Anda di halaman 1dari 28

LAMPIRAN PERANCANGAN ALAT

A.
B.
C.
D.
E.
F.

Sulfur Storage
Crusher
Belt Conveyor
Hopper
Melter
Burner

G. CONVERTER

Fungsi

Jenis
Kondisi Operasi
Spesifikasi Katalis
Nama katalis
Bentuk
Ukuran

: Tempat reaksi antara gas SO2 dengan gas O2


menjadi gas SO3
: Fixed bed
: Non isothermal (adiabatis)

Densitas bulk
Luas permukaan
Reaksi
: SO2

: Vanadium pentaoksida (V2O5)


: Silinder
: p = 8mm
d = 8 mm
: 0,542 kg/l (33,8 lb/ft3)
: 5 m2/g
+ O2

SO3

1. Kondisi Tiap Bed


Menghitung Keperluan Katalis
Banyaknya katalis yang diperlukan untuk meningkatkan jalannya
reaksi dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
Laju reaksi oksidasi SO2 oleh katalis :
pSO3
k 1 pO2 p SO2 1
pSO2 . pO 21 /2 K p
r=
22,414 (1+ K 2 p SO2+ K 3 p SO3)2

1990 p.523)
Dengan nilai k1, K2, K3, dan Kp sebagai berikut :
5.473
k 1=exp 12,160
T

(
)
8.619
K =exp (9,953+
T )
2

(Froment,

52.596
(
T )
11.300
K =exp (
10,68 )
T
K 3=exp 71,745+

Kebutuhan katalis dapat dihitung dengan persamaan berikut :


r=

1 dN A
W dt
t

1 dN A

W 0 dt
t

1 [ N A ]0

W [ t ]t0
t

1 [ N A ] 0
W=
r [ t ]t0

1 N At N A 0
r t t t 0
(Levenspiel, p.386)

Keterangan simbol:
r
= kecepatan reaksi oksidasi SO2 (kmol SO2/kg katalis.jam)
Kp
PSO
PSO
PO
T
R
FA0
X
W
2

2
3

= konstanta kesetimbangan (atm-1/2)


= tekanan parsial SO2 (atm)
= tekanan parsial SO3 (atm)
= tekanan parsial O2 (atm)
= suhu reaksi (Rankine)
= kostanta gas ideal (1,987 Btu/lbmol.R)
= laju alir bahan SO2 masuk reaktor (kmol/jam)
= nilai konversi reaksi oksidasi SO2
= massa katalis yang dibutuhkan

Data fisis dan termal pada masing-masing bed dihitung dengan beberapa
rumus pendekatan di bawah ini :
Densitas
P . M Avg
mix =
R .T
Viskositas
i A + B .T +C . T 2

(Budiaman, p. 272)

(Yaws, p. 452)

mix

x i i
n

x i ij

i=1

Kapasitas Panas
C pi = A+ B . T +C .T 2 + D .T 3+ E .T 4

(Yaws, p. 30)

C p mix = ( X . C )
i
pi
Konduktivitas Panas
2
ki
= A + B .T +C . T
k mix

(Yaws, p. 505)

( i. k i)

Keterangan simbol :

= Densitas

= Viskositas

kg
( m3 )
kg
m. s
kJ
Kmol . K

Cp

= Kapasitas Panas,

= Konduktivitas panas,

T
P

= Suhu (K)
= Tekanan operasi (atm)

W
( m. K )

Mavg

kg
= Berat molekul rata-rata campuran ( kmol

kJ
= Konstanta gas ideal (8,314 ( kgmol . K

Xi

kmol
= Fraksi mol zat dalam campuran ( kmol

Wi

kg
= Fraksi massa zat dalam campuran ( kg

A, B, C, D,. . . = koefisien regresi komponen


Menghitung Dimensi Bed Katalis

=1,75

( 1 B )

3
B

67,32 f ( 1 B )
d'p . m
2

k=

6 4 m w
3
'
f d p ( P). B

D 6k D2k=0
L=

4w
B D2
= Densitas

= Viskositas

kg
( m3 )
kg
m. s
kJ
Kmol . K

Cp

= Kapasitas Panas,

= Konduktivitas panas,

T
P

= Suhu (K)
= Tekanan operasi (atm)

W
( m. K )

Mavg

kg
= Berat molekul rata-rata campuran ( kmol

kJ
= Konstanta gas ideal (8,314 ( kgmol . K

Xi

kmol
= Fraksi mol zat dalam campuran ( kmol

Wi

kg
= Fraksi massa zat dalam campuran ( kg

A, B, C, D,. . . = koefisien regresi komponen


Bed 1
Kondisi operasi
Suhu input
: 703,15 K
Suhu output
: 891,75 K
Tekanan operasi : 1 atm

Konversi

: 64,1 %
kg
jam

Kec. Aliran masuk: 131.740,75

kg
Kmol

BM campuran

: 32,040

Densitas

: 0,555

kg
3
m

Viskositas

: 3,299

kg
m. s

Data Neraca Massa dan Neraca Energi Reaktor Converter Bed 1.

Tabel Neraca Massa Reaktor Converter Bed 1


Komponen
SO2
O2
SO3
N2
Total

Input ( kg )

Output ( kg )

Arus 8
26.315,26
14.473,39
0,000
90.952,11
131.740,76

Arus 9
9.447,18
10.256,37
21.085,10
90.952,11
131.740,76

Tabel Neraca Panas Reaktor Converter Bed 1


Keterangan

Input (

Q Bahan

kJ
)
jam

Reaksi(

52.339.209,372

Total Q

kJ
)
jam

26.063.818,609

78.403.027,981

Output (

kJ
)
jam

78.403.027,981
78.403.027,981

Karena reaktor yang digunakan merupakan jenis reaktor adiabatis,


maka kalor yang dilepas akibat reaksi oksidasi SO2 akan menaikkan suhu
dalam reaktor.
Menghitung Konstanta Kecepatan Reaksi

Laju reaksi oksidasi SO2 oleh katalis :


5.473
k 1=exp 12,160
703,15

= 79,555

K 2=exp 9,953+
= 10,021

8.619
703,15

K 3=exp 71,745+

52.596
703,15

= 21,233
11.300
K p=exp
10,68
703,15

= 219,322
0,080
0,037.( 1/2)219,322
0,066
1

79,555 x 0,080 x 0,037


r=
= 0,0013345 (kmol SO2/kg cat.jam)
Massa katalis yang dibutuhkan :
9.447,1826.315,26
1
64
W=
0,0013345
1
197.495,689 kg katalis
Menghitung Dimensi Reaktor
=1,75
1,75

( 1 B )
3B

( 10,45 )
0,453

10,562

67,32 f ( 1 B )
d'p . m

67,32 f ( 1 B )
'

d p .m
67,32 x 3,299 ( 10,45 )
12 x 103 . 131.740,75

2,783 x 10-3 m-2


6 4 m2 w
k= 3
f d ' p ( P). B

6 4 x 10 , 562 x (131.740,75) 197.495,689

22 3
( ) x 0,555 x 12 x 103 (30). 542
7
1.452.776 m6
6

D k D k=0
Didapat nilai D sebesar 11,185540235 11,186
4w
L=
B D 2

4 x 197.495,689
22
2
542 x x (11,186)
7

3,707 m

Diameter bed

= 11,186 m

Tebal bed

= 3,707 m

Bed 2
Bed 3
Bed 4
2. Spesifikasi Reaktor Konversi

Shell
Bahan yang digunakan Carbon Steel SA 167 grade 11 type 316
Ukuran Shell
Diameter dalam shell
IDs

(
(

4 . 0,866 . Nt . PT 2

4 . 0,866 . Nt . PT 2

0,5

)
)

(Brownell & Young, 1979)

0,5

Koefisien Transfer Panas dalam Shell


Shell side atau bundle crossflow area (as)

as

P
( tOD) x ID s x B
P1

P
( tOD) x ID s x B
P1

= in2
= ft2
Mass Velocity (Gs)
Gs

Dimana :

W
a' s

lb
jam

as

W
a' s

Gs

lb
jam . ft 2

Equivalent Diameter (De)

' De =

0,5 . . OD 2
4

0,5 . . OD
4 x 0,5 . PT x 0,866 . PT
4
0,5 . . OD
4 x 0,5 . PT x 0,866 . PT
0,5 . . OD

