Anda di halaman 1dari 26

Kombinasi Bisnis

(business combination)

Akuntansi Keuangn Lanjutan-2


Universitas Pamulang

Dosen Pengasuh:
Sudarmadi,SE.,CPSAK.,M.Ak.

Definisi
Kombinasi Bisnis (business combination) adalah penyatuan dua atau
lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena
satu perusahaan menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain atau
memperoleh kendali (control) atas aset dan operasi perusahaan lain.
PSAK 22 (Revisi 2010)

Definisi
Istilah
Bisnis VS Perusahaan ?

Definisi
Bisnis merupakan substansi usaha tanpa memandang bentuk usaha yaitu suatu
rangkaian dari pengelolaan secara terpadu antara aktivitas dan aset yang
dimiliki dengan tujuan memberikan hasil manfaat ekonomi bagi pemilik maupun
investor.
Sedangkan perusahaan mengacu pada bentuk suatu badan usaha.
Penggunaan kata Bisnis memiliki pengertian lebih luas dibandingkan kata
Perusahaan.

Definisi
Menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain terjadi apabila:
satu atau lebih perusahaan menjadi anak perusahaan
satu perusahaan mentransfer aset bersihnya ke perusahaan lain; atau
setiap perusahaan mentransfer aset bersih ke perusahaan baru yang
dibentuk

Definisi

Syarat kombinasi bisnis adalah apabila entitas memiliki pengendalian (control)


terhadap suatu entitas lain dengan kepemilikan hak suara lebih besar
dibandingkan pemilik hak suara lainnya.

Syarat Bisnis
Aktivitas utama yang direncanakan telah dimulai

Terdapat karyawan dan kekayaan intelektual

Terdapat aktivitas input proses output

Terdapat akses dengan pelanggan maupun pemasok

Bentuk Kombinasi Bisnis


NO.

Berdasarkan
Usahanya

Berdasarkan
Kejadian
Hukumnya

Contoh

Horizontal

Merger

Exxon dengan Mobile


Chevron dengan Texaco
Kimberly Clark dengan Scot Paper

Vertikal

Konsolidasi

Briggd & Startton,Co (produsen mesin kecil


bertenaga gas) mengakuisisi Simplicity
manufacturing, Inc. (perusahaan disain,
membuat
dan
memasarkan
peralatan
komersial premium).
Disney (perusahaam film) mengaukisisi ABC
TV (perusahaan media)

Konglomerasi

Afiliasi

Phillip Morris Co mengakuisisi Kraft

Bentuk Kombinasi Bisnis


(lanjutan)
NO.

Berdasarkan
Usahanya

Berdasarkan
Kejadian
Hukumnya

Definisi

Horizontal

Merger

Penggabungan
usaha
ketika
suatu
perusahaan baru dibentuk untuk mengambil
alih semua operasi dari entitas bisnis lainnya
dan entitas lama yang dibubarkan.

Vertikal

Konsolidasi

Penggabungan usaha baru dibentuk untuk


mengambil alih aset dan operasi dari dua atau
lebih entitas bisnis yang terpisah, dan entitas
yang
sebelumnya
terpisah
tersebut
dieliminasi.

Konglomerasi

Afiliasi

Penggabungan usaha dengan fungsi produk


dan jasa (atau keduanya) yang tidak saling
berhubungan satu dengan fungi produk dan
jasa.

Tujuan Kombinasi Bisnis

Memperoleh daerah pemasaran yang lebih luas,


volume penjualan yang lebih tinggi,
organisasi yang lebih kuat,
produksi dan manajemen yang lebih baik,
penghematan biaya melalui operasi yang ekonomis dan efisien,
pengendalian yang lebih baik terhadap pasar dan posisi persaingan,
diversifikasi produk, dan
kemampuan mengumpulkan modal yang lebih besar.

Konsep Akuntansi Kombinasi Bisnis


Penggabungan usaha (kombinasi bisnis) terjadi apabila suatu perusahaan
digabungkan dengan satu atau lebih perusahaan lain dalam suatu entitas
akuntansi. Entitas tunggal tersebut tetap melanjutkan aktifitas perusahaan
yang sebelumnya terpisah secara independen.
Accounting Principle Board (APB) - 1970.
Penggabungan usaha (kombinasi bisnis) terjadi apabila suatu entitas
memperoleh aset bersih yang membentuk suatu bisnis atau mengakuisisi
kepemilikan ekuitas dari satu atau lebih entitas lain dan memperoleh kendali
atas entitas tersebut.
Financial Accounting Standards Board (FASB) - 2001.

