Anda di halaman 1dari 16
A DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR DIREKTORAT BINA TEKNIK PEDONAN PELAKSANAAN KONSTRUKS! BENDUNGAN URUGAN NOPEMBER 2004 REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR DIREKTORAT BINA TEKNIK JI. Pattimura No, 20 Persil Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 Telp. (021) 7396616 - 7590874 KATA PENGANTAR Pedoman ini disusun untuk melengkapi pedoman yang berkaitan dengan kegiatan pelaksanaan konstruksi bendungan, disusun secara sederhana dengan dilengkapi gambar dan penjelasan pelaksanaan_ konstruksi bagian- bagian bendungan. Pedoman pelaksanaan Kontruksi Bendungan Urugan, berisi_penjelasan mengenai; Pekerjaan Persiapan, Pengelakan Sungai, Pekerjaan Galian dan Perbaikan’ Pondasi, Borrow Area dan Quarry, Timbunan Tubuh Bendungan, Sistim Instrumentasi, Pelaksanaan Bangunan Pelengkap, _Pekerjaan Hidromekanikal dan Listrik, Pengisian Pertama Waduk, Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan. Diharapkan pedoman dapat menjadi pegangan terutama bagi para pelaksana dan pengawas lapangan konstruksi bendungan dalam melakukan pelaksanaan dan pengawasan bendungan, dan juga bagi pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan konstruksi bendungan. Penyusunan pedoman telah melalui tahapan diskusi yang panjang balk diskus! intern di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air maupun diskusi dengan para pakar dan berbagal pihak yang berkecimpung — dalam pelaksanaan bendungan, untuk mendapatkan masukan penyempuriaan saran dan masukan peserta lokakarya telah diakomodasikan dalam pedoman ini, namun pedoman ini perlu secara berkala dikaji dan diperbaiki. Untuk itu kritik dan saran demi perbaikan dan penyempurnaan pedoman masih sangat kami harapkan. Semoga pedoman ini dapat mengisi kekurangan pedoman-pedoman yang ada dan bermanfaat bagi semua pihak yang terkait dalam kegiatan pelaksanaan konstruksi bendungan urugan. Jakarta; Nopember 2004 Direktur Bina Teknik SDA, Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan DAFTAR ISI Halaman DAFTARISI . Kata Pengantar i I. PENDAHULUAN La 12 13 14 LS 1.6 Umum .... Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud 1.2.2. Tujuan Lingkup Pedoman Pengertian .... Rujukan .. Validitas dan Keterbatasan ..... PEKERJAAN PERSIAPAN 2.1 22 23 24 2.5 26 27 28 29 2.10 Penyiapan Gambar Kerja 2.11 Pelaporan Yang Harus Disiapkan 2.12 Prasarana dan Fasilitas Penunjang Konstruksi Umum . Organisasi Pelaksanaan 2.2.1 Organisasi Proyek 2.2.2. Hubungan Antara Pemimpin Proyek, Konsultan dan Kontraktor .. Kaji Ulang dan Penyesuaian Desain Terhadap Kondisi Lapangan, Program dan Pemantauan Pelaksanaan Program Supervisi Sistem Jaminan Mutu Keselamatan Kerja Pengukuran, Pemetaan dan Pemasangan BM Reneanan Pengelolaan / Pemantauan Lingkungan (RKL / RPL) Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan mL. Iv. Halaman PENGELAKAN SUNGAI 3.1. Tipe Pengelak Sungai... 13, 3.2. Prosedur Pengelakan Sungai 1B 3.3 Pelaksanaan Saluran Pengelak 4 3.3.1 Pekerjaan Penggalian Terbuka (Open Excavation) 4 3.3.2 Pekerjaan Penggalian Terowongan 14 3.3.3. Pembetonan (Lining Concrete) 4 34 Pelaksanaan Bendungan Pengelak (Cofferdam) 15 PEKERJAAN GALIAN DAN PERBAIKAN PONDASI 4.1 Galian Pondasi 7 4.2 Pengeringan (Dewatering) 20 4.2.1 Dasar Pertimbangan 20 4.2.2. Macam Metode Pengeringan .. 21 4.3 Perbaikan Pondasi Permukaan 25 4.3.1. Pondasi Batuan Ee 25 4.3.2. Pondasi Pasir dan Kerikil (Sand & Gravel Foundation)... 