Anda di halaman 1dari 15

SABARNUROHMAN'S SITE

Bersama membuat Hidup Lebih Tercerahkan

HOME

ABOUT ME

FISDAS

SAINS

ASTRONOMI

RISET

DOWNLOAD

Benarkah Bumi Berotasi?

MY FAMILY

SABAR NUROHMAN,M.PD.SI

Tulisan ini saya dedikasikan untuk salah


seorang saudara seaqidah yang mengirimkan
pertanyaan mengenai hubungan antara
kebenaran Al Quran dan Temuan sains. Pada
intinya beliau mempertentangkan konsep
heliosentris dengan firman Allah di surah
Yasiin ayat ke 40. Singkat kata, beliau tidak
percaya jika bumi berotasi pada porosnya dan
berevolusi mengelilingi matahari. Jujur saja
saya sempat kaget, mengapa di zaman
modern seperti sekarang masih ada yang
belum percaya temuan sains bahwa bumi
berotasi dan berevolusi. Tapi tak apa, sebagai
open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

Selamat datang di blog kami,


semoga bermanfaat

pdfcrowd.com

semoga bermanfaat

sebuah diskursus,hal ini cukup menarik untuk


dijawab.
Berikut saya copy-paste komentar/pertanyaan beliau:

KUNJUNGI RUMAH BARU KAMI

jika diketahui keliling bumi = 45.750 km menurut teori ini bumi berputar pada porosnya 45.750
km / 24 Jam = 1906.25 km/jam, berarti bumi ini berputar dengan kecepatan 1906.25 km/jam,
sedangkan satelit palapa yg dipakai untuk kepentingan komunikasi negara kita harus selalu
berada diatas permukaan bumi Indonesia, pertanyaanya? bahan bakar apa yang bisa dipakai
untuk menempuh kecepatan itu sedangkan satelit palapa juga bukan dirancang untuk terbang
mengikuti perputaran bumi, pesawat jenis apapun menurut teori ini tidak akan sanggup
mengikuti perputaran bumi selama 24 jam.
Dengan kecepatan gerak bumi tersebut entah gesekan apa dan bencana besar apa yang akan
menimpa bumi mengingat kecepatannya yang mencapai 1906.25 km\jam selama milyaran
tahun
Didalam Alquran surat Yasin 40, dan beberapa ayat lain yang menyinggung masalah ini tidak
disebut satupun bahwa bumi disebut barang bersama dengan bulan dan matahari, akan tetapi
bulan dan matahari disebut beredar menurut garis edarnya, berarti dengan ini Alquran
menyatakan bahwa bumi diam tidak bergerak, sebagaimana teori geosentris sedangkan

Klik Gambar di atas untuk mengunjungi


SabarNurohman.Com

ARCHIVES
Select Month

BLOGROLL

matahari dan bulan bergerak mengelilingi bumi, dan semua orang pun pasti melihat dan
merasakan diamnya bumi dan bergeraknya matahari dan bukan sebaliknya..lihat juga hadis

Bunda_afadila

tentang masbuk subuhnya sahabat Ali, serta doa Rosul agar matahari diam dipenghujung senja
saat musuh dalam keadaan terdesak. wallhualam

Learn English
SabarNurohman's Site
Situs UNY

JAWABAN SAYA:
Menurut saya, pada kasus ini sama sekali tidak ada pertentangan antara Ayat-ayat Allah dalam
Al Quran dengan Ayat-ayat Allah di alam sesuai pandangan sains. Pernyataan Allah bahwa bulan
dan matahari beredar pada manzilah-manzilahnya Dan masing-masing beredar pada garis
edarnya (QS Yaasiin:40) sama sekali tidak bertentangan dengan pandangan sains tentang
fenomena rotasi dan revolusi bumi.
open in browser PRO version

