Anda di halaman 1dari 12

Konstruksi Bangunan

Core

&
shaft
Azizah purnama sari
1603144082
DI-14-a
30/01/2016

Core

Inti bangunan (sebagai


penguat
/pengkaku suatu bangunan
)

Penngertian core
Menurut schueller 1989 adalah suatu tempat untuk meletakkan
transportasi vertikal dan distribusi energi seperti lift , tangga wc dan
shaft mekanis. inti adalah tempat untuk memuat sistem sistem
transportasi mekanis dan vertikal serta menambah kekakuan bangunan
kesimpulannya bahwa inti bangunan (core) suatu tempat untuk
memuat sistem transportasi bangunan dan mekanisme dengan bentuk
yang disesuaikan dengan fungsi bangunan serta untuk menambah
kekuatan bangunan di perlukan sistem struktur dinding geser sebagai
penyalur gaya lateral seperti tiupan angin atau gempa bumi pada inti
Bentuk inti bangunan
Untuk bentuk dan ukuran tidak ada batasan tetapi intibangunan
mempunyai beberapa cirikhas
Bentuk inti :
-terbuka (N)
-tertutup (B)
-tunggal dan kombinasi inti lateral (A)

Jumlah inti
-inti tunggal
-inti jamak
Letak inti
-inti didalam (c)
-inti di sekeliling (j)
-inti di luar (M)
Susunan inti
- inti simetris
- Inti asimetris
Geometri bangunan sebagai penentu bentuk bangunan
-langsung (K)
-tidak langsung (P)

Letak Inti
Bangunan

Menurut juwana (2005), letak inti bangunan tinggi yang berbentukk


menara (tower) berbeda dengan bangunan yang berbentuk memanjang
(slab) yaitu :
1.Inti pada bangunan yang berbentuk bujur sangkar
Bentuk bujur sangkar sangat banyak di gunakan untuk bangunan
perkantoran dengan koridor mengelilingi inti bangunan
Contoh : gedung indosat

2. Inti bangunan bentuk segitiga


Contoh bangunan dengan bentuk inti segitiga hotel madarin di
jakarta, gedung US steel di pittsburg amerika serikat

3. Inti bangunan bentuk lingkaran


menara bentuk lingkaran biasanya di gunakan pada fungsi hunian seperti
apartemen dan hotel dengan koridor berada di sekeliling inti bangunan
sebagai akses ke unit unit hunian
Contohnya adalah shin yokohoma hotel di jepang, marina city di cikago

4.Inti bangunan dengan bentuk memanjang


Bangunan dengan bentuk memanjang biasanya digunakan
untuk fungsi hotel apartemen atau perkantoran seperti
gedung sentral plaza di jakarta

Dan adapula inti bangunan yang


terletak di sisi bangunan
contohnya hotel atlet century

Dan untuk inti bangunan


yang berada di tengah
bangunan biasanya di
gunakan untuk fungsi
perkantoran contohnya
wisma indocement di
jakarta

Selain itu inti yang terletak di tengah bangunan memanjang memiliki banyak
pola contohnya adalah gedung phonix rheinrohr di jerman

5. Inti pada bangunan dengan bentuk silang


Bangunan dengan bentuk silang dan bentuk huruf Y T H dan V
merupakan variasi dari bentuk bangunan memanjang. Bentuuk
seperti ini di maksudkan untuk mendapatkan luas lantai tipikal
yang cukup luas tetapi bangunan tetap dapat memanfaatkan
pencahayaan alamiah. Bangunan seperti ini banyak di gunakan
untuk fungsi hotel contoh gedung patra jasa di jakarta

6. inti bangunan dengan bentuk


acak
bangunan dengan inti bangunan
acak terletak di luar titik berat
massa bangunan dan di
tempatkan secara acak kurang
menggantungkan bagi
perencanaan bangunan tahan
gempa contoh bangunan yang
mengunakan inti tersebut adalah
Perbedaan
fungsi
gedung MBF
towerbangunan
di penangakan mempengaruhi pola letak inti bangunan.
Pada
bangunan tinggi, luas lantai bersih, sirkulasi dan jaringan utilitas serta
malaysia
pemanfaatan pencahayaan alamiah menjadi pertimbangan untuk
menempatkan letak inti .penempatan letak inti bangunan akan memberikan
pengaruh pada bangunan.
Karateristik letak bangunan

