Anda di halaman 1dari 5

HIPERTENSI

Pencegahan dan Pengobatan


Cara untuk mencegah terkena penyakit hipertensi dengan pola hidup sehat, yaitu :

1. Olahraga yang cukup


2. Tidak merokok
3. Tidak minum alkohol
4. Mengatur pola makan
5. istirahat cukup dan tidak stress
6. Dengan cara medis
7. Dengan cara tradisional
Pencegahan hipertensi dengan olahraga yang cukup

Olahraga yang dianjurkan bagi orang yang resiko tinggi terkena hipertensi adalah :
1. Aerobik, meliputi jalan santai, jogging, lari, bersepeda, renang secara teratur.
2. Olahraga rileks seperti yoga dan meditasi.
Selain dapat memperlancar peredaran darah, olahraga dapat pula membakar lemak sehingga
tidak kelebihan berat badan.
Latihan olahraga yang dianjurkan meliputi tahap-tahap : pemanasan,
peregangan, latihan inti, pendinginan/cool down, peregangan. Olahraga
yang baik yaitu yang dapat membakar energi 10 sampai 20 kalori/kg
berat badan. Denyut nadi optimal setelah latihan berkisar 65 sampai 80
%. Sebelum olahraga, rencanakan secara seksama : macam latihan yang
akan dikerjakan, frekuensi latihan, intensitas latihan dan lama latihan.

Pencegahan hipertensi dengan tidak merokok

Cara untuk menghindari pengaruh rokok yaitu :


1. Sebaiknya menghindari daerah yang terkena asap rokok, atau tutuplah
hidung jika terpaksa melintas di daerah dengan asap rokok.
2. Jika Anda seorang perokok, kurangilah jumlah batang rokok, lama
menghisap, kekuatan menghisap dan banyak hisapan.
3. Jika Anda pernah merokok, berhentilah merokok sama sekali dengan niat
yang penuh.
Menghentikan merokok secara total mungkin sulit dilakukan, tetapi peluang untuk kembali merokok
lebih kecil jika dibanding dengan cara mengurangi perlahan-lahan. Suksesnya seseorang untuk
berhenti merokok tergantung pada niat dari dalam diri perokok itu sendiri.

Pencegahan hipertensi dengan tidak minum alkohol

Hipertensi dapat dihindari dengan tidak mengkonsumsi


alkohol. Minuman beralkohol banyak macamnya, baik yang
dibuat oleh pabrik maupun tradisional. Semuanya akan
membahayakan bagi penderita hipertensi. Oleh karena itu
hindarilah minum minuman beralkohol.
Selain minuman, alkohol dapat pula terkandung dalam
makanan seperti tape dan brem.
Hindarilah minum air tape. Hindarilah hipertensi dengan
tidak pernah mencoba minum alkohol ! Hentikan sedini
mungkin, bagi yang pernah atau sedang meminumnya.
Pencegahan hipertensi dengan mengatur pola makan
Perbanyaklah minum air putih. Cara makan yang baik adalah sedikit-sedikit tetapi sering, bukan
makan banyak tetapi jarang. Kandungan zat dalam menu makanan juga harus diperhatikan,
meliputi
1. Diet rendah garam
Asupan garam yang diperlukan pada orang sehat sekitar 3-5 gram (setara 1 sendok teh) per
hari. Jika tubuh banyak berkeringat, sering buang air kecil serta diare maka memerlukan
asupan garam yang lebih. Kelebihan garam dapat menyebabkan hipertensi, resiko dehidrasi
dan kram, darah mengental (penyebab penyakit jantung dan stroke), mengikat cairan yang
banyak serta dapat mengendap di pergelangan kaki dan daerah tengah tubuh.

Diet rendah garam diperlukan terutama pada orang yang punya potensi tinggi hipertensi,
dapat dilakukan dengan cara :
1. Gunakan garam sebagai bumbu masakan secukupnya
saja, perbanyak rempah dan kurangi garam.
2. Jangan menambahkan garam pada hidangan yang siap
disantap. Jauhkan garam dari meja makan.
3. Kurangi minum minuman bersoda, minuman kaleng dan
botol. Minuman bersoda dan berpengawet banyak
mengandung sodium (Natrium).