E-Learning Sabar Nurohman

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

JUMLAH PENGUNJUNG
347,482 hits

pdfcrowd.com

Kita perlu buka kembali pelajaran Fisika Dasar tentang gerak. Apa definisi gerak menurut fisika?
Untuk menjawab masalah ini, rasanya perlu bagi kita untuk memahami bahwa benda dikatakan
bergerak jika ia mengalami perbindahan terhadap suatu kerangka acuan tertentu. Jadi, gerak
sejatinya bersifat sangat relatif, tergantung pada titik acuan. Sebagai contoh: mungkin Anda
pernah merasakan kejadian eneh pada saat naik kereta. Suatu saat kereta sedang berhenti di
sebuah stasiun dan kebetulan pada rel sebelah kereta yang kita naiki juga sedang ada kereta
yang berhenti. Kemudian kita merasa kereta kita sudah berjalan, namun beberapa saat
kemudian kita sadar ternyata kereta kita tidak bergeser sedikitpun, kita baru tahu kereta
sebelah kita yang ternyata bergerak. Atau yang paling sering kita lihat pada saat kita naik
mobil, seolah-olah pohon di pinggir jalan bergerak, padahal sejatinya mobil kitalah yang
bergerak.
Pada kedua kasus tersebut, sebenarnya kita tidak salah mengatakan kereta kita bergerak atau
pohon-pohon yang berjalan. Hal ini tergantung pada titik acuan yang kita pakai. Jika acuannya
adalah kereta di sebelah kita, maka tidak salah kalau kita mengatakan kereta kita yang sedang
berjalan, jika kita menggunakan mobil yang kita naiki sebagai titik acuannya, maka tidak salah
kalau kita mengatakan bahwa pohon-pohon berjalan. Hal ini sangat tergantung pada titik acuan
apa yang kita pakai.
Pada kasus peredaran bulan dan matahari mengelilingi bumi, tidak salah kalau kita mengatakan
bahwa bulan dan matahari mengelilingi kita, hal ini berlaku jika kita menggunakan Bumi sebagai
titik acuannya. Artinya, siapa yang mengelilingi siapa sangat tergantung pada titik acuan apa
yang kita pakai. Al Quran diturunkan untuk manusia yang merupakan penduduk bumi. Maka
tidak salah jika Quran menggunakan titik acuan bumi pada saat menerangkan pergerakan alam
semesta.
Jadi QS Yaasiin ayat 40 sama sekali tidak berselisih dengan temuan sains. Terlebih lagi secara
saintis, kita semua memahami bahwa bulan memang bergerak pada garis edarnya mengelilingi
bumi, dan matahari bergerak pada garis edarnya mengeliilingi pusat galaksi. Jadi, kedua-duanya
memang telah ditetapkan oleh Allah Swt untuk bergerak di garis edarnya masing-masing.
Sampai di sini terlihat jelas, tidak ada pertentangan antara quran dan sains, karena memang
dua-duanya adalah kalamullah.
open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Untuk pertanyaan mungkinkah satelit palapa dapat didesain mengikuti kecepatan rotasi bumi,
bahan bakar apa yang bisa menggerakan, apakah tidak hancur karena gesekan?.
Untuk menjawab soal ini, terpaksa saya gunakan pengetahuan saya pada cabang ilmu fisika
bernama Astronomi. Kebetulan saya mengajar Astronomi dan termasuk tim Pembina Olimpiade
Astronomi DIY.
Sebetulnya problem yang diajukan bukan hal yang terlampau rumit, perhitungannyapun cukup
menggunakan mekanika klasik yang dibangun oleh Newton.
Pada saat satelit mengorbit mengelilingi bumi, sebenarnya nyaris tidak membutuhkan bahan
bakar. Karena penggeraknya adalah medan gravitasi, sebagaimana bulan mengelilingi bumi, ia
sama sekali tidak butuh bahan bakar. Medan Gravitasi telah mempertahankan bulan senantiasa
beredar pada garis edarnya, hal ini tidak berbeda dengan satelit yang mengelilingi bumi, dia
terikat oleh persamaan F=GMm/R^2 (Hukum Gravitasi Umum Newton).
Hanya saja pada praktiknya, memang satelit tetap saja butuh energi yang sangat besar untuk
dua kepentingan. Pertama, pada saat peluncurannya dari muka bumi, ia butuh kecepatan yang
sangat tinggi untuk bisa melepaskan diri dari pengaruh medan gravitasi bumi, sehingga ia
mampu mencapai luar angkasa. Dalam ilmu astronomi kecepatan ini dikenal sebagai kecepatan
lepas (Escape Velocity), yaitu besaranya kecepatan minimal yang harus dimiliki oleh suatu
benda agar dia bisa terus naik ke angkasa tanpa bisa kembali (jatuh) ke bumi. Besarnya
kecepatan lepas berbeda-beda untuk tiap planet, tergantung pada massa dan jari-jari planet.
Besarnya kecepatan lepas mengikuti persamaan:

Jika kita hitung untuk kecepatan lepas di bumi diperoleh angka sekitar 40.000 km/jam. Tentu
saja ini adalah kecepatan yang sangat besar. Maka ilmuan biasanya menggunakan energi nuklir
untuk proses peluncuran sebuah wahana luar angkasa. Butuh berton-ton bahan bakar nuklir
untuk menggerakan benda hingga 40.000 km/jam. Maka biaya peluncuran sebuah wahana luar
angkasa memang sangat besar.
open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

angkasa memang sangat besar.


Kedua, energi dibutuhkan pada saat pertama kali kita ingin mengorbitkan satelit mengelingi
bumi. Ceritanya begini, setelah pesawat ulang-alik terbang secara vertikal hingga ketinggian
tertentu (ketinggian orbit satelit), setelah itu satelit dilucutkan dari pesawat ulang-alik secara
horisontal dengan kecapatan sebesar:

Setelah satelit dilucutkan dengan kecepatan tersebut, maka dia tidak akan pernah jatuh,
terus bergerak tanpa perlu energi pendorong. Jadi bahan bakar nuklir hanya digunakan untuk
dua proses saja, yaitu pada saat peluncuran secara vertikal dari permukaan bumi dan pada saat
pelucutan satelit dari pesawat pembawanya yang diterbangkan horizontal terhadap
permukaan bumi. Setelah itu, satelit akan berinteraksi dengan medan gravitasi bumi,
sebagaimana bulan juga berinteraksi dengan bumi menggunakan persamaan :

Dengan demikian terjawab sudah pertanyaan tentang bahan bakar, jadi selama mengorbit,
satelit tidak butuh bahan bakar karena dia bergerak dengan memanfaatkan medan gravitasi
bumi.
Pertanyaan lainnya, bagaimana mungkin kecepatan yang begitu besar tidak menyebabkan
satelit tersebut hancur? Hal ini hanya persoalan teknis peluncuran saja. Karena bahaya
terbesar meledaknya pesawat ulang-alik adalah pada saat sesi peluncuran. Pada saat sudah
mengorbit di luar angkasa, kecil sekali kemungkinan terjadi ledakan/kehancuran satelit.
Mengapa demikian? Jawabannya mirip seperti ketika kita menjelaskan peristiwa meteor.
Meteor terjadi karena adanya gesekan molekul atmosfer dengan batu luar angkasa yang jatuh
open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

