Anda di halaman 1dari 17

BEST PRACTICE GURU,

Oleh

: Adiyanto, S.Pd

Guru

: SMP Satap 13 Tanjab Timur

Kecamatan

: Mendahara Ulu

e-Mail

: ady_pasemah13@yahoo.com

alternatif email : pasemah13@gmail.com


MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA DIDAERAH TERPENCIL
DENGAN METODE SING ALL THE THINGS AROUND US
DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS
Saya adalah seorang guru bidang studi bahasa inggris di SMP Satu Atap
13 Tanjab Timur. Sekolah kami terintegrasi dengan SD Negeri 54/X Sinarwajo
dimana sistem kepemimpinan masih menginduk kepada kepala sekolah SD. Saya
ditempatkan disekolah ini atas kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan
pemerintah

daerah

untuk

melakukan

pemerataan

pengajar

dikarenakan

menumpuknya pengajar diwilayah tertentu sehingga di wilayah khusus dan


terpencil tidak terdapat guru PNS. Sekolah asal saya adalah SMP Negeri 19
Tanjab Timur yang terletak di ibukota kecamatan dimana semua akses dan
infrastruktur telah mencukupi dan sangat bertolak belakang dengan sekolah SMP
Satap 13 pada saat itu.
Setelah menerima surat keputusan mutasi dari Badan Kepegawaian Daerah
tertanggal 2 Januari 2013 yang disampaikan melalui Kepala UPTD Pendidikan
Kecamatan Mendahara Ulu, saya berpamitan dengan isteri dan anak saya yang
saat itu sedang berumur 3 tahun. Rasa berat mulai mengganggu saya ketika
melihat anak kami yang sedang lucu-lucunya, namun pengabdian saya kepada
negara dan masyarakat mengharuskan saya membulatkan tekad untuk
melaksanakan tugas yang sudah dipercayakan kepada saya dimanapun saya
ditempatkan. Kemudian saya berangkat menuju Desa Sinarwajo yang masih satu
kecamatan dengan SMP awal saya dengan mengendarai Speed Boat setelah air
mulai pasang. Berita tentang daerah pasang surut ini merupakan daerah yang
paling dikhawatirkan oleh seluruh PNS dengan berbagai alasan. Mulai dari

susahnya akses ke kecamatan dan kabupaten, jaringan seluler, air bersih sampai
dengan penerangan, sempat menyurutkan semangat saya. Namun bayangan wajah
istri dan anak saya yang selalu menunggu di rumah membangkitkan kembali
semangat saya untuk segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya
dimanapun saya ditempatkan.
Namun deru mesin speed boat tidak mampu mengalahkan rasa gundah
dalam hati saya, berbagai perasaan muncul begitu melintasi pinggir-pinggir
sungai, air sungai yang berwarna hitam pekat dan terasa kelat dilidah, rumahrumah panggung, MCK yang tak layak bagi kesehatan, penerangan yang tidak
ditemukan, bahkan hand phone yang saya bawa menunjukan tidak adanya
jaringan provider. Mungkin inilah yang menyebabkan beberapa teman PNS
sempat merasa khawatir jika ditempatkan di daerah perairan. Apa yang saya
dengar sebelumnya sekarang terlihat nyata didepan saya. Akhirnya setelah
menempuh perjalanan kurang lebih satu jam terlihatlah papan nama Desa
Sinarwajo dan saya pun meminta kepada juru mudi agar menghentikan boatnya
didepan pelabuhan SD Negeri 54/X Sinarwajo. Kondisi daerah ini sudah saya
dapatkan informasinya melalui pengawas sekolah SD 54/X Sinar Wajo.
Sesampainya di sekolah yang dituju, saya berniat untuk bertemu dengan
kepala sekolah SD Negeri 54/X Sinar Wajo terlebih dahulu. Namun saat itu kepala
sekolah tak kunjung datang dan menurut informasi yang saya dengar ternyata
kepala sekolah ini sedang sibuk mengajukan mutasi ke kabupaten. Ditemani
seorang siswa kelas enam dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer akhirnya
kami sampai di SMP Satap 13 Tanjab Timur. Biasanya SMP Satu Atap untuk area
ruangan belajarnya harus berada satu lokasi dengan SD induk, tapi karena tanah
yang tidak mencukupi SMP Satu Atap 13 di bangun terpisah. Sekolah ini adalah
sekolah menengah pertama tapi yang terakhir dibangun di Kabupaten Tanjab
Timur. Hal ini terbukti dengan nomor nomenklaturnya yang berada dipaling akhir
pada data statistik sekolah di kantor dinas pendidikan kabupaten. Begitu
menginjakkan kaki dihalaman sekolah, saya melihat tiga orang siswi yang sedang
membaca buku di teras sekolah. Saya pun mengucapkan salam dan bertanya
kepada mereka kemana guru-guru dan siswa yang lain. Mereka menjawab jumlah

semua murid hanya 12 orang, 7 orang putri dan 5 orang putra. Siswa yang lain
sudah tidak pernah masuk sekolah lagi karena tidak adanya pengajar, sementara
guru honorer hanya ada 1 orang yaitu ibu Runtut Sudarmilasih yang kebetulan
pada hari itu tidak datang.
Terenyuh hati saya melihat prasasti pembagunan sekolah yang ternyata
bangunan sekolah ini hasil bantuan dana block grand tahun 2012 dengan bantuan
dua buah ruang kelas, satu digunakan sebagai ruang belajar dan satunya lagi
dipakai untuk ruang kantor. Hal ini menandakan bahwa sebelum kedatangan saya
di sekolah ini siswa hanya belajar dengan satu orang guru saja, yaitu ibu Runtut
Sudarmilasih yang kemudian baru saya ketahui baru tamat dari Sekolah
Menengah Atas.
Ternyata film laskar pelangi yang pernah saya tonton ada disini, itu yang
ada pikiran saya saat itu. Lalu saya mengajak tiga orang siswi tadi pergi kerumah
ibu Runtut Sudarmilasih dengan mengendarai sebuah sampan milik salah seorang
siswi. Rasa was-was menyeruak ketika berada diatas sampan dengan kedalaman
air yang sulit untuk diukur mengingat saya tidak bisa berenang. Setelah sampan
ditambatkan di bawah sebuah rumah warga, kami melanjutkan perjalanan dengan
berjalan kaki menuju kerumah ibu Runtut Sudarmilasih. Dari uraian ibu yang
akrab dipanggil Asih ini baru saya ketahui bahwa setelah SMP Satap 13 selesai
dibangun dan resmi menerima siswa baru tahun ajaran 2012/2013 pada bulan juli
seharusnya ada 38 orang siswa yang tamat, namun hanya 12 orang siswa yang
terdaftar. Ini artinya ada 26 siswa yang tidak tahu khabarnya apakah berhenti atau
melanjutkan kesekolah lain dan bahkan menurut informasi dari anak-anak ada
diantaranya yang sudah menikah. Subhanallah anak tamatan SD ada yang sudah
menikah, saya juga tak dapat memungkiri bahwa mayoritas suku di sinarwajo
adalah suku X ( Inisial ) dan ada tradisi atau mitos mereka jika ada yang melamar
anak gadisnya maka pantang ditolak, jika ditolak maka anak gadis tersebut akan
menjadi perawan tua. Dari 12 orang siswa yang terdaftar itupun kadang meraka
jarang masuk karena tidak adanya pengajar. Teriris hati saya ketika bu Asih
mengatakan bahwa dia juga tidak digaji satu sen pun untuk menjadi pengajar
disekolah ini. Saya terpukul dengan cerita ini namun saya bertekad bahwa saya

akan bertahan di sekolah ini dan menjalankan tugas mulia saya sebagai seorang
pengajar.
Sepulang dari rumah bu Asih, saya mengajak ketiga siswi tersebut untuk
datang ke rumah teman-teman mereka yang selama ini tidak pernah sekolah lagi
termasuk rekan-rekan mereka yang sudah tamat SD. Bermacam alasan saya
dengar dari orang tua mereka yang tidak melanjutkan pendidikan anak-anaknya.
Saya juga hanya bisa mengelus dada dengan minimnya perhatian masyarakat dan
oarang tua akan pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anaknya sendiri.
Namun syukur Alhamdullilah Allah masih memberikan saya secercah harapan
dengan ke 12 murid saya yang saya temui satu persatu dirumah mereka. Setelah
saya memberikan penjelasan kepada mereka dan orang tua mereka bahwa saya
adalah guru tetap di sekolah SMP Satap 13 barulah mereka memiliki keinginan
untuk datang ke sekolah lagi. Keesokan harinya sudah berkumpul 12 orang siswa,
7 orang putri dan 5 orang putra. Pakaian mereka pun beraneka rupa, ada yang
seragam sekolah lengkap namun ada yang hanya memakai celana pendek dan baju
kaos oblong dengan sandal jepit dikakinya. Saya hanya bisa tersenyum dan
meminta mereka untuk memasuki kelas. Setelah melakukan perkenalan saya
bertanya kepada mereka pelajaran apa yang paling mereka tidak sukai, dan
jawaban mereka adalah Bahasa Inggris.
Mereka pun memberikan alasannya mengapa mereka tidak menyenangi
pelajaran tersebut, mulai dari tidak pernah belajar di sekolah sebelumnya, tidak
punya kamus, sulit menghapalkan arti kata, bahasa inggris bukan bahasa kita dan
lain sebagainya. Dalam hati saya bertanya-tanya bagaimana menemukan cara agar
mereka perlahan-lahan menyukai pelajaran tersebut mengingat mereka baru kelas
satu SMP yang tidak pernah mendengar kosa kata bahasa inggris. Saya harus
menanamkan doktrin didalam diri mereka bahwa belajar bahasa inggris tidaklah
seperti yang mereka pikirkan. Belajar bahasa inggris sangatlah asyik. Kemudian
saya lalu menuliskan dua kata yaitu sing dan song. Dengan logat daerah
yang kental salah seorang siswa berkata, Apo tu pak? . Saya tersenyum,
kemudian saya menulisakan arti dari kata sing yaitu menyanyi dan song
yaitu lagu. Anak-anak semakin penasaran ketika saya tuliskan lagi sebuah kalimat

Sing All The Things Around Us. Dan saya pun melakukan langkah-langkah
sebagai berikut :
Pertama : saya menuliskan dipapan tulis 11 benda-benda disekitar mereka
( vocabulary)
1.window = jendela
2.door = pintu
3. White board = papan tulis
4. Desk = alas meja
5. Floor = lantai
6. Table = meja
7. Pen = Pena
8. Bag = tas
9. Hat = Topi
10. Book = Buku
11. Shoes = Sepatu
Kedua : saya menuliskan kata tunjuk kata milik dan kata penghubung dipapan
tulis seperti :
1. that is = itu adalah
2. this is = ini adalah
3. and = dan
4. my = milik saya
5. Your = milikmu

Ketiga : saya lalu mengulang mengartikan secara lisan kepada anak-anak arti
semua benda-benda disekeliling mereka yang telah saya catatkan dipapan tulis
tadi.
Keempat : saya

menyanyikan semua kata-kata diatas satu persatu sambil

menunjuk objek benda yang saya nyanyikan dan anak-anak mengikuti arah
telunjuk saya;
That is a window, that is a desk
That is a white board and this is floor
That is a table that is a desk
That is a white board and this is floor
This is my hat that is your hat
That is a white board and this is floor
This is my book, that is your book
That is a white board and this is floor
This is my shoes, that is your shoes
That is white board and is floor
Kelima : setelah anak-anak telena dan asyik dengan lagu yang saya nyanyikan,
kemudian saya meminta anak-anak mengikutinya secara bersama-sama. Setelah
semuanya mulai lancar saya lalu mengetukkan penggaris dipapan tulis sesuai
nada, dan menunjuk objek untuk dinyanyikan bersama oleh anak-anak.
Begitu antusiasnya anak-anak dengan metode yang saya terapkan, ketika
waktu pulang sambil berjalan dan diatas sampanpun masih terdengar anak-anak
menyanyikan lagu yang saya ajarkan, sampai saat ini metode Sing All The
Things Around Us masih saya lakukan menjelang pembelajaran bahasa Inggris
di 10 menit pertama, tapi saya kombinasikan dengan vocabulary yang dihapalkan
siswa di sekitar lingkungan mereka.
Mengapa saya terapkan metode Sing All The Things Around Us dan
memprioritaskan pada vocabulary ? karena vocabulary adalah dasar dan modal
bagi siswa dalam menguasai empat skill dalam bahasa inggris yaitu :\

