Anda di halaman 1dari 2

FISIOTERAPI DENGAN ES (ELECTRIC STIMULATOR)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
1/2

RS. Siti Khodijah


Pekalongan
Tanggal Terbit :

STANDAR

Direktur RS. Siti Khodijah Pekalongan

PROSEDUR
OPERASIONAL
PENGERTIAN

TUJUAN

Ditetapkan

drg. Said Hassan, M.Kes


Adalah terapi dengan menggunakan arus frekuensi rendah untuk stimulasi otot rang
1.
2.
3.
4.

Memelihara fisiologi otot dan mencegah atrofi otot


Modulasi nyeri tingkat sensorik, spinal atau supraspinal
Menambah jarak gerak sendi dan atau mengulur tendon
Memperlancar peredaran darah atau memperlancar resobsi oedem
A. Indikasi :
1. Otot wajah layu

( Lowe Motor Neuron Lesion ) dengan nilai

dibawah 3
2. Kelemahan otot karena adanya penyakit atau karena obat lama

berfungsi ( disuse athrophy ) dengan nilai otot dibawah 3


3. Otot yang tidak mampu berkontraksi karena nyeri yang sangat, m
KEBIJAKAN

sehabis trauma
4. Otot yang dipindahkan tendonnya / fungsinya ( tenson transver
minggu setelah operasi
5. Adanya pembengkakan lokal / setempat pada anggota gerak
6. Otot yang memendek atau berlengketan ( contracture )
B. Kontra Indikasi :
1. Kondisi sehabis operasi urat saraf atau penyambungan,

konduktifitasnya belum membaik, perlu pemeriksaan E.M.G


2. Lowe Motor Neuron Lesion sehabis trauma yang masih baru, dengan

FISIOTERAPI DENGAN ES (ELECTRIC STIMULATOR)


RS. Siti Khodijah
Pekalongan
No. Dokumen

STANDAR

No. Revisi

Halaman
2/2

PROSEDUR
OPERASIONAL

keluhan nyeri yang sangat


3. Lowe Motor Neuron Lesion dengan compelete Nerve Lesion
4. Penderita dalam keadaan panas tinggi
Dosis :
- Untuk indikasi no. 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.
1. Posisi penderita : berbaring senyaman mungkin dan rileks
2. Anggota badan yang diobati tersangga dengan baik dalam posisi relak

semifleksi
3. Bagian badan / anggota yang akan diterapi, kulitnya dicuci dengan sabun sa
PROSEDUR

bersih dan keringkan


4. Pemasangan elektroda : satu pada elektroda pada Nerve Trunk, satu lagi be

button electroda tiap - tiap motor point otot, dipindah - pindahkan dengan s

dipegang
5. Kontraksi yang timbul optimal untuk mendidik atau untuk penguatan
6. Penderita perlu mengikuti setiap rangsangan dengan suatu usaha kontraksi o
7. Khusus indikasi no. 5, anggota / otot yang hendak terapi dibalut tekan de

perban elastis dan dielevasikan


8. Khusus indikasi no.6, otot yang terangsang diposisikan dalam keadaan terul
UNIT TERKAIT

Unit Fisioterapi