Anda di halaman 1dari 51

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Angka kematian neonatal di negara-negara berkembang hingga saat ini
masih sangat tinggi. Di indonesia

khususnya di propinsi sulawesi-

selatan angka kematian neonatal pada mencapai 4,39 persen dari 1000
angka kelahiran, Meski demikian, unit-unit dan layanan kesehatan belum
bisa berbuat banyak dalam hal upaya mengatasi permasalahan, oleh
karena adanya berbagai faktor yang menjadi kendala antara lain, belum
tersedianya infrastruktru dan peralatan yang memadai. Serta minimnya
tenaga medis dengan latar belakang pendidikan khusus penanganan
neonatal.
Penanganan pasien neonatal pada dasarnya tidak bisa disamakan atau
disatukan dengan pasien dengan keluhan dan penyakit lain. Untuk
neonatal, pasien harus mendapatkan penanganan dan perlakuan ekstra
khusus. Sebab resiko kematian sangat tinggi. Meski demikian beberapa
rumah sakit tetap melakukan perawatan terhadap pasien neonatal
dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan. Akibatnya, penanganan
yang dilakukan tidak maksimal inilah yang menyebabkan angka
kematian neonatus masih tetap tinggi.
Idealnya, penanganan kasus neonatal harus dilakukan dalam perawatan
khusus,

dalam

hal

ini

perawatan

intensive

yang

memerlukan

pengawasan oleh tim medis yang berkompetan dan profesional. Serta


ditunjang oleh peralatan modern penunjang lainnya. Oleh karena itu
untuk mewujudkan tujuan rumah sakit Tenriawaru yang berfokus pada
penurunan tingkat morbilitas dan mortalitas Neonatal maka pada tahun
2009 didirikan ruang perawatan khusus neonatal (NICU).

BAB II
GAMBARAN UMUM
II.1. Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Kelas B Kabupaten Bone

Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru merupakan rumah sakit milik


Pemerintah Daerah Kabupaten Bone yang terletak di Kelurahan Macanang,
Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone dan didirikan pada tahun 1985,
dioperasionalkan pada tanggal 1 Juli 1987.
RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone adalah RS Type B Non Pendidikan
(sesuai dengan SK MENKES No. 1000/MENKES/SK/XI/2009) dan berbentuk BLUD
sesuai dengan PERBUP Bone No. 33 Tahun 2010 serta menerapkan pola SIM-RS
(Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit).
Terakreditasi Penuh Tingkat Lanjut dari KARS untuk 12 jenis pelayanan.
Rumah Sakit Rujukan Region (Peraturan Gubernur Sul-sel No. 15 Tahun 2008).

BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TENRIAWARU KELAS B KAB. BONE
VISI
Menjadi Rumah Sakit Pendidikan yang Berkualitas dan Mandiri Untuk
Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Paripurna Menuju Masyarakat Bone yang Sehat

MISI
1.

Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana.

2.

Meningkatkan kualitas dan ketersediaan tenaga medis professional.

3.

Meningkatkan kualitas manajemen pelayanan melalui peningkatan peraturan


dan penegakannya.

4.

Meningkatkan profesionalisme manajemen keuangan dan operasional yang


efektif dan efisien.

5.

Meningkatkan fungsi rumah sakit dalam pelayanan preventif, promotif, kuratif


dan rehabilitatif.

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TENRIAWARU
KELAS B KABUPATEN BONE

Aspek Personalia
Administrasi dan Manajemen
Struktur Organisasi RSUD Kabupaten Bone berdasarkan Peraturan Bupati
Bone Nomor 01 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah Rumah Sakit
Umum Daerah diatur dan ditetapkan sebagai berikut :
a.

Direktur Utama, bertanggung jawab Kepada Bupati Bone melalui Sekretaris


Daerah.

b.

Wakil Direktur, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur


Utama,
1)

Wakil

Direktur Pelayanan Medik dan Pengembangan SDM

a) Bidang Pelayanan Medis, berada di bawah dan bertanggung jawab


kepada Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Pengembangan SDM.
- Seksi Peningkatan Pelayanan Medis.
- Seksi Penunjang dan Pelaporan Medis.
b) Bidang Pelayanan Keperawatan, berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Pengembangan
SDM.
- Seksi Asuhan dan Etika Keperawatan.
- Seksi Penunjang Keperawatan.
c) Bidang Pengembangan Rumah Sakit dan SDM, berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan Medik dan
Pengembangan SDM.
- Seksi Pengembangan SDM.
- Seksi Pengembangan Akreditasi.
2)

Wakil Direktur Administrasi, Keuangan dan Bina Program.


a)

Bagian Administrasi, Hukum dan Humas, berada di bawah dan


bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Administrasi, Keuangan dan
Bina Program.

- Sub Bagian Tata Usaha.


- Sub Bagian Administrasi kepegawaian.
- Sub Bagian Humas, Pemasaran dan Hukum.
b)

Bagian

Keuangan

dan Perlengkapan,

berada di bawah

dan

bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Administrasi, Keuangan dan


Bina Program.
- Sub Bagian Perbendaharaan dan Remunerasi.
- Sub Bagian Akuntansi, Verifikasi dan Pelaporan.
- Sub Bagian Perlengkapan dan Perbekalan Kesehatan.
c) Bagian Bina Program, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Wakil Direktur Administrasi, Keuangan dan Bina Program.
- Sub Bagian Perencanaan.
- Sub Bagian Pengembangan Sarana dan Prasarana.
- Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi Program.
c.

Unit-unit Non Struktural.


1)

Komite, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur.


a) Komite Farmasi dan Terapi.
b) Komite Medik.
c) Komite Keperawatan.

2)

Instalasi, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur


sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing penyelenggaraan
kegiatan.
- Instalasi Rawat Jalan.
- Instalasi Rawat Inap.
- Instalasi Gawat Darurat.
- Instalasi Bedah Sentral.
- Instalasi Rawat Intensif.

- Instalasi Hemodialisa.
- Instalasi Laboratorium.
- Instalasi Radiologi.
- Instalasi Rehabilitasi Medik.
- Instalasi Rekam Medik.
- Instalasi Farmasi.
- Instalasi Gizi.
- Instalasi Medicolegal.
- Instalasi Sanitasi / Loundry.
- Diklat.
- IPSRS.
- Instalasi Teknologi Informasi.
- Kendaraan.
3)

Satuan Pengawas Internal (SPI), berada di bawah dan bertanggung


jawab kepada Direktur.

4)

Kelompok Jabatan Fungsional.


a) Terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi atas berbagai
kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, dalam
unit kegiatan sesuai dengan kompetensinya, berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Direktur.
b) Unit-unit Pelayanan dan Panitia panitia tersebut dibentuk dengan SK
Direktur, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur,
dengan struktur organisasi menyesuaikan / menyelaraskan dengan
organisasi fungsi Rumah Sakit serta peraturan perundang-undangan
yang berlaku, terdiri dari :
- Unit Peningkatan dan Pengendalian Mutu (UPM).
- Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa.

- Panitia Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KPRS).


- Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
- Panitia Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
(K3).

BAB V
VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI, DAN TUJUAN
Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU)
Visi

: BAYI SEHAT, generasi berkualitas DAN PRODUKTIF .

Misi

: MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BAYI MELALUI

PENCEGAHAN PENYAKIT KECATATAN DAN KEMATIAN


AKIBAT PROSES REPRODUKSI
Falsafah :
1. Melayani

dengan

senyum,salam,

sapa,sopan,santun,

berempati serta mengutamakan keselamatan pasien


2. Bekerja profesional, berbudaya, tulus, serta menjunjung tinggi
moral dan etika
3. Pengabdian merupakan amanah, panggilan hati nurani,
ibadah dan prestasi
4. Melaksanakan pengkajian dan pengembangan keilmuan yang
ilmia demi kemanusian.
5. Pelayanan perinatal di tujukan untuk mengurangi morbiditas
ibu hamil dan bayi baru lahir.
6. Setiap individu berhak untuk di lahirkan secara sehat untuk itu
maka setiap wanita usia subur, ibu hamil,melahirkan dan
bayinya berhak men
dapat pelayanan yang berkualitas.
7. Intervensi di ruang nicu bersifat kompherensif mencakup
upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitati di tujukan
kepada individu, keluarga dan masyarakat.
Tujuan :

Tujuan Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) adalah untuk


menciptakan generasi yang sehat, berkualitas serta produktif Dalam
upaya mewujudkan tujuan nasional dalam bidang kesehatan.

BAB VI
Struktur Organisasi Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU)
Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) adalah ruang perawatan intensif
untuk bayi yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan
mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital.
Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di RSUD Tenriawaru Kelas B
Kab. Bone menerapkan struktur organisasi MPKP dalam memberikan pelayanan.
Ruang NICU dipimpin oleh Kepala Ruangan yang membawahi dua ketua tim. Ketua
tim berperan sebagai perawat primer dan membawahi beberapa perawat pelaksana
atau Perawat Asosiate yang memberikan asuhan keperawatan secara menyeluruh
kepada sekelompok pasien.

10

DIREKTUR
dr. Hj. Nurminah A. Yusuf, MARS

WADIR PELAYANAN
dr. H.A. Syahrir, M.kes

KABID PELAYANAN
KEPERAWATAN
Kartini Haruna,S.kep.M.Kes

KABID PELAYANAN MEDIS


drg. Sardiawanty, MARS

KEPALA RUANGAN
HAFSAH,S.Kep.NERS

KETUA
TIM A
SRI MUSYRIFAH, S.Kep
1. SULFIANA, Amd
Keb
2. ARDIANTI , Amd
Keb
3. NOVI LESTARI.
Amd Keb
4. FATMISARI, S.Kep
5. HASMI SUDDING.
AMK
6. NURFITRIANA,
Amd.Keb

KETUA
TIM B
RIA SALMIANTI, A.md Keb
1. IMROATUL
LATIFAH.S.ST
2. FITRIANI,M. S.Kep
3. NIRFAWATI, S.ST
4. RAHMATIA,S.Kep.NS
5. ZULFIANA.S, Amd.
Keb
6. NURAKIFAH ,Amd.
Keb
7. A.AGUSTINA ,Amd. 11
Keb

URAIAN TUGAS
VII.1. Kepala Ruangan Neonatal Intensive Care Unit
Nama Jabatan

: Kepala Ruangan Neonatal Intensive Care

Unit
Unit Kerja

: Neonatal Intensive Care Unit

Ikhtisar Jabatan

Menyusun laporan yang berisi tentang kinerja MPKP baik proses


kegiatan serta evaluasi mutu pelayanan.

Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-masing tim.

Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi peningkatan jenjang


karier perawat.

Membuat jadwal dan memimpin case conference

Membuat jadwal dines

Membuat jadwal supervisi dan penilian kinerja ketua tim dan perawat
perawat pelaksana.

Melakukan audit dokumentasi

Membuat laporan bulanan.

Melakukan supervisi Katim dan perawat pelaksana.

Hasil Kerja :
1. SPO, Juknis kegiatan penerimaan, pencatatan, pengelolaan data medis,
penyimpanan dan pengambilan data medis.
2. Uraian tugas bawahan.
3. Jadwal dinas shift, daftar cuti, libur.
4. Petunjuk kerja bawahan.
5. Supervisi pelaksanaan tugas bawahan.
6. Laporan intern dan ekstern yang sudah tercetak.
7. Rencana kerja dan anggaran kebutuhan Instalasi Neonatal Intensive

Care Unit

12

8. Program kerja, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penyelenggaraan

Neonatal Intensive Care Unit


9. Laporan dan informasi kinerja RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone.
Bahan Kerja :
1. Kebijakan, pedoman, Juknis Depkes RI.
2. Informasi langsung tak langsung tentang kegiatan bawahan.
3. Surat tugas dari manajemen.
4. Informasi pengajuan usulan, jadwal dinas dan cuti di Instalasi Neonatal

Intensive Care Unit


5. Laporan kasus yang menyangkut masalah atau diagnosa terhadap
pasien dari bawahan.
Perangkat Kerja :
1. Komputer & ATK.
2. Telepon.
Sifat Jabatan :
Jabatan fungsional yang dikerjakan pada jam kerja rumah sakit, yaitu :
Senin Kamis : jam 08.00 - 14.00
Jumat

: jam 08.00 14.00

Sabtu

: jam 08.00 14.00

Uraian Tugas :
1. Menyusun langkah kegiatan Neonatal Intensive Care Unit sesuai
dengan rencana kerja.
2. Membagi tugas kepada staf sesuai dengan rincian kegiatan
3. Mengoreksi hasil kerja bawahan dalam hal asuhan keperawatan agar
tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.
4. Memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada staf, agar pekerjaan dapat
dilaksanakan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah ditentukan.
5. Membimbing staf dalam melaksanakan tugas, agar pekerjaan dapat
dilaksanakan secara efektif dan efesien.

13

6. Menyelenggarakan pencatatan seluruh kegiatan pelayanan asuhan


keperawatan
7. Memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan sebagai
pengambilan keputusan.

