur dalam penelitian. Instrumen yang tidak teruji
validitas dan reliabilitasnya akan menghasilkan data yang sulit dipercaya
kebenarannya. Keabsahan instrumen merupakan tingkat kesesuaian alat ukur
dengan apa yang ingin diukur, sedangkan keterandalan instrumen adalah
konsistensi, stabilitas, kepercayaan dan daya prediksi terhadap hasil
pengukuran dengan menggunakan instrumen tersebut. Dengan demikian
instrumen-instrumen tersebut dapat menjaring data untuk mengungkapkan
tujuan penelitian.
Uji validitas instrumen digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya
suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada
kuesioner mampu untuk mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh
kuesioner tersebut.
Uji validitas dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi antara
skor butir instrumen dengan skor total (r-hit) melalui teknik korelasi Pearson
Product Moment. Analisis dilakukan pada seluruh butir instrumen. Kriteria
pengujian dilakukan dengan cara membandingkan r-hitung dari hasil
perhitungan yang harus lebih besar dari r-tabel (r-hitung > r-tabel) agar butir
instrumen valid, namun jika r-hitung dari hasil perhitungan lebih kecil
daripada r-tabel (r-hitung < r-tabel) maka butir instrumen dianggap tidak valid
sehingga tidak dapat digunakan untuk penelitian. Perhitungan korelasi
dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS for Windows ver. 16.0.

65

Hasil perhitungan berdasarkan data uji coba instrumen terhadap variabel


budaya organisasi dan rasa percaya didapat hasil perhitungan masing-masing
pada tabel 5 sebagai berikut:
Tabel 5. Uji Validitas Instrumen Penelitian
Instrumen

Jumlah Butir

Valid

Tidak Valid

Budaya Organisasi

12

Valid

Rasa Percaya

12

Valid

Perhitungan dapat dilihat pada lampiran : .... halaman ....


Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan koefisien reliability Alpha
Cronbach yang perhitungannya menggunakan prosedur reliabilitas pada paket
program SPSS for Windows ver.16.0.
Tujuan perhitungan koefisien keandalan adalah untuk mengetahui tingkat
konsistensi jawaban responden. Jika nilai alpha lebih besar dari 0.60 maka
kuesioner dapat dikatakan dapat memenuhi konsep reliabilitas, sedangkan jika
nilai alpha lebih kecil dari 0.60 maka kuesioner tidak memenuhi konsep
reliabilitas sehingga pertanyaan tidak dapat dijadikan sebagai alat ukur penelitian
(Ghozali, 2001:129).
Dari hasil perhitungan terhadap instrumen penelitian, diperoleh nilai Alpha
masing-masing instrumen pada tabel 6, yaitu :
Tabel 6. Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
Instrumen

Hasil

Keterangan

Budaya Organisasi

Rasa Percaya

66

Perhitungan dapat dilihat pada lampiran : ... halaman...


G. Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperoleh dikumpulkan melalui Penelitian Lapangan (Field
Research), yaitu penulis mempersiapkan daftar pertanyaan/pernyataan yang
berhubungan dengan permasalahan yang ada dalam penelitian. Kuesioner
yang diberikan berisi pertanyaan/pernyataan tertulis tertutup. Responden
memilih jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda silang pada
jawaban yang dianggap paling sesuai.
Proses pengumpulan datanya dilakukan dengan langsung menemui
responden sebagai sampel untuk meminta kesediaannya. Kemudian kuesioner
dikirimkan melalui pos/fax/email kepada responden bersangkutan untuk diisi.
Data pendukung lainnya berupa data sekunder diaambil langsung di
karyawan Bank Tabungan Negara. Disamping itu juga ditunjang dengan
Library Reserach (Penelitian Kepustakaan) yaitu teknik pengumpulan data
sekunder yang berhubungan dengan masalah yang diteliti melalui buku-buku
literatur, brosur yang berhubungan dengan perusahaan juga media lainnya.

