Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

RSUD "WALUYO JATI" KRAKSAAN


Jl. Dr. Sutomo 1, Tlp.(0335) 841118,841481, Fax.(0335) 841160
Kraksaan 67282

KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALUYO JATI KRAKSAAN
NOMOR : 440/
/426.801/ 2011
TENTANG
KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALUYO JATI KRAKSAAN
MENIMBANG

a. Bahwa dalam upaya menekan sekecil mungkin timbulnya insiden


terjadinya infeksi termasuk infeksi nosokomial, perlu dilakukan
penanganan secara terpadu dengan semua unit kegiatan terkait, dengan
berpedoman pada standar pelayanan minimal dalam pengendalian
infeksi nosokomial di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
b. Bahwa untuk pelaksanaan seperti dimaksud dalam butir a konsideran
menimbang,

perlu

adanya

kebijakan

tentang

Pencegahan

dan

Pengendalian Infeksi RSUD Waluyo Jati Kraksaan yang ditetapkan


Mengingat

dengan Keputusan Direktur.


1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
2. Peraturan Pemerintah RI Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi
Perangkat Daerah
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
4. Undang-undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131 Tahun 2004 tentang
Sistem Kesehatan Nasional
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 129/Menkes/SK/II/2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/MENKES/SK/V/2002
tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum
8. Peraturan Bupati Probolinggo Nomor .. tentang Organisasi
Perangkat Daerah Rumah Sakit Umum Daerah
9. Peraturan Bupati Probolinggo Nomor .. tentang Koordinasi Lintas
Organisasi Perangkat Daerah

Memperhatikan

Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit Direktorat


Jenderal Pelayanan Medik Jakarta Tahun 2001.
MEMUTUSKAN

Menetapkan
KESATU

:
:

Memberlakukan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah

Sakit Umum Daerah Waluyo Jati Kraksaan sebagaimana terdapat dalam


KEDUA

lampiran Keputusan ini.


Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Kraksaan
Pada tanggal,
DIREKTUR RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
KABUPATEN PROBOLINGGO

Dr. SHODIQ TJAHJONO


Pembina
NIP. 19640401 198903 1 013

LANGKAH-LANGKAH PETUGAS / TIM OPERASI


DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL
PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO
RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
Jl. Dr. Soetomo No.1 Telp./Fax. (0335) 841160
Kraksaan - Probolinggo

No. Dokumen

SPO

Tanggal Terbit
..

No. Revisi
R.00

Halaman
1/1

Ditetapkan
Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan

Dr. Shodiq Tjahjono


Pembina
NIP. 19640401 198903 1 013

Pengertian

: Adalah suatu langkah-langkah persiapan petugas dalam melakukan

Tujuan
Kebijakan
Prosedur

tindakan operasi.
: Mencegah terjadinya infeksi nosokomial
: Standar Pelayanan Operasi
: 1. Petugas yang terlibat langsung dalam tim pembedahan sebelumnya
harus memakai perlindungan diri antara lain :

Memakai sepatu boot

Memakai Scort plastik

Memakai kacamata goggle

2. Petugas melakukan cuci tangan sesuai prosedur


3. Petugas masuk ruang operasi memakai jas operasi steril, handscoon
steril
4. Melakukan desinfeksi pada area yang akan dioperasi menggunakan
cairan antiseptik (povidone iodine 10%)
5. Menutup area operasi dengan duk steril
Unit terkait

6. Penderita siap dilakukan operasi


: Instalasi Kamar Operasi

CUCI TANGAN SEBELUM OPERASI

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO


RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
Jl. Dr. Soetomo No.1 Telp./Fax. (0335) 841160
Kraksaan - Probolinggo

No. Dokumen

SPO

Tanggal Terbit
..

No. Revisi
R.00

Halaman
1/2

Ditetapkan
Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan

Dr. Shodiq Tjahjono

Pembina
NIP. 19640401 198903 1 013

Pengertian

: Adalah cuci tangan bedah yang dilakukan sebelum operasi.

Tujuan

: Mencegah terjadinya infeksi dari tangan kepada pasien selama operasi.

