Anda di halaman 1dari 48

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Usia anak remaja merupakan masa yang rawan, bukan anak-anak lagi dan
juga bukan orang dewasa, dan mereka masih mencari jati diri. Masa inilah yang
perlu juga menjadi perhatian kita. Sebagai salah satu wujud kepedulian
pemerintah pada remaja dimana remaja pada masa mendatang yang akan menjadi
generasi penerus bangsa pemerintah melalui departemen kesehatan menggalakan
program PKPR ( Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja ).
Sejak tahun 2003, Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). yang
ditujukan dan dapat dijangkau remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan
tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan
terkait dengan kesehatannya, serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan
dan selera remaja diperkenalkan dan dijalankan di puskesmas.
Pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) dilayani di Puskesmas
PKPR(Puskesmas yang menerapkan PKPR). Di Puskesmas PKPR, tersedia
tenaga kesehatan yang peduli dan siap melayani semua kelompok usia remaja.
Disini remaja dilayani dengan sikap menyenangkan, dihargai dan diterima dengan
tangan terbuka.
Kegiatan PKPR diantaranya penyuluhan, pelayanan klinis maupun konseling
oleh pelaksana program, serta melatih konselor sebaya. Konselor sebaya yang
dimaksud adalah kader kesehatan remaja yang telah diberi tambahan pelatihan
interpersonal relationship dan konseling.
PKPR dilaksanakan di dalam gedung atau di luar gedung Puskesmas. Jumlah
Puskesmas PKPR dari 26 provinsi yang melaporkan sampai dengan bulan
Desember 2008 sebanyak 1611 puskesmas dan jumlah tenaga kesehatan yang
dilatih PKPR sebanyak 2256 orang.
1.2. Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum


Meningkatkan pelayanan kesehatan remaja
1.2.2. Tujuan Khusus
- Memberikan pelayanan kesehatan pada remaja yang sakit di wilayah
puskesmas KTK
- Memberikan sasaran atau pendapat sesuai dengan masalah remaja di
wilayah puskesmas KTK
- Memperoleh data remaja yang bermasalah
- Meningkatkan pengetahuan dan kemandirian sekolah untuk peduli
kesehatan remaja
- Meningkatkan pengetahuan kader, agar dapat menjadi peerkonselor
yang optimal
1.3. Manfaat
- Meningkatkan kemampuan manajemen program PKPR dalam mengelola
kegiatan upaya peningkatan derajat kesehatan remaja di wilayah
puskesmas KTK.
- Dapat menyusun rencana usulan kegiatan kedepannya.
1.4. Ruang lingkup
Puskesmas KTK merupakan puskesmas rawat jalan yang terletak di Jalan
Pandan Puti KTK Kota Solok Kecamatan Lubuk Sikarah tepatnya di
kelurahan KTK Kota Solok, yang luas daerahnya 6,40 Km2 terdiri dari 4
kelurahan yaitu:
1.
2.
3.
4.

Kelurahan KTK
Kelurahan IX Korong
Kelurahan Aro IV Korong
Kelurahan Simpang Rumbio

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas KTK berupa:


1. Upaya kesehatan wajib yang terdiri dari:
- Upaya kesehatan Ibu, Anak dan keluarga Berencana
- Upaya perbaikan Gizi Masyarakat
- Upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
- Upaya kesehatan lingkungan
- Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
- Upaya pengobatan dasar

2. Upaya kesehatan pengembangan yang terdiri dari:


- Upaya kesehatan usia lanjut
- Upaya pencegahan IMS/VCT
- Upaya penyakit tidak menular (PTM)
- Upaya kesehatan sekolah (UKS)
- Upaya perawatan kesehatan masyarakat
- Upaya kesehatan gigi dan mulut
- Upaya kesehatan jiwa
- Upaya kesehatan mata
- Upaya kesehatan olahraga
- Upaya kesehatan kerja (UKK)
- Upaya pembinaan pengobatan tradisional
1.5 Kegiatan Dan Pembelajaran Kepaniteraan Klinik Senior Siklus Public
Health Di Puskesmas Ktk
Koass pada Siklus PH ini selama 5 minggu, mulai dari tanggal 27 juli sampai
dengan tanggal 29 Agustus 2015.
Pada siklus PH rotasi ketiga ini, kami mendapatkan tugas dari kampus untuk
mempelajari tentang Manajemen Puskesmas. Dimana pada siklus PH ini kami
beranggotakan 24 orang, dan di bagi 4 kelompok. Ada 4 Puskesmas yang akan
kami tempati. Tiap-tiap Puskesmas beranggotakan 6 orang.
Pada minggu pertama tanggal 27 juli sampai dengan 29 juli kami ke dinas
kesehatan, guna untuk diberi bimbingan dan pengarahan tentang siklus PH, dan
pembagian puskesmas yang akan kami tempati.
Dan kami ditempatkan di Puskesmas KTK, dimana Kepala Puskesmasnya dr.
Pepy Ledy Soffiany, yang beranggotakan Ilhami Ramadenta, Wahyuni, Herdian
Prima Arionata, Ummie Zakiah, Elsa Novianty.
Pada tanggal 29 Juli, hari pertama kami di Puskesmas KTK, kegiatan kami
perkenalan dengan Kepala Puskesmas dan seluruh staf-staf Puskesmas, kepala
puskesmas memperkenalkan Puskesmas KTK secara umum, dan setelah itu kami
diberikan pengarahan tentang peraturan di Puskesmas KTK dan

peraturan

kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior selama di Puskesmas, serta susunan jadwal


kegiatan yang akan dilakukan selama berada di Puskesmas, antara lain :

Jadwal kegiatan dimulai dari hari senin-sabtu, masuk jam 07.30 13.00
WIB (senin-kamis), jam 07.30-11.00 WIB (Jumat), jam 07.30-12.00 WIB

(Sabtu)
Mengikuti apel pagi puskesmas tiap hari senin dan jumat. Khusus pada

hari jumat dilakukan senam lansia setelah apel pagi.


Pukul 08.00-10.00 WIB mengikuti kegiatan di poli puskesmas sesuai

dengan pembagian jadwal dari kepala puskesmas.


Pukul 10.00-11.30 WIB berkumpul di ruangan kepala puskesmas untuk
berdiskusi. Apabila ada jadwal luar gedung, mengikuti kegiatan seperti

jadwal yang telah ditentukan.


Pukul 11.30-12.30 WIB istirahat
Pukul 12.30-13.00 WIB diskusi kembali dan mengisi absen kehadiran lalu
pulang.

MODUL PEMBELAJARAN KOASS PUSKESMAS KTK


MINGGU I
1. Konsep dasar revitalisasi kebijakan dasar puskesmas
a. Dasar Hukum
b. Visi Misi
c. Struktur Organisasi Puskesmas ( Permenkes 75 tahun 2014 )
d. Azas puskesmas
e. Good Goverment
MINGGU II
1. Manajemen Puskesmas
a. PTP
Analisa situasi
Tahap penyusunan Rencana Usulan Kegiatan ( Metode USG,
Metode Ishikawa )
Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan
MINGGU III
4

1. Penggerakan pelaksanaan ( P 2 )
Konsep dasar lokakarya mini ( Team Building )
Penyelenggaraan lokakarya mini bulanan rutin ( input, Proses,
Output )
Penyelenggaraan lokakarya mini tribulanan rutin ( Input, Proses,
Output )
MINGGU IV
1. Penilaian kinerja puskesmas ( P 3 )
a. Konsep dasar penilaian kinerja puskesmas
b. Pelaksanaan penilaian kinerja puskesmas
Cakupan pelayanan
Mutu pelayanan kesehatan
c. Pengumpulan dan analisa data
MINGGU V
Presentasi case Manajemen Puskesmas

JADWAL KEGIATAN PROMOTIF, PREFENTIF YANG KAMI IKUTI


SELAMA DI PUSKESMAS KTK

Tabel 1.1. JADWAL KEGIATAN LUAR GEDUNG


No
1
2
3

Hari / Tanggal

Kegiatan

Tempat

Rabu, 5 Agustus 2015

Posyandu Lansia

Kamis, 6 Agustus 2015

Korong
Puskesmas Keliling Kelurahan Simpang Rumbio RT

Selasa, 11 Agustus 2015

Posyandu Anggrek kelurahan Aro IV

UKS

01/RW 03
Sekolah model SD 013 kelurahan
simpang rumbio
Posyandu Saiyo kelurahan KTK

Rabu, 12 Agustus 2015

Posyandu Balita

Kamis, 13 Agustus 2015

Posyandu

Lansia Posyandu Sakato kelurahan KTK

Kamis, 20 Agustus 2015

terintegrasi Balita
PTM

Posbindu Gumanta Indah kelurahan


Aro IV Korong

Tabel 1.2. JADWAL PENYULUHAN KOASS DALAM GEDUNG DAN


LUAR GEDUNG
No
1
2
3
4
5

Hari / Tanggal
Rabu, 5 Agustus 2015

Materi
TB

Tempat
Posyandu Lansia Anggrek

Selasa, 18 Agustus 2015 Herdian Prima Hipertensi

Kelurahan Aro IV Korong


Klinik Lansia Puskesmas

Rabu, 19 Agusus 2015

Nama Co Ass
Ummie Z.