ke atmosfir bumi. Jadi dalang kehancurannya adalah molekul atmosfer. Padahal, satelit
diorbitkan pada ketinggian yang cukup, dimana di sana atmosfir sudah sangat tipis atau bahkan
bisa dibilang tidak ada molekul sedikitpun, karena kerapatannya hanya sekitar 2 molekul per
meterpersegi. Maka selama mengorbit, satelit nyaris tidak bergesekan dengan molekul udara,
dan oleh karenanya tidak hancur.
Namun seperti yang saya katakan di awal, saat paling berbahaya manakala kita ingin
mengorbitkan satelit adalah pada saat peluncurannya, karena selama meluncur dari permukaan
bumi hingga luar angkasa, pesawat akan bergesekan dengan molekul udara. Tapi walau
bagaimanapun problem ini sudah berhasil diatasi oleh manusia dengan pengembangan kapsul
pesawat ulang-alik. Jadi selama peluncuran, satelit ditaruh pada sebuah kapsul yang sangat
kokoh, didesain dengan sangat aerodinamis, sehingga memperkecil gesekan pesawat dengan
molekul udara. Lihat gambar berikut untuk memahami teknik ini:
Jika kita amati gambar tersebut, setidaknya ada tiga bagian
utama yang harus disiapkan pada saat peluncuran, dan tiap
bagiannya sudah didesain sangat aerodinamis, bagian ujung
dibuat melengkung untuk mengurangi efek gesekan. Tiga
bagian utamanya adalah: 1. Kapsul (yang paling besar berwarna
coklat), di dalam kapsul tersebutlah satelit disimpan selama
proses peluncuran untuk melindungi gesekan dengan molekul
udara. 2. Pesawat ulang alik, berbentuk seperti pesawat
tempur, berguna sebagai pusat kendali peluncuran, di
dalamnya terdapat para astronot yang bertugas untuk
mengarahkan pesawat. 3. Tabung bahan bakar, pada gambar di
samping tampak ada dua buah tabung.
Dari sini saya kira sudah cukup jelas, kenapa satelit tetap utuh
selama mengorbit. Kalaulah ia hancur, biasanya hal itu
disebabkan ketika ia bertemu dengan gugusan asteroid atau
lintasan komet yang biasanya menyisakan berbagai batuan yang jika bertabrakan dengan satelit
akan dapat menghancurkan satelit tersebut.
open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Like
Be the first to like this.

COMMENTS 21

LEAVE A COMMENT

Jasman | November 16, 2012 at 9:37 am

Afwan, Akhi Satelit Palapa berputar mengikuti orbit bumi karena medan gravitasi,
tapi satelit Palapa itu tidak jatuh ke Bumi karena medan gravitasi tersebut?

Muhammad Khairur Rizky | November 8, 2012 at 4:35 am

tetapi semua sudah tertulis di ayat suci al-quran adalah BENAR. dan semua tinggal
menunggu waktu yang menjawab untuk pembuktiaanya. Wallahualam bisshoaf (tanda
seru 3x)

Hari | September 26, 2012 at 12:14 am

cakep nih ulasannya, tapi saya mau bertanya soalnya penasaran juga.
katanya benda satelit geostationer palapa selalu di atas indonesia mengikuti bumi
berputar tanpa perlu energi. pertanyaannya adalah jika ada benda serupa dijauhkan
lagi 1000 km secara tegak lurus dgn palapa tadi, lalu ada lagi benda serupa dijauhkan
lagi 2000 km secara tegak lurus, dst. dst. sampai sejauh bulan, maka apakah benda2

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

itu masih satu garis lurus atau tidak ketika bumi berputar ?
sayangnya nggak bisa dibuktikan secara real dgn meletakkan benda2 tsb dalam garis
tegak lurus, tapi menurut teori gimana ?
apakah selalu tegak lurus atau yang paling ujung selalu ketinggalan karena paling jauh
jaraknya dari bumi.
terimakasih.

muslimin | August 20, 2012 at 8:27 am

Ulasan bapak buat saya sangat sangat bagus, merangsang kita untuk lebih telili dan
lebih logis dalam berfikir.. kalo boleh kami tambahkan sedikit pada : Quran adalah
kitab Allah untuk manusia yang tinggal di bumi kalo tdk salah ada juga ayat dlm
alquran yg bunyinya kira2 seperti ini : dan Nabi Muhammad diutus menjadi Rahmat
bagi Alam semesta berbicara Alam semesta tentu saja tidak terbatas hanya pada
wilayah bumi saja melainkan Langit, bumi dan apa yang ada didalamnya dan
diantaranya. Terimakasih.
Salam Kenal Pak Sabar Maju Terus untuk perkembangan Ilmu Pengetahuan semoga
tetap dlm ridhoNYA hingga menjadi Rahmat bagi semesta Alam

