Anda di halaman 1dari 38

CONTOH PELANGGARAN KASUS KODE ETIK PERUSAHAAN

1. PENGERTIAN PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI

Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh
sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada
anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin
mutu profesi itu dimata masyarakat.
Pelanggaran kode etik profesi adalah penyelewengan/ penyimpangan
terhadap norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi,
yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya
bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu
dimata masyarakat.

2. PENYEBAB PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI


tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dri masyarakat

organisasi profesi tidak di lengkapi dengan sarana dan mekanisme


bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan

rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik


profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri

belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban


profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya

tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban


profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya
3. UPAYA YANG MUNGKIN DILAKUKAN

Adapun upaya yang diharapkan untuk menghindari pelanggaran kode etik


salah satunya bagi para pengguna internet adalah:
Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara
langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam
segala bentuk.

Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki


tendensi menyinggung secara langsung dan negative masalah suku,
agama dan ras(SARA), termasuk di dalamnya usaha penghinaan,
pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran
hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/ institusi lain.

Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi


Instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum(illegal) positif di
Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.

Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak


dibawah umur.

Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar


materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating,
hacking dan cracking.

Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar/ foto,


animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil
karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak
cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang
mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi
yang mungkin timbul karenanya.
4. CONTOH KASUS PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI
NAMA Todung Mulya Lubis tentu tidak asing lagi bagi banyak masyarakat.
Apalagi untuk dunia hukum di Indonesia, Todung Mulya Lubis memiliki
trademark tersendiri. Analisis hukum yang sering dilontarkannya
seringkali tajam dan kritis. Begitu pula ketika berbicara soal korupsi,
Todung sering berbicara blak-blakan. Sebagai ketua Masyarakat
Transparansi Indonesia (MTI), Todung termasuk tokoh yang mengkritik
keras adanya monopoli dan oligopoli yang dilakukan oleh para
konglomerat di Indonesia. Pun, Todung menjadi bagian penting dalam
kampanye penegakkan Hak Asasi Manusia di Indonesia.
Yang tidak kalah penting, sebagai pengacara Todung mendapat banyak
kepercayaan dari sejumlah korporasi ternama. Pada saat Majalah Time
menghadapi gugatan dari mantan Presiden Soeharto, Todung menjadi
pengacara yang dipercaya untuk menghadapi gugatan tersebut. Bahkan,
perusahaan telekomunikasi ternama Temasek dari Singapura
mempercayakan Todung sebagai kuasa hukumnya di Indonesia. Untuk
kasus pertama, Mahkamah Agung akhirnya memutuskan tulisan Time
tentang kekayaan keluarga Pak Harto tidak benar, sehingga Time harus
membayar ganti rugi moril sebesar Rp 3 triliun kepada Pak Harto.
Sementara Temasek dinilai telah melakukan monopoli bisnis
telekomunikasi di Indonesia oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha
(KPPU).
Kabar terakhir, Majelis Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia
(Peradi) DKI Jakarta menjatuhkan hukuman dengan mencabut ijin
kepengacaraan Todung seumur hidup. Todung dinilai telah melanggar
etika sebagai pengacara dalam perseteruan Sugar Group melawan Salim
Group. Pada tahun 2002, Todung menjadi pengacara untuk Sugar Group,
namun tahun 2006 Todung menjadi pengacara Salim Group. Selain itu,
Todung juga pernah menjadi auditor BPPN untuk menangani Salim Group.
Sehingga, sebagai pengacara Todung disebut plin-plan dan hanya
mengejar uang.
Benarkah? Keputusan Peradi DKI Jakarta memang belum final. Todung
tentu saja tengah bersiap-siap melakuikan perlawanan. Beberapa
pengacara senior pun ada yang membela Todungdengan mengatakan
agar keputusan Peradi DKI Jakarta mencabut ijin kepengacaraan Todung
Mulya Lubis seumur hidup, diabaikan. Pastilah masing-masing pihak, yang
setuju dan tidak setuju, senang dan tidak senang, memiliki argumentasi
berdasarkan kaidah-kaidah perundangan dan kode etik yang berlaku. Kita
masih menunggu bagaimana akhir kisah Todung Mulya Lubis ini.
Menarik lebih luas mengenai pelanggaran kode etik di Indonesia,
barangkali kasus Todung hanyalah satu dari sekian banyak kasus serupa.
Kode etik untuk sebuah profesi adalah sumpah jabatan yang juga
diucapkan oleh para pejabat Negara. Kode etik dan sumpah adalah janji

yang harus dipegang teguh. Artinya, tidak ada toleransi terhadap siapa
pun yang melanggarnya. Benar adanya, dibutuhkan sanksi keras terhadap
pelanggar sumpah dan kode etik profesi. Bahkan, apabila memenuhi
unsur adanya tindakan pidana atau perdata, selayaknya para pelanggar
sumpah dan kode etik itu harus diseret ke pengadilan.Kita memang harus
memiliki keberanian untuk lebih bersikap tegas terhadap penyalahgunaan
profesi di bidang apa pun. Kita pun tidak boleh bersikap diskrimatif dan
tebang pilih dalam menegakkan hukum di Indonesia. Kode etik dan
sumpah jabatan harus ditegakkan dengan sungguh-sungguh. Profesi apa
pun sesungguhnya tidak memiliki kekebalan di bidang hukum.
Penyalahgunaan profesi dengan berlindung di balik kode etik profesi harus
diberantas. Kita harus mengakhiri praktik-praktik curang dan penuh
manipulatif dari sebagian elite masyarakat. Ini penting dilakukan, kalau
Indonesia ingin menjadi sebuah Negara dan Bangsa yang bermartabat

CONTOH KASUS ETIKA BISNIS INDOMIE DI TAIWAN


LATAR BELAKANG
Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang
perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam
mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk
melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan
ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang
mengikuti mekanisme pasar.
Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam
memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis,
bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan
dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di
Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah
dari produk-produk lainnya.
PERMASALAH
Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena
disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan
ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl
parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat
tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan
pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik

semua

jenis

produk Indomie dari

peredaran.

Di

Hongkong,

dua

supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan


produk dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan
segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. "Kita akan mengundang
BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya
kalau bisa hari Kamis ini," kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di
Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan
meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi
pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat
berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.
A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat
yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate
dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat
produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini
umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk
kosmetik
Ketua

sendiri

BPOM

berbahaya

pemakaian nipagin

Kustantinah
bagi

juga

manusia

ini

dibatasi

membenarkan

maksimal 0,15%.

tentang

dalam kasus Indomie ini.

adanya

zat

Kustantinah

menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga


berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar
kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk
dikonsumsi, lanjut Kustantinah.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di
konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg
nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan
unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntahmuntah
Menurut

dan

sangat

Kustantinah,

Alimentarius

berisiko

Indonesia

Commision,

yang

terkena

penyakit

merupakan

produk Indomie sudah

anggota

mengacu

kanker.
Codex
kepada

persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan


produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec.

Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi


di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka
timbulah kasus Indomie ini.
LANDASAN TEORI
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang
benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral
sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis
(Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antara lain adalah:
1.Pengendalian diri
2.Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3.Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing
oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4.Menciptakan persaingan yang sehat
5.Menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan
6.Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan
Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat
dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati
bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa
yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu
hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.
PEMBAHASAN MASALAH
Indofood merupakan salah satu perusahaan global asal indonesia yang
produk-produknya banyak di ekspor ke negara-negara lain. Salah satunya
adalah produk mi instan Indomie. Di Taiwan sendiri, persaingan bisnis mi
instant sangatlah ketat, disamping produk-produk mi instant dari negara

lain, produk mi instant asal Taiwan pun banyak membanjiri pasar dalam
negeri Taiwan.
Harga yang ditwarkan oleh Indomie sekitar Rp1500, tidak jauh berbeda
dari harga indomie di Indonesia, sedangkan mi instan asal Taiwan dijual
dengan harga mencapai Rp 5000 per bungkusnya. Disamping harga yang
murah, indomie juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan
produk mi instan asal Taiwan, yaitu memiliki berbagai varian rasa yang
ditawarkan kepada konsumen. Dan juga banyak TKI/W asal Indonesia
yang menjadi konsumen favorit dari produk Indomie selain karena
harganya yang murah juga mereka sudah familiar dengan produk
Indomie.
Tentu saja hal itu menjadi batu sandungan bagi produk mi instan asal
Taiwan, produk mereka menjadi kurang diminati karena harganya yang
mahal. Sehingga disinyalir pihak perindustrian Taiwan mengklain telah
melakukan penelitian terhadap produk Indomie, dan menyatakan bahwa
produk tersebut tidak layak konsumsi karena mengandung beberapa
bahan kimia yang dapat membahayakan bagi kesehatan.
Hal tersebut sontak dibantah oleh pihak PT. Indofood selaku produsen
Indomie. Mereka menyatakan bahwa produk mereka telah lolos uji
laboratorium dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan dan
menyatakan bahwa produk indomie telah diterima dengan baik oleh
konsumen Indonesia selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Dengan
melalui tahap-tahap serangkaian tes baik itu badan kesehatan nasional
maupun internasional yang sudah memiliki standarisasi tersendiri
terhadap penggunaan bahan kimia dalam makanan, indomie dinyatakan
lulus uji kelayakan untuk dikonsumsi.
Dari fakta tersebut, disinyalir penarikan produk Indomie dari pasar dalam
negeri Taiwan disinyalir karena persaingan bisnis semata, yang mereka
anggap merugikan produsen lokal.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa tidak sedari dulu produk
indomie dibahas oleh pemerintah Taiwan, atau pemerintah melarang
produk Indomie masuk pasar Taiwan?. Melainkan mengklaim produk
Indomie berbahaya untuk dikonsumsi pada saat produk tersebut sudah
menjadi produk yang diminati di Taiwan. Dari kasus tersebut dapat dilihat
bahwa ada persainag bisnis yang telah melanggar etika dalam berbisnis.

