Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

RESPIRASI TUMBUHAN

Untuk memenuhi tugas


Mata kuliah Fisiologi Tumbuhan
Yang dibina oleh Bapak I Wayan Sumberartha dan Ibu Nugrahaningsih

Oleh Kelompok 1
Fitriatul Ummah

(140341606221)

Hanifah Margasari

(140341606060)

Leviana Erinda

(140341605939)

Nimatul Khoiriyyah

(140341605274)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
NOVEMBER 2015

A. Topik
Respirasi tumbuhan
B. Tujuan
1. Membuktikan bahwa pada proses respirasi dilapaskan gas CO2 yang
dihembuskan pada saat mengeluarkan udara pernapasan.
2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh suhu terhadap kecepatan
respirasi kecambah
C. Dasar teori
Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik
menjadi senyawa anorganik.Respirasi sebagai proses oksidasi bahan organik yang
terjadi didalam sel dan berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Dalam
respirasi aerob diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida serta energi.
Sedangkan dalam respirasi anaerob dimana oksigen tidak atau kurang tersedia dan
dihasilkan senyawa selain karbondiokasida, seperti alkohol, asetaldehida atau
asam asetat dan sedikit energi (Lovelles, 1997).
Proses respirasi diawali dengan adanya penangkapan O2 dari lingkungan.
Oksigen yang digunakan dalam respirasi masuk ke dalam setiap sel tumbuhan
dengan jalan difusi melalui ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma dan membran
sel. Demikian juga halnya dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdifusi
ke luar sel dan masuk ke dalam ruang antar sel. Sedangkan untuk menghitung
respirasi dapat menggunakan koefisian respirasi (KR), yaitu perbandingan
CO2dengan O2 (Kamariyani 1984).
Perbedaan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang
digunakan biasa dikenal dengan Respiratory Ratio atau Respiratory Quotient dan
disingkat RQ. Nilai RQ ini tergantung pada bahan atau subtrat untuk respirasi dan
sempurna atau tidaknya proses respirasi tersebut dengan kondisi lainnya
(Simbolon, 1989). Faktor yang mempengaruhi laju respirasi ada dua, yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi tingkat perkembangan,
susunan kimia jaringan, ukuran produk, pelapis alami dan jenis jaringan.
Sedangkan faktor eksternal meliputi suhu, gas etilen, ketersediaan O2 dan CO2.
Laju respirasi menentukan daya tahan produk yang disimpan sehingga produk
yang laju respirasinya rendah umumnya disimpan lebih lama dalam kondisi yang
baik. Respirasi pada tumbuhan ditandai oleh penurunan konsentrasi gas O2 dan
peningkatan konsentrasi CO2 dalam chamber (Wills et al., 1981).

Berbagai
1.

faktor

lingkungan

dapat

mempengaruhi

laju

respirasi,

diantaranya adalah sebagai berikut :


Ketersediaan substrat
Respirai bergantung pada ketersediaan substrat. Tumbuhan yang
kandungan pati, fruktan, atau gulanya rendah, melakukan respirasi pada laju yang
rendah. Tumbuhan yang banyak gula sering melakukan respirasi lebih cepat bila
gula disediakan. Bahkan laju respirasi daun sering lebih cepat setelah matahari
tenggelam, saat kandungan gula tinggi dibandingkan dengan ketika matahari

2.

terbit, saat kandungan gulanya lebih rendah (Salisbury & Ross, 1995).
Ketersediaan oksigen
Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun
besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan
berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan
oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah
oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berespirasi jauh lebih rendah dari
oksigen yang tersedia di udara ( Yasa, 2009).
3.
Suhu
Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan
faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap
kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing
spesies. Bagi sebagian besar bagian tumbuhan dan spesies tumbuhan, Q10
respirasi biasanya 2,0 sampai 2,5 pada suhu antara 5 dan 25C. Bila suhu
meningkat lebih jauh sampai 30 atau 35C, laju respirasi tetap meningkat, tapi
lebih lambat, jadi Q10 mulai menurun (Salisbury & Ross, 1995).
4.
Jenis dan Umur Tumbuhan
Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolisme,
dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada
masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih
tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang
sedang dalam masa pertumbuhan (Yasa, 2009).
D. Alat dan Bahan
- Tanaman percobaan (kacang merah)
- Kertas karbon
- Karet
- Plastik

Gelas aqua
Aquades
Larutan nutrisi yang terdiri dari 1 M CaCl2, KNO3, MgSO4, KH2PO4.

MM eenmgybiaserptkiaanpndmgaeltdinsiagpyeiarcnlogbudatipnerdlaulkgamn gulenatruskan m edia, 40 m l aquades dan 20 m l


aM enamtsubpkashikagnealkasumadaensgpjaeinrckoebirntagsn iklarbuotna sehing a bagian ak r terlindung dari cah ya dan m enut p bagian tas gelas dengan
Mpla erucntogbnamnuattirliksreuatd nam ednagsejmal -gejualsektanli dmengatin p
dpeanlsgtmiakgdseplnadskolret
mlsareuntyamuisnbgatru

E. Prosedur

G. Analisis Data
H. Pembahasan

I. Kesimpulan
1.

Daftar Pustaka

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai