Anda di halaman 1dari 4

Telaah Singkat Metode Penelitian Kuantitatif vs Kualitatif

oleh Andreas Budihardjo

Pendahuluan Dalam dunia pendidikan, penelitian atau riset bukanlah sesuatu yang baru; sejak dahulu hingga kini riset dilakukan oleh para peneliti. Penelitian membuat dunia pendidikan semakin berkembang karena banyak temuan-temuan dimanfaatkan untuk menentukan kebijakan penting baik dalam hal yang berhubungan dengan pengembangan ilmu maupun menjadi pedoman dalam mengambilan suatu keputusan. Dalam artikel ini, bahasan penelitian difokuskan pada dua metode atau pendekatan pada penelitian sosial yaitu kuantitatif dan kualitatif. Dewasa ini di Indonesia penelitian semakin

menjadi suatu “keharusan” khususnya bagi para pengajar karena berbagai alasan antara lain pengembangan kompetensi, menjawab pertanyaan berbagai permasalahan, kenaikkan pangkat, sertifikasi pengajar/dosen dan bagi sekolah mutu dan jumlah penelitian yang diterbitkan pada jurnal ikut menentukan mutu sekolah atau universitas. Bahkan dalam dunia bisnis dan politik, penelitian juga semakin diperlukan untuk membantu dalam memahami suatu kondisi dan mengambil keputusan yang tepat. Kendati demikian, fakta menunjukkan bahwa banyak artikel penelitian yang belum dan tidak memenuhi persyaratan untuk diterbitkan pada sebuah jurnal yang baik. Metode penelitian misalnya, acap kali tidak dipergunakan secara benar; alat ukur penelitian tidak dirancang secara akurat serta tidak diuji kehandalan dan kesahihannya.

Artikel ini bertujuan membahas

umum perbedaan metode penelitian

kuantitatif dan kualitatif

penggunaan kedua metode tersebut dipahami secara tepat dan benar. Disamping itu, artikel ini diharapkan menginspirasi para peneliti muda untuk bermotivasi mendalami metode penelitian sehingga mampu melakukan penelitian

secara benar.

secara

sehingga esensi

vol. 05 No. 04 oktober 12

i

DrPM gazette

i

17

Metode kuantitatif vs kualitatif Pemilihan penggunaan metode peneltian sangat bergantung pada pertanyaan dan tujuan penelitian serta jawaban yang diharapkan. Dengan kata lain, peneliti harus secara seksama menentukan sasaran penelitian serta merumuskan pertanyaan penelitian tersebut secara konkrit. Suatu contoh untuk menjawab research question sejauh mana pengaruh variabel komitmen dan proses belajar pada kinerja manajer maka penelitian kuantitatif harus diaplikasikan. Kendati demikian, kajian kualitatif tak jarang harus diaplikasi untuk menentukan suatu konstruk yang akan diukur dalam penelitian kuantitatif. Pada dasarnya penelitian kualitatif tidak mempergunakan analisis statistik; jadi ia lebih bersifat deskriptif, subjektif dan interpretatif yang lazim dikenal sebagai pendekatan emic. Ada banyak definisi mengenai penelitian kualitatif; menurut Creswell (1998:15) qualitative research is an inquiry process of understanding based on distinct methodological traditions of inquiry that explore a social or human problem. The researcher builds a complex, holistic, picture, analyzes words, reports detailed views of informants and conducts the study in a natural setting.

Dengan mengacu pada fokus penelitian, disiplin ilmu, teknik pengumpulan data, analisis data dan bentuk pemaparan/naratif , Creswell membedakan lima jenis penelitian kualitatif yaitu biografi, fenomenologi, grounded theory, etnografis dan studi kasus. Dengan demikian dalam penelitian kualitatif tersebut terdapat beragam pendekatan, analisis dan

pemaparannya. Kendati demikian, kata kunci penelitian kualitatif terletak pada teknik analisis

dan interpretasi data yang bersifat deskriptif yang disajikan

dengan mempergunakan

bahasa yang khas (personal voice) serta generalisasi hasil tidak menjadi sasarannya. Meriam (1988) mengemukakan enam asumsi desain penelitian kualitatif yaitu penekanan pada proses, dan pemahaman (meaning), instrumen primer penelitian adalah peneliti itu sendiri, fieldwork, proses penelitian bersifat deskriptif dan induktif.