1. Reading Skill : semakin banyak anak menguasai kosa kata


( vocabulary) semakin mudah anak mengartikan dan memahami isi
bacaan
2. Speaking Skill : dengan banyak menguasai kosa kata maka siswa akan
lebig mudah untuk berkomunikasi dan menerima pesan yang
disampaikan oleh speaker
3. Writing Skill : semakin banyak anak menguasai kosa kata
( vocabulary) semakin mudah anak untuk menuangkan pemikiran
kedalam sebuah karangan/ text
4. Listening Skill : semakin banyak anak menguasai kosa kata
( vocabulary) semakin mudah anak mengerti pesan yang disampaikan
oleh speaker ketika mendengar percakapan secara audio
Tidak terasa dua bulan berlalu, tiba-tiba saya mendengar salah seorang
siswi dipaksa untuk menikah oleh orang tuanya. Saya pun kembali mendatangi
rumah siswi tersebut dan menjelaskan kepada orang tuanya agar anak tersebut
ditamatkan dahulu dari sekolah. Tetapi sayang keputusan orang tuanya sudah
bulat anaknya harus menikah. Usaha yang saya lakukan sudah semaksimal
mungkin, namun menentang adat akan berakibat fatal bagi suku X ini dan saya
juga harus menyelamatkan jiwa saya. Namun ternyata Allah memberikan satu
cobaan lagi, bu Runtut Sudarmilasih berpamitan untuk kembali ke kampung
halamannya karena akan menikah juga. Tapi The Show Must Go On, dengan 11
orang siswa saya mengajarkan mereka dengan tekun dalam 10 bidang studi yang
harus saya kuasai. Saya pernah mencari guru honorer di desa sinarwajo sebagai
patner saya mengajar, tetapi kendala yang saya hadapi adalah untuk mendapatkan
partner kerja yang tamatan SMP saja susah ditemukan apalagi tamatan sarjana.
Namun syukur Alhamdulillah doa dan penantian saya tidak sia-sia. Tiga
bulan kemudian permohonan saya ke UPTD Pendidikan kecamatan mendahara
ulu agar didatangkan seorang guru lagi ditanggapi dengan didatangkan seorang
guru IPA. Sampai saat ini yang bersangkutan masih aktif mengajar di SMP Satap
13 Tanjab Timur. Allah ternyata sangat menyayangi saya dengan ditetapkannya
wilayah kami sebagai wilayah khusus atau Inpres desa tertinggal dengan diperkuat
surat keputusan dirjen P2TKDikdas, dan kami berhak mendapat tunjangan

wilayah khusus. Sekali lagi saya bersyukur atas nikmat yang Allah berikan pada
saya. Alhamdulillah, saat ini siswa smp satap 13 Tanjab Timur telah berjumlah 66
orang dengan 3 rombongan belajar. Berkat adanya alokasi dana bantuan
operasional sekolah, kami juga bisa menggaji guru honorer sebanyak 2 orang, dan
pada akhirnya khabar yang menggembirakan bagi seorang guru adalah ketika
anak-anak didiknya melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi
sesuai dengan saran-saran saya kepada anak-anak dulu. Tenyata 11 orang murid
perdana saya, laskar pelanginya desa Sinarwajo, saat ini sudah duduk di Sekolah
Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Tanjab Timur dan
Tanjab Barat. Alhamdulillah Ya Allah...

MENGAPA SAYA LAYAK MENJADI GURU BERPRESTASI


Di ajukan oleh :
Nama

: Adiyanto, S.Pd

Nip

: 197705272009031002

Nama Sekolah

: SMP Satap 13 Tanjab Timur

Kabupaten

: Tanjung Jabung Timur

Propinsi

: Jambi

Kata Pengantar
Dengan mengucapkan segala puji bagi Allah tuhan sekalian alam, karena
saya telah diberi kesehatan untuk membuat dan menyelesaikan best practice ini,
dan takkan pernah lupa sholawat dan salam untuk rasullullah sang kekasih allah
semoga kelak diakhir zaman kita semua mendapatkan syafaat beliau, amin
Teristimewa untuk ayah tercinta yang telah membesarkan serta mendidik
saya sampi saya seperti saat sekarang ini, almarhumah ibunda ku tersayang yang
senantiasa mengasihi aku sewaktu kecil, yang telah menanamkan bahasa cinta
dalam sanubari ini sehingga aku mengenal kalimat Hidup ini harus berguna bagi
orang lain
Tak pernah lupa sahabat ku ibu Runtut Sudarmilasih yang sejatinya adalah
guru sebenar guru, yang merupakan wujud pahlawan tanpa tanda jasa, saya juga
menyadari Best Practice Ini Jauh dari sampurna, tapi setidaknya saya telah jujur
menceritakan bahwa ada daerah nun jauh disana butuh setitik perhatian dari
semua pihak yang peduli pentingnya pendidikan bagi negeri ini.
Demikianlah yang dapat saya tulis, semoga ada sedikit manfaat bagi yang
membacanya
Penulis

