Anda di halaman 1dari 4

Soal Tanya jawab ERI SUSANTO KLAS C

LEMUSTAR MOH. ABRORI KLAS D + HANAN INGGALA


KLAS C
1.

Sebutkan Tindakan Nakhoda secara Administrasi yang dilakukan pada waktu kapal
kandas ?

Jawab
Tindakan yang dilakukan Nakhoda secara Administrasi membuat Berita Acara yang
isinya adalah sbb ;
- Nakhoda mencatat Kronologi kejadian dalam Log Book
- Tindakan -2 yang diambil adalah membuat berita acara yang ditulis berisi;
a. No Voyage, tanggal, Posisi Kejadian dan kronologi kejadian secara rinci.
b. Jenis muatan , jumlah yang diangkut serta Stowagenya.
c. Kecepatan kapal, keadaan pasang surut, draft kapal sebelum dan sesudah
kandas.
d. Haluan kapal, kedudukan telegraph, kedudukan kemudi saat kapal kandas.
e. Kedalaman air, jenis dasar laut , dimana kapal kandas.
f. Kerusakan-2 yang terjadi pada kulit kapal.
g. Hasil pemeriksaan terhadap tanki-2 , palkah-2 & ruangan-2 lainnya termasuk
keadaan cuaca, arus , angin, gelombang laut.
h. Tindakan penyelamatan yang telah dilakukan dan waktunya.
i. Opini Nakhoda tentang perlu tidaknya untuk salvage.
2. Jelaskan Persiapan yang dilakukan pada waktu menghadapi Cuaca Buruk?
Jawab :
1. Memperbesar nilai GM kapal / memperbaiki stabilitas kapal.
2. Jangkar diikat kuat setelah batang Jangkar masuk ulup dan kedua kukunya sudah
rapat dengan lambung kapal, lubang ulup, pipa-2 udara ditutup rapat.
3. Palkah ditutup rapat , penguatnya dipasang dengan baik.
4. Semua pipa sounding, pipa air, lubang-2 Ventilasi ditutup rapat.
5. Pasang tali keamanan dari ruang akomodasi sampai ke haluan untuk pegangan
crew pada saat melaksanakan pekerjaan.
6. Batang pemuat di turunkan dan diikat kuat
7. Sekoci-2 dan barang lainya yang mudah bergerak diikat dengan kuat
8. Kegiatan-2 pemeliharaan kapal yang tidak perlu segera dihentikan.
9. Beritahu semua Crew, untuk mengikat barang-2 nya yang berada di kamar, kamar
mesin, dapur , salon dll.
10. Siapkan minyak penenang ombak disisi bawah angin.
3. Jelaskan tindakan-2 Safety yang dilakukan segera setelah kapal kandas ?
Jawab :
1. Stop mesin
2. Bunyikan isyarat bahaya untuk kapal kandas
3. Beritahukan Nakhoda & Kepala Kamar Mesin
4. Menutup pintu-2 kedap air

5. Stand by Channel 16.


6. Perlihatkan isyarat-2 untuk kapal kandas sebagaimana yang syaratkan dalam
aturan 30 & 37 P2TL 1972.
7. Pada waktu malam menyalakan lampu Deck
8. Periksa ada tidaknya korban kecelakaan
9. Sounding got-got / tanki-2
10. Sounding laut disekitar kapal
11. Siapkan alat-2 keselamatan di air.
12. Ambil posisi kapal dan menempatkannya di kamar radio dan perbaharui bila ada
perubahan.
4. Sebutkan 6 tanda-2 akan terjadinya Badai Tropis / Cyclone ?
Jawab :
1. Adanya Penyimpangan tekanan udara dari normal ke bawah yang ditandai
dengan penunjukkan Barometer yang terus menerus turun secara per-lahan-2 dan
kemudian cuaca berubah menjadi buruk
2. Angin bertambah kuat dan tidak banyak berubah arah
3. Ombak bertambah tinggi dan alun / gelombang bertambah besar.
4. Muncul awan-2 tinggi ( Ci, CiCu, CiStr ) kemudian disusul awan-2 menengah
( AltCu, AltStr), selanjutnya langit tertutup oleh awan.
5. Muncul awan-2 rendah (Hitam) dan gumpalan awan hitam yang meluas dan
bertambah tinggi
6. Turun hujan.
5. Apa yang dimaksud dengan :
a. Manouvering Charasteristic
b. Critical RPM
c. Byliggen
d. Lensen
e. Broaching to
f. Pooped
g. Beginning of Sea Voyage
h. End of sea voyage
Jawab :
a. Manoeuvering Charasteristic adalah suatu data tentang karakter kapal untuk
diolah gerak, seperti Karakter kapal pada saat melaksanakan lingkaran putar,
karakter kapal saat melakukan Zig Zag Manoeuver, karakter kapal saat Crash
Stop, karakter kapal pada standart telegraph setting yang dibuat berbagai kondisi
seperti pemuatan, perairan dan kecepatan, pengemudian kapal.
b. Critical RPM adalah Putaran kritis dari mesin induk kapal , dimana putaran
tersebut terjadi gaya gaya yang tidak balance, sehingga menimbulkan getaran
getaran liar yang dapat merusakkan mesin induk itu sendiri dan peralatan
navigasi kapal.
c. Byliggen adalah cara melayarkan kapal pada cuaca buruk dengan mesin pelan
dan arah angin / ombak membentuk sudut 3 4 surat dimuka arah melintang .