KESIMPULAN
Dari kasus indomie di Taiwan dapat dilihat sebagai contoh kasus dalam
etika bisnis. Dimana terjadi kasus yang merugikan pihak perindustrian
Taiwan yang produknya kalah bersaing dengan produk dari negara lain,
salah satunya adalah Indomie yang berasal dari Indonesia. Taiwan
berusaha menghentikan pergerakan produk Indomie di Taiwan, tetapi
dengan cara yang berdampak buruk bagi perdagangan Global.
SARAN
Saran bagi pihak perindustrian Taiwan agar tidah serta merta menyatakan
bahwa produk indomie berbahaya untuk dikonsumsi, apabila ingin
melindungi produsen dalam negeri, pemerintah bisa membuat perjanjian
dan kesepakatan yang lebih ketat sebelum proses ekspor-impor dilakukan.
Karena kasus tersebut berdampak besar bagi produk Indomie yang telah
dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun warga negara lain yang
negaranya memperdagangkan Indomie asal Indonesia.
CONTOH KASUS ETIKA BISNIS INDOMIE DI TAIWAN
Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang
perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam
mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk
melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan
ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang
mengikuti mekanisme pasar.
Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam
memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis,
bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan
dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di
Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah
dari produk-produk lainnya.
Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena
disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan
ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl
parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat
tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan
pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik
semua jenis produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua
supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan
produk dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan
segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. Kita akan mengundang

BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya


kalau bisa hari Kamis ini, kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di
Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan
meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi
pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat
berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.
A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat
yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate
dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat
produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini
umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk
kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%.
Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat
berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah
menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga
berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar
kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk
dikonsumsi, lanjut Kustantinah.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di
konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg
nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan
unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntahmuntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.
Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex
Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada
persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan
produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec.
Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi
di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka
timbulah kasus Indomie ini.
Sumber:
http://novrygunawan.wordpress.com/2010/11/28/contoh-kasus-etikabisnis-kasus-di-tolaknya-indomie-di-taiwan-tugas-etika-bisnis-ke-2/
kesimpulan:
menurut saya pemilik atau pemimpin perusahaan INDOMIE harus
mengetahui dengan benar dan pasti komposisi kandungan zat-zat yang
ada dalam produk indomie tersebut. Agar tidak menimbulkan masalah
kesehatan khusus nya dapat menimbulkan penyakit kanker.
Tidak hanya untuk produk eksport saja, tetapi produk indomie yang
beredar didalam negri harus dites dahulu kadar zat-zat yang
menguntungkan maupun merugikan bagi tubuh sang konsumen.
Kalau produk indomie yang dipasarkan di dalam negri sudah baik dan
layak dikonsumsi oleh masyarakat barulah produk tersebut boleh di
pasarkan ke luar negri.

CONTOH KASUS ETIKA BISNIS INDOMIE DI TAIWAN


Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan
tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar

bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada


pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri
dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan
bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar.
Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar
dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika
berbisnis, bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi
persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari
Indonesia yang ada di Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta
kualitas yang tidak kalah dari produk-produk lainnya.
Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan
karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi
manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam
Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid
(asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh
digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010)
pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis
produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket
terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk
dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX
akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. Kita akan
mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk
Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini, kata Ketua Komisi
IX DPR, Ribka Tjiptaning, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa
(12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang
kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang
mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang
terkandung di dalam produk Indomie.
A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua
zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl
parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah
bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan
tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama
nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri
pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%.
Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat
berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah
menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga
berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi
kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan
aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di
konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg
nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan
unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan

muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.


Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex
Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada
persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan
produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota
Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk
dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara
berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.
Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam
membantu orang lain. Kejujuran yang ekstrim, kemampuan untuk
mengenalisis batas-batas kompetisi seseorang, kemampuan untuk
mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. Sedangkan
pengertian etika bisnis itu sendiri merupakan studi yang
dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini
berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam
kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Kompetisi inilah yang harus memanas belakangan ini. Kata itu
mengisyaratkan sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah
yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Banyak yang
mengatakan kompetisi lambang ketamakan. Padahal, perdagangan
dunia yang lebih bebas dimasa mendatang justru mempromosikan
kompetisi yang juga lebih bebas.
Lewat ilmu kompetisi kita dapat merenungkan, membayangkan
eksportir kita yang ditantang untuk terjun ke arena baru yaitu pasar
bebas dimasa mendatang. Kemampuan berkompetisi seharusnya
sama sekali tidak ditentukan oleh ukuran besar kecilnya sebuah
perusahaan. Inilah yang sering dikonsepkan berbeda oleh penguasa
kita.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan
tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan
persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan
tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan
persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang
berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong,
Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu
benar, dll.
Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan
dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu
tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan
dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati
oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta
kelompok yang terkait lainnya. Agar kegiatan berbisnisnya bisa
berjalan lancar sesuai rencana.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Etika Bisnis
Sesuai dengan fungsinya baik secara mikro maupun makro, sebuah
bisnis yang baik harus memiliki etika dan tanggung jawab sosial.
Nantinya, jika sebuah perusahaan memiliki etika dan tanggung
jawab sosial yang baik, bukan hanya lingkungan makro dan
mikronya saja yang akan menikmati keuntungan, tetapi juga
perusahaan itu sendiri.
Kata etika berasal dari kata Yunani ethos yang mengandung arti
yang cukup luas yaitu, tempat yang biasa ditinggali, kandang,
padang rumput, kebiasaan, adapt, akhlak, watak, perasaan, sikap
dan cara berpikir. Bentuk jamak ethos adalah ta etha yang berarti
adat kebiasaan. Arti jamak inilah yang digunakan Aristoteles (384322 SM) untuk menunjuk pada etika sebagai filsafat moral. Kata
moral sendiri berasal dari kata latin mos (jamaknya mores) yang
juga berarti kebiasaan atau adat. Kata moralitas dari kata Latin
moralis dan merupakan abstraksi dari kata moral yang menunjuk
kepada baik buruknya suatu perbuatan. Dari asal katanya bisa
dikatakan etika sebagai ilmu yang mempelajari tentang apa yang
biasa dilakukan. Pendeknya, etika adalah ilmu yang secara khusus
menyoroti perilaku manusia dari segi moral, bukan dari fisik, etnis
dan sebagainya.
Definisi etika bisnis sendiri sangat beraneka ragam tetapi memiliki
satu pengertian yang sama, yaitu pengetahuan tentang tata cara
ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan
norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara
ekonomi/sosial, dan penerapan norma dan moralitas ini menunjang
maksud dan tujuan kegiatan bisnis (Muslich,1998:4). Ada juga yang
mendefinisikan etika bisnis sebagai batasan-batasan sosial,
ekonomi, dan hukum yang bersumber dari nilai-nilai moral
masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan
dalam setiap aktivitasnya (Amirullah & Imam Hardjanto, 2005).
Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh
perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus
dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah
timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai
standar kerja atau operasi perusahaan

2.2 Pelanggaran Etika Bisnis


Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia
bisnis. Untuk meraih keuntungan, masih banyak perusahaan yang
melakukan berbagai pelanggaran moral. Praktik curang ini bukan
hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga masyarakat dan
negara. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur
di banyak perusahaan.
Pelanggaran etik bisnis di perusahaan memang banyak, tetapi
upaya untuk menegakan etik perlu digalakkan. Misalkan,
perusahaan tidak perlu berbuat curang untuk meraih kemenangan.
Hubungan yang tidak transparan dapat menimbulkan hubungan
istimewa atau kolusi dan memberikan peluang untuk korupsi.
Tingkat perhatian perusahaan terhadap perilaku etis juga sangat
menentukan karena dalam jangka panjang bila perusahaan tidak
concern terhadap perilaku etis maka kelangsungan hidupnya akan
terganggu dan akan berdampak pula pada kinerja keuangannya.
Pelanggaran etika perusahaan terhadap pelanggannya di Indonesia
merupakan fenomena yang sudah sering terjadi. Contoh terakhir
adalah pada kasus Ajinomoto. Kehalalan Ajinomoto dipersoalkan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada akhir Desember 2000 setelah
ditemukan bahwa pengembangan bakteri untuk proses fermentasi
tetes tebu (molase), mengandung bactosoytone (nutrisi untuk
pertumbuhan bakteri), yang merupakan hasil hidrolisa enzim kedelai
terhadap biokatalisator porcine yang berasal dari pankreas babi,
Dari mana upaya penegakkan etika bisnis dimulai? Etika bisnis
paling gampang diterapkan di perusahaan sendiri. Pemimpin
perusahaan memulai langkah ini karena mereka menjadi panutan
bagi karyawannya. Selain itu, etika bisnis harus dilaksanakan secara
transparan. Pemimpin perusahaan seyogyanya bisa memisahkan
perusahaan dengan milik sendiri. Dalam operasinya, perusahaan
mengikuti aturan berdagang yang diatur oleh tata cara undangundang.
Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi. Kalau
semua tingkah laku salah dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi
kebiasaan. Repotnya, norma yang salah ini akan menjadi budaya.
Oleh karena itu bila ada yang melanggar aturan diberikan sangsi
untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan.
Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan
budaya transparansi antara lain:
1. Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala
tingkah lakunya. Individu yang mempunyai kesalahan jangan
bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan kebenaran kadang
dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru
untuk menyatakan pendapat.
2. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan

berdasarkan kedekatan dengan atasan, melainkan kinerja.


3. Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.
4. Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku
organisasi.
Dibawah ini contoh sebuah kasus pelanggaran etika bisnis yang
dilakukan oleh perusahaan dengan para pelanggannya.
2.3 Artikel Kasus Pelanggaran Etika Bisnis
Telkomsel Diduga Lakukan Manipulasi dalam Iklan Talkmania
3/02/2009 16:10 WIB oleh irwan
Kategori: Berita Terkini, Ekonomi dan Bisnis, Hukum dan Kriminal
Medan, 3/2 (ANTARA) - Telkomsel diduga melakukan manipulasi
dalam program Talkmania dengan tetap menarik pulsa pelanggan
meski keutamaan dalam program itu tidak diberikan.
Salah seorang warga Kota Medan, Mulyadi (37) di Medan, Selasa,
mengatakan, dalam iklannya, Telkomsel menjanjikan gratis
menelepon ke sesama produk operator selular itu selama 5.400
detik (90 menit -red).
Untuk mendapatkan layanan itu, pulsa pelanggan akan dikurangi
Rp3 ribu setelah mendaftar melalui SMS TM ON yang dikirim ke
nomor 8999 terlebih dulu.Namun, pelanggan sering merasa kecewa
karena layanan itu selalu gagal dan hanya dijawab dengan
pernyataan maaf disebabkan sistem di operator selular tersebut
sedang sibuk serta disuruh mencoba lagi.Tapi pulsa pelanggan tetap
dikurangi, dan apabila terus dicoba tetap juga gagal, sedangkan
pulsa terus dikurangi, katanya.
Warga Kota Medan yang lain, Ulung (34) mengatakan, penggunaan
layanan Talkmania yang diiklankan Telkomsel itu seperti berjudi.
Kadang-kadang berhasil, kadang-kadang gagal, namun pulsa tetap
ditarik, katanya.
Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK),
Farid Wajdi, SH, MHum mengatakan, layanan iklan Telkomsel itu
dapat dianggap manipulasi karena terjadinya misleading atau
perbedaan antara realisasi dengan janji.
Pihaknya siap memfasilitasi dan melakukan pendampingan jika ada
warga yang merasa dirugikan dan akan menggugat permasalahan
itu secara hukum.Secara sekilas, kata Farid, permasalahan itu
terlihat ringan karena hanya mengurangi pulsa telepon selular
masyarakat sebesar Rp3 ribu.Namun jika kejadian itu dialami satu
juta warga saja dari sekian puluh juta pelanggan Telkomsel, maka
terdapat dana Rp3 miliar yang didapatkan operator selular itu dari
praktik manipulasi iklan tersebut.
Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) dan Badan

Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) perlu turun tangan


menangani hal itu agar masyarakat tidak terus dirugikan.Apabila
ditemukan bukti adanya praktik manipulasi itu, diharapkan
Depkominfo dan BRTI menjatuhkan sanksi yang tegas agar
perbuatan itu tidak terjadi lagi.Semua peristiwa itu terjadi karena
iklan operator selular selama ini sering menjebak, saling
menjatuhkan dan tidak memiliki aturan yang jelas, katanya.
Humas Telkomsel Medan, Weni yang dikonfirmasi mengatakan,
pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap nomor pelanggan
yang merasa dirugikan dalam layanan Talkmania tersebut.
Namun, Telkomsel telah merefine atau mengembalikan kembali
pulsa nomor-nomor (handpone) yang gagal itu, katanya.***3***
(T.PK-WAN/B/S015/S015) 03-02-2009 10:55:27)
http://www.antarasumut.com/berita-sumut/hukum-dankriminal/telkomsel-diduga-lakukan-manipulasi-dalam-iklantalkmania/

2.4 Pembahasan Masalah


Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak
menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya, makin hari semakin
meningkat. Tindakan mark up, ingkar janji, tidak mengindahkan
kepentingan masyarakat, tidak memperhatikan sumber daya alam
maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh
pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis. Kasus telkomsel
diatas merupakan salah satu tindakan ingkar janji karena tetap
mengurangi pulsa pelanggan sedangkan fasilitas talkmania tidak
diterima oleh pelanggan.
Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan
main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat
dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan
bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat penting
mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya.
Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan
dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok,
pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada normanorma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan
masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etikaetika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara
sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat

dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.


Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antara lain ialah
1. Pengendalian diri
Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu
mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh
apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu,
pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan
main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan
dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan
menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu
merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga
harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika
bisnis yang "etis". Pihak telkomsel seharusnya tidak melakukan
manipulas program talkmaniai tersebut demi memperoleh
keuntungan, karena tanpa melakukan hal tersebut pun telkomsel
dapat memperoleh keuntungan.
2. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi
dan Komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita
yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi,
manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis
ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan
negara.
3. Mampu menyatakan yang benar itu benar
Artinya, jika pihak telkomsel benar mengadakan program talkmania
dengan syarat yang telah ditentukan maka jika konsumen
menggunakan program tersebut seharusnya telkomsel menepati
program tersebut bukan justru pihak telkomsel merugikan
pelanggan dengan tetap mengurangi pulsa sedangkan pelanggan
tidak menerima fasilitas telepon gratis dari talkmania.
4. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah
disepakati bersama
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat
terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten
dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis
telah disepakati, sementara ada "oknum", baik pengusaha sendiri
maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan"
demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan
"gugur" satu semi satu. Pihak telkomsel harus konsekuen dan
konsisten dengan aturan main dari program talkmania tersebut.

Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika


bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Langkah apa
yang harus ditempuh? Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep
tujuan menghalalkan segala cara. Bahkan tindakan yang berbau
kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Kalau sudah
demikian, pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian
akan berubah menjadi binatang ekonomi.
Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak
menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya, makin hari semakin
meningkat. Tindakan mark up, ingkar janji, tidak mengindahkan
kepentingan masyarakat, tidak memperhatikan sumber daya alam
maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh
pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis.
Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan
main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat
dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan
bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat penting
mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya.
Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan
dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok,
pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada normanorma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan
masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etikaetika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara
sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat
dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.
Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat
dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola
hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam
satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi
dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah
berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut
segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukum yang
melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan
serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha
dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya,
ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal
dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha
belum mendapatkan perhatian yang seimbang.
Salah satu contoh yang selanjutnya menjadi masalah bagi
pemerintah dan dunia usaha adalah masih adanya pelanggaran
terhadap upah buruh. Hal lni menyebabkan beberapa produk
nasional terkena batasan di pasar internasional. Contoh lain adalah
produk-produk hasil hutan yang mendapat protes keras karena

pengusaha Indonesia dinilai tidak memperhatikan kelangsungan


sumber alam yang sangat berharga.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pelanggaran etika bisnis itu dapat melemahkan daya saing hasil
industri dipasar internasional. Ini bisa terjadi sikap para pengusaha
kita. Lebih parah lagi bila pengusaha Indonesia menganggap remeh
etika bisnis. Kecenderungan makin banyaknya pelanggaran etika
bisnis membuat keprihatinan banyak pihak. Pengabaian etika bisnis
dirasakan akan membawa kerugian tidak saja buat masyarakat,
tetapi juga bagi tatanan ekonomi nasional. Disadari atau tidak, para
pengusaha yang tidak memperhatikan etika bisnis akan
menghancurkan nama mereka sendiri dan negara.
Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan
main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat
dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan
bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat penting
mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya.
Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan
dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok,
pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada normanorma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan
masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etikaetika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara
sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat
dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.
Telkomsel melakukan manipulasi dalam iklan talkmania pelanggan
telkomsel merasa telah di rugikan karena pihak telkomsel
menjanjikan gratis menelepon ke sesama produk operator selular itu
selama 5.400 detik, Tetapi hal itu tidak terlaksana. Pelanggan
merasa kecewa karena setelah di coba hal itu selalu gagal dan
mengurangi pulsa para pelanggan itu sendiri, Dengan kata lain
pelanggan merasa di rugikan.
2. SARAN
Bagi setiap perusahaan yang menjalankana suatu usaha atau bisnis

diharapkan menerapkan suatu etika dalam perusahaannya. Karena


untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya
saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai
(value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik,
sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan
yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara
konsisten dan konsekwen.
Jangan menganggap remeh suatu etika bisnis itu karena etika
tersebut sangat penting bagi kemajuan perusahaan itu sendiri.
Tanpa adanya suatu etika dalam bisnis mungkin perusahaan tidak
akan bertahan lama karena akan menghancurkan nama baik
perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu wajib bagi semua
perusahaan untuk menerapkan suatu etika bisnis dalam
perusahaannya.
Khusus bagi perusahaan Telkomsel jangan menjanjikan sesuatu yang
belum terlaksana karena akan membuat para pelanggan menjadi
tidak percaya lagi. Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan
memancing tindakan balasan dari konsumen atau masyarakat dan
akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan
pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan
dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada
umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja
yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir
tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem
remunerasi atau jenjang karier. Perusahaan yang menjalankan
ushanya dengan didukung suatu etika bisnis akan lebih berkembang
dari pada perusahaan yang tidak memiliki suatu etika berbisnis apaapa. Oleh karena itu suatu etika berbisnis sangat penting dalam
menjalankan suatu usaha.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.antarasumut.com/berita-sumut/hukum-dankriminal/telkomsel-diduga-lakukan-manipulasi-dalam-iklantalkmania/
http://fe.usu.ac.id/files/Etika%20bisnis%20manajemen-ritha8.pdf
Dalimunthe Ritha , Jurnal Etika Bisnis Universitas Sumatra Utara

http://kolom.pacific.net.id/ind/index2.php?
option=com_content&do_pdf=1&id=261
http://continuousimprovement.blogsome.com/2007/06/06/etikabisnis/

Contoh Kasus Pelanggaran Etika Bisnis oleh Produk HIT


Produk HIT dianggap merupakan anti nyamuk yang efektif dan
murah untuk menjauhkan nyamuk dari kita Tetapi, ternyata
murahnya harga tersebut juga membawa dampak negatif bagi
konsumen HIT.
Telah ditemukan zat kimia berbahaya di dalam kandungan kimia HIT
yang dapat membahayakan kesehatan konsumennya, yaitu
Propoxur dan Diklorvos. 2 zat ini berakibat buruk bagi manusia,
antara lain keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan
pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan
kanker lambung.
Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT
2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Departemen
Pertanian juga telah mengeluarkan larangan penggunaan Diklorvos
untuk pestisida dalam rumah tangga sejak awal 2004
(sumber : Republika Online). Hal itu membuat kita dapat melihat
dengan jelas bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha
melindungi masyarakat umum sebagai konsumen. Produsen masih
dapat menciptakan produk baru yang berbahaya bagi konsumen
tanpa inspeksi pemerintah.
Jika dilihat menurut UUD, PT Megarsari Makmur sudah melanggar
beberapa pasal, yaitu :
1. Pasal 4, hak konsumen adalah :
Ayat 1 : hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam
mengkonsumsi barang dan/atau jasa
Ayat 3 : hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai
kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa
PT Megarsari tidak pernah memberi peringatan kepada
konsumennya tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam produk
mereka. Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan
alasan mengurangi biaya produksi HIT.

2. Pasal 7, kewajiban pelaku usaha adalah :


Ayat 2 : memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur
mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi
penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan
PT Megarsari tidak pernah memberi indikasi penggunaan pada
produk mereka, dimana seharusnya apabila sebuah kamar
disemprot dengan pestisida, harus dibiarkan selama setengah jam
sebelum boleh dimasuki lagi.
3. Pasal 8
Ayat 1 : Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau
memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau
tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan
peraturan perundang-undangan
Ayat 4 : Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1)
dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa
tersebut serta wajib menariknya dari peredaran
PT Megarsari tetap meluncurkan produk mereka walaupun produk
HIT tersebut tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku
bagi barang tersebut. Seharusnya, produk HIT tersebut sudah ditarik
dari peredaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,
tetapi mereka tetap menjualnya walaupun sudah ada korban dari
produknya.
4. Pasal 19 :
Ayat 1 : Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi
atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat
mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau
diperdagangkan
Ayat 2 : Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa
yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan
dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
Ayat 3 : Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu
7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi
Menurut pasal tersebut, PT Megarsari harus memberikan ganti rugi
kepada konsumen karena telah merugikan para konsumen
Tanggapan Mengenai Artikel diatas :

PT. Megarsari Makmur sudah melakukan perbuatan yang sangat


merugikan dengan memasukkan 2 zat berbahaya pada produk
mereka yang berdampak buruk pada konsumen yang menggunakan
produk mereka. Salah satu sumber mengatakan bahwa meskipun
perusahaan sudah melakukan permintaan maaf dan berjanji menarik
produknya, namun permintaan maaf itu hanyalah sebuah klise dan
penarikan produk tersebut seperti tidak di lakukan secara sungguh
sungguh karena produk tersebut masih ada dipasaran.
Pelanggaran Prinsip Etika Bisnis yang dilakukan oleh PT. Megarsari
Makmur yaitu Prinsip Kejujuran dimana perusahaan tidak
memberikan peringatan kepada konsumennya mengenai kandungan
yang ada pada produk mereka yang sangat berbahaya untuk
kesehatan dan perusahaan juga tidak memberi tahu penggunaan
dari produk tersebut yaitu setelah suatu ruangan disemprot oleh
produk itu semestinya ditunggu 30 menit terlebih dahulu baru
kemudian dapat dimasuki /digunakan ruangan tersebut.
Melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada
dasarnya boleh dilakukan asal tidak merugikan pihak mana pun dan
tentu saja pada jalurnya. Disini perusahaan seharusnya lebih
mementingkan keselamatan konsumen yang menggunakan
produknya karena dengan meletakkan keselamatan konsumen
diatas kepentingan perusahaan maka perusahaan itu sendiri akan
mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena kepercayaan /
loyalitas
konsumen
terhadap
produk
itu
sendiri.