Dalam | August 3, 2012 at 3:05 pm

ya, yang saya tau, bumi, bulan dan matahari beredar menurut orbitnya masingmasing.yang jelas matahari tidak diam, bulan tidak diam dan begitu pun bumi juga
tidak diamJika di singgung di Al-quran dan hadits tentang perjalanan matahari dan
bulan tidak berarti matahari dan bulan mengelilingi bumi juga kan..?itu semuanya
adalah penafsiran ulama di kemudian hari yang menganggap matahari mengelilingi
bumiapakah ada hadist yang jelas (tanpa perlu penafsiran lagi) yang menyatakan

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

matahari mengelilingi bumisejauh yg saya ketahui tidak adawallohualam


matahari bergerak mengelilingi pusat galaxi menurut ilmu astronomijadi tetap aja
matahari punya garis edar juga kanapakah ini sejalan dengan AQ dan SUnnah
menurut saya sejalandan mungkin ini yang dimaksud dengan matahari di garis
edarnya.
Saya kira ga usah lah kita memperdebatkan hal-hal yg demikiansaya yakin yang
bertanya pun tidak jauh lebih faham tentang astronomi menurut al-quran dan
sunnah

hasan | July 10, 2012 at 11:40 pm

g usah ikutin koment mereka yg bertentangan deh ikut Al Quran aja yang benar. apa
mereka penemu kan gk. mereka penjawab

fajar | March 21, 2012 at 7:14 pm

Maaf mas mau tanya. Menurut mas seberapa jauh posisi benda dari bumi kemudian
benda tersebut terlepas dari medan gravitasi bumi ? Kalau menurut teory yang di
jelaskan di atas harusnya satelit jelajah berada lebih jauh dari bumi di banding satelit
geostasionary yah ? karena sebagaimana bulan satelit nyaris tidak membutuhkan
energi untuk mengelilingi bumi.
Trus bagaimana dengan matahari, apakah matahari juga masih sama perlakuannya
sebagaimana bulan, yakni matahari juga tidak memerlukan energi untuk mengelilingi
bumi ?
Apakah semua benda langit/planet mempunyai pengaruh ke medan grafitasi bumi ?
ataukah semuanya terpengaruh ke medan grafitasi matahari

asep jow | March 14, 2012 at 10:35 am

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

lalu bagaimana dengan peredaran bulan ? pandangan heliocentris atau geosentris ?

Asep Belajar Metoda | February 23, 2012 at 9:12 am

Asyik juga kang pencerahannya, jadi bertambah nich ilmu, terima kasih ya kang atas
pencerahannya

pakarfisika | February 21, 2012 at 12:26 pm

diskusi yg menarik, saya senang menyimaknya

Agustinus Herry Susilo( Muslim) | March 10, 2012 at 3:10 pm

Saya hanya meralat penjelasan Mas Sabar, apakah yang benar kapsul tersimpan
didalam pesawat ulang alik, sedangkan yang warna coklat adalah Pendorong
utama yang akan jatuh belakangan setelah pendorong bantu ( kiri kanan telah
jatuh lebih dulu ) mudah-mudahan ralat saya bermanfaat.

hendra | February 9, 2012 at 11:00 pm

assalamualaikum mas..saya termasuk orang yang sepaham dengan bumi mengelilingi


matahari, dan memang tidak ada yang bertentangan dengan Quran. namun saya
kurang ilmu untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan ini :

