Anda di halaman 1dari 6

AKUNTANSI MANAJERIAL

RINGKASAN MATERI KULIAH


BAB 11 | PENYUSUTAN, PENURUNAN, DAN DEPLESI (Depreciation,
Impairment and Depletion)
MAKSI UNRAM 2016

OLEH:
R.DEDI DARMA PRAMANA

UNIVERSITAS MATARAM

1 BAB 11 | PENYUSUTAN, PENURUNAN, DAN DEPLESI

Kieso , Intermediate Accounting, edisi 12


BAB 11 | PENYUSUTAN, PENURUNAN, DAN DEPLESI
Penyusutan didefinisikan sebagai proses akuntansi dalam mengalokasikan biaya
aktiva berwujud ke beban dengan cara sistematis dan rasional selama periode yang
diharapkan medapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut. Pendekatan alokasi
biaya digunakan dalam penyusutan karena penandingan antara biaya dan pendapatan
harus dilakukan karena fluktuasi nilai pasar tidak begitu berpengaruh dan sulit untuk
diukur
Faktor yang terlibat:
-

Dasar penyusutan apa yang digunakan untuk aktiva?

Berapa masa manfaat aktiva?

Metode pengalokasian biaya apa yang paling baik untuk aktiva ini?

Dasar penyusutan aktiva


Dasar yang ditetapkan untuk penyusutan merupakan fungsi dari dua faktor: biaya
awal dan nilai sisa atau pelepasan. Nilai sisa adalah estimasi jumlah yang akan
diterima pada saat aktiva itu dijual atau ditarik dari penggunaanya.

Metode Penyusutan
Sejumlah metode penyusutan telah digunakan , yang dapat dilkasifikasikan sebagai
berikut:
1. Metode aktivitas (unit pengggunaan atau produksi) yang mengsumsikan bahwa
penyusutan adalah fungsi dari penggunaan atau produktivitas dan bukan dari
berlalunya waktu. Umur aktiva dinyataka dalm istilah keluaran (output) yang
disediakan (unit-unit produksi), atau masukan (input) seprti jumlah jam kerja.
2 BAB 11 | PENYUSUTAN, PENURUNAN, DAN DEPLESI

Keterbatasan utama metode ini adalah metode ini tidak tepat untuk digunakan pada
situasi dimana peyusutan merupakan fungsi dari waktu dan bukan aktivitas.
2. Metode garis lurus (straight-line method) mempertimbangkan penyusutan sebagai
fungsi dari waktu bukan fungsi dari nilai. Prosedur garis lurus secara konseptual
seringkali juga merupakan prosedur penyusutan yang paling sesuai, yang dirumuskan
sebagai berikut:
Beban penyusutan = Biaya dikurangi nilai sisa : Estimasi umur pelayanan
Keterbatasan metode ini didasarkan pada dua asumsi yang tidak realistis,
diantaranya:1). Kegunaan ekonomi aktiva itu sama setiap tahun, 2).beban reparasi
dan pemeliharaan biasanya sama setiap periode.
3. Metode beban menurun (decreasing charge method) yang seringkali disebut juga
metode penyusutan dipercepat menyediakan biaya penyusutan yang lebih tinggi pada
tahun-tahun awal dan beban yang lebih rendah pada periode mendatang. Secara
umum satu dari dua metode metode beban menurun digunakan:
a. Metode jumlah angka tahun: menghasilkan beban penyusutan yang menurun
berdasarkan pecahan yang menurun dari biaya yang dapat disusutkan (biaya awal
dikurangi nilai sisa).
b. Metode saldo menurun: menggunakan tarif penyusutan (dalam persentasi) berupa
kelipatan dari metode garis lurus.
4. Metode penyusutan khusus, yang terdiri atas:
a. Metode kelompok atau gabungan: istilah kelompok mengacu pada kumpulan aktiva
yang bersifat serupa, sementara gabungan mengacu pada suatu kelompok aktiva yang
bersifat tidak serupa. Tarif penyusutan gabungan ditentukan dengan membagi
penyusutan peertahun dengan total aktiva.

3 BAB 11 | PENYUSUTAN, PENURUNAN, DAN DEPLESI

b. Metode campuran atau kombinasi, merupakan metode yang dikembangkan


perusahaan yang merupakan kombinasi dari metode-metode penyusutan yang telah
dijelaskan sebelumnya.

