Anda di halaman 1dari 18

36

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1

Metode Penelitian
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk

mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. (Sugiyono, 2010:2)


Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah
metode penelitian kuantitatif, dimana Sugiyono menyebutkan bahwa:
metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian
yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti
pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya
dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instumen
penelitian, analisa data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapkan. (Sugiyono, 2010:13)
Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan
informasi, sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan
variabel yang terbatas (Sugiyono, 2010:18). Selanjutnya kesimpulan yang
diperoleh dari hasil pengamatan terhadap variabel yang terbatas tersebut
dilakukan generalisasi, yaitu memberikan kesimpulan sampel yang diberlakukan
terhadap populasi di mana sampel tersebut diambil.
Menurut Sugiyono (2010:33) metode kuantitatif digunakan salah satunya
apabila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. Masalah
merupakan penyimpangan dari apa yang seharusnya terjadi, atau perbedaan antara
praktek dengan teori.

36

37

Pada Bab Pendahuluan penelitian ini dikemukakan data bahwa 70% kasus
yang ditangani KPK adalah kasus di sektor pengadaan. Dari data tersebut dapat
dianalisis mengenai penyebab banyaknya kasus di sektor pengadaan. Apakah itu
dari sisi peraturan mengenai pengadaan yang masih kurang mampu meminimalisir
penyimpangan, ataukah dari sisi personil pelaksana pengadaan barang/jasa yang
dinilai kurang mampu memahami peraturan pengadaan yang menyebabkan
terjadinya kesalahan dalam eksekusi atau pelaksanaan pengadaan barang/jasa itu
sendiri.
Ditinjau dari segi peraturan tentang pengadaan, penulis melihat bahwa
peraturan pengadaan telah cukup baik dalam memberikan arahan dan pedoman
teknis pelaksanaan pengadaan. Hal ini lebih dari cukup untuk mengantisipasi
penyimpangan dalam pelaksanaan pengadaan.
Setelah di tinjau dari segi peraturan yang dirasa cukup baik dalam
mengantisipasi penyimpangan, sisi lain yang menjadi faktor penyebab terjadi
banyaknya kasus pengadaan adalah dari sisi personil pelaksana pengadaan.
Pemahaman yang kurang terhadap peraturan pengadaan mampu menjadi faktor
utama terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan pengadaan.
Untuk itu mekanisme sertifikasi keahlian pengadaan menjadi salah satu
komitmen lembaga untuk memberikan pemahaman yang memadai bagi personil
pelaksana pengadaan, yang lebih lanjut diharapkan mampu memberikan
pengendalian internal yang memadai atas pengadaan barang/jasa.
Dari uraian di atas masalah penelitian yang berhasil penulis identifikasi
dan yang menjadi titik tolak penelitian ini adalah bagaimana kompetensi ahli
37

38

pengadaan melalui proses sertifikasi keahlian pengadaan mampu menghadirkan


pengendalian internal yang efektif terkait pengadaan barang/jasa itu sendiri. Hal
inilah yang menjadi alasan penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif
pada penelitian ini.
Dalam penelitian ini lingkup objek penelitiannya adalah para personil
pelaksana pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari Dana Masyarakat Institut
Teknologi Bandung yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor Institut
Teknologi Bandung sebagai staff dan pejabat pengadaan barang/jasa yang
dibiayai dari Dana Masyarakat Institut Teknologi Bandung.

3.2

Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel

3.2.1

Definisi Variabel dan Pengukurannya


Variabel penelitian menurut Sugiyono (2010:58) adalah segala sesuatu

yang berbentuk apa saja yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya.
Karena rumusan masalah dalam penelitian ini merupakan rumusan
masalah asosiatif dengan bentuk hubungan kausal, maka dari itu terdapat dua
variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel independen atau bebas dan variabel
dependen atau variabel terikat. Adapun penjelasan mengenai masing-masing
variabel adalah sebagai berikut :
1. Variabel Independen atau Bebas

