Anda di halaman 1dari 25

RANGKAIAN AMPEREMETER

PADA AVOMETER HELES YX-360 TRes

Agung Setiawan (1112140026)


Sudirman (1112140042)
Oktavianus Sardi J.(1112140012)
Nurhatija HS (1112140038)
Asnaeni Ansar (1112140005)
Sukmawati (11121400)
Sri Hastuti Firman (11121400)
Fitriani (1112140014)

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar
2013

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. atas


berkat

Rahmat

dan

Karunia-Nya

sehingga

penyusunan

makalah

kami

Multimeter dalam Rangkaian Amperemeter dapat diselesaikan. Tidak lupa


pula kami kirimkan salam dan shalawat atas junjungan Nabi besar Muhammad
SAW sebagai teladan bagi seluruh umat manusia.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat
kekurangan-kekurangan sehingga masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu
kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
penyusunan makalah di masa yang akan datang. makalah ini dapat terselesaikan
berkat bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung.
Terutama kepada pihak yang telah membimbing dan memberikan motivasi kepada
kami hingga makalah ini dapat diselesaikan. Untuk itu, kami mengucapkan terima
kasih kepada pihak yang ikut membantu kami.
Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Amin.

Makassar, 1 April 2013

Kelompok 4

DAFTAR ISI

SAMPUL HALAMAN..............................................................................................
KATA PENGANTAR.................................................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...............................................................................................
B. Tujuan.............................................................................................................
C. Manfaat..........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Pengertian dan Kegunaan Amperemeter........................................................


Fungsi dan Bagian Bagian Amperemeter....................................................
Gambar Rangkaian.........................................................................................
Prinsip Kerja...................................................................................................
Cara Pengukuran............................................................................................
Keselamatan Kerja.........................................................................................

BAB III PENUTUP


A. Simpulan........................................................................................................
B. Saran...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Multimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur arus listrik
baik itu AC maupun DC. Dalam multimeter selalu digabungkan pada
voltmeter, amperemeter, dan ohmmeter. Dimana alat ukur ini sudah banyak
dipakai, terutama pada kelistrikan.
Seorang teknisi biasanya memiliki alat ukur wajib yang mereka gunakan
untuk keperluan teknis yaitu avometer. Untuk melakukan pekerjaan
elektronik, seperti memperbaiki peralataan dan menguji rangkaian elektronika
selalu diperlukan alat ukur, karena dengan alat ukur ini dapat diketahui
besaran arus listrik (A), besaran tegangan listrik (V), besaran resistansi (ohm).
Namun, disini kami hanya membahas tentang multimeter dalam rangkaian
amperemeter. Amperemeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
kuat arus listrik. Amperemeter ini bekerja sesuai dengan prinsip kerja gaya
Lorentz.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahuui prinsip kerja pada amperemeter
2. Untuk mengetahui proses penggunaan pada amperemeter
C. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan dari makalah ini adalah
1. agar mahasiswa dapat memahami prinsip kerja
2. mengetahui cara penggunaan amperemeter pada avometer.

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Kegunaan Amperemeter
Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus. Alat ini sering
digunakan oleh teknisi elektronik yang biasanya menjadi satu dalam
multitester/avometer. Avometer adalah singkatan dari amperemeter,voltmeter
dan ohmmeter. Dan amperemeter yang sering digunakan di laboratorium
kemampuan pengukuran terbatas sesuai dengan nilai maksimum yang tertera
dalam alat ukur, yaitu 5A,10A,20A. Mikroamperemeter bertujuan untuk
mendeteksi ada/tidak arus melalui rangkaian karna nilai kuat arus yang
kecilpun dapat terdeteksi. Dan untuk mengukur kuat arus yang lebih besar
dapat dibantu dengan menggunakan hambatan (mdesyra, 2012).
Amperemeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus
yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik. Amperemeter ini terbagi menjadi
dua yaitu amperemeter analog dan ampemeter digital. Prinsip kerja
amperemeter analog adalah sinyal listrik yang diubah ke dalam tegangan,
kemudian ditampilkan melaui penyimpangan jarum. Komponen amperemeter
terdiri dari elektromagnet dan jarum. Jika tegangan besar maka arus yang
lewat kumparan besar, sehingga jarumnya menyimpang besar. Jika tegangan
kecil, maka penyimpangan jarum juga kecil. Sedangkan prinsip kerja
amperemeter digital adalah sinyal listrik yang diubah ke dalam tegangan
kemudian ditampilkan melalui layar LCD (Awaliyah, 2012).

