Anda di halaman 1dari 1

PENGERTIAN PLASMA NUTFAH

Mengacu kepada hasil Convention on Biological Diversity, PN diartikan sebagai bah


an tanaman, hewan, mikroba atau mahluk lainnya yang mengandung satuan-satuan fun
gsional pewarisan sifat yang mempunyai nilai, baik aktual maupun potensial (Komna
s PN, 2000). PN mencakup keanekaragaman bahan genetika baik dalam bentuk varieta
s tradisional dan mutakhir maupun kerabat liarnya. Bahan genetika ini merupakan
bahan mentah yang sangat penting bagi para pemulia tanaman, hewan dan ikan, teru
tama untuk merakit varietas atau galur baru. Dapat dikatakan bahwa bahan genetik
a ini merupakan cadangan penyesuaian genetika untuk mengatasi lingkungan yang me
mbahayakan dan perubahan ekosistem.
Pengertian tentang konsep PN sering dicampur-adukkan dengan pengertian keanekara
gaman hayati (KH). Konsep KH mencakup semua keanekaragaman organisme di alam ini
, baik yang liar maupun yang telah dibudidayakan termasuk pula lingkungan hidupn
ya. Guna memudahkan pemahaman, KH dibagi dalam tiga tingkatan, yakni ekosistem,
jenis dan di dalam jenis. Di dalam pengertian ini PN termasuk didalam pengertian
yang paling sempit, yaitu keanekaragaman di dalam jenis atau keanekaragaman sum
ber daya genetik (Sastrapradja, 1992).
Di dalam perkembangannya, PN tidak lain adalah substansi yang terdapat dalam kel
ompok mahluk hidup dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan
dalam rekayasa penciptaan bibit unggul maupun rumpun baru (Komnas PN, 1999). Dal
am kaitannya dengan tanaman, PN dapat berupa biji, jaringan tanaman, dan tanaman
muda/dewasa; sedangkan pada ternak hal tersebut dapat berbentuk jaringan, semen
, telur, embrio dan hewan hidup muda/dewasa (National Research Council, 1993, da
n Komnas PN, 1999).
Dalam Undang Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, Pasal 1
butir 2, yang dimaksud dengan PN adalah substansi yang terdapat dalam kelompok
makhluk hidup, dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan
dikembangkan atau dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru. Den
gan demikian menurut undang-undang tersebut PN merupakan keseluruhan keanekaraga
man genetik yang terdapat dalam mahkluk hidup (tumbuhan, satwa dan mikroorganism
e). Diantara berbagai KH yang dipengaruhi oleh keragaman dalam lingkungan dan ke
ragaman dalam jenis (plasma nutfah), PN pertanian (agrobiodiversity) merupakan s
alah satu PN yang sangat mendesak untuk diamankan dari kepunahan maupun terjadin
ya erosi potensi genetiknya. Sebab PN pertanian atau juga sering disebut dengan
sumber daya genetik (SDG) pertanian secara riil telah dan terus akan dimanfaatka
n bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat, baik pada tingkat lokal,
nasional, maupun global.