Tanggung jawab :
1. Ketepatan dan kesesuaian rencana dan tata kerja Neonatal Intensive

Care Unit
2. Ketepatan dan kebenaran pelaksanaan asuhan keperawatan/kebidanan
sesuai dengan SPO
3. Ketepatan dan kesesuaian rencana kebutuhan sumber daya dengan
realisasi.
4. Kebenaran dan ketepatan laporan kepada managemen.
Wewenang :

1. Menilai, menegur dan memotivasi bawahan Neonatal Intensive Care


Unit
2. Mengatur rencana kegiatan penyelenggaraan Neonatal Intensive Care
Unit
3. Meminta arahan dari atasan.
4. Meminta masukan dari bawahan dan unit kerja lain yang terkait.
5. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

Nama Bawahan Langsung :


1. Penanggung jawab Perawat Primer
2. Penanggung jawab Perawat Pelaksana
Korelasi Jabatan :
N

JABATAN

UNIT

O
1

Karu Instalasi Rawat Inap

ORGANISASI
Bagian
Keperawatan

Kepala Unit lain yang

Bagian lain yang

DALAM HAL
Koordinasi tentang
pelayanan registrasi rawat
inap
Koordinasi tugas

14

terkait

terkait

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO
1
Tempat

kerja

ASPEK
: Ruang

peyanan

FAKTOR
Diruang tertutup dan berAC

perawatan yang terdiri atas ruang


2

tindakan, intensif, observasi dan isolasi


Tempat kerja : Admission Dan Diruang tertutup dan umum
Registasi atau ners station

Syarat Jabatan :
NO
1

JENIS

PELATIHAN

PENDIDIKAN
S1 Profesi
- Pelatihan Manajemen
Keperawatan (MPKP)
- Pelatihan Resusitasi
Neonatal.

PENGALAMAN
- Pengalaman di

Neonatal
Intensive Care
Unit minimal 6
tahun.

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : wanita
2. Berbadan

: sehat jasmani dan rohani

3. Umur minimal : 22 tahun

15

16

VII.2. Penanggung jawab Perawat Primer


Nama Jabatan

: Penanggung jawab Primer

Unit Kerja

: Neonatal Intensive Care Unit

Ikhtisar Jabatan

Menyusun laporan tahunan yang berisi tentang kinerja MPKP baik


proses kegiatan (aktifitas yang sudah di laksanakan). Serta evaluasi
mutu pelayanan.

Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-masing tim.

Penyegaran terkait materi MPKP khusus kegiatan yang masih rendah


pencapaiannya.

Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi peningkatan jenjang


karier perawat ( pelaksana menjadi katim, katim menjadi karu),
rekomendasi untuk melanjutkan pendidikan formal, membuat jadwal
untuk mengikuti pelatihan- pelatihan.

Ketua tim menetapkan perawat pelaksana untuk masing-masing pasien.

Melakukan supervisi perawat pelaksana

Meminpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga.

Mempersentasikan kasus dalam case comference.

Penyelengaraan asuhan keperawatan pasien pada tim yang menjadi


tanggung jawabnya.

Melakukan supervisi perawat pelaksana.

Kolaborasi dengan dokter atau tim kesehatan lain.

Alokasi pasien sesuai dengan perawat yang dines.

Hasil Kerja :
1. Petugas primer bekerja sesuai dengan Juknis, Juklak dan SPO.
2. Melakukan operan
3. Melakukan pre comference dan post conference

17

4. Merencanakan asuhan keperawatan


5. Melakukan suvervisi perawat pelaksana.
6. Menulis dokumentasi.
7. Memeriksa kelengkapan dokumentasi askep/askeb.
8. Alokasi pasien sesuai dengan perawat yang dines.
Bahan Kerja :
1. Kebijakan, pedoman, Juknis Depkes RI.
2. Informasi langsung / tak langsung tentang kegiatan bawahan.
3. Laporan kasus yang menyangkut masalah atau diagnosa terhadap pasien
Sifat Jabatan :
Jabatan fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :
Perawat primer :
Senin Minggu : jam 08.00 14.00 shift pagi
Senin Minggu : jam 14.00 21.00 shift sore
Senin Minggu : jam 21.00 08.00 shift malam.
Uraian Tugas :
1. Melakukan kontrak dengan klien dan keluarga, mengorientasikan
ruangan , melakukan pengkajian (baru dan melanjutkan pengkajian
PA dinas sebelumnya).
2. Membuat rencana askep,menjelaskan renpra yang sudah ditetapkan
kepada PA dalam timnya pada saat pre conference, melakukan
bimbingan dan evaluasi PA, memonitor dokumentasi yang dilakukan
PA
3. Melakukan tindakan keperawatan yang bersifat terapi keperawatan
dan tindakan keperawatan yang tidak dapat dilakukan oleh PA,
mengatur

pekaksanaan

konsul

dan

pemeriksaan

laboratorium,

mendampingi dokter visite


4. Melakukan evaluasi askep dan membuat catatan perkembangan
klien setiap hari, memberikan pendidikan kesehatan, membuat
perencanaan pulang serta bekerja sama dengan ccm.
5. Menetapkan PA yang bertanggung jawab pada setiap klien, setiap
kali giliran jaga (shift).
6. Melakukan bimbingan dan evaluasi PA dalam melakukan tindakan
keperawatan, apakah sudah sesuai denghan sop.

18

7. Memonitor dokumentasi yang di lakukan oleh pa.


8. Membantu dan mempasilitasi terlaksananya kegiatan pa.
9.
Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan

penunjang

(laboratorium/ radiologi).
10. Melakukan kegiatan serah terima klien di bawah tanggung jawabnya
bersama dengan pa.
11.Mendampingi dokter vesite klien dei bawah tanggung jawabnya.
12.Melakukan pertemuan dengan klien/ keluarga minimal setiap dua hari
unruk membahas kondisi keperawatan klien (tergantung pada kondisi
klien).
13.Bila pp cuti/ libur, tugas-tugas pp didelegasikan kepada pa yang telah
ditunjuk (wakil pp).dengan bimbingan karu dan ccm.
14.Membuat perencanaan pulang.
15.Bekerja sama dengan ccm dalam mengidentifikasi

isu

yang

memerlukan pembuktian sehinggga tercipta evidence basic practice.


Wewenang :
1. Meminta arahan dari atasan.
2. Meminta masukan dari petugas Admission, Registrasi dan unit kerja
yang terkait.
3. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.
Nama Bawahan Langsung :
1.

Perawat asosiate

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO
ASPEK
FAKTOR
1
Tempat kerja : Ruang peyanan Diruang tertutup dan berAC
perawatan yang terdiri atas ruang
tindakan, intensif, observasi dan
isolasi
Resiko Bahaya :
NO
ASPEK
1
Stress manajerial

Tanggung

FAKTOR
jawab
dan

beban

pelaksanaan tugas
Syarat Jabatan :
NO

JENIS

PELATIHAN

PENGALAMAN

PENDIDIKAN

19

D3, D4 dan S1,

S1 Profesi

Pelatihan

-Pengalaman

di

pelayanan

Manajemen

asuhan keperawatan/ kebidanan

Keperawatan

min 2 tahun.