67

H. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian hubungan antara
variabel Budaya Organisasi dengan variabel Rasa Percaya adalah kombinasi
antara teknik statistik deskriptif dan teknik statistik inferensial:
1. Teknik statistik deskriptif, dalam hal ini digunakan untuk menyajikan data
setiap variabel secara sendiri-sendiri dan selanjutnya juga digunakan
untuk mengukur gejala pusat yang mencakup median, modus, rerata dan
ukuran penyebaran dengan menggunakan standar deviasi serta dilengkapi
dengan tabel frekwensi dan grafik berbentuk histogram.
2. Teknik statistik inferensial, dipergunakan untuk menguji hipotesis
penelitian, dengan analisis regresi dan korelasi sederhana/berganda dan
sebelumnya dilakukan pengujian terhadap persyaratan analisis melalui uji
normalitas galat baku taksiran untuk setiap regresi sederhana maupun
berganda serta uji homogenitas varian Y atas variabel X.
Didalam penelitian ini, untuk mengubah data dari kualitatif menjadi
kuantitatif, penulis menggunakan skala likert. Menurut Sugiono (2007 : 73)
skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Pembobotan
jawaban kuesioner menggunakan skala Likert lima poin. Dalam instrumen
penelitian telah disediakan alternatif jawaban dari setiap butir pertanyaan dan
responden dapat memilih satu dari jawaban yang sesuai, setiap butir bernilai 1
sampai 5 disesuaikan dengan alternatif-alternatif jawaban yang dipilih dari

68

masing-masing pernyataan. Kelima penilaian tersebut diberikan bobot


sebagai berikut:
Tabel 7. Pilihan dan Nilai Jawaban untuk Tiap Item Pertanyaan
Nilai

Kategori

Sangat Setuju (SS)

Setuju (S)

Netral (N)

Tidak Setuju (TS)

Sangat Tidak Setuju (STS)

Sumber : Sugiono ( 2007 :73)


Untuk mengukur dan menguji hubungan antara variabel bebas dengan
variabel terikat, di mana variabel bebasnya terdiri dari lebih dari satu variabel,
maka pengujian data dilakukan dengan menggunakan analisis Komputer
Statistik SPSS for Windows ver. 16.0 guna memproses data penelitian yang
terdiri dari beberapa pokok bahasan antara lain:
a. Uji Korelasi
Uji korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel
atau lebih. Untuk dapat memberi interpretasi terhadap kuatnya hubungan
itu, maka dapat digunakan pedoman seperti tabel berikut:

69

Tabel 8. Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,00 - 0,199

Sangat Rendah

0,20 - 0,399

Rendah

0,40 - 0,599

Sedang

0,60 - 0,799

Kuat

0,80 - 1,000

Sangat Kuat

Sumber : Sugiono ( 2007 : 231)


Penafsiran hasil korelasi (r) dapat dilakukan dengan cara melihat tanda
pada nilai (r), yaitu:
1. Tanda (-) atau negatif, pada nilai korelasi menunjukkan adanya arah
yang berlawanan.
2. Tanda (+) atau positif, pada nilai korelasi menunjukkan arah yang
searah (sama).
Kriteria Pengujian dalam SPSS (Ghozali, 2001:132):
Hubungan Signifikan

Nilai Sig < 0.05

Hubungan tidak signifikan

Nilai Sig > 0.05

b. Uji Regresi Sederhana


Berpijak pada hipotesis yang telah dikemukakan di atas, maka teknik
analisis data penelitian salah satunya menggunakan teknik analisis
persamaan regresi. Penggunaan teknik persamaan regresi bertujuan untuk
menjelaskan pola pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat dengan
rumus sebagai berikut:

70

= a + bX

di mana:
Y :

Rasa Percaya

a :

Konstanta

b :

Koefesien regresi

X :

Budaya Organisasi

c. Uji Hipotesis
Uji t
Uji t digunakan untuk menentukan/menyimpulkan hasil penelitian, maka
perlu diuji terlebih dahulu apakah r (koefesien korelasi) yang telah
ditentukan signifikan/berarti ataukah tidak. Uji t juga berfungsi untuk
menguji hipotesis penelitian yang bersifat terpisah. = Taraf signifikansi
dua arah pada derajat 0,05 (Sugiyono, 2009: 218). Kriteria pengujiannya
adalah:
a. Ho diterima jika t hitung < t tabel.
b. Ho ditolak jika t hitung > t tabel.