Anda di halaman 1dari 1

Sepucuk daun teh

Mentari di ujung senja jembatan angan


Angan yang terbang tanpa perlu sayap
Dihempaskan angin
Angin keputusasaan
Entah angin perjuangan
Entah apakah itu ada
Jatuh
Lalu jatuh satu daun ke tanah
Kuncup bunga tak berarti
Ketika ujung daun yang terlahir kembali
Diambil dirampas tak dibiarkan tumbuh
Berubah hancur oleh gulungan mesin dan hilang
Pernah terfikir saat ikut menikmati aroma
Aroma penderitaan yang tertutup nyamannya aroma yang menyejukkan