= in
= ft
=m
Reynold Number (Re)
Re

Ds Gs
pendingin

lb
jam . ft 2
lb
ft . jam

=
Maka,

ho

K p Des G p
= 0,36 . D .
p
es

0,55

Cp p p
.
Kp

) (

1
3

(Kern, hal 137)

Btu
jam . ft 2 . F

=
Dengan :
Kp

= Konduktivitas panas pendingin

Btu
jam . ft . F

Cpp

= Kapasitas Panas pendingin

Btu
lb . F

= Viskositas pendingin

lb
ft . jam

Dirt Factor (Rd)

Liquid organik =

hr . ft 2 . F
Btu

Pendingin

hr . ft 2 . F
Btu

hr . ft . F
Btu

Rd total

Koefisien Perpindahan Panas Overall Clean and Design


Koefisien perpindahan panas overall clean dihitung dengan rumus :
Uc

h io . ho
hio + ho

h io . ho
hio + ho

Btu
jam . ft 2 . F

Harga koefisien perpindahan panas overall design dihitung dengan rumus :

1
Ud

1
+ 0,004
uc
1

1
+ 0,004
uc

Btu
jam . ft 2 . F

J
s . m2 . K

Pressure Drop di Shell

Ps

f . G 2s . Ds ( N + 1 )
5,22 x 1010 . D e . s . s

Dimana
Ds

= Diameter shell (IDs)

Mass Velocity (Gs)

Equivalent diameter (De)

= ft

lb
2
jam . ft

= 1,0

(Hal. 121 Kern,

1950)

Ps

f . G 2s . Ds ( N + 1 )
5,22 x 1010 . D e . s . s

= psi
Tebal Shell
Spesifikasi bahan stainless steel SA 167 Grade 11 type 316
Tekanan yang diijinkan (f) = 18,750 psi
Efisiensi sambungan ( ) = 0,8 (double welded joint)
Corrosion allowanced
= 0,25 in
Tebal shell dihitung dengan persamaan

ts

P . ri
+C
f . 0,6. P

(Brownell & Young)

Dengan
ts
= Tebal shell, in
P
= Tekanan dalam reaktor, psi

= Efisiensi sambungan

ri

= Jari jari dalam shell, in

f
= Tekanan maksimum yang diijinkan, psi
C
= Corrosion allowance (0,25)
Tekanan dalam shell
Tekanan design diambil 20% diatasnya, maka :
Pd
= 1,2 x P
= 1,2 x 5 atm
= 6 atm
= 80,8279 psi
Maka,

ts

P . ri
+C
f . 0,6. P

16,17 psi . 220,2

= 0,5159 in
Diambil tebal standar 0,5 in
Diameter luar shell (ODs)

(Brownell & Young)

+ 0,25
18,750 .0,80,6 . 16,17

ODs

= IDs + 2 ts
= 440,3937 + 2 (0,5625)
= 441,55187
Head and Buttom
Untuk menentuk bentuk-bentuk head ada 3 pilihan yaitu :
1. Flange and Standar Dished Head
Dignakan untuk vesel proses vertikal bertekanan rendah, terutama digunakan
untuk tangki penyimpanan horizontal, serta untuk menyimpan fluida yang volatil.
2. Torispherical Flanged and Dishead Head
Digunakan untuk tangki dengan tekanan dalam rentang 15-200 psig.
3. Elliptical Flanged and Dishead Head
Digunakan untuk tangki dengan tekanan tinggi dalam rentang 100 psig dan
tekanan diatas 200 psig (Brownell and Young, 1959)
Bentuk head and bottom yang digunakan adalah Torispherical Flanged and Dishead
Head yang sesuai dengan kisaran tekanan sistem yaitu 15 200 psi. Bahan yang
digunakan untuk membuat head and bottom sama dengan bahan shell Carbon Steel SA
283 grade C. Tebal Head dapat dihitung dari persamaan:
Menentukan Inside radius corner (icr) dan corner radius (rc)
OD
= ID + 2xt
= 119,9719 in
Dibulatkan menjadi 120 in untuk menentukan icr dan rc
Diketahui tebal t = 1 in
Maka berdasarkan tabel 5.7 Brownell and Young, Hal.99
icr
= 26,2525 in
rc
= 316,976 in
Maka :

( )
1
316,976
. (3+
4
26,667 )
1
rc
. 3+
4
icr

(Pers. 7.76, Brownell and Young)

= 1,61
Tebal head minimumdihitung dengan persamaan berikut :

th

P. r c . w
+C
2 . f . 0,2 P

16,17 . 316,976.1,61
+ 0,25
2 . 16,750 .0,80,2 16,17

138)

(Pers. 7.77, Brownell and Young, hal

= 0,4390 in
Dari tabel 5.6 Brownell and Young, Hal.88 untuk:

th

= in

sf

= 2 in
= 0,1667 ft

Spesifikasi head :

Gambar F.3 Desain head pada reaktor


Keterangan :
th

= Tebal head (in)

icr

= Inside corner radius ( in)

= Radius of dish( in)

sf

= Straight flange (in)

OD

= Diameter luar (in)

ID

= Diameter dalam (in)

= Depth of dish (in)

OA

= Tinggi head (in)

ID = OD 2th
= 441,6033 2 ( )
= 440,6033 in
Depth of dish (b) (Brownell and Young,1959.hal.87)

ID
2
= rc (rcicr) 2 icr

= 100,45 in
= 2,55 m
Tinggi Head (OA) (Brownell and Young,1959.hal.87)
OA

t h+ b+s f

= (0,5 + 100,45 + 2) in
= 102,95 in
= 2,62 m
AB

BC

AC

ID
icr
2

440,1033
26,667
2

= 193,3846 in
= rc icr
= 316,976 26,667
= 290,309 in

BC 2AB2
290,3092193.38462

46881,712

= 216,5218in
Tinggi Head

t h+ b+s f

= 0,75 in + 100,45 in + 2 in
= 103,2 in
= 2,62 m

Tinggi Reaktor
Dari hasil perhitungan diperoleh tinggi tumpukan katalis yang dibutuhkan yaitu
5,8522 m
Tinggi shell

= Tinggi pipa standar yang digunakan


= ft
=m
= Tinggi shell + (2 x tinggi head)
=
=m
= ft

Tinggi Reaktor

Luas Permukaan Reaktor


Luas reaktor bagian dalam
Luasshell bagian dalam
Ashi

= x IDs x tinggi shell


=

= ft2

Luas head and bottom bagian dalam


Ahbi
= 2x ( x IDs x sf + /4 x IDs2)
=
= ft2

Jadi luas reaktor bagian dalam


Ashi + Ahbi

=
= ft2

Luas reaktor bagian luar


Luasshell bagian dalam
Ashi

= x ODs x tinggi shell


=
= ft2

Luas head and bottom bagian dalam


Ahbi = 2x ( x ODs x sf + /4 x ODs2)
=
= ft2

Jadi luas reaktor bagian dalam


Ashi + Ahbi

=
= ft2

Volume reaktor
Volume heat and bottom

VHB

= 2 . (Volume head tan pa sf + Volume head pada sf)


= 2. (0,00049 . IDs + /4 IDs2 . sf)
= ft

( brownel and young, 1959)

Volume shell
Vs
= /4 IDs2 . sf
= ft3
Jumlah volume reaktor

VHB+Vs

=
= ft3
= ft3

Nozzel Umpan dan Produk pada Reaktor

Saluran dibuat dengan menggunakan bahan stainless steel. Diameter optimum


tube yang stainless steel dan alirannya turbulen (NRe > 2100) dihitung dengan
menggunakan persamaan :

diopt 293 G

0,5

0,37

(Brownel, Young,1959)

dengan
diopt

= diameter dalam pipa, mm

= kecepatan aliran massa fluida, kg/s

= densitas fluida, kg/m3

Pengecekan bilangan Reynold


NRe

G . ID
a' .

