Anda di halaman 1dari 7

KEPUTUSAN INVESTASI MODAL

Oleh:
Gabriella Sita Devi

232012011

Hashfi Fakhrurrazi

232012066

Timothy Adriel Tanggar Suan 232012195


Desiana Nur Hendrayanti

232012253

Agung Setiabudi

232012264

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2015

KEPUTUSAN INVESTASI MODAL


Keputusan investasi modal berkaitan dengan proses perencanaan, penetapan tujuan
dan prioritas, pengaturan pendanaan serta kriteria tertentu untuk memilih aktiva jangka
panjang. Proses dalam membuat keputusan investasi modal disebut penganggaran modal.
Ada 2 jenis proyek penganggaran modal:
1. Proyek independen : Jika suatu proyek diterima atau ditolak tidak mempengaruhi
arus kas proyek lain.
2. Proyek saling eksklusif: Jika suatu proyek diterima menghalangi penerimaan proyek
lain.
Metode dasar untuk membantu menentukan keputusan investasi modal:
A. Model non-diskonto, mengabaikan nilai waktu dari uang
Periode Pengembalian (Payback Period), waktu yang

dibutuhkan

perusahaan untuk memperoleh investasi awal kembali.


Periode pengembalian = Investasi awal / arus kas tahunan
Manfaatnya adalah untuk:
-

Membantu mengendalikan risiko ketidakpastian arus kas masa depan.


Membantu meminimalkan dampak investasi terhadap masalah likuiditas

perusahaan.
Membantu mengendalikan risiko keuangan.
Membantu mengendalikan pengaruh investasi terhadap ukuran kinerja.

Kelemahannya, yaitu mengabaikan total profitabilitas dan nilai waktu dari uang.
Tingkat Pengembalian Akuntansi, mengukur atas suatu proyek dilihat dari
laba, bukan arus kas.
Tingkat pengembalian akuntansi = (laba bersih tahun 1+ tahun 2 + tahun ke
n) / n
Manfaatnya adalah untuk:
-

Memastikan setiap investasi baru tidak akan bertentangan dengan risiko


keuangan.

Manajer dapat memperkirakan menghitung bonus yang biasanya

didasarkan pada laba.


Mengetahui profitabilitas proyek karena laba ikut dipertimbangkan.

Kelemahannya, yaitu mengabaikan nilai waktu dari uang.


B. Model Diskonto, secara eksplisit mempertimbangkan nilai waktu dari uang.
Net Present Value (NPV), selisih nilai sekarang dari arus kas masuk dan arus
kas keluar yang berhubungan dengan suatu proyek.
NPV = [CFt / (1 + i)t] I
Dalam model NPV, tingkat pengembalian yang diminta harus ditentukan (tingkat
pengembalian minimum yang dapat diterima)
NPV positif :
-

Investasi awal telah tertutupi.


Tingkat pengembalian yang diminta terpenuhi.
Pengembalian telah melebihi investasi awal dan tingkat pengembalian
yang diminta.

NPV positif : diterima


NPV negatif: tolak
NPV 0 : terima/tolak
Tingkat Pengembalian Modal (IRR), suku bunga yang mengatur nilai
sekarang dari arus kas masuk proyek sama dengan nilai sekarang dari biaya proyek
tersebut. Suku bunga NPV = 0.
IRR = I - [CFt / (1 + i)t ]
IRR lebih besar dari tingkat pengembalian yang diminta : diterima
IRR sama dengan tingkat pengembalian yang diminta : terima/tolak
IRR lebih kecil dari tingkat pengembalian yang diminta: tolak
Manfaatnya adalah untuk:

Konsep tingkat pengembalian mudah digunakan oleh manajer


IRR adalah tingkat pengembalian majemuk actual

Pasca Audit Proyek Modal, membandingkan manfaat actual dan manfaat yang
diestimasi dan biaya operasional actual dengan biaya operasional yang diestimasi. Tujuannya,
untuk mengevaluasi hasil keseluruhan investasi dan mengusulkan tindakan perbaikan yang
diperlukan.
Manfaatnya adalah untuk:
-

Mengevaluasi profitabilitas.
Berdampak terhadap perilaku manajer.