Adiyanto, S.Pd
BAB I

LATAR BELAKANG
A. Motivasi mengikuti guru berprestasi
Profesi guru adalah tugas yang mulia baik dipandang dari segi kehidupan
masyarakat dimana guru adalah tauladan yang di gugu dan di tiru, begitu pula jika
dipandang dari sudut pandan agama, guru adalah orang yang mengajarkan ilmu
yang bermanfaat bagi orang lain yang pahalanya akan terus mengalir selagi ilmu
yang bermanfaat itu digunakan di jalan kebaikan, selain itu guru adalah pelaksana
amanat UUD 1945 dan salah satu komponen peletak tiang pondasi bangsa dalam
cita-cita luhur bangsa indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sadar akan profesi mulia saya sebagai guru, maka saya dengan nurani yang
tulus dan rasa tanggung jawab saya berusaha melaksanakan tugas saya sebagai
guru dimanapun saya ditempatkan oleh negara, walaupun saya harus berada di
daerah terpencil sekalipun seperti sinar wajo yang secara de facto pemerintah
daerah telah menetapkan desa tersebut sebagai desa tertinggal dan diperkuat lagi
dengan

surat

keputusan

Dirjen

Pusat

PembinaanTenaga

Pendidik

dan

Kependidikan yang menyatakan bahwa sinarwajo adalah wilayah khusus dan bagi
tenaga pendidik yang berada di sinarwajo diberikan tunjangan wilayah khusus
dengan pertimbangan tertentu yang di tentukan oleh pusat
Saya sadar tidak ada prestasi khusus yang telah saya dapat, yang bisa saya
umbar di media masa, tidak ada aplikasi atau media belajar yang berbasis ICT
yang telah saya ciptakan seperti guru guru yang lain yang semua media ajar
telah disedikan di jaringan internet, semua fasilitas telah disediakan oleh sekolah
dan tinggal mengoperasikan saja ibarat mereka telah memiliki kantong doraemon,
atau tongkat sulap dengan mengucapkan simslabim maka semua yang mereka
butuhkan akan ada disekolah.
Tapi saya, memulai semua ini dari nol, mencari anak-anak didesa sinarwajo
yang mau bersekolah, menjemput kerumah meraka satu persatu dengan menaiki
sampan yang apabila terjatuh dari sampan adalah nyawa saya yang menjadi
taruhannya, mengajar 10 bidang studi sendirian, bagaimana saya harus manarik
rambut didalam tepung sehingga tidak bertentangan dengan adat dan tradisi
setempat, bagaimana saya harus membuat media ajar dari bahan-bahan bekas,

bagaimana saya harus menyusun program mengajar pada malam hari dengan
lampu minyak tanah, bagaimana saya harus mengakses dan mengirim data
dapodik harus ke kecamatan yang menuntut jaringan penuh, bagaimana saya
terseok-seok menjalani semua ini mulai dari 11 orang siswa hingga sekarang
mencapai 66 siswa.
B. Visi dan Misi
Visi
Sebagai seorang pendidik saya selalu mengimpikan bahwa pendidikan
formal anak didik saya harus diatas pendidikan Formal saya dan menjadikan
mereka berguna bagi orang lain
Misi
1. Bekerja keras dalam mendidik siswa dan selalu menanamkan kepada mereka
kebodohan adalah awal kemiskinan
2. Menanamkan disiplin, kepribadian yang mulia, jujur, terampil
bertanggung jawab