Minuman kaleng/botol bersoda


4. Kurangi makan daging, ikan, kerang kepiting dan susu,
camilan/snack yang asin dan gurih.
5. Hindari makan makanan ikan asin, telur asin, otak,
vetsin (Monosodium glutamate/MSG), soda kue, jeroan,
sarden, udang dan cumi-cumi.
6. HindariMakanan yang dianjurkan seperti sayuran segar,
buah segar, tempe, tahu, kacang-kacangan, ayam dan
telur.
2. Diet rendah kolesterol
Makanan yang dimakan sebaiknya mengandung lemak baik (meningkatkan HDL) dan sedikit
mengandung lemak jahat seperti kolesterol (menurunkan LDL). Diet rendah kolesterol dapat
dilakukan dengan cara :
1. Kurangi makan makanan yang mengandung gula murni, daging, ayam, kuning telur dan
sarden
2.

Hindari makan makanan seafood, otak, jeroan, lemak hewani, mentega, susu full
cream.

3. Makanan yang dianjurkan meliputi sayuran, buah, minyak nabati (kecuali minyak
kelapa), putih telur, ikan, kacang-kacangan dan minyak zaitun Jika sudah mencapai berat
badan ideal, jangan melakukan diet terlalu keras. Imbangi dengan pola makan sehat,
mengandung sumber energi, pembangun tubuh, pelindung serta pengatur tubuh.
Sumber energi ideal adalah 12-15 % protein, 30-35 % lemak dan 50-60 % karbohidrat.
Pencegahan

hipertensi

dengan

istirahat

cukup

tidak

stress

Istirahat dapat mengurangi ketegangan dan kelelahan otot bekerja sehingga mengembalikan
kesegaran tubuh dan pikiran. Istirahat dengan posisi badan berbaring dapat mengembalikan
aliran darah ke otak. Berusahalah untuk beristirahat setelah beberapa saat melakukan
kesibukan rutinitas.
Oleh karena tekanan darah dapat meningkat jika orang terkena stres, maka
hindarkanlah kegiatan dan tempat-tempat yang dapat menyebabkan stres.
Rekreasi ke tempat-tempat sejuk, rindang, alam bebas dan daerah yang
berbeda dengan kegiatan sehari-hari dapat pula menjadi pilihan mengurangi
stres.
Cara lain untuk mengurangi stres adalah dengan hipnoterapi, pijat, refleksi.
Kunjungi psikolog untuk membantu memecahkan masalah, jika stres terjadi
karena adanya masalah yang rumit.
Pencegahan

hipertensi

dengan

cara

medis

Pengobatan bagi penderita hipertensi dapat dilakukan dengan cara medis melalui dokter dan
tenaga para medis lainnya, serta cara tradisional dengan memanfaatkan ramuan dan terapi
yang
ada
secara
turun
temurun
dalam
masyarakat.
Bagi orang yang memiliki resiko tinggi terkena hipertensi, lakukanlah pemeriksaan diri ke
dokter secara berkala. Mencegah lebih baik dan lebih mudah dari pada mengobati.
Pengobatan hipertensi harus menurut petunjuk dokter. Jangan minum obat tanpa petunjuk
dari dokter, karena dapat menimbulkan kekebalan terhadap obat tertentu dan kerusakan
ginjal.
Obat yang dapat digunakan pada penderita hipertensi diantaranya menggunakan obat untuk
memperlebar pembuluh darah (vasodilator), obat yang mengubah kecepatan kontraksi otot
jantung, obat untuk menurunkan tekanan darah (antihipertensi), obat pelancar air
seni (diuretic) agar sisa metabolisme yang ada dalam darah keluar bersama urine, sehingga
darah tidak terlalu kental.
Pencegahan hipertensi dengan cara tradisional
Banyak ramuan tradisional yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Beberapa
ramuan sudah diteliti secara laboratoris. Contoh bahan yang berkhasiat menurunkan
tekanan darah : cincau hijau, daun dan buah alpukat, mengkudu masak (pace), mentimun,
daun seledri, daun selada air, bawang putih, daun dan buah belimbing bintang, buah
belimbing wuluh, daun tapak dara, akar papaya, rambut jagung serta adas pulowaras. Jika
tekanan darah sudah kembali normal, dapat dihentikan pemakaiannya. Pemakaian
berlebihan dapat menurunkan tekanan darah di bawah normal.
Cara tradisional yang dapat menurunkan tekanan darah seperti refleksi (pijatan) dan
akupunktur pada tempat tertentu.