Anda di halaman 1dari 7

RMK KEWIRAUSAHAAN

ROLE MODEL SEORANG DANU SOFWAN PENGUSAHA RANDOL

Oleh :
Kelompok 10
Nama

NIM

No. Absen

Ida Ayu Made Chandra Dewi

1306305047

19

Krismayanti Sugita

1306305049

20

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2015

ROLE MODEL SEORANG DANU SOFWAN


PENGUSAHA MUDA RANDOL RADJA CENDOL

1. Profil dan Bidang Usaha yang Dijalani


Danu Sofwan merupakan salah satu pengusaha muda Indonesia yang lahir di Tasikmalaya
pada 20 Agustus 1987. Saat ini, Danu Sofwan sedang menjajaki karirnya dengan membuka
usaha di bidang kuliner yaitu minuman cendol. Usaha yang ia kembangkan ini mengusung
konsep Tradisional Modern yang pertama kali didirikan pada 23 Juni 2014.

RANDOL Radja Cendol yang dikembangkan oleh Danu ini hadir dengan menawarkan
sebuah sajian baru dan lahir dengan inovasi baru dari sebuah minuman Tradisional yaitu Cendol
yang merupakan salah satu dari 50 minuman paling lezat di dunia. Dengan berbagai macam
varian rasa yang disajikan RANDOL ini, Danu memiliki keinginan untuk membuat minuman
tradisional ini semakin banyak digemari oleh semua kalangan. Yang semula cendol hanya
digemari oleh Ibu ibu dan Bapak bapak, kini cendol sudah digemari oleh semua kalangan
usia dari yang tua, muda, hingga anak anak kecil.
Sesuai dengan namanya, RANDOL menyajikan minuman dengan berbahan dasar cendol.
Ada enam varian rasa yang ditawarkan untuk penikmat minuman yang berbahan dasar cendol,
yang sudah pasti rasanya banyak digemari oleh berbagai macam kalangan. Minuman cendol
yang ada di RANDOL ini tidak menggunakan santan sebagai pelengkapnya, seperti yg sering

digunakan oleh minuman minuman cendol lainnya, namun RANDOL menggantikan santan
dengan menggunakan susu full cream berkalsium tinggi, yang sudah jelas lebih sehat dan lezat.
Berikut beberapa varian rasa Minuman RANDOL yang ditawarkan, yaitu :
a. ALPUNDOL (Alpukat Cendol), yaitu perpaduan buah alpukat segar dengan cendol
yang gurih serta gula jawa asli dicampur dengan susu full cream yang lezat.
b. SI ANDOL (Isi Astor Cendol), yaitu makanan ringan yang banyak digemari oleh anak
anak kecil karena rasanya yang nikmat dan di padupadakan dengna minuman cendol
yang lezat.
c. KEJENDOL (Keju en Cendol), yaitu perpaduan antara gurihnya rasa keju kraft yang
nikmat menambahkan rasa lezat minuman cendol.
d. SI BONDOL (Isi Bulat Oreo Cendol), yaitu minuman cendol dengan kreasi oreo yang
tidak kalah lezat dengan minuman lainnya
e. SI TONDOL (Isi Toblerone Cendol) , yaitu rasa coklat Toblerone yang disajikan dengan
minuman cendol yang nikmat.
f. ORIGINAL, yaitu rasa aslinya minuman cendol yang tanpa tambahan toping lainnya.

Selain minuman cendol, RANDOL juga menyajikan makanan Roti bakar unik yang berbeda
dengan yang lainnya, yaitu roti bakar bersauskan cendol. Selain menciptakan menu menu
minuman dan makanan yang unik dengan berbahan dasarkan cendol, secara sengaja Danu juga
memberikan kesempatan bagi para anak muda untuk berusaha. Sesuai dengan visinya yaitu
menciptakan entrepreneur entrepreneur baru yang lebih banyak dan mengajak anak anak
muda untuk memiliki usaha sendiri dan penghasilan sendiri.
2. Perjalanan Bisnis Seorang Danu Sofwan
Sedari muda Danu Sofwan sudah memiliki jiwa wirausaha. Misalnya, saat orang-orang
berbondong-bondong membeli gelang Power Balance, Danu malah berpikir bagaimana cara agar

dia bisa menjual gelang tersebut. Jiwa ini yang membuat ia menjajaki berbagai bisnis, termasuk
bisnis fashion. Danu memulai terjun di dunia bisnis pada tahun 2008 akan tetapi, layaknya
seorang wirausaha Danu jatuh bangun menjalankan berbagai jenis usaha yang mampu ia
kerjakan dan pada akhirnya ia menemukan kesuksesan di industri waralaba kuliner cendol yang
dinamakan RANDOL Radja Cendol.
Yang menjadi dasar pemikiran seorang Danu Sofwan memilih mengembangkan usaha
RANDOL Radja Cendol ini dikarenakan menurut Danu, Indonesia telah banyak di pengaruhi
oleh minuman minuman dari luar negri sehingga minuman - minuman tradisional yang ada di
Indonesia hampir tergeser oleh minuman minuman luar negri yang masuk. Ketika ia menikmati
minuman bernama Bubble Tea yang banyak orang rela mengantri hanya untuk segelas minuman
asing itu, disitulah ia mencari produk minuman Indonesia yang mungkin bisa digemari seperti
itu.
Dalam perjalanannya, dia menemukan sebuah artikel di CNN Travel bahwa cendol menjadi
salah satu dari 50 minuman dunia yang paling enak. Kemudian ia mengajak dua orang temannya
untu bekerja sama memulai bisnis cendol. Mereka bertiga pertama-tama memulai dengan
melakukan observasi tentang cendol tersebut. Mereka mencari-cari resep cendol ke berbagai
daerah dan belajar untuk membuat cendol. Kemudian danu mencicipi aneka susu yang bisa
dicampurkan dengan cendolnya oleh karena mereka sengaja menggunakan susu sebagai
pengganti dari santan karena selain lebih sehat, susu juga menjadi tren masa kini di campuran
minuman-minuman asing. Selama tiga hari mereka mencoba hingga 15 merk susu yang cocok
disatukan dengan cendol dan topping dari minuman RANDOLnya.
Setelah melalui semua proses dan bermodalkan sekitar Rp 13 juta, Danu mendirikan gerai
pertamanya di Pondok Kelapa, Bekasi. Tanpa disangka-sangka, respon dari pasarnya cukup
bagus dan antreanpun cukup banyak sehingga Danu percaya diri dan mulai memasarkan
produknya itu ke media social sembari menawarkan peluang bisnis baru. Selain itu, waralaba
RANDOL dipatok cukup terjangkau, yaitu Rp 6 juta untuk indoor dan Rp 8 juta untuk outdoor.
Selain itu, RANDOL tidak memberlakukan franchise fee atau success fee juga tidak menarik
keuntungan yang besar untuk setiap pembelian bahan baku. Ada sebutan khusus bagi pembeli
waralaba RANDOL, yaitu panglima. Oleh karena unggahan foto-foto RANDOLnya di media
social, jumlah panglima yang dimiliki kian hari terus bertambah.

Pemasaran RANDOL difokuskan di social media dan bahkan sudah punya tim khusus
mengurusi social media. Untuk meningkatkan brand-awareness atau kesadaran akan merek dan
kualitas produknya. Randol juga secara rutin berkeliling untuk berinteraksi dengan
franchisornya. Beberapa kali ia mengadakan sharing yang digunakan untuk mempertemukan
para franchisor yang tingkat penjualannya tak begitu bagus dan yang bagus. Rata-rata penjualan
RANDOL di setiap gerai mencapai Rp 2-3 juta per hari. Untuk gerai yang dibuka dalam sebuah
festival atau pameran, omzet yang diperoleh mencapai Rp 15 juta per harinya yang memiliki arti
bahwa peminat cendol telah meluas. Dalam waktu 5 bulan, gerai yang dimiliki mencapai lebih
dari 66 buah yang tersebar di Jakarta dan luar Jakarta dan jumlah panglima dari RANDOL
sendiri sudah mencapai 110. Selain itu, Danu telah mempersiapkan pasarnya untuk menjelajah
ke Malaysia.
Berikut ada kata-kata yang dapat dikutip dari salah satu social media Danu Sofwan, yaitu :
Impossible is nothing! Saya membangun banyak usaha dari tahun 2008 dan baru bisa ada di
zona seperti sekarang ini pada tahun 2015. Guess what? Cuma dari Cendol yang saya rintis
dalam waktu 8 bulan. Who knows?! So, I told you twice, do not underestimate the small thing!.
Ada yang sudah memulai usaha baru dan dalam hitungan bulan terus berhenti? Banyak .. untuk
itu, usaha jangan Cuma coba-coba, tapi diurus, perjuangin, dan fokus. Apapun profesi kita,
Pegawai, Pengusaha, Profesional, SIapapun harus berjalan dengan pola yang sama, yaitu
Bekerja Keras, Berjuang, dan Berkorban. Hanya saja yang membedakan pada saat kita mencapai
sukses, yang perlu digarisbawahi, AMAN BELUM TENTU NYAMAN. Its depend on you, mau
sukses menjadi apa kita nantinya.

DAFTAR PUSTAKA

www.pengusaha.us. 2015. Danu Sofwan Pengusaha Cendol. Diakses pada 17 Maret 2015 (dalam
http://www.pengusaha.us/2015/03/danu-sofwan-pengusaha-cendol.html)
wisata.kompasiana.com. 2015. Randol Mendunia. Diakses pada 17 Maret 2015 (dalam
http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2014/10/28/randol-mendunia-698992.html)