BAB II

dan

PRESTASI YANG LAYAK MENJADIKAN SAYA SEBAGAI GURU SMP


BERPRESTASI
1. Prestasi yang pernah saya capai
a. Selain prestasi bathin yang telah saya capai yaitu dengan
ditempatkannya saya di SMP Satap 13 Tanjab Timur yang awalnya
sekolah tersebut tidak memiliki guru PNS, dengan kehadiran saya ada
kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan kembali anaknya di
SMP tersebut
b. Saya pernah mengikuti lomba baca dan cipta puisi tingkat Kabupaten
Tanjung Jabung Timur pada acara pada acara ulang tahun PGRI dan
memperoleh juara II ( mengapa saya selalu menolak untuk mengikuti
setiap lomba, dikarenakan jika saya meninggalkan sekolah maka ada
wajah-wajah yang memelas, yang telah menempuh perjalanan jauh
dengan mendayung sampan dan berjalan kaki melalui kebun kelapa
tetapi sampai di sekolah ternyata guru tidak ada, untuk itu saya selalu
menolak untuk mengikuti lomba-lomba kalau bukan suasana libur
sekolah )
2. Pendidikan dan Pelatihan
Mengingat bahwa saya juga sebagai PNS fungsional tertentu diwajibkan
harus memiliki nilai PKB ( Peningkatan Kompetensi berkelanjutan ) untuk
kenaikan pangkat maka saya mengikuti berbagai diklat dan pelatihan
antara lain

No

Nama Diklat

Penyelenggara

1.

Pelatihan dan pedidikan Pembina

Dinas Pendidikan prov

2.

osis
Peningkatan

3.

Bahasa Ingggris Angkatan V


Jambi
Work shop Mudah Naik Pangkat Jambi Ekspress
dan

4.

Lolos

Kompetensi

Sertifikasi

Jambi
Guru Dinas Pendidikan

Tahun
2010

Hotel Ratu

prov 2010

Hotel ceria

2011

Dengan

Karya Ilmiah dan PTK yang Benar


Work Shop Kiat Cerdas Lolos Jambi Ekspress

Tempat

Aula
Tanjab

2011

Timur
GOR

PKK

Ket

Sertifikasi

paduka

Work Shop Pembutan Bahan Ajar ICT Seti


Pelatihan Karya Tulis Ilmiah
Lembaga

Pembangunan Nasional
Diklat peningkatan Kompetensi Dinas Pendidikan prov 2015

TJT
Hotel

Guru Bahasa Inggris Angkatan III

Cahaya

2014
Informasi 2015

Berhala
SDN 81/X
SMPN 19

5.
6.

Jambi

Pelatihan Pemanfaatan TIK Untuk Dinas Pendidikan


pembelaajaran

prov 2015

Jambi

Prima
Aula Dinas
Pendidikan
Tanjab

Work Shop Kesadaran Ekologis SKK


Dan

Pengembangan

percontohan

Hijau

Migas

dan 2015

Proyek PetroChina

Timur
Aula Dinas
Pendidikan

Diwilayah

Tnajab

Operasi Petro China

Timur

3. Forum Ilmiah

No
1.

Nama Diklat
Seminar
Riding

Nasional

dan

Penyelenggara
Safety

Polda Jambi dan Jasa


Raharja Jambi

Tahun
2011

Tempat
Balairung
Unja

Ket

2.

Pembimbing Siswa Berkunjung Pemprov Jambi

2011

Hotel ceria

3.

Ke Museum Jambi
Seminar NasionalKarya

2015

SMPN

4.

Ilmiah
Work Shop Kiat Cerdas Lolos Jambi Ekspress

2011

TJT
GOR

Tulis LIPNAS

Sertifikasi

paduka
2014
Informasi 2015

Berhala
SDN 81/X
SMPN 19

5.
6.

Work Shop Pembutan Bahan Ajar ICT Seti


Pelatihan Karya Tulis Ilmiah
Lembaga

Pembangunan Nasional
Diklat peningkatan Kompetensi Dinas Pendidikan prov 2015

TJT
Hotel

Guru Bahasa Inggris Angkatan III

Cahaya

19

Jambi

Pelatihan Pemanfaatan TIK Untuk Dinas Pendidikan prov 2015

Prima
Aula Dinas

pembelaajaran

Pendidikan

Jambi

Tanjab
Timur
4. Pengalaman Kerja Sebagai Guru
Saya mulai aktif sebagai guru ketika diangkat menjadi CPNS Tahun 2009
dan ditempatkan di SMP Negeri 19 Tanjab Timur, selanjutnya pada awal Januari
2013 saya dimutasikan ke SMP Satap 13 Tanjab Timur Sampai sekarang

