Anda di halaman 1dari 2

okok-Pokok ajaran mutazilah

Abu huzail Al-Allaf,merumuskan lima prinsip pokok-pokok ajaran mutazilah antara lain :
1) At-Tauhid (Keesaan allah)
Ar-Tauhid adalah prinsip dan dasar pertama dan yang paling utama dalam aqidah islam. Dengan
demikian prinsip ini bukan hanya milik mutazilah, melainkan milik semua umat islam. Akan tetapi
mutazilah lebih mengkhususkannya lagi kedalam empat beberapa pendapat diantaranya
a) Menafikan sifat-sifat allah.
dalam hal ini mutazilah tidak mengakui adanya sifat pada allah. Apa yang dipandang orang sebagai
sifat bagi mutazilah tidak lain adalah Dzat allah itu sendiri, dalam artian allah tidak mempunyai sifat
karena yang mempunyai sifat itu adalah makhluk. Jika tuhan mempunyai sifat berarti ada dua yang
qadim yaitu dzat dan sifat sedangkan allah melihat, mendengar itu dengan dzatnya bukan dengan
sifatnya.
b) Al-Quran adalah makhluk.
Dikatakan makhluk karena al-Quran adalah firman dan tidak qadim dan perlu diyakini bahwa segala
sesuatu selain allah itu adalah makhluk.
c) Allah tidak dapat dilihat dengan mata.
Karena allah adalah dzat yang ghaib, dan tidak mungkin dapat dilihat dengan mata akan tetapi kita
harus meyakininya dengan keyakinan yang pasti.
d) Berbeda dengan makhluknya (Mukhalafatuhu lilhawadist)
2) Al-Adl (keadilan tuhan)
Prinsip ini mengajarkan bahwa, allah tidak menghendaki keburukan bagi hambanya, manusia
sendirilah yang menghendaki keburukan itu. Karena pada dasarnya manusia diciptakan dalam kedaan
fitrah (Suci). Hanya dengan kemampuan yang diberikan tuhanlah, manusia dapat melakukan yang baik.
Karena itu, jika ia melakukan kejahatan, berarti manusia itu sendirilah yang menghendaki hal tersebut.
Dari prinsip inilah, timbul ajaran mutazilah yang dikenal dengan nama Al-Shalah Wa Al-Ashlah,
artinya allah hany menghendaki sesuatu yang baik, bahkan sesuatu terbaik untuk kemaslahatan
manusia.
3) Al-Wad Wa-Al-Waid (Janji baik dan ancaman)
Dalam hal ini allah menjanjikan akan memberikan pahala kepada orang yang berbuat baik dan akan
menyiksa kepada orang yang berbuat jahat. Janji ini pasti dipenuhi oleh tuhan karena allah tidak akan
ingkar terhadap janjinya. Dalam prinsip ini mutazilah menolak adanya syafaat atau pertolonagn dihari
kiamat. Sebab syafaat bertentangan dengan janji tuhan.
4) Al-Manzilah Bain Al-Manzilatain (Posisi diantara dua posisi)
Pendapat ini dikemukakan oleh Washil Bin Atha dan merupakan pendapat yang pertama dari aliran
mutazilah. Menurut ajaran ini, seorang muslim yang melakukan dosa besar dan tidak sempat bertaubat
kepada allah SWT maka ia tidaklah mukmin dan tidak pula kafr. Ia berada diantara keduanya.
Dikatakan tidak mukmin karena ia melakukan dosa besar dan dikatakan tidak kafir karena ia masi
percaya kepada allah dan berpegang teguh pada dua kalimat syahadat. Dengan demikian Washil bin
atha menyebutnya sebagai orang fasiq.
5) Amar Makruf dan Nahi munkar.
Prinsip ini menitik beratkan kepada permasalahan hukum fiqh, bahwa amar makruf dan nahi munkar
harus ditegakkan dan wajib dilaksanakan. Kaum mutazilah sangat gigih melaksanakan prinsip ini,
bahkan pernah melakukan kekerasan demi amar makruf dan nahi munkar.
Tokoh-tokoh aliran mutazilah
Washil bin atha
Pokok-pokok pikiran teologis washil bin atha dapat disimpulkan kepada tiga hal yang penting
diantaranya : a) tentang seorang muslim yang melakukan dosa besar.b) kekuasaan berbuat atau
berkehendak bagi manusia (Free will) c) tentang sifat tuhan.
Abu huzail Al-Allaf

Beliau merupakan generasi kedua dari aliran mutazilah yang menyusun dasar-dasar faham mutazilah
yang lima (At-Tauhid, Al-Adl, Al-Wad Wa-Al-Waid, Al-Manzilah Bain Al-Manzilatain, Amar
Makruf dan Nahi munkar).
Al-Nazzam
Al-Jubbai