Anda di halaman 1dari 6

Catatan:

1. Tugas 3 ini sengaja diberikan lebih


awal, sebelum materi diberikan di
kelas pada Jumat, 29 Januari dan
Senin, 1 Februari 2016.
2. Anda dapat mulai menyicil
mengerjakan tugas ini dengan
memanfaatkan slide kuliah dan contoh
yang diupload/diberikan di ftp kuliah.
3. Untuk memudahkan Anda memahami
materi kuliah, slide/PPT kuliah minggu
depan sudah diupload di ftp.
4. SANGAT DISARANKAN agar PPT kuliah
dapat diprint masing-masing dan Anda
gunakan sebagai handout/melengkapi
catatan kuliah Anda.

Tugas 3
Sifat: Individual dan Komprehensif
KL4220 PIPA BAWAH LAUT
Dosen : Prof. Dr. Ir. Ricky Lukman Tawekal, MSE/Eko Charnius Ilman, ST, MT
Diberikan: Senin, 25 Januari 2016
Dikumpul : Senin, 8 Februari 2016 (Sebelum Kuliah Dimulai)

Nama : ______________________________________
NIM

: ______________________________________

Email/HP: ______________________________________
(Data email dan HP dipakai utk keperluan komunikasi oleh asisten dalam pembagian kelompok Tugas Besar)

(Jadikan Soal Tugas 3 ini sebagai Cover Tugas Anda)


Catatan: Tugas 3 ini berbobot 2 kali dibanding tugas sebelumnya. Jadi, nilai terendah 0, nilai tertinggi 200.

BAGIAN A (Bobot 100%)


Outcome/capaian yang diharapkan setelah mengikuti kuliah mengenai pemilihan desain tebal pipa ini yakni
Anda memiliki kemampuan mendesain tebal pipa.
Sebelum mendesain tebal pipa, Anda perlu banyak membaca standar terkait desain tebal pipa. Soal ini
menstimulasi Anda agar lebih proaktif banyak membaca standard/code terkait desain tebal pipa bawah laut
(subsea pipeline).Hal ini akan memudahkan Anda dalam melakukan proses perhitungan tebal pipa yang akan
diberikan pada bagian B.
Bacalah bab-bab pada keempat standar/code berikut ini:
No.
1.
2.
3.

Nama Standard

Tugas Baca pada Bab

ASME B31.8- Gas Transmission and


Distribution Piping System
DnV OS F101 Submarine Pipeline
Systems
DnV 1981 - Rules for Submarine Pipelines

Sec. 841 Steel Pipe


Sec A842, page 103-105
Sect. 5. D Limit States

Set. 4 Strength and Inplace Stability,


& Appendix B
4.
API RP 1111 - Design, Construction,
Sec. 4.1-4.3,
Operation and Maintenance of Offshore
Appendix C
Hydrocarbon Pipelines
& Appendix D
Untuk menguji hasil bacaan Anda, diberikan Soal 1 dan Soal 2.
Sedangkan soal 3 membantu Anda buat mereview dan mempertajam pemahaman Anda mengenai materi
yang telah diberikan di kelas.

Soal 1 (20%) Kriteria Desain Tebal Pipa


Kriteria desain yang dimaksudkan di sini adalah persamaan-persamaan yang harus dipenuhi dari setiap
standar/code terkait penentuan tebal pipa terkait internal pressure containment, external pressure collapse,
local buckling dan propagation buckling.
Misalkan, kriteria yang harus dipenuhi dari Code ASME B31.8 terkait internal pressure containment adalah:
(lihat halaman 54 pada ASME B31.8)
Nah, sekarang giliran Anda untuk menelurusi lebih banyak dan dalam.

Halaman 1 dari 5

Tugas Anda:
Jawablah pertanyaan di bawah ini:
a. Apa kriteria desain tebal pipa yang harus dipenuhi terkait internal pressure containment/ hoop
stress menurut standard ASME B31.8, DnV OS F101, DnV 1981, dan API RP 1111?
b. Apa kriteria desain tebal pipa yang harus dipenuhi terkait external pressure collapse menurut
standard ASME B31.8, DnV OS F101, DnV 1981, dan API RP 1111?
c. Apa kriteria desain tebal pipa yang harus dipenuhi terkait Propagation Buckling menurut standard
ASME B31.8, DnV OS F101, DnV 1981, dan API RP 1111?
d. Apa kriteria desain tebal pipa yang harus dipenuhi terkait Local Buckling/combined loading menurut
standard ASME B31.8, DnV OS F101, DnV 1981, dan API RP 1111?