A.
Elsa Novianty

Melitus
KTK
Rheumatoid Posbindu Gumanta Indah

Kamis, 20 Agustus 2015 Ilhami


Senin, 24 Agustus 2015

Diabetes

KTK
Klinik Lansia Puskesmas

Ramadenta
Wahyuni

Artritis
Asma

Kelurahan Aro IV Korong


Klinik Lansia Puskesmas
KTK

Tabel 1.3. JADWAL CO ASS DI POLI PUSKESMAS KTK


No
Hari
1 Minggu ke-II

Poli Anak
Ilham / Elsa

Poli Lansia
Herdian / Ummie

Poli PKPR
Wahyuni

Keterangan :
1. Hari Selasa dan Kamis bimbingan oleh dokter pembimbing : dr. Pepy
Ledy S
2. Hari Sabtu evaluasi

Pada tanggal 30 Juli kami membahas tentang Revitalisasi Kebijakan Dasar


Puskesmas.
Senin, 3 Agustus 2015, dimulai dengan Apel pagi pukul 07.45, kemudian
dilanjutkan pukul 08.00 kami pre-test lalu masuk ke poli yang telah dijadwalkan,
perkenalan dengan staf yang ada di poli, mengamati kegiatan yang ada di poli

masing-masing. Pukul 10.00 kami ke ruangan untuk melanjutkan diskusi tentang


P1.
Selasa, 4 Agustus 2015, kelompok kami mendapat bimbingan dari dr. Pepy
Ledy S mengenai manajemen puskesmas P1.
Rabu, 5 Agustus 2015, pukul 08.00 kami menuju ke poli lagi untuk
menanyakan tentang manajemen (P1) yang ada di tiap poli. Kemudian Pukul
10.00 kami mengikuti kegiatan posyandu lansia di posyandu anggrek kelurahan
aro IV korong, dimana kegiatan ini dihadiri oleh tenaga dari puskesmas , 1 orang
bidan dan 2 orang kesehatan lingkungan. Dalam kegiatan ini kami melakukan
penyuluhan mengenai penyakit pada lansia terutama mengenai TB. Di sana juga
dilakukan pengecekan tanda-tanda vital pada lansia dan diberikan obat dari
puskesmas apabila diperlukan. Tanggal 6-7 Agustus 2015, kelompok kami
melakukan diskusi.
Tanggal 8 Agustus 2015, kelompok kami post-test dan melakukan presentasi
mengenai manajemen puskesmas (P1) tiap poli di puskesmas KTK.
Tanggal 10 Agustus 2015, kelompok kami pre-test mengenai P1 selanjutnya dan
dilanjutkan dengan ke poli menanyakan tentang RUK dan POA tiap poli
puskesmas KTK. Tanggal 11 Agustus 2015 mendapat bimbingan mengenai P2.
Tanggal 13 Agustus 2015 kami melakukan kegiatan ke Posyandu lansia
terintegrasi balita. Disana kami melakukan penyuluhan kepada lansia dan
pemeriksaan tanda-tanda vital lansia. Di sana juga terdapat kegiatan untuk balita,
mulai dari pendaftaran, penimbangan, pengisian KMS, suntik dan pemberian
vitamin A. Tanggal 15 Agustus 2015 pre-test dan mempresentasikan RUK, POA
serta fishbone tiap poli di puskesmas KTK.
Tanggal 18 Agustus 2015 kami melakukan penyuluhan di klinik lansia
puskesmas KTK. Tanggal 19 Agustus 2015 kami mengikuti kegiatan Posbindu di
Gumanta Indah kel.Aro IV Korong dan penyuluhan tentang Rheumatoid Arthritis
Pada Posbindu ini kegiatannya adalah melakukan cek kesehatan secara gratis yang
diselenggarakan bagi semua umur. Alur pada Posbindu ini dimulai dari

pendaftaran, lalu dilakukan pengukuran Tekanan Darah, pengukuran Tinggi Badan


dan Berat Badan kemudian melakukan pemeriksaan Gula Darah. Tujuan dari
Posbindu ini adalah untuk mengontrol kesehatan atau pemeriksaan kesehatan pada
masyarakat tiap bulannya dibalai kesehatan
Tanggal 20 Agustus 2015 kami melakukan skrining UKS ke SMAN 2 Solok,
lalu tanggal 21 Agustus 2015 ke SMPN 5 Solok. Tanggal 22-27 Agustus 2015,
mengerjakan tugas makalah mengenai P1,P2,P3 secara berkelompok.
Puskesmas KTK adalah salah satu puskesmas rawat jalan yang berada di
kota solok, tepatnya di kelurahan KTK Kota solok.
Puskesmas KTK ini merupakan Puskesmas yang telah menerapkan system
manajemen yang berbasis ISO ( International Standard Organization ) 9001:2008
dalam hal pelayanan kesehatan dasar, pedoman mutu dan acuan kerja bagi setiap
petugas di puskesmas KTK.
Dalam mengikuti KKS di Puskesmas KTK, kami mendapatkan cukup banyak
pembelajaran mengenai system manajemen di puskesmas. Semua kegiatan baik di
dalam maupun di luar gedung tersususn dan terlaksana dengan rapi dan teratur.
Di puskesmas KTK mepunyai beberapa program inovasi, salah satunya Poli
Lansia ONE STOP SERVICE dengan target usia diatas 45 tahun.
Hasil dari setiap kegiatan yang dilaksanakan disusun oleh staf pelaksana
kegiatan dalam bentuk laporan bulanan dan tahunan sebagai arsip data dari
puskesmas.
Selama mengikuti KKS Public Health di Puskesmas KTK, kami sangat puas
dengan apa yang telah di berikan oleh dr. Pepy Ledy Soffiany kepada kami, atas
pembekalan tentang Manajemen Puskesmas yang baik, sesuai standar yang ada.
Dan kami harapkan kedepannya agar puskesmas KTK lebih maju dan lebih
banyak mendapatkan penghargaan-penghargaan serta menjadi salah satu
puskesmas Kebanggan di Kota solok.
Terimakasih kami ucapkan kepada dr. Pepy Ledy Soffiany, yang telah
membimbing kami, memberikan pengetahuannya tentang system manajemen di

Puskesmas KTK.

1.6 Penerapan Strategi Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas


ISO KTK

Rencana aksi pelayanan kesehatan peduli remaja


a. Identifikasi masalah
1) Gambaran remaja di wilayah kerja
- Jumlah remaja, pendidikan, pekerjaan
- Perilaku beresiko : seks pranikah, rokok, tawuran dan kekerasan
- Masalah kesehatan : kehamilan remaja, gizi, HIV / AIDS,
penyalahgunaan NAPZA
b. Identifikasi pandangan remaja tentang sikap dan tata nilai berhubungan
dengan perilaku beresiko, masalah yang ingin diketahui dan pelayanan yang
dikehendaki
c. Jenis upaya kesehatan remaja yang ada
d. Identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana.
2) Advokasi kebijakan publik
Dengan advokasi diharapkan mendapatkan dukungan sehingga dapat
mempercepat keberhasilan pembentukan dan pelaksanaaan Pelayanan
Kesehatan Peduli Remaja, contoh :
Dukungan pemerintah daerah dan pengadaan dana untuk pelaksanaan
PKPR antara lain pengadaan poster, pengadaan ruang konseling, biaya
rujukan, kegiatan dirumah singgah, dan lain-lain, penggalian potensi
masyarakatdan pendanaaan, pembentukan jejaring khusus melalui peran
politis untuk memperkuat sistem rujukan berupa :

- Rujukan sosial antara lain penyaluran pelatihan keterampilan remaja


pasca rehabilitasi NAPZA atau mempersiapkan remaja pra nikah
- Rujukan medis bagi remaja yang membutuhkan
- Rujukan pranata hukum diperlukan untuk kasus tindakan kekerasan
3) Persiapan pelaksanaan PKPR di puskesmas
- Sosialisasi internal
- Penunjukan petugas
- Pembentukan tim
Tim terdiri dari dokter, paramedis (bidan dan perawat), petugas UKS,
petugas penyuluhan, petugas gizi, dan petugas lain yang dibutuhkan.
- Pelatihan formal petugas PKPR
- Penentuan jenis kegiatan, pelayanan, serta sasaran
Nama tim PKPR puskesmas KTK :
-

dr. Ledy Pepy Soffiany


Azlina F S amd. Kep
Meta D L amd. Kep
Rita Janewati SKM
Sumarnila Sari Am GZ

(Nomor HP : 082169951098)
(Nomor HP : 082171992288)
(Nomor HP : 082388061886)
(Nomor HP : 085374897705)
(Nomor HP : 085263901446)

Selain kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), konseling dan


pelayanan klinis medis dapat pula dilakukan perluasan kegiatan seperti :
- Penyediaan pelayanan hotline di puskesmas (email :
PuskesmasKTK@yahoo.com. Facebook : PuskesmasKTK. Telepon
Puskesmas KTK : 0755-21234)
- Penanganan anak jalanan di wilayah puskesmas
- Revitalisasi pembinaan dan pelaksanaan UKS di sekolah lanjutan
- Pemenuhan sarana dan prasarana
Pemenuhan sarana dan prasarana selain memberikan kenyamanan,
menjaga privasi, serta menjamin kerahasiaan, juga memudahkan untuk
pemberi layanan

4) Penentuan prosedur pelayanan

10

Penentuan biaya layanan, jam buka, penentuan desain, proses pemberian


dan penyimpanan kartu, register dan catatan (status) medis/konseling,
penentuan alur pelayanan.
5) Sosialisasi eksternal
Dapat dilakukan dalam satu kesempatan dan waktu baik forum resmi
maupun tidak resmi, di tempat remaja berada, melalui leaflet, selebaran,
atau ceramah.
6) Penggalangan kemitraan dengan membangun kerjasama atau jejaring kerja
7) Pemenuhan sarana dan prasarana dilaksanaan secara bertahap.
8) Penyertaan remaja secara aktif.
9) Penentuan biaya pelayanan serendah mungkin (gratis)
10) Dilaksanakannya kegiatan pemberian KIE (Komunikasi, Informasi, dan
Edukasi), pelaksaan konseling serta pelayanan klinis medis termasuk
laboratorium dan rujukan, dilaksanakan sejak awal dan bersamaan.
11) Monitoring dan evaluasi secara periodik yang dilakukan oleh tim jaminan
mutu puskesmas merupakan bagian dari upaya peningkatan akses dan
kualitas PKPR.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian PKPR
PKPR adalah Pelayanan Kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh
remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai

11

remaja, menjaga kerahasiaan,peka aka kebutuhan terkait dengan kesehatannya


serta efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan remaja. PKPR adalah
pelayanan kesehatan pada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat
diterima, sesuai, komprehensif, efektif dan efisien.
Disini remaja tidak perlu ragu dan khawatir untuk curhat/konseling,
mendapatkan informasi yang benar dan tepat untuk berbagai hal yang perlu
diketahui remaja.

2.2. Tujuan PKPR


- Meningkatkan penyediaan pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas.
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pencegahan
masalah kesehatan khusus remaja,
- Meningkatkan keterlibatan remaja dalam perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi pelayanan kesehatan remaja.
- Menambah wawasan dan teman melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan,
dialog interaktif, Focus Group Discussion (FGD), seminar, jambore, dll
- Konseling/curhat masalah kesehatan dan berbagai masalah remaja lainnya
(dan kerahasiaannya dijamin)
- Remaja dapat menjadi peer counselor/kader kesehatan remaja agar dapat
ikut membantu teman yang sedang punya masalah

2.3. Sasaran PKPR


a. Batasan remaja
Remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi anatara masa kanak
kanak dan dewasa.. Menurut WHO, remaja adalah anak yang berusia
antara 10-19 tahun. Terdiri dari :
- Masa remaja awal yaitu 10 14 tahun.
- Masa remaja pertengahan yaitu 14 17 tahun.

12

- Masa remaja akhir yaitu 17 19 tahun.


Sedangkan menurut Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia
(SKRRI, 2007) remaja adalah laki-laki dan perempuan yang belum kawin
dengan batasan usia meliputi 15-24 tahun.
i. Citra diri seorang remaja
Tiap orang mempunyai pandangan tentang apa, siapa dan bagaimana
dirinya sendiri. Ketiga hal tersebut menyatu sehingga setiap orang
memiliki gambaran tentag dirinya sendiri disebut citra diri.
Pada usia remaja citra diri yang terbentuk selama masa kanak kanak
tidak cocok lagi dengan masa remaja dikarenakan remaja mengalami
perubahan jasmaniah yang cepat dan mendadak. Citra diri pada masa
remaja merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap sikap dan
perilaku remaja.
ii. Perkembangan remaja
a) Perkembangan fisik
Pertumbuhan fisik remaja mempunyai 3 ciri khas:
- Adanya dorongan tumbuh yang kuat.
- Adanya pertumbuhan dan perkembangan kelenjar hormon seks
- Meningkatnya fungsi berbagai organ tubuh sehingga menghasilkan
kekuatan fisik yang besar.
b) Perkembangan psikososial ( kejiwaan )

Perkembangan psikososial remaja awal


- Cemas terhadap penampilan badan atau fisik
- Perubahan hormonal
- Menyatakan kebebasan dan merasa seorang individu, tidak hanya
sebagai seorang anggota keluarga
- Perilaku memberontak dan melawan
- Kawan menjadi lebih penting
- Perasaan memiliki teman sebaya.

13

Perkembangan psikososial remaja pertengahan


- Lebih mampu berkompromi
- Belajar berfikir secara independen dan membuat keputusan sendiri
- Terus menerus bereksperimen untuk mendapatkan citra diri yang
dirasakan nyaman
- Merasa perlu mengumpu;kan pengalaman baru, mengujinya
walaupun beresiko
- Tidak lagi terfokus pada diri sendiri
- Membangun norma dan mengembangkan moralitas
- Mulai membutuhkan lebih banyak teman
- Mulai membina hubungan dengan lawan jenis
- Intelektual lebih berkembang dan ingin tahu tentang banyak hal
- Berkembang kemampuan intrlrktual khusus
- Mengembangkan minat yang besar dalam bidang seni dan olah
raga
- Senang berpetualang dan ingin bepergian sevara mandiri
Perkembangan psikososial remaja akhir
- Ideal
- Terlibat dalam kehidupan, pekerjaan dan hubungan diluar keluarga
- Harus belajar untuk mencapai kemandirian dalam bidang finansial
dan emosional
- Lebih mampu membuat hubungan yang stabil dengan lawan jenis
- Merasa sebagai orang dewasa yang esetara dengan anggota
keluarga lain
- Hampir siap untuk menjadi orang dewasa yang mandiri

Pengaruh lingkungan terhadap perkembangan jiwa remaja


Lingkungan keluarga
- Pola asuh keluarga
- Kondisi keluarga
- Pendidikan moral dalam keluarga
14

Dalam mendidik orang tua harus bersikap konsisten, terbuka,


bijaksana, bersahabat, ramah tegas dan dapat memberi rasa aman.
Lingkungan sekolah
- Suasana sekolah
- Kedisiplinan, kebiasaan belajar, pengendalian diri
- Bimbingan guru
Lingkungan teman sebaya
Lingkungan masyarakat
- Sosial budaya
- Media masa

2.4. Karakteristik PKPR


Karakteristik PKPR merujuk WHO (2003) memerlukan:
1. Kebijakan yang peduli remaja
Kebijakan peduli remaja bertujuan untuk:
- Memenuhi hak remaja
- Tidak membatasi pelayanan karena kecacatan, etnik, usia dan status
- Memberikan perhatian pada keadilan dan kesetaraan gender.
- Menjamin privasi dan kerahasiaan.
- Mempromosikan kemandirian remaja
- Menjamin biaya yang terjangkau / gratis.
2. Prosedur pelayanan yang peduli remaja
- Pendaftaran dan pengambilan kartu yang mudah dan dijamin
kerahasiaanya.
- Waktu tunggu yang pendek
- Dapat berkunjung sewaktu waktu dengan atau tanpa perjanjian.
3. Petugas khusus yang peduli remaja
Petugas yang melayani PKPR di Puskesmas PKPR bisa seorang dokter,
bidan atau perawat yang sudah terlatih. Mereka akan melayani dengan
sabar, ramah, siap menampung segala permasalahan remaja serta siap

15

berdiskusi (memberikan konseling).


Petugas khusus yang peduli remaja harus memenuhi kriteria:
- Mempunyai perhatian dan peduli, baik budi, penuh pengertian,
bersahabat, memiliki kompetensi teknis dalam memberikan pelayanan
khusus kepada remaja, mempunyai ketrampilan komunikasi interpersonal
dan konseling.
- Mempunyai motivasi untuk menolong dan bekerjasama dengan remaja.
- Tidak menghakimi, tidak bersikap dan berkomentar tidak menyenangkan
atau merendahkan.
- Dapat dipercaya dan dapat menjaga kerahasiaan.
- Mampu dan mau mengorbankan waktu sesuai kebutuhan.
- Dapat/mudah ditemui pada kunjungan ulang.
- Menunjukkan sikap menghargai kepada semua remaja dan tidak
membeda-bedakan.
- Mau memberikan informasi dan dukungan yang cukup hingga remaja
dapat memutuskan pilihan yang tepat untuk mengatasi maalahnya atau
memenuhi kebutuhannya.

4. Petugas pendukung yang peduli remaja


-

Menunjukan sikap menghargai dan tidak membedakan.

Mempunyai kompetensi sesuai dengan bidangnya.

- Mempunyai motivasi untuk menolong dan memberikan dukungan pada


remaja.
5. Fasilitas kesehatan yang peduli remaja
- Lingkungan yang aman berarti bebas dari ancaman dan tekanan sehingga
menimbulkan rasa tenang dan remaja tidak segan berkunjung kembali.
- Lokasi pelayanan yang nyaman dan mudah dicapai.
- Fasilitas yang baik menjamin privasi dan kerahasiaan.
- Jam kerja yang nyaman menyesuaikan dengan waktu luang remaja

16

- Tidak ada stigma misalnya kedatangan remaja ke puskesmas semula


dianggap pasti memiliki masalah seksual atau penyalahgunaan NAPZA.
6. Partisipasi atau keterlibatan keluarga
- Remaja mendapat informasi yang jelas tentang adanya pelayanan, cara
mendapatkan pelayanan, kemudia memanfaatkan dan mendukung
pelaksanaannya.
- Remaja perlu dilibatkan secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi pelayanan.
7. Keterlibatan masyarakat
Perlu dilakukan dialog dengan masyarakat tentang PKPR sehingga
masyarakat :
- Mengetahui keberadaan PKPR dan menghargai nilainya.
- Mendukung

kegiatannya

dan

membantu

meningkatkan

mutu

pelayanannya.
8. Berbasis masyarakat, menjangkau ke luar gedung,serta mengupayakan
pelayanan sebaya.
- Pelayanan sebaya adalah KIE untuk konseling remaja dan rujukannya
oleh teman sebayanya yang terlatih menjadi pendidik sebaya ( peer
aducator ) dan konselor sebaya ( peer counselor )
9.

