Anda di halaman 1dari 7

UPAYA OPTIMALISASI PELAKSANAAN DISKUSI REFLEKSI KASUS

DI RUANG DAHLIA 5 RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA


A. Pelaksanaan Diskusi Refleksi Kasus
1. Pelaksanaan
a. Langkah-langkah Kegiatan
Berdasarkan permasalahan yang telah ditemukan, maka akan dilakukan upaya untuk
mengoptimalkan pelaksanaan edukasi dengan langkah kegiatan sebagai berikut:
Tabel 4. Langkah Kegiatan Optimalisasi Pelaksanaann DRK
Di Ruang Dahlia 5 RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Tanggal 1-7 Januari 2016
No

Kegiatan

Pelaksanaan

A Persiapan
1
Konsultasi
Ners Muda
dengan
Pembimbing
Akademik,
Kepala ruang,
PN dan KFK

Tujuan

Waktu

Tempat

Materi
mengenai
permasalah
an yang
terdapat di
Ruang
Dahlia 5

Tersusun
Materi di
Ruang Dahlia
5

1-6
Januari
2016

Ruang
Dahlia 5,
PSIK
UGM

Memahami
peraturan
protap DRK

Memiliki
1-4
kesiapan untuk Januari
melakukan
2016
sosialisasi
peraturan DRK

Ruang
Dahlia 5

Mempelajari
peraturan DRK

Koordinasi
Ners Muda
dengan kepala
ruang, PN,
KFK dan AN
mengenai materi
DRK

Terpilihnya
tema

Terpilihnya
tema Prinsip 7
Benar
Pemberian
Obat

1-5
Januari
2016

Ruang
Dahlia 5

Menentukan
moderator dan
penyaji

Ners Muda,
PN, KaRu,
KFK

Terpilihnya
moderator
dan penyaji

Moderator :
Riana M,
AMK
Penyaji:
Asni I, S.Kep.
Ns

4
Januari
2016

Ruang
Dahlia 5

Ners Muda,
PN, KaRu,

Terselengga
ra DRK

DRK
terlaksana
dengan peserta

7 Januari
2016

Ruang
Dahlia 5

B Pelaksanaan
1
Melakukan
DRK tentang
Penerapan

Ners Muda

Sasaran

Prinsip 7 Benar
Pemberian Obat

AN

C Evaluasi
1
Evaluasi
Ners muda
pelaksanaan
diskusi refleksi
kasus

16 orang

Kepala
Terlaksananya
ruang, PN, diskusi refleksi
dan AN
kasus sesuai
dengan materi
yang
ditetapkan,
antusiasme
peserta dan
kehadiran

7 Januari Ruang
2016
Dahlia 5

b. Jadwal Kegiatan
Tahap pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencaaan kegiatan yang dibuat sebelumnya.
Berikut jadwal pelaksanaan kegiatan DRK
Tabel 5. Jadwal Kegiatan Optimalisasi Pelaksanaan DRK
Di Ruang Dahlia 5 RSUP Dr Sardjito Yogyakarta 1-7 Januari 2016
No
Kegiatan
A Persiapan
1. Konsultasi
dengan
Pembimbing
Akademik, Kepala ruang, PN, KFK
terkait pelaksanaan DRK
2.

Mempelajari peraturan DRK

3.

Koordinasi dengan kepala ruang, PN,


dan AN mengenai materi DRK

4.

Menentukan fasilitator dan penyaji

B Pelaksanaan
1. Melakukan DRK tentang Penerapan
Prinsip 7 Benar Pemberian Obat
C Evaluasi
1. Evaluasi pelaksanaan diskusi refleksi
kasus
Keterangan :

1
X

Tanggal 1-7 Januari 2016


2
4
5
6
X
X

X : Perencanaan
: Pelaksanaan
c. Anggaran Biaya
Tabel 6. Anggaran Biaya Kegiatan Optimalisasi Pelaksanaan DRK
Di Ruang Dahlia 5 RSUP Dr Sardjito Yogyakarta 1-7 Januari 2016
No
1
2

Kebutuhan
Print
Foto Copy
Jumlah

Rp
Rp
Rp

Rencana
5.000,00
10.000,00
15.000,00

Rp
Rp
Rp

Realisasi
3.150,00
11.760,00
14.910,00

2. Evaluasi
a. Ketentuan Evaluasi
Tabel. 7 Ketentuan Evaluasi Kegiatan Optimalisasi Proses DRK
Di Ruang Dahlia 5 RSUP Dr Sardjito Yogyakarta 1-7 Januari 2016
No
1.
No
1.
2.
3.
4.
5.