32 43.3 Pondasi Tanah (Soil Foundation) 32 4.4 Perbaikan Pondasi Bawah Permukaan 3 4.4.1 Pondasi Batuan (Rock Foundation) eo 88 4.4.2 Pondasi Pasir dan Kerikil (Sand & Gravel Foundation) 39 4.43 Pondasi Tanah (Soil Foundation) 44 4.5 Pengeringan Sumber Air Pada Permukaan Pondasi 46 4.5.1 Sumber Aimya Kecil Sekali 47 4.5.2. Sumber Aimya Agak Besar 48 4.5.3. Sumber Air Besar Sekali 48 4.54 Pelaksanaan Urugan 48 Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan ive Halaman DAERAH PENGAMBILAN MATERIAL TANAH DAN BATUAN (BORROW AREA) & QUARRY 5.1 Eksploitasi Daerah Pengambilan Tanah (Borrow Area) ..... S.1.1 Rencana Pelaksanaan Sis 5.1.2 Alat Berat Penggali dan Pengangkut 5.1.3, Pengawasan ..... 5.14 Kontrol Kandungan Air Peneampuran Material. 5.1.6 Pemilihan Material Timbunan Untuk Masing-masing Zona 5.1.7 Butiran Tanah Material Yang Terlalu Besar 5.1.8 Penempatan Cadangan Tanah (Stock Piling) 5.2 Eksploitasi Quarry .. 5.2.1 Rencana Pelaksanaan_ 5.2.2. Peralatan di Quarry 5.2.3 Uji Quarry .. 5.2.4 Pengeboran dan Peledakan 5.3 Rehabilitasi Lahan Bekas Quarry dan Borrow Area ... TIMBUNAN TUBUH BENDUNGAN 6.1 Umum 6.2 Tipe Bendungan Urugan 6.3 Peralatan Untuk Pemadatan 63.1 Alat Berat Untuk Pemadatan 6.3.2 Alat Pemadat Manual ..... 6.3.3 Alat Penebar dan Pemadat 6.4 Uji Coba Penimbunan (Trial Embankment) 6.4.1 Timbunan Tanah 6.4.2 Uji Coba Timbunan Batu 5 SI Sl Sl 52 52 53 53 34 54 54 54, 56 37 37 58 58 60 60 66 66 67 67 67 a Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan Halaman 6.5 Timbunan Kedap dan Semi Kedap Air .. 68 6.5.1 Pengertian ., 68 6.5.2 Pelaksanaan Pemadatan 69 6.5.3 Hal-hal Khusus B 654 Dasar-Dasar Pemadatan 4 6.5.5 Kontrol Kualitas Secara Sederhana 16 6.5.6 Kontrol Kualitas Pemadatan 1 6.5.7 Pelaksanaan Timbunan Pada Cuaca Yang Kurang Baik .. 80 6.5.8 Pelaksanaan Timbunan Tanah Inti Berkadar Air Tinggi (Wet Core) 81 6.5.9 Pemadatan Pada Tebing Tumpuan Atau Dinding Konstruksi Beton... 82 6.5.10 Pemadatan di Daerah Terbatas 83 6.6 Timbunan Lolos Air 83 6.6.1. Definisi 83 6.6.2 Peralatan Pemadatan 83 6.6.3 Kontrol Kadar Air 84 6.64. Ketebalan Lapisan dan Banyaknya Lintasan Pemadatan 84 6.65 Persyaratan Kepadatan 84 6.6.6 Pengawasan Pelaksanaan Konstruksi 85 6.6.7 Evaluasi Hasil Uji dan Tindak Lanjutnya 86 6.7 Urugan Batu 87 6.7.1 Umum ..... 87 6.7.2 Batuan Keras Pada Bendungan Urugan Batu 87 6.7.3. Batuan Random... 88 6.8 Urugan Tanah Semi Terpadatkan 89 6.8.1 Penggunaan 89 6.8.2 Persyaratan 89 6.8.3 Kontrol Pelaksanaan .. 89 6.9 Urutan Pelaksanaan Penimbunan Bendungan 89 6.9.1 Jadwal Pelaksanaan 89 6.9.2 Urutan Penimbunan .. 90 wv Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan VII. Halaman 6.9.3 Lintasan Di Atas Zona Inti a1 6.94 Pengukuran Kuantitas .. 9 6.10 Perlindungan Lereng 92 6.10.1 Daerah Yang 92 6.10.2 Perlindungan Lereng Hulu 8 6.10.3 Perlindungan Lereng Hilir 94 6.10.4 Drainase Permukaan 95 6.10.5 Drainase Pada Bendungan Urugan Homogen 95 6.10.6 Drainase Kaki (Toe Drains) 97 6.10.7 Perlindungan Permukaan Galian Pada Sandaran 7 6.10.8 Pekerjaan Bendungan Pelana 106 6.11 Dokumentasi Photo Pelaksanaan Bendungan Urugan 106 SISTIM INSTRUMENTASI 7.1 Umum 108 7.2 Persiapan Pengadaan Instrumen ... 109 7.21 Tanggung Jawab Pengadaan 109 7.2.2 Spesifikasi Umum : 109 7.2.3, Penetapan Harga .. 109 7.2.4 Spesifikasi Teknik... 109 73 Kontrak Pengadaan Instrumen. 