Pelayanan harus sesuai dan komprehensif


- Meliputi kebutuhan tumbuh kembang, dan kesehatan fisik , psikologis
dan social.
- Menyediakan paket komprehensif dan rujukan ke pelayanan terkait
remaja lainya.
- Menyederhanakan proses pelayanan dan menghilangkan prosedur yang
tidak penting.

10. Pelayanan yang efektif


- Dipandu oleh pedoman dan prosedur tetap penatalaksanaan yang sudah
teruji.

17

- Memiliki sarana dan prasarana yang cukup untuk melaksanakan


pelayanan.
- Mempunyai sistem jaminan mutu untuk pelayanannya.
11. Pelayanan yang efisien
Mempunyai sistem informasi manajemen termasuk informasi tentang
biaya dan mempunyai sistem agar informasi itu dapat dimanfaatkan.

2.5. Strategi Pelaksanaan dan Pengembangan PKPR


- Penggalangan kemitraan dengan membangun kerjasama atau jejaring
kerja. Penggalangan kemitraan didahului dengan advokasi kebijakan
public sehingga PKPR di puskesmas dapat pula di promosikan oleh pihak
lain, selanjutnya dikenal dan di dukung oleh masyarakat.
- Pemenuhan sarana dan prasarana dilaksanakan secara bertahap.
- Penyertaan remaja secara aktif
Dengan di keterlibatan remaja informasi pelayanan dapat cepat meluas.
- Penentuan biaya pelayanan serendah mungkin bahkan kalau mungkin
gratis.
- Dilaksanakannya kegiatan minimal.
Pemberian KIE, pelaksanaan konseling serta pelayanan klinis medis
termasuk laboratorium dan rujukan, dilaksanakan sejak awal dan
bersamaan.
- Ketepatan penentuan prioritas sasaran.
Sasaran ini misalnya remaja sekolah, remaja jalanan, karang taruna, buruh
pabrik, PSK remaja dan sebagainya.
- Ketepatan pengembangan jenis kegiatan
Perluasan kegiatan PKPR ditentukan sesuai dengan masalah dan
kebutuhan setempat serta sesuai dengan kemampuan puskesmas.
- Pelembagaan monitoring dan evaluasi internal.

18

Monitoring dan evaluasi secara periodic yang dilakukan oleh tim jaminan
mutu puskesmas merupakan bagian dari upaya peningkatan akses dan
kualitas PKPR.
2.6. Jenis kegiatan
1. Pemberian informasi dan edukasi
Dilaksanakan di dalam gedung atau di luar gedung secara
perorangan atau kelompok
Dilaksanakan oleh guru, pendidik sebaya yang terlatih
mengunakan materi dari puskesmas
Menggunakan metode ceramah Tanya jawab, FGS (focus group
discussion), diskusi interaktif yang dilengkapi dengan alat bantu
media cetak atau elektronik.
Menggunakan bahasa yang sesuai denga sasaran dan mudah di
mengerti.
2. Pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukan

3. Konseling
a) Pengertian
Konseling adalah Suatu hubungan saling membantu antara dua orang:
konselor

dan

klien

(dalam

situasi

saling

tatap

muka)

memutuskanbekerja sama dalam upaya membantu klien menolong


dirinya sendiri untuk:
Menyelesaikan masalah2 tertentu dalam hidupnya
Lebih dapat mengerti dirinya

19

Lebih dapat menyesuaikan dirinya


Konseling adalah suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan
seseorang kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan atau
memecahkan perasaan yang terlibat didalamnya dengan didasari saling
menghormati dan saling menghargai.
b) Ciriciri konseling
Interaksi dinamis yang bersifat langsung dan timbal balik
Menghargai kemampuan dan potensi yang ada pada klien
Berorientasi pada pemecahan masalah, mendorong perubahan
prilaku dan pemenuhan kebutuhan klien
Bersifat pribadi namun profesional
c) Tujuan konseling
Memberikan keterampilan, pengetahuan dan jangkauan kepada
berbagai sumber daya
Membantu klien menanggapi masalah2 dalam kehidupan klien
d) Proses konseling
Sebaiknya jangan hanya diberikan sekali, sebenarnya merupakan
proses jangka panjang
Konseling dapat diberikan secara individual,maupun kelompok
Memakai pendekatan humanistik, yaitu individu mempunyai
kebebasan untuk memilih/menentukan yang dianggapnya terbaik
bagi dirinya sendiri

20

e) 6 langkah kunci konseling


1. Great ( berikan salam )
2. Ask ( tanyakan )
3. Tell ( berikan informasi )
4. Help ( bantu )
5. Explaining ( jelaskan )
6. Return ( kunjungan )
f) Sifat sifat yang diperlukan dari konselor
1. Menerima
2. Terbuka
3. Memiliki minat dan kesanggupan untuk membantu orang lain
4. Sabar dan adil, emosi stabil, tenang dan simpatik
5. Supel, ramah, menyenangkan , perhatian terhadap orang lain
6. Memiliki keberanian menghadapi masalah
7. Memahami batas batas lkemampuan yang ada pada dirinya
8. Mampu mengenal dan memahami klien

4. Pendidikan keterampilan hidup sehat ( PKHS )


PKHS merupakan kemampuan psikologis seseorang untuk
memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah dalam kehidupan sehari
hari secara efektif.
PKHS dapat diberikan secara berkelompok dimana saja disekolah,
puskesmas, rumah singgah, sanggar, dll
Kompetensi psikososial ( PKHS ) memiliki 10 aspek yaitu :
-

Pengambilan keputusan

Pemecahan masalah

Berfikir kreatif

Berfikir kritis

Komunikasi efektif

Hubungan interpersonal

21

Kesadaran diri

Empati

Mengendalikan emosi

Mengatasi stress

PKHS dapat dilaksanakan dalam bentuk bermain peran, drama, diskusi,


dll.
5. Pelatihan pendidik dan konselor sebaya
Keuntungan melatih remaja menjadi kader kesehatan remaja
( pendidik sebaya ) yaitu pendidik sebaya akan berperan sebagai agen
perubah sebayanya untuk berprilaku sehat, sebagai agen promotor
keberadaan PKPR, dan sebagai kelompok yang siap membantu dalam
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi PKPR. Pendidik sebaya dapat
diberikan

pelatihan

tambahan

untuk

memperdalam

keterampilan

interpersonal relationship dan konseling sehingga dapat berperan sebagai


konselor remaja.
6. Pelayanan rujukan
Rujukan kasus ke pelayanan medis yang lebih tinggi, rujukan social, dan
rujukan pranata hukum.

BAB III
HASIL KEGIATAN

3.1 . Profil Puskesmas KTK


Puskesmas KTK Kota Solok sebelum menjadi Puskesmas Induk
merupakan Puskesmas Pembantu dari Puskesmas Tanah Garam Kota Solok, yang
di pimpin oleh dr. Yusneli dan Petugas Puskesmas Pembantu waktu itu Fitri Yeni.

22

Pada tahun 1993 Puskesmas pembantu di jadikan Puskesmas Induk yang


di pimpin oleh :

dr. Melinda Wilma dari tahun 1993 sampai tahun 1996

dr. Nurifah pada tahun 1996 sampai tahun 1999

dr. Elfi Fitraneti pada tahun 1999 sampai tahun 2003

dr. Yuldawati dari tahun 2003 sampai tahun 2006

dr. Ermalindawati dari tahun 2006 sampai 2009

Pada tahun 2009 ini puskesmas KTK pindah ke gedung baru yang
alamatnya Jl.Pandan Puti KTK Kota Solok. Yang di pimpin oleh dr.
Venny Novi Yersi

Mulai bulan mei 2013 puskesmas KTK di kepalai oleh dr. Pepy Ledy
Soffiany sampai sekarang.

Puskesmas KTK membawahi 3 Puskesmas Pembantu dan 4 Poskeskel.


Puskesmas Pembantu ( Pustu )

Pustu IX Korong merupakan puskesmas pembantu yang pertama


dengan petugasnya sbb :

Nurhelda Danir

Fitmawarni

Elizabeth

Yulastri Yeni

Ns. Novita Sandi, S.Kep

Yessi Rahma Hadi

Fitrizia

Pustu Palacia dengan petugasnya sbb :

Yeni Afriyenti

Dewi Rahmadani

Pustu Simpang rumbio dengan petugas sbb :

Syafni Nofriza

Poskeskel

Poskeskel simpang rumbio petugasnya Rissy Harwita

23

Poskeskel KTK petugasnya :

Yuli Safitri

Nike Steviani

Poskeskel Aro petugasnya

Fetria Intania

Cerry Ika Retowati

Poskeskel IV Korong petugasnya

Yona Noverita

Noviarita

Tabel 3.1. Tenaga kesehatan di Puskesmas KTK tahun 2014


No.