(MPKP).
-

Penanganan
Obsetric dan
Neonatal
Emergensi
Komprehensif.
(PONEK)

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : lwanita
2. Berbadan

: sehat jasmani dan rohani

3. Umur minimal : 21 tahun

VII.3. Penanggung jawab Managemen Rekam Medis

20

Nama Jabatan

: Penanggung jawab Managemen Rekam Medis.

Unit Kerja

: Instalasi Rekam Medis

Ikhtisar Jabatan

Menyusun langkah kegiatan assembling dan indeks kode penyakit,


penyimpanan dan pendistribusian, statistik dan pelaporan rekam medis
rawat jalan dan rawat inap.

Membagi tugas dan memberi petunjuk serta mengawasi pelaksanaan


petugas rekam medis.

Membuat laporan kegiatan managemen rekam medis berupa indikator


kinerja mutu pelayanan.

Hasil Kerja :
1. Petugas rekam medis bekerja sesuai dengan Juknis, Juklak dan SPO.
2. Penyiapan rekam medis baru maupun lama.
3. Pengkodingan dan indeks penyakit sesuai dengan SPO.
4. Sistem pelaporan untuk laporan intern maupun extern sudah terprogram.
5. Uraian tugas.
Bahan Kerja :
1. Susunan langkah kegiatan penyelenggaraan rekam medis.
2. Buku pedoman penyelenggaraan rekam medis
3. Buku sistem pelaporan rumah sakit
Perangkat Kerja :
1. Komputer dan ATK.
2. Telepon.
Sifat Jabatan :
Jabatan fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :
Senin Kamis : jam 08.00 - jam 14.00
Jumat : jam 08.00 - jam 11.00
Sabtu : jam 08.00 13.00

21

Uraian Tugas :
1. Menerima berkas rekam medis pasien pulang rawat dan sensus harian di
ruang perawatan setiap hari
2. Memantau berkas rekam medis pasien pulang rawat yang telah lewat, 2
x 24 jam dari semua ruang perawatan
3. Menyusun/merakit (assembling) berkas rekam medis rawat inap sesuai
dengan pedoman assembling yang berlaku
4. Menulis dibuku register pasien pulang rawat inap sesuai dengan jumlah
pasien yang pulang dari ruang perawatan
5. Menyeleksi semua berkas rekam medis pasien rawat inap pulang rawat
yang belum ada resumenya dan menyiapkan dalam kotak resume belum
lengkap untuk diselesaikan oleh dokter yang merawat
6. Memonitor semua berkas resumeyang sudah selesai dan ditandatangani
dokter yang merawat
7. Membuat analisa kuantitatif dari kelengkapan isi berkas rekam medis
rawat inap
8. Memperbaiki map berkas rekam medis yang rusak
9. Memberikan pinjaman berkas rekam medis kepada pihak-pihak yang
membutuhkan
10. Melakukan penyusutan berkas rekam medis yang sudah inaktif
Tanggung Jawab :
1. Ketepatan dan kebenaran assembling, pendistribusian, koding, indeksing
dan pelaporan rekam medis
2. Kegiatan pemantauan kelengkapan dan ketetapan pengisian formulir
reka medis
3. Menerima berkas rekam medis pasien pulang dan formulir sensus harian
dari ruang perawatan untuk diserahkan ke bagian pengelolaan dan
pelaporan
4. Menyusun lembaran-lembaran rekam medis rawat inap
5. Memeriksa kelengkapan berkas rekam medis
6. Mengurus kelengkapan berkas rekam medis kepada dokter/bangsal
perawatan

22

7. Memasukkan data pasien rawat inap yang pulang ke buku register rawat
inap
Wewenang :
1. Memeriksa kelengkapan berkas rekam medis
2. Mengganti sampul berkas yang tidak layak pakai
3. Mengawasi keterlambatan pengembalian berkas rekam medis
4. Menjaga kerahasiaan rekam medis
5. Mengusulkan daftar berkas rekam medis yang akan dimusnahkan
6. Meminta

penjelasan

tindakan

dan

diagnose

pada

dokter

yang

menangani pasien
7. Mengindeks penyakit dan operasi sesuai kebutuhan
8. Memeriksa kelengkapan permohonan keterangan diagnose untuk
asuransi dll
9. Menyusun lembaran-lembaran rekam medis rawat inap

Nama Bawahan Langsung :


1. Staf Assembling Dan Indeks Kode Penyakit
2. Staf Penyimpanan Dan Pendistribusian Rekam Medis
3. Staf Statistik Dan Pelaporan
Kondisi Lingkungan Kerja :
NO
ASPEK
FAKTOR
1
Tempat kerja : Ruang Rekam Diruang tertutup dan berAC
Medis
Tempat

kerja

Ruang

Diruang tertutup

penyimpanan
Resiko Bahaya :
NO
ASPEK
1
Stress manajerial

Tanggung

FAKTOR
jawab
dan

beban

pelaksanaan tugas
Syarat Jabatan :
NO

JENIS

PELATIHAN

PENGALAMAN

PENDIDIKAN

23

DIII Rekam

- Pelatihan Rekam Medis.

Medis/SLTA Plus

- Pelatihan Customer

-Pengalaman

di

rekam

medis min 2 tahun.

Service.

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin

: wanita

2. Berbadan

: sehat jasmani dan rohani

3. Umur minimal

: 21 tahun

VII.4. Staf Admission

24

Nama Jabatan

: Staf Admission.

Unit Kerja

: Instalasi Rekam Medis

Ikhtisar Jabatan

Melakukan

tugas

pendaftaran

pasien

rawat

inap,

wawancara,

memasukkan (entry) data pasien, pengiriman berkas rekam medis.

Memberikan informasi pelayanan medis RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.


Bone.

Memberikan informasi perkiraan biaya pelayanan medis

Memberikan informasi tentang hak dan kewajiban pasien selama pasien


dirawat

Hasil Kerja :
1. Pasien terdaftar diruang rawat inap sesuai dengan kesepakatan pasien
keluarga dan kasus penyakitnya.
2. Data base pasien pada sistem komputerisasi.
3. Pasien mendapatkan layanan informasi.
Bahan Kerja :
1. Susunan langkah kegiatan pendaftaran pasien rawat inap
2. Jadwal dokter dan daftar fasilitas RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone.
3. Formulir isian pasien.
4. Daftar tarif yang berlaku.
5. Ketentuan yang berkaitan untuk penerimaan pasien umum, JKD dan
JKN (JKM, ASKES, BPJS Premi)
Perangkat Kerja :
1. Komputer
2. ATK.
Sifat Jabatan :
Fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :
Senin Minggu

: jam 08.00 - jam 14.00 shift pagi

Senin Minggu

: jam 14.00 - jam 21.00 shift sore

25

Senin Minggu

: jam 21.00 - jam 08.00 shift malam

Uraian Tugas :
1. Menerima pendaftaran pasien rawat inap.
2. Melakukan

wawancara

untuk

memperoleh

informasi

kebutuhan

pelayanan pasien rawat inap.