Metode dan Prosedur Akuntansi


Penggabungan Usaha
No.

Pooling Of Interest method

Purchase method

Semua aset dan kewajiban milik perusahaan yang


bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan
penggabungan

Menyesuaikan nilai aset dan kewajiban milik perusahaan


yang akan digabung sebesar nilai wajarnya

Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang


bergabung sebesar jumlah modal perusahaan yang
digabung atau sebesar aset bersih perusahaan yang
digabung

Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya


(biaya perolehan). Jika pengakuisisi mengeluarkan saham,
maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada
tanggal transaksi penggabungan. Bila harga pasar tidak
dapat digunakan sebagai indikator, maka diestimasi secara
proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi
(mana yang lebih dapat ditentukan).

Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan


sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah
kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas
ataupun aset lainnya dengan jumlah aset bersih yang
diperoleh, maka harus diadakan penyesuaian terhadap
modal perusahaan yang akan digabung

Membuat jurnal pemilikan aset dan kewajiban dari


perusahaan yang digabung. Apabila terjadi selisih antara
nilai investasi dengan aset bersih yang diterima perusahaan
pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening
goodwill pada kelompok aset

Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari


laporan keuangan milik perusahaan yang bergabung

Metode Pencatatan Penggabungan Usaha


Financial Accounting Standards Board (FASB) pada tahun 2001 mengeluarkan
pernyataan bahwa penggabungan usaha menggunakan metode penyatuan
kepemilikan (pooling of interest) tidak berlaku, dengan alasan sebgai berikut:
Penyatuan kepemilikan memberikan informasi yang kurang relevan kepada
pemakai laporan,
Penyatuan kepemilikan mengabaikan pertukaran nilai ekonomi dalam
transaksi dan membuat evaluasi kinerja selanjutnya menjadi tidak mungkin
Metode
penyatuan
kepemilikan
menciptakan
persoalan
karena
menggunakan nilai buku dan tidak mengakui nilai wajar.

Alokasi Biaya dalam Kombinasi Bisnis


(Metode Pembelian)
Pengalokasian biaya dari perusahaan yang diakuisisi pertama kali adalah menentukan
nilai wajar aset yang akan diperoleh dan kewajiban yang harus ditanggung pada tanggal
akuisisi. Financial Accounting Standards Board (FASB) memberikan pedoman dalam
mengalokasikan biaya sebagai berikut:

Sekuritas yang dapat dijual-belikan dinilai sebesar nilai wajar


persediaan barang jadi dan barang dagang dinilai dengan nilai realisasi bersih
dikurangi dengan laba yang wajar
Persediaan WIP dinilai dengan nilai realisasi bersih dikurangi dengan laba yang wajar

Alokasi Biaya dalam Kombinasi Bisnis


(Metode Pembelian)

Bahan baku dinilai dengan nilai harga penggantian saat terjadinya akuisisi
Piutang dinilai dengan nilai sekarang dikurangi dengan cadangan piutang tak tertagih
Bangunan dan peralatan dinilai sesuai dengan nilai pengganti atas aset yang serupa
Aset tak berwujud dinilai sesuai taksiran yang wajar
Aset lainnya dinilai dengan nilai taksiran (contoh: tanah, sumber daya alam, dll)
kewajiban dinilai dengan nilai saat akuisisi dan memperhitungkan bunga berjalan

Metode pencatatan investasi saham

Penyertaan saham di bawah 20% diakui dengan menggunakan metode


harga Perolehan (At Cost).
Penyertaan saham di atas 20% sampai 50% diakui dengan menggunakan
metode Ekuitas (Equity)
Penyertaan saham di atas 50% akan dikonsolidasi

Pembukuan setelah kombinasi bisnis


(at Cost)
Keterangan
Saat mencatat investasi
Saat pengumuman laba

Entitas yang diakuisisi


Dr. Kas/Bank
Cr. Investasi saham - PT X
Tidak dijurnal

Entitas yang mengakuisisi


Dr. Investasi saham - PT Y
Cr. Kas / Bank
Tidak dijurnal

Saat pengumuman deviden Dr. Deviden


yang dibagikan
Cr. Hutang Deviden

Dr. Piutang deviden


Cr. Pendapatan Deviden

Saat pembayaran deviden

Dr. Kas/Bank
Cr. Piutang deviden

Dr. Hutang Deviden


Cr. Kas/Bank

Pembukuan setelah kombinasi bisnis


(Equity)
Keterangan
Saat mencatat investasi
Saat pengumuman laba

Entitas yang diakuisisi


Dr. Kas/Bank
Cr. Investasi saham - PT X
Tidak dijurnal

Entitas yang mengakuisisi


Dr. Investasi saham - PT Y
Cr. Kas / Bank
Dr. Investasi saham - PT Y
Cr. Pendapatan investasi

