Anda di halaman 1dari 5

Manajemen Proyek yang Baik

Manajemen proyek adalah cara mengelola dan mengorganisir berbagai aset, sumber daya
manusia, waktu serta kualitas pekerjaan proyek, sehingga proyek menghasilkan kualitas yang
maksimal dalam waktu yang sudah direncanakan serta memberikan efek kesejahteraan bagi
karyawan.
Didalam sebuah proyek dibutuhkan sebuah organisasi sehingga masing-masing personil dapat
melaksanakan pekerjaanya dengan baik sesuai tenggung jawabnya masing-masing tanpa
mendapat tekanan dari atasan.
Personil proyek dalam suatu organisasi proyek gedung antara lain:
1. Project manajer
2. Site Enginering Manajer
3. Site Oparional Mnajer
4. Safety dan K3
5. Quality Surveyor, dan
6. Site Administrasion Manajer
Masing-masing personil inti proyek tersebut membawahi para staff yang bekerja sesuai bidang
keahlianya, antara lain:
1. Quantity Surveyor
2. Metode pelaksanaan
3. Drafter
4. Pelaksana
5. Surveyor
6. Administrasi
7. Akutansi
8. Perpajakan, dan
9. Safety Patrol
Struktur Organisasi proyek
Organisasi secara umum dapat diartikan dua orang atau lebih yang melaksanakan suatu ruang
lingkup pekerjaan secara bersama sama dengan kemampuan dan keahlianya masing masing
untuk mencapai suatu tujuan sesuai yang direncanakan. Dengan adanya organisasi kerja yang
baik diharapkan akan memberikan hasil efisien, tepat waktu serta dengan kualitas tinggi.

Suatu proyek konstruksi yaitu proyek fisik yang dicapai dengan kegiatan konstruksi merupakan
suatu sistem. Sedangkan sistem itu sendiri secara konseptual berpengertian adanya perangkat
atau kelompok yang menyangkut beberapa usur yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan
bersama.
Proyek konstruksi yang mempunyai tujuan menghasilkan suatu bangunan fisik yang memenuhi
dan persyaratan melalui suatu ruang lingkup pekerjaan tertentu yang dilakukan beberapa orang
atau beberapa kelompok orang. Untuk proyek proyek besar yang harus di laksanakan oleh
beberapa kontraktor, maka pemilik proyek dapat memberikan kepercayaan yang penuh pada
suatu badan yang disebut manajemen konstruksi ( MK ) yang bertindak dan atas nama pemilik
sebagai manajer.
dalam sebuah proyek konstruksi, bagian bagian manajemen dari struktur organisai yang ada
didalamnya antara lain:
1. Pemilik proyek atau owner
2. konsultan perencana
3. konsultan pengawas
4. kontraktor
5. Project manajer
6. Site Enginer
7. Pengedali operasional proyek
8. logistik proyek
9. arsitek atau drafter gambar kerja
10. Quantity surveyor
11. Quality Qontrol.
12. Safety atau K3
13. Pelaksana proyek
14. Surveyor
15. administrasi proyek
16. Perpajakan
17. Akutansi
18. Teknik informatika proyek
19. mekanikal elektrikal

20. mandor
21. tukang bangunan
22. kepala tukang
23. pekerja bangunan
24. satpam
25. warung makan
26. preman setempat
27. pemerintah daerah
28. aparat kepolisian, dan lain-lain
masing masing dari bagian struktur organisasi harus berfungsi dengan baik agar pekerjaan
konstruksi dapat selesai dengan tepat waktu, efisien serta dengan kualitas yang memuaskan.
Tugas Pelaksana Proyek
Dalam sebuah pelaksanan pembangunan konstruksi dibutuhkan pelaksana proyek agar dapat
selesai dengan baik, tugas peleksana proyek adalah:
1. Memahami gambar desain dan spesifikasi teknis sebagai pedoman dalam melaksanakan
pekerjaan dilapangan.
2. Bersama dengan bagian enginering menyusun kembali metode pelaksanaan konstruksi
dan jadwal pelaksanaan pekerjaan.
3. Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dilapangan sesuai dengan
persyaratan waktu, mutu dan biaya yang telah ditetapkan.
4. Membuat program kerja mingguan dan mengadakan pengarahan kegiatan harian kepada
pelaksana pekerjaan.
5. Mengadakan evaluasi dan membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
6. Membuat program penyesuaian dan tindakan turun tangan, apabila terjadi keterlambatan
dan penyimpangan pekerjaan di lapangan.
7. Bersama dengan bagian teknik melakukan pemeriksaan dan memproses berita acara
kemajuan pekerjaan dilapangan.
8. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja mingguan, metode kerja, gambar
kerja dan spesifikasi teknik.
9. Menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan jadwal tenaga kerja dan mengatur pelaksanaan
tenaga dan peralatan proyek.
10. Mengupayakan efisiensi dan efektifitas pemakaian bahan, tenaga dan alat di lapangan.