Contoh Kasus : PT.IKPP dinilai Melanggar Etika Bisnis


PANGKALAN KERINCI, JurnalRiau,Com- Akibat persaingan kurang sehat
pihak perusahaan kini melakukan berbagai cara untuk merekrut tenaga kerja yang
diiming-imingi kenaikan gaji.Berawal dari kekecewaan dengan management PT Riau
Andalan Pulp and Paper (RAPP), ratusan karyawan di masing-masing departemen
perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci mengancam bakal hengkang dari
perusahaan
dan
hijrah
Ke
PT
Indah
Kiat.
Kekecewaan tersebut dikarenakan perusahaan ini telah ingkar janji dengan para
karyawan terkait bonus yang akan diberikan. Dimana sebelumnya, para karyawan
yang bekerja di PT RAPP diberikan janji oleh pihak management dengan bonus
kesejahteraan bila target perusahaan tercapai. Namun meski target perusahaan telah
tercapai empat bulan lewat, janji perusahaan yang akan memberikan bonus pada
karyawan tak kunjung terealisasi.
Alhasil, para karyawan yang merasa dikecewakan berniat untuk hengkang dari
perusahaan kayu milik Taipan Sukanto Tanoto itu. Tak tanggung - tanggung, ada

sekitar 80 persen karyawan dari masing-masing departemen yang berencana akan


hengkang ke PT Indah Kiat. Namun niat para karyawan agak sedikit terhalang,
pasalnya pihak perusahaan tak mau melepaskan begitu saja para karyawannya.
Beberapa Top Management PT RAPP seperti David Ceer, Timo Hakkinen, Elwan
Jumandri dan Jhoni W Sida langsung datang ke lokasi di Grand Hotel Pangkalan
Kerinci, Sabtu (10/4) tempat beberapa karyawan PT RAPP akan melakukan interview
dengan
PT.
Indah
Kiat.
Dari pantauan sendiri di lokasi kejadian, memang beberapa orang dari pihak
perusahaan berpakaian preman terlihat mondar-mandir di lingkungan hotel. Salah
seorang karyawan yang akan diinterview oleh PT Indah Kiat di Pangkalan Kerinci dan
wanti-wanti namanya minta dirahasiakan mengakui kekhawatirannya. Pasalnya, dia
bersama kawan-kawannya melihat sendiri bahwa pihak perusahaan
PT. RAPP membawa security berpakaian seragam dan bebas datang ke lokasi hotel.
"Jujur saja, kami ketakutan pak, soalnya management membawa security satu truk dan
preman untuk menjegal kami agar tak jadi diinterview," pungkas salah satu karyawan
yang enggan disebut identitasnya.
Dilain sisi menanggapi hal ini secara pribadi pihak Stokeholder Relations Manager
PT.RAPP Wan Zak kepada JurnalRiau, Minggu petang (11/04/2010) mengatakan,
bahwa hal itu tidak benar, soal pengamcanam untuk hengkang sudah kedua kali. Dan
untuk keluar dari perusahaan karyawan tergantung kesepakatan Mou kontrak kerja
sebelumnya.
Jadi
tak
segampang
itu.
Adanya rumor interview oleh pihak perusahaan pulp PT. Indah Kiat, bagi sejumlah
karyawan HRD Riaupulp, menurut wan Zack, tindakan itu merupakan persaingan
bisnis yang tak sehat. Dan dinilai merusak etika bisnis, "Selama ini karyawan kita
telah mendapat ilmu pengetahuan dan bimtek, yang cukup handal, kenapa tiba-tiba
ada perusahaan yang merekrut dengan sistem persaingan tak sehat..," ucap Wan Zak.
Sementara Humas Relation PT. Indah Kiat, Nurul Huda ketika dihubungi via
ponselnya Minggu petang (11/04/10) mengaku belum mengetahui hal itu. Karena
yang menghandel masalah adalah HRD.
Pendapat mengenai Artikel diatas :
Disini ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kedua perusahaan diatas.
Hal pertama adalah kesalahan yang dilakukan oleh PT.RAPP (Riau Andalan Pulp and
Paper ) yang sudah melanggar Prinsip Etika bisnis yaitu prinsip kejujuran,prinsip
keadilan dan prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik. Pada prinsip kejujuran,
perusahaan sudah ingkar janji atau telah melanggar perjanjian dengan para karyawan
mengenai pemberian bonus jika target perusahaan tercapai,, perjanjian yang disepakati
bersama telah diabaikan oleh PT.RAPP.
Pada prinsip keadilan , disini ada kaitanya dengan prinsip kejujuran dimana
perusahaan seharusnya memberikan sesuatu yang sudah menjadi hak para karyawan

tersebut, di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya. Dan
yang terakhir yaitu Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik dimana pada kasus ini
yang diuntungkan hanya satu pihak yaitu pihak PT.RAPP. padahal akan lebih baik
jikakedua belah pihak merasa diuntungkan yaitu perusahaan mencapai targetnya dan
para karyawan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka. Jika saja
perusahaan lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan maka
hal hal yang tidak diinginkan seperti artikel diatas tidak akan terjadi.
Dan untuk PT.Indah kiat sebaiknya jika permasalahan antara PT.RAPP dan
para karyawannya belum diketahui secara pasti akan lebih baik jika PT.Indah kiat
untuk tidak mengambil keuntungan dari konflik tersebut namun hal ini belum
diketahui secara pasti karena dari pihak PT. Indah kiat belum ada informasi pasti
mengenai perekrutan karyawan PT.RAPP.

CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA


DALAM BIDANG KETEKNIKAN :
ADAPUN CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA DALAM BIDANG
KETEKNIKAN :

Kasus yang pertama yaitu pada seorang yang bekerja di bagian Quality Control tersebut
melakukan hal yang dianggap tidak baik, yaitu dengan meloloskan seuatu produk yang
sebenarnya dianggap cacat atau tidak layak. Hal ini disebut pelanggaran etika karena
didalam diri orang tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika
profesi. Dampak yang akna di timbulkan berdasarkan kasus tersebut yaitu perusahaan
dimana produk tersebut diciptakan akan di tinggalkan oleh konsumennya, karena
meloloskan suatu produk yang seharusnya di tolak di bagian quality control tersebut, selain
itu nama baik dari perusahaan tersebut akan tercoreng karena tindakan dari oknum yang
melakukan hal-hal tidak terpuji itu.
Cara menanggulangi hal diatas : Dengan cara memperketat keamanan pada
perusahaan tersebut,terutama dibagian quality control..karena dapat merusak citra atau
nama baik dari perusahaan tersebut.
Kasus yang kedua yaitu penyelewengan anggaran atau keuangan teknik oleh oknum yang tak
bertanggungjawab demi kepentingan pribadi. Hal ini disebut pelanggaran etika karena
didalam diri orang tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika
profesi. Dampak yang ditimbulkan dalam hal ini yaitu perusahaan yang bersangkutan akan
mengalami kerugian dalam segi finansial.
Cara menanggulangi hal diatas : Sebaiknya orang yang melakukan hal tersebut
tidak diperbolehkan masuk kedalam dunia kerja, karena dalam diri orang terdapat
pelanggaran-pelanggaran etika profesi yang seharusnya tidah dlakukan oleh setiap orang
yang bekerja dalam perusahaan.
Kasus yang ketiga yaitu dalam bidang proyek teknik, seorang melakukan kecurangan dalam
bentuk meminimalisir suatu kapasitas bahan baku yang seharusnya sudah d tetapkan demi
mendapatkan keuntungan dari segi finansial kedalam dirinya sendiri. Contoh dalam proyek
pembuatan jalan, maka bahan yang seharusnya dibeli untuk kebutuhan proyek tersebut
dikurangi kapsitasnya agar biaya menjadi murah dan keuntungannya akan diterima oleh
orang yang melakukan hal tersebut. Hal ini disebut pelanggaran etika profesi karena
didalam diri orang tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika
profesi.
Cara menanggulangi hal diatas : Sebaiknya orang yang melakukan tindakan
tersbut harus di tindak lanjuti agar tidak terjadi hal-hal seperti kasus di atas karena akan
berdampak kepada proyek yang bersangkutan akan mengalami kerugian dalam segi
finansial, selain itu.umur ekonomis dari jalan yang sudah dibuat tidak sesuai dengan
perhitungan yang sebenarnya, karena material yang seharusnya digunakan sudah
diminimalisir demi keuntungan pribadi.
KESIMPULAN
Dari pembahasan sebelumnya maka dapat di simpulkan bahwa kode etik profesi merupakan
pedoman mutu moral profesi si dalam masyarakat yang di atur sesuai dengan profesi
masing-masing. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan cita-cita di terima oleh
profesi itu sendiri serta menjadi tumpuan harapan untuk di laksanakan dengan tekun dan
konsekuen. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi
pemerintah karena tidak akan di jiwai oleh cita-cita dan nilai hidup dalam kalangan profesi
itu sendiri.
SARAN
Agar dapat memahami dan memperoleh pengetahuan baru maka usaha yang dapat di
lakukan adalah:

1. Mengaplikasikan keahlian sebagai tambahan ilmu dalam praktek pendidikan yang di


jalani.
2. Pembahasan dari kode etik diatas menjadikan individu yang tahu akan pentingnya kode
etik profesi.