Komponen Evaluasi

Dilaksanaka

Tidak

DRK dilakukan 1 kali dalam bulan Januari 2016

Komponen Evaluasi
Hal yang dievaluasi
Subyek yang dievaluasi
Evaluator
Sample
Instrumen evaluasi

6. Metode evaluasi
7. Waktu
8. Tempat
9. Kriteria evaluasi
Sumber: Hasil observasi, 7 Januari 2016

DRK
Kepatuhan kepada aturan
Perawat Ruang Dahlia 5
Ners muda bersama KaRu, PN dan AN
16 orang yang hadir
Instrumen observasi penilaian diskusi refleksi
kasus dan antusiasme
Observasi
Kamis, 7 Januari 2016
Ruang Perawat Dahlia 5
Terlaksana 1 Kali dengan pencapaian 80%

B. Hasil Evaluasi Diskusi Refleksi Kasus


Hari, tanggal
Waktu
Tempat
Kasus
Penyaji
Moderator
Jumlah peserta

: Kamis, 7 Januari 2016


: 08.00 08.30 WIB
: Ruang Perawat Dahlia 5
: Penerapan Prinsip Tujuh Benar Pemberian Obat
: Asni Indrayani S.Kep., Ns
: Riana Mauliandari, AMK
: 16 orang yang hadir

Tabel 8. Instrumen Observasi Penilaian Pelaksanaan Diskusi Refleksi Kasus

Di Ruang Dahlia 5 IRNA I RSUP Dr. Sardjito 7 Januari 2016


Petunjuk pengisian: berikan tanda () untuk jawaan ya dan (0) untuk jawaban tidak
No

Aspek yang dinilai

A Persiapan
1 Alat tulis
2 Menentukan penyaji (perawat/ tenaga
kesehatan lain)
3 Laporan
kasus
yang
akan
didiskusikan
4 Menentukan fasilitator/moderator
5 Mengundang peserta
6 Mempersiapkan tempat diskusi
2. B Pelaksanaan
1 Fasilitator membuka diskusi dengan
doa
2 Menyampaikan aturan dan tujuan
diskusi
3 Melakukan kontrak waktu
4 Penyaji menyampaikan kasus diskusi
5 Fasilitator memberikan kesempatan
kepada peserta untuk mengajukan
pertanyaan
6 Fasilitator mengatur jalannya diskusi
3. C Evaluasi
1 Fasilitator bertanya kepada peserta
tentang manfaat yang diperoleh dari
diskusi
2 Memberikan reinsforcement positif
kepada penyaji dan peserta
3 Membuat
kontrak
pertemuan
selanjutnya
4 Mengakhiri kegiatan dengan baik
5 Membuat laporan hasil DRK dengan
dilampiri undangan dan daftar hadir
6 Menyimpan laporan DRK dilampiri
dengan undangan dan daftar hadir
7. Fasilitator menutup diskusi dengan
doa bersama dan saling berjabat
tangan
Total
Nilai (%)

Hasil Pelaksanaan
Pre
Intervensi

Post
intervensi

0
0

0
0
0

0
0
0

0
0

0
0%

17
89,47 %

1.

Keterangan

Observer : Evita Listyaningrum


Sumber: Hasil observasi kegiatan DRK, Kamis, 7 Januari 2016
Tabel 9. Evaluasi Pelaksanaan Protap Diskusi Refleksi Kasus Keperawatan
Di Ruang Dahlia 5 RSUP Dr. Sardjito 7 Januari 2016
Item Evaluasi
Nilai Hasil
Penilaian