Amperepada
Meter
Digital
Amperemeter
analog
memiliki skala dan NST. Pembacaan
alat
ukur
Ampere Meter
Analog
pada penunjukan jarum sehingga tingkat kebenaran pada nilai yang terdapat

pada penunjukan jarum tidak terlalu bagus. Berbeda dengan amperemeter


digital, pembacaan alat ukurnya hanya berupa angka sehingga tingkat
kebenaran pada nilai yang terdapat pada alat ukur ini sangat bagus.
Amperemeter

mempunyai

hambatan

dalam

yang

sangat

kecil,

pemakaiannya harus dihubungkan secara seri pada rangkaian yang diukur.


Amperemeter yang digunakan untuk mengukur kuat arus yang kecil (dalam
skala miliampere) disebut miliampermeter. Miliampermeter dapat juga
digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang besar (dalam skala ampere)
dengan cara menambahkan hambatan cabang (shunt). Dengan adanya
hambatan cabang (shunt) itu, berarti miliamperemeter dapat mengukur kuat
arus listrik yang melebihi batas ukurnya (Awaliyah, 2012).
B. Fungsi dan Bagian-Bagian Avometer Heles
1. Gambar Alat Tampak Depan

10

1
96
2
8

3
7
4
5

61
a. Lampu berfungsi ketika ada arus yang aktif dan mengalir pada
kumparan.
b. Jarum penunjuk skala berfungsi untuk menggerakkan ketika ada arus
yang diukur.

c. Kalibrasi makro berfungsi untuk mengkalibrasi.


d. Pemilih batas ukur berfungsi untuk mengetahui jenis arus yang ingin
diukur.
e. Terminal negatif (-), terminal dipergunakan untuk mengukur Ohm, AC
Volt, DC Volt dan DC mA (yang berwarna hitam untuk -).
f. Terminal positif (+), terminal dipergunakan untuk mengukur Ohm, AC
Volt, DC Volt dan DC mA (yang berwarna merah untuk +).
g. Sinyal sebagai peringatan ketika melebihi arus yang diukur pada
avometer.
h. Panel
i. Skala mikro berfunsi untuk mengkalibrasi sebelum melakukan
pengukuran pada arus.
j. Casing sebagai tempat atau bagian luar dari avometer.
2. Gambar alat tampak belakang

1
2
3
4
5
7

6
9

8
Keterangan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Baterai
Potensiometer
Elco
Elektroda
Trimpot
Dioda Zener
Resistor
Kabel

9. Sekring
3. Komponen yang aktif dalam amperemeter
9
8
6
7
5
4

3
1
Keterangan:
1. Sekring
2. Resistor 1 yang nilanya 1, 55 (cokelat, hijau, hijau, abu-abu,
cokelat)
3. Resistor 2 yang nilainya 13 ( cokelat, orange, hitam,abu-abu,
cokelat)
4. Resistor 3 yang nilanya 1 K (cokelat, hitam, hitam, orange, cokelat)
5. Resistor 4 yang nilainya 1, 3 K (cokelat, orange, hitam, cokelat,
cokelat)
6. Resistor 5 yang nilanya 1, 8 K ( cokelat, abu-abu, hitam, cokelat,
cokelat)
7. Dioda Zener
8. Trimpot
9. Elco
C. Gambar Rangkaian
1. Gambar rangakaian avometer heles YX-360 TRes

2. Gambar amperemeter yang terpisah

3. Gambar rangkaian amperemeter

4. Gambar rangkaian amperemeter dengan batas ukur

V R =V m

0, 25 mA

I R RS =I m Rm
I R ( R1 + R2 + R3 + R4 ) =I m R m

5. Gambar rangkaian amperemeter dengan batas ukur

V R =V m
I R RS =I m Rm
R1+ R
( m)
I R ( R2 + R3 + R4 )=I m

2,5 mA

6. Gambar rangkaian amperemeter dengan batas ukur

V R =V m
I R RS =I m Rm
R 1+ R 2 + R
( m)
I R ( R3 + R4 )=I m

25 mA

7. Gambar rangkaian amperemeter dengan batas ukur

250 mA

V R =V m
I R RS =I m Rm
R1 + R2 + R3 + R
( m)
I R ( R4 )=I m
D. Prinsip Kerja
1. Galvanometer
Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk
mengukur kuat arus dan beda potensial listrik yang relatif kecil.
Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus
maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena komponenkomponen internalnya yang tidak mendukung . Gambar dibawah ini
memperlihatkan bahwa galvanometer hanya dapat mengukur arus
maupun tegangan yang relatif rendah.

Galvanometer dengan hambatan shunt adalah ampermeter. Dalam


pemasangannya, ampermeter ini harus dihubungkan paralel dengan
sebuah hambatan shunt Rsh. Pemasangan hambatan shunt ini tidak lain
bertujuan untuk meningkatkan batas ukur galvanometer agar dapat
mengukur kuat arus listrik yang lebih besar dari nilai standarnya.