PENURUNAN NILAI
Dalam standar, penurunan nilai terjadi apabila jumlah tercatat aktiva tidak dapat
dipulihkan dan oleh karena itu perlu dihapuskan. Berbagai kejadian dan perubahan
situasi mumgkin akan mengarah pada suatu penurunan nilai.

Pengukuran Penurunan Nilai


Jika pengujian tentang kemampuan pemulihan menunjukkan bahwa penurunan nilai
terjadi, maka suatu kerugian dihitung. Kerugian penurunan nilai akan terjadi dimana
jumlah tercatat aktiva melebihi nilai wajarnya. Nilai wajar aktiva diukur menurut
nilai pasarnya jika ada pasar aktif untuk aktiva tersebut. Jika tidak ada pasar akti,
maka nilai sekarang dari arus kas bersih masa depan harus digunakan.
Nilai terendah antara biaya atau harga pasar untuk persediaan tidak dapat
dialpikasikan pada properti, pabrik, dan peralatan

a.

Pengakuan penurunan nilai:


Suatu penurunan nilai yang signifikan dalam nilai pasar aktiva.

b.
Suatu perubahan yang signifikan dalam jangka waktu atau cara aktiva itu
digunakan.
c.
Suatu perubahan terbalik yang signifikan dalam faktor-faktor hukum atau iklim
usaha yang mempengaruhi nilai aktiva.
d.
Suatu akumulasi biaya yang secara signifikan melebihi jumlah biaya awal yang
diperkirakan untuk mengakuisisi atau membuat aktiva.
4 BAB 11 | PENYUSUTAN, PENURUNAN, DAN DEPLESI

e.
Suatu proyeksi atau peramalan yang menunjukkan kerugian terus-menerus yang
berhubungan dengan aktiva.

Pengukuran penurunan nilai:

1.
Menelaah kejadian atau perubahan situasi atau kemungkinan terjadinya
penurunan nilai.
2.
Jika hasil penelaahan menunjukkan penurunan nilai, maka pengujian tentang
kemampuan pemulihan akan diterapkan.
3.
Dengan mengasumsikan terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai
adalah jumlah di mana jumlah tercatat aktiva lebih besar daripada nilai wajar aktiva.
Kerugian penurunan nilai tidak dapat direstorasi atas aktiva yang ditahan untuk
digunakan.
Aktiva yang ditahan untuk dilepaskan seperti persediaan; harus dilaporkan pada yang
terendah antara biaya dan nilai realisasi bersih.

Restorasi Kerugian penurunan Nilai


Setelah kerugian penurunan nilai dicatat, maka penurunan nilai tercatat aktiva yang
ditahan untuk digunakan menjadi dasar biaya yang baru. Kerugian penurunan nilai
tidak dapat direstorasi atas aktiva yang ditahan untuk digunakan.

Aktiva yang Akan Dilepaskan

Aktiva yang ditahan untuk dilepaskan tidak akan disusutkan selama periode aktiva itu
dimiliki. Suatu aktiva yang ditahan untuk dilepaskan dapat dicatat pada periode
mendatang, selama pecatatan itu pernah lebh besar dari nilai tercatat akiva sebelum
penurunan nilai.
5 BAB 11 | PENYUSUTAN, PENURUNAN, DAN DEPLESI

DEPLESI
Sumber Daya Alam, yang sering kali disebut aktiva yang dapat habis, mencakup
minyak, mineral, dan kayu.
Dua fitur utama:
1.

Pengambilan sepenuhnya aktiva

2.

Penggantian aktiva hanya oleh alam

Penetapan dasar deplesi:


-

Biaya akuisisi

Biaya eksplorasi

Biaya pengembangan (berwujud & tidak berwujud)

Biaya restorasi

Penghapusan biaya sumber daya: Total Biaya - Nilai Sisa / Total estimasi unit yang
tersedia
Masalah khusus dalam akuntansi deplesi:
-

Kesulitan mengestimasi cadangan yang dapat dipulihkan

Masalah nilai penemuan

Aspek pajak dari sumber daya alam

Akuntansi untuk dividen likuidasi

6 BAB 11 | PENYUSUTAN, PENURUNAN, DAN DEPLESI