Anda di halaman 1dari 35

FARMASI DAN PROFESI

FARMASI
Pertemuan II

Tika Afriani, M.Farm.,


Apt.
Universitas Mohammad
Natsir

WHAT IS PHARMACY ?

When asked about pharmacy, most


people will respond by saying pharmacy
is a drugstore or a place where you buy
your medication.
Most people do not think about
pharmacy as a profession.

PHARMACY

Pharmacy is a place, a profession, and


sometimes a business. A pharmacy is a
place where licensed pharmacists
dispense medicine on receiving a valid
prescription written by a legal prescriber.
Farmasi adalah suatu profesi yang
concerns, commits, dan competents
tentang obat.

Berdasarkan undang-undang

Farmasi merupakan profesi di bidang


kesehatan yang bertanggung jawab atas
kualitas (quality assurance) obat dan
penggunaan kliniknya.
Selanjutnya farmasi, secara fundamental dan
profesional menyelenggarakan pelayanan
tentang keamanan dan penggunaan obat yang
tepat/benar (safe and appropriate/rational use
of drugs) untuk mencapai tujuan fundamental
yaitu peningkatan kesehatan.

WHAT IS A PROFESSION?

A profession is a disciplined group of


individuals who adhere to ethical
standards and uphold themselves to and
are accepted by the public as possessing
special knowledge and skills in a widely
recognized body of learning derived from
research, education, and training at a high
level, and who are prepared to exercise
this knowledge and these skills in the
interest of others.

PROFESI

Sekelompok orang yang:

Telah menyelesaikan pendidikan tinggi


Anggotanya terhimpun dalam organisasi
profesi
Memiliki kode etik, disamping UU /
Peraturan resmi yang mengatur
Melakukan pendidikan berkelanjutan
Bersifat altruistik
Self-employed (sekarang kurang berlaku)

Profesi Farmasi
AKOE PUNYA ROEMAH . ORANG BIASANYA MEMANGGIL
AKOE DENGAN SEBUTAN APOTHEKER . DAN ORANG
MEMBERI
NAMA
ROEMAH-KU
DENGAN
SEBUTAN
APOTHEEK.
AKOE TERLAHIR SEBAGAI APOTHEKER ATAS KEINGINANKU
SENDIRI, TIADA SESEORANG LAIN PUN YANG MEMAKSA-KAN
KEHENDAK AGAR AKOE DIBERI NAMA APOTHEKER, DAN
SUNGGUH AKU SENDIRI YANG MENJA-TUHKAN PILIHAN
UNTUK MENYANDANG NAMA APOTHEKER YANG KATA ORANG
ADALAH NAMA PANGGIL-AN BERGENGSI.
KATA ORANG TIDAK GAMPANG SEMBARANG ORANG MENYANDANGNYA,
ATAU
DENGAN
SEENAK
HATINYA
MENGAMBIL ALIH ROEMAH-KOE NAMA PANGGILAN YANG
BERSEJARAH YANG DIWARISKAN OLEH NENEK MO-YANG DAN
BAPAK PENDIRI ILMU PENGETAHUAN KEDOKTERAN DAN
ILMU
PENGETAHUAN
KEFARMASIAN
MODEREN
-

AKOE TIDAK AKAN LUPA BAHWA SELURUH WAKTU, BIAYA DAN


TE-NAGA TELAH TERKURAS GARA-GARA UNTUK MELAHIRKAN
AKOE.. AKOE TIDAK AKAN MELUPAKAN KELUHURAN BUDI
KEDUA ORANG TUAKU YANG DENGAN SEGALA JERIH PAYAHNYA
MENGUCURKAN TE-TESAN KERINGATNYA, BUTIR DEMI BUTIR
BAGAIKAN
MATAHARI
YANG
SENANTIASA
MANYINARKAN
CAHAYANYA MEMBERI DAN MEMBERI CAHAYANYA YANG
BERCITA-CITA AGAR KELAK DIKEMU-DIAN HARI AKOE, ANAKNYA
AKAN DAPAT HIDUP MANDIRI, PUNYA HARKAT DAN MARTABAT
SEPERTI HALNYA KEHIDUPAN DOKTER DAN APOTHEKER DIKALA
ITU SEBAGAIMANA KESAKSIAN KEDUA ORANG TUAKU

UNTUK MELAPANGKAN JALAN AGAR AKU DAPAT HIDUP MANDIRI


SE-CARA BERMARTABAT ORANG TELAH MEMBERIKU SEBUAH
ROEMAH YANG DISEBUTNYA APOTHEEK YANG AKAN
MEMBERIKAN KESEM-PATAN YANG SELUAS-LUASNYA UNTUK
MENGEMBANGKAN DIRI BER-BUAT AMAL YANG ILMIAH DAN ILMU
YANG AMALIAH YANG DAPAT TUMBUH DAN BERKEMBANG