3. Mengidentifikasi pengisian formulir identitas sosial.
4. Entry data identitas sosial.
5. Meminta berkas rekam medis pasien lama dari petugas penyimpanan.
6. Mengambil berkas rekam medis.
7. Membuat laporan harian pendaftaran pasien rawat inap.
Tanggung jawab :
1. Bertanggung jawab atas kebenaran data identitas sosial yang di entry.
2. Bertanggung jawab atas informasi yang diberikan.
3. Bertanggung jawab atas pelayanan pendaftaran pasien rawat inap.
4. Bertanggung jawab atas perangkat kerja.
Wewenang :
1. Menghubungi dokter untuk menanyakan diagnosa, jenis dan golongan
operasi pasien apabila dokter tidak menulis atau tidak jelas tulisannya.
2.

Menjelaskan kepada paien tentang biaya perawatan dan operasi.

3. Memberikan masukan kepada atasan langsung

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO
1

ASPEK
Tempat kerja : Admission

FAKTOR
Diruang terbuka

Resiko Bahaya :
NO
1

ASPEK
Stress operasional

FAKTOR
Tanggung jawab dan beban

26

pelaksanaan tugas pelayanan


pendaftaran rawat inap.
Syarat Jabatan :
NO
1

JENIS

PELATIHAN

PENGALAMAN

PENDIDIKAN
S1 Kesmas, S1

Pengalaman minimal 2

Hukum, SLTA

tahun

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin

: wanita

2. Berbadan

: sehat jasmani dan rohani

3. Umur minimal

: 18 tahun

VII.5. Staf Registrasi

27

Nama Jabatan

: Staf Registrasi

Unit Kerja

: Instalasi Rekam Medis

Ikhtisar Jabatan

Melakukan tugas pendaftaran pasien rawat jalan dan penunjang medis,


meliputi penerimaan pasien, wawancara, memasukkan (entry) data
pasien, pengiriman berkas rekam medis ke poliklinik

Memberikan informasi pelayanan medis RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.


Bone.

Hasil Kerja :
1. Pasien terdaftar di masing-masing unit pelayanan / poliklinik sesuai
urutan.
2. Data base pasien pada sistem komputerisasi.
3. Rekam medis tersedia dan siap diunit pelayanan/ poliklinik sebelum
pasien diperiksa.
4. Pasien mendapatkan layanan informasi.
Bahan Kerja :
1. Susunan langkah kegiatan pendaftaran pasien.
2. Jadwal dokter RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone
3. Daftar fasilitas RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone
4. Formulir isian pasien.
5. Daftar tarif yang berlaku.
6. Ketentuan yang berkaitan untuk penerimaan pasien JKD, JKN (JKM,
ASKES, BPJS Premi)
Perangkat Kerja :
1. Perangkat SIRS ( komputer ).
2. ATK.

Sifat Jabatan :
Fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :

28

Senin Kamis : jam 08.00 - jam 13.00


Jumat : jam 08.00 - jam 11.00
Sabtu : jam 08.00 jam 12.00
Uraian Tugas :
1. Menerima pendaftaran pasien rawat jalan
2. .Melakukan

wawancara

untuk

memperoleh

informasi

kebutuhan

pelayanan pasien rawat jalan.


3. Mengidentifikasi pengisian formulir identitas sosial.
4. Entry data identitas sosial.
5. Mempersilahkan pasien ke poliklinik.
6. Meminta rekam medis pasien lama dari petugas penyimpanan.
7. Mengambil rekam medis lama.
8. Mengirim rekam medis ke poliklinik tujuan pasien.
9. Mengembalikan rekam medis pasien rawat jalan yang sudah selesai
digunakan ke managemen rekam medis.
10. Membuat laporan harian pendaftaran pasien rawat jalan.
Tanggung jawab :
1. Bertanggung jawab atas kebenaran data identitas sosial yang di entry.
2. Bertanggung jawab atas informasi yang diberikan.
3. Bertanggung jawab atas pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan.
4. Bertanggung jawab atas pemulangan rekam medis pasien rawat jalan
yang sudah selesai berobat.
5. Bertanggung jawab atas perangkat kerja.
6. Bertanggung jawab atas laporan harian pasien rawat jalan.

Wewenang :
1. Memberikan masukan kepada atasan langsung

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO
1

ASPEK
Tempat kerja : Registrasi

FAKTOR
Diruang terbuka

29

Resiko Bahaya :
NO
1

ASPEK
Stress operasional

FAKTOR
Tanggung jawab dan beban
pelaksanaan tugas pelayanan
pendaftaran rawat jalan.

Syarat Jabatan :
NO
1

JENIS PENDIDIKAN

PELATIHAN

PENGALAMAN

DIII Keperawatan, S1

Pengalaman

administrasi Negara,

minimal 2 tahun

SLTA

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin
2. Berbadan
3. Umur minimal

: wanita
: sehat jasmani dan rohani
: 18 tahun

VII.6. Staf Assembling Dan Indeks Kode Penyakit

30

Nama Jabatan

: Staf Assembling dan indeks kode penyakit

Unit Kerja

: Instalasi Rekam Medis

Ikhtisar Jabatan

Melakukan tugas assembling berkas rekam medis pasien rawat jalan dan
rawat inap, meliputi memeriksa kelengkapan berkas rekam medis,
menyusun berkas rekam medis sesuai urutan yang telah ditentukan.

Memberi nomor dan nama pasien diberkas rekam medis, mencoret dan
menempelkan stiker tahun kunjungan akhir.

Mensortir folder berdasarkan tepi angka akhir.

Memisahkan rekam medis yang belum lengkap isinya / kuantitasnya


untuk dilengkapi sesuai dengan hak / kewajiban pengisiannya.

Mengkoding diagnosa rekam medis pasien rawat jalan dan rawat inap.

Menyiapkan berkas rekam medis baru untuk rawat jalan dan rawat inap.