109 73.1 Sasaran 109 7.3.2 Spesifikasi Pekerjaan Pemasangan Instrumen 110 7.4 Pemasangan Instrumen 110 7.4.1 Lokasi Pemasangan Instrumen 10 74.2 Beberapa Contoh Pemasangan Instrumen 110 Pedoman Petaksanaan Konstruks! Bendungan Urugan Halaman vu. 7.5 Pembacaan Instrumen 7.5.1 Pembacaan Awal Instrumen .. 7.5.2 Contoh Prosedur Pembacaan Beberapa Instrumen 7.5.3 Pembacaan Rutin Instrumen 7.6 Kalibrasi dan Perawatan Instrumen 7.6.1 Kalibrasi Instrumen..... 7.6.2 Perawatan Instrumen...... PELAKSANAAN BANGUNAN PELENGKAP 8.1 Pekerjaan Persiapan 8.1.1 Pengukuran, Pemetaan dan Patok BM (Benchmark) 8.1.2 Pemasangan Patok-Patok & Bowplank 8.2. Pekerjaan Konstruksi Bangunan Pelimpah .... Bangunan Pelimpah Pekerjaan Galian Pekerjaan Perbaikan Permukaan Ponda: Pekerjaan Drainasi Pondasi Persiapan Pekerjaan Beton Pekerjaan Pembetonan .... 8.3. Pekerjaan Konstruksi Bangunan Pengambilan 8.3.1. Jenis Bangunan Pengambilan .... Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Pengambilan Sandar Miring Sata Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Menara Pengambilan Pelaksanaan Penggalian Terowong (Underground Excavation) .. 83.5 Pembetonan Terowong 8.4 Pekerjaan Pembuatan Galeri Inspeksi (Grouting) 84.1 Umum .... 118 118 118 122 123 123 123 124 124 124 124 124 125 125 126 126 127 130 130 130 131 132 136 141 141 Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Uragan Halaman 7.5 Pembacaan Instrumen .. 18 75.1 Pembacaan Awal Instrumen ... e 118 752. Contoh Prosedur Pembacaan Beberapa Instrumen 118 75.3 Pembacaan Rutin Instrumen 122 7.6 Kalibrasi dan Perawatan Instrumen ccs 123, 7.6.1 Kalibrasi Instrumen 2 7.6.2 Perawatan Instrumen 23 VIII. PELAKSANAAN BANGUNAN PELENGKAP 8.1 Pekerjaan Persiapan 124 8.1.1 Pengukuran, Pemetaan dan Patok BM (Benchmark)... 124 8.1.2 Pemasangan Patok-Patok & Bowplank < SDh 8.2. Pekerjaan Konstruksi Bangunan Pelimpah 124 8.2.1 Bangunan Pelimpah 124 8.2.2 Pekerjaan Galian 125 8.2.3 Pekerjaan Perbaikan Permukaan Pondasi 125 8.2.4 Pekerjaan Drainasi Pondasi_. 126 8.2.5. Persiapan Pekerjaan Beton 126 8.2.6 Pekerjaan Pembetonan 127 8.3. Pekerjaan Konstruksi Bangunan Pengambilan 130 8.3.1 Jenis Bangunan Pengambilan .. 130 83.2 Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Pengambilan Sandar Miring a 130 8.3.3. Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Menara Pengambilan BI 8.3.4 Pelaksanaan Penggalian Terowong (Underground Excavation) 132 83.5 Pembetonan Terowong, 136 8.4 Pekerjaan Pembuatan Galeri Inspeksi (Grouting)... 141 84.1 Umum 141 vi Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan Ix. Halaman 8.4.2 Kaji Ulang Perencanaan Inspection / Grouting Gallery 8.4.3. Access Gallery 8.5 Sistem Penyumbatan 8.6 Bottom Outlet PEKERJAAN HIDROMEKANIKAL DAN LISTRIK 91 Umum aoe Foren ligea 9.2 Gambar Kerja & Dokumen Yang Harus Diserahkan Pelaksana .. 9.3 Pemeriksaan Material ......... 9.4 Prosedur Pabrikasi/Perakitan dan Pengawasan 9.4.1 Umum aii 9.4.2 Prosedur dan Spesifikasi Pengelasan (Welding Procedure and Specifications) 9.4.3 Spesifikasi & Prosedur Pengecatan .. 9.4.4 Perakitan di Bengkel 9.4.5 Pemasangan di Lapangan 9.5 Prosedur Pemasangan/Instalasi dan Pengawasan ... 9.5. Standar Yang Digunakan 9.5.2 Lingkup Tes dan Inspeksi (Scope o 9.6 Inspeksi Pekerjaan Hidromekanikal .. 9.6.1 Umum 9.62 Saringan Sampah (Trashrack) 3 9.6.3 Pintu, Stoplog, Katup (Gates, Stoplogs and Valves) .. 