Studi Kasus Hak Paten Milik


Samsung & Apple
Apple iPad VS Samsung Galaxy Tab

Seorang hakim di AS mengatakan bahwa tablet Samsung Galaxy Tab


melanggar hak paten iPad milik Apple Inc, namun juga Apple memiliki
masalah terhadap validitas paten.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hakim Distrik AS Lucky Koh pada
kamis di siding pengadilan atas permintaan Apple terhadap beberapa
produk Galaxy yang dijual di AS. Apple dan Samsung terlibat dalam konflik
hokum yang berat mengucap lebih dari 20 kasus di 10 negara sebagai
persaingan untuk posisi dua teratas di pasar smartphone dan computer
tablet. Sebelumnya, pengadilan Australia melakukan larangan penjualan
sementara komputer tablet terbaru Samsung di Negara itu.
Seperti dilansir Reuters, Apple menggugat Samsung di Amerika Serikat
pada bulan april, mengatakan produk ponsel dan tablet Galaxy milik
perusahaan Korea Selatan itu meniru iPhone dan iPad, termasuk
smartphone 4G Galaxy S dan Galaxy Tab 10.1 tablet. Sementara itu,
penyedia layanan ponsel, Verizon Wireless dan T-Mobile USA telah
menentang permintaan Apple, dan menyatakan bahwa Apple harus
menunjukan bahwa Samsung melanggar hak paten dan menunjukan paten
miliknya yang sah menurut hukum.
Pengacara Apple, Harold McElhinny mengatakan jika design produk Apple
jauh lebih unggul dari produk sebelumnya, sehingga paten produk Apple
yang saat ini tidak membatalkan design yang datang sebelumnya itu

hanya perbedaan dari design, kata McElhinny. Juru bicara Apple Huguet
Kristen mengatakan, bahwa bukan suatu kebetulan jika produk Samsung
terbaru mirip sekali dengan iPhone dan iPad, hal seperti ini adalah hal
yang meniru secara terang-terangan, dan apple perlu melindungi
kekayaan intelektualnya agak perusahaan lain tidak mencuri ide-idenya.
PEMBAHASAN :
Hasil penyelesaian gugatan Apple Inc, kepada pihak Samsung di beberapa
Negara adalah
Australia
Di Australia, Galaxy Tab 10.1 sempat diblokir sejak Juli 2011. Samsung
sudah dua kali menunda pengenalan Galaxy Tab 10.1 karena Apple.
Namun, mendekati momen Natal 2011, pengadilan Australia
menghentikan larangan penjualan Galaxy Tab 10.1.
Tapi pada akhirnya Samsung memenangi perang patennya dengan Apple di
Pengadilan Australia. Dengan kemenangan itu, Samsung pun diizinkan
menjual tablet Galaxy Tab 10.1 di Australia, setelah sebelumnya diblokir
akibat gugatan yang diajukan Apple.
Perancis
kemenangan perusahaan asal Korea Selatan tersebut tidak berlanjut di
Perancis. Karena Pengadilan di Paris menolak gugatan Samsung yang
meminta pemblokiran penjualan iPhone 4S di Perancis, dengan tuduhan
pelanggaran paten.
Pengadilan juga memerintahkan Samsung untuk membayar sejumlah EUR
100 ribu yang dianggap sebagai ganti rugi Apple yang melakukan biaya
hukum. Florian Mueller dari FOSS Patent memiliki analisis yang mendalam
dan panjang mengenai keputusan pengadilan tersebut.
Amerika Serikat
di negara asalnya (AS), Apple tidak berhasil menghadang penjualan
Samsung.
Samsung bukan satu-satunya vendor smartphone Android yang berseteru
dengan Apple terkait hak paten. HTC dan Motorola juga diserang oleh
Apple melalui Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat atau
International Trade Commission (ITC).
Hakim Distrik Amerika Serikat Lucy Koh memutuskan menolak permintaan
Apple untuk memblok smartphone buatan Samsung di Amerika Serikat. Ini

terjadi dalam sebuah babak baru perang antara 2 raksasa smartphone


tersebut yang bermula ketika Apple mengajukan gugatan kepada Samsung
di Amerika Serikat pada bulan April lalu atas dasar meniru desain Apple
Jerman
Apple kembali menggugat Samsung di pengadilan distrik Dusseldorf,
Jerman. Kali ini, Apple akan mengajukan gugatan kepada Samsung terkait
10 model smartphone dari keluarga Galaxy
Pengadilan Jerman sempat menghentikan penjualan tablet Samsung
Galaxy Tab 10.1 inci pada September 2011 lalu. Karena, Apple mengklaim
produk tersebut melanggar hak paten desain, tampilan, dan nuansa iPad.
Untuk menghindari putusan itu, Samsung melakukan beberapa modifikasi
tampilan tablet, lalu produk modifikasi tersebut diberi nama Galaxy Tab
10.1N (ditambahkan huruf 'N' di belakangnya).
Apple tak juga puas. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini
mengajukan mosi untuk memblokir Galaxy Tab 10.1N. Namun, pada
Desember 2011, hakim mengeluarkan putusan awal bahwa Galaxy Tab
10.1N ini tidak melanggar desain hak paten Apple di Eropa.
Persidangan kasus smartphone Apple vs Samsung akan digelar lagi
sebelum bulan Agustus 2012. Sementara kasus tablet akan dilanjutkan
pada bulan September.
Analisa :
menurut saya Perusahaan Apple Inc, berusaha memonopoli usaha
dagangnya dengan mematenkan setiap produknya.Apple Inc, tidak ingin
ada pesaing dalam hal teknologi sehingga tidak ada yang menghalangi
bisnisnya untuk menguasai pasar global.selain itu untuk menyingkirkan
pesaingnya, Apple menuntut pihak pesaingnya dengan tuduhan menjiplak
hak paten yang dimilikinya.
Solusi :
Sebaiknya pihak Apple lebih bijak dalam menyikapi hal ini, akan lebih
baik pihak Apple meneliti kesamaan antara produk pesaing dengan produk
yang sudah dipatenkan. Sehingga pihak Apple tidak membuang banyak
biaya untuk menggugat di banyak Negara.

STUDI KASUS

1. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2009


"Kasus-kasus yang ditemukan pada pelaksanaan UN 2009 mulai dari kategori ringan terkait
pencetakan dan distribusi soal hingga dugaan kebocoran soal UN," kata Inspektur IV Itjen Depdiknas
Amin Priyatna kepada pers di Jakarta, Senin (4/5). Terkait masalah distribusi dan pencetakan soal,
Amin yang dalam keterangannya didampingi Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof
Mungin Eddy Wibowo mengatakan, tim Itjen menerima laporan dari berbagai daerah antara lain
kesalahan nomor pada soal, nomor soal tercetak dua kali, soal tertukar yakni soal A masuk ke
amplop soal B, kualitas kertas yang mudah rusak.
Beberapa kasus terkait pencetakan dan kendala dalam distribusi soal antara lain di Bangka Tengah,
Magelang, Purbalingga, Mamuju Sulbar, Majene Sulsel, dan Kabupaten Padang Panjang.
Terkait dugaan kebocoran soal UN, Amin mengatakan, upaya membocorkan soal terjadi sehari
menjelang pelaksanaan UN terjadi di Bengkulu Selatan yang melibatkan 16 orang, yakni 10 kepala
sekolah SMA Negeri, empat kepala sekolah swasta, satu kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri dan
seorang kabid Dikmenum Diknas setempat.
"Kasusnya sedang diproses pihak kepolisian karena upaya tindak kecurangan dengan cara
menyembunyikan soal cadangan saat penyerahan kepada pihak kepolisian," katanya.
Kecurangan tersebut segera diketahui polisi yang langsung menangkap basah saat terjadi pembagian
berkas di antara ke-16 orang tersebut sehingga jawaban soal tidak sempat dibocorkan kepada
peserta didik, katanya.
Itjen juga menerima laporan dari SMPN I Bengkulu tentang adanya guru yang membocorkan soal dan
jual beli soal di SMP di Kendari, dugaan kebocoran jawaban soal di SMP Negeri di Bandung, guru di
Banten yang membacakan jawaban soal ujian kepada siswa di dalam kelas.
Sementara itu, Ketua BSNP Prof Mungin Eddy Wibowo menambahkan, panitia UN dan tim pemantau
BSNP juga memperoleh laporan adanya pungutan uang UN di sekolah swasta di Bandung barat yang
seharusnya gratis. "Di sejumlah daerah yang dilanda banjir juga diperoleh laporan soal UN yang
rusak, siswa terlambat mengikuti UN karena banjir," katanya.
Terkait dengan penemuan kasus pada UN tahun 2008, Amin Priyatna mengatakan, Itjen telah
memberikan rekomendasi kepada kepala daerah tentang temuan dan tindakan yang perlu dilakukan
terhadap oknum guru, kepala sekolah dan pejabat dinas pendidikan yang terbukti melakukan
kecurangan. "Hasil temuan kami laporkan kepada Mendiknas dan disampaikan kepada kepala
daerah di masing-masing propinsi dan kabupaten. Tahun 2008 ada lima propinsi, antara lain Medan
Sumut, Bandung Jabar, Garut Jabar, dan Sulawesi Tenggara," ungkapnya.

PEMBAHASAN :Apa

yang menarik tentang kebijakan UN ? yang menarik


adalah karena pelaksanaan UN selalu tidak pernah lepas dari penyimpangan
(kebocoran soal-soal UN dll), meskipun fakta penyimpangan sekali lagi bukan
menjadi sesuatu yang baru dan menjadi sebuah hal yang wajar dibanyak kebijakan,
namun menjadi menarik dan tidak wajar ketika pelaku penyimpangan telah
melibatkan oknum-oknum seperti kepala dinas hingga guru, bukankah ini sebuah
realitas yang paradoks ditengah memuncaknya semangat pemuliaan guru melalui
undang-undang
guru
dan
dosen
(UUGD)?
Dalam konteks UN, Sepintas guru memang perlu dipertanyakan moralitasnya,
namun tidaklah fair jika semuanya itu dilimpahkan kepada guru sebab semua itu
tidaklah berdiri sendiri-sendiri. Menurut Ade Irawan kepala korupsi pendidikan ICW
mentengarai, guru yang melakukan curang itu, karena ada tekanan dari atas,
yakni kepala sekolah, lalu kepala sekolah ditekan oleh kepala dinas, dan kepala
dinas
ditekan
oleh
kepala
daerah,"