38

39

Variabel independen adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau


yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
(Sugiyono, 2010:59)
Dalam penelitian ini variabel independen (X) yang diteliti adalah
kompetensi ahli pengadaan, yaitu suatu kompetensi atau kemampuan yang
dimiliki oleh seorang ahli pengadaan. Ahli pengadaan itu sendiri merupakan
personil yang dipersiapkan melalui proses sertifikasi keahlian pengadaan untuk
menjadi pelaksana proses pengadaan. Adapun proses sertifikasi keahlian
pengadaan yang diterapkan di Institut Teknologi Bandung mengacu pada Surat
Keputusan Rektor ITB Nomor 212/SK/K01/KP02008 tentang Sertifikasi Keahlian
Pengadaan Barang dan Jasa yang Dibiayai dari Dana Masyarakat Institut
Teknologi Bandung.
2. Variabel Dependen atau Terikat
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. (Sugiyono, 2010:59)
Dalam penelitian ini variabel dependen yang diteliti (Y) berupa
Efektivitas Pengendalian Internal Pengadaan Barang/Jasa. Seperti telah dijelaskan
sebelumnya bahwa pengadaan barang/jasa mengacu pada kegiatan penyediaan
barang/jasa untuk menunjang kegiatan perusahaan atau organisasi, senada dengan
sistem akuntansi pembelian.
efektivitas merupakan hubungan antara output dengan tujuan, semakin
besar kontribusi (sumbangan) output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin
efektif organisasi, program, atau kegiatan Mahmudi, (2005:92)
39

40

Mengacu pada definisi tersebut, maka penjelasan mengenai variabel


dependen (Y) dalam penelitian ini adalah efektivitas pengendalian internal
pengadaan barang/jasa yang dapat dilihat dari seberapa besar kontribusi
pelaksanaan komponen atau unsur pengendalian internal selaku output dalam
mencapai tujuan pengendalian internal itu sendiri.
3.2.2

Operasionalisasi Variabel
Untuk keperluan pengukuran dan pengujian, maka setiap variabel

penelitian

dijabarkan

mengenai

dimensi,

indikator,

ukuran

dan

skala

pengukurannya. Berikut operasionalisasi dari variabel bebas dan terikat dalam


penelitian ini.
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel Independen

Variabel
Kompetensi
Ahli
Pengadaan

Sub Variabel
Tahaptahapan
Sertifikasi
Keahlian
Pengadaan :
Pelati han

Magang

Ujian
Sertifikasi

Butir
pertanyaan Skala

Indikator

1. Pemahaman peserta tentang gambaran


umum pengadaan
2. Pemahaman peserta tentang persiapan
pengadaan
3. Pemahaman peserta tentang prosedur
pelaksanaan pengadaan
4. Pemahaman peserta tentang pelaksanaan
pengadaan Swakelola
5. Pemahaman peserta tentang peraturan
pelaksanaan pengadaan
6. Pemahaman peserta tentang kebutuhan EProcurement
7. Pengaplikasian pemahaman peserta di tahap
pelatihan
8. Peningkatan kompetensi
9. Pedoman pelaksanaan ujian sertifikasi
10. Penilaian ambang batas kelulusan

40

16

Ordinal

7 12

Ordinal

13 16

Ordinal

17

Ordinal

18 19

Ordinal

20 21

Ordinal

22
23
24 28
29

Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal

41

Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel Dependen

Variabel
Efektivitas
Pengendalian
Internal
Pengadaan
Barang/Jasa

Sub Variabel
Tujuan
Pengendalian
Internal
Akuntansi
Pengadaan
Barang/Jasa :
Menjaga
kekayaan dan
kewajiban
perusahaan

Menjamin
ketelitian dan
keandalan data
akuntansi

Indikator

Butir
Pertanyaan

Skala

1. Penentuan dan Penetapan Harga


Perkiraan Sendiri (HPS)

