Anda di halaman 1dari 10

KELOMPOK 2

ABORTUS KRIMINALIS

LAPORAN KASUS

Anda kebetulan sedang berdinas jaga di laboratorium di sebuah rumah


sakit tipe B. Seorang anggota polisi membawa sebuah botol ukuran 2
liter yang disebutnya sebagai botol dari sebuah alat suction curret
milik seorang dokter di kota anda. Masalahnya adalah bahwa dokter
tersebut disangka telah melakukan pengguguran kandungan yang
illegal dan didalam botol tersebut terdapat campuran darah dan
jaringan hasil suction. Polisi menerangkan dalam surat permintaannya,
bahwa darah dan jaringan dalam botol berasal dari tiga perempuan
yang saat ini sedang diperiksakan ke bagian kebidanan di rumah sakit
anda. Penyidik membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang dapat
menjelaskan apakah benar telah terjadi pengguguran kandungan dan
apakah benar bahwa ketiga perempuan yang sedang diperiksa di
kebidanan adalah perempuan yang kandungannya digugurkan oleh
dokter tersebut. Hasil pemeriksaan tersebut penting agar dapat
dilanjutkan ke proses hukum terhadap dokter tersebut.

KRONOLOGI
Dokter H adalah seorang dokter spesialis kandungan di daerah Tangerang.
Dalam tiga hari ini dia sudah menerima dan memeriksa 3 pasien,yaitu Ny.
Mawar yang berusia 36 tahun dengan usia kandungan 3 bulan,Ny. melati
yang berusia 30 tahun dengan usia kandungan 4 bulan serta Ny.lily yang
berusia 25 tahun dengan usia kandungan 3bulan.ketiga pasien tersebut
mengaku bahwa kehamilannya tersebut merupakan kehamilan yang tidak
dinginkan,karena anak yang mereka kandung merupakan hasil dari
perselingkuhan,sehingga mereka datang ke dokter H untuk meminta
pertolongan
supaya
mereka
dapat
menggugurkan
kandungan
mereka,karena mereka takut apabila diceraikan oleh suaminya karena
mengetahui mereka selingkuh dan sampai hamil. Karena mereka
menawarkan sejumlah uang yang sangat besar kepada dokter H ,maka
dokter H memutuskan untuk melakukan tindakan aborsi terhadap ketiga
wanita tersebut dan dokter H juga tidak lupa untuk menjelaskan dan
meminta
informed
consent
pasien
serta
mendapat
izin
dari
pasiennya.Sehari seusai melakukan tindakan aborsi, muncul berita acara
bahwa dokter H telah melakukan aborsi ilegal. Oleh karena itu dokter H
dibawa oleh polisi untuk keterangan lebih lanjut.

ASPEK HUKUM

Undang undang No. 23 tahun 1992


Pasal 15
KUHP Pasal 48:
KUHP Pasal 283
KUHP Pasal 299
KUHP Pasal 346
KUHP Pasal 347
KUHP Pasal 348
KUHP Pasal 349 .
KUHP Pasal 535
UU Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 Tentang
kesehatan
Pasal 75
Pasal 76

PROSEDUR MEDIKOLEGAL

Penemuan
Ditemukan sebuah botol berukuran 2 liter yang disebut merupakan hasil "suction
curret" dari seorang dokter.
Pelaporan
Botol yang ditemukan kemudian dilaporkan ke pihak berwajib
Penyelidikan
Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan menemukan bahwa benar adamya
kejadian tersebut
Penyidikan
Penyidik membawa botol tersebut kepada dokter forensik untuk diperiksa apakah
isi botol tersebut berisi hasil pengguguran dan berasal dari ketiga wanita tersebut
Pemberkasan
Penuntutan
Dilakukan oleh penuntut umum di sidang pengadilan setelah berkas perkara yang
lengkap diajukan ke pengadilan
Pengadilan
Vonis

PEMERIKSAAN MEDIS

Pembuktian kasus abortus


(1). Menentukan apakah wanita tersebut hamil
(2). Mencari tanda-tanda cara abortus
provokatus yang dilakukan
a. Mencari tanda-tanda kekerasan lokal seperti
memar, luka, perdarahan jalan lahir
b. Mencari tanda-tanda infeksi akibat
pemakaian alat yang tidak steril
c. Menganalisa cairan yang ditemukan dalam
vagina atau cavum uteri

PEMERIKSAAN MEDIS
(3). Pemeriksaan ginekologi
(4). Pemeriksaan toksikologi

Pemeriksaan Hubungan Antara Hasil Curratage dan Tersangka


a.

Penentuan Golongan Darah


Hanya dapat di lakukan dengan meneteskan 1 tetes anti serum darah dan di lihat
apakah terjadinya aglutinasi atau pun belum. Jika keduanya cocok maka akan
terlihat reaksi aglutinasi.
b. Pemeriksaan Test DNA
Pemeriksaan ini sangat akurat dan memberikan nilai yang sangat tepat hampir
99.9%. Bahan sampel DNA dapat dipilih dari jaringan apa saja, karena DNA dapat
diperoleh dari semua sel berinti. Sel yang tidak memiliki DNA hanyalah sel darah
merah karena sel darah merah tidak memiliki inti.

Untuk itu terhadap berbagai bahan sampel tersebut harus diberi perlakuan
sebagai berikut:
1.Jaringan
Untuk bahan sampel yang segar, sampel terbaik adalah jaringan limpa, kelenjar
getah bening dan hati.
2.Darah
3.Tulang, Gigi dan Rambut

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pemeriksaan Terhadap Ketiga wanita tersebut

Dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium, apakah seorang wanita itu hamil atau tidak adalah
dengan memeriksa :

1.

Pemeriksaan laboratorium darah lengkap


Dengan pemeriksaan ini dapat menunjukkan penurunan kadar hematokrit, hemoglobin rendah yang
dapat memicu pasca pendarahan setelah terjadinya aborsi.

2.

Pemeriksaan trombosit
Dapat meningkat karena mekanisme pembekuan darah yang terjadi sebagai mekanisme
kompensasi setelah terjadinya pendarahan yang banyak setelah aborsi

3.

Fibrinogen
Pemeriksaan ini dapat membedakan spontaneous atau pun missed abortion. Pemeriksaan ini lebih
spesifik kepada missed abortion.

4. Test urine
Pada pemeriksaan urin juga dapat di ketahui bahwa wanita tersebut sedang hamil jika adanya
peningkatan hCG yang sangat bermakna dalam mendeteksi bahwa wanita ini sebelumnya pernah
hamil dan melakukan pengguguran. Ini adalaha karena hCG dapat menurun setelah 2- 3 minggu
setelah melahirkan, dan uji ini member nilai yang sangat bermanfaaat.
5.

Pemeriksaan pregnanediol
Preganediol merupakan hasil metabolit progesterone. Progesterone sanagt bertanggungjwab dalam
perubahan uterus setelah ovulasi. Ianya menigkat selam akehamilah dan dapat menuru jika terjadi
aborsi dan disfungsi plasenta.

6. Kadar Prolactin dalam serum


Kadar prolactin serum berbeda beda mengikut jangka waktu kehamilan ,pada trimester pertama <
80ng/ml, pada trimester kedua < 160ng/mL dan trimester ketiga < 400 ng/mL. Hormon ini
meningkat sesuai jangka waktu kehamilan untuk menyediakan kepada pengembangan mammae
semasa laktasi terjadi. Jika adanya peningkatan kepada hormone ini bermakna ibu ini pernah hamil.
7.

Pemeriksaan dengan USG

VISUM ET REPERTUM4
..\Downloads\Lampiran_201348\proyek
makalah Abortus.docx