Anda di halaman 1dari 7

Nama Peserta

Instansi
Tempat Aktualisasi

No
1

dr. SALWIYADI
UPTD Puskesmas Meukek
UPTD Puskesmas Meukek

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan Aktualisasi Nilai Dasar,(membuktikan


bagaimna tercapainya nilai-nilai ANEKA), Manfaatnya
Bagi Pihak Lain Dan Perwujudan Visi Organisasi.

Jadwal Kegiatan

1. Profesional dan tidak berpihak adalah melakukan


tindakan yang sesuai dengan tupoksi dan sesuai
standar SOP yang berlaku. Pada kegiatan ini saya
akan melakukan pelanan medik umum di poli rawat
jalan. Datang tepat waktu, mengikuti apel pagi,
setelah itu masuk ke ruang poli rawat jalan. Perawat
akan memanggil pasien sesuai dengan nomor
antrian. Menyapa pasien dan mempersilahkan pasien
duduk. Selanjutnya akan dilakukan anamnesa,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang
relevan. Selanjutnya baru disimpulkan apa diagnosa
pasien. Kemudian semua hasil pemeriksaan dicatat
pada rekam medis pasien.selanjutnya saya akan
menjelaskan kepada pasien tentang penyakit yang
dideritanya. Kemudian saya akan menuliskan resep
dan memberikannya kepada pasien untuk proses
pengambilan obat.
2. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
adalah membuat suatu kesimpulan berdasarkan ilmu
dan keahlian yang sudah didapatkan sebelumnya.
Pada kegiatan ini saya menetapkan diagnosa
penyakit yang diderita oleh pasien berdasarkan ilmu
dan skill yang sudah dimiliki.

9-23 November 2015

Melakukan
pelayanan
Etika Publik
medik umum di poli rawat
1. Profesional dan
jalan (poliklinik).
tidak berpihak
2.
Membuat
1. Datang tepat waktu dan
keputusan
mengikuti apel pagi.
berdasarkan prinsip
2. Memasuki
ruang
keahlian.
poliklinik.
3. Pasien dipanggil oleh
perawat sesuai antrian.
4. Menyapa pasien,
mempersilahkan duduk.
5. Melakukan anamnesis
(wawancara)
kepada
pasien dan pendamping
pasien.
6. Melakukan
pemeriksaan
fisik
kepada pasien.
7. Melakukan permintaan
pemeriksaan penunjang
yang relevan (jika
diperlukan).
8. Menegakkan diagnosa.

9. Menjelaskan
tentang
diagnosa pasien.
Menulis
resep
menjelaskan obat
akan diberikan.

dan
yang

Melakukan kunjungan
Anti Korupsi
visite kepada pasien rawat 1. Disiplin
inap
1. Datang tepat waktu dan
mengikuti apel pagi.
2. Memasuki ruang rawat
inap setelah mengikuti
apel.
3. Masuk ke kamar setiap
pasien.
4. Memberi salam dan
menyapa pasien.
5. Menanyakan keluhan
pasien
6. Melakukan
pemeriksaan fisik
7. Membuat permintaan
pemeriksaan penunjang
yang relevan (jika
dibutuhkan).

Analisa dampak :
1. Apabila nilai dasar etika publik profesional dan tidak
berpihak tidak tercapai maka akan terjadi kericuhan
sehingga membuat pasien tidak nyaman akibatnya
pelayanan tidak berjalan dengan lancar dan
maksimal.
2. Apabila nilai dasar etika publik membuat keputusan
berdasarkan prinsip keahlian tidak dilakukan maka
penegakan diagnosa tidak sesuai dengan keluhan
pasien sehingga pengobatan yaang di berikan tidak
tepat.
1. Disiplin adalah melaksanakan/ melakukan sesuatu 9-23 November 2015
sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Visite
dilakukan pada pagi hari setelah mengikuti apel
pagi. Dokter akan masuk kesetiap ruangan yang
terdapat pasien. Disana dokter akan menanyakan
keluhan dan memeriksa pemeriksaan yang
diperlukan. Setelah visite berakhir, dokter akan
menuliskan hasil pemeriksaannya di rekam medis
pasien.
Analisa dampak
1. Dampak yang ditimbulkan apabila nilai dasar anti
korupsi , disiplin tidak dilakukan, pasien bisa
terlantar dan kecewa dengan pelayanan Puskesmas.
Hal ini bisa mengakibatkan kualitas dan kepercayaan
masyarakat berkurang.