30 31

Ordinal

2. Pemilihan pemasok dilakukan


berdasarkan pemasukan penawaran

32

Ordinal

3. Pemeriksaan dan penerimaan barang


4. Penggunaan kekayaan dilakukan melalui
sistem otorisasi yang telah ditetapkan

33 34
35 36

Ordinal
Ordinal

5. Pengakuan hutang
6. Pelaksanaan transaksi dilakukan melalui
sistem otorisasi yang telah ditetapkan

37
38

Ordinal
Ordinal

7. Pencatatan transaksi dilakukan melalui


prosedur pencatatan yang telah ditetapkan

39

Ordinal

3.3

Populasi dan Sampel

3.3.1

Kerangka Sampling, Unit Sampel dan Ukuran Sampel


Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2010:115)
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa populasi tidak hanya
terbatas pada orang (subyek) melainkan juga pada benda-benda yang lain. Selain
itu juga, populasi bukan sekedar jumlah atau kuantitas dari obyek/subyek tersebut,
melainkan juga meliputi seluruh karakteristik yang melekat pada obyek/subyek
tersebut.
41

42

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh personil


pelaksana pengadaan di lingkungan ITB yang telah ditetapkan melalui Surat
Keputusan Rektor Institut Teknologi Bandung sebagai staff dan pejabat
pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari Dana Masyarakat Institut Teknologi
Bandung. Jumlah personil tersebut adalah sebanyak 154 personil yang menyebar
di 36 unit kerja.
Tabel 3.3
Personil Pelaksana Pengadaan Barang/Jasa yang Dibiayai
Dari Dana Masyarakat Institut Teknologi Bandung
No

Nama Unit Kerja

No

FITB

Jumlah
Personil
6

1
2

Nama Unit Kerja

19

DITKEMITRAAN

Jumlah
Personil
3

FMIPA

20

DITSP

FRSD

21

LK

FTI

22

WRRI/LPPM

FTMD

23

UPT YANKES

FTSL

24

UPT OLAH RAGA

FTTM

25

UPT PERPUST

SAPPK

26

USDI

SF

27

SUK

10

SITH

28

ITB JATINANGOR

11

STEI

29

PMO

12

SBM

30

SPM

13

SPS

31

SKD

14

DITPEG/WRSO

32

15

DITKEU

33

DIT. ADM UMUM &


HUKUM/WRKMA
LP4

16

DITLOG

13

34

LTPB

17

DIRDIK/WRMA

35

SA

18

DITREN/WRURK

36

DIT PENGEMBANGAN

Sumber : Direktorat Logistik ITB

Setelah unit populasi diketahui maka diambil unit sampel. Sampel adalah
bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono,
2010:116). Unit sampel dalam penelitian ini adalah sebagaimana tersaji dalam
tabel berikut ini :
42

43

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tabel 3.4
Data Penyebaran Kuesioner
Nama Unit Kerja
Jumlah kuesioner
yang disebar
5
DITLOG
8
DITKEU
3
DITPEG/WRSO
3
DITKEMITRAAN
USDI
3
SPS
2
DIRDIK/WRMA
3
SKD
1
LP4
1
WRRI/LPPM
1
Jumlah
30

Seperti terlihat dalam tabel di atas, ukuran sampel yang penulis gunakan
sebanyak 30 sampel. Penentuan ukuran sampel tersebut didasarkan pada pendapat
Roscoe dalam buku Research Methods For Business (1982:253) yang dikutip oleh
Sugiyono (2010:129) yang diantaranya :
1. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai
dengan 500
2. Bila sampel dibagi dalam kategori, maka jumlah anggota sampel setiap
kategori minimal 30
3. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate
(korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel
minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti.
4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah anggota
sampel masing-masing antara 10 s.d. 20.

3.3.2

Teknik Sampling
Teknik

sampling

adalah

teknik

pengambilan

sampel

(Sugiyono,

2010:116). Teknik sampling yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah
probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang
43

44

yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota
sampel (Sugiyono, 2010:118).
Jenis sampling yang dipilih adalah simple random sampling atau sampel
acak sederhana, yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara
acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi itu (Sugiyono, 2010:118).
Teknik sampling ini dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Seperti
diungkapkan bahwa populasi dalam penelitian ini para personil pengadaan di
lingkungan ITB dimana karakteristik populasi tersebut relatif homogen. Hal inilah
yang mendasari pemilihan teknik sampling dengan sampel acak sederhana.

