Anda di halaman 1dari 5

Gliquidone

Rating: -. Direkomendasikan oleh 2 pembaca. Beri rekomendasi:

Indikasi:
Untuk pengobatan diabetes mellitus yang tidak tergantung insulin (NIDDM) atau
diabetes mellitus tipe 2 dan tidak terkontrol dengan diet.
Kontra Indikasi:

Diabetes tergantung insulin (diabetes mellitus tipe 1). Koma, prekoma


diabetes dan ketidakseimbangan metabolik yang ekstrim dengan tendensi
ke keadaan asidosis.

Jangan digunakan pada pasien diabetes yang terkomplikasi dengan


asidosis atau ketosis, maupun pada kondisi stress of surgery atau infeksi
akut.

Gliquidone tidak boleh digunakan pada masa kehamilan atau masa


menyusui, pada pasien dengan gagal fungsi hati atau ginjal yang berat
dan porfiria.

Deskripsi:
Farmakologi:
Gliquidone merupakan obat antidiabetik oral dari golongan sulfonilurea. Sama
seperti sulfonilurea lainnya, gliquidone terutama bekerja dengan cara
menstimulasi sel-? pada islet Langerhans pankreas untuk melepaskan insulin
endogen. Gliquidone merupakan obat antidiabetik oral yang efektif.
Seperti sulfonilurea lainnya, gliquidone bekerja dengan cara menstimulasi influks
kalsium ke dalam sel-? pankreas dan dengan cepat merangsang pelepasan
insulin. Gliquidone juga memiliki efek ekstra pankreas. Obat ini menyebabkan
jaringan-jaringan perifer menjadi lebih sensitif terhadap insulin, kemungkinan
dengan adanya penambahan jumlah reseptor insulin, dan hasilnya adalah

penurunan sintesis insulin secara keseluruhan.


Gliquidone, seperti halnya sulfonilurea lainnya, membutuhkan keberadaan sel-sel
? pankreas yang masih berfungsi untuk efek hipoglikemiknya.
Gliquidone dapat menyebabkan hipoglikemia terutama bila diberikan secara
berlebihan, hal ini dapat disebabkan oleh lebih cepatnya insulin yang dilepaskan
dari pankreas dibandingkan dengan glibenklamid. Gliquidone, seperti halnya
sulfonilurea lainnya, memiliki efek inotropik positif, namun tidak ada bukti pada
penggunaan secara klinis.
Farmakokinetik:
Gliquidone diabsorpsi dari usus (95%), dan mencapai kadar maksimum dalam
plasma setelah 2-3 jam. Pemberian gliquidone tunggal 30 mg secara oral
memberikan kadar maksimum plasma rata-rata 500-700 g/l 2-3 jam setelah
pemberian. Dalam 1,5 jam, konsentrasi ini akan turun separuhnya. Perbandingan
antara relawan sehat dan penderita diabetes tanpa gangguan ginjal
memperlihatkan tidak ada perubahan kadar gliquidone dalam plasma dan darah
dibandingkan dengan penderita nondiabetes dan diabetes yang disertai dengan
gangguan ginjal.
Gliquidone dimetabolisme secara ekstensif, hasil metabolisme utama adalah Odesmethylgliquidone. Deaktivasi metabolit utama dapat dicapai dengan
demetilasi di hati.
95% gliquidone diekskresikan sebagian besar sebagai metabolit pada feses lewat
empedu, obat ini dapat digunakan pada pasien dengan kerusakan fungsi ginjal
karena obat tampaknya tidak diakumulasi.
Hanya sejumlah kecil dari metabolit yang diekskresi melalui ginjal. Rata-rata
hanya 5% dari dosis yang diberikan, dan itu dalam bentuk hasil metabolisme,
ditemukan di urin, tanpa menghiraukan cara pemberian dan jumlah yang
diberikan.
Overdosis:
Pada pasien yang sadar, hipoglikemia dapat diatasi dengan pemberian glukosa
secara oral, sedangkan pada pasien koma, harus diberikan glukosa secara
parenteral melalui infus intravena. Pasien harus tetap diawasi terhadap gejalagejala hipoglikemia lebih lanjut.
Perlu dipertimbangkan untuk mengeluarkan tablet yang tertelan dengan bilas
lambung.
Dosis dan Cara Pemberian:
Gliquidone harus diberikan jam sebelum makan.
Dewasa:
Dosis dan frekuensi pemberian harus disesuaikan, bersama pengaturan diet,
untuk menentukan kontrol diabetes terbaik yang mungkin diperoleh selama
sehari penuh.