BAB III
PRESTASI DIDALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT
Keberhasilan saya selama ini tidak luput dari doa putih istri saya, saya
menikah tahun 2008 dan dikarunia seorang putra yang cerdas berikut data
keluarga saya :
Isteri
1. Nama Isteri

: Ade Roslina Nurwulan

2. Pekerjaan

: IRT

3. Pendidikan

: D3 Sastra Jepang Universitas Sumatera Utara

Anak
1. Nama Anak

: Adya Arrazie Adiyanto

2. Umur

: 7 Tahun

3. Pendidikan

: Kelas 2 SD

4. Prestasi Yang Pernah Diraih :


Formal :

Juara 2 Semester 1 tahun ajaran 2014/2015

Juara 1 semseter 2 Tahun jaran 2014/2015

Juara 3 semseter 1 tahun jaran 2015/2016

Non Formal

Juara 1 Fashion show Tingkat Desa Mendalo indah Katagori Baju


Muslim anak

Juara 1 Lomba Mewarnai Tingkat Desa Mendalo indah dalam acara


maulid nabi

Didalam Masyarakatpun saya masih mampu Berkarya Antara lain :

Penulis Naskah Sekaligus Sutradara Dramatisasi Puisi Yang


Berjudul Alam ke 2 Dipentaskan oleh siswa SMP Satap 13
Sewaktu Pembukaan MTQ Tingat Kecamatan Mendahara ulu
Tahun 2013

Saat ini saya diminta oleh Ketua BPD desa Sinarwajo menjadi
TIM Sembilan ( Tim Independent) Untuk Pemilihan Kepala
desa Sinarwajo yang akan dilaksanakan bulan Maret 2016

BAB IV
HARAPAN DAN RENCANA KEGIATAN MASA DEPAN
1. Harapan
Berdasarkan pengalaman saya pada latar belakang best Practice saya
diatas, bahwa banyaknya anak yang tidak melanjutkan sekolah setelah lulus dari
sekolah dasar adalah faktor tidak adanya sekolah lanjutan pertama ( SMP ) di desa
Sinarwajo, sementara SMP terdekat adalah SMP Satap 3 di Desa Sungai Beras

yang harus ditempuh sekitar 2 Jam dengan mengendarai sampan dan harus
bergantung pada keadaan air yang pasang surut, selanjutnya SMP yang ada adalah
SMP Negeri 19 Tanjab Timur yang terletak di ibukota Kecamatan selain itu faktor
utama yang dihadapi oleh SMP Satap 13 Tanjab Timur adalah tidak adanya tenaga
guru definitif yang bersedia ditempatkan di desa Sinarwajo dengan status wilayah
terpencil dan juga faktor masyarakat yang lebih mengutamakan anak bekerja di
kebun dari pada bersekolah, untuk itu saya mempunyai harapan agar SMP Satap
13 Tanjab Timur Menjadi SMP Reguler sehingga dijadikan sekolah Prioritas
utama dalam pengadaan sarana dan prasarana dari dinas pendidikan.
2. Rencana Kegiatan Masa Depan
Saya mempunyai satu mimpi yang sangat besar, yang sebagian teman-teman
mengatakan Impossible mimpi saya adalah mendirikan sebuah SMA Perintis
didesa Sinarwajo, hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan :
1. Letak desa Sinarwajo yang Strategis berada pada posisi tengah

dia

dukung oleh 3 SMP satap dan 1 Madrasah Tsanawiyah yaitu SMP Satap
13, SMP Satap 12 dan SMP satap 3
Yang selalu menamatkan siswa minimal 21 orang pertahun ajaran
2. Adanya signal lampu hijau dari Kepala UPTD pendidikan kecamatan
Mendahara Ulu bahwa SMA bisa didirikan didesa Sinarwajo dengan
catatan adanya lahan siap bangun minimal 2 hektar berstatus hibah
3. Dan inilah yang akan saya kerjakan mulai saat ini, mendekatkan diri
kepada masyarakat, menanamkan pondasi bahwa pendidikan adalah
penting bagi anak dan cucu kita kelak, mudah-mudahan Allah membuka
hati para tuan-tuan tanah agar menghibahkan tanahnya untuk masa depan
negeri ini, amin