Anda di halaman 1dari 9

PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN

SUKUN (Artocarpus Altilis) BERDASARKAN PERBANDINGAN METODE


EKSTRAKSI

POKOK BAHASAN

Latar Belakang
Rumusan Masalah ,Tujuan, Manfaat

Hipotesis
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian

LATAR BELAKANG

- Antioksidan
- Antioksidan Alami
- Daun Sukun
- Khasiat Daun Sukun
- Perbandingan Ekstraksi

RUMUSAN
MASALAH

TUJUAN

MANFAAT

Bagaimana pengaruh metode ekstraksi pada


pengujian antioksidan ekstrak etanol daun sukun ?
metode apa yang paling baik ?

Mengetahui pengaruh metode ekstraksi pada


pengujian antioksidan ekstrak etanol daun sukun
dan mengetahui metode ekstraksi yang lebih baik
dan tepat

Menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya dan


meningkatkan penggunaannya sebagai bahan obat

HIPOTESIS

Diduga ekstraksi yang paling baik digunakan pada


pengujian aktivitas antioksidan pada daun sukun adalah
ekstraksi sinambung, dikarenakan ekstraksi sinambung dapat
menghasilkan rendemen yang lebih besar jika dibanding
dengan maserasi.

TINJAUAN PUSTAKA
Sukun adalah salah satu jenis tanaman dari famili Moraceae dengan nama botanis Artocarpus
altilis. Sukun dapat tumbuh hampir disemua tipe lahan dan jenis tanah di Indonesia. Masyarakat di
beberapa daerah memanfaatkan daun dan kulit pohon sukun sebagai bahan ramuan obat. Daun sukun
mengandung beberapa zat berkhasiat seperti saponin, polifenol, asam hidrosianat, kalium, asetilcolin,
tanin, riboflavin, dan phenol.

Antioksidan adalah zat yang dapat

melawan pengaruh bahaya dari radikal bebas. antioksidan


dapat menangkap 8 radikal bebas sehingga menghambat mekanisme oksidatif yang merupakan
penyebab penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker, katarak, disfungsi otak dan
artritis.

Maserasi adalah proses penyarian dengan cara

serbuk dalam air atau pelarut


organik sampai meresap yang akan melunakkan susunan sel, sehingga zat-zat yang terkandung
didalamnya akan terlarut. Ekstraksi sinambung adalah ekstraksi dengan cara panas
yang umumnya menggunakan soxhlet, sehingga terjadi ekstraksi berkesinambungan dengan
jumlah pelarut relatif konstan dengan adanya pendingin balik.

METODOLOGI PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Loboratorium Fakultas
Sains dan Teknologi Universitas Jambi pada bulan
September 2015

Alat
Alat yang digunakan adalah maserator,
soxlet, water bath ( Memert WNB 22 D9116), Rotating Evaporator ( RE-2000A
Shanghay Ya Rong ) dan Spertofotometer
cahaya tampak ( Genesys 10vis Series ).

Bahan
Daun sukun (Artocarpus altilis) dari kec.
Rantau Rasau kab. Tanjabtim, DPPH
(2,2-difenil-1-pikrihidrazil), etanol 70%,
aquades, n-heksana, etil asetat dan
vitamin C (Merck).

CARA KERJA
Ekstraksi
-Maserasi & Sokletasi

Pemekatan Ekstrak
Ekstrak yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotary
vacuum evaporator pada suhu antara 60-70
Fraksinasi
Ekstrak pekat dilarutkan dengan aquadest 100 mL lalu ditambahkan
100 ml n-heksana dipisahkan dengan ekstraksi cair-cair pada corong
pisah hingga didapat fraksi n-heksana dan dipekatkan. Fraksi yang tidak
larut n-heksana ditambah 100 ml etil asetat dan dipisahkan hingga
mendapat fraksi etil asetat dan fraksi air lalu dipekatkan.

Pengujian Aktivitas Antioksidan


Pertama-tama dibuat tiga macam larutan yaitu larutan uji,
larutan pembanding dan larutan kontrol masing-masing
dikocok lalu didiamkan selama 30 menit pada suhu ruang.,
lalu diukur serapannya pada spektofotometer cahaya tampak
dengan panjang gelombang 514 nm.