Anda di halaman 1dari 37

PENGAWASAN K3

PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL

OLEH

IR. RAHMAN DEWANTO


PENGAWAS KETENAGAKERJAAN
SPESIALIS K3 KONSTRUKSI
TUBAN, 24 JANUARI 2005
1

LINGKUP PEKERJAAN
MEKANIKAL & ELEKTRIKAL
Pekerjaan Plumbing
Pekerjaan Fire Fighting/Hydrant
Pekerjaan Tata Udara
Pekerjaan Lift
Pekerjaan Listrik
Pekerjaan Sound System
Pekerjaan Alarm
Pekerjaan Telepone
Pekerjaan Penangkal Petir
2

PEKERJAAN MEKANIKAL YANG


PALING DOMINAN : FIRE FIGHTING
Sprinkler
- Memancarkan air (Vol & Tek. Ttt)
- Otomatis & merata semua arah
Tanda Bahaya Lokal
- Suatu Peralatan
- Aliran air sama/lebih besar untuk suatu
kepala springkler suatu sistim.
- Menghasilkan suatu isyarat tanda bahaya
dalam bentuk suara.
3

Pipa Tegak (Riser)


- Pipa posisi tegak dihubungkan dengan
pipa induk
Pipa Pembagi Utama, pipa pembagi, pipa
cabang
Pipa peningkatan air kering
- Pipa air tidak berisi air
Katup Kendali
- Mengatur semua sumber penyediaan air.
- Semua penyediaan air harus dipasang min.
1 buah katup.
4

KLASIFIKASI SPRINKLER
2 Macam Sprinkler
- Sprinkler arah pancaran
- Sprinkler kepekaan terhadap suhu
Berdasarkan arah Pancaran :

Pancaran ke arah atas


Pancaran ke arah bawah
Pancaran arah ke dinding
5

Berdasarkan kepekaan terhadap


Suhu :

Warna Segel
Putih pada temperatur 93C

Biru pada temperatur 141C


Kuning pada temperatur 182C
Merah pada temperatur 227C
Tak berwarna pada temperatur 68C
6

Warna Cairan Pada Tabung


Gelas
Jingga pada temperatur 57C
Merah pada temperatur 68C
Kuning pada temperatur 79C
Hijau pada temperatur 93C
Biru
pada temperatur 141C
Ungu pada temperatur 182C
Hitam pada temperatur 204C / 260C
7

SISTIM SPRINKLER
Peralatan & Komponen Sistem Sprinkler
gedung

1. Komponen Sprinkler :
Kepala Sprinkler.
Tabung berbentuk reflektor
Tabung berisi cairan
2. Persediaan air.
3. Pompa & perlengkapannya
4. Jaringan Listrik
8

Penempatan Kepala
Sprinkler
Jarak antara dinding & kepala Sprinkler
- Bahaya kebakaran ringan maks. 2,3 m
- Bahaya kebakaran sedang/berat maks 2 m
Gedung tak dilengkapi langit - langit
maks. 1,5 m
Jarak kepala sprinkler ke kepala sprinkler
lain :
- Bahaya kebakaran ringan maks. 4,6 m
- Bahaya kebakaran sedang maks. 4 m
- Bahaya kebakaran berat maks. 3,7 m
9

Pengujian :
- Uji kebocoran ditekan dengan
hydrostatik
15 kg/cm selama 4 (empat) jam
(tanpa
penurunan tekanan)

10

I.Pendahuluan
Pelaksanaan K3 pada dasarnya menuntut keterlibatan dan

tanggung jawab semua pihak.


Penangan K3 tidak harus dilakukan oleh pemerintah sendiri.
Peningkatan profesionalisme SDM di bidang K3
Fakta lapangan tentang Keberadaan Pesawat/Bejana
/Peralatan Tehnik
Berpotensi dapat menimbulkan kecelakaan kerja, kebakaran,
peledakan, penyakit akibat kerja dan kerusakan lingkungan.
Pengelola/pengguna/pemakai produk menuntut adanya
jaminan K3 melalui bukti (sertifikat) sesuai Per-UU di bidang
K3.
Privatisasi K3 memberikan peluang kesempatan kerja.
Peran pihak ketiga semakin strategis
Operasionalisasi pembinaan dan pengawasan K3 serta obyek
pengawasan K3 sesuai dengan regulasi
Pihak terkait perlu memahami proses sertifikat dibidang
K3,khususnya di era Otonomi Daerah.