Jenis Pendidikan

Jumlah

1. Dokter Umum

3 orang

2. Dokter Gigi

1 orang

3. Sarjana Kesehatan Masyarakat

2 orang

4. D 3 Keperawatan

11 orang

5. D 3 Kebidanan

19 orang

6. D 3 Farmasi

2 orang

7. D 3 Gizi

2 orang

8. D 3 Kesling

2 orang

9. D 3 Lab

3 orang

10. D 3 Mata

1 orang

11. D 3 Perawat Gigi

2 orang

12. S1 Ekonomi

1 orang

13. S 1 Kep

1 orang

14. S M A

3 orang

15. S P K

6 orang

16. S M A K

1 orang

17. S M P

2 orang

Total

62 Orang

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh puskesmas adalah

24

berupa :

Upaya Kesehatan Wajib terdiri dari :

Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Upaya Promosi Kesehatan

Upaya Kesehatan Lingkungan

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Upaya Pengobatan Dasar

Upaya Kesehatan Pengembangan, yang terdiri dari :

Upaya Kesehatan Usia Lanjut

Upaya Pencegahan VCT/IMS

Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

Upaya perawatan kesehatan masyarakat

Upaya Kesehatan Jiwa

Upaya Kesehatan Olah Ragaa

Upaya Kesehatan Mata

Upaya Pembinaan pengobatan Tradisional

Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

Keadaan Geografi dan Demografi


Puskesmas KTK merupakan puskesmas rawat jalan yang terletak di jalan
Pandan Puti KTK Kota Solok Kecamatan Lubuk Sikarah tepatnya di Kelurahan
KTK Kota Solok, yang luas daerahnya 6,40 km2 terdiri dari 4 kelurahan yaitu :

Kelurahan KTK dengan luas

: 1,35 km2

Kelurahan IX Korong dengan luas

: 1,50 km2

Kelurahan Aro dengan luas

: 1,25 km2

Kelurahan Simpang Rumbio dengan luas

: 2,30 km2

Puskesmas KTK berpenduduk 13.626 jiwa dengan 3220 KK dengan

25

jumlah penduduk perkelurahan sebagai berikut :


Tabel 3.2. Jumlah Penduduk per Kelurahan
No.

Kelurahan

1.
2.
3.
4.

IX Korong
KTK
Aro IV Korong
Simpang Rumbio
Jumlah

Jumlah Penduduk
Laki-laki
Perempuan
804
811
1123
1112
1334
1366
3502
3574
67632
6863

Jumlah
1615
2235
2700
7076
13626

Batas wilayah
Semua kelurahan dapat di tempuh dengan kendraan roda 4, jarak puskesmas
dengan IbuKota Solok 2 km.
Dengan batas wilayah kerja :

Sebelah utara berbatas dengan

: Koto panjang

Sebelah selatan berbatas dengan

: Kec.Kubung

Sebelah timur berbatas dengan

: Kec.Kubung

Sebelah barat berbatas dengan

: Kec.Kubung

Pendidikan, Ekonomi, Sosial Budaya dan Politik


Tingkat pendidikan masyarakat rata-rata masih berpendidikan Sekolah
Menengah Atas, penduduknya bermata pencaharian sebagai Pegawai Negeri Sipil
(PNS), TNI, Polri, Swasta, dan pedagang serta sebagian kecil adalah petani dan
buruh.
Sistem Manajemen Mutu
Layanan Kesehatan Dasar yang konsisten dalam memenuhi harapan
perorangan dan masyarakat dan sesuai persyaratan undang-undang dan peraturan
yang berlaku, Puskesmas KTK telah menyusun dan menerapkan system
manajemen mutu berdasarkan standar ISO 9001:2008
Sesuai sifat layanan kesehatan dasar, persyaratan standar ISO 9001:2008 berikut
di terapkan :

26

Dokumentasi
Puskesmas KTK telah menerapkan dokumen dan acuan kerja yang
memenuhi persyaratan Standar ISO 9001:2008 secara konsisten. Dokumendokumen tersebut dibagi dalam beberapa peringkat sebagai berikut :

Pedoman mutu
Pedoman Mutu ini berisi garis besar kebijakan institusi dalam rangka
memenuhi persyaratan ISO 9001:2008. Dokumen ini disiapkan oleh Tim
Mutu dan disahkan oleh Kepala Puskesmas untuk digunakan sebagai
Acuan bagi Petugas Puskesmas KTK. Apabila pihak diluar Puskesmas
KTK membutuhkan Pedoman Mutu dapat diberikan dengan persetujuan
Wakil Manajemen Mutu serta diberi stempel TIDAK TERKENDALI
warna merah.

Prosedur kerja
Dokumen ini mejelaskan langkah-langkah atau keterangan lebih rinci
untuk menjalankan suatu tugas/aktivitas. Instruksi Kerja ini bersifat
rahasia dan tidak bisa didistribusikan ke pihak luar.

Dokumen pendukung
Dokumen

ini

berisi

informasi

yang

diperlukan

dalam

pelaksanaan/penerapan ketiga jenis dokumen di atas. Dokumen pendukung


mencakup antara lain : Leaflet, formulir, dll.

Pengendalian Dokumen
Puskesmas KTK telah menerapkan sistem pengendalian dokumen untuk
memastikan

semua

dokumen

dalam pelaksanaan

kerja telah

diperiksa

kebenarannya dan disahkan sebelum dipergunakan, semua staff harus mengacu


hanya pada dokumen yang terkendali.
Prosedur Pengendalian Dokumen Internal menjelaskan system pengendalian
dokumen acuan kerja yang diterbitkan internal Puskesmas KTK sendiri.

27

Sedangkan Prosedur Pengendalian Dokumen Eksternal dan SK Kepala


Puskesmas secara khusus menjelaskan system untuk mengendalikan dokumen,
acuan kerja yang berupa surat keputusan Kepala Puskesmas maupun dokumen
yang diterima dari pihak di luar Puskesmas KTK, seperti : undang-undang,
peraturan, dan lain-lain. Manajemen telah menunjukkan bagian Tata Usaha
sebagai penanggung jawab pelaksanaan kedua prosedur tersebut.
Pengendalian Rekaman
Rekaman sebagai bukti pelaksanaan sistem mutu dipelihara untuk
memastikan aksesibilitasnya sebagai bahan evaluasi efektivitas proses dan sebagai
bahan telusur balik investigasi bila ada masalah. Prosedur Pengendalian
Rekaman menjelaskan sistem untuk mengendalikan rekaman sedangkan
ketentuan masa simpan, lokasi simpan dan penanggung jawabnya dijelaskan pada
Daftar Rekaman. Surat elektronik (e-mail)yang terkait dalam pelaksanaan sistem
manajemen mutu dicetak untuk kemudian disimpan sesuai ketentuan simpan
rekaman proses terkait.

Tanggung jawab manajemen


Pimpinan Puskesmas KTK berkomitmen untuk memenuhi harapan
perorangan dan masyarakat serta peraturan yang berlaku secara konsisten dengan
menerapkan sistem manajemen mutu dan terus melakukan perbaikan secara
berkelanjutan.
Visi, Misi, Kebijakan dan Sasaran Mutu Organisasi
Berdasarkan komitmen tersebut, maka Pimpinan Puskesmas KTK telah
menetapkan Visi, Misi, Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Puskesmas KTK.
Tanggung jawab dan wewenang
Agar seluruh proses yang ada dapat dilaksanakan dengan terkendali, maka
ditetapkan suatu Struktur Organisasi bersama Peta Proses Layanan Kesehatan
Dasar yang menjelaskan tanggung jawab, wewenang, dan hubungan antar bagian.
Adapun rincian tanggungjawab dan wewenang personil yang terlibat di dalam

28

penerapan, pengendalian dan verifikasi proses-proses yang ada dijelaskan pada


prosedur kerja.
Wakil manajemen
Wakil Manajemen Puskesmas, Internal Audit, dan Ketua Gugus Kendali
Mutu (GKM) di setiap unit ditunjuk sebagai Wakil Manajemen Mutu dan
memiliki wewenang serta tanggung jawab sebagai berikut :

Memastikan bahwa proses-proses yang berkaitan dengan Sistem


Manajemen Mutu telah disusun, diterapkan dan dipelihara.

Melaporkan

ke

Kepala

Puskesmas

mengenai

kinerja

Sistem

Manajemen Mutu dan kebutuhan untuk peningkatan.

Memastikan

bahwa

seluruh

karyawan

memahami

kebutuhan

pelanggan.

Menjadi penghubung dengan pihak luar yang berkaitan dengan Sistem


Manajemen Mutu.

