Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Di dalam akuntansi manajerial istilah biaya dapat digunakan
untuk berbagai hal, alasannya adalah karena banyak jenis biaya dan biaya
tersebut diklasifikasikan sesuai kebutuhan manajemen. Seperti seorang
manajer yang ingin menyusun laporan keuangan eksternal, membuat
anggaran, atau mengambil keputusan menggunakan data biaya.
Pada prinsipnya bahwa biaya digunakan untuk menentukan
harga pokok penjualan dan nilai persediaan akhir. Biaya biaya ini
penting dalam menyiapkan laporan keuangan eksternal, yaitu laporan
laba rugi dan neraca. Biaya biaya yang disajikan pada laporan
keuangan tersebut diatur berdasarkan fungsi. Dalam hal in, semua biaya
perusahaan dimasukkan dalam satu dari tiga kategori berikut : Produksi
atau manufakktur (dalam akun harga pokok penjualan), biaya pemasaran,
dan biaya administrasi. Pengaturan ini cocok untuk pelaporan eksternal;
bahkan, pelaporan tersebut diwajibkan. Akan tetapi, pengelompokan
fungsional sama sekali tidak membantu penganggaran, pengendalian,
dan pengambilan keputusan. Untuk tujuan tujuan ini, kita perlu
memahami prilaku biaya
Perilaku biaya adalah istilah umum untuk mendeskripsikan
apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran. Biaya biaya
bereaksi pada perubahan keluaran dengan berbagai cara. Pembahasan
mengenai hal ini, biaya tetap, biaya variabel, dan biaya campuran. Akan
dimulai dengan melihat kemungkinan kemungkinan yang paling
sederhana.
Perhitungan

biaya

berdasarkan

fungsi

dan

aktivitas

membebankan biaya pada obyek biaya, seperti produk, pelanggan,


pemasok, bahan baku, dan jalur pemasaran. Ketika biaya dibebankan
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

pada obyek biaya, biaya per unit dihitung dengan membagi jumlah biaya
yang dibebabankan dengan jumlah unit dari obyek biaya tertentu.
1.2

Rumusan Masalah
1.

Pembahasan materi Perilaku Biaya Aktivitas, antara lain :


a.

Apakah definisi perilaku biaya tetap, biaya variabel dan biaya


campuran?

b.

Bagaimana peranan model penggunaan sumber daya dalam


memahami perilaku biaya?

c.

Bagaimana pemisahan biaya campuran menjadi komponen tetap


dan variabel dengan menggunakan metode tinggi rendah (highlow), scatterplot dan kuadran terkecil (least aquare)?

d.

Bagaimana

dalam

mengevaluasi

keandalan

dari

sebuah

persamaan biaya?
e.

Apakah Peranan regresi berganda (multiple regression) dalam


penilaian perilaku biaya?

f.

Apakah penggunaan pertimbangan manajerial dalam penentuan


perilaku biaya.

2.

Pembahasan Perhitungan Biaya berdasarkan Aktivitas (Harga


Pokok berdasarkan Aktivitas), antara lain :
a.

Apa Kegunaan Perhitungan Biaya Per Unit?

b.

Bagaimana pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi?

c.

Apa Penyebab pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi


yang dapat menimbulkan distorsi biaya?

d.

Bagaiman cara kerja suatu sistem perhitungan biaya berdasarkan


aktivitas dalam perhitungan biaya produk; dan?

e.

Bagaimana cara mengurangi jumlah tarif aktivitas.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

1.3

Tujuan Penulisan
1. Tujuan dalam pembahasan materi Perilaku Biaya

Aktivitas,

antara lain :
a. Mendefinisikan perilaku biaya tetap, biaya variabel dan biaya
campuran;
b. Menjelaskan peranan model penggunaan sumber daya dalam
memahami perilaku biaya;
c. Memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel
dengan menggunakan metode tinggi rendah (high-low), scatterplot
dan kuadran terkecil (least aquare);
d. Mengevaluasi keandalan dari sebuah persamaan biaya;
e. Menjelaskan Peranan regresi berganda (multiple regression) dalam
penilaian perilaku biaya;
f. Menguraikan

penggunaan

pertimbangan

manajerial

dalam

penentuan perilaku biaya.


2. Tujuan dalam pembahasan

Perhitungan Biaya berdasarkan

Aktivitas (Harga Pokok berdasarkan Aktivitas), antara lain :


a. Seberapa penting biaya per unit;
b. Mendeskripsikan pendekatan perhitungan biaya berdasarkan
fungsi;
c. Mengungkapkan penyebab pendekatan perhitungan biaya
berdasarkan fungsi yang dapat menimbulkan distorsi biaya;
d. Menjelaskan cara kerja suatu sistem perhitungan biaya berdasarkan
aktivitas dalam perhitungan biaya produk; dan
e. Menjelaskan cara mengurangi jumlah tarif aktivitas.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

PERILAKU BIAYA AKTIVITAS

2.1.1

Dasar Dasar Perilaku Biaya


a.

Biaya Tetap
Perilaku Biaya (cost behavior) adalah istilah umum untuk

mendeskripsikan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan


keluaran.
Biaya tetap adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan
dalam rentang yang relevan ketika tingkat keluaran aktivitas berubah.
Untuk mengilustrasikan perilaku biaya tetap, kita ambil contoh
perusahaan yang memproduksi pemanas pada teko kopi yaitu Reddy
Heaters.
Aktivitas pemotongan menggunakan dua masukan, yaitu mesin
pemotong dan listrik untuk mengoperasikan mesin pemotong. Mesin
pemotong disewa seharga $60.000 per tahun dan memiliki kapasitas
untuk memproduksi sampai dengan 240.000 potongan 3 inci dalam
setahun. Biaya penyewaan mesin pemotong adalah biaya tetap karena
biaya tersebut akan tetap sebesar $60.000 pertahun, tidak peduli
banyaknya potongan yang dihasilkan. Perilaku ini di ilustrasikan oleh
contoh berikut ini :

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

b.

Biaya Variabel
Biaya Variabel (Variable cost) adalah biaya yang dalam jumlah

keseluruhan bervariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran.


Jadi, biaya variable naik ketika keluaran naik dan akan turun ketika
keluaran turun. Biaya variabel dapat juga dinyatakan dengan persamaan
linear. Disini, jumlah biaya variabel bergantung pada tingkat penggerak.
Hubungan ini dapat dideskripsikan sebagai berikut :
Jumlah Biaya Variabel = Biaya variabel per unit x Jumlah
unit
Contoh : Reddy Heaters akan diperluas dengan memasukkan sumber
daya lain yang digunakan dalam aktivitas pemotongan yaitu Listrik.
Biaya Listrik akan berperilaku berbeda dengan mesin pemotong. Listrik
dikonsumsi jika output diproduksi, dan ketika banyak output diproduksi
lebih banyak listrik digunakan. Untuk memotong satu potongan logam 3
inci mesin menggunakan 0,1 jam kilowatt senilai $0,20 ($2,00 x 0,1).
Biaya listrik tingkat output aktivitas sebagai berikut :

Semakim banyak potongan 3 inci diproduksi total biaya listrik


meningkat secara proporsional.
c.

Biaya Campuran
Biaya Campuran adalah biaya yang memiiki komponen tetap dan

variabel. Persamaan linear untuk biaya campuran adalah sebagai berikut.


Jumlah Biaya = Biaya tetap + Jumlah biaya variabel

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

Contoh : Agen penjualan sering dibayar dengan gaji yang ditambah


dengan komisi penjualan. Anggaplah bahwa Reddy Heaters memiliki tiga
agen penjualan , masing-masing mendapatkan gaji sebesar $0,50 untuk
setiap pemanas yang mereka jual . Aktivitas yang mereka lakukan adalah
penjualan pemanas, dan penggerak biaya adalah unit yang terjual. Jika
100.00 pemanas terjual, maka total biaya penjualan adalah $80.00-jumlah
dari biaya gaji tetap sebesar $30.000 (3 x $10.000) dan biaya variabel
sebesar $50.000 (0,50 x 100.000). Jumlah Biaya keseluruhan terlihat
sebagai berikut :

Dalam melakukan klasifikasi terhadap biaya yang seusai dengan


perilaku diperlukan beberapa perhitungan-perhitungan. Batasan waktu
penentuan suatu biaya merupakan biaya tetap atau variabel bergantung
pada batasan waktu. Menurut ilmu ekonomi, dalam jangka panjang (long
run), semua biaya adalah variabel. Dalam jangka pendek (short run),
paling tidak satu biaya adalah tetap. Lama dari periode jangka pendek
bergantung

pda

pertimbangan

subjektif

manajemen

dan

tujuan

dilakukannya perkiraan perilaku biaya tersebut. Sumber daya dan ukuran


keluaran setiap aktivitas memerlukan sumber daya untuk menyelesaikan
tugas yang harus dilakukan. Sumber daya dapat meliputi bahan baku,
energi atau bahan bakar, tenaga kerja, dan modal. Masukan-masukan ini
digabungkan untuk memproduksi suatu keluaran.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

Perilaku Biaya Aktivitas dapat digambarkan dalam sebuah model,


sebagai berikut:

Istilah lain untuk ukuran keluaran adalah penggerak. Penggerak aktivitas


menjelaskan perubahan dalam biaya aktivitas dengan mengukur
perubahan dalam penggunaan aktivitas atau keluaran. Oleh karena itu,
penggerak untuk penanganan baku bisa berupa jumlah perpindahan;
penggerak untuk pengapalan barang bisa berupa unit yang terjual; dan
penggerak untuk pencucian kain tempat tidur di rumah sakit adalah
banyaknya cucian. Penggerak aktivitas dibagi menjadi dua kategori
umum, yaitu penggerak produksi (atau tingkat unit) dan penggerak
tingkat nonunit unit. Penggerak produksi menjelaskan perubahan dalam
dalam biaya ketika unit yang diproduksi berubah. Penggerak Tingkat
Nonunit Penggerak tingkat nonunit menjelaskan perubahan dalam biaya
ketika faktor-faktor lain (selain unit) berubah.
2.1.2

Aktivitas, Penggunaan Sumber Daya dan Perilaku Biaya.


Perilaku biaya jangka panjang dan jangka pendek berhubungan
dengan aktivitas dan sumber daya yang diperlukan untuk melakukannya.
Kapasitas adalah kemampuan actual atau potensial untuk melakukan
sesuatu. Jadi dalam pembahasan mengenai kapasitas suatu aktivitas, hal
yang dideskripsikan adalah jumlah aktivitas yang dapat dilakukan
perusahaan. Banyaknya kapasitas yang diperlukan bergantung pada
tingkat kinerja yang diminta.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

a.

Sumber daya fleksibel (Flexible resources)


Suatu perusahaan akan sangat baik jika hanya membeli sumber

daya yang diperlukan, tepat saat sumber daya tersebut diperlukan. Hal
tersebut terkadang terjadi. Misalnya, bahan baku langsung sering dibeli
saat dibutuhkan dan dengan jumlah yang sesuai kebutuhan. Jenis sumber
daya ini disebut sumber daya fleksibel yakni dipasok saat digunakan dan
dibutuhkan. Sumber daya ini diperoleh dari pihak luar dan tidak
membutuhkan komitmen jangka panjang untuk membeli sejumlah
sumber daya tertentu. Jadi, organisasi bebas membeli hanya sebatas
jumlah yang dibutuhkan. Karena biaya sumber daya yang dipasok ketika
diperlukan sama dengan biaya sumber daya yang digunakan, jumlah
biaya sumber daya naik ketika permintaan untuk sumber daya tersebut
naik. Oleh karena itu, biaya sumber daya fleksibel merupakan biaya
variabel.
b.

Sumber daya terikat (committed resources)


Adalah sumber daya yang dipasok sebelum penggunaan; mereka

didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implicit untuk


memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang
efektivitas penggunaan jumlah sumber daya. Sumber daya terikat dapat
memiliki kapasitas yang tidak terpakai karena kapasitas yang tersedia
lebih banyak daripada yang digunakan. Pembelian atau penyewaan
gedung dan peralatan adalah contoh bentuk akuisisi sumber daya di
muka. Pembebanan tahunan yang berhubungan dengan kategori
multiperiode tidak bergantung pada penggunaan actual sumber daya.
Oleh karena itu, pembebanan-pembebanan tersebut dapat didefinisikan
sebagai biaya tetap terikat (committed fixed cost) dan menyediakan
kapasitas aktivitas jangka panjang. Sumber daya terikat untuk jangka
lebih pendek disebut sebagai biaya tetap diskresi (discreationary fixed
cost). Biaya ini adalah biaya yang terjadi karena perolehan kapasitas
aktivitas jangka pendek.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

c.

Perilaku Biaya Bertahap (Step Cost)


Biaya bertahap (step cost) menampilkan tingkat biaya yang konstan

untuk rentang keluaran tertentu dan pada titik tertentu naik ke tingkat
biaya lebih tinggi, biaya tersebut tidak berubah untuk rentang keluaran
yang sama. Tarif aktivitas