11

III. DASAR HUKUM


UU No. 1 Tahun 1970
Undang-Undang Uap 1930
UU. No. 22 Tahun 1999
UU. No. 13 Tahun 2003
UU. No. 21 Tahun 2003
Peraturan Uap 1930
Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000
Peraturan Menteri Tenaga Kerja sebagai

peraturan pelaksana UU. No.1 Tahun 1970


antara lain :
12

Permen No. 04/Men/1985 tentang Pesawat

Tenaga dan produksi


Permen No. 05/Men/1985 tentang Pesawat
Angkat dan Angkut
Permen No. 01/Men/1988 tentang Kwalifikasi
dan Syarat Syarat Operator pesawat Uap
Permen No. 01/Men/1989 tentang Kwalifikasi
dan Syarat Syarat Operator Keran Angkat
Permen No. 02/Men 1992 tentang Tata cara
Penunjukan, Kewajiban dan Wewenang Ahli
K3
Permen No. 05/Men 1996 tentang SMK3

13

Model 5 Prinsip Penerapan Sistem Manajemen


Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai
Permenaker No. Per. 05/Men/96
Peningkatan Komitmen
Berkelanjutan
dan
Peninjauan
Peninjauan
Ulang
&
Ulang
&
Peningkatan
Peningkatan
oleh
oleh manajemen
manajemen
Pengukuran
dan
Evaluasi

Kebijakan
Perencanaan
SMK3

Penerapan
SMK3
14

Pengukuran dan Evaluasi


Kondisi K3
Inspeksi
Pemantauan
Pengujian
Audit Internal dan External SMK3

15

SERTIFIKASI

Sertifikasi adalah suatu

bukti pengakuan tingkat


pemenuhan penerapan
peraturan perundangan
16

Latar Belakang Kebijakan


K3 masih belum mendapat perhatian yang

memadai dari semua pihak


Kecelakaan kerja yang terjadi masih tinggi
Relatif rendahnya komitment pimpinan
perusahaan dalam hal K3
Kualitas tenaga kerja berkorelasi dengan
kesadaran atas K3
Tuntutan global dalam perlindungan tenaga kerja
yang diterapkan oleh ILO
Desakan LSM Internasional dalam hal hak tenaga
kerja untuk mendapakan perlindungan
17

K3 masih belum mendapat perhatian


yang memadai dari semua pihak
Masalah K3 masih belum menjadi prioritas program
Tidak ada yang mengangkat masalah K3 menjadi
issue nasional baik secara politis maupun sosial
Masalah kecelakaan kerja masih dilihat dari aspek
ekonomi, dan tidak pernah dilihat dari pendekatan
moral
Tenaga kerja masih ditempatkan sebagai faktor
produksi dalam perusahaan, belum ditempatkan
sebagai mitra usaha
Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3
relatif kecil

18

Masih rendahnya komitment


pimpinan perusahaan dalam hal
K3 :
Dari jumlah perusahaan 160.041 menurut data

U\Uu No. 7/1981, 13.381 merupakan perusahaan


dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang ( wajib
mempunyai P2K3 sesuai pasal 10 UUKK No. 1/1970)
Jumlah P2K3 yang ada 10 12 % yang berfungsi
Menunjukan komitment pimpinan perusahaan
terhadap K3 masih rendah
Perusahaan yang mempunyai dokter perusahaan
( pasal 8 UUKK No. 1/19700 tercatat 1.155 orang
Program pemeriksaan kesehatan tenaga kerja tidak
jalan
19

KECELAKAAN KERJA
Tahun Fatal Tidak Mampu
bekerja

STMB

Total Kasus % Fatal to


tlt cases

1999

1476 11,871 78,163 91,510

1,61

2000

1592 12,025 85,285 98,902

1,61

2001
2002

1768
1903

12,566 90,440 104,774


10,345 91,556 103,804

1,69
1,83

2003

1748

10,395 93,703 105,846

1,65

20

II.