KUTULIS RENUNGANKU INI, AGAR SELALU KUINGAT DAN DIINGAT


OLEH ANAK CUCUKU SIAPA SEBENARNYA AKOE INI DARI
MANA ASAL MUASALKU, SIAPA NENEK MOYANGKU APAKAH
AKOE TIADA BEDA ATAU SAMA SAJA DENGAN PENGUSAHA,
PEGAWAI DAN ORANG KEBANYAKAN LAINNYA LANTAS DIMANA
LETAK PERBEDAANNYA KALAU ADA BEDANYA SUDAH
BARANG TENTU ADA KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA JUGA
SUDAH BARANG TENTU ADA PERBEDAAN TUJUAN HIDUPKU
DENGAN MEREKA KEMANA ARAH TUJUAN HIDUPKU
BAGAIMANA CARA MENCAPAINYA DAN LAIN SEBAGAI-NYA.

UNTUK MENCARI JAWABABNNYA MARI KITA BERSAMA-SAMA


NAPAK
TILAS
MENELUSURI
PERJALANAN
SEJARAH
KEBERADAANKU SEBA-GAIMANA BUNG KARNO SERING
MENGUCAPKAN BAHWA BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA
YANG MENGHORMATI SEJARAH MASA LALUNYA SEJARAH
ADALAH GURU YANG PALING BERHARGA UNTUK MENATAP HARI
ESOK YANG LEBIH CERAH.

PROFESI FARMASI

Farmasi Komunitas (Community Pharmacy)


Farmasi Rumah Sakit (Hospital Pharmacy)
Farmasi Industri (Industrial Pharmacy)
Farmasi Pemerintahan (Governmental
Pharmacy)
Famasi Pendidikan (College of Pharmacy)
Farmasi Kewartawanan & Periklanan
(Pharmaceutical Jurnalism & Medical
Advertising)

WHAT IS THE PURPOSE OF


PHARMACY?

Quite a few people, even some pharmacists,


answer the above question by saying to
supply The medicine
The purpose of pharmacy practice is to
help patients make the best use of their
medication. From a public health point of
view, pharmacists are needed to assure
the rational and safe use of the
medication. Pharmacists are needed as a
doublecheck in the drug-use process.he
medication.

VALUE OF PHARMACY

The pharmacy profession would not exist


if it was not needed. Society says there
needs to be a pharmacist in the health
care system. Pharmacys role is to
oversee the drug-use process, to make it
safe, and to make it efficient. It also
exists to help patients make the best use
of their medication.

PHARMACY ETHICS

Another reason pharmacy is a collegial


profession is that pharmacists feel the
honor of the profession and respect what
has been handed down from one
generation of pharmacists to the next. In
addition, all pharmacists share and
subscribe to a code of ethics that has
been handed down through decades.

Ethics are standards of conduct. They are also about


what a person carries within: attitude, disposition,
relationship to self, and relationship to others.

Ethics is about style and about adhering to certain


principles. For pharmacists, it is about treating others
with respect and adhering to the professions code of
ethics.

A code of ethics for a profession does more than spell


out rules of conduct for its members.

A professions code of ethics sets it apart from


broader groups of occupations or careers. It is the
glue that keeps the profession distinctive and
together.

The constant sense of the professions ethics is what

FUNGSI KODE ETIK

MERUPAKAN MAP DALAM BERPRAKTIK


PROFESI (TERUTAMA BAGI YANG BARU
LULUS)
PEGANGAN BERPRAKTIK BAGI KELOMPOK
PROFESI SEKALIGUS PEGANGAN BAGI
MASYARAKAT.

Kode etik ; yaitu norma atau azas yang


diterima oleh suatu kelompok tertentu
sebagai landasan tingkah laku seharihari
di masyarakat maupun di tempat kerja.
MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK
KEPEGAWAIAN): Kode etik profesi adalah
pedoman sikap, tingkah laku dan
perbuatan dalam melaksanakan tugas
dan dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN KODE ETIK PROFESI


1. Untuk menjunjung tinggi martabat
profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara
kesejahteraan para
anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para
anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi
profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan
pribadi.

9.

Melindungi anggota organisasi untuk menghadapi


persaingan pekerjaan profesi yang tidak jujur dan
untuk mengembangkan tugas profesi sesuai dengan
kepentingan masyarakat.

10. Menjalin hubungan bagi anggota profesi satu sama lain


dan menjaga nama baik profesi
11.