Berbeda dengan metode kualitatif, metode kuantitatif pada dasarnya “menuntut” pengukuran variabel penelitian. Penelitian kuantitatif dapat bersasaran pada identifikasi suatu populasi, pembuktian hipotesis dan model penelitian. Pada metode kuantitatif yang lazim dikenal sebagai pendekatan etic, pertanyaan penelitian pada umumnya dirumuskan berdasarkan dari suatu teori atau kesenjangan hasil penelitian-penelitian terdahulu.

Penelitian kuantitatif menekankan pada objektivitas sebab itu generalisasi suatu hasil adalah penting. Peran instrumen penelitian sangat esensial sebab itu harus diuji kehandalan dan kesahihannya baik secara kualitatif misalnya dengan face validity maupun secara kuantitatif misalnya dengan mempergunakan analisis reabilitas dan faktor. Suatu konstruk dalam suatu penelitian harus dibangun berdasarkan pada suatu teori dan konsep yang relevan untuk kemudian dirumuskan serta dioperasionalisasikan agar dapat diukur melalui suatu instrumen (misalnya kuesioner) yang mempergunakan suatu skala tertentu (misalnya skala Likert 1 sampai dengan 7).

18

i

DrPM gazette

i

vol. 05 No. 04 oktober 12

suatu skala tertentu (misalnya skala Likert 1 sampai dengan 7). 18 i DrPM gazette i vol.

Data yang diperoleh harus dianalisis dan diuji dengan mempergunakan statistik (misalnya deskriptif, korelasi, dan multiple regression). Sistematika penelitian kuantitatif secara umum adalah latar belakang permasalahan, pertanyaan

penelitian, tujuan, cakupan dan manfaat penelitian, tinjauan teori, model dan hipotesis penelitian, metode penelitian kuantitatif yang antra lain mencakup bahasan mengenai teknik sampling, alat ukur, analisis data dan kesimpulan yang

membahas keterbatan-keterbatasan penelitian, generalisasi hasil serta saran untuk peneltian lanjutan. Berdasarkan bahasan tersebut maka secara singkat perbedaan esensial antar kedua metode tersebut yang dapat disajikan sebagai berikut :

Asumsi

Kuantitatif

Kualitatif

A. Ontologikal

B. Epistemologikal

C. Aksiologikal

D. Metodologikal

Realitas bersifat objektif dan singular serta berada diluar peneliti

Peneliti independen dari objek yang diteliti.

Value-free dan tidak bias (objektif)

Proses deduktif

Bebas dari suatu konteks

Akurasi & reabilitas penelitian terletak pada uji

Pemilihan teknik analisis data sangat esensial serta bergantung pada sasaran, pertanyaan dan hipotesis

Generalisasi temuan penting untuk memberi penjelasan dan prediksi.

Realitas bersifat subjektif dan jamak seperti yang dilihat oleh peneliti

Peneliti “berinteraksi” dengan objek yang diteliti.

Value-laden dan bias (subjektif)

Proses induktif

Terikat pada suatu konteks

Akurasi & reabilitas dilakukan melalui verifikasi hasil.

Alat analisis data berkaitan dengan konsep atau teori yang dipergunakan

Hasil temuan memberi suatu pola penjelasan yang memberi jawaban pada permasalahan yang teliti.

yang memberi jawaban pada permasalahan yang teliti. Perbedaan esensial antara metode kualitatif dan kuantitatif

Perbedaan esensial antara metode kualitatif dan kuantitatif

Bahasa

Isi/Kandungan

Lainnya

Penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang buruk

Pemakaian teori

Referensi

Pemakaian semantik

Penggabungan teori

Pemakaian model

Gaya bahasa

Formulasi hipotesis

Tabel dan gambar

Pengalihbahasaan

Abstrak yang buruk

Tanda baca

Paragraphing

Simpulan yang tidak jelas

Kutipan

Sistematik dan organisasi (kesatuan)

Metodologi penelitian

Presentasi data

Kalimat

Rancangan riset

Latar belakang

Ide/logika

Tujuan

Kelayakan/kebijakan

Redundansi dan inkonsistensi

Analisis data

Judul

Redundansi dan inkonsistensi Analisis data Judul Berbagai kesalahan yang umum ditemukan dalam artikel yang