11. Membuat laporan harian tentang pelaksanaan dan pengukuran hasil pekerjaan dilapangan.
12. Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan dilapangan.
13. Membuat laporan harian tentang pelaksanaan pekerjaan, agar selalu sesuai dengan
metode konstruksi dan instruksi kerja yang telah ditetapkan.
14. Menerapkan program keselamatan kerja dan kebersihan di lapangan.
Owner atau Pemilik Proyek Konstruksi
Pemilik proyek atau owner adalah seseorang atau instansi yang memiliki proyek atau pekerjaan
dan memberikanya kepada pihak lain yang mampu melaksanakanya sesuai dengan perjanjian
kontrak kerja
untuk merealisasikan proyek, owner mempunyai kewajiban pokok yaitu menyediakan dana
untuk membiayai proyek. Tugas pemilik proyek atau owner adalah:
1. Menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek.
2. Mengadakan kegiatan administrasi.
3. Memberikan tugas kepada kontraktor atau melaksanakan pekerjaan proyek.
4. Meminta pertanggung jawaban kepada konsultan pengawas atau manajemen konstruksi
( MK )
5. Menerima proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor.
Wewenang yang dimiliki pemilik proyek atau owner adalah :
1. Membuat surat perintah kerja ( SPK )
2. Mengesahkan atau menolak perubahan pekerjaan yang telah direncanakan.
3. Meminta pertanggungjawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil pekerjaan
konstruksi.
4. Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek yang tidak dapat
melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan isi surat perjanjian kontrak.
Konsultan Perencana dalam Pelaksanaan Proyek
Konsultan perencana adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas untuk melaksanakan
pekerjaan perencanaan, perencana dapat berupa perorangan atau badan usaha baik swasta
maupun pemerintah. Tugas konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah:
1. Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik bangunan.
2. Membuat gambar kerja pelaksanaan.
3. Membuat Rencana kerja dan syarat sayarat pelaksanaan bangunan ( RKS ) sebagai
pedoman pelaksanaan.
4. Membuat rencana anggaran biaya bangunan.

5. Memproyeksikan keinginan keinginan atau ide ide pemilik ke dalam desain


bangunan.
6. Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan
dilapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud di wujudkan.
7. Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur jika terjadi kegagalan
konstruksi, kemudian proses pelaksanaanya diserahkan kepada konsultan pengawas.
Wewenang konsultan perencana adalah: mempertahankan desain dalam hal adanya pihak pihak
pelaksana bangunan yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.
Konsultan Pengawas dalam Pelaksanaan Proyek
Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek (owner) untuk
melaksanakan pekerjaan pengawasan. Konsultan pengawas dapat nerupa badan usaha atau
perorangan. Konsultan pengawas dalam suatu proyek mempunyai tugas sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak kerja.
2. Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan proyek.
3. Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek
4. Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik proyek
maupun kontraktor dalam proyek pelaksanaan pekerjaan.
Konsultan pengawas juga memilik wewenang sebagai berikut:
1. Memperingatkan atau menegur pihak peleksana pekerjaan jika terjadi penyimpangan
terhadap kontrak kerja.
2. Menghentikan pelaksanaan pekerjaan jika pelaksana proyek tidak tidak memperhatikan
peringatan yang diberikan.
3. Memberikan tanggapan atas usul pihak pelaksana proyek.
4. Konsultan pengawas berhak memeriksa gambar shopdrawing pelaksana proyek.
5. Melakukan perubahan dengan menerbitkan berita acara perubahan ( site Instruction)