Pemasangan Galvanometer dengan hambatan shunt

Ketika arus mengalir melalui kumparan yang dilingkupi oleh


medan magnet akan timbul gaya lorentz yang menggerakkan jarum
penunjuk hingga menyimpang. Apabila arus yang melewati kumparan
agak besar, maka gaya yang timbul juga akan membesar sedemikian
sehingga penyimpangan jarum penunjuk juga akan lebih besar.
Demikian sebaliknya, ketika kuat arus tidak ada maka jarum penunjuk
akan dikembalikan ke posisi semula oleh sebuah pegas.
Galvanometer bekerja berdasarkan gaya Lorentz. Gaya dimana
gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang
mempengaruhi. Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat
juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F)
akibat dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B. Ibu jari,
menunjukan arah gaya Lorentz . Jari telunjuk, menunjukkan arah
medan magnet (B). Jari tengah, menunjukkan arah arus listrik (I).
Untuk muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedang
untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus.

Cara kerjanya galvanometer sama dengan motor listrik, tapi karena


dilengkapi pegas, maka kumparannya tidak berputar. Karena muatan
dalam magnet dapat berubaha karena arus listrik yang mengalir ke
dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah,
tetapi prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar.

Cara kerja galvanometer, yaitu berputarnya kumparan karena


munculnya dua gaya Lorents sama besar tetapi berlawanan arah, yang
bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan. Kawat
tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk
statu kumparan, dan diletakkan diantara diantara kutub-kutub sebuah
magnet hermanen. Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan
melalui pegas spiral yang terpasang di atas dan di bawah kumparan.
Maka sisi kumparan yang dekat dengan kutub utara dan kutub selatan
mengalami gaya Lorente yang sama tetapi berlawanan arah, yang akan
menyebebkan kumparan berputar. Putaran kumparan ditahan oleh
kedua pegas spiral, sehingga kumparan hanya akan berputar dengan
sudut tertentu. Putaran dari kumparan diteruskan oleh sebuah jarum

untuk menunjuk pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh


skala menyatakan besar arus listrik yang diukur (Qalsum, 2011).
2. Amperemeter
Amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya magnetik (Gaya
Lorentz). Ketika arus mengalir melalui kumparan yang dilingkupi oleh
medan magnet timbul gaya lorentz yang menggerakan jarum penunjuk
menyimpang. Apabila arus yang melewati kumparan besar, maka gaya
yang timbul juga akan membesar sedemikian sehingga penyimpangan
jarum penunjuk juga akan lebih besar. Demikian sebaliknya, ketika
kuat arus tidak ada maka jarum penunjuk akan dikembalikan ke posisi
semula oleh pegas. Besar gaya yang dimaksud sesuai dengan Prinsip
Gaya Lorentz F = B x I x L.
Kemampuan amperemeter dapat ditingkatkan dengan memasang
hambatan shunt secara paralel terhadap amperemeter. Besar hambatan
shunt tergantung pada berapa kali kemampuannya akan ditingkatkan.
Misalnya mula-mula arus maksimumnya adalah I, akan ditingkatkan
menjadi I = n.I, maka besar hambatan shunt.

RG = Hambatan galvanometer mula-mula


(Awaliyah, 2012).
Amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya magnetik (gaya
Lorentz).Ketikaarusmengalirmelaluikumparanyangdilingkupioleh
medanmagnet,akantimbulgayaLorentzyangmenggerakkanjarum
penunjuk. Apabila arus yang melewati kumparan besar, maka gaya
timbuljugaakanlebihbesar.Sehinggapenyimpanganjarumpenunjuk

juga akan lebih besar. Demikian sebaliknya, ketika arus tidak ada
makajarumpenunjukakankembalikeposisisemula.Besargayayang
dimaksudadalahF=B.i.l.

RangkaianAmperemeter
dengan:
Rm=hambatandalamkumparan
Rsh=hambatanshunt
Im=Ifs=arusskalapenuh
Ish=arusshunt
I=arusyangakandiukur
Padasaatmengukur,amperemeterdipasangsecaraserikarena
amperemeter memiliki hambatan jauh lebih kecil dari rangkaian,
sehingga ketika dipasang seri dengan rangkaian arus yang terukur
adalaharusyangmengalirpadarangkaiannormal.