Jadi sempurnya aturan sempurna pula penyimpangannya, begitulah kira-kira


kata yang pantas untuk menggambarkan sisi lain pelaksanaan UN sebab meskipun
setiap tahunnya pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
telah berupaya meminimalisir segala bentuk penyimpangan UN, ternyata tidak
menghentikan oknum-oknum terorganisir untuk sengaja berbuat menyimpang
dalam
pelaksanaan
UN.
Realitas ini apakah bisa dijadikan sebagai kesimpulan sementara tentang
ketidakjujuran para pelaku pendidikan kita? Jika pemahaman tentang kejujuran
itu merupakan sebuah sikap apa adanya? Maka perilaku menyimpang dengan
sengaja melakukan pembocoran soal secara sistematis merupakan salah satu
bentuk kejujuran para pendidik kita, sebuah sikap kejujuran tentang ketimpangan
pendidikan yang dirasakannya, kejujuran yang tidak pernah maksimal didengar
oleh pengambil kebijakan, dan pengabaian hak-hak evaluasi guru sebagaimana
yang digariskan dalam Undang-undang sisdiknas pada akhirnya memaksa para
pendidik kita untuk memodifikasi konsep kejujurannya dengan apa yang populer
kita sebut menyimpang dalam UN Dapatkah pemerintah bersikap lebih bijak
dengan tidak memaknai hanya apsek formilnya saja?
(Posted by : Fitri Wahyuni (12095373)

2. Kasus Mulyana W Kusuma


Kasus ini terjadi sekitar tahun 2004. Mulyana W Kusuma sebagai seorang anggota KPU diduga
menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan
logistic pemilu. Logistic untuk pemilu yang dimaksud yaitu kotak suara, surat suara, amplop suara,
tinta, dan teknologi informasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, badan dan BPK meminta dilakukan
penyempurnaan laporan. Setelah dilakukan penyempurnaan laporan, BPK sepakat bahwa laporan
tersebut lebih baik daripada sebeumnya, kecuali untuk teknologi informasi. Untuk itu, maka
disepakati
bahwa
laporan
akan
diperiksa
kembali
satu
bulan
setelahnya.
Setelah lewat satu bulan, ternyata laporan tersebut belum selesai dan disepakati pemberian
waktu tambahan. Di saat inilah terdengar kabar penangkapan Mulyana W Kusuma. Mulyana
ditangkap karena dituduh hendak melakukan penyuapan kepada anggota tim auditor BPK, yakni
Salman Khairiansyah. Dalam penangkapan tersebut, tim intelijen KPK bekerjasama dengan auditor
BPK. Menurut versi Khairiansyah ia bekerja sama dengan KPK memerangkap upaya penyuapan oleh
saudara Mulyana dengan menggunakan alat perekam gambar pada dua kali pertemuan mereka.
Penangkapan ini menimbulkan pro dan kontra. Salah satu pihak berpendapat auditor yang
bersangkutan, yakni Salman telah berjasa mengungkap kasus ini, sedangkan pihak lain berpendapat
bahwa Salman tidak seharusnya melakukan perbuatan tersebut karena hal tersebut telah melanggar
kode etik akuntan.

PEMBAHASAN

: Dalam kasus ini terdapat pelanggaran kode etik dimana


auditor telah melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang auditor
dalam mengungkapkan kecurangan. Auditor telah melanggar prinsip keempat etika
profesi yaitu objektivitas, karena telah memihak salah satu pihak dengan dugaan
adanya kecurangan. Auditor juga melanggar prinsip kelima etika profesi akuntansi
yaitu kompetensi dan kehati-hatian professional, disini auditor dianggap tidak
mampu mempertahankan pengetahuan dan keterampilan professionalnya sampai
dia harus melakukan penjebakan untuk membuktikan kecurangan yang terjadi.
(Posted by : Anik Setyani (12095350)

3. Kasus Sembilan KAP


Yang Diduga Melakukan KolusiDengan Kliennya
Jakarta, 19 April 2001 .Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pihak kepolisian
mengusut sembilan Kantor Akuntan Publik, yang berdasarkan laporan Badan Pengawas
Keuangan dan Pembangunan (BPKP), diduga telah melakukan kolusi dengan pihak bank yang
pernah
diauditnya
antara
tahun
1995-1997.
Koordinator ICW Teten Masduki kepada wartawan di Jakarta, Kamis, mengungkapkan,
berdasarkan temuan BPKP, sembilan dari sepuluh KAP yang melakukan audit terhadap sekitar
36 bank bermasalah ternyata tidak melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit.
Hasil audit tersebut ternyata tidak sesuai dengan kenyataannyasehingga akibatnya mayorita
s bank-bank
yang diaudit tersebuttermasuk di antara bank-bank
yang dibekukan kegiatan usahanya olehpemerintah sekitar tahun 1999. Kesembilan KAP tersebu
t adalah AI & R, HT & M, H & R, JM & R, PU & R, RY, S & S, SD & R, dan RBT & R.
Dengan kata lain, kesembilan KAP itu telah menyalahi etika profesi.Kemungkinan ada kolusi a
ntara kantor akuntan publik dengan bank
yangdiperiksa untuk memoles laporannya sehingga memberikan laporanpalsu, ini jelas suatu ke
jahatan, ujarnya. Karena itu,
ICW dalam waktudekat akan memberikan laporan kepada pihak kepolisian untukmelakukan pen
gusutan mengenai adanya tindak kriminal yang dilakukankantor akuntan publik dengan pihak p
erbankan.
ICW menduga, hasil laporan KAP itu bukan sekadar human
erroratau kesalahan dalam penulisan laporan keuangan yang tidak disengaja,tetapi kemungkin
an ada berbagai penyimpangan dan pelanggaran yangdicoba ditutupi dengan melakukan rekaya
sa akuntansi.
Teten juga menyayangkan Dirjen Lembaga Keuangan tidakmelakukan tindakan administratif
meskipun pihak BPKP telahmenyampaikan laporannya, karena itu kemudian ICW mengambilinisi
atif untuk mengekspos laporan BPKP ini karena kesalahan sembilanKAP itu tidak ringan.
Kami mencurigai, kesembilan KAP itu telahmelanggar standar audit sehingga menghasilkan lap
oran yangmenyesatkan masyarakat, misalnya mereka memberi laporan banktersebut sehat tern
yata dalam waktu singkat bangkrut. Ini merugikanmasyarakat.
Kita mengharapkan ada tindakan administratif dariDepartemen Keuangan misalnya mencabut iz
in kantor akuntan publikitu, tegasnya. Menurut Tetan,
ICW juga sudah melaporkan tindakandari kesembilan KAP tersebut kepada Majelis Kehormatan
IkatanAkuntan Indonesia
(IAI) dan sekaligus meminta supaya dilakukantindakan etis terhadap anggotanya yang melangga
r kode etik profesiakuntan.

PEMBAHASAN

: Dalam kasus ini terdapat banyak pelanggaran kode etik profesi


akuntan. Prinsip pertama yaitu tanggung jawab profesi telah dilanggar. Karena auditor telah
menerbitkan laporan palsu, maka kepercayaan masyarakat terhadapnya yang dianggap dapat
menyajikan laporan keuangan telah disalahi. Prinsip kedua yaitu kepentingan publik juga telah
dilanggar, karena dianggap telah menyesatkan public dengan disajikannya laporan keuangan yang
telah direkayasa. Bahkan prinsip keempat yaitu obyektivitas juga dilanggar, yaitu mereka tidak
memikirkan kepentingan public melainkan hanya mementingkan kepentingan klien.
(Posted

by

Rayhan

Syafrizal

(12095341)

4. Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang


diduga
menyuap
pajak
September tahun 2001, KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono harus menanggung malu.
Kantor akuntan publik ternama ini terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75
ribu. Sebagai siasat, diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus
dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di

bursa
New
York.
Berkat aksi sogok ini, kewajiban pajak Easman memang susut drastis. Dari semula US$ 3,2
juta menjadi hanya US$ 270 ribu. Namun, Penasihat Anti Suap Baker rupanya was-was dengan
polah anak perusahaannya. Maka, ketimbang menanggung risiko lebih besar, Baker melaporkan
secara suka rela kasus ini dan memecat eksekutifnya. Badan pengawas pasar modal AS,
Securities & Exchange Commission, menjeratnya dengan Foreign Corrupt Practices Act,
undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri. Akibatnya, hampir saja
Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas. Namun, karena Baker mohon ampun,
kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan. KPMG pun terselamatan.

PEMBAHASAN

: Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono juga


melibatkan kantor akuntan publik yang dinilai terlalu memihak kepada kliennya.
Pada kasus ini, prinsip- prinsip yang dilanggar yaitu antara lain prinsip integritas.
Akuntan yang telah berusaha menyuap untuk kepentingan klien seperti pada
kasus di atas dapat dikatakan tidak jujur dan tidak adil dalam melaksanakan
tugasnya. Selain prinsip tersebut, akuntan juga telah melanggar prinsip
obyektivitas hingga ia bersedia melaukan kecurangan. Di sini terihat bahwa ia
telah
berat
sebelah
dalam
memenuhi
kewajiban
profesionalnya.

Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan


profesional, integritas mengharuskan seorang anggota untuk antara lain
bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima
jasa.
Obyektivitas adalah suatu kualitas yag memberikan nilai atas jasa yang
diberikan anggota, prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil,
tidak memihak, jujur, secara intelektual, tidak berprasangka, serta bebas dari
benturan
kepentingan
atau
berada
dibawah
pengaruh
pihak
lain.
(Posted

5.

by

Pelaku

Dedi

Pedagang

Kristianto

(12095296)

Yang

Curang

Membahas ulah para pedagang yang curang, para pedagang yang mendaur ulang
makanankadarluasa menjadi makanan yang bisa dimakan. Diantaranya ad tukang mie ayam,
semua bahannyadari bahan-bahan kadarluasa, bahan baku mie dari mie kering yang kadarluasa
(diantaranya bahkan ada yang udah jamuran dan ada ulat), dibasuh dengan air panas lalu
dibuat mie ayam. Bahan baku ayam yang digunakan adalah ayam yang sudah menjadi bangkai,
dengan membayangkan hal tersebut kita sebagai konsumen menjadi harus sangat berhati-hati,
karena
menyangkut
kesehatan
tubuh
kita.

PEMBAHASAN : Menurut saya seorang pedagang adalah suatu pekerjaan yang sangat

penting dalam roda perekonomian kita. Dengan adanya pedagang, kita sebagai masyarakat
sangat diuntungkan karena kita bisa mendapatkan suatu barang yang kita inginkan sesuai
dengan harga tersebut yang telah kita sepakati oleh kedua belah pihak yaitu pedagang dan
pembeli.Tetapi menurut saya seorang pedagang harus memiliki etika keprofesian yang sangat
baik. Karena saya mengetahui banyak pedagang yang berlaku curang terhadap pembeli hanya
untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dengan cara yang sangat licik. Menrut saya
tindakan ini sangat tercela dan telah melanggar etika-etika keprofesian seorang pedagang
tersebut. Sebaikya seorang pedagan memiliki kesadaran untuk berlaku jujur terhadap
konsumennya, karena pedagang tanpa adnya seorang pembeli para pedagang tersebut tidak
akan mendapatkan apapun. Caranya adalah seorang pedagang harus memiliki batasan-batasan
etika dan moral yang boleh dilakukan dan hal apa yang tidak boleh dilakukan terhadap
konsumennya. Dengan berperilaku etika moral yang baik tentunya akan tercita suasana yang
kondusif saat terjadi jual beli dengan konsumennya, dan transaksi pun akan berjalan dengan

lancar.
(Posted

6.