VISI, MISI, STRATEGI DAN PROGRAM


DIREKTORAT PENGAWASAN
KESELAMATAN KERJA

VISI

TERWUJUDNYA
BUDAYA KESELAMATAN KERJA BAGI
MASYARAKAT INDUSTRI

21

MISI
1. MENINGKATKAN KINERJA PENGAWASAN
KESELAMATAN KERJA.
2. MEMANTAPKAN PELAKSANAAN K2
SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN IPTEK
3. MENGEMBANGKAN JEJARING KERJA
PENGAWASAN K2

STRATEGI
1. PEMANTAPAN PERATURAN PERUNDANGAN
2. PEMBINAAN DAN SOSIALISAS K2
3. PEMBERDAYAAN LEMBAGA DAN PERSONIL
K3
4. PENINGKATAN KERJASAMA BIDANG
KESELAMATAN KERJA
5. PEMBERIAN PENGHARGAAN DAN
PENEGAKAN HUKUM

22

PROGRAM

Penyusunan dan penyempurnaan peraturan perundang - undangan,

standar dan pedoman teknis dibidang keselamatan kerja


Pelaksanaan bimtek bagi lembaga dan atau personil keselamatan
kerja
Pengendalian dan peningkatan kualitas pegawai pengawas
ketenagakerjaan spesialis keselamatan kerja
Pengelolaan informasi keselamatan kerja
Pelaksanaan koordinasi fungsional bidang keselamatan kerja
Pembinaan dan pengujian kompetensi, lesensi personil keselamatan
kerja
Peningkatan pelayanan pengawasan keselamatan kerja
Peningkatan supervisi pelaksanaan pengawasan Keselamatan kerja.
Pembinaan pelaksanaan penegakan hukum

23

IV. Jenis Peralatan, Instalasi dan


Personil
1.

Peralatan
A.Pesawat Tenaga dan Produksi
Penggerak mula(perlengkapan transmisi
tenaga mekanik.
Mesin produksi
Mesin pekakas kerja
Dapur
B.Pesawat Angkat dan Angkut
Peralatan Angkat
Pita transport
Pesawat angkutan di atas landasan dan
diatas permukaan
Alat angkutan jalan ril
24

c . Pesawat Uap dan Bejana Tekan

. Pesawat uap
Ketel Uap
Pesawat Uap Selain Ketel Uap
Pemanas Air
Penguap
Bejana Uap
Pengering Uap
Mesin/Turbin Uap
. Pesawt Cairan Panas
. Bejana Tekan
Botol Baja

25

d. Listrik

- Instalasi Listrik
- Lift

e. Sarana Penanggulangan Kebakaran


Alat pemadan api ringan
Springkler
Hidrant
Smoke detector.

26

2. Personil K3

Operator
Juru Las
Petugas peran kebakaran
Anggota regu penanggulangan kebakaran
Koordinator unit penanggulangan kebakaran
Dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja
Ahli K3 umum ( ahli keselamatan kerja & ahli
kesehatan kerja) dan spesialis.

27

V. Mekanisme Sertifikasi
A. Pesawat / Peralatan Tehnik
Gambar Rencana
a.

Calon Pelaksana Pembuatan/Perakitan/Reparasi


mengajukan berkas permohonan reprasib kepada
Dir.PKK melalui Dinas Tenaga Kerja setempat
Surat permohonan pengesahan
Gambar rencana lengkap/memenuhi syarat
Lembar perhitungan konstruksi
Dokumen teknik lainnya

b.

Dit.PKK memeriksa berkas permohonan dan


menindaklanjuti
Membuat surat pemberitahuan (bila perlu)
Menerbitkan pengesahan pembuatan

28

Kelayakan Pembuatan
a. Pabrikasi membuat surat pemberitahuan tentang akan
dimulainya kegiatan pembuatan kepada Disnaker
setempat
b. Pegawai pengawas dari Dinas TK/Ahli K3 melakukan
pemeriksaan /pengujian pelaksanaan pembuatan dan
membuat laporan pengawasa
c. Pabrik pembuat membuat laporan pembuatan (lengkap)
dan mengirimkannya ke Dir. PKK (dilengkapi dengan surat
permohonan)
d. Dit. PKK memeriksa laporan pembuatan dan
menindaklanjuti :
- Surat pemberitahuan (bila perlu)
- Menerbitkan sertifikat kelayakan pembuatan dan
menyampikan kepada yang bersangkutan.
29

Pemakaian (baru/mutasi)

a. Calon pemakai berkewajiban mengajukan berkas permohonan

pemakaiankepada disnaker/ Dit.PKK, berkas terdiri dari ;

Surat permohonan pemakaian


Dokumen teknik
laporan pembuatan + berkas pengesahan gambar
(pesawat bejana peraatan baru )
AkteIjin /pengesahan pemakaian + Dokumen
Teknik (peralatanyang pernah dipakai /mutasi)
Menyiapkan pesawat /bejana/peralatan tehnik dan peralatan
lain yang diperlukan untuk riksa/uji
b. Pegawai pengawas dari dinas TK/Ahli K3 melakukan
pemeriksaan /pengujian sesuai ketentuan dan membuat
laporan.
c. Disnaker/Dit. PKK membuat laporan pegawai pengawas/ Ahli K3
dan menindaklanjuti :
Membuat surat pemberitahuan (bila perlu)
Menerbitkan ijin /pengesahan pemakaian atau keputusan
mutasi dan menyampaikannya kepada yang bersangkutan.