Kebijakan

Cuci tangan dilakukan di tempat cuci tangan yang khusus


Air yang digunakan adalah air tanah yang mengalir dan sudah teruji
secara biologis

Prosedur

Antiseptik yang digunakan adalah hibiscrub tanpa diencerkan

: 1. Lepaskan perhiasan di tangan dan pergelangan


2. Pastikan bagian lengan pakaian OK tidak terlalu dekat ke siku
3. Buka kran, biarkan air mengalir sejenak
4. Dengan posisi tangan lebih tinggi dari siku, alirkan air sedemikian rupa
sehingga seluruh permukaan jari-jari, telapak tangan, punggung
tangan, pergelangan dan lengan bawah terbasuh dan air mengalir ke
arah siku
5. Lakukan pada lengan yang satunya
6. Keluarkan

hibiscrub

secukupnya

dengan

tangan

satu

dan

menampungnya dengan tangan lainnya


7. Lakukan tujuh langkah pencucian tangan :

Gosok-gosok kedua telapak tangan

Gosok-gosok kedua telapak tangan dengan jari saling terkait


diantara jari sedemikian rupa sehingga sela jari terkena

Gosok-gosok punggung tangan yang satu dengan telapak tangan


yang lain, kaitkan jari diantara tangan yang lain sehingga sela jari
terkena, lakukan secara bergantian

Letakkan punggung jari-jari tangan yang satu dengan telapak


tangan yang lain dengan jari saling mengunci lalu gosok-gosok
sedemikian

rupa

sehingga

ujung

jari

tangan

yang

satu

membersihkan kuku-kuku jari tangan yang lain


CUCI TANGAN SEBELUM OPERASI

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO


RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
Jl. Dr. Soetomo No.1 Telp./Fax. (0335) 841160
Kraksaan - Probolinggo

No. Dokumen

No. Revisi
R.00

Halaman
2/2

Gosok-gosok ibu jari tangan yang satu dengan telapak tangan


yang lain secara berputar, lakukan bergantian

Kuncupkan tangan yang satu sehingga semua ujung jari bertemu


lalu gosok-gosokkan ke telapak tangan yang satunya, secara

berputar ke kiri dan ke kanan, lakukan bergantian


8. Seluruh proses 7 (tujuh) langkah tadi dilakukan selama 1 menit, bisa
dibagi-bagi perlangkah atau langkah tadi dilakukan berulang-ulang
9. Biarkan kran air terbuka dan air mengalir sepanjang proses cuci
tangan tadi
10. Dengan posisi tangan lebih tinggi dari siku, bilaslah seluruh tangan
dan lengan dengan air mengalir sedemikian rupa sehingga seluruh
permukaan terbasuh dan buih dari antiseptik terbasuh
11. Lakukan 7(tujuh) langkah cuci tangan seperti di atas dengan antiseptik
hibiscrub sekali lagi
12. Tutup kran dengan menggunakan siku
13. Pertahankan posisi tangan lebih tinggi dari siku, bila perlu jabatkan
kedua tangan. Posisi tangan jangan terlalu tinggi jangan terlalu dekat
dengan wajah
14. Kenakan jas operasi dan handscoon dengan lengan dan tangan masih
terbaur antiseptik
Unit terkait

: Instalasi Kamar Operasi

DEKONTAMINASI ALAT YANG


TERKONTAMINASI HIV / HEPATITIS
PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO
RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
Jl. Dr. Soetomo No.1 Telp./Fax. (0335) 841160
Kraksaan - Probolinggo

No. Dokumen

No. Revisi
R.00

Halaman
1/1

Ditetapkan
Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan
SPO

Tanggal Terbit
..
Dr. Shodiq Tjahjono
Pembina
NIP. 19640401 198903 1 013

Pengertian

: Dekontaminasi pembersihan merupakan dua tindakan pencegahan yang


sangat efektif meminimalkan resIBS penularan virus kepada petugas
pelayanan kesehatan, khususnya pada petugas kebersihan dan rumah
tangga, ketika menangani alat, sarung tangan operasi dan benda lain yang
tercemar.

Tujuan

: 1. Mengurangi tingkat kontaminasi mikrobial pada instrumen bedah


2. Memutuskan rantai penularan infeksi pada pasien
3. Meminimalkan resIBS infeksi penularan virus kepada petugas
kesehatan

Kebijakan

: Dilakukan pada alat yang telah digunakan operasi atau tindakan dengan
penderita dengan diagnosa HIV atau Hepatitis.