Hasil Seelumnya
0%

Hasil Instrumen
Evaluasi
89,47 %

Target

Keterangan

80%

Target tercapai

C. Analisa dan Pembahasan


Diskusi Refleksi Kasus (DRK) merupakan suatu bentuk metode pembelajaran dengan
merefleksikan pengalaman tenaga keperawatan yang aktual dan menarik dalam memberikan
dan mengelola asuhan keperawatan di lapangan melalui suatu diskusi kelompok yang
mengacu pada pemahaman standar yang ditetapkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
mengembangkan profesionalisme perawat dan merupakan salah satu wahana untuk
menyelsesaikan permasalahan yang terjadi dalam praktek keperawatan dengan mengacu
pada standar keperawatan yang telah ditetapkan.
Kegiatan DRK di Ruang Dahlia 5 dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Januari 2016 pada
pukul 08.00 di Ruang Perawat Dahlia 5. Kegiatan ini dihadiri oleh 16 peserta dengan materi
diskusi yakni Penerapan Prinsip Tujuh Benar Pemberian Obat dengan penyaji mbak Asni
Indrayani S.Kep., Ns dan sebagai fasilitator adalah mbak Riana Mauliandari, AMK.
Kegiatan diskusi diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh fasilitator, selanjutnya
fasilitator menjelaskan peraturan yang harus ditaati oleh peserta selama kegiatan
berlangsung dan kontrak waktu terlebih dahulu. Selanjutnya fasilitator mempersilahkan
penyaji untuk menyampaikan kasus terkait dengan materi yang telah disepakati bersama.
Pada saat pelaksanaan kegiatan diskusi seluruh peserta terlihat antusias dan memperhatikan
materi yang sedang dibahas. Pada kegiatan ini yang dibahas antara lain keselamatan pasien
dalam pemberian obat-obatan, penerapan prinsip 7 benar dalam pemeberian obat yang terdiri
dari: 1) benar pasien, 2) benar obat, 3) benar dosis, 4) benar waktu, 5) benar rute/cara
pemberian, 6) benar informasi, 7) benar dokumentasi
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa pencapaian
kegiatan diskusi refleksi kasus adalah 89,47 %. Artinya kegiatan diskusi refleksi kasus yang
dilaksanakan dengan baik. Peserta diskusi terlihat antusias dan hampir semua peserta secara
aktif mengikuti kegiatan diskusi. Pada akhir kegiatan fasilitator menyimpulkan hasil

kegiatan diskusi refleksi kasus yang telah dilaksanakan kemudian ditutup dengan berdoa
bersama.
D. Faktor Pendukung
1

Adanya dukungan dari kepala ruang, PN, KFK dan AN untuk pelaksanaan kegiatan

tersebut.
Adanya bantuan dari perawat Ruang Dahlia 5 dalam pemilihan materi kasus yang akan

dibahas dalam kegiatan DRK


Ketersediaan tempat dan fasilitas yang mendukung untuk pelaksanaan kegiatan DRK

E. Kendala
Perencanaan kegiatan DRK sulit dilakukan jika akan dilaksanakan pada tanggal tertentu
karena menyesuaikan dengan kondisi bangsal dan kesibukan kegiatan bangsal.
F. Kesinambungan
1. Kepala ruang bersama dengan perawat di ruangan perlu mendiskusikan mengenai
rencana pelaksanaan DRK secara rutin sehingga tercipta komitmen bersama.
2. Pelaksanaan DRK di Ruang Dahlia 5 hendaknya sesuai dengan protap DRK yang telah
ditetapkan sehingga tujuan dari DRK dapat tercapai dan masalah internal perawat yang
terjadi di ruangan dapat terpecahkan.
3. Kegiatan DRK hendaknya dilaksanakan setiap satu bulan sekali sesuai dengan jadwal
yang telah ditetapkan bersama. Kepala ruang berperan dalam menyusun program
pelaksanaan kegiatan DRK tahun 2016, dengan harapan pelaksanaan DRK secara
teratur dan berkesinambungan ini dapat meningkatkan dan mengembangkan
profesionalisme keperawatan.
G. Refleksi
Gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam kegiatan Diskusi Refleksi Kasus (DRK) ini
adalah gaya kepemimpinan konsultatif yakni dalam merancang kegiatan ners muda terlebih
dahulu berkonsultasi dengan Kepala Ruang, PN, dan Ketua KFK dilanjutkan dengan
mengajak perawat di Ruang Dahlia 5 untuk mengikuti kegiatan ini, delegasi, serta ikut
berpartisipasi dalam proses pelaksanaan kegiatan. Kemudian strategi yang digunakan dalam
kegiatan ini adalah dengan cara presentasi dari penyaji tentang topik yang akan dibahas
kemudian mendisukusikannya bersama-sama, disertai dengan menciptakan komunikasi yang

asertif dan tidak lupa memberikan reinsforcement positif kepada para peserta diskusi atas
partisipasi dan keaktifiannya dalam mengikuti proses diskusi.