30

1. PROSEDUR PENGESAHAN GAMBAR RENCANA DAN


PENGAWASANNYA
3
1

Perusahaan
pembuat

Kandep / Dinas
Tenaga Kerja

PENGAWASAN
BERKAS PERMOHONAN
Surat permohonan
Gambar konstruksi
Lembar perhitungan
kekuatan
Dokumen pendukung

Pemerintah
(Dit. PNKK)

Evaluasi berkas
/ BA 1 2

1
Evaluasi berkas

Pengesahan
Surat Pengantar

31

2.

PROSEDUR PEMBUATAN DAN PENGAWASANNYA


5
4

Perusahaan
pembuat

Kandep / Dinas
Tenaga Kerja

Pemerintah
(Dit. PNKK)

PENGAWASAN
Pengesahan
gambar rencana
Dokumen teknik
bahan baku

Bahan baku
Proses pembuatan
barang produk
Dokumen teknik
pembuatan

Evaluasi
Dok teknik

Verifikasi
dok. teknik

Riksa/ uji
1. Visual, NDT,
dll
2. Hydrotest
Laporan
pengawasan

SERTIFIKAT
Kelayakan
pembuatan
4

Barang produk
1

Pemesan /
pemakai 32

3. PROSEDUR PEMBERIAN IJIN / PENGESAHAN PEMAKAIAN DAN


PENGAWASANNYA
3
1

***

Perusahaan /
Calon Pemakai

Kandep / Dinas
Tenaga Kerja

** 3
2

Bentuk 6
Pengesahan gambar
rencana + lampiran
Dok. Teknik
pembuatan
Dok. Teknik lainnya*
Pesawat / peralatan
mekanik / instalasi
pipa

Verifikasi
berkas

Tenaga kerja +
peralatan bantu

Ijin pemakaian

**

**

Riksa/ uji
1. Visual
2. NDT (bila
perlu)
3. Pengujian
Hydrosatati
s
Steam test
Pemeriks.
&
pengujian

Pemerintah
(Dit. PKK)
**

PENGAWASAN
BERKAS PERMOHONAN

***

* Perakitan
** Lintas Kabupaten/kota
*** Lintas propinsi/laut nasional

33

Obyek
Pengawasan K3
Lintas Kab/ Kota

Obyek
Pengawasan K3

Pengawasan langsung lintas propinsi


Dinas yang
berwenang di
Propinsi
Peg.
Pengawas
K3 Spesialis
Pengawasan langsung lintas kab/kota
Dinas yang
berwenang di Kab/
Peg.Kota
Pengawas
K3 Spesialis

PJK3
AK3 Spesialis
Koordinasi

Obyek
Pengawasan K3
Lintas Propinsi

Pusat
(DPKK)
Peg. Pengawas
K3 Spesialis

Koordinasi

4. Pengawasan / Riksa Uji K3

Pengawasan langsung
Pemberdayaan lembaga2 K3

34

B. PERSONIL K3
1. MEKANISME PENUNJUKAN AHLI
K3

PERMOHONAN

MENAKER
cq. Dirjen Binawas

TIM PENILAI

SK
PENUNJUKAN

3 tahun
dapat diperpanjang
dapat dicabut

35

2. MEKANISME SERTIFIKASI KOMPENTENSI K3 DALAM FORMAT


OTODA
Pemerintah

Data
Peserta
&
Kelulusa
n
Pembinaan &
pengujian
lisensi K3

PJK3
Diklat

Dinas TK Propinsi

Dinas TK
Kab/ Kota
Perusahaan / Tempat Kerja
OPERATOR, JURU LAS,PETUGASPERAN,
KOORDINATOR DAN ANGGOTA REGU
PENANGGULANGAN KEBAKARAN

Perpanjangan
36

VI. PENUTUP
Demikian hal-hal yang perlu saya

sampaikan
Apabila peserta workshop ingin
mengetahui lebih rinci/mendalam , dapat
mempelajari sendiri, baik peraturan
perundangan K3, Standar maupun
pedoman teknis K3

Terima kasih
37