Berbagai kesalahan yang umum ditemukan dalam artikel yang terbit di berbagai jurnal ilmiah di Indonesia (Budihardjo, 2012)

vol. 05 No. 04 oktober 12

i

DrPM gazette

i

19

Kesalahan Umum Mengacu pada panduan kedua pendekatan penelitian tersebut, menurut hasil penelitian Budihardjo (2011) kesalahan umum yang sering

terjadi pada penelitian kuantitatif antara lain adalah perumusan permasalahan dan pertanyaan penelitian yang tidak jelas, teori-teori untuk membangun

hipotesis tidak disintesiskan

efektif, perumusan hipotesis lemah serta

penggunaan metote penelitian

solid. Disamping itu, tak jarang analisis data dilakukan secara tidak tepat, misalnya jumlah data yang relatif kecil diolah dengan mempergunakan analisis statistik yang canggih (Lisrell) padahal pertanyaan penelitian dapat dijawab dengan analisis statistik yang lebih sederhana. Pada penelitian kualitatif kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi antara lain adalah tujuan penelitian maupun perumusan permaslaahan (problem statement) kurang jelas. Penggunaan teori untuk menganalisis permasalahan sering tidak relevan dan akurat. Analisis dan

secara

kurang

interpretasi data tidak “mendalam” dan lebih merupakan deskripsi yang dangkal dan sangat umum.

Kesimpulan

Mengacu pada bahasan metode penelitian tersebut maka peneliti pertama kali harus menentukan permasalahan yang akan diteliti kemudian merumuskannya secara tepat untuk menentukan pendekatan yang tepat pula. Penentuan

metode penelitian sangat esensial

menghasilkan temuan yang sahih dan dapat dipertanggung jawabkan. Dalam berbagai penelitian, kedua metode tersebut dapat dipergunakan saling mendukung yang oleh Ceswell disebut sebagai mixed method.n

agar

Referensi

Booth, A. Papaioannou, D. & Sutton, 2011. A. Systematic Approaches to a Successful Literature Review. California: Sage Publications, Inc. Buchanan, D.A. & Bryman, A. 2010. The Sage Handbook of Organizational Research

Methods. Thousand Oaks, California: Sage Publications, Inc. Bass. Swanson, R.A. & Holton III, F, Elwood. 2005. Research in Organizations. San Francisco:

Berret-Koehler Publishers, Inc. Creswell, J.W. 1994. Research Design: Qualitative, Quantitative. Thousand Oaks, California: Sage Publications, Inc. Creswell, J.W. 2003. Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, California: Sage Publications, Inc. Guba, E.G., & Lincoln, Y. 1988. Do Inquiry Paradigms Imply Inquiry Methodologies? In D.M. Fetterman (Ed.), Qualitative Approaches to Evaluation in Education (pp. 89-115). New York : Praeger. Marshall, C. & Rossman, B. Gretchen. 2011. Designing Qualitative Research. California:

Sage, Publications, Inc. Meriam, S.B. 1988. Case Study Research in Education : A Qualitative Approach. San Francisco: Jossey. Sumber-sumber lain yang tidak semuanya dicantumkan pada daftar referensi.

lain yang tidak semuanya dicantumkan pada daftar referensi. Andreas Budihardjo adalah profesor Manajemen Sumber Daya

Andreas Budihardjo adalah profesor Manajemen Sumber Daya Manusia di Sekolah Tinggi Ekonomi Prasetiya Mulya, Jakarta. Beliau mengajar mata kuliah antara lain Human Resource Management, Organization Behaviour, Human Capital, Organizational Psychology & Knowledge Management. Beliau memperoleh gelar Master dalam bidang Industrial and Organizational Psychology dari UI dan Ph.D dalam Management and (Psychological) Organization dari University of Groningen, Belanda. Sebelum bergabung dengan Prasetiya Mulya di tahun 1998, ia bekerja sebagai staf ahli SDM di General Motors & Isuzu Training Centre, Jakarta. Menerima beasiswa Ubbo Emius dari Groningen University, beliau sempat juga mengajar pada universitas tersebut selama empat tahun. Selain di Prasetiya Mulya, beliau juga mengajar di berbagai universitas antara lain UI dan

Unair, membimbing penulisan disertasi pada mahasiswa doktoral dari UI, Unair dan Boston University serta menguji mahasiswa doktoral dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Selain aktif melakukan penelitian serta menulis artikel dan buku, dia aktif memberi konsultansi organisasi dan SDM pada perusahaan/organisasi dan pembicara pada seminar maupun konferensi tingkat nasional dan internasional. Beliau juga aktif memberikan ceramah pada para pengusaha kecil dan pendidik/ guru baik di kota besar mapun di desa di Indonesia. Kontak: andreasbs@pmbs.ac.id

20

i

DrPM gazette

i

vol. 05 No. 04 oktober 12