d. Lensen adalah cara melayarkan kapal pada cuaca buruk dengan mesin pelan
dan arah angin / ombak membentuk sudut 180 dari belakang kapal ( mengikuti
ombak )
e. Broaching to yaitu suatu keadaan dimana bagian haluan kapal masuk dalam
ombak dan buritan terangkat tinggi sehingga kemudi tidak efektif lagi sehingga
kapal akan merewang dengan hebat. Pada saat kapal turun dari lembah
gelombang olengan kapal akan bertambah besar sehingga kapal akan
bertambah senget dan dapat terbalik.
Broaching ini biasanya terjadi bila panjang kapal / kecepatan kapal sebanding
dengan panjang gelombang.
f. Pooped adalah seuatu keadaan dimana bagian buritan kapal akan disapu oleh
gelombang susulan, sehingga kapal sulit untuk dikemudikan dan dapat
menimbulkan kerusakan-2. Pooped biasanya terjadi jika kecepatan kapal lebih
besar dari pada kecepatan gelombang.
g. Beginning of Sea Voyage adalah suatu tempat / saat dimana Nakhoda telah
menganggap bahwa olah gerak kapal berangkat dari suatu pelabuhan telah selesai
dilaksanakan dan Nakhoda memberitahukan ke kamar mesin bahwa kapal dapat
degerakkan secara Full away / Full Speed dan bahan bakar diganti dengan MFO (
dari minyak ringan ke minyak berat ) untuk melanjutkan pelayarannya
h. End of sea voyage adalah sauatu saat / tempat dimana Nakhoda telah
menganggap bahwa olah gerak tiba disuatu pelabuhan dimulai dan Nakhoda
memberitahukan ke kamar mesin bahwa bahan bakar dapat diganti dengan
MDO / HSD / Solar ( dari minyak berat ke minyak ringan ).
6. Apa yang dimaksud dengan perairan dangkal & dalam ?
Jawab :
Perairan dangkal adalah perairan yang dalamnya 40 depa
Perairan dalam adalah perairan yang dalamnya 40 depa.
1 Fathom = 1 Depa = 1,85 Meter.
7. Pada waktu kapal maju Full a head tiba-2 tepat di haluan kapal muncul rintangan pada
jarak +/- 6 x panjang kapal.
Jika anda sebagai Nakhoda kapal tersebut, Jelaskan tindakan yang Saudara ambil
untuk menghindari bahaya mendadak tadi, selain mengurangi kecepatan dan jarak
henti sehingga kapal selamat.
Jawab :
Tindakan yang diambil adalah dengan lingkaran putar kapal, yaitu kemudi kanan
cikar, karena ;
a. Dengan kemudi kanan cikar, untuk membelokan kapal membutuhkan +/- 4 x
panjang kapal sebelum haluan kapal berubah 90, jika dengan jarak henti +/- 5,8 x
panjang kapal.
b. Tanpa mengurangi kecepatan kapal, maka secara otomatis kapal akan berkurang .
c. Adanya arus ikutan kapal akan lebih mudah berputar ke kanan .
Jika dilakukan dengan jarak henti, kapal baru berhenti pada jarak +/- 5,8 x panjang
kapal setelah mesin di stop.

8. Sebutkan faktor-2 yang harus dipertimbangkan dalam menentukan panjang rantai


jangkar yang harus di letgo ?
Jawab. :
1. Displacement
2. Dalamnya perairan & Jenis dasar perairan
3. Kekuatan angin , arus.
4. Lamanya berlabuh jangkar
5. Dekatnya dengan kapal kapal lain.
9. Faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam menentukan tempat kapal berlabuh
jangkar ?
Jawab.
1. Kedalaman perairan
2. Kebebasan berputarnya kapal
3. Kondisi dari perairan ( Alur, Arus, Angin, Pasang surut )
4. Komunikasi ke darat
10. Bagaimana cara memutar kapal pada perairan sempit dengan baling-2 tunggal,
Gambarkan.
11. Bagaimana cara mengikat kapal di Buoy Tambat dengan 2 (dua) Buoy.
12. Jelaskan Fungsi dari pada Bow Thruster,
Gambarkan sketsa posisi dari pada penempatan Bow Thruster.
13.