8. Mengedukasi pasien
dan keluarga.
9. Menjawab pertanyaan
dari pasien atau
keluarga (jika ada).
10. Memberikan terapi
selanjutnya
Membuat rekam medik
pasien.
Melakukan pelayanan
Akuntabilitas
rujukan medis
1. Kejelasan
1. Pasien dipanggil oleh
2. Konsisten
perawat sesuai dengan
antrian
2. Menyapa dan
mempersilahkan duduk
pasien.
3. Melakukan ananmnesis
4. Melakukan
pemeriksaan fisik
5. Menegakkan diagnosa
sementara.
6. Menjelaskan tentang
diagnosa pasien dan
menyarankan agar
pasien dirujuk ke RS
agar mendapatkan
pelayanan/
pemeriksaan selanjut
ya.
7. Memberitahukan
kepada pasien bahwa

1. Kejelasan adalah memberitahukan apa adanya, tidak 9-23 November 2015


ditutup-tutupi. Setelah dilakukan anamnesa ,
pemeriksaan fisik
serta pemeriksaan penunjang,
dokter akan memberitahukan kepada pasien bahwa dia
akan dirujuk ke RS daerah. Sebelumnya dokter akan
menjelaskan kepada pasien tentang penyakit yang
dideritanya dan kenapa (indikasi) dia harus dirujuk ke
Rumah Sakit Daerah.
2. Konsisten adalah taat dan patuh pada sebuah
kebijakan/aturan yang berlaku. Dokter akan merujuk
pasien yang diagnosa penyakitnya di luar 155
diagnosa yang tidak boleh dirujuk yang sudah
ditetapkan oleh BPJS.
Analisa dampak :
1. Apabila nilai dasar akuntabilitas: kejelasan tidak
tercapai maka dokter tidak bisa mendapatkan
informasi dengan jelas tentang penyakit yang diderita,
pasien tidak mau dirujuk serta pasien tidak
mendapatkan pelayanan yang maksimal.
2. Apabila nilai dasar akuntabilitas: konsisten tidak
dilakukan makan pasien tidak diterima di Rumah Sakit
daerah dan jika angka rujukan meningkat, akan

pasien akan dirujuk ke


Rumah Sakit Daerah.
4

berdampak pada pemotongan dana kapitas Puskesmas.

Melakukan pelayanan
Etika Publik
1. Profesional dan tidak berpihak adalah melakukan 9-23 November 2015
medik umum di poli
tindakan yang sesuai dengan tupoksi dan sesuai
1.
Profesional
dan
MTBS ( Manajemen
standar SOP yang berlaku. Pada kegiatan ini saya akan
tidak berpihak
Terpadu Balita Sakit)
melakukan pelanan medik umum di poli MTBS.
2.
Membuat
1. Pasien dipanggil oleh
Datang tepat waktu, mengikuti apel pagi, setelah itu
keputusan
perawat
masuk ke ruang poli MTBS. Perawat akan memanggil
berdasarkan
prinsip
2. Menimbang berat
pasien sesuai dengan nomor antrian. Menyapa pasien
keahlian.
badan dan tinggi
serta pendamping dan mempersilahkan duduk.
badan.
Selanjutnya akan dilakukan anamnesa, pemeriksaan
3. Melakukan wawancara
fisik dan pemeriksaan penunjang yang relevan.
atau Anamnesis dengan
Selanjutnya baru disimpulkan apa diagnosa pasien.
pendamping pasien
Kemudian semua hasil pemeriksaan dicatat pada
(ibu pasien)
rekam medis pasien. selanjutnya saya akan
4. Melakukan
menjelaskan kepada pendamping pasien tentang
pemeriksaan fisik
penyakit yang diderita. Kemudian saya akan
sesuai keluhan.
menuliskan resep dan memberikannya kepada
5. Menegakkan diagnosa
pendamping pasien untuk proses pengambilan obat.
pasien
2. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
6. Menjelaskan tentang
adalah membuat suatu kesimpulan berdasarkan ilmu
diagnosa penyakit
dan keahlian yang sudah didapatkan sebelumnya. Pada
kegiatan ini saya menetapkan diagnosa penyakit yang
Menulis resep
diderita oleh pasien berdasarkan ilmu dan skill yang
sudah dimiliki.
Analisa dampak :
1. Apabila nilai dasar etika publik profesional dan tidak
berpihak tidak tercapai maka akan terjadi kericuhan
sehingga membuat pasien tidak nyaman akibatnya
pelayanan tidak berjalan dengan lancar dan maksimal.