Apple

by

iPad

Putri

VS

Ariesta

Samsung

Lemana

Galaxy

(12095340)

Tab

seorang hakim di AS mengatakan bahwa tablet Samsung Galaxy Tab melanggar hak paten
iPad milik Apple Inc, namun juga Apple memiliki masalah terhadap validitas paten.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hakim Distrik AS Lucky Koh pada kamis di siding
pengadilan atas permintaan Apple terhadap beberapa produk Galaxy yang dijual di AS. Apple
dan Samsung terlibat dalam konflik hokum yang berat mengucap lebih dari 20 kasus di 10
negara sebagai persaingan untuk posisi dua teratas di pasar smartphone dan computer tablet.
Sebelumnya, pengadilan Australia melakukan larangan penjualan sementara komputer tablet
terbaru
Samsung
di
Negara
itu.
Seperti dilansir Reuters, Apple menggugat Samsung di Amerika Serikat pada bulan april,
mengatakan produk ponsel dan tablet Galaxy milik perusahaan Korea Selatan itu meniru iPhone
dan iPad, termasuk smartphone 4G Galaxy S dan Galaxy Tab 10.1 tablet. Sementara itu,
penyedia layanan ponsel, Verizon Wireless dan T-Mobile USA telah menentang permintaan
Apple, dan menyatakan bahwa Apple harus menunjukan bahwa Samsung melanggar hak paten
dan
menunjukan
paten
miliknya
yang
sah
menurut
hukum.
Pengacara Apple, Harold McElhinny mengatakan jika design produk Apple jauh lebih unggul
dari produk sebelumnya, sehingga paten produk Apple yang saat ini tidak membatalkan design
yang datang sebelumnya itu hanya perbedaan dari design, kata McElhinny. Juru bicara Apple
Huguet Kristen mengatakan, bahwa bukan suatu kebetulan jika produk Samsung terbaru mirip
sekali dengan iPhone dan iPad, hal seperti ini adalah hal yang meniru secara terang-terangan,
dan apple perlu melindungi kekayaan intelektualnya agak perusahaan lain tidak mencuri ideidenya.

PEMBAHASAN

: Hasil penyelesaian gugatan Apple Inc, kepada pihak Samsung di

beberapa
Negara
adalah

Australia
Di Australia, Galaxy Tab 10.1 sempat diblokir sejak Juli 2011. Samsung sudah dua kali
menunda pengenalan Galaxy Tab 10.1 karena Apple. Namun, mendekati momen Natal 2011,
pengadilan Australia menghentikan larangan penjualan Galaxy Tab 10.1.
Tapi pada akhirnya Samsung memenangi perang patennya dengan Apple di Pengadilan
Australia. Dengan kemenangan itu, Samsung pun diizinkan menjual tablet Galaxy Tab 10.1 di
Australia, setelah sebelumnya diblokir akibat gugatan yang diajukan Apple.

Perancis
kemenangan perusahaan asal Korea Selatan tersebut tidak berlanjut di Perancis. Karena
Pengadilan di Paris menolak gugatan Samsung yang meminta pemblokiran penjualan iPhone
4S
di
Perancis,
dengan
tuduhan
pelanggaran
paten.
Pengadilan juga memerintahkan Samsung untuk membayar sejumlah EUR 100 ribu yang
dianggap sebagai ganti rugi Apple yang melakukan biaya hukum. Florian Mueller dari FOSS
Patent memiliki analisis yang mendalam dan panjang mengenai keputusan pengadilan
tersebut.

Amerika
Serikat
di negara asalnya (AS), Apple tidak berhasil menghadang penjualan Samsung.
Samsung bukan satu-satunya vendor smartphone Android yang berseteru dengan Apple
terkait hak paten. HTC dan Motorola juga diserang oleh Apple melalui Komisi Perdagangan
Internasional Amerika Serikat atau International Trade Commission (ITC).
Hakim Distrik Amerika Serikat Lucy Koh memutuskan menolak permintaan Apple untuk
memblok smartphone buatan Samsung di Amerika Serikat. Ini terjadi dalam sebuah babak

baru perang antara 2 raksasa smartphone tersebut yang bermula ketika Apple mengajukan
gugatan kepada Samsung di Amerika Serikat pada bulan April lalu atas dasar meniru desain
Apple

Jerman
Apple kembali menggugat Samsung di pengadilan distrik Dusseldorf, Jerman. Kali ini, Apple
akan mengajukan gugatan kepada Samsung terkait 10 model smartphone dari keluarga
Galaxy
Pengadilan Jerman sempat menghentikan penjualan tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 inci
pada September 2011 lalu. Karena, Apple mengklaim produk tersebut melanggar hak paten
desain,
tampilan,
dan
nuansa
iPad.
Untuk menghindari putusan itu, Samsung melakukan beberapa modifikasi tampilan tablet,
lalu produk modifikasi tersebut diberi nama Galaxy Tab 10.1N (ditambahkan huruf 'N' di
belakangnya).
Apple tak juga puas. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini mengajukan mosi untuk
memblokir Galaxy Tab 10.1N. Namun, pada Desember 2011, hakim mengeluarkan putusan
awal bahwa Galaxy Tab 10.1N ini tidak melanggar desain hak paten Apple di Eropa.
Persidangan kasus smartphone Apple vs Samsung akan digelar lagi sebelum bulan Agustus
2012. Sementara kasus tablet akan dilanjutkan pada bulan September.
Kesimpulan
:
1. Perusahaan Apple Inc, berusaha memonopoli usaha dagangnya dengan mematenkan setiap
produknya.
2. Apple Inc, tidak ingin ada pesaing dalam hal teknologi sehingga tidak ada yang
menghalangi
bisnisnya
untuk
menguasai
pasar
global.
3. Untuk menyingkirkan pesaingnya, Apple menuntut pihak pesaingnya dengan tuduhan
menjiplak hak paten yang dimilikinya.
Saran
:
Sebaiknya pihak Apple lebih bijak dalam menyikapi hal ini, akan lebih baik pihak Apple
meneliti kesamaan antara produk pesaing dengan produk yang sudah dipatenkan. Sehingga
pihak Apple tidak membuang banyak biaya untuk menggugat di banyak Negara.
(Posted

7.

by

Kasus

Pelanggaran

Fajar

Kode

Dwi

(12095301)

Etik

Jurnalistik

Kasus pelanggaran kode etik jurnalistik Indy Rachmawati dan TV one dalam kasus Makelar.
Indy melakukan febrifikasi berita dengan menghadirkan narasumber palsu yang disuap uang
dengan isi berita nonfactual dan direkayasa. Walau Indy melakukan pembelaan bahwa andris
(narasumber) sering tampil sebagai narasumber palsu di stasuun TV lainnya, hal itu tidak bisa
dikatagorikan lumrah, karena Indy melanggar kode etik jurnalistik pasal dua.

PEMBAHASAN

: wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesionaldalam


melaksanakan tugas jurnalistik. Penafsiran cara-cara yang professional adalah :

Menunjukan identitas diri kepada narasumber

Menghormati hak privasi

Tidak menyuap

Menghasilkan berita yang factual dan jelas sumbernya

Rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara


dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang

Menghormati pengalamantermasuk menyatakan hasil inputan wartawan lain sebagai


karya sendiri

Tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai
karya sendiri

Pengguna cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita


investigasi bagi kepentingan public.
(Posted
by
:
Ade
Irawan
(12095400)

8. Kronologi Kasus Gayus Halomoan Tambunan


Tudingan adanya praktek mafia hukum di tubuh Polri dalam penanganan kasus
money laundring oknum pegawai pajak bernama Gayus Halomoan Tambunan
semakin melebar. Tak hanya Polri dan para penyidiknya, Kejaksaan Agung dan tim
jaksa peneliti pun turut gerah dengan tudingan Susno Duadji yang mulai merembet
ke mereka. Mereka (tim jaksa peneliti) pun bersuara mengungkap kronologis
penanganan kasus Gayus, berikut adalah kronologis versi tim peneliti kejaksaan
agung.
Kasus bermula dari kecurigaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
(PPATK) terhadap rekening milik Gayus di Bank Panin. Polri, diungkapkan Cirrus
Sinaga, seorang dari empat tim jaksa peneliti, lantas melakukan penyelidikan
terhadap kasus ini. Tanggal 7 Oktober 2009 penyidik Bareskrim Mabes Polri
menetapkan Gayus sebagai tersangka dengan mengirimkan Surat Pemberitahuan
Dimulainya
Penyidikan
(SPDP).
Dalam berkas yang dikirimkan penyidik Polri, Gayus dijerat dengan tiga pasal
berlapis yakni pasal korupsi, pencucian uang, dan penggelapan. Karena Gayus
seorang pegawai negeri dan memiliki dana Rp. 25 miliar di Bank Panin. Seiring hasil
penelitian jaksa, hanya terdapat satu pasal yang terbukti terindikasi kejahatan dan
dapat dilimpahkan ke Pengadilan, yaitu penggelapannya. Itu pun tidak terkait
dengan uang senilai Rp.25 milliar yang diributkan PPATK dan Polri itu. Untuk
korupsinya, terkait dana Rp.25 milliar itu tidak dapat dibuktikan sebab dalam
penelitian ternyata uang sebesar itu merupakan produk perjanjian Gayus dengan
Andi Kosasih. Pengusaha garmen asal Batam ini mengaku pemilik uang senilai
hampir Rp.25 miliar di rekening Bank Panin milik Gayus. Ada perjanjian tertulis
antara terdakwa dan Andi Kosasih. Ditandatangani 25 Mei 2008, kata dia. Menurut
Cirrus keduanya awalnya berkenalan di pesawat. Kemudian keduanya berteman
karena sama-sama besar, tinggal dan lahir di di Jakarta Utama. Karena pertemanan
keduanya, Andi lalu meminta gayus untuk mencarikan tanah dua hektar guna
membangun ruko di kawasan Jakarta Utara. Biaya yang dibutuhkan untuk
pengadaan tanah tersebut sebesar US$ 6 juta. Namun Andi, dikatakan Cirus baru
menyerahkan uang sebesar US$ 2.810.000. Andi menyerahkan uang tersebut
kepada Gayus melalui transaksi tunai di rumah orang tua istri Gayus lengkap
dengan kwitansinya, sebanyak enam kali yaitu pada pada 1 juni 2008 sebesar US$
900.000 US dolar, kemudian 15 September 2008 sebesar US$ 650.000, 27 Oktober
2008 sebesar US$ 260.000, lalu pada 10 November 2008 sebesar US$ 200.000, 10
Desember 2008 sebesar US$ 500.000, dan terakhir pada 16 Februari 2009 sebesar

US$

300.000.