Komunikasi Internal dan Tinjauan Manajemen


Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu, Peraturan-Peraturan, Sistem Manajemen
Mutu dan Kebijakan Pimpinan lainnya disosialisasikan secara berjenjang melalui
sarana pertemuan, baik berupa penjelasan singkat, rapat periodik maupun rapat
pimpinan terbatas, begitu pula sebaliknya, dari pelaksana kebijakan dan kinerja
pelaksanaan kebijakan dilaporkan secara berjenjang hingga Pimpinan Puskesmas.
Untuk memastikan kesinambungan, kecukupan dan efektifitas Sistem
Manajemen Mutu, maka diadakan Tinjauan Manajemen setiap 6 bulan. Selain
mengevaluasi efektifitas sistem dari realisasi layanan kesehatan dasar pada 6
bulan sebelumnya, Tinjauan Manajemen juga merencanakan layanan kesehatan
dasar untuk 6 bulan selanjutnya dan pengembangan sistem yang diperlukan.
Masukan untuk Tinjauan Manajemen mencakup antara lain :

Hasil audit mutu eksternal dan internal

Keluhan pelanggan

Survey kepuasan pelanggan

29

Kinerja proses dan kasus ketidaksesuaian layanan

Status tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan

Tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya

Perubahan yang mempunyai pengaruh terhadap Sistem Manajemen


Mutu.

Rekomendasi untuk perbaikan.

Keluaran dari Tinjauan Manajemen berupa keputusan dan rencana


tindakan yang terkait dengan :

Peningkatan efektifitas Sistem Manajemen Mutu dan proses yang


berkaitan.

Program pengembangan layanan kesehatan dasar untuk semester depan


dan targetnya.

Peningkatan kualitas produk sesuai dengan harapan pelanggan.

Kebutuhan sumber daya

Manajemen Sumber Daya


Untuk menerapkan dan memelihara Sistem Manajemen Mutu dan
peningkatan efektifitas secara berkesinambungan dan untuk mencapai kepuasan
pelanggan, maka Puskesmas KTK menetapkan dan menyediakan sumber daya
yang diperlukan.
Sumber Daya Manusia
Persyaratan kompetensi umum medis maupun non medis mengacu pada
peraturan kepegawaian yang terkait. Untuk memenuhi kebutuhan kompetensi
khusus setiap pekerjaan, Puskesmas KTK menetapkan persyaratan pelatihan dan
mengkoordinir pemenuhannya. Setiap tahun, Puskesmas KTK melakukan tinjauan
terhadap pemenuhan kompetensi tersebut dan hasilnya dipakai untuk menentukan
langkah-langkah

yang

dibutuhkan

untuk

kesenjangan

kompetensi

yang

ditemukan. Proses yang berhubungan dengan kompetensi sumber daya manusia


dijelaskan dalam Prosedur Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia.
Sarana dan Prasarana

30

Untuk dapat memberikan layanan yang sesuai dengan persyaratan, maka


Puskesmas KTK menetapkan, menyediakan dan memelihara sarana dan prasarana
yang diperlukan. Sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat, pengadaan sarana dan
prasarana dilakukan mengikuti Keppres no. 80 tahun 2003. Pemeliharaan sarana
dan prasarana dikoordinir oleh sub bagian Tata Usaha dan Perlengkapan atau sub
bagian lain yang relevan di masing-masing unit.

Proses Realisasi Jasa


Proses

Layanan

Kesehatan

Dasar

di

Puskesmas

dikembangkan

berdasarkan pada kebijakan Puskesmas, pengembangan dan perubahan sistem


manajemen, serta karakteristik dari masing-masing unit. Proses Layanan
Kesehatan Dasar Puskesmas dirancang sedemikian rupa dengan memanfaatkan
SDM yang ada, teknologi tinggi, serta teknologi Paperless pada masa mendatang
sehingga memberikan kemudahan-kemudahan baik bagi pasien maupun
karyawan.

3.2. Target dan Pencapaian Program Kesehatan Masyarakat Tahun 2014


Upaya Kesehatan Wajib :
Tabel 3.3. Upaya Kesehatan Ibu
Jenis Kegiatan
Jml kunjungan bumil K1
Jml kunjungan bumil K4
Jml
pencapaian

Target (%)
95
95
90

Pencapaian (%)
95.3
95
89.6

persalinan
Jml pencapaian neonatus
Pencapaian resti nakes
Pencapaian KF3 (nifas)
Pencapaian
KN
3

85
20
80
80

95.2
15.2
87.3
87.3

komplikasi 60

44.4

(neonatus)
Pencapaian

neonatus yang ditangani

31

Pencapaian

penanganan 80

48.3

komplikasi bumil

Tabel 3.4. Upaya Kesehatan Anak


Jenis kegiatan
DDTK bayi kontak 1
DDTK bayi kontak 4
DDTK balita kontak 1
DDTK balita kontak 2
DDTK apras kontak 1
DDTK apras kontak 2

Target (%)
90
90
90
90
90
90

Pencapaian (%)
94.5
98.6
95.7
96
94.9
91.5

Tabel 3.5. Upaya Kesehatan Bayi


Jenis kegiatan
MTBS
MTBM

Target (%)
100
100

Pencapaian (%)
100
100

Tabel 3.6. Upaya Kesehatan KB


Jenis kegiatan
Jml peserta KB aktif

Target (%)
71

Pencapaian (%)
71.7

Tabel 3.7. Kesehatan Lingkungan Januari-Desember 2014


JENIS KEGIATAN
Rumah Sehat
Akses Air Bersih
Akses Jamban
Pengelolaan Limbah
Pengelolaan Sampah
TTU
TPM
JENIS KEGIATAN
PHBS rumah tangga

TARGET (%)
PENCAPAIAN (%)
90,0
80,0
98,0
95,9
95,0
94,3
95,0
95,0
98,0
97,8
85,0
80,0
80,0
60,0
Tabel 3.8. Promosi Kesehatan
TARGET (%)
68

PENCAPAIAN (%)
68.3

32

Penyuluhan luar gedung

100

100

PHBS
Promosi

100

100

dalam gedung
Peyuluhan
kesehatan

100

100

melalui radio spot


Penyuluhan kesehatan

100

100

melalui TV spot
Penyuluhan

100

100

kesehatan

melalui

penyuluhan

di

posyandu
Tabel 3.9. Gizi Januari-Desember 2014

D/S
Cakupan

balita

Kegiatan

Target %

Capaian

gizi

tahun
85
100

91,6
100

85
80
95
90
100
100
1,9
16
87

96,2
83,5
95,3
99,6
100
100
0,21
0,5
88,9

0,08

buruk

mendapat

perawatan
% balita umur 6-59 bulan dapat kapsul vit.A
% ASI Ekslusif
% Bumil mendapatkan Fe 90 tablet (Fe3)
% RT konsumsi garam beryodium
Persentase surveillance gizi
Persentase penyediaan bufferstok MP-ASI
Persentase balita dengan gizi buruk
Persentase balita dengan gizi kurang
Persentase balita yang naik berat badannya
(N/D)
Persentase balita yang BGM (BGM/D)

Tabel 3.10. P2TB Penemuan BTA + (CDR)


No
1
2
3
4

TW
I
II
III
IV

TARGET
22
22
22
22

CAPAIAN
0
3
5
4

%
0
13,6
36,3
54,5

33

Total

22

12

54,5

Tabel 3.11. Data TB Perkelurahan Wilayah Puskesmas KTK Tahun 2014


N

KELURAHAN

PDDK

O
1
2
3
4

KTK
IX KORONG
ARO
SIMPRO
JUMLAH

2235
1615
2700
7076
13.626

PERK

JML

PERK

JML

SUS

SUS

BTA(+)

BTA(

PEK

PEK

36
31
46
106
218

20
12
31
49
112

4
3
4
11
22

+)
4
0
4
4
12

CDR

100
0
100
36,4
54,5

Tabel 3.12. Laporan Hasil Pencapaian Program TB tahun 2014


Target/tahun
100
70
100
80
85

Suspek
CDR
BTA-RO(+)
KONVERSI
Kesembuhan

TAHUN 2014
Realisasi januari s/d desember
50,9
54,5
4,0
100,0
91,0

Upaya Kesehatan Pengembangan :


Tabel 3.13. Cakupan Pelayanan Kesehatan Remaja Triwulan I
CAKUPAN

SASARAN
L

TOT

DALAM

LUAR

AL

GEDUNG
L
P

GEDUNG
L
P

%
L

10-14 THN 664 616


1280
184 227 52 95
35..5 52.2
15-19 THN 565 641
1206
179 250 20 19
35..2 41.9
TOTAL
1229 1257 2486
363 477 72 114
35.3 47
Pencapaian cakupan pada triwulan I sangat jauh sehubungan dengan kunjungan

JUMLA
H
558
468
1026

34

%
43.6
38.8
41.2

luar gedung yang tiak maksimal karena sekolah tidak mengizinkan siswanya
diganggu dengan penyuluhan.
Tabel 3.14. Cakupan Pelayanan Kesehatan Remaja Triwulan II (Apr-Jun)
CAKUPA

SASARAN

N
L
10-14 THN 664
15-19 THN 565
TOTAL
1229

TOT DALAM

LUAR

AL

GEDUNG
L
P
122 226
44
65
166 291

P
616 1280
641 1206
1257 2486

GEDUNG
L
P
131 201
138 174
269 375

%
L
38.1
35.2
35.3

P
69.3
37.2
52.9

JUMLAH
680
421
1101

%
53.1
34.9
44.2

Pencapain cakupan pada triwulan ke 2 juga jauh dari sasaran karena siswa sudah
mulai fokus pada ujian kenaikan kelas.