Kelemahannya:
-

Biaya cukup besar.


Asumsi yang diberikan oleh analisis awal sering tidak sesuai dengan
perubahan lingkungan operasional.

PROYEK SALING EKSKLUSIF


Sebagian besar keputusan investasi modal berkaitan dengan proyek saling eksklusif.
Memperhatikan bagaimana kemampuan NPV dan IRR berbeda dalam membantu seorang
manajer membuat keputusan maksimal saat munculnya berbagai alternatif yang saling
bersaing.
NPV Dibandingkan dengan IRR
Baik NPV maupun IRR menghasilkan keputusan yang sama bagi proyek independen.
Akan tetapi, untuk proyek yang saling bersaing, kedua metode ini bisa memberikan hasil
yang berbeda. Berdasarkan intuisi, diyakini bahwa untuk proyek yang slaing eksklusif,
proyek yang dimiliki NPV tertinggi atau IRR tertinggi yang harus dipilih. Karena kedua
metode bisa menghasilkan rangking yang berbeda untuk proyek-proyek yang saling
eksklusif, metode yang secara konsisten mengungkapkan proyek dengan kesejahteraan
maksimal akan lebih disukai. NPV berbeda dengan IRR dalam dua hal. Pertama, NPV
mengasumsikan setiap arus kas masuk yang diterima diinvestasikan kembali pada tingkat
pengembalian yang diminta, sedangkan metode IRR mengasumsikan setiap arus kas masuk
diinvestasikan kembali pada IRR yang dihitung. Kedua, metode NPV mengukur profitabilitas
dalam nilai absolut, sedangkan metode IRR mengukur profitabilitas dalam nilai relatif. NPV

mengukur jumlah yang disebabkan oleh perubahan nilai perusahaan. Sebagai suatu ukuran
profitabilitas relatif, IRR memiliki kelebihan untuk mengukur dengan akurat tingkat
pengembalian dana yang tetap diinvestasikan secara internal. Meskipun demikian,
memaksimalkan IRR tidak berarti memaksimalkan kesejahteraan pemilik perusahaan karena
hal itu tidak dapat terjadi secara alami, yaitu mempertimbangkan kontribusi nilai absolut
dolar proyek. Oleh karena itu, NPV (bukan IRR) yang sebaiknya digunakan untuk memilih di
antara beberapa proyek yang bersaing, proyek saling eksklusif, atau proyek yang bersaing
jika dana modal terbatas. Suatu proyek independen akan diterima jika NPV-nya positif, dan
proyek saling eksklusif akan dipilih dengan NPV terbesar. Ada tiga tahap dalam memilih
proyek terbaik dari beberapa proyek yang saling bersaing: Menilai pola arus kas untuk setiap
proyek, Menghitung NPV setiap proyek, dan mengidentifikasi proyek dengan NPV terbesar.
INVESTASI MODAL: LINGKUNGAN MANUFAKTUR YANG CANGGIH
Meskipun analisis arus kas diskonto (dengan menggunakan nilai sekarang bersih dan
tingkat tengembalian internal) tetap unggul dalam keputusan investasi modal, lingkungan
manufaktur yang baru meminta perhatian lebih bagi penggunaan input dalam model arus kas
diskonto. Selain itu ada satu dimensi lagi yang penting, manajemen investasi kontemporer
mencakup kriteria keuangan dan nonkeuangan. Proses manajemen investasi harus berkaitan
dengan strategi perusahaan. Analisis dalam teknologi manufaktur yang canggih harus
mempertimbangkan kontribusi yang dibuat untuk mendukung strategi, seperti peningkatan
produk, diversifikasi, dan pengurangan resiko.
Bagaimana Investasi Dibedakan
Investasi dalam proses manufaktur yang terotomatisasi adalah jauh lebih kompleks
dibandingkan investasi dalam peralatan manufaktur dalam standar di masa lalu. Bagi
peralatan standar, biaya langsung akuisisi mencerminkan investasi sebenarnya. Pada
manufaktur yang terotomatisasi, biaya langsung mencerminkan sedikitnya 50 atau 60 persen
dari total investasi.

