Anda di halaman 1dari 12

iii

MAKALAH KIMIA
Tata Nama Senyawa Kimia
DI
S
U
S
U
N
OLEH

X.1
2015/2016
SMA NEGERI 2 BANTAENG

[Type the company name] | [Type the company address]

iii

KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada
Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas
makalah ini guna memenuhi tugas mata pelajaran Kimia.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi
teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Tata Nama Senyawa
Kimia, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi,
dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang
dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para siswa-siswi kelas X 1 SMAN 2
BANTAENG. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna.
Untuk itu,

kepada

dosen

pembimbing

saya

meminta

masukannya

demi

perbaikan

pembuatan makalah saya di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca.
Bantaeng,13 Desember 2015
Penyusun

[Type the company name] | [Type the company address]

iii

Daftar Isi
Sampul Depan------------------------------------------------------------------------------------------ i
Kata Pengantar----------------------------------------------------------------------------------------- ii
Daftar Isi------------------------------------------------------------------------------------------------iii
Pendahuluan-------------------------------------------------------------------------------------------- 1
A. Latar Belakang-------------------------------------------------------------------------------- 1
B. Rumusan Masalah---------------------------------------------------------------------------- 1
C. Tujuan/Manfaat Penulisan------------------------------------------------------------------- 1
Pembahasan--------------------------------------------------------------------------------------------- 2
A. Tata Nama Senyawa Sederhana------------------------------------------------------------- 2
1. Tata Nama Senyawa Anorganik-------------------------------------------------------- 2
2. Tata Nama Senyawa Organik----------------------------------------------------------- 7
Penutup--------------------------------------------------------------------------------------------------8
A. Kesimpulan------------------------------------------------------------------------------------8
B. Saran--------------------------------------------------------------------------------------------8
Daftar Pustaka

[Type the company name] | [Type the company address]

iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
manusia tidak terlepas dari berbagai bentuk masalah dalam
kehidupan, olehnya para ilmuan selalu mengkaji persoalan yang
terjadi baik dalam lingkungan maupun alam secara keseluruhan.
Dengan hal tersebut sejarah perkembangan yang diangkat lewat
latar belakang ini adalah sejarah perkembangan tata nama
senyawa kimia dan pengolongannya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan
beberapa hal yang menjadi masalah sebagai berikut :
1. Menjelaskan pengelompokan tata nama senyawa kimia
C. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
1. Untuk memperoleh gambaran tentang pandangan konsep kimia
2. Untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya
ilmu kimia terutama yang berkaitan dengan tata nama senyawa
kimia.
3. Agar mampu menjelaskan dan memahami tentang tata senyawa
kimia.

[Type the company name] | [Type the company address]

iii

BAB II
PEMBAHASAN
A. Tata Nama Senyawa Sederhana
Tata nama senyawa disusun berdasarkan aturan IUPAC
(International Union of Pure and Applied Chemistry).
1. Tata Nama Senyawa Anorganik
a. Tata Nama Senyawa Biner
Senyawa Biner adalah senyawa yang dibentuk dari dua
unsur, yang berasal dari satu unsur logam dan satu unsur
nonlogam atau dari dua unsur nonlogam.
1) Tata Nama Senyawa Biner Logam dengan Nonlogam
a) Logam yang mempunyai satu bilangan oksidasi (alkali,
alkali tanah, dan aluminium). Penamaanya dengan
menyebutkan nama logam di depan dan kemudian nama
nonlogam diikuti akhiran ida.
Logam + Nonlogam ida
Contoh:
NaBr = Natrium Bromida
MgBr2 = Magnesium Bromida
Na2O = Natrium Oksida
CaS
= Kalsium Sulfida
K2O
= Kalium Oksida
b) Logam yang mempunyai lebih dari 1 bilangan oksidasi,
penulisan nama logam di depan disertai menuliskan
bilangan oksidasi dengan angka Romawi dalam tanda
kurung dan nama nonlogam di belakang diakhiri dengan
akhiran ida.
Logam + (bilangan oksidasi logam) + nonlogam ida
Contoh:
CuCI
SnO