Bahan struktur inti bangunan


Inti dari bahan pembuatannya dapat menggunakanbaja, beton,ataupun
gabungan keduanya yang disebut sebagai inti struktual. Selain itu inti dari
material lain seperti dinding digunakan batu bata celcon dll di sebut sebagai
inti non struktual karena tidak terlalu kuat menahan gaya lateral.
Menurut Schuller (1989) kelebihan dan kekurangan penggunaan material
sebagai penyiusun inti struktual yaitu
untuk inti rangka baja bisa menggunakan kuda kuda vierendeel untuk
mencapai kestabilan lateral. Sistem vierendeel ini cukup fleksibel shingga
hanya di gunakan untuk bangunan bertingkat relatif sedikit . Pengkakuan
diagonal dari rangka vierendeel di gunakan untuk mencapai kekakuan inti
yang di perlukan untuk bangunan tinggi . Sedangkan untuk keuntunagan inti
baja adalah kerena relative cepatnya perakitan batang batang prefab
dan sebaliknya inti dari beton menghasilkan ruang selainn untuk memikul
beban dan pertimbangan khusus terhadap kebakaran tidak di perlukan .
Ketiadaan pelenturan pada bahan beton merupakan kelemahan terutama
terhadap bahan gempa
Struktur vierendeel jenis
rangka khusus

Sistem struktur inti bangunan


Sistem yang bekerja pada suatu bangunan harus dapat menahan gaya
lateral yang di sebabkan oleh banyak sumber seperti gempa atau beban
bangunan sendiri atau beban dari luar. Untuk itu di butuhkan
sistemstruktur yang dapat menahan gaya tersebut yaitu struktuk
dinding geser adalah pengaku vertikal yang di rancang untuk menahan
gaya laterall dan gempa yang bekerja pada bangunan ( schueller, 1989)
Klasifikasi bentuk dinding geser menurut schueller (1989) yaitu
Bentuk inti
Inti terbuka bentuk X I
Inti tertutup bentuknya bujur sangkar persegi panjang bulat dan
segitiga
sistem intereksi
Inti yang di seuaikan dangan bentuk bangunan
Bersendi : pemberian sendi
pada balok rangka untuk
jumlah inti tunggal
memikul beban grativitas
Inti terpisah
Inti banyak
vierendeel pembagian
beban pada inti struktur
Letak inti
ranka
Fasade eksterior
Inti interior

Shaft (lubang utilitas dan jalur utilitas


SHAFT adalah lubang menerus antara satu lantai dengan lantai lainnya,
untuk meletakkan saluran pipa utilitas secara vertikal. Shaft bisa dijumpai
pada bangunan bertingkat, baik rumah maupun gedung.
Ukuran penampang shaft tidak besar, cukup 30 cm x 30 cm, dengan pintu
kecil untuk mengaksesnya bila akan melakukan perbaikan.
shaf terdiri dari pipa air dan kabel listrik , Idealnya, kedua shaft ini tidak
dijadikan satu. Shaft air berisi pipa vertikal air bersih, air kotor, dan
kotoran. Sedangkan shaft listrik berisi pipa-pipa kabel listrik.
Shaft air biasanya diletakkan bersebelahan dengan kamar mandi, karena
pipa air yang menghubungkan antara kamar mandi di lantai 1 dengan lantai
lainnya melewati shaft air ini. Shaft ini dapat diletakkan pada sisi luar
bangunan, atau dimasukkan ke dalam denah kamar mandi. Namun pintu
kecil lebih aman bila diletakkan di dalam ruangan.
Agar lebih mudah menghubungkan pipa secara vertikal dari satu lantai ke
lantai lainnya, maka sebaiknya area basah dijadikan satu zona. Misalnya,
kamar mandi lantai 2 berada persis di atas kamar mandi lantai 1.
Kalau bisa, pipa utilitas hanya membentang secara vertikal, tidak secara
horizontal. Artinya, begitu pipa keluar dari dinding shaft, akan langsung
bertemu dengan kamar mandi di lantai atas.
Semakin panjang pipa, semakin riskan terjadinya kebocoran. Untuk itu
gunakan pipa air sependek mungkin, tentunya tanpa mengurangi kelancaran
pergerakan air.

Daftar pustaka
http://wartakota.tribunnews.com/2012/11/02/shaft-lub
ang-untuk-pipa
http://www.slideshare.net/jeffydzaralgiffary/core-danshaft