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

Tidak perlu njlimet, andai kita yakini bumi berputar ke arah timur dgn kecepatan spt
itu lalu kita tendang bola ke arah barat tentu bola tadi akan melambung lebih jauh
ketimbang bila kita menendangnya ke arah timur. Lalu apakah ini terjadi??! Kalau iya
terjadi, pastilah permainan sepak bola tdk lagi menarik krn setiap kali bola ditendang
ke barat pasti OUT, sementara pemain lain harus mati2an menggiring bola ke gawang
lawan yg berada di tribun timur.
Yah seperti kita berada di atas kereta terus buang ludah ke arah depan pasti ludah
bakal kembali lagi ke kita. Beda kalau kita buang ludah ke arah belakang, ludah makin
menjauh karena kecepatan kereta.
So, kenapa pemain sepak bola begitu mudah memasukkan bola ke gawang yg berada
di timur?? Yaph, karena memang bumi itu diam tdk berputar..
pernyataan dan pernyataan di atas saya copas dari internet. mohon dijawab mas
sesuai dengan ilmu sains yang logis
terimakasih

SabarNurohman | February 14, 2012 at 9:26 am

Ya logika seperti itu tampak sangat masuk akal, namun penulisnya masih
sedikit kurang faham tentang sistem kerangka acuan dalam gerak. Sebagai
contoh begini : jika kita di dalam mobil tertutup, lalu kita melempar bola ke
atas (vertikal ke atas), kita akan melihat bahwa bola jatuh kembali ke tangan
kita (Pernah nyoba?) Kalo menggunakan logika seperti penulis tadi, seharusnya
bola jatuh di belakang kita, karena mobil sudah bergerak ke depan. Tapi
nyatanya bola tetap jatuh persis ditempat kita melempar. Atau jika ada lalat
masuk ke dalam mobil. Kita tahu kecepatan terbang lalat jauh di bawah
kecepatan mobil. Tapi kita tidak pernah melihat lalat di dalam mobil tertabrak

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

kaca depan mobil karena kalah cepat dengan mobil. Mengapa ini terjadi? Karena
bola yang kita lempar dan lalat yang berada di dalam mobil, sudah berada pada
satu sistem gerak yang sama. Begitulah yang terjadi dengan bola di atas
lapangan,bola berada pada satu sistem yang sama dengan bumi, maka pada
saat bumi bergerak, ia mengikuti gerakan bumi juga, sebagaimana kasus bola
di dalam mobil atau lalat di dalam mobil itu.
Saya gak tahu apakah penjelasan saya bisa ditangkap atau tidakKalo ingin
bukti lebih jelas lagi, silakan naik keretapada saat kereta sudah melaju
dengan kecepatan konstan, silakan anda melempar bola, boleh ke depan boleh
ke belakangmaka anda akan melihat bahwa bola akan terlempar pada jarak
yang sama jika dilempar dengan kekuatan yang sama, kemanapun arah
lemparannyajadi jelas logika penulis yang bapak kutip salah bangetsuruh aja
beliau nendang bola di keretamaka beliau akan langsung melihat fenomena
yang tidak sama dengan yang beliau pikirkan sebelumnya

rudi | January 12, 2012 at 12:48 pm

KALO BUMI ITU DIAM, MAKA SAAT MEMOTRET BUMI, SATELLITE HARUS BERGERAK
MENGITARI BUMI UNTUK MEMASTIKAN BAHWA BENTUK BUMI SEPERTI BOLA,
SEBAGAIMANA FOTO GOOGLE EARTH. Pertanyaan saya : apa benar cara kerja Satellite
demikian ??? tolong jawab ya .

SabarNurohman | January 14, 2012 at 8:09 am

Satelit ada beberapa macam, ada yang geostasionery ada yang menjelajah.
Yang geostasionery dia bergerak dengan kecepatan sudut yang sama dengan
kecepatan rotasi bumi, sehingga ia selalu berada di atas permukaan bumi yang
sama. Satelit seperti ini biasa digunakan untuk kepentingan komunikasi.
Sedangkan satelit penjelajah kecepatannya berbeda dengan kecepatan rotasi,

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

sehingga dia bisa berada ditempat berbeda untuk waktu yang berbeda. Satelit
seperti ini biasa digunakan untuk pengindraan jarak jauhuntuk mengambil
gambar bumi digunakan satelit seperti ini

rudi | January 12, 2012 at 12:32 pm

MEMANG KALO INGIN JELAS LAGI GOOGLE HARUS DAPAT MENEMPATKAN POSISI
MATAHARI DAN BUMI, DI DALAM PETA GOOGLE JANGAN CUMA FOTO BUMI DOANG,
MATAHARINYA DI SEBELAH MANA ??????