Hasil Kerja :
1. Berkas rekam Medis pasien rawat jalan dan rawat inap tersusun rapi.
2. Indeks kode penyakit pasien dalam SIRS (komputer).
Bahan Kerja :
1. Susunan langkah kegiatan assembling pasien rawat jalan dan rawat inap
serta susunan langkah kode diagnosa penyakit.
2. Buku ICD 10 dan ICOPIM (kode tindakan operasi).
3. Berkas rekam medis pasien rawat jalan dan rawat inap yang belum di
assembling dan belum dikoding.
Perangkat kerja :
1. SIRS (Komputer) dan ATK
2. Telepon.
Sifat Jabatan :
Fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :
Senin Kamis : jam 08.00 - jam 14.00
Jumat : jam 08.00 - jam 11.00

31

Sabtu : jam 08.00 jam 13.00


Uraian Tugas :
1. Melaksanakan kegiatan assembling dan kode penyakit yang meliputi :
Menerima berkas rekam medis rawat inap dan rawat jalan dari
penanggung jawab berkas rekam medis.
Memeriksa kelengkapan isi berkas rekam medis
Menyusun berkas rekam medis sesuai urutan yang telah ditentukan
Melengkapi identitas pasien dan nomor rekam medis pada setiap
lembar berkas rekam medis.
Mengkode diagnosa setiap berkas rekam medis pasien yang berobat.
Mengentry kode penyakit.
Menulis nomor dan nama pasien pada berkas rekam medis serta
menempelkan stiker tahun kunjungan terakhir.
Mensortir berkas rekam medis berdasarkan nomor angka akhir
2. Memisahkan berkas rekam medis yang belum lengkap isinya dan
diserahkan kepada penanggung jawab berkas rekam medis untuk dikirim
kepada yang berhak / berkewajiban melengkapi isi berkas rekam medis
tersebut.
3. Menyusun dan menyiapkan berkas rekam medis baru rawat jalan
maupun rawat inap untuk petugas Admission.

Tanggung jawab :
1. Kelengkapan dan kerapian isi berkas RM.
2. Kebenaran indeks kode penyakit.

Wewenang :
1. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

32

2. Mengusulkan perbaikan perangkat kerja


Kondisi Lingkungan Kerja :
NO
1

ASPEK
Tempat kerja : Managemen Rekam Medis

FAKTOR
Diruang tertutup dan berAC

Resiko Bahaya :
NO
1

ASPEK
Stress operasional

FAKTOR
Tanggung jawab dan beban pelaksanaan tugas.

Syarat Jabatan :
NO
1

JENIS PENDIDIKAN
D III Rekam Medis, D1 SPPM

PELATIHAN

PENGALAMAN

- Pelatihan ICD

Pengalaman

- Pelatihan Pelaporan Rumah

minimal 2 tahun

Sakit.

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin : wanita
2. Berbadan

: sehat jasmani dan rohani

3. Umur minimal : 18 tahun

VII.7. Staf Penyimpanan Dan Pendistribusian Rekam Medis

33

Nama Jabatan

: Staf penyimpanan dan pendistribusian rekam medis

Unit Kerja

: Instalasi Rekam Medis

Ikhtisar Jabatan

Mendistribusikan berkas rekam medis untuk pasien yang akan berobat


sesuai permintaan.

Menyimpan dan merawat berkas rekam medis yang kembali ke ruang


rekam medis.

Membuat ruang penyimpanan berkas rekam medis bersih dan rapi.

Hasil Kerja :
1. Berkas rekam medis yang terdistribusi dengan cepat dan tepat.
2. Kontrol terhadap pengembalian rekam medis ke ruang penyimpanan.
3. Berkas rekam medis tersimpan dengan rapi dan benar di ruang
penyimpanan.
4. Ruang penyimpanan yang bersih dan rapi.
Bahan Kerja :
1. Tracer
2. Buku ekspedisi.
3. A T K
4. Berkas rekam medis.
5. Susunan langkah penyimpanan dan pendistribusian berkas rekam
medis.
Perangkat Kerja :
1. SIRS (Komputer) dan ATK.
2. Telepon.
Sifat Jabatan :
Jabatan fungsional yang dikerjakan pada jam kerja rumah sakit, yaitu :
Senin Kamis : jam 08.00 - jam 14.00
Jumat : jam 08.00 jam 11.00
Sabtu : jam 08.00 jam 13.00
Uraian Tugas :

34

1. Koordinasi permintaan dan pendistribusian berkas rekam medis, meliputi


:
Menerima permintaan berkas rekam medis dari pendaftaran.
Menyiapkan tracer untuk berkas rekam medis yang keluar.
Mengeluarkan berkas rekam medis sesuai dengan nomor berkas
rekam medis yang diminta, dengan menempatkan tracer pada posisi
rekam medis yang keluar.
Mencatat berkas rekam medis yang akan dikirim ke poliklinik atau
ruang perawatan dalam buku ekspedisi.
Memberikan berkas rekam medis pasien yang diambil dari ruang
penyimpanan ke pendaftaran untuk disiapkan berkasnya oleh
petugas registrasi maupun admission sebelum diantar ke ruang
pemeriksaan atau perawatan.
Melaksanakan serah terima berkas rekam medis dengan petugas
Registrasi dan Admission.
Menerima berkas rekam medis rawat jalan yang sudah diantar oleh
petugas Registrasi dan Administrasi dari poliklinik.
2. Mencocokkan berkas rekam medis yang kembali dan keluar dengan
buku ekspedisi.
3. Memberikan berkas rekam medis yang baru diterima ke petugas
Assembling dan Indeks Kode Penyakit.
4. Menerima berkas rekam medis dari petugas Assembling dan Indeks
Kode Penyakit untuk disortir menurut dua angka akhir, dan memasukkan
berkas ke dalam rak penyimpanan sesuai nomor.
5. Melayani

permintaan

peminjaman

berkas

rekam

medis

dengan

menggunakan bon peminjaman, mencari dan mengantar berkas rekam


medis yang dipinjam.
6. Mengontrol

pengembalian

rekam

medis

yang

dipinjam

dengan

mencocokkan rekam medis yang kembali dengan bon peminjaman.


