Anda di halaman 1dari 33

CPD

(CEPHALOPELVIC
DISPROPORTION)
OLEH:
F I T R AH A B I B U L L A H
A I N U LAS R I FAU Z I
T R I S K AAN T O N Y M
D I D YAH A F Z A H F

PEMBIMBING:
DR . TAU F I K WAH Y U D I , S P.O G

PENDAHULUAN
Keadaan

pelvis merupakan faktor penting dalam proses


persalinan, terutama dalam hubungan ntara kepala janin dengan
luas rongga pelvis ibu.
Perbandingan besar kepala janin dengan luas pelvis ibu
menetukan apakah ada CPD atau tidak.
Cephalopelvik Disporpotion (CPD) merupakan salah satu bagian
dari komplikasi obstetrik yang dapat menyebabkan distosia pada
jalan lahir jika tidak diatasi secara dini, dan dapat menimbulkan
partus lama bahkan ruptur uteri.

Anatomi Panggul

Anatomi panggul
Panggul dibentuk oleh 4 buah tulang yaitu:
Os coxae kiri dan kanan yang membentuk dinding
lateral dan anterior rangga pelvis.
Os coccygis dan os sacrum, bagian dari columna
vertebralis yang membentuk dinding rongga posterior
rongga pelvis.
Os coxae terdiri dari 3 tulang kecil yang bersatu yaitu os
ilium, os ischium dan os pubis

Jenis-Jenis Panggul

Panggul dibagi menjadi 4 jenis yaitu


Panggul ginekoid, Pintu atas panggul yang bundar, atau

dengan diameter transversa yang lebih panjang sedikit


daripada diameteranteroposterior dan dengan panggul
tengah serta pintu bawah panggul yang cukup luas.
Paling ideal, panggul perempuan : 45%.
Panggul android, Pintu atas panggul yang berbentuk

segitiga berhubungan dengan penyempitan ke depan,


dengan spinaiskiadika menonjol ke dalam danarkus
pubis menyempit, panggul pria, diameter transversa
dekat dengan sacrum : 15%.

Panggul antropoid, Diameter anteroposterior yang lebih

panjang daripada diameter transversa,dan arkus pubis


menyempit sedikit, agak lonjong seperti telur
Panggul platipelloid, Diameter anteroposterior yang

lebih pendek daripada diameter transversa pada pintu


atas panggul dan arkus pubis yang luas, menyempit arah
muka belakang : 5%

Kelainan bentuk tulang


1. Congenital
a. Just minor pelvis, sempit kecil
b. Simple flat pelvis
c. Male type pelvis
d. Funne pelvis (outlet sempit)
e. Panggul asimilasi
2. Kelainan penyakit tulang panggul
Rachitis
Osteomalaisia

Definisi
Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah kondisi
klinis ketika janin terlalu besar dibandingkan dengan
rongga tulang panggul sehingga tidak dapat dilakukan
persalinan pervaginam bahkan dalam kondisi paling
optimimum sekalipun (Norwitt, dan Scharge, 2008)

Etiologi CPD
Menurut Hamilton CPD disebabkan oleh :
1. Panggul ibu yang sempit.
2. Ukuran janin yang terlalu sempit
Sedangkan penyebab dilakukan seksio sesarea menurut Prawirohadjo
(2000) yaitu:
1. Disproporsi kepala panggul (CPD)
2. Disfungsi Uterus
3. Plasenta Previa
4. Janin Besar
5. Ganiat Janin
6. Letak Lintan

Penyebab lainnya adalah:


1. Ruptur Uteri mengancam
2. Partus lama , Partus tak maju
3. Preeklamsi dan hipertensi
4. Mal presentasi janin
Letak lintang
Letak bokong
Presentasi dahi dan muka
Presentasi rangkap

Indikasi kelahiran dengan bedah caesar menurut Rasjidi (2009)


1. Indikasi mutlak

Indikasi ibu: panggul sempit absolut, kegagalan


melahirkan secara normal karena kurang adekuatnya
stimulasi, tumor-tumor jalan lahir yang menyebabkan
obstruksi, stenosis serviks atau vagina, plasenta
previa, disporporsi sefalopelvik, rupture uteri.
b. Indikasi janin: kelainan letak, gawat janin, prolaps
plasenta, perkembangan bayi yang terhambat,
mencegah hipoksia janin misal karena preeklamsia.
a.

3. Indikasi sosial
a. Wanita yang takut melahirkan berdasarkan pengalaman
sebelumnya
b. Wanita yang ingin seksio caesar elektif karena takut
bayinya mengalami cedera atau asfiksia selama
persalinan atau mengurangi risiko kerusakan dasar
panggul.
c. Wanita yang takut terjadinya perubahan tubuhnya atau
sexuality image setelah melahirkan.

CPD sulit untuk mendiagnosis secara akurat karena tidak


kurang dari empat variabel yang tidak dapat diukur
Otot penyangga dan ligamen panggul yang tidak
terstruktur, tetap kokoh
2. Moulase pada Kepala bayi
3. Posisi dimana seorang wanita beradaptasi selama
persalinan dan melahirkan membuat perbedaan
untuk dimensi panggul
4. Posisi bayi
1.

Distosia adalah persalinan yang sulit dan ditandai oleh terlalu lambatnya

kemajuan persalinan.
Distosia dapat disebabkan oleh kelainan pada servik, uterus, janin, tulang
panggul ibu atau obstruksi lain di jalan lahir.
Kelainan ini dibagi menjadi tiga yaitu:
Kelainan kekuatan (power) yaitu kontraktilitas
uterus dan upaya
ekspulsif ibu.
a. Kelainan his : inersia uteri / kelemahan his
b. kekuatan mengejan yang kurang misalnya pada hernia atau sesak nafas.
.Kelainan yang melibatkan janin (passenger), misalnya letak lintang, letak
dahi, hidrosefalus.
.Kelainan jalan lahir (passage), misalnya panggul sempit, tumor yang
mempersempit jalan lahi

Penatalaksanaan
Seksio sesarea

seksio sesarea elektif direncanakan lebih dahulu dan


dilakukan pada kehamilan cukup bulan karena
kesempitan panggul yang cukup berat, atau karena
terdpat disproporsi sefalopelvik yang nyata. Selain itu
seksio tersebut diselenggarakan pada kesempitan
ringan apabila ada factor-faktor lain yang merupakan
komplikasi, seperti primigrvida tua, kelainan letak janin
yang tidak dapat diperbaiki, kehamilan pada wanita
yang mengalami masa infertilitas yang lama, penyakit
jantung dan lain-lain

Prognosis
Apabila persalinan dengan CPD dibiarkan berlangsung
sendiri tanpa ada penanganan dan tindakan yang tepat
maka akan menimbulkan bahaya pada ibu dan bayi
1. Bahaya pada ibu
Partus yang lama seringkali disertai dengan pecahnya
ketuban pada pembukaan kecil, dan dapat menimbulkan
dehidrasi serta asidosis dan infeksi intrapartum
Dengan persalinan tidak maju karena CPD, jalan lahir
pada suatu tempat mengalami tekanan yang lama antara
kepala janin dan tulang pelvis

2. Bahaya pada janin


Partus lama dapat meningkatka kematian perinatal,
apalgi jika ditambah dengan infeksi intrapartum
Tekanan pada pelvis menyebabkan perlukaan pada
jaringan diatas tulang kepala janin dan dapat
menimbulkan fraktur pada os parietalis

Laporan Kasus

Nama

: Yuliana
Usia
: 33 tahun
Tanggal Lahir
: 12-10-1989
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Alamat
: Aceh Besar
No. CM
: 029907
Tanggal Masuk
: 14 Januari 2016
Tanggal Pemeriksaan : 14 Januari 2016

Keluhan utama :
Mules-mules

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang untuk kontrol ulang ke poli obgyn.
Pasien mengaku hamil 9 bulan, pasien tidak
mengingat HPHT. Pasien mengaku rutin melakukan
ANC dokter kandungan, pasien pernah USG. Keluar
air-air dan lendir darah disangkal. Mules-mules.
Keluhan lain seperti mual dan muntah disangkal.
Pasien tidak ada perdarahan maupun keputihan.
G1P0A0. Pasien mengalami keputihan sejak hamil 2
bulan

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat Asma disangkal. Riwayat Hipertensi disangkal.
Riwayat Diabetes Melitus disangkal. Riwayat Alergi
disangkal. Riwayat penyakit hati disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan
yang sama.

Riwayat Pengobatan
Pasien belum ada mengkonsumsi obat.

Riwayat Menarche
Menarche usia 15 tahun, siklus haid teratur, lama haid 6
hari, ganti pembalut 2x/ hari, dismenorhea (-)

Riwayat Perkawinan
Pasien menikah 1 kali pada usia pada tahun 2015

Riwayat Persalinan
I. Hamil saat ini
II. Tidak pernah abortus

Riwayat Pemakaian Kontrasepsi


Belum pernah menggunakan kontrasepsi
apapun

Pemeriksaan Fisik
Kesadaran
: Compos Mentis
Keadaan umum
: Baik
Tekanan darah
: 120/70 mmHg
Laju Nadi
: 88x/menit
Pernafasan
: 20x/menit
Suhu Tubuh
: 36.90 C

Status Generalisata
Kepaladanleher: mata tidak anemis, sclera tidak ikterik
Paru: simetris, stem fremitus kanan=stem fremitus kiri, sonor pada
kedua lapangan paru, vesikuler (+/+), ronki (-/-) dan wheezing (-/-).
Jantung: bunyi jantung I > bunyi jantung II, regular, murmur tidak
ada.
Abdomen: membesar sesuai kehamilan, TFU 26 cm punggung sebelah
kanan dengan kepala bagian terendah, sudah masuk PAP, DJJ 133 dpm.
Ekstremitas: edema kedua tangan dan tungkai tidak ada, pucat tidak
ada.
Genetaliadananus:
- I : v/u tenang.
- Io : tidak dilakukan
- Vt : letak

LaboraturiumDarah
Jenis
Pemeriksaan

Lab 13/1/2016

Hemaglobin

11,2

Hematokrit

34,5

Eritrosit

4,24

Leukosit

8,96

Trombosit

34,5

Eosinofil

5,7

Basofil

0,7

Netrofil

64,3

Limfosit

20,9

Monosit

8,5

HbsAg

negatif

USG Obstetric

BPD
FL

: 98,8 mm
: 60,2 mm

Diagnosa
G1P0A0 hamil 34 minggu, Janin presentasi kepala
tunggal hidup, Belum Inpartu dengan permasalahan :
-Panggul sempit
-Oligohidramnion

Tatalaksana

Hemodinamik stabil : Observasi KU, TTV, His, DJJ/Jam,


dan tanda-tanda perburukan AFLP
Atasi Infeksi
Atasi Anemia

: Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam


: Transfusi PRC s/d Hb>10 gr/dl

Terminasikehamilan

: Sectio Caesarea (14/1/2016)

Persiapan
: Informed consent, sio,
konsul anastesi, konsul
perinatologi,
pasien puasa
selama 7 jam sebelum operasi.

Diagnosa Pasca Bedah

P1A0 Post SC a.i CPD, Oligohidramnion

Lahir bayi laki-laki, BBL:2950 gr, PB: 50 cm, Plasenta lahir


lengkap

Instruksi post operasi


-Hemodinamik stabil : Observasi TTV, Kontraksi, Perdarahan
-Kontraksi baik
: IVFD RL + Oksitosin 20 IU
-Cegah Infeksi
: Inj.Ceftriaxone 2 gr/24 jam
-Atasi Nyeri Vas 2 : Kaltropen supp 3x100mg
Inj.Ketorolac a amp/8 jam
-ERAS
: Mobilisasi bertahap
Diet TKTP
Cek Darah Lengkap Post Operasi
Transfusi sampai Hb > 10 gr/dl
GV hari ke 3

Prognosis
Quo ad Vitam
Quo ad Functionam
Quo ad Sanactionam

: Dubia ad bonam
: Dubia ad bonam
: Dubia ad bonam