9.6.4 Pekerjaan Pipa Baja/Konduit (Steel Pipe Conduit) 9.6.5 Pekerjaan Elektrikal Untuk Peralatan Hidromekanikal PENGISIAN PERTAMA WADUK 10.1 Persiapan Fisik Konstruksi 10.1.1 Bangunan Bendungan 10.1.2 Bangunan Pengambilan dan Saluran Air 10.1.3 Bangunan Pelimpah 141 142 143 144 145 145 146 147 147 148 149 154 155 155 155 156 156 156 157 158 161 165 170 170 170 170 vil Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan Halaman 10.1.4 Pintu Terowongan Pengelak 170 10.1.5 Fasilitas dan Sarana Jalan 171 10.2 Persiapan Fisik Bukan Konstruksi ... i71 10.2.1 Pembebasan Tanah dan Pemindahan Penduduk 2. 71 10.2.2 Pemotongan Pepohonan Di Areal Genangan Waduk i 10.2.3 Kajian Terhadap Adanya Longsoran Di Areal Waduk im 10.2.4 Evakuasi Satwa Liar 172 10.2.5 Pengukuran Dasar Waduk dan Patok Batas 12 10.3 Persiapan Non Fisik dan Administrasi ... 172 10.3.1 Sosialisasi Penggenangan Waduk 172 10.3.2 Buku Pedoman Operasi & Pemeliharaan 172 10.3.3 Organisasi Operasi dan Pemeliharaan Bendungan 1m 10.3.4 Analisis Keruntuhan Bendungan ............ 173 10.3.5 Pedoman Rencana Tindak Darurat (Gamergeney Action Plan) .. 173 10.3.6 Pedoman Pengisian Awal Waduk .. 173 10.3.7 Persetujuan Pengisian Awal Waduk 174 10.4 Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pengisian Pertama Waduk .... hale 174 XI. PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN 11.1 Dampak Lingkungan Pada Pelaksanaan Konstruksi Bendungan. 175 11.1.1 Dampak Positif 175 11.1.2 Dampak Negatit 176 11.2 Komponen Proyek .. 176 11.2.1 Bangunan Permanen 176 11.2.2 Bangunan Sementara 177 11.2.3 Bangunan Lain 177 11.3 Komponen Lingkungan 177 Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan Halaman 11.4 Penghijauan Dalam Rangka Perbaikan & Penataan Lingkungan 178 11.4.1 Penghijauan Pada Ex Borrow Arca, Quarry & Spoil Bank 178 11.4.2 Penghijauan Pada Ex Pasilitas Kerja ..ecnccn Te : (Green Belt) 178 44 Landscaping di Sekitar Bangunan O & P 179 4.5 Kebun Koleksi Tanaman Asli Yang Ada di Sekitar Proyek (Arboretum .. % 179 11.5 Memperhatikan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 72/PRT /1997 tentang Keamanan Bendungan (Bab V Pengclolaan) 179 XII. PEMANTAUAN PERILAKU BENDUNGAN 12.1 Umum 181 12.2. Sistem Pemantauan 181 12.2.1 Kondisi Umum 181 12.2.2 Akses Yang Dipakai Dalam Kondisi Darurat 181 12.2.3 Kondisi Tubuh Bendungan 181 12.2.4 Kondisi Daerah Sekitar Bendungan 182 12.2.5 Bangunan Pelengkap . i 182 12.2.6 Instrumentasi .. 182 12.2.7 Frekuensi Pemantauan / Inspeksi 182 12.3. Pemantauan dan Penilaian Data Instrumen 183 12.3.1 Pemeriksaan Data Pengamatan Instrumen .. 183 12.3.2 Pengamatan Rembesan ... 184 12.3.3 Pengamatan Tekanan Air Pori 185, 12.3.4 Pengamatan Pergerakan Vertikal dan Horisontal .. 186 PADAN KATA (TERJEMAHAN) DAFTAR PUSTAKA Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan Ill. PENGELAKAN SUNGAI 3.1 Tipe Pengelak Sungai Pelaksanaan pengelakan sungai merujuk pada Metode Pengontrolan Sungai Selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan, SNI 03-6456.1.2000 bagian I, Pengendalian Sungai Selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan dan Bagian 2, Penutupan Alur Sungai dan Pembuatan Bendungan Pengelak. Beberapa tipe pengelak sungai yang lazim sebagai berikut : a. Pengelakan seluruh lebar sungai dengan saluran tertutup berupa konduit atau terowong pengelak / diversion tunnel b. Pengelakan berupa saluran terbuka / diversion channel ¢. Pengelakan pada sebagian lebar sungai dengan saluran