7. Membuat laporan berkas rekam medis yang belum kembali dalam waktu
tertentu.
8. Memasukan hasil penunjang medis susulan dari unit lain.
Tanggung jawab :

35

1. Bertanggung jawab atas berkas rekam medis yang keluar dari rak
penyimpanan.
2. Bertanggung jawab atas peminjaman rekam medis.
3. Bertanggung jawab atas berkas rekam medis yang dipinjam.
4. Bertanggung jawab atas berkas rekam medis yang diminta untuk semua
kepentingan pengobatan pasien.
5. Bertanggung jawab atas kesesuaian berkas rekam medis yang kembali
dan keluar dengan buku ekspedisi.
6. Bertanggung jawab atas tersimpannya seluruh rekam medis diruang
penyimpanan dengan rapi dan tepat sesuai nomor.
7. Bertanggung jawab atas tersedianya berkas rekam medis kepada dokter
yang akan mengisi formulir asuransi, perusahaan rekanan, visum et
repertum dan lainnya.
Wewenang :
1. Koordinasi dengan petugas registrai dan admission.
2. Koordinasi dengan petugas poliklinik.
3. Koordinasi dengan petugas IGD
4. Koordinasi dengan petugas IRNA.
5. Meminta arahan dari atasan.
6. Meminta masukan dari unit kerja lain yang terkait.
7. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

Kondisi Lingkungan Kerja :


NO
1
2

ASPEK
Tempat kerja : Penyimpanan
Tempat kerja : Lingkungan rumah sakit

FAKTOR
Diruang tertutup
Diruang terbuka

Resiko Bahaya :
NO
1

ASPEK
Stress manajerial

FAKTOR
Tanggung jawab dan beban pelaksanaan tugas

Syarat Jabatan :
NO

JENIS PENDIDIKAN

PELATIHAN

PENGALAMAN

36

S1 Administrasi Negara,

Pengalaman

S1 Ekonomi, S1

minimal

Keperawatan

tahun

Kondisi Fisik :
1

Jenis Kelamin : laki-laki

Berbadan

Umur minimal : 21tahun

: sehat jasmani dan rohani

VII.7. Staf Statistik Dan Pelaporan

37

Nama Jabatan

: Staf statistik dan pelaporan

Unit Kerja

: Instalasi Rekam Medis

Ikhtisar Jabatan

Mengontrol kebenaran dan ketepatan sensus harian di Instalasi Rawat


Inap.

Membuat laporan kunjungan pasien rawat jalan, inap dan penunjang


medis.

Membuat laporan mobiditas, mortalitas, dan penyakit.

Menyediakan berkas rekam medis untuk pengisian visum et repertum


atau pihak ketiga yang berhak.

Membuat laporan intern yang terdiri dari laporan bulanan kinerja rumah
sakit dan kinerja mutu instalasi rekam medis.

Membuat laporan ekstern yang ditujukan ke Departemen Kesehatan dan


jajarannya.

Hasil Kerja :
1. Laporan kunjungan pasien rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis.
2. Laporan morbiditas, mortalitas, dan trend penyakit.
3. Laporan intern RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone.
4. Laporan ekstern RL1, RL2, RL3, RL4, dan RL5.
Bahan Kerja :
1. Susunan langkah kegiatan pembuatan statistik dan sistem pelaporan
rumah sakit.
2. Data print out sensus harian rawat jalan dan rawat inap.
3. Data kunjungan pasien rawat inap dan rawat jalan.
Perangkat Kerja :
1. SIRS (Komputer) dan ATK.
2. Telepon.
Sifat Jabatan :
Jabatan fungsional yang dikerjakan pada jam kerja shift rumah sakit, yaitu :

38

Senin Kamis : jam 08.00 jam 14.00


Jumat : jam 08.00 jam 11.00
Sabtu : jam 08.00 jam 13.00

Uraian Tugas :
1. Membuat laporan harian kegiatan rumah sakit, yaitu kumpulan laporan
dari poliklinik, IGD, laboratorium, apotik, radiologi, dan fisioterapi.
2. Merekapitulasi jumlah kunjungan pasien rawat menurut jenis kunjungan
3. Merekapitulasi sensus harian dari ruangan perawatan kedalam formulir
rekapitulasi pasien rawat inap (RP-1)
4. Membuat laporan intern kegiatan rumah sakit untuk Direktur RSUD
Tenriawaru Kelas B Kab. Bone
5. Membuat laporan bulanan dan tahunan
6. Membuat laporan RL 1, RL 2, RL 3, dan RL 4 (tahunan)
7. Membuat laporan RL 5 (bulanan)
8. Membuat indikator penilaian pelayanan rumah sakit (BOR, ALOS, BTO,
TOI, NDR, GDR)
9. Merekapitulasi dan memasukkan data-data kedalam formulir RL 1 s/d RL
5 (uraian masing-masing RL)
10. Menerima laporan kegiatan bulanan dari semua unit penunjang
11. Menerima dan merekapitulasi semua laporan yang masuk
12. Mengatasi dan menyelesaikan serta memecahkan masalah yang timbul
dalam kegiatan pengolahan data
13. Menyediakan informasi kesehatan yang dibutuhkan untuk manajemen
rumah sakit sebagai bahan peningkatan mutu rumah sakit
14. Melayani permintaan data pasien rumah sakit dari bagian/bidang lain
rumah sakit yang memerlukan
15. Menyerahkan laporan secara on-line
16. Mengarsipkan setiap laporan yang dibuat
17. Mendistribusikan ke unit pelayanan teknis sebagai umpan balik

39

Tanggung Jawab :
1. Membuat laporan harian kegiatan rumah sakit, yaitu kumpulan laporan
dari poliklinik, IGD, laboratorium, apotik, radiologi, dan fisioterapi serta
data kamar VK-OK-KT
2. Mengolah data sensus harian rawat inap ke blangko RP 1 untuk laporan
kegiatan rumah sakit
3. Pembuatan laporan intern kegiatan rumah sakit untuk Direktur RSUD
Tenriawaru Kelas B Kab. Bone
4. Pembuatan laporan bulanan untuk Dinas Kesehatan
5. Membuat laporan RL 1, RL 2, RL 3, RL 4 (tiap tahunan)
6. Membuat laporan RL 5 untuk tiap bulan
7. Menghitung indicator penilaian pelayanan rumah sakit (BOR, ALOS,
BTO, TOI, NDR, GDR)
Wewenang :
Meminta data kegiatan rawat jalan, rawat inap, dan data penunjang dari
kegiatan rumah sakit
Kondisi Lingkungan Kerja :
NO
1
2

ASPEK
Tempat kerja : Pengolahan Data
Tempat kerja : Penyimpanan

FAKTOR
Diruang tertutup dan berAC
Diruang tertutup

Resiko Bahaya :
NO
1

ASPEK
Stress manajerial

FAKTOR
Tanggung jawab dan beban pelaksanaan
tugas

Syarat Jabatan :
NO
1

JENIS PENDIDIKAN
S1 Kesmas, SLTA

PELATIHAN

PENGALAMAN
Pengalaman
minimal 5 tahun

Kondisi Fisik :
1. Jenis Kelamin

: wanita

40

2. Berbadan

: sehat jasmani dan rohani

3. Umur minimal

: 21 tahun

41

BAB VIII
TATA HUBUNGAN KERJA
Skema Hubungan Kerja

IRNA

IRJ

DOKTER

Neonatal Intensive
Care Unit

Keuangan

BPJS

Manajemen

LAIN-LAIN

Hubungan tata kerja di Instalasi Rekam Medis bersifat garis komunikasi,


koordinasi dan informasi dalam pelaksanaan kegiatan. Dilakukan melalui
pertemuan dan atau surat dinas.
Hubungan Intern :
Instalasi rekam medis menyediakan data-data sebagai bahan komunikasi,
koordinasi dan informasi yang dibutuhkan IRJ, IRNA, Keuangan dan
Manajemen dalam mengambil keputusan.
Antara pasien dan dokter rekam medis berfungsi sebagai mediator dalam
penyediaan rekam medis.