= Tembaga (I) Klorida


= Timah (II) Oksida
[Type the company name] | [Type the company address]

iii

CuCI2
SnO2

= Tembaga (II) Klorida


= Timah (IV) Oksida

Senyawa-senyawa yang dihasilkan tersebut berupa


senyawa ion karena terbentuk dari atom yang bermuatan
positif dan negatif, dengan cara serah terima elektron.
Contoh: Kalsium Klorida (CaCI2) terbentuk dari ion Ca2+
dan CI , natrium oksida (Na2O), terbentuk dari ion Na+
dan O2-.
Cara lain menuliskan persamaan unsur logam yang
memiliki bilangan oksidasi lebih dari satu yaitu sebagai
berikut:
i.
ii.

Unsur logam dengan bilangan oksidasi kecil ditulis


dengan akhiran o.
Unsur logam dengan bilangan oksidasi besar ditulis
dengan akhiran i.
Contoh:

FeCI2 = Fero Klorida


(Bilangan oksidasi Fe
= +2 => lebih kecil)
FeCI3 = Feri Klorida
(Bilangan oksidasi Fe
= +3 => lebih besar)
CuCI = Kupro Klorida
(Bilangan oksidasi Cu
= +1 => lebih kecil)
CuCI2
= Kupri Klorida
(Bilangan oksidasi
Cu = +2 => lebih besar)
2) Tata Nama Senyawa Biner Nonlogam dengan Nonlogam
a) Atom yang c enderung bermuatan positif diletakkan
didepan, sedangkan atom yang cenderung bermuatan
negatif diletakkan dibelakang dengan urutan berikut ini:
B Si C Sb As P N H Te Se S I Br CI O
F
Contoh:
Amonia

NH3 bukan H3N

[Type the company name] | [Type the company address]

iii

Air
=
H2O bukan OH2
b) Senyawa dari dua jenis unsur nonlogam diberi nama
kedua unsur yang bersangkutan, diberi akhiran ida.
i. Atom nonlogam yang hanya membentuk satu
senyawa dengan atom lain, maka atom yang
cenderung bermuatan posifit diletakkan di depan
dan atom yang cenderung bermuatan negatif
diletakkan di belakang dengan akhiran ida.
Nonlogam (+) + nonlogam (-) ida
Contoh:

ii.

H2S
=
Hidrogen Sulfida
HBr
=
Hidrogen Bromida
HCI
=
Hidrogen Klorida
Pasangan atom yang bersenyawa membentuk lebih
dari satu jenis senyawa diberi nama dengan
menyatakan jumlah atom tiap unsur dan diakhiri
dengan ida. Angka indeks dalam bahasa Yunani
yaitu:
1 = Mono
7 = Hepta
2 = Di
8 = Okta

3 = Tri
4 = Tetra

5 = Penta
6 = Heksa

Jumlah atom nonlogam + jumlah atom


nonlogam ida
Namun, bila indeks 1 dimiliki unsur pertama, maka
angka indeks tidak perlu disebutkan.
Contoh:

NO = Nitrogen Oksida
CCI4 =
Karbon Tetraklorida
NO2 = Nitrogen Dioksida
SO3 =
Belerang Trioksida
N2O5 = Dinitrogen Pentaoksida
[Type the company name] | [Type the company address]

iii

CI2O7 =

iii.

Dikloro Heptaoksida

Untuk senyawa-senyawa yang sudah umum dikenal


tidak perlu menggunakan aturan tersebut.
Contoh:

NH3 = Amonia
HO = Air
b. Tata Nama Senyawa Poliatomik
Senyawa Poliatomik merupakan senyawa yang berasal dari
ion-ion poliatomik. ion poliatomik adalah ion yang terdiri dari
dua atom atau lebih atom-atom yang terikat bersama-sama
dan membentuk ion, baik ion positif (kation) maupun ion
negatif (anion).
Anion poliatomik terbentuk dari atom nonlogam dengan
oksigen (anion beroksigen). Tata nama senyawa poliatomik
sesuai cara berikut ini:
1) Untuk anion sejenis dengan jumlah oksigen berbeda yaitu
jika mengandung oksigen lebih banyak namanya diberi
akhiran at, jika oksigen lebih sedikit namanya diberi
akhiran it.
Contoh:
SO32= Sulfit
NO3 = Nitrat
So42= Sulfat
NO2 = Nitrit
2) Untuk anion yang mengandung jumlah oksigen sampai 4,
penamaannya yaitu ion yang mengandung oksigen paling
sedikit diberi awalan hipo- dan akhiran it, jika mengandung
oksigen paling banyak diberi awalan per- dan akhiran at.
3) Penamaan senyawa poliatom diawali dengna menyebutkan
nama kation kemudian anionnya

[Type the company name] | [Type the company address]

iii

Contoh:
Na2SO3 = Natrium Sulfit
Na2SO4 = Natrium Sulfat
Na3PO3 = Natirum Fosfit
Na3PO4 = Natrium Fosfat
c. Tata Nama Senyawa Asam dan Basa
1) Senyawa Asam
Asam merupakan senyawa yang mengandung kation H+
dan suatu anion.
a) Senyawa asam oksi (asam poliatom)
i. Unsur nonlogam hanya membentuk satu senyawa
berakhiran at.
Contoh: H2SO4
ii.

Asam Sulfat

Nonlogam yang memebentuk 2 jenis asam, dengan


oksigen sedikit berakhiran it, oksigen banyak
berakhir at.
Contoh:

iii.

H2SO3
=
Asam Sulfit
HNO2
=
Asam Nitrit
H2SO4
=
Asam Sulfat
HNO3 =
Asam Nitrat
Senyawa asam oksihalogen, penamaan pada
bilangan oksidasi atau jumlah oksigennya.
Contoh:

HCIO
=
Asam Hipoklorit
HCIO3
=
Asam Klorat
HCIO2
=
Asam Klorit
HCIO4
=
Asam Perklorat
b) Asam nonoksi, penamaan pada unsur nonlogam diberi
akhiran ida.
Asam + Nama Nonlogam ida
[Type the company name] | [Type the company address]

iii

Contoh:
HCI = Asam klorida
HBr = Asam Bromida
H2S = Asam Sulfida
2) Senyawa Basa
Basa adalah senyawa yang dalam larutannya mengandung
ion hidroksida (OH)
a) Basa dari logam dengan bilangan oksidasi tunggal.
Logam + Hidroksida
Contoh:
CuOH
Cu(OH)2
Co(OH)2
Co(OH)3
2. Tata Nama Senyawa

=
Tembaga (I) Hidroksida
=
Tembaga (II) Hidroksida
=
Kobalt (II) Hidroksida
=
Koblat (III) Hidroksida
Organik

Senyawa organik yang mempunyai komponen penyusun


terbesar atom C,H, dan O. Senyawa organik mempunyai tatan
nama khusus. Dibawah ini beberapa senyawa organik beserta
nama lazimnya:

CH4
CHCI3
C2H6
C2H5COOH
CH3COOH
C6H12O6
C2H5OH
C12H22O11

= Metana
= Kloroform
= Etana
= Asam Propanoat
= Asam Aseta
= Glukosa
= Etanol
=
Sukrosa

[Type the company name] | [Type the company address]

iii

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam makalah ini kita mengetahui Tata nama kimia adalah serangkaian
aturan persenyawaan-persenyawaan kimia yang disusun secara sistematis. Tata
nama kimia disusun berdasarkan aturan IUPAC (International Union of Pure and
Applied Chemistry).

B. Saran
Saran dari penulis yaitu marilah kita terus belajar agar ilmu dapat selalu bertambah.

[Type the company name] | [Type the company address]

iii

DAFTAR PUSTAKA
http://bisakimia.com/2013/10/25/tata-nama-senyawa-sederhana/
http://bisakimia.com/2013/10/25/tata-nama-senyawa-sederhana/2/

[Type the company name] | [Type the company address]