Dosis awal:
15 mg sehari sebelum makan pagi. Jika respon yang diharapkan belum
memuaskan, maka dosis dapat dinaikkan perlahan-lahan dengan setiap kenaikan
sebesar 15 mg sampai 45-60 mg sehari yang dapat dibagi 2-3 kali pemberian,
dimana dosis yang terbesar dberikan sebelum makan pagi.
Maksimal: Dosis tunggal 60 mg
Dosis sehari 120 mg
Sebaiknya selama fase penstabilan sering dilakukan kadar glukosa darah dan
glukosa urin, sehingga bila perlu, dapat dilakukan penyesuaian dosis.
Anak-anak:
Dosis anjuran untuk dewasa tidak sesuai untuk anak-anak.
Penggantian OAD lain dengan gliquidone:
Efek 1 tablet gliquidone (30 mg) hampir setara dengan 1000 mg tolbutamid, 5
mg glibenklamid, 250 g klorpropamid atau 500 mg asetoheksamid.
Dosis awal gliquidone ditetapkan berdasarkan rasio dosis ini untuk setiap kasus
individual. Bagaimanapun, waktu paruh dan lama kerja dari masing-masing obat
harus diperhitungkan. Biasanya perlu memberikan gliquidone lebih sering
daripada sulfonilurea long-acting. Jika dosis harus diubah, harus dilakukan secara
bertahap (setiap 15 mg atau tablet gliquidone).
Jika sebelumnya pasien pernah diberikan insulin lebih dari 30 IU, penggantian
OAD dapat dicoba dengan dosis awal gliquidone 30 mg disertai dengan
pengurangan dosis insulin secara bertahap, asalkan cukup banyak sel ? pankreas
yang masih berfungsi.
Terapi kombinasi:
Jika terapi antidiabetes dengan gliquidone saja tidak mampu menstabilkan kadar
glukosa dalam darah, penambahan biguanid (metformin) dapat dipertimbangkan
asalkan indikasinya sesuai.
Efek Samping:
Efek samping jika terjadi overdosis akut:
Hipoglikemia dengan gejala kelaparan, berkeringant, gemetar, bingung dan
mengantuk, dan jika ini terjadi segera konsumsi gula dan minum yang manis.
Efek samping berat atau irreversible:
Gliquidone ditoleransi dengan baik. Reaksi-reaksi hipoglikemia, alergi, rash, atau
intoleransi saluran cerna, nausea dan muntah sangat jarang terjadi.
Reaksi hipoglikemia ringan dengan cepat dapat diatasi dengan mengkonsumsi
karbohidrat. Belum pernah dilaporkan adanya kasus hipoglikemia serius yang
berkepanjangan.
Hipoglikemia dapat terjadi bersamaan dengan malaise, kehilangan konsentrasi
dan penurunan kesadaran. Jika pemberian karbohidrat secara oral dirasa tidak
praktis, dapat diberikan dextrose secara intravena. Dapat juga diberikan
glukagon (1 mg per subkutan).

Peringatan dan Perhatian:

Pasien-pasien yang tidak mengkonsumsi makanan (terutama pada usia


lanjut atau yang kondisinya lemah) harus diingatkan untuk tidak
menggunakan obat ini dengan tujuan mengurangi risiko reaksi
hipoglikemia.

Perhatian khusus harus diberikan jika gliquidone diberikan bersamaan


dengan pengobatan lainnya, karena interaksi dengan sulfonilurea
umumnya dapat terjadi.

Efek dari gliquidone dapat meningkat karena kerja fisik.

Data mengenai pemberian pada anak tidak tersedia.

Gliquidone diekskresikan melalui ASI.

Interaksi Obat:

Efek barbiturat, vasopresin dan antikoagulan oral dapat dipotensiasi


dengan pemberian gliquidone.

Obat-obat yang dapat menggeser gliquidone dari ikatan protein,


sementara waktu dapat mempertinggi kadar obat bentuk bebas dan
menyebabkan hipoglikemia.

Olah raga, alkohol, dan beberapa obat (seperti; salisilat, sulfonamida,


fenilbutazon, obat-obat tuberkulostatik, kloramfenikol, golongan
tetrasiklin, turunan kumarin, siklofosfamid, penghambat MAO, dan obatobat penghambat ?-adrenergik), mikonazol, kotrimoksazol, sulfinpirazon,
dapat meningkatkan efek penurunan glukosa darah dari obat antidiabetik
oral golongan sulfonilurea.

Kontrasepsi oral, klorpromazin, obat-obat simpatomimetik, kortikosteroid,


hormon tiroid, dan produk-produk yang mengandung asam nikotinat yang

diberikan pada saat bersamaan dapat mengurangi efek penurunan


glukosa darah dari golongan sulfonilurea.
Penyimpanan:
Simpan di tempat kering, pada suhu antara 25 - 30 derajat Celsius, terlindung
dari cahaya.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Tablet
Produsen: PT Dexa Medica