SabarNurohman | January 14, 2012 at 8:14 am

Sejauh ini pekerjaan tersebut jelas belum mungkin dilakukan oleh manusia.
Karena untuk mengambil gambar posisi bumi dan matahari sehingga tampak
jelas bahwa bumi mengelilingi matahari, kita harus berada di luar sistem tata
surya. Bukankah kita tidak bisa mengambil gambar tubuh kita secara
keseluruhan dari jarak dekat? Kita butuh jarak tertentu untuk bisa melihat
seluruhnya secara utuh.

mmcat | December 17, 2011 at 9:30 pm

yg ngeyel parah beud!kan udah dibilang itu semua tergantung cara kita ngliatnya
gimana?ya kan?malah bisa dibilang matahari kayak titik debu di antara bintang lain di
galaksi, apalagi bumiapalagi kitajd ga usah berdebat,ikuti saja yg sudah jadi
pedoman hidup masing2peace V!

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

MUHAMMAD ASRI | December 17, 2011 at 11:37 am

ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH, PAK NURROHMAN! SETELAH


SAYA MEMBACA PERNYATAAN BAPAK MELALUI INTERNET, MAKA TAMBAH
MENIMBULKAN PERTANYAAN ATAS PERSOALAN ROTASI BUMI, DIDALAM ALQURAN DAN
HADIS ROSULULLAH BANYAK YANG MENYATAKAN BAHWA MATAHARI YANG BERPUTAR
DAN BUMI TETAP PADA POSISINYA. BELUM ADA KAMI TEMUI YANG MENYATAKAN
SEBALIKNYA BAIK DALAM ALQURAN MAUPUN HADIST. PERTANYAAN KAMI MANAKAH
YANG LEBIH PINTAR DAN BENAR ALLAH ATAU PARA ILMUAN YANG BAPAK YAKINI (
CIPTAAN ALLAH )

MUHAMMAD ASRI | December 17, 2011 at 11:38 am

MAHON DIJAWAB SEGERA YA PAK

SabarNurohman | December 17, 2011 at 11:52 am

Mohon maaf, Mohon baca tulisan saya di atas secara lebih seksama. Saya
tidak menganggap produk sains bertentangan dengan Al Quran atau
hadist. Mohon dibaca sekali lagi.
Dalam ilmu fisika, terutama setelah temuan einstein, Gerak sebetulnya
sangat relatif tergantung pada titik acuan. Sebuah benda dikatakan
bergerak jika ia berpindah terhadap titik acuan tertentu. Demikian juga
dalam memandang peristiwa gerak pada alam semesta. Jika kita
menggunakan bumi sebagai kerangka acuan, maka kita akan mengatakan
bahwa matahari mengelilingi bumi. Lah Quran adalah kitab Allah untuk
manusia yang tinggal di bumi. Maka titik acuan yang dipakai adalah bumi,

open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com

maka tidak ada yang bertentangan antara quran dengan pandangan


heliocentris. Karena dalam sains juga menerima pandangan bahwa
matahari mengelilingi bumi jika kita menggunakan titik acuan bumi.
Demikian semoga bermanfaat.

Leave a Reply
Enter your comment here...

Blog at WordPress.com. The Mystique Theme.

Follow

Follow
SabarNurohman's
Site
Get every new post delivered
to your Inbox.
Join 31 other followers
Enter your email address

Sign me up
open in browser PRO version

Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

pdfcrowd.com