Anda di halaman 1dari 28

Pretest Neurosurgery

Oleh:
TAMZILA AKBAR NILA SANDHI
112011101061

Pembimbing:
dr. Andre Kusuma, Sp.BS
LAB/SMF ILMU BEDAH
RSD dr. SOEBANDI JEMBER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER
2016

Managemen
Stroke Perdarahan

Penatalaksanaan
Konservatif

Breath
Bebaskan

& bersihkan airway, sedot lendir dlm mulut

Bila

mengalami penurunan kesadaran atau disfungsi


bulbar dengan gangguan pernafasan ventilasi

Hipoksia

O2; non hipoksia tidak perlu O2

Bila

gagal napas psg ETT atau LMA (laryngeal Mask Airway)


pasien hipoksia (pO2 <60 mmHg atau pCO2 >50 mmHg),
atau syok, atau pada pasien yang beresiko aspirasi

Thorax

foto apabila perlu

Monitor

pernapasan: ritme, frekuensi, gerak napas

Blood

Berikan cairan kristaloid (RL/NaCl) atau koloid intravena

Dianjurkan pemasangan CVC (central Venous Cateter)


dengan tujuan disamping dapat memantau kecukupan
cairan, juga dapat sebagai sarana untuk memasukkan
cairan dan nutrisi. Usahakan CVC 5 12 mmHG

Bila TD < 120mmHg, dan cairan sudah mencukupi dapat


dberikan obat obat vasopresor secara titrasi seperti
dopamin dosis sedang/tinggi, norepinefrin atau epinefrin
dengan target tekanan darah sistolik berkisar 140 mmHg

Ambil darah vena untuk lab, indikasi pemeriksaan gula


darah, elektrolit, drh rutin

Pertahankan & monitor tensi

EKG cito bila diperlukan, pemantauan jantung harus


dilakukan selama 24 jam setelah awitan serangan stroke
iskemik

Bila ada penyakit jantung kongestif segera atasi konsul


kardiologi

Penatalaksanaan

Pengendalian kejang

Kejang diazepam bolus lambat iv 5 20 mg,


diikuti phenitoin loading dose 15 20 mg/kg
bolus dengan kecepatan maksimum 50
mg/menit

Antikonvulsan profilaktik tidak dianjurkan

Bladder

Pasang kateter tetap & urine tampung 24 jam

Ambil contoh urine untuk lab

Perhatikan balans cairan dan elektrolit

Penatalaksanaan

Bowel

Nutrisi enteral paling lambat 48 jam, oral kalau yankin fungsi


menelan baik

NGT ggg menelan, kesadaran menurun

Keadaan akut kebutuhan kalori 25 30 kkal/kg/hari, komposisi:

Karbohidrat 30 40% dari total kalori

Lemak 20-35 % (pada ggg nafas 35 55%)

Protein 20-30% (stress > 1.4-2.0 g/kgBB/hari; ggg fx ginjal <0.8 g/kgBB/hari)

NGT > 6 mgg pertimbangkan gastrotomi

Tirah baring

PIS
1.

Terapi hemostatik

Pemberian rF VIIa pada PIS pada onset 3


jam hasilnya adalah highly-significant,
2.

Tindakan bedah pada PIS

Tidak dioperasi bila:


Pasien

dengan perdarahan kecil


(<10cm3) atau defisit neurologis
minimal.

Pasien

dengan GCS <4.

Dioperasi bila:
Pasien dengan perdarahan serebelar >3cm dengan
perburukan klinis atau kompresi batang otak
PIS dengan lesi struktural seperti aneurisma
malformasi AV dibedah jika mempunyai harapan
outcome yang baik dan lesi strukturnya terjangkau.
Pasien usia muda dengan perdarahan lobar sedang s/d
besar yang memburuk.
Pembedahan untuk mengevakuasi hematoma
terhadap pasien usia muda dengan perdarahan lobar
yang luas (>50cm3).

3.

Terapi Simptomatis

Kejang diazepam IV 2mg (sampai kejang berhenti)


atau fenitoin 10-15mg/kgBB

Hipoalbuminia inf albumin

Pada CT scan terdapat edema luas manitol

Monitoring dan koreksi komplikasi

PSA

Ca bloker nimodipine

Kejang diazepam IV 2mg (sampai kejang berhenti)


atau fenitoin 10-15mg/kgBB

Analgesik

Monitoring dan koreksi komplikasi : hidrocepalus,


inbalans elektrolit, hipotensi,dll

Pembedahan

CONTOH CT-Scan stroke


perdarahan

SAH

Perdarahan subaraknoid dianggap stroke hanya jika


terjadi secara spontan

Sebuah perdarahan spontan biasanya hasil dari


pecahnya aneurisma mendadak di sebuah arteri otak,
yaitu pada bagian yang menonjol di daerah yang lemah
dari dinding arteri itu.

Pecahnya koneksi abnormal antara arteri dan vena


(malformasi arteri) di dalam atau di sekitar otak

Contoh CT-scan SAH

AVM

Arteriovenous Malformation (AVM) adalah adanya


koneksi abnormal antara arteri dan vena. AVM biasanya
bawaan sejak lahir dan dapat berkembang di mana saja
di tubuh, tetapi paling sering terjadi di otak atau tulang
belakang. AVM otak dapat berupa hubungan arteri dan
vena yang abnormal yang dapat terjadi di bagian
manapun pada otak.

Contoh CT-scan AVM

Aneurisma

Aneurisma adalah kelainan pembuluh darah otak yang


muncul akibat penipisan dan degenerasi dinding
pembuluh darah arteri. Penyebabnya adalah kelainan
bawaan, hipertensi, dan adanya infeksi atau trauma.
Kondisi ini menimbulkan kelemahan pada dinding
pembuluh darah sehingga membentuk tonjolan seperti
balon.

Contoh CT-scan Aneurisma

IVH

Terapi IVH

Tatalaksana hipertensi dan peningkatan tik bersamaan


dengan koreksi koagulopati dan mencegah timbulnya
komplikasi

Hipertensi obat anti hipertensi

Peningkatan TIK resusitasi cairan IV, elevasi kepala 30


derajat, dan koreksi demam dengan antipiretik

Drainase ekstraventrikel + fibrinolisis mengurangi


bekuan intraventrikel

Pencegahan perdarahan ulang obat anti fibrinolitik

Komplikasi

Hidrosefalus

Perdarahan ulang

Vasospasme

Hunt & Hess Grading of Sub-Arachnoid Hemorrhage

Klasifikasi aneurisma

Berdasarkan bentuknya

Sakuler

Fusiforme

Difus

Granuler

Berdasarkan ukuran

Sangat kecil <3mm

Kecil 4-6mm

Sedang 7-10mm

Besar 11-24mm

Sangat besar/giant >25mm

Macam AVM

AVM pial/parenkimal

AVM dural

AVM gabungan keduanya

Diagnostik CT-scan Multislices

Prinsip kerja MSCT menggunakan spiral CT yang memiliki


4 baris detektor, sehingga dalam satu rotasi dapat
dihasilkan 4 (empat) image.

1. MSCT Head

Mendeteksi adanya pendarahan serta mengukur volume


pendarahan yang disebabkan trauma maupun stroke.

Mendeteksi adanya tumor, aneurysma, AVM, atau kelainan


otak lainnya

Melihat struktur tulang dalam gambaran 3D (tiga dimensi).

Diagnostik angiografi/Cath
Lab Cerebral

Angiography adalah pencitraan pembuluh darah


menggunakan air-larut ionik atau nonionik media yang
kontras sinar X disuntikkan ke dalam aliran darah arteri
(arteriografi) atau pembuluh darah (venography). Untuk
pembuluh getah bening, media kontras digunakan
berminyak.

Angiografi berfungsi untuk menyelidiki keadaan normal


dan patologis dari sistem kapal penyempitan dan
obstruksi lumen terutama atau pelebaran aneurismal.

Contoh Cath Lab Cerebral

Coiling, Cliping, Embolisasi

Coiling tindakan memasukkan coil melalui akses


pembuluh darah ke lokasi target kelainan, sehingga
darah tidak masuk kedalam kantong aneurisma

Cliping dengan membuka calvaria dan membuat


sayatan pada membran pelindung otak untuk sampai ke
aneurisma ditempatkan klip logam disekitar
aneurisma

Embolisasi dengan memasukkan coil platina yang


halus ke dalam kantung aneurisma induksi clotting

TERIMA KASIH