Merangsang pengembangan
pendidikan yang memadai

profesi

kualifikasi

12. Mencerminkan hubungan antara pekerjaan profesi


dengan pelayanan masyarakat dan kesejahteraan
sosial
13. Mengurangi kesalahpahaman dan konflik baik dari
antar anggota maupun dengan masyarakat umum
14. Membentuk ikatan yang kuat bagi semua anggota dan
melindungi profesi
terhadap pemberlakuan norma
hukum yang bersifat imperatif sebelum disesuaikan

KODE ETIK APOTEKER INDONESIA

Ditetapkan di : Denpasar
Pada tanggal : 18 Juni 2005

KODE ETIK APOTEKER INDONESIA


(LANJUTAN)
MUKADIMAH
Bahwasanya seorang Apoteker di dalam menjalankan
tugas kewajibannya serta dalam mengamalkan
keahliannya harus senantiasa mengharapkan
bimbingan dan keridhaan Tuhan Yang Maha Esa.
Apoteker di dalam pengabdiannya kepada nusa dan
bangsa serta di dalam mengamalkan keahliannya
selalu berpegang teguh kepada Sumpah/Janji
Apoteker.
Menyadari akan hal tersebut Apoteker di dalam
pengabdian profesinya berpedoman pada satu
ikatan moral yaitu :
KODE ETIK APOTEKER INDONESIA

KODE ETIK APOTEKER INDONESIA


(LANJUTAN)

BAB I
KEWAJIBAN UMUM
Pasal 1
Sumpah/Janji
Setiap Apoteker harus menjunjung tinggi,
menghayati dan mengamalkan Sumpah
Apoteker
Pasal 2
Setiap Apoteker harus berusaha dengan
sungguh-sungguh menghayati dan
mengamalkan Kode Etik Apoteker Indonesia.

KODE ETIK APOTEKER


INDONESIA
(LANJUTAN)
Pasal 3
Setiap Apoteker harus senantiasa menjalankan
profesinya sesuai Kompetensi Apoteker Indonesia
serta selalu mengutamakan dan berpegang teguh
pada prinsip kemanusiaan dalam melaksanakan
kewajibannya.
Pasal 4
Setiap Apoteker harus selalu aktif mengikuti
perkembangan di bidang kesehatan pada umumnya
dan di bidang farmasi pada khususnya.
Pasal 5
Di dalam menjalankan tugasnya setiap Apoteker
harus menjauhkan diri dari usaha mencari
keuntungan diri semata yang bertentangan dengan

KODE ETIK APOTEKER


INDONESIA
(LANJUTAN)

Pasal 6
Seorang Apoteker harus berbudi luhur dan
menjadi contoh yang baik bagi orang lain.
Pasal 7
Seorang Apoteker harus menjadi sumber
informasi sesuai dengan profesinya.
Pasal 8
Seorang Apoteker harus aktif mengikuti
perkembangan peraturan perundangundangan di bidang kesehatan pada
umumnya dan di bidang farmasi pada
khususnya.

KODE ETIK APOTEKER INDONESIA


(LANJUTAN)

BAB II
KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP PENDERITA
Pasal 9
Seorang Apoteker dalam melakukan pekerjaan
kefarmasian harus mengutamakan kepentingan
masyarakat dan menghormati hak asasi penderita
dan melindungi makhluk hidup insani.
BAB III
KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP
TEMAN SEJAWAT
Pasal 10
Setiap Apoteker harus memperlakukan Teman
Sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin

KODE ETIK APOTEKER


INDONESIA
(LANJUTAN)

Pasal 11
Sesama Apoteker harus selalu saling
mengingatkan dan saling menasehati untuk
mematuhi ketentuan-ketentuan Kode Etik.
Pasal 12
Setiap Apoteker harus mempergunakan
setiap kesempatan untuk meningkatkan
kerjasama yang baik sesama Apoteker di
dalam memelihara keluhuran martabat
jabatan kefarmasian serta mempertebal rasa
saling mempercayai di dalam menunaikan

KODE ETIK APOTEKER


INDONESIA
(LANJUTAN)

BAB IV
KEWAJIBAN APOTEKER/FARMASIS
TERHADAP SEJAWAT PETUGAS
KESEHATAN LAINNYA
Pasal 13
Setiap Apoteker harus mempergunakan
setiap kesempatan untuk membangun dan
meningkatkan hubungan profesi, saling
mempercayai, menghargai dan
menghormati sejawat petugas
kesehatan.

KODE ETIK APOTEKER


INDONESIA
(LANJUTAN)

Pasal 14
Setiap Apoteker hendaknya menjauhkan
diri dari tindakan atau perbuatan yang
dapat mengakibatkan
berkurangnya/hilangnya kepercayaan
masyarakat kepada sejawat petugas
kesehatan lainnya.

KODE ETIK APOTEKER


INDONESIA
(LANJUTAN)
BAB V
PENUTUP
Pasal 15

Setiap Apoteker bersungguh-sungguh menghayati


dan mengamalkan Kode Etik Apoteker Indonesia
dalam menjalankan tugas kefarmasiannya seharihari. Jika seorang Apoteker baik dengan sengaja
maupun tak sengaja melanggar atau tidak
mematuhi Kode Etik Apoteker Indonesia, maka dia
wajib mengakui dan menerima sanksi dari
pemerintah, ikatan/organisasi profesi farmasi yang
menanganinya (ISFI) dan
mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang
Maha Esa.

WHAT PHARMACISTS DO

Persatuan Ahli Farmasi


Indonesia (PAFI)
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)

Apoteker VS/CS Dokter