Dengan:
G

= kecepatan aliran massa fluida, kg/jam

ID

= diameter dalam pipa, m

= viskositas fluida, kg/m.jam

= flow area, m
Nozzle Umpan
Nozzle Aliran
Diketahui :
G

= 2035,592 kg/jam

= 554,4105 kg/m3

= 0,2884 cp

Maka :
= 293.G0,5.-0,37

diopt

= 2203,597 mm (86,7559 in)


dari Tabel 11 (Kern, 1965),
nominal pipe size

= 24 in

schedule number

= 40

OD

= 24,0 in

ID

= 23,25 in

Flow area per pipe,a = 425 in2


= 0,2742 m2
Pengecekan Bilangan Reynold
NRe

G . ID
a' .

= 2,391 x 106 (Turbulen)

Maka anggapan menggunakan aliran turbulen adalah benar.


Spesifikasi nozzle standar (Brownel and Young, 1959, App. F item 1 dan 2,
hal.349) :
Size

= 24 in

OD of pipe

= 24 in

Flange nozzle tichness (n)

= 0,5 in

Diameter of hole in reinforcing plate (DR)

= 24,125 in

Length of side reinforcing plate, L

= 49,5 in

Width of reinforcing plate, W

= 60 in

Distance, shell to flange face, outside, J

=12 in

Distance, shell to flange face, intside, K

= in

Distance from bottom of tank to center nozzel


Regular, type H
= 29 in
Low, type C=24,75 in
Nozzle Produk
Nozzle Aliran
Diketahui :
G

= 36,595 kg/jam

= 0,45461 kg/m3

= cp

Maka :
= 293.G0,5.-0,37

diopt

= 2372,733 mm (93,415 in)


dari Tabel 11 (Kern, 1965),
nominal pipe size

= 48 in

schedule number

= 40

OD

= 48 in

ID

= 46,75 in

Flow area per pipe,a = 1717,2276 in2


= 1,108 m2
Pengecekan Bilangan Reynold
NRe

G . ID
a' .

= 1281914,09 (Turbulen)
Maka anggapan menggunakan aliran turbulen adalah benar.
Spesifikasi nozzle standar (Standar API 650, Hal 5-29, Tabel 5-6b ) :
Size

= 26 in

OD of pipe

= 26 in

Flange nozzle tichness (n)

= 0,2 in

Diameter of hole in reinforcing plate (DR)

= 26,125 in

Length of side reinforcing plate, L

= 52,75 in

Width of reinforcing plate, W

= 64 in

Distance, shell to flange face, outside, J

=12 in

Distance, shell to flange face, intside, K

= 6in

Distance from bottom of tank to center nozzel


Regular, type H
= 30,625 in
Low, type C=26,375 in
Nozzle Pendingin Masuk
Nozzle Aliran
Diketahui :
G

= kg/jam

= kg/m3

= cp

Maka :
= 293.G0,5.-0,37

diopt

= mm ( in)
dari Tabel 11 (Kern, 1965),
nominal pipe size

= in

schedule number

OD

= in

ID

= in

Flow area per pipe,a = in2


= m2
Pengecekan Bilangan Reynold
NRe

G . ID
a' .

= (Turbulen)
Maka anggapan menggunakan aliran turbulen adalah benar.
Spesifikasi nozzle standar (Standar API 650, Hal 5-29, Tabel 5-6b ) :
Size

= in

OD of pipe

= in

Flange nozzle tichness (n)

= in

Diameter of hole in reinforcing plate (DR)

= in

Length of side reinforcing plate, L

= in

Width of reinforcing plate, W

= in

Distance, shell to flange face, outside, J

= in

Distance, shell to flange face, intside, K

= in

Distance from bottom of tank to center nozzel


Regular, type H
Low, type C= in
Nozzle Pendingin Keluar
Nozzle Aliran

= in

Diketahui :
G

= kg/jam

= kg/m3

= cp

Maka :
diopt

= 293.G0,5.-0,37
= mm ( in)

dari Tabel 11 (Kern, 1965),


nominal pipe size

= in

schedule number

OD

= in

ID

= in

Flow area per pipe,a = in2


= m2
Pengecekan Bilangan Reynold

NRe

G . ID
a' .