Soal 2 (60%) Diagram Alir Perhitungan Tebal Pipa


Dari bacaan Anda dan soal nomor 1 di atas, coba Anda perhatikan setiap persamaan yang menjadi kriteria
desain dari setiap standar. Coba cek input apa saja yang diperlukan untuk memperoleh tebal pipa pada
persamaan tersebut.
Misalkan dari persamaan berikut ini:

Tebal pipa (disimbolkan t) dapat diperoleh dengan =


. Nah, Anda amati persamaan untuk
2
memperoleh nilai t ini. Untuk memperoleh nilai t, Anda perlu input nilai P (design pressure), D (Outside
Diameter), S (SMYS), F (factor), E(Factor) dan T (Factor). Nah, itulah semua input yang Anda perlukan untuk
dapat menghitung nilai tebal pipa, t. Untuk input nilai P dan D, Anda diberikan (given). Sedangkan untuk nilai
factor F, E dan T Anda bias baca di Code, nilainya biasanya diberikan untuk kondisi tertentu.
Jika Anda sudah tau input, proses dan outputnya, Anda dapat menyusun flowchart perhitungannya.
Misalkan untuk persamaan di atas, contoh flowchartnya dapat Anda lihat pada Gambar 1. Sebagaimana
contoh untuk soal ini, Anda mesti melengkapi setiap detail yang diperlukan agar mempermudah pembacaan
flowchart yang Anda susun.
Kabar bagus bagi Anda, flowchart yang Anda susun di tugas 3 ini akan sangat bermanfaat bagi Anda dalam
mengerjakan tugas 4 yang akan terbit beberapa saat lagi.
Nah, sekarang giliran Anda untuk mengeksplor lebih dalam.

Tugas Anda:
Susunlah flowchart untuk setiap kriteria dan setiap standar/code berikut ini (Ada 16 Flowchart):
Kriteria
Local Buckling/
Standar/Code
Internal Pressure
External Pressure
Propagation
combined
Containment
Collapse
Buckling
loading
ASME B31.8
Flowchart 1
Flowchart 2
Flowchart 3
Flowchart 4
DNV OS F101
Flowchart 5
Flowchart 6
Flowchart 7
Flowchart 8
DNV 1981
Flowchart 9
Flowchart 10
Flowchart 11
Flowchart 12
API RP1111
Flowchart 13
Flowchart 14
Flowchart 15
Flowchart 16
Flowchart 1, sudah diberikan pada contoh. Bonus buat Anda. Lihat Gambar 1 terlampir.
Berdasarkan table di atas, berarti ada 16 flowchart yang harus Anda susun untuk setiap standar/code dan
setiap kriteria. Cara membaca table di atas misalnya:
flowchart 2 adalah diagram alir penghitungan tebal pipa dengan kriteria external pressure collapse
berdasarkan ASME B31.8 dan
Flowchart 11 adalah diagram alir perhitungan tebal pipa dengan kriteria local buckling berdasarkan DNV
1981.

Halaman 2 dari 5

DiagramAlir Perhitungan Tebal Pipa Kriteria Internal Pressure Containment berdasarkan ASME B31.8
START

Input:
P (design pressure),
D (Outside Diameter),
S (SMYS),
F (design factor),
E(longitudinal joint factor)
T (temperature derating factor)

Menghitung Tebal Pipa

SELESAI

Gambar 1
Contoh Diagram Alir Perhitungan Tebal pipa Kriteria Internal Pressure Containment berdasarkan ASME B31.8

Soal 3 (20%) Review Materi Kuliah


Untuk lebih memahami mengenai pemilihan material grade pipa bawah laut. Jawablah dengan singkat dan
jelas.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

k.
l.