42

Hubungan Ekstern:
Instalasi Rekam Medis merupakan penyedia informasi kepada pihak ketiga
yaitu Asuransi, Rekanan dan pihak lain.
Instalasi Rekam Medis juga berkewajiban memberikan laporan kepada
Departemen kesehatan Pemerintah.

43

BAB IX
POLA KETENAGAAAN DAN KUALIFIKASI

Dalam upaya mempersiapkan tenaga Neonatal Intensive Care Unit yang


handal, perlu kiranya melakukan kegiatan menyediakan, mempertahankan sumber
daya manusia yang tepat bagi organisasi.
Atas dasar tersebut perlu adanya perencanaan SDM, yaitu proses
mengantisipasi dan menyiapkan perputaran orang ke dalam, di dalam dan ke luar
organisasi. Tujuannya adalah mendayagunakan sumber-sumber tersebut seefektif
mungkin sehingga pada waktu yang tepat dapat disediakan sejumlah orang yang
sesuai dengan persyaratan jabatan.
Perencanaan
kemampuan

bertujuan

oganisasi

dalam

untuk

mempertahankan

mencapai

dan

sasarannya

meningkatkan

melalui

strategi

pengembangan kontribusi.
Adapun pola ketenagaan dan kualifikasi sumber daya manusia di Instalasi Neonatal

Intensive Care Unit RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone adalah sebagai berikut :

44

Tabel 9.1
POLA KETENAGAAN

Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD TENRIAWARU KELAS B


KAB. BONE
NAMA JABATAN

KUALIFIKASI
FORMAL & INFORMAL

Ka. Ruang Neonatal Intensive

Care

TENAG
A YANG
DIBUTU
HKAN

S1 profesi

S1 profesi ,D4 dan D3


Kebidanan/keperawatan

Unit (NICU)

Penanggung jawab / Ketua Tim

(Pengalaman minimal 2 tahun)


Staff Asosiate

S1 profesi, D4 dan D3.

18

Kebidanan/ keperawatan.
Staf Registrasi
Jumlah

SMA dan S1

2
23

45

BAB X
PENILAIAN KINERJA SDM
A. Hasil Kerja
1. Kecepatan
Kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan dibandingkan dengan waktu
yang telah ditentukan.
Penilaian
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Buruk
Catatan :
-

Cepat
Jauh lebih cepat
Lebih cepat
Susuai
Lebih lama
Jauh lebih lama

Nilai
5
4
3
2
1

Waktu untuk menyelesaikan pekerjaan diukur dengan time motion study atau
rencana kerja operasional bila tidak dapat diukur dengan time motion study.

Time motion study dibuatnya sesaui dengan jenis pekerjaannya, serta harus
terlebih dahulu mendapat persetujuan direksi.

2. Ketepatan
Mengerjakan pekerjaan sesuai dengan peraturan perusahaan (Standar
Prosedur Operasional)
Penilaian
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Buruk

B.

Cepat
99 %
96 % - 98 %
95 %
93 % - 94 %
92 %

Nilai
5
4
3
2
1

Kepribadian

46

1. Disiplin
Patuh pada peraturan & tata tertib RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone
dalam melaksanakan pekerjaannya.
Penilaian

Pelanggaran & Tata

Nilai

tertib
Ox
3x
5x
7x
>7x

5
4
3
2
1

Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Buruk

C.

Peningkatan Kompetensi SDM


Pembinaan/pengembangan kompetensi Ruang Neonatal Intensive Care

Unit (NICU) dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Tujuan pendidikan dan
pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pelaksanaan
tugas sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

d. Pendidikan
- Jenjang pendidikan secara formal untuk petugas di Unit Ruang Neonatal

Intensive Care Unit (NICU)


adalah sebagai berikut :

DIII Rekam Medis

S1 Informasi Kesehatan

e. Pelatihan
Pelatihan untuk peningkatan kompetensi Ruang Neonatal Intensive Care

Unit (NICU) dilaksanakan melalui:


- Inhouse training, yaitu program pelatihan yang diselenggarakan oleh
Rumah Sakit RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone meliputi:
Pelatihan PONEK.
Pelatihan penanganan BBLR.
Pelatihan tindakan resusitasi.

47

Pelatihan penggunaan incubator dan alat kesehatan lainnya.


Pelatihan Pengembangan kepribadian.

48

BAB XI
RAPAT
XI.1

Rapat Rutin
Rapat Rutin diselenggarakan pada :
Waktu

: Setiap Sabtu ke tiga setiap bulan

Jam

: 12.00 s.d selesai

Tempat

: Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU

Peserta

: Ka. Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU,

perawat/bidan pelaksana dan staf administrasi.


Materi

1. Evaluasi kinerja Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU


2. Evaluasi SDM Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU
3. Evaluasi terhadap materi dan pelaksanaan Penyuluhan (SAP)
4. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM di Ruangan

Neonatal Intensive Care Unit (NICU )


Kelengkapan Rapat

Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan/rekomendasi/usulan kepada


pimpinan
XI.2

Rapat Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan pada :
Waktu

: Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal


yang perlu dibahas dan diselesaikan segera.

Jam

: Sesuai undangan

Tempat

: Sesuai undangan

Peserta

: Ka. Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU,

perawat/bidan pelaksana dan staf administrasi


Materi

: Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas.

Kelengkapan rapat :
Undangan,

daftar

hadir,

notulen

rapat,

laporan/rekomendasi /usulan kepada pimpinan.

49

BAB XII
PELAPORAN

XII.1

Laporan Harian
Laporan harian Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU meliputi :
1. Laporan jumlah pasien rawat inap.

XII.2. Laporan Bulanan


-

Laporan bulanan terdiri dari :

:
1. Laporan kinerja mutu pelayanan RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.
Bone.
2. Laporan SPM
3. Laporan daftar dinas petugas Ruangan Neonatal Intensive Care Unit

(NICU)
XII.3. Laporan Tahunan

50

PEDOMAN
PENGORGANISASIAN REKAM
MEDIS

51

Anda mungkin juga menyukai