= (Turbulen)
Maka anggapan menggunakan aliran turbulen adalah benar.
Spesifikasi nozzle standar (Standar API 650, Hal 5-29, Tabel 5-6b ) :
Size

= in

OD of pipe

= in

Flange nozzle tichness (n)

= in

Diameter of hole in reinforcing plate (DR)

= in

Length of side reinforcing plate, L

= in

Width of reinforcing plate, W

= in

Distance, shell to flange face, outside, J

= in

Distance, shell to flange face, intside, K

= in

Distance from bottom of tank to center nozzel


Regular, type H
Low, type C= in

= in

(a)

(b)
Gambar F.6. Shell Nozzle (a) Reinforcing Plate (b) Single Flange
Penyangga tumpukan katalisator (Bed support/Grid support)
Grid support dirancang untuk menyangga katalisator untuk mencegah
kelebihan pressure drop. Yang biasa digunakan adalah piringan yang
berlubang-lubang (perforated plate) atau piringan yang bergelombang
(slatted plate). Grid support ini biasanya dibuat dari bahan yang anti korosi
seperti carbon steel, alloy steel, cast iron, atau cast ceramics (Rase, 1977).
Penyangga katalis berupa perforated plate dengan ketebalan tertentu.
Tekanan yang harus ditahan oleh bed support = tekanan operasi + tekanan
karena katalis
Tekanan operasi

=(Pdes. 14,7)
=(1 , 1 .14,7)
= 16,17 psi
Tekanan karena katalis
Perforated plate yang digunakan mempunyai lubang dengan luas sama
dengan 50 % luas total bed. (Luas penampang tube(at) = 0,0003 m2)
Luas total bed

= Luas shell x at
= x 3,14 (11,816) m2
= 98,3138 m2

Perforate plate

= 50 % x Luas total bed

= 0,5 x 98,3138 m2
= 49,1569 m2
Tekanan karena katalis

b er a t k at a li s
L u a s p e naha n k a t a l ia
197495,689
49,1569

= 4017,6614kg/m2
= 5,7025 psi
Tekanan total perancangan
Ptotal

= 5,7025 psi + 16,17 psi


= 21,8725 psi

Tebal plate dihitung dengan persamaan (13.27 Brownell & Young, 1959)
t

' P
= d C f

( )

21,8725
= 440,3937 0,35 18,750

= 16,7058 in
dengan
t

= tebal minimum plate, inchi

= diameter plate, inchi

= tekanan perancangan, psi

= maksimum allowable stress, 18.750 psi (bahan yang


digunakan stainless steel SA 167 grade 11 type 316)

C = konstanta dari app H, C =0,75 (Brownell & Young)


t

161. 0,75 .

( 274,6065
18,750 )

= 16,7058 inchi
diambil tebal standar t = 17 inchi
Tebal Pemegang Katalis
Pemegang katalis harus dapat menahan perbedaan tekanan antara dalam pipa

dan dalam shell.Tebal pemegang katalis dihitung dengan persamaan :


tp

Cph. Dp

P
+C
( . f )

Dengan
Cph = konstanta design = 1,1
Dp = diameter shell, inchi
P = perbedaan tekanan = 0,0015
= ligament efficiency = 0,5
f = maximum allowable stress = 18.750 psi
c = corrosion allowance = 0,25 inchi
bahan konstruksi seperti yang digunakan sebagai bahan shell yaitu stainless
steel SA 167 grade 11 type 316.
tp

0,0015
= 1,1 x 0,0977 x ( 0,5 x 18,750 ) +0,2
= 0,2412 inchi

diambil tebal standar = 1/4 inchi


Innert Ballast
Alat ini digunakan untuk melindungi permukaan katalisator dari pengaruh
langsung aliran fluida dan meratakan aliran fluida umpan (Rase-Barrow, 1957).
Innert ballast berupa bola-bola keramik dengan tebal tumpukan 0 6 inchi,
digunakan tinggi tumpukan 6 inchi.
Distributor
Alat ini digunakan untuk meratakan aliran fluida masuk, jenis yang digunakan
adalah type multiple buffle distributor concentric cone, yang dipasang pada
akhir bagian pipa pemasukan fluida.
Perhitungan Flange, Bolt dan Gasket dari Vessel
Sambungan head dengan shell
Sambungan antara tutup bejana dengan bagian shell menggunakan
sistem flange dan baut. Bahan konstruksi yang dipilih berdasarkan pada
kondisi operasi.
Data perancangan :
Tekanan design
Material Flange
Bolting Steel
Material Gasket
Diameter luar shell,B
Ketebalan shell
Diameter dalam shell