Prosedur

: 1. Setelah digunakan, direndam seluruh instrumen di tempat berbahan


plastik yang sudah diisi dengan larutan khlorin 0,5% selama 10 menit
untuk dekontaminasi
2. Apabila instrumen dan peralatan tidak dapat dicuci dengan segera
bilaslah alat-alat dengan air dan keringkan dengan handuk untuk
meminimalisasi kemungkinan terjadinya korosif
3. Gosoklah instrumen dibawah permukaan air untuk mencegah percikan
materi infeksi. Gunakan sikat halus dan sabun cair / detergen dan air.
Pastikan membersihkan gigi geligi, lipatan dan sekrup dengan
menggunakan sikat gigi bekas
4. Bilas kembali dengan air bersih hingga sabun / detergen bersih
5. Keringkan dengan lap bersih

Unit terkait

: IBS

BILA TERJADI SUPER INFEKSI

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO


RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
Jl. Dr. Soetomo No.1 Telp./Fax. (0335) 841160
Kraksaan - Probolinggo

No. Dokumen

No. Revisi
R.00

Halaman
1/1

Ditetapkan
Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan
SPO

Tanggal Terbit
..
Dr. Shodiq Tjahjono
Pembina
NIP. 19640401 198903 1 013

Pengertian

: Infeksi yang disebabkan oleh mikro bakteri anaerob golongan clostridium /


clostridium penfrigen dan clostridium septicum (bakteri produksi gas).

Ciri ciri luka :

Tujuan

Luka keabu-abuan, Bau ++++, Bulla, creptitus

Gambaran rontgen tampak udara di dalam soft tissu

: 1. Untuk menghindari / mencegah nosokomial kepada petugas dan


penderita lain yang akan dilakukan tindakan selanjutnya
2. Untuk menjaga agar peralatan dan ruang bedah tetap steril

Kebijakan

: 1. Standar Pelayanan Kamar Operasi


2. Kamar bedah bisa digunakan sewaktu-waktu bila ada tindakan
Emergency

Prosedur

: 1. Lapor ke Wadiryan ada tindakan operasi dengan indikasi infeksi


kuman anaerob
2. Setelah melakukan tindakan operasi maka kamar operasi ditutup untuk
tindakan pembedahan emergency dan elektif sampai dinyatakan siap
untuk operasi lagi
3. Dilakukan bongkaran besar sesuai prosedur
4. Dilakukan pemeriksaan kuman (swab kuman, udara)
5. Dilanjutkan dengan sterilisasi ruangan baik secara UV / foging
6. Setelah ruang disterilisasi dilakukan pemeriksaan ulang kuman
7. Bila hasilnya negatif maka ruang kamar operasi siap untuk digunakan
lagi, kalau hasilnya positif / kuman masih ada, maka dilakukan
bongkaran ulang sesuai prosedur

Unit terkait

: 1. Petugas Kamar Operasi


2. Rekam Medik

PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL


DI RUMAH SAKIT
PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO
RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
Jl. Dr. Soetomo No.1 Telp./Fax. (0335) 841160
Kraksaan - Probolinggo

No. Dokumen

No. Revisi
R.00

Halaman
1/2

Ditetapkan
Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan
SPO

Tanggal Terbit
..
Dr. Shodiq Tjahjono
Pembina
NIP. 19640401 198903 1 013

Pengertian

: Adalah tata cara mengendalikan infeksi yang diperoleh pasien selama


berada di rumah sakit atau terpapar saat berada di rumah sakit.

Tujuan

: Menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.

Kebijakan

: Sebagai acuan pengendalian infeksi nosokomial di rumah sakit

Prosedur

: 1. PETUGAS
a. Menggunakan pakaian khusus / APD untuk mencegah infeksi
(misal : memakai topi, masker, baju tindakan, handscoon dll)
b. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
c. Selalu mematuhi prosedur / teknik aseptik setiap melakukan
tindakan infasif
d. Mematuhi prosedur pembuangan sampah
2. PASIEN
a. Pasien sangat menular ditempatkan pada ruang khusus (isolasi)
b. Menghidari / mencegah kontak langsung antar pasien
3. LINGKUNGAN
a. Menggunakan alat yang steril dan atau disposible setiap tindakan
b. Mengganti alat tenun (Linen Pasien) setiap hari dan sewaktu-waktu
bila perlu
c. Membersihkan perlak dengan menggunakan antiseptik
d. Membersihkan lantai sehari 2 kali dan sewaktu-waktu bila perlu
dengan menggunakan antiseptik
e. Menyediakan wastafel dan sabun di setiap ruangan
f. Menyediakan tempat sampah (Medis dan Non Medis)
g. Khusus untuk sampah medis dibuang / dikirim ke incenerator
h. Untuk sampah medis benda tajam (misal : jarum infus, injeksi dll)
sebelum dibawa ke incenerator ditempatkan di tempat tertutup
(misal : box, kaleng)

PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL


DI RUMAH SAKIT
PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO
RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
Jl. Dr. Soetomo No.1 Telp./Fax. (0335) 841160
Kraksaan - Probolinggo

Unit terkait

: 1.
2.
3.
4.

No. Dokumen

Intensive Care Unit


Instalasi Gawat Darurat
Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Rawat Inap

No. Revisi
R.00

Halaman
2/2