Bagaimana Estimasi Arus Kas Operasional Dibedakan


Estimasi arus kas operasional dari investasi dalam peralatan standar memiliki ciri
yang mengandalkan manfaat berwujud yang dapat diidentifikasi secara langsung, seperti

penghematan langsung dari tenaga kerja, listrik, dan sisa bahan baku. Penghematan biaya
tenaga kerja langsung sering digunakan sebagai justifikasi utama untuk melakukan
otomatisasi. Namun, dalam sistem manufaktur yang canggih, pengurangan tenaga kerja dapat
mendukung bagian tertentu seperti penjadwalan produksi dan penyimpanan merupakan
manfaat tak langsung. Sistem yang terotomatisasi dapat menghasilkan banyak penghematan
dalam bentuk pengurangan pemborosan, persediaan yang lebih sedikit, peningkatan kualitas,
dan pengurangan tenaga kerja tak langsung. Kenaikan perhitungan biaya berdasarkan
aktivitas (ABC) membuat pengidentifikasian manfaat tak langsung mudah dilakukan dengan
menggunakan penggerak biaya. Salah satu manfaat tak berwujud yang terpenting adalah
mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif perusahaan.
Nilai Sisa
Karena sulit diestimasi membuat nilai sisa atau nilai akhir sering diabaikan dalam
keputusan investasi. Namun, pendekatan tersebut mungkin tidak bijaksana karena nilai sisa
dapat menghasilkan perbedaan keputusan antara melakukan investasi atau tidak. Pendekatan
terbaik berkaitan dengan ketidakpastian ini adalah menggunakan analisis sensivitas. Analisis
sensivitas (sensivity analysis) atau yang juga sering dikenal dengan Analisis what-if (Whatif analysis) mengubah asumsi yang mengandalkan analisis investasi modal dan menilai
pengaruhnya terhadap pola arus kas.
Tingkat Diskonto
Secara teori, jika arus kas masa depan diketahui dengan pasti, maka tingkat diskonto
yang tepat merupakan biaya modal perusahaan. Dalam kenyataannya, arus kas masa depan
tidak pasti dan manajer sering memilih tingkat diskonto yang lebih tinggi daripada biaya
modal untuk menghindari ketidakpastian tersebut. Jika tingkat diskonto yang dipilih terlalu
tinggi, maka akan membiaskan proses pemilihan investasi jangka pendek. Pengaruh faktor
diskonto yang lebih tinggi adalah menempatkan beban yang lebih besar pada arus kas
sebelumnya dan beban yang lebih ringan pada arus kas berikutnya, dimana investasi jangka
pendek lebih disukai dibandingkan investasi jangka panjang.

LAMPIRAN A: Konsep Nilai Sekarang

Nilai dolar hari ini tidak sama dengan nilai dolar esok hari. Prinsip dasar tersebut
merupakan kekuatan dari metode pendiskontoan yang mengandalkan hubungan antara nilai
dolar saat ini dan masa depan.
Nilai Masa Depan
Nilai atau keuntungan yang diharapkan atas investasi yang dilakukan dan telah
diakumulasi dengan bunga yang telah didapatkan. Pendapatan bunga atas bunga ini sering
disebut Pemajemukan bunga (compounding of interest). Nilai yang akan diakumulasikan
pada akhir umur investasi dengan asumsi pengembalian majemuk yang spesifik adalah nilai
masa depan (Future value).
Nilai Sekarang
Seorang manajer tidak hanya menghitung nilai masa depan, tetapi juga jumlah yang
harus diinvestasikan untuk menghasilkan suatu nilai masa depan. Jumlah yang harus
diinvestasikan sekarang untuk mendapatkan nilai masa depan dikenal sebagai nilai sekarang
(Present value).
Nilai Sekarang dari Serangkaian Arus Kas Tidak Tetap
Serangkaian arus kas masa depan disebut anuitas (annuity). Nilai sekarang anuitas
diperoleh dengan menghitung nilai sekarang dari setiap arus kas masa depan, kemudian
menjumlahkan nilai-nilai tersebut.