=16,7 psi
= Carbon steel SA-240 Grade A
= Carbon steel SA-240 Grade B6
= Soft Steel
= 441,603 in
= 0,75 in
= 440,3937 in

Tegangan materian flange (fa)


Tegangan dari bolting matrial (fb)

= 12.750 psi
= 13.800 psi

Tipe flange terlihat pada gambar berikut : (Fig.12.24, Brownell&Young)

Gambar F.7. Tipe Flange dan Dimensinya

Perhitunga gasket
do
yP . m
d1 =
y [ P ( m+1 ) ]

(Brownell and Young 1959, Pers

12.2)
Dimana,
d o = diameter luar gasket, in
d1

= diameter dalam gasket, in

= yield stress, lb/in2 (fig.12.11)

= faktor gasket (fig.12.11)

Digunakan material gasket yaitu ring joint steel, dari fig 12.11, Brownell
and Young 1959, Hal 228, diperoleh:
y
= 26000
m
= 6,5
Sehingga,
do
26000(16,17 . 5,5)
d1 =
26000[16,17 ( 6,5+1 ) ]

= 1,0003
Asusmsi bahwa diameter dalam gasket d1 sama dengan diameter luar shell
70,6699 in, sehingga :
do
= 1,0003 x 441,6033
= 441,7358 in
Lebar gasket minimum (N):

( d d
2 )

( 441,7358441,6038
)
2

= 0,066
Digunakan gasket dengan lebar in
Keterangan :
N
= lebar gasket minimum, in
do
= diameter luar shell, in
d1
= diameter dalam shell, in
Diamater gasket rata rata, G
G
= di + lebar gasket
= 441,8533
Perhitungan beban
Dari fig 12.12 Brownell and Young 1959 kolo, 1 type 1a
N
bo
= 2
= 0,25 in
b = bo jika bo 0,25
Sehingga b = 25 in
Wm2 = Hy
=xbxGxy
= 3,14 x 0,25 x 441,8533 x 26000
= 9018225,853 lb
Keterangan :
Hy
= berat beban bolt maksimum, lb
b
= effective gasket, in
G
= diameter gasket rata-rata, in
Berat untuk menjaga joint tight saat operasi digunakan persamaan 12.90
Brownell and Young 1959 :
Hp
=2xbxxmxp
= 2 x 0,25 x 3,14 x 442,1487 x 6,5 x 16,17
= 72961,1014 lb
Keterangan :
Hp
= beban joint tight, lb
m
= faktor gasket, fig 12.11
b
= effective gasket, in
G
= diameter gasket rata-rata, in
P
= tekanan operasi, psi
Beban dari tekanan dihitung dengan persamaan 12.89 Brownell and Young
1959 :
H

. G2
P
4

3,14 . 442,1487
16,17
4

= 2481512,011 lb
Beban operasi total dihitung dengan persamaan 12.91 Brownell and Young
1959 :
Wml = H +Hp
= 2481512,011 + 72961,1014
= 2554473,112 lb
Berdasarkan perhitungan diatas, diperoleh Wm2 lebih besar daripada Wm1,
sehingga beban pengontrol berada pada Wm2 = 9024254,967 lb
Keterangan ;
Wm1 = beban berat bolt pada kondisi operasi, lb
Wm2 = beban berat bolt pada kondisi tanpa tekanan dalam, lb
H
= total joint contact surface, lb
Perhitungan luas baut minimum (minimum bolting area)
Dihitung dengan persamaan 12.92 Brownell and Young 1959 :
W m2
Am2
=
fb
=