3.4

Teknik Pengumpulan Data


Menurut sumber datanya, pengumpulan data dibagi menjadi sumber

primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung
memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan
sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono,
2010:193)
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara
dan kuesioner. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila
peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemuka permasalahan yang
harus diteliti (Sugiyono, 2010:194). Sedangkan kuesioner atau angket merupakan
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya
(Sugiyono, 2010:199).
44

45

Sanusi (2010:105) menjelaskan bahwa cara survei merupakan cara


pengumpulan data di mana peneliti atau pengumpul data mengajukan pertanyaan
atau pernyataan kepada responden baik dalam bentuk lisan maupun secara tertulis.
Jika pertanyaan diajukan dalam bentuk lisan maka namanya wawancara, kalau
diajukan secara tertulis disebut kuesioner.
Selain melalui cara survei yang terdiri dari wawancara dan penyebaran
kuesioner, penulis pun melakukan pengumpulan data melalui studi literasi.

3.5

Metode Analisis Yang Digunakan


Dalam penelitian kuantitatif analisis data merupakan kegiatan setelah data

dari seluruh responden terkumpul (Sugiyono, 2010:206). Karena sifat penelitian


ini adalah penelitian kuantitatif, maka teknik analisis data menggunakan statistik.
Terdapat dua macam statistik, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.
Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan non parametris.
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data
dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul
sebagaimana adanya, tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk
umum (Sugiyono, 2010:206).
Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk
menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan pada populasi. Statistik ini
akan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik
pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random (Sugiyono,
2010:207).
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan
statistik parametris, yaitu statistik yang digunakan untuk menguji parameter
45

46

populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel
(Sugiyono, 2010:208).
Seperti yang telah dikemukakan di atas, bahwa pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah menggunakan kuesioner atau angket. Kuesioner ini disusun
dengan skala likert, dimana menurut Sugiyono (2010:132) digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang
fenomena sosial.
Metode analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner
yang terdiri dari pertanyaan dengan masing masing pertanyaan memiliki 5
jawaban dengan nilai yang berbeda, yaitu :
-

memiliki nilai

Jawaban Sangat
Positif,
Jawaban Positif,

memiliki nilai

Jawaban Netral,

memiliki nilai

Jawaban Tidak
Positif,
Jawaban Sangat
Tidak Positif,

memiliki nilai

memiliki nilai

2. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik. Untuk menilai variabel


X dan Y digunakan rumus rata-rata sebagai berikut :

Untuk Variabel X

Untuk Variabel Y

Keterangan:

46

47

= Rata-rata X

= Rata-rata Y

= Sigma (Jumlah)

Xi

= Nilai X ke i sampai ke n

Yi

= Nilai Y ke i sampai ke n

= Jumlah Responden

Setelah diperoleh nilai rata-rata setiap variabel, kemudian dibandingkan


dengan kriteria untuk masing-masing variabel tersebut. Kriteria variabel tersebut
disusun berdasarkan nilai terendah dan nilai tertinggi berdasarkan butir
pertanyaan dalam kuesioner.
Nilai terendah diperoleh dari perkalian banyaknya butir pertanyaan dengan
nilai terendah yaitu 1, dan nilai tertinggi diperoleh dari perkalian banyaknya butir
pertanyaan dengan nilai tertinggi yaitu 5. Dari perbandingan nilai terendah dengan
nilai tertinggi diperoleh rentang interval untuk setiap variabel yang kemudian
dapat disusun kriteria untuk variabel tersebut.
Untuk variabel Kompetensi Ahli Pengadaan atau variabel X dimana
terdapat 29 butir pertanyaan, maka diperoleh nilai tertinggi sebesar 29 x 5 = 145,
dan nilai terendah sebesar 29 x 1 = 29. Rentang interval untuk variabel X
diperoleh dengan mengurangkan nilai tertinggi dengan nilai terendah kemudian
dibagi jumlah kriteria. Adapun rentang interval untuk variabel X adalah (145
29) / 5 = 23,2. Dari rentang interval tersebut, diperoleh kriteria untuk variabel X
sebagai berikut :