Andi menyerahkan uang karena dia percaya dengan Gayus. Sementara untuk
money laundringnya, dikatakan Cirrus itu hanya tetap menjadi dugaan sebab Pusat
pelaporan analisis dan transaksi keuangan (PPATK) sama sekali tidak dapat
membuktikan uang senilai Rp 25 milliar itu merupakan uang hasil kejahatan
pencucian uang (money laundring). PPATK sendiri telah dihadirkan dalam kasus itu
sebagai saksi. Dalam proses perkara itu, PPATK tidak bisa membuktikan transfer
rekening
yang
yang
diduga
tindak
pidana.
Dari perkembangan proses penyidikan kasus tersebut, ditemukan juga adanya
aliran dana senilai Rp 370 juta di rekening lainnya di bank BCA milik Gayus. Uang
itu diketahui berasal dari dua transaksi dari PT.Mega Cipta Jaya Garmindo. PT.
Mega Cipta Jaya Garmindo dimiliki oleh pengusaha Korea, Mr. Son dan bergerak di
bidang garmen. Transaksi dilakukan dalam dua tahap yaitu pada 1 September 2007
sebesar Rp 170 juta dan 2 Agustus 2008 sebesar Rp 200 juta.
Setelah diteliti dan disidik, uang itu diketahui bukan merupakan korupsi dan money
laundring juga. Bukan korupsi, bukan money laundering, tapi penggelapan pajak
murni. Itu uang untuk membantu pengurusan pajak pendirian pabrik garmen di
Sukabumi. Tapi setelah dicek, pemiliknya Mr Son, warga Korea, tidak tahu berada
di mana. Tapi uang masuk ke rekening Gayus. Tapi ternyata dia nggak urus
(pajaknya). Uang itu tidak digunakan dan dikembalikan, jadi hanya diam di
rekening
Gayus.
Berkas P-19 dengan petujuk jaksa untuk memblokir dan kemudian menyita uang
senilai Rp 370 juta itu. Dalam petunjuknya itu, jaksa peneliti juga meminta
penyidik Polri menguraikan di berkas acara pemeriksaan (BAP) keterangan itu
beserta
keterangan
tersangka
(Gayus
T
Tambunan).
Dugaan penggelapan yang dilakukan Gayus itu, diungkapkan Cirrus terpisah dan
berbeda dasar penanganannya dengan penanganan kasus money laundring,
penggelapan dan korupsi senilai Rp 25 milliar yang semula dituduhkan kepada
Gayus. Cirrus dan jaksa peneliti lain tidak menyinggung soal Rp 25 milliar lainnya
dari transaksi Roberto Santonius, yang merupakan seorang konsultan pajak.
Kejaksaan pun tak menyinggung apakah mereka pernah memerintahkan penyidik
Polri untuk memblokir dan menyita uang dari Roberto ke rekening Gayus senilai Rp
25
juta
itu.
Sebelumnya, penyidik Polri melalui AKBP Margiani, dalam keterangan persnya
mengungkapkan jaksa peneliti dalam petunjuknya (P-19) berkas Gayus
memerintahkan penyidik untuk menyita besaran tiga transaksi mencurigakan di
rekening Gayus. Adapun tiga transaksi itu diketahui berasal dari dua pihak, yaitu
Roberto Santonius dan PT. Mega Jaya Citra Termindo. Transaksi yang berasal dari
Roberto, yang diketahui sebagai konsultan pajak bernilai Rp 25 juta, sedangkan
dari PT. Mega Jaya Citra Termindo senilai Rp 370 juta. Transaksi itu terjadi pada 18
Maret, 16 Juni, dan 14 Agustus 2009. Uang senilai Rp 395 juta itu disita
berdasarkan petunjuk dari jaksa peneliti kasus itu. Penanganan kasus Gayus sendiri
bermula ketika PPATK menemukan adanya transaksi mencurigakan pada rekening
Gayus
T
Tambunan.
PPATK
pun
meminta
Polri
menelusurinya.

Kembali ke kasus, berkas Gayus pun dilimpahkan ke pengadilan. Jaksa lalu


mengajukan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan 1 tahun,. Dari pemeriksaan
atas pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu sebelumnya, beredar kabar bahwa ada
"guyuran" sejumlah uang kepada polisi, jaksa, hingga hakim masing-masing Rp 5
miliar.
Diduga gara-gara itulah Gayus terbebas dari hukuman. Dalam sidang di Pengadilan
Negeri Tangerang, 12 Maret lalu, Gayus, yang hanya dituntut satu tahun
percobaan, dijatuhi vonis bebas. "Mengalirnya (uang) belum kelihatan ke aparat
negara
atau
ke
penegak
hukum,"
kata
Yunus.
Namun, anehnya penggelapan ini tidak ada pihak pengadunya, pasalnya
perusahaan ini telah tutup. Sangkaan inilah yang kemudian maju kepersidangan
Pengadilan Negeri Tangerang. Hasilnya, Gayus divonis bebas. Di Pengadilan Negeri
Tangerang, Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan
tindak pidana penggelapan. Tapi kami akan ajukan kasasi, tandas Cirrus. Sosok
Gayus dinilai amat berharga karena ia termasuk saksi kunci dalam kasus dugaan
makelar kasus serta dugaan adanya mafia pajak di Ditjen Pajak. Belum diketahui
apakah Gayus melarikan diri lantaran takut atau ada tangan-tangan pihak tertentu
yang membantunya untuk kabur supaya kasus yang membelitnya tidak terbongkar
sampai ke akarnya. Satgas Pemberantasan Mafia Hukum meyakini kasus Gayus HP
Tambunan bukan hanya soal pidana pengelapan melainkan ada juga pidana korupsi
dan pencucian uang. Gayus diketahui kini berada di Singapura. Dia meninggalkan
Indonesia pada Rabu 24 Maret 2010 melalui Bandara Soekarno-Hatta. Namun dia
pernah memberikan keterangan kepada Satgas kalau praktek yang dia lakukan
melibatkan
sekurangnya
10
rekannya.
Imigrasi Belum Endus Posisi Gayus, Gayus Tambunan hengkang ke Singapura pada
Rabu 24 Maret. Namun posisi pastinya saat ini belum terendus. Satgas
Pemberantasan Mafia Hukum mengatakan kasus markus pajak dengan aktor utama
Gayus Tambunan melibatkan sindikasi oknum polisi, jaksa, dan hakim. Satgas
menjamin oknum-oknum tersebut akan ditindak tegas oleh masing-masing
institusinya, koordinasi perkembangan ketiga lembaga tersebut terus dilakukan
bersama Satgas. Ketiga lembaga tersebut sudah berjanji akan melakukan proses
internal.Kasus ini merupakan sindikasi (jaringan) antar berbagai lembaga terkait.
Perkembangan selanjutnya kasus ini melibatkan susno duadji, Brigjen Edmond
Ilyas, Brigjen Raja Erisman. setelah 3 kali menjalani pemeriksaan, Susno menolak
diperiksa Propam. Sebabnya, dasar aturan pemeriksaan sesuai dengan Pasal 45, 46,
47, dan 48 UU No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan, Pasal 25 Perpres No I Tahun 2007 tentang Pengesahan Pengundangan dan
Penyebarluasan Peraturan, harus diundangkan menteri dalam hal ini Menteri
Hukum dan HAM. Komisi III DPR Siap Beri Perlindungan Hukum untuk Susno.
Pada tanggal 30 Maret 2010, Polisi telah berhasil mendeteksi posisi keberadaan
Gayus di negara Singapura dan kini tinggal menunggu koordinasi dengan pihak
pemerintah Singapura untuk memulangkan Gayus ke Indonesia. Polri mengaku tidak
akan seenaknya melakukan tindakan terhadap Gayus meski yang bersangkutan
telah
diketahui
keberadaannya
di
Singapura.

Pada tanggal 31 Maret 2010, tim penyidik Divisi Propam Polri memeriksa tiga orang
sekaligus. Selain Gayus Tambunan dan Brigjen Edmond Ilyas, ternyata Brigjen Raja
Erisman juga ikut diperiksa. Pemeriksaan dilakukan oleh tiga tim berbeda. Tim
pertama memeriksa berkas lanjutan pemeriksaan Andi Kosasih, tim kedua
memeriksa adanya keterlibatan anggota polri dalam pelanggaran kode etik profesi,
dan tim ketiga menyelidiki keberadaan dan tindak lanjut aliran dana rekening
Gayus.
Pada tanggal 7 April 2010, Komisi III DPR mengendus, seorang jenderal bintang tiga
di Kepolisian diduga terlibat dalam kasus Gayus P Tambunan dan seseorang
bernama Syahrial Johan ikut terlibat dalam kasus penggelapan pajak yang
melibatkan Gayus Tambunan, dari Rp24 milliar yang digelapkan Gayus, Rp11 milliar
mengalir ke pejabat kepolisian, Rp5 milliar ke pejabat kejaksaan dan Rp4 milliar di
lingkungan kehakiman, sedangkan sisanya mengalir ke para pengacara..
Efek berantai kasus Gayus juga menyentuh istana. Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono meminta Satgas Anti Mafia Hukum untuk mengungkap kembali kasus
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). SBY menduga dalam kasus tersebut
terdapat
mafia
hukum.

PEMBAHASAN:

Seharusnya Gayus Tambunan dalam menjalanjan tugasnya


sebagai pegawai pajak mempunyai peran penting dalam masyarakat, yaitu
tanggung jawab kepada semua masyarakat, memelihara kepercayaan masyarakat,
dan menjalankan tanggung jawab profesi karena pajak dibayarkan oleh rakyat.
Prinsip objektivitas mengharuskan seseorang untuk bersikap adil, tidak memihak,
jujur secara intelektual, tidak berprasangka serta bebas dari kebenturan
kepentingan atau berada dibawah pihak lain, hal inilah yang tidak dimiliki seorang
Gayus Tambunan karena seharusnya sebagai pegawai pajak dia tidak melakukan
korupsi, pencucian uang dan penggelapan. Sebagai pekerja pajak seharusnya Gayus
Tambunan menjalankan profesinya sesuai dengan kehati-hatian dan mempunyai
kewajiban untuk melaksanakan penugasan tersebut sejalan dengan prinsip
integritas
dan
obyektivitas.
(Posted by : Muhammad Firdaus (12095396)

Anda mungkin juga menyukai