2. Apabila nilai dasar etika publik membuat keputusan


berdasarkan prinsip keahlian tidak dilakukan maka
penegakan diagnosa tidak sesuai dengan keluhan
pasien sehingga pengobatan yaang di berikan tidak
tepat.
Melakukan pelayanan
Etika Publik
1. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian 9-23 November 2015
medik di UGD
1. Membuat
adalah melakukan sesuatu tindakan berdasarkan ilmu
1. Pasien dibawa ke UGD
keputusan
dan skill yang sudah dipelajari/didapat. Setelah
Puskesmas
berdasarkan
melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik kepada
2. Melakukan wawancara
prinsip keahlian
pasien, selanjutnya dokter akan menyimpulkan
(anamnesis) dengan
2. Memberikan
diagnosa yang tepat kepada pasien.
pasien dan pendamping
layanan
secara 2. Memberikan layanan secara jujur, tepat, akurat dan
pasien (pembawa)
jujur,
tanggap,
berdaya guna adalah setiap tindakan yang dilakukan
3. Melakukan
cepat, tepat, akurat
harus cepat dn tepat. Setelah pasien sampai di UGD
pemeriksaan. fisik
dan berdaya guna.
maka dokter ddan petugas haru segera memeriksa
sesuai keluhan.
pasien dan menentukan tindakan apa yang harus
4. Menegakkan diagnosa
dilakukan secepat mungkin sehingga penanganan dan
pasien
pelayanan di UGD dapat berkualitas dan prima.
5. Menjelaskan tentang
diagnosa penyakit.
Analisa dampak:
6. Melakukan tindakan
1. Dampak yang ditimbulkan jika nilai etika publik:
medis yang diperlukan.
membuat keputusan berdasarkan prinsip keadilan
7. Menulis resep
tidak tercapai makan akan terjadi kesalahan diagnosa
dan tindakan kepada pasien sehingga akan berakibat
fatal.
2. Apabila nilai etika publik memberika layanan secara
jujur, tanggap, tepat , akurat dan berdaya guna tidak
tercapai maka akan terjadi penangan yang lambat,
sehingga pasien tidak tertolong dengan baik dan
berisiko tinggi bahkan bisa mengakibatkan penyakit
pasien bertambah parah dan kualitas Puskesmas
menjadi buruk dimata masyarakat.

Home Visite pasien


Diabetes Mellitus (DM)
1. Petugas ( dokter dan
paramedis)
mengunjungi pasien
DM di rumahnya.
2. Mengucapkan salam
sebelum masuk rumah
pasien.
3. Menjelaskan tujuan
kedatangan kita ke
pasien.
4. Melakukan anamnesis
dengan pasien.
5. Melakukan
pemeriksaan fisik
kepada pasien.
6. Mengedukasi pasien
dan keluarga
7. Memberikan obat
Home visite pasien
Kesehatan Jiwa
1. Petugas ( dokter dan
paramedis)
mengunjungi pasien
Jiwa di rumahnya.
2. Mengucapkan salam
sebelum masuk rumah
pasien.
3. Menjelaskan tujuan
kedatangan kita ke
pasien dan keluarga.

Komitmen Mutu
1. Inovasi

1. Inovasi adalah melakukan sesuatu hal yang baru dari 9-23 November 2015
biasanya. Dokter dan perawat akan mengunjungi
pasien DM ke rumahnya masing-masing. Melakukan
anamnesa, pemeriksaan fisik serta edukasi kepad
pasien dan keluarga. Setelah itu dokter akan
memerikan obat kepada pasien.
Analisa Dampak :
1. Apabila nilai komitmen mutu inovasi tidak tercapai
maka akan mengakibatkan pasien DM tidak
mendapatkan obat dan penyakitnya tidak terkontrol.
Jika hal ini terjadi, maka penyakit pasien akan
bertambah parah sehingga menggangu kualitas hidup
dan perekonomian keluarga. Selain itu jumlah
penyakitnya bisa bertambah banyak dan hal ini
menunjukan salah satu fungsi Puskesmas sebagai
Preventi dan promotif tidak berhasil.

Komitmen Mutu
1. Efektivitas

1. Efektivita adalah suatu langkah yang ditempuh untuk 9-23 November 2015
mencapai target yang sudah ditetapkan. Dokter dan
petugas jiwa turun ke rumah-rumah pasien untuk
melihat perkembangan pasien dan memberikan obat
selama 1 bulan.

Analisa dampak:
1. Apabila nilai komitmen mutu efektivitas tidak tercapai
maka akan mengakibatkan pasien putus obat dan
mengakibatkan kambunya penyakit seperti sedia kala.

4. Melakukan wawancara
dengan pasien dan
keluarganya.
5. Mengedukasi pasien
dan keluarga.
6. Memberikan obat
8

Memberikan pelayanan
pembuatan surat sakit
1. Petugas paramedis
mengukur Tekanan
Darah, Tinggi Badan,
dan Berat Badan
2. Melakukan wawancara
atau ananmnesis
3. Melakukan
pemeriksaan fisik dan
penunjang (jika perlu)
4. Menuliskan hasil
pemeriksaan pada surat
keterangan sakit yang
tersedia

Dan petugas tidak bisa melihat perkembangan pasien.

Anti Korupsi
1. Jujur

1. Jujur adalah menyampaikan apa


yang terjadi 9-23 November 2015
sebenarnya. Dokter akan memeriksa pasien melalui
anamnesa dan pemeriksaan fisik selanjutkan
hasilmpemeriksaan akan dituliskan di rekam medis.
Selanjutkan baru akan dibuat surat sakit sesuai dengan
apa yang didapatkannya pada pemeriksaan, tidak
dimanipulasi.
Analisa dampak:
1. Jika nilai anti korupsi jujur tidak tercapai, maka akan
terjadi dampak kepada dokternya yang melanggar
etika kedokteran. Selain itu surat sakit bisa
disalahgunakan oleh pasien.