47

48

Tabel 3.5
Interpretasi Kriteria Variabel Kompetensi Ahli Pengadaan
Pelaksanaan Sertifikasi Keahlian Pengadaan
INTERVAL
29,00 52,20
52,20 75,40
75,40 98,60

KETERANGAN
Tidak Memadai
Kurang Memadai
Cukup Memadai

98,60 121,80

Memadai

121,80 145,00

Sangat Memadai

Seperti tercantum dalam tabel 3.1., bahwa variabel Kompetensi Ahli


Pengadaan dengan sub variabel Sertifikasi Keahlian Pengadaan terdiri dari
tahapan Pelatihan, Magang dan Ujian Sertifikasi. Berikut interpretasi kriteria bagi
ketiga sub variabel Kompetensi Ahli Pengadaan yang dihitung menggunakan nilai
rata-rata :
Tabel 3.6
Interpretasi Kriteria Sub-Variabel Kompetensi Ahli Pengadaan
Pelaksanaan Sertifikasi Keahlian Pengadaan
Pelatihan
Magang
Ujian Sertifikasi
Rentang
Keterangan
Rentang Keterangan
Rentang Keterangan
21 - 37,8
Tidak Faham
2 - 3,6
Tidak Aplikatif
6 - 10,8
Tidak Memadai
37,8 - 54,6
Kurang Faham 3,6 - 5,2 Kurang Aplikatif 10,8 - 15,6 Kurang Memadai
54,6 - 71,4
Cukup Faham 5,2 - 6,8 Cukup Aplikatif 15,6 - 20,4
Cukup Memadai
71,4 - 88,2
Faham
6,8 - 8,4
Aplikatif
20,4 - 25,2
Memadai
88,2 105
Sangat Faham 8,4 10 Sangat Aplikatif 25,2 30
Sangat Memadai

Sumber : data olahan


Untuk variabel Efektivitas Pengendalian Internal Pengadaan Barang/Jasa
atau variabel Y dimana terdapat 10 butir pertanyaan, maka diperoleh nilai
tertinggi sebesar 10 x 5 = 50, dengan nilai terendah sebesar 10 x 1 = 10. Rentang
48

49

interval untuk variabel Y diperoleh dengan mengurangkan nilai tertinggi dengan


nilai terendah kemudian dibagi jumlah kriteria. Adapun rentang interval untuk
variabel Y adalah (50 10) / 5 = 8. Dari rentang interval tersebut, diperoleh
kriteria untuk variabel Y sebagai berikut :
Tabel 3.7
Interpretasi Kriteria Variabel
Efektivitas Pengendalian Internal Pengadaan Barang/Jasa
Rentang
KETERANGAN
10,00 18,00
Tidak Efektif
18,00 26,00
Kurang Efektif
26,00 34,00
Cukup Efektif
34,00 42,00

Efektif

42,00 50,00

Sangat Efektif

Adapun interpretasi kriteria bagi sub variabel Efektivitas Pengendalian


Internal yang meliputi Menjaga Kekayaan dan Kewajiban Perusahaan serta
Menjamin Ketelitian dan Keandalan Data Akuntansi adalah seperti terlihat dalam
tabel di bawah ini :
Tabel 3.8
Interpretasi Kriteria Sub-Variabel
Efektivitas Pengendalian Internal Pengadaan Barang/Jasa
Menjaga Kekayaan
Rentang
Keterangan
8 - 14,4
Tidak Terjaga
14,4 - 20,8
Kurang Terjaga
20,8 - 27,2
Cukup Terjaga
27,2 - 33,6
Terjaga
33,6 40
Sangat Terjaga

Menjamin Ketelitian
Rentang Keterangan
2 - 3,6
Tidak Efektif
3,6 - 5,2
Kurang Efektif
5,2 - 6,8
Cukup Efektif
6,8 - 8,4
Efektif
8,4 - 10
Sangat Efektif

Sumber : data olahan

49

50

3.

Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis


Setelah melakukan penentuan metode analisis data, langkah berikutnya

adalah menentukan langkah-langkah dalam menganalisis data beserta penetapan


dan pengujian hipotesis. Berikut langkah-langkah yang diambil penulis dalam
menganalisis data dan melakukan pengujian hipotesis :
1. Uji Validitas Instrumen
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan
data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan
mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2010:172).
Pengujian validitas dilakukan dengan analisis faktor, dimana menurut
Sugiyono adalah dengan mengkorelasikan antar skor item instrumen dalam satu
faktor, dan mengkorelasikan skor faktor dengan skor total. Adapun kriteria yang
harus dipenuhi untuk menilai validitas instrumen tersebut adalah sebagai berikut :
a. Jika r 0,30; maka butir-butir pertanyaan dari kuesioner adalah valid
b. Jika r 0,30; maka butir-butir pertanyaan dari kuesioner adalah tidak
valid
Rumus Korelasi Pearson Product Moment :

Keterangan :
r = koefisien korelasi product moment
xy = jumlah perkalian item dengan total item
x = jumlah skor untuk indikator x
50

51

y = jumlah skor untuk indikator y


n = banyaknya responden (sampel) dari variabel x, y dari hasil kuesioner

2. Uji Reliabilitas Instrumen


Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa
kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Pengujian Reliabilitas pada penelitian ini dilakukan dengan internal consistency,
dimana menurut Sugiyono(2010:185) dilakukan dengan cara mencobakan
instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik
tertentu.
Teknik pengujian reliabilitas ini menggunakan teknik belah dua (split half)
yang dianalisis dengarn rumus Spearman Brown, dengan rumus sebagai berikut :

Dimana : ri = reliabilitas internal seluruh instrumen


rb = korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua

3. Penetapan hipotesis
Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian (Sugiyono, 2010:221). Hipotesis tersebut adalah hipotesis penelitian,
dimana kebenaran hipotesis tersebut harus dibuktikan melalui data yang
terkumpul. Seperti telah dikemukakan pada bab sebelumnya, hipotesis penelitian

51

52

ini adalah jika organisasi memiliki komitmen pada kompetensi personil, maka
efektivitas pengendalian internal akan tercapai.
Sedangkan hipotesis statistik dapat diartikan sebagai pernyataan mengenai
keadaan populasi (parameter) yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data
yang diperoleh dari sampel penelitian (sampel). (Sugiyono, 2010:221)
Hipotesis statistik yang akan diuji dalam penelitian ini adalah :
Ho :

= 0; artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi


Ahli Pengadaan dengan Efektivitas Pengendalian Internal

Ha :

0; artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi Ahli


Pengadaan dengan Efektivitas Pengendalian Internal

4. Tingkat Signifikansi/Kesalahan
Menguji hipotesis adalah menaksir populasi berdasarkan data sampel,
untuk itu ditetapkan tingkat kesalahan atau level of significant sebesar 5%. Hal ini
berarti apabila penelitian dilakukan terhadap 100 sampel yang diambil, maka akan
terdapat 5 kesimpulan salah yang diberlakukan untuk populasi.

5. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis asosiatif (hubungan) antara variabel independen dan
variabel dependen dalam penelitian ini menggunakan rumus Korelasi Pearson
Product Moment. Rumus korelasi ini digunakan untuk menguji hipotesis
hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen.
52

53

Adapun rumus Korelasi Pearson Product Moment adalah sebagai berikut :

Keterangan :
r = koefisien korelasi product moment
xy = jumlah perkalian item dengan total item
x = jumlah skor untuk indikator x
y = jumlah skor untuk indikator y
n = banyaknya responden (sampel) dari variabel x, y dari hasil kuesioner
Berikut pedoman untuk memberikan interpretasi dari koefisien korelasi
yang diperoleh dari penghitungan rumus di atas
Tabel 3.9
Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval
Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00 - 0,199
Sangat Rendah
0,20 - 0,399
Rendah
0,40 - 0,599
Sedang
0,60 - 0,799
Kuat
0,80 - 1,000
Sangat Kuat
(Sugiyono 2010:250)

6. Uji Signifikansi
Rumus uji signifikansi korelasi product moment adalah sebagai berikut :

Keterangan : t = signifikansi
n = jumlah sampel

r = korelasi product moment


53