terbuka atau gorong-gorong. Dalam persiapan pelaksanaan pengelak sungai perlu dikaji ulang mengenai hal-hal sebagai berikut : a. Karakteristik dari DAS antara lain frekuensi kejadian banjir, debit banjir, volume banjir dan lamanya banj Kondisi topografi sungai, lebar sungai, adanya kelokan/meander Kondisi geologi dari pondasi saluran pengelak dan bendungan pengelak Kondisi topografi dan geologi bangunan inlet dan outlet, Jangka waktu pelaksanaan konstruksi bendungan ‘Tingkat bahaya di daerah hilir apabila terjadi kerusakan pengelak mepes Penentuan debit banjir rencana berdasarkan ketentuan pada Standar yang berlaku. Penentuan dimensi saluran pengelak dan tinggi bendungan pengelak /cofferdam berdasarkan perbandingan beberapa altematif yang dipilih dengan tinjauan yang paling aman dan ekonomis. 3.2. Prosedur Pengelakan Sungai Saluran pengelak diperlukan untuk mengalihkan aliran sungai selama_periode pelaksanaan konstruksi bendungan. Perlu dikaji periode ulang banjir yang ditetapkan pada saat desain dan jadwal pelaksanaan konstruksi. Apabila jadwal pelaksanaan berubah maka penetapan periode ulang debit banjir perlu ditinjau kembali. Setelah pekerjaan saluran pengelak selesai dibangun, dilanjutkan dengan tahap pengelakan sungai (river diversion), dengan membuat bendungan pengelak sementara (temporary cofferdam). Setelah air sungai diclakkan ke saluran pengelak, dilanjutkan dengan pembuatan bendungan pengelak (cofferdam), baik dihulu maupun dihilir lokasi bendungan utama akan dibangun, Kadang-kadang bekas terowong pengelak, dimanfaatkan untuk penempatan pipa pengambilan. Pada kondisi seperti ini diperlukan pengaturan urutan pekerjaan yang teliti, terkait dengan musim banjir. 2B Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan 3.3 Pelaksanaan Saluran Pengelak 3.3.1 Pekerjaan Penggalian Terbuka (Open Excavation) Selama melakukan pekerjaan penggalian, kontrol survai harus terus menerus dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan dari batas galian sesuai gambar disain. Jika ditemui adanya galian batu, Pelaksana wajib untuk mengajukan usulan galian batu (rock excavation), untuk kemudian dilakukan inspeksi bersama dengan Pengawes dan Direksi Pekerjaan. Untuk galian batu dengan peledakan harus dilakukan dengan hati hati agar tidak terjadi rongga yang berlebihan (over break) dan kerusakan yang membahayakan struktur batuan pondasi, oleh karenanya harus dilakukan dengan uji coba peledakan / trial blasting terlebih dahulu. Perlu rencana detail pelaksanaan mengenai cara dan alat yang dipakai, terkait dengan kondisi geologi. 3.3.2 Pekerjaan Penggalian Terowong Keadaan geologi daerah yang akan ditembus terowong_menentukan metode galian yang Gipakai. Pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan cara bergiliran satu, dua, atau tiga kelompok kerja (shift) per hari agar cepat selesai. Urutan pelaksanaan dengan metode peledakan sebagai berkut : Persiapan alat-alat penggalian Pengeboran Pengisian Iubang-lubang dengan bahan peledak. Peledakan ‘Ventilasi untuk mengeluarkan debu. Pengangkatan hasil peledakan Pengeluaran dan pengeringan air tanah Pemasangan konstruksi pendukung a b. & a. e £ 8. h Pembetonan (Lining Conerete) Pembetonan dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut : Pembetonan pada lantai kerja. Pengukuran kembali penampang galian Pemasangan pembesian Pemasangan cetakan atau formwork Pengecoran / pembetonan dilaksanakan