Anda di halaman 1dari 4

Penularan Salmonella typhi dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi

dan juga dapat melalui transmisi secara transplasental dari ibu hamil ke bayinya (IDAI, 2008).
Obat Fluorokuinolon Untuk Demam Tifoid
Fluorokuinolon biasanya diberikan pada anak untuk mengatasi demam karena tifus. Penggunaan
pada wanita hamil diduga tidak aman karena kerja obat menghambat DNA kuman sehingga
kemungkinan besar dapat terjadi cacat janin atau malformasi dalam pembentukan organ janin.
Sinsin, Iis. 2008. Seri Kesehatan Ibu dan Anak Masa Kehamilan dan Persalinan. Penerbit PT
Elex Media Komputindo : Jakarta

Demam tifoid
Penyakit oleh karena kontaminasi makana dengan Salmonella typhii melalui makanan. Gejala
klinis pada umumnya:
1. Panas badan tinggi
2. Mual, muntah, nafsu makan kurang.
3. Terutama gangguan gastrointestinal:
- Diare ringan sampai berat
- Bahaya yang paling besar adalah kemungkinan perforasi usus dengan segala
manifestasinya.
Gejala khususnya : perut sakit, tinja mungkin bercampur darah.
Diagnosis
1. Kultur dari feses
2. Terdapat antibody yang khusus untuk Salmonella typhi yang makin meningkat.
Terapi
Masuk rumah sakit.
1. Makanan encer sehingga dapat mengistirahatkan kerja ususnya.
2. Diberikan rehidrasi, sebagai pengganti cairan yang hilang atau kurang.

Pengobatannya
1. Chloramphenicol 500mg/4 kali/hari. Selama 3-4 hari bebas panas.
2. Diikuti dengan pemeriksaan kultur atau serologis antibodinya.
3. Obat lain yang dapat diberikan adalah:
- Trimetroprim atau Sulfamethoxazole
- Ampicillin
- Diprofloxacine
Pencegahan
Profilaksisnya: melakukan vaksinasi sehingga terbentuk antibody
(Manuaba)

Definisi
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella
typhi. S.typhi dapat masuk dalam tubuh manusia melalui makanan yang tercemar.
Patofisiologi
Beberapa bakteri yang tidak musnah oleh asam lambung akan masuk ke usus halus dan mencapai
limfoid plak Peyeri di ileum terminalis yang hipertropi. S.typhi
bersarang

pada

hati,limpa

dan

ini

juga

bagian

bagian

dapat
lain

sistem

retikuloendotelial. Endotoksin S.typhi berperan dalam proses inflamasi lokal ada jaringan tempat
kuman tersebut berkembang biak sehingga merangsang sintesis dan pelepasan zat pirogen dan
leukosit pada jaringan yang meradang, sehingga terjadi demam.

Faktor Predisposisi

Faktor
Faktor
Imunitas

kebersihan makanan
kebersihan lingkungan
tubuh
buruk

Tanda dan Gejala


Demam

>38C

Sakit kepala
Nyeri perut
Nafsu makan berkurang
Diare atau konstipasi
Coated tongue
Nyeri otot
Diagnosis
Uji

Widal

Kultur darah
Tatalaksana
a. Tatalaksana Umum
- Berikan

sefotaksim
dibagi

24 jam (maksimal 4 g/24 jam)

200

mg/kgBB

IV

per

24

jam

menjadi 3-4 dosis, atau seftriakson 100 mg/kgBB IV per


dibagi menjadi

1-2

dosis.

-Berikan parasetamol 3x500 mg per oral bila demam.


b. Tatalaksana Khusus : (Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan Dasar Dan Rujukan)
Angka kejadian infeksi Salmonella pada pasien hamil adalah sama dengan populasi umum
(0,2%). Tifoid disebabkan oleh Salmonella enterik serotype typhi. rute penularan yang paling
umum adalah fekal-oral. Pada usia muda, tua, hamil, terinfeksi HIV dan pasien yang telah
menjalani transplantasi berada pada risiko tinggi untuk infeksi Salmonella. Transmisi vertikal
dari Salmonella terjadi melalui transplasenta penyebaran atau karena bakteremia selama
persalinan atau karena kontaminasi tinja pada jalan lahir. Kejadian kematian janin dalam tifoid

yang tidak diobati dapat setinggi 80%. Salmonella typhi telah dikaitkan dengan aborsi pada
hewan seperti domba, sapi dan kuda.
Salmonella menjadi organisme intraselular yang bermobilisasi ke lokasi implantasi janin pada
awal perjalanan penyakit sebelum pengobatan atau selama episode bakteremia. Trofoblas
ekstravili dengan modifikasi kekebalan tubuh terletak berdampinga di dekat sel-sel desidua
maternal. Oleh karena berbagai strategi invasif dan evasif Salmonella typhi dapat menyebabkan
kerusakan yang signifikan pada ibu dan janin
Berdasarkan penelitian Hicks dan French, Salmonella typhi dapat melewati plasenta dan
menyebabkan keguguran (65-80%), kematian saat lahir dan persalinan prematur. Transmisi
transplasental biasanya bermanifestasi sebagai aborsi spontan trimester kedua tanpa ketuban
pecah dini. Neonatus yang lahir dengan ibu yang mengalami Salmonellosis lebih rentan terhadap
komplikasi berat seperti septikemia dan meningitis.
Ampisilin atau amoksisilin dianggap sebagai obat lini pertama pada tifoid selama kehamilan.
Ceftriaxone adalah obat pilihan pada resistensi asam nalidiksat Salmonella typhi, juga yang
resisten terhadap ciprofloxacin. Vaksin tifoid (baik polisakarida dan vaksin hidup) termasuk
dalam obat kategori C selama kehamilan.
Salmonellosis biasanya tidak termasuk dalam diagnosis banding dari abortus, lahir mati atau
neonatal sepsis yang terjadi selama kehamilan. Namun harus dipertimbangkan untuk mencegah
morbiditas janin dan ibu.
Poonia S, Satia MN, Torame VP, Natraj G. Vertical transmission of Salmonella typhi. JPGO
2015. Volume 2 No. 1. Available from: http://www.jpgo.org/2015/01/vertical-transmission-ofsalmonella.html