Buatlah dalam bentuk tabel untuk menunjukkan sedikitnya 5 perbedaan antara rigid pipeline dan flexible
pipeline!
Berikan 3 contoh material pipa Corrosion Resistance Alloy (CRA), berikan contoh gambar dan perbedaannya!
Apa bedanya pipa CRA dengan mechanical bonding dan metallurgical bonding? Berikan penjelasan yang
ilmiah, bukan terjemahan istilah.
Apa bedanya carbon steel, high strength low alloy steel dan alloy steel?
Misal untuk pipa dengan nominal pipe size (NPS) 12, berapakah diameter terluar pipanya?
Apa bedanya SMYS dan SMTS? Lengkapi dengan sketsa yang mudah dimengerti.
Apa yang dimaksud material grade pipa? Apa bedanya pipa dengan grade X42 dan X65 menurut API 5L?
Bandingkan SMYS dan SMTSnya.
Apa bedanya pipa seamless, ERW, dan SAWL?
Apa beda kegunaan corrosion coating, insulation coating dan concrete coating?
Dalam desain pipa bawah laut, diperlukan pelapis (coating) pipa. Soal ini akan mengajak Anda lebih dalam
memahami mengenai teknologi coating ini. Coba Anda cari literatur di internet mengenai corrosion coating
dan insulation coating/flow assurance coating (dari situs: http://www.brederoshaw.com/solutions). Ambil
contoh bahan corrosion coating, internal coating dan insulation coating kemudian tariklah kesimpulan
kegunaannya dan hubungannya dengan temperatur.
Turunkan persamaan hoop stress, longitudinal stress? Berikan sketsa definisi yang jelas.
Apa bedanya buckling, propagation buckling, rupture, bursting dan collapse pada pipa? Penjelasan Anda dapat
Anda lengkapi dengan gambar dari literatur/internet guna memudahkan paparan Anda dicerna.

Halaman 3 dari 5

BAGIAN B (Bobot 100%)


Inilah saatnya Anda mengejawantahkan pengetahuan Anda hasil pengerjaan bagian A. Anda
diberikan data properti pipa gas bawah laut sebagai berikut:
Nominal Pipe Size

Material Grade / Type

Tipe Fabrikasi pipa


Youngs Modulus (Steel)
Design Pressure, Pd
Hoop Stress Design Factor
Temperature Derating Factor
Longitudinal Joint Factor
Density of Seawater
Collapse Factor
Poisson Ratio Baja
Propagation Buckling Design Factor
Axial Force (Positive for compression)
Bending Stress (as a % of SMYS)
Hydrotest Pressure
Density of Service (Gas)
Design Life
Poisson ratio

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

24
API 5L Gr.X 52 dan
API 5L Gr.X60
SAWL
207000 MPa
15 MPa
0.72
1
1
1025 kg/m3
0.7
0.3
0.8
0N
72 %
1.25 x Pd
48.5 kg/m3
25 years
0.3

Note: Jika ada data yang kurang, silakan ikuti aturan pada code/standard. Jika tidak ada pada standard, gunakan asumsi
yang lazim dipakai (sebutkan referensi/sumber asumsi yang Anda gunakan).

Tugas Anda:
a) Hitunglah tebal pipa gas bawah laut menggunakan standard ASME B31.8, API RP 1111, DnV
1981 dan DNV OS F101
Hitung untuk kriteria Internal pressure containment, external pressure collapse, local
buckling dan buckle propagation!
Perhitungan masing-masing criteria dilakukan untuk kondisi instalasi,
hidrotest dan operasi!

Halaman 4 dari 5

b) Semua proses perhitungan tahap demi tahap beserta rumus dan keterangan rumus yang
dipakai WAJIB Anda tuliskan! TIDAK BOLEH hanya melampirkan angka-angka tanpa rumus
yang dipakai atau bahkan hanya hasil akhir saja! Pekerjaan Anda harus bisa ditelusuri
dengan mudah. Sumber setiap rumus yang dipakai harus dicantumkan. Misal: Sumber:
Equation 2.3 DnV OS F101 page 23.

c) Untuk hasil akhir perhitungan, buatkan ringkasan dalam bentuk tabel dan pilihlah tebal pipa
yang sesuai API 5L!
Kriteria

Kondisi

Wall Thickness (t) Based on Code/Standard


ASME B31.8
API RP 1111
DNV 1981
DNV OS-F101
t
t
t
t
t
t
t
t
(inch) (mm) (inch) (mm) (inch) (mm)
(inch)
(mm)

Instalation
Hydrotest
Operation
Instalation
Collapse due
Hydrotest
to External
Pressure
Operation
Instalation
Local Buckling Hydrotest
Operation
Instalation
Buckle
Hydrotest
Propagation
Operation
Selected Wall Thickness
Selected wall thickness
based on API 5L Criteria
Internal
Pressure
containment

d) Bandingkan hasil perhitungan tebal pipa untuk kedua material grade yang diberikan (API 5L
Gr.X 52 dan API 5L Gr.X60)!
e) Perhitungan yang Anda lakukan untuk soal ini harus menggunakan excel, mathcad atau
matlab. Tidak boleh menggunakan tulis tangan.
--Soal Selesai
Mencontek termasuk perilaku tidak terhormat dan berpotensi mendarah daging. Jagalah martabat Anda!

Halaman 5 dari 5

Anda mungkin juga menyukai