blok-perblok. ppege Detail pelaksanaan pekerjaan terowong disajikan pada Bab VII. ‘Metode penyumbatan saluran pengelak (plugging) : a. Pembongkaran beton lining dan galian batu pada bagian sumbat, kemudian konstruksi gerigi penyumbat (shear-key) dilaksanakan beserta beton penyumbat. Cara ini memerlukan waktu untuk pembongkaran lining sedangkan waktu penyumbatan terbatas pada waktu musim kemarau. ». Konstruksi gerigi penyumbat dilaksanakan bersamaan pada waktu pelaksanaan terowong, pada waktu penutupan hanya ditambah beton penyumbat. Perlu “ Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan diperhatikan hubungan antara beton lama berupa lining dengan beton baru berupa gerigi penyumbat. Beton penyumbat harus menumpu pada permukaan batuan pondasi yang keras. Bila diperlukan perkuatan batuan pondasi dapat dilaksanakan dengan pemasangan angker (rock-bolt) dan shoterete, kemudian grouting konsolidasi dapat dilaksanakan. Bersamaan dengan pelaksanaan penyumbatan, lubang sumbat dipasang untuk saluran rembesan air dan juga berfungsi sebagai galeri inspeksi. Proses pendinginan beton (cooling concrete) perlu dilaksanakan untuk mengatasi kenaikan temperatur pada waktu pembetonan. 3.4 Pelaksanaan Bendungan Pengelak (Cofferdam) Setelah pekerjaan pengalihan sungai berupa saluran atau terowong pengelak selesai dibangun, maka pekerjaan selanjutnya adalah bendungan pengelak (cofferdam), schingga terjadilah pengalihan aliran sungai melalui saluran pengelak atau terowong pengelak. Pengalihan air dilaksanakan pada musim kering, dimana debit sungai Kecil, schingga lebih mudah pelaksanaannya, Apabila pengalihan sungai terpaksa dilaksanakan pada musim hujan maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Siapkan material timbunan dengan ukuran 20 mm sampai 50 mm dengan gradasi tertentu yang telah direncanakan dengan volume yang cukup didekat lokasi timbunan bendungan pengelakadi sisi kiri dan kanan sungai b. Siapkan peralatan berat yang cukup di sisi sungai, sehingga penimbunan dapat dilaksanakan serentak dimulai dari tepi kiri dan kanan sungai ¢. Bendungan pengelak sementara (primary cofferdam) juga dibuat baik dihulu maupun ihilir, apabila diperlukan. Pembuatan bendungan pengelak s diawali dengan menimbun sungai batu-batu keeil dan kemudian tanah, mentara pada sungai yang alirannya cukup deras, sngan batu-batu besar/blok-blok beton, diikuti dengan Setelah bendungan pengelak sementara selesai, segera pekerjaan galian pondasi bendungan pengelak dimulai. Karena bendungan pengelak harus stabil mampu menahan banjir rencana, maka syarat pelaksanaan pondasi dan timbunan, sama dengan bendungan utama. Pada pelaksanaan bendungan pengelak selebar sungai, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Penggalian pondasi diselesaikan lebih dahulu agar tidak mengganggu pelaksanaan timbunan >. Jalan hantar dan material timbunan disiapkan terlebih dahulu ¢. Bendungan pengelak akan menjadi kesatuan dengan tubuh bendungan utama, sehingga pelaksanaan timbunan sama dengan bendungan utama 4. Saluran pengelak dapat difungsikan sebagai saluran pengambilan dan pengeluaran setelah selesainya pengelakan sungai 1s Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Urugan | Orissa g ry | Tee OTT EET ETD LETT wepiogso ‘ueunaiad iepiyo0 'sepuog ubieo wepED ueseyBucquog eRe UES HH TETEST BOOTS TS eo} prewdueg vanes p10 Usp | vedepig BusaH00 Sc A Pot Ss IVONDS NVVI3ON3d NVVNVS)V1ad “WMave 16