Saat pengumuman deviden Dr. Deviden


yang dibagikan
Cr. Hutang Deviden

Dr. Piutang deviden


Cr. Investasi saham - PT Y

Saat pembayaran deviden Dr. Hutang Deviden


tunai
Cr. Kas/Bank

Dr. Kas/Bank
Cr. Piutang Deviden

Pembukuan setelah kombinasi bisnis


(Konsolidasi)
Laporan konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil
operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan anak perusahaan
(entitas yang dikendalikan) seolah entitas tersebut merupakan satu entitas atau
perusahaan.
Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang
bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain.

Pembukuan setelah kombinasi bisnis


(Konsolidasi)
Laporan konsolidasi disusun melaui kertas kerja konsolidasi dan
melakukan eliminasi terhadap perkiraan-perkiraan antar perusahaan
yang berada dalam kendali suatu entitas (intracompany transactions).
Perkiraan yang dieliminasi terkait dengan hutang dan piutang,
pendapatan dan beban.

Ilustrasi Akuntansi Kombinasi Bisnis


(metode pembelian)

1 Januari 2012, PT Intiseka mengakuisisi saham biasa PT Andaika


sebanyak 4 juta lembar saham dengan nominal saham Rp 1.400 per
lembar. Pengeluaran lain dalam proses akuisisi adalah sebagai berikut:
Biaya akuntan, perusahaan penilai aset, dan pihak independen lain
yang terlibat dalam proses akuisisi sebesar Rp 200 juta.
Biaya surat menyurat sebesar Rp 15 juta.
Harga akuisisi dibayar dengan menerbitkan saham PT Intiseka sebanyak 2
juta lembar saham biasa dengan nominal Rp 2.000 per lembar dan harga
pasar Rp 2.800 per lembar. Biaya konsultan dan lainnya dibayar tunai.
Buatlah jurnal dan perhitungan yang diperlukan dalam akuisisi di atas !

Nilai investasi 4 juta lembar saham @ Rp 1.400 = Rp 5.600.000.000


Jumlah saham yang diterbitkan 2 juta @ Rp 2.000 = Rp 4.000.000.000
Gain atas penerbitan saham = 2 juta X (Rp 2.800 Rp 2.000) = Rp 1.600.000.000
Beban sehubungan dengan akuisisi Rp 215.000.000
Dr. Investasi saham biasa PT Intiseka
Dr. Beban investasi
Cr. Saham Biasa
Cr. Tambahan Modal Disetor
Cr. Kas

Rp 5.600.000.000
Rp 215.000.000
Rp 4.000.000.000
Rp 1.600.000.000
Rp 215.000.000

Setelah melakukan akuisisi, perusahaan harus mencatatkan sahamnya yang biayanya


tidak termasuk dalam transaksi akuisisi. Biaya yang timbul dalam pencatatan saham
diperlakukan sebagai pengurang perkiraan Tambahan Modal Disetor.
Dalam ilustrasi di atas, selain biaya yang terjadi sebesar Rp 215.000.000, perusahaan
mengeluakan biaya pencatatan saham sebesar Rp 100.000.000, dibayar per kas.
Dr. Tambahan Modal Disetor
Cr. Kas / Bank

Rp 100.000.000
Rp 100.000.000

NilaiBuku
Aset
Kas
Piutangusaha
Persediaan
Tanah
Bangunan

750,000,000
1,250,000,000
1,500,000,000
2,000,000,000
3,500,000,000
TotalAset 9,000,000,000

Kewajiban
HutangPajak
HutangUsaha
HutangBank
JumlahKewajiban

500,000,000
2,000,000,000
2,500,000,000

Ekuitas
Modalsaham@Rp1.000
Agiosaham
labaditahan
JumlahEkuitas

5,000,000,000
500,000,000
1,000,000,000
6,500,000,000

TotalKewajibandanEkuitas 9,000,000,000

NilaiWajar
750,000,000
750,000,000
1,150,000,000
2,800,000,000
4,000,000,000

150,000,000
500,000,000
2,000,000,000

Jurnalsaatmencatatnilaiwajar
Tanah
Bangunan
Piutangusaha
Persediaan
HutangPajak
Goodwill

800,000,000
500,000,000
500,000,000
350,000,000
150,000,000
300,000,000

berlanjut dipertemuan berikutnya ...............