Amperemeterjugamemilikihambatandalam.Hambatandalam
initerjadikarenakomponenamperemeteritumerupakankonduktor
bernilai:
Rt=

I fs
X Rm
IC

1
1
1
= +
R t R m Rsh
Rsh=

I fs
X Rm
It+ I fs

dimana:
Rm=hambatandalamamperemeter
Rsh=hambatandalamshunt
Rt=hambatandalamtotalamperemeter
It=arustotal
Ifs=aruspadaRm/arusfullscale
It+Ifs=aruspadaRsh
Pada amperemeter tidak hanya terdapat range arus pengukuran
umumnya 1 mA, 10 mA, 50 mA, 100 mA. Perubahan range
bermanfaat untuk mendapat hasil pengukuran yang teliti, caranya
dengan memperbesar range arus. Contoh arus 0,95 mA, pertama
gunakanrange50makaterlihatnilainya2mAkemudianubahrange
diswitch10mA.Danterakhirubahke1mAmakanilaimendekati
095mA(DenNgabei,2011).

E. Cara Pengukuran
1. Menentukan tegangan sumber
a. Sebelum kita mengukur kuat arus, terlebih dahulu kita
harus menentukan tegangan sumber yang akan kita
gunakan.
b. Kita harus mengkalibrasi dulu pada penunjukkan jarum ke
angka nol.
c. Kita menggunakan batas ukur yang akan kita gunakan yaitu
10
d. dengan menggunakan kabel penghubung, terminal positif
pada power supplay dihubungkan ke terminal positif pada

alat ukur. Begitupun juga dengan terminal negatif pada


power supplay dan terminal negatif pada alat ukur.

Contoh :
Praktek :
Batas ukur : 10
Jumlah skala : 50
NST=

batas ukur
jumlah skala

10
50

0, 2mA
V = 2 volt
Jumlah skala yang tertera = 10
Cara penggunaan amperemeter; jika akan mengukur barus
melewati penghantar dengan menggunakan amperemeter maka harus
pasang seri dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir
melewati amperemeter setelah terpasang dapat mengetahui besar kuat arus
yang mengalir melalui penghantar dengan memebaca amperemeter melalui
jarum penunjuk. Cara pembacaan amperemeter; harus diperehatikan
karakteristik alat ukur karna jarum penunjuk tidak selalu menyatakan
angka apa adanya.
I = (Angka yang di tunjuk)/(Skala maksimum) x A
I = kuat arus
A = amperemeter yang digunakan
(mdesyra, 2012).
2. Mengukur kuat arus
a. Sebelum kita mengukur kuat arus listrik, Kita mengkalibrasi
alat ukur yang kita gunakan, kemudian terminal positif dan
terminal negatif kita hubungkan pada alat ukur.
b. Setelah mengkalibrasi, kita tentukan berapa batas ukur dan jumlah
skala yang akan gunakan

c. Kemudia kita menyalakan power supply dan setelah itu kita mulai
mengukur kuat arus pada rangkaian yang digunakan.
Praktek:
Batas ukur=2, 5 mA
Jumlah skala=50

NST=

Batas ukur
jumlah skala

0, 05 mA
V 2 volt
R=1 K
Setelah itu, dengan menggunakan kabel penghubung, terminal positif pada power
supply kita hubungkan pada terminal positif pada alat ukur begitupun dengan
terminal negatifnya. Ketika semuanya sudah tersusun secara seri kita menyalakan
power suplynya.
Skala penunjukkan = 46 x NST
46 x 0,05 mA

2,3 mA
Teori :
I=

V
R

2 Volt
1 k

0, 002 A=2 mA

F. Keselamatan Kerja
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam menggunakan AVO
meter yaitu :
1. Amperemeter harus selalu dihubungkan secara seri dalam rangkaian.
2. Selalu mulai dengan kisaran tertinggi dari amperemeter
3. Memutuskan listrik dari sirkuit terlebih dahulu sebelum
menghubungkan dan memutuskan hubungan amperemeter
4. Di amperemeter DC, amati polaritas sirkuit yang tepat untuk
mencegah amperemeter rusak.
5. Jangan pernah menggunakan amperemeter DC untuk mengukur AC

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Adapun simpulan dari makalah ini antara lain :
1. Ampere meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus
listrik dan selalu di pasang seri pada rangkaian.
2. Prinsip kerja ampere meter berdasarkan prinsip gaya Lorentz.
3. Komponen penting dalam ampere meter adalah galvano meter.
B. Saran
Adapun saran untuk makalah ini agar lebih baik ke depannya
1. Diharapkan agar mahasiswa lebih memahami prinsip kerja dari
avometer sebagai fungsi ampermeter.
2. Diharapkan mahasiswa memahami materi yang dibahas

DAFTAR PUSTAKA
www.geocities.ws/nerdi/prinsip_kerja_amperemeter.html di akses pada tanggal 26
April 2013.
jendeladenngabei.blogspot.com/2011/10/amperemeter.html di akses pada tanggal
25 April 2013.
daralawiyahmaulidyah.blogspot.com/alat-ukur-listrik.html di akses pada tanggal
25 april 2013.