Tabel 3.15. Cakupan Pelayanan Kesehatan Remaja Triwulan III (jul-Sept)


CAKUPA

SASARAN

N
10-14 THN
15-19 THN
TOTAL

L
664
565
1229

TOT

DALAM

LUAR

AL

GEDUNG
L
P
126 148
164 136
290 284

GEDUNG
L
P
364 347
261 425
625 772

P
616 1280
641 1206
1257 2486

%
L
73.7
75.2
74.4

P
80.3
87.5
84

JUMLAH
985
986
1971

%
76.9
81.7
79.2

Pencapaian pada triwuln ke 3 mulai ada peningkatan karena dilaksanakan


bersamaan dengan screening untuk siswa baru sehingga sangat membantu dalam
penjaringan yang bermasalah pada siswa

Tabel 3.16. Cakupan pelayanan kesehatan remaja Tri wulan IV (okt-des)


CAKUPAN

SASARAN
L

TOTAL

DALAM

LUAR

GEDUNG
L
P

GEDUNG
L
P

%
L

JUML

15

42

10-14

664

616

1280

150

192

801

779

143.2

157.6

AH
1922

tahun
15-19

565

641

1206

192

218

44

54

41.7

42.4

508

35

tahun
Total

1229 1257

2486

342

410

845

833

96.5

98.8

2430

97

Pencapaian pada triwulan 4 ini yang cukup memuaskan karena penyuluhan yang
dilakukan pada saat siswa apel pagi jadi mencakup semua siswa dari semua dari
semua kelas. Strategi inilah yang akan digunakan untuk penyuluhan menyeluruh
pada siswa sehingga cakupan sasaran tercapai dan juga dan juga semua siswa
mendapatkan informasi yang sama dengan temannya. Tapi jika penyuluhan yang
diberikan lebih bersifat spesifikakan dilakukan dalam ruang kelas.

Tabel 3.17. Cakupan rata-rata pelayanan kesehatan remaja tahun 2014 (jan-des)
CAKUPAN

SASARAN

TOTA

DALAM

LUAR

GEDUNG
GEDUNG
L
P
L
P
L
P
L
P
JUMLAH
10-14 tahun 664 616
1280
591 768 1339 1447 76.7 89.8
4145
15-19 tahun 565 641
1206
823 970 1163 1342 81.1 90.1
4298
Total
1229 1257
2486
1414 1738 2502 2789 72.8
90
2430
Semua kegiatan PKPR puskesmas KTK dengan mengungkapkan dana dari APBD
dan juga dana dari BOK

Tabel 3.18. Program Survailance Puskesmas KTK tahun 2014

JENIS

TARGET (%)

PENCAPAIAN (%)

KEGIATAN
Diare
Pneumonia
DBD
Malaria
Afp

100.0
95,0
100,0
100,0
100,0

100,0
109,7
100,0
0,0
0,0

36

%
80
81
80

Tabel 3.19. Program VCT Puskesmas KTK 2014


URAIAN
VCT Januari
VCT Februari
VCT Maret
VCT April
VCT Mei
VCT Juni
VCT Juli
VCT Agustus
VCT September
VCT Oktober
VCT November
VCT Desember

TARGET (%)
42
42
42
42
42
42
42
42
42
42
42
42

PENCAPAIAN (%)
90
75
46
65
47
11
13
18
54
18
42
32

Tabel 3.20. Program IMS Puskesmas KTK 2014


URAIAN
TARGET (%)
PENCAPAIAN (%)
IMS Januari
39
1
IMS Februari
39
1
IMS Maret
39
13
IMS April
39
12
IMS Mei
39
17
IMS Juni
39
3
IMS Juli
39
3
IMS Agustus
39
4
IMS September
39
10
IMS Oktober
39
5
IMS November
39
3
IMS Desember
39
10
Tabel 3.21. Program IVA Januari- Desember 2014
KELURAHAN
IX Korong
KTK
Aro
S.Rumbio
Luar Wilayah
Puskesmas

TARGET (%)
58,69
58,69
58,69
58,69
58,69
58,69

PENCAPAIAN (%)
3,05
6,10
0,00
12,22
0,00
21,37

37

Tabel 3.22. Program Kesehatan JiwaPuskesmas KTK


Penyakit
Skizofrenia
Gangguan Mental Organik
Depresi
Neurosa
Epilepsi

Target
100%
100%
100%
100%
100%

Capaian
14,5%
0,5%
1,5%
83,5%
0,0%

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Perencanaan Program PKPR (P1)


A. TAHAP ANALISIS DATA
Tabel 4.1 DATA WILAYAH DAN DATA KESEHATAN
NO

Nama desa

Luas

Jumlah

Jumlah Fasilitas Pelayanan

dan

Wilayah

KK

Kelurahan

(KM)

Kesehatan
Bidan Poskeskel

Pustu

Posya

3
1,35

4
594

5
-

6
1

7
1

ndu
8
3

1,25

563

3.

KORONG
SIMPANG

2,30

1250

4.

RUMBIO
IX

1,50

432

1
1.

2
KTK

2.

ARO

IV

38

KORONG
Total

6,40

2893

16

Tabel 4.2 DATA KEPENDUDUKAN


NO

Nama

Jumlah

Jumlah Penduduk

Kelurahan

Penduduk

Bayi

Anak

2235

(0-1 th)
49

(1 s/d 4)
142

403

49

51

2700

59

172

486

59

62

Pustu Bulin

Bumil

1.

KTK

2.

ARO

3.

KORONG
SIMPANG

7076

156

449

1275

54

162

4.

RUMBIO
IX KORONG

1615

36

102

291

35

37

13626

300

865

2455

297

312

IV

JUMLAH
Tabel

4.3

DATA

KETENAGAAN

DALAM

WILAYAH

KERJA

PUSKESMAS.
No

Jenis Tenaga

Jumlah Tenaga yang ada sekarang

1.

Dokter Umum

2.

Dokter Gigi

3.

S1 Ekonomi

4.

S1 Kep

5.

SKM

6.

D3 Kep

11

7.

D3 Keb

19

8.

SPK

9.

D1 Keb

10.

D3 Gigi

11.

D3 Mata

12.
13.

AA
SMK

39

14.

D3 Farmasi

15.

D3 Kesling

16.

D3 Analis

17.

D3 Gizi

18.

SMA

19.

SMP

2
JUMLAH

62 Orang

Tabel 4.4 DATA KEADAAN PERAN SERTA MASYARAKAT


N

Nama

Desa

Kader Posyandu

Dukun Bayi

Jumlah

Jumlah

Jumlah

Jumlah

Jumlah Jumlah

Posyandu

Kader

yang

yang

Seluruh

yang

yang

di Desa

yang

aktif

aktif

nya

dilatih

aktif

3
3

Dilatih
4
12

5
100

6
12

7
0

8
0

9
0

1
1

2
KTK

ARO

IV

20

100

20

KORONG
SIMPANG

24

100

24

RUMBIO
IX

100

KORONG
JUMLAH

16

64

100

64

PADA MASING

MASING

KELURAHAN

TIDAK

SEMUANYA

MEMILIKI SEKOLAH DIANTARANYA :


Kelurahan Simp. Rumbio Sekolah
SMU 2 Kota Solok

: 428 siswa

MAN Kota Solok

: 211 siswa

Kelurahan KTK Sekolah


SMP 5 Kota Solok

: 207 siswa

Kelurahan IX Korong
40

Ponpes Warasatul Ambiya: 46 siswa

Selain sasaran PKPR terhadap Siswa SMP dan SMU juga terhadap siswa SD yang
berusia 10 tahun atau pada siswa Kelas IV s/d Kelas VI SD dengan Jumlah
sasaran pada masing masing sekolah :
SD 07 Aro

: 40 siswa

SD 14 KTK

: 12 siswa

SD 02 Aro

: 22 siswa

SD 17 Aro

: 43 siswa

MIN Kota Solok

: 92 siswa

SD 03 Simp. Rumbio : 77 siswa


SD 13 Simp. Rumbio : 45 siswa
SD IT IQRO

: 61 siswa

Total semua siswa dari kls 4 SD sampai SMU: 1.372 siswa

B. TAHAP PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)


Rencana usulan kegiatan dalam mengatasi cakupan kunjungan pelayanan
kesehatan remaja yang masih rendah di targetkan 82% namun dalam pencapaian
Puskesmas KTK tahun 2014 masih kurang yaitu sebesar 80,7% untuk itu rencana
tindak lanjut adalah .
a) IDENTIFIKASI MASALAH
Tabel 4.5 TARGET PROGRAM PKPR TAHUN 2014
TARGET

PENCAPAIAN

TAHUN 2014
82 %

80,7%

41

b) MENENTUKAN PENYEBAB MASALAH


Gambar 4.1. DIAGRAM SEBAB AKIBAT DARI ISHIKAWA( FISHBONE
RENDAHNYA

CAKUPAN

KUNJUNGAN

PELAYANAN

PKPR YANG DI TANGANI )

MANUSIA

Kurangnya peran serta warga


sekolah
Kurangnya pengetahuan orang
tua
Peran kader remaja kurang
Kesadaran
dan keterbukaan
Sarana penyuluhan
diri
remaja kurang
/leaflet/brosur
kurang

METODE

Posbindu remaja belum maksimal


Pemanfaatan rumah singgah tidak
efektif
Pencatatan dan pelaporan kurang
lengkap
Pelatihan kader kurang optimal
Sosio budaya
Jadwal konseling tidak
teratur yg
masyarakat
Dana transport
kader KIE
kurang
tidak optimal masih rendah

Cakupan
Kunjunga
n
Poli
PKPR
Puskesmas
KTK

Kurang gencarnya
80,7%
Waktu siswa dan
sosialisasi dan
petugas sulit
informasi tentang
MATERIAL
DANA
LINGKUNGAN
ditentukan
remaja
Analisa fishbone
1. Manusia
Kurangnya peran serta warga sekolah dalam memberikan penyuluhan
mengenai kesehatan remaja
Kurangnya pengetahuan dan pengertian orang tua siswa mengenai
kesehatan remaja
Kader remaja kurang berperan aktif dalam memberikan penyuluhan
mengenai masalah kesehatan remaja
Banyak diantara remaja yang menutup diri mengenai masalah kesehatan
yang dialaminya.
2. Metode
Posbindu remaja belum maksimal untuk mendeteksi dini remaja terhadap
kemungkinan adanya faktor resiko PTM
Pemanfaatan rumah singgah kurang efektif sehingga banyak remaja yang
tidak menggunakan rumah singgah sebgai wadah tempat remaja jalanan

42

saling bertukar informasi tentang kesehatan


Pelatihan kader kurang optimal, yang tidak sesuai dengan menggunakan
Modul Pelatihan PKPR
Kurang optimalnya KIE ( Komunikasi, Informasi, Edukasi ) dalam
program PKPR
Pencatatan dan pelaporan kurang lengkap mengenai program PKPR
3. Material
Fasilitas yang kurang memadai sehingga penyuluhan masalah kesehatan
remaja tidak optimal
Kurang gencarnya sosialisasi dan informasi tentang remaja
4. Dana
Dana transport kader kurang dan dana dukungan dari APBD untuk
kegiatan PKPR yang masih kurang
5. Lingkungan
Kebiasaan masyarakat yang kurang sadar akan kesehatan remaja yang
harus diperhatikan
Waktu dari remaja dan petugas yang tidak bisa disatukan

Tabel 4.6 ANALISA SWOT


NO.

ANALISA SWOT

1. Strengths

PKPR
Petugas puskesmas KTK mendatangi sekolah-

( kekuatan )
sekolah untuk skrining kesehatan remaja
Petugas puskesmas KTK telah terlatih dalam
memberikan pelayanan kesehatan remaja
Petugas puskesmas KTK memberikan
penyuluhan kepada remaja tentang masalah
kesehatan reproduksi remaja
Petugas puskesmas KTK menunjuk kader yang
sudah dilatih
Program PKPR puskesmas KTK mempunyai

43

layanan konseling via online berupa facebook


Program PKPR puskesmas KTK juga menerima
layanan konseling via sms atau telepon
Pengelola program PKPR dibekali sarana
transportasi dari puskesmas untuk terjun ke
sekolah-sekolah,sehingga memudahkan para
petugas untuk mengadakan kunjungan sekolah
ataupun penjaringan aktif secara kolektif.
Pelayanan yang diberikan maksimal dari tenaga
kesehatan (mengenai penyampaian informasi)
Meningkatnya motifasi masyarakat mengenai
pentingnya kesehatan
Pelayanan yang diberikan cukup maksimal untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat mengenai
masalah kesehatan
2. Weakness

Kurangnya kerjasama sekolah dengan tidak

(kelemahan)
mengizinkan siswanya di ganggu dengan
penyuluhan
Waktu antara siswa dan petugas sulit ditentukan
dalam memberikan penyuluhan
3. Opportunities

Pemerintah telah melatih banyak tenaga

(peluang)
kesehatan, dan mengirim mereka ke seluruh
daerah pedesaan
Tersediannya fasilitas media masa yang dapat
dipergunakan untuk memperoleh informasi

44

tentang kesehatan remaja


Adanya keterlibatan kader dalam kegiatan
koseling remaja
Masyarakat yang tidak mampu akan dibantu
melalui BPJS
Adanya pemberdayaan remaja dan masyarakat
dalam peningkatan kesehatan remaja
Adanya kegiatan yang efektif dan efisien
dalam menjalankan program kesehatan remaja
yang berbasis masyarakat secara luas
Adanya yang membantu untuk mendorong
perubahan sikap dalam mencari layanan
kesehatan dan kebiasaan yang tidak sesuai
dengan standar yang diberikan dokter dalam
4. Threats (ancaman)

memberikan pengobatan
Masih besarnya budaya malu masyarakt untuk

bertanya pada petugas kesehatan


Rendahnya kesadaran masyarakat tentang

kesehatan remaja
Perekonomian, informasi dan teknologi yang
rendah berdampak pada peningkatan resiko
lebih masalah kesehatan remaja

Dari data diatas, dapat diambil suatu rumusan masalah tentang PKPR yaitu,
Masih rendahnya cakupan kunjungan pelayanan PKPR di Puskesmas KTK tahun
2014 yaitu sebesar 80.7%

Tabel 4.7 PERUMUSAN MASALAH DAN PENYEBAB MASALAH

45

NO

RUMUSAN

BERBAGAI FAKTOR

PERUMUSAN

MASALAH

PENYEBAB MASALAH

PENYEBAB

MASALAH
kunjungan -Peran kader PKPR belum -Rendahnya cakupan

1. Cakupan

poli PKPR yang masih optimal


-Kesadaran dan keterbukan
rendah sebesar 80,7%.
remaja kurang
-KIE tidak optimal
-Sarana
penyuluhan
yang
kurang

mengenai

kunjungan poli PKPR di


puskesmas ISO KTK
2014 yaitu 80,7%
dikarenakan peran kader

masalah PKPR kurang aktif

kesehatan remaja
,sarana penyuluhan yang
-Dana transpor kader kurang
kurang maksimal,KIE
-Waktu remaja dan petugas
tidak optimal, dan
sulit ditentukan
kesadaran keterbukaan
remaja yang kurang.

Tabel 4.8 PERUMUSAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH


NO

1.

PERUMUSAN

INVETARISASI

PERUMUSAN

PENYEBAB

ALTERNATIF

PENDEKATAN

MASALAH

PENDEKATAN

PEMECAHAN

Rendahnya

PEMECAHAN MASALAH
cakupan -Mengaktifkan kembali kader

MASALAH
-Agar angka kunjungan

kunjungan poli PKPR yang peduli remaja dengan

poli PKPR diPuskesmas

di

ISO cara memberikan pelatihan

ISO KTK tahun 2014

yaitu yang sesuai modul pelatihan

dapat meningkat maka

puskesmas

KTK
80,7%

2014

dikarenakan PKPR.
-Menyelenggarakan
peran kader PKPR
pelayanan KIE perorangan
kurang aktif ,sarana
atau kelompok secara
penyuluhan
yang

perlu

mengaktifkan

kembali

yang

peduli

remaja, pelayanan KIE


yang

terjadwal,
46

kurang maksimal,KIE terjadwal melalui kegiatan

memberikan pendidikan

tidak

PKHS

optimal,

dan lokakarya mini


-Memberikan pendidikan
kesadaran keterbukaan
keterampilan hidup sehat
remaja yang kurang.
remaja
-Mengoptimalkan dukungan
dana APBD untuk
melaksanakan kegiatan PKPR

Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan PKPR yang Ditangani


Tabel 4.9 INVENTARISASI RENCANA KEGIATAN (PERPOGRAM)
NO
1.

Pendekatan

Inventarisasi rencana kegiatan

pemecahan masalah
Agar angka kunjungan - Sosialisasi
poli

PKPR

diPuskesmas
KTK

tahun

ISO
2014

seluruh

PKPR

petugas

Rencana kegiatan

kepada - Pembinaan

puskesmas

oleh Kepala Puskesmas


- Pembentukan tim PKPR yang

kader

dengan menggunakan
modul

pedoman

pelatihan PKPR

optimal
- Penyuluhan/ konseling
- Penentuan jenis kegiatan yang
langsung
kepada
perlu
mengaktifkan
dilaksanakan, biaya pelayanan,
remaja di sekolah
kembali yang peduli
dan jadwal pelayanan
remaja,
pelayanan - Sosialisasi melalui media maupun luar sekolah
dapat meningkat maka

(mis : karang taruna)

KIE yang tejadwal,

massa, sosialisasi di sekolah

memberikan

maupun komunitas/ organisasi - Penyuluhan

pendidikan PKHS

remaja di luar sekolah

KIE

dalam

47

media
bentuk

leaflet/brosur/poster)

Tabel 4.10 RENCANA USULAN KERJA


KEGIATAN

SASARAN

VOLUME

PENANGGUN

PELAKSANAAN

Remaja yang

KEGIATAN
Setiap hari

G JAWAB
Ka. HC KTK

Petugas PKPR

Remaja yang

Setiap hari

Ka. HC KTK

Petugas PKPR

Pencatatan dan

bermasalah
Seluruh

12X/tahun

Ka. HC KTK

Petugas PKPR

pelaporan

remaja yang

binaan HC
Seluruh

12X/tahun

Ka. HC KTK

Petugas PKPR

sekolah
Kader remaja

2X/tahun

Ka. HC KTK

Petugas PKPR

remaja
Pembinaan

Seluruh

Setiap

Ka. HC KTK

Petugas PKPR

Sekolah fokus

sekolah

minggu

Pelayanan
kesehatan remaja
harian
Konseling

sakit

di wilayah
Pembinaan
sekolah
Pembinaan kader

48