9024254,967
20000

= 451,2128 in2
Keterangan :
Am2
= total tekanan bolt (tanpa kondisi tekanan dalam), lb
Perhitungan ukuran baut optimum berdasarkan tabel 10.4 Brownell and
Young 1959, hal 188.
Dengan menggunakan ukuran baut 1 in diperoleh data sebagai berikut:
Root area
= 0,551 in2
Bolt spacing standard (BS) = 3,00000 in
Minimal radial distance (R) = 1,375 in
Edge distance (E)
= 1,0625 in
Am2
Jumlah baut minimum
= Root area
= 818,898
Sehingga digunakan baut ukuran 1 in sebanyak 819 buah.
Bolt circle diameter, BC
BC
= 445,1585
Perhitungan diameter flange luar :
Flange OD (A)
= Bolt circle diameter (BC) + (2.E)
= 445,1585 + (2 x 1,0625)
= 447,2831 in
Cek lebar gasket :
A b aktual
= N bolt x Root Area

= 8,9 x 0,551
= 451,269 in2
Lebar gasket minimum :
A b aktual . f Allow
N min
=
2. y. .G
=

451,269 x 20000
2 . 18 .3,14 . 441,1487

= 0,125 in ( N min <0,25, pemilihan baut memenuhi)


Perhitungan moment :
Untuk bolting up condition (tanpa tekanan dalam)
Beban design diberikan dengan persamaan (Pers. 12.94, Brownell dan
Young, 1959, Hal, 243):
W = (Ab + Am1) fa
2554473,112
. 20000
= 41269+
20000

= 5789926,556 lb
Keterangan :
W
= Berat beban, lb
Am1
= Luas baut minimum, in2
Ab
= Luas aktual baut, in2
fa
= Alloable stress, psi
Hubungan liver arm diberikan pada persamaan 12.101, Brownell and
Young 1959 :
HG
= (BC G)
= (445,1581 442,1487)
= 1,5047
Keterangan :
hG
= Tahanan radian cilcle bolt, in
BC
= Bolt circle diametr, in
G
= Diameter gasket rata-rata, in
Flange moment adalah sebagai berikut (Brownell and Young 1959,
Tabel. 12.4)
Ma
= W x hG
= 5789926,556 lb x 1,5047
= 8712102,489 lb.in
Untuk kondisi saat beroperasi
Beban design yang diberikan W=Wm1= 2554473,112 lb
Untuk hydrostatic end force pada permukaan dalam flang (HD)
(Pers.12.96 Brownell and Young 1959, Hal.242)
HD
= 0,785 x B2 x p
= 0,785 x 442,03172 x 16,17
= 2480198,885 lb
Keterangan :

HD
= Hydrostatic and force pada area dalam flange, lb
B
= diameter dalam flange / OD shell, in
P
= Tekanan operasi, psi
Hubungan liver arm diberikan pada persamaan 12.100, Brownell and
Young 1959 :
hD
= (BC B)
= (445,1581 442,0317)
= 1,5632 in
The moment, MD (Pers. 12.96 Brownell and Young):
MD
= HD x hD
= 2480198,885 x 1,5632
= 3877984,817 lb in
Perbedaan antara flange-desin bolt load dengan hydrostatic end force
total adalah :
HG

=WH
= Wm1 H
= 358.126,4450 lb 252.377,5196 lb
= 54.759,5433 lb

Momen komponen dihitung dengan persamaan 12.98 Brownell &


Young :
MG

= HG x hG
= 54.759,5433 lb x 1,5047 in
= 3308414,545 lb-in

Perbedaan antara hydrostatic end force total dan hydrostatic force end
pada luas area dalam flange, HT (Persamaan 12.97, Brownell &
Young) :
HT

= H - HD
= 358.126,4450 lb 353.156,3243 lb
= 1313,126 lb

Hubungan lever arm, hT (Persamaan12.102 Brownell & Young,


1959):
hT

= (hD + hG)
= 1,53359 in

The moment (Persamaan 12.97 Brownell&Young, 1959):


MT

= HT x hT
= 1313,126 x 1,53395

= 2014,2696 lb-in
Jumlah moment untuk kondisi saat beroperasi, MO (Persamaan 12.97
Brownell & Young, 1959):
MO

= MD + MG + MT
= 3877046,897 + 3308414,545 + 2014,2696
= 8857232,533 lb-in

Sehingga moment saat beroperasi sebagai pengontrol:


Mmax

= MO
= 8857232,533 lb-in

H. Absorbing Tower
I. Drying Tower
J. Agitation Tank
K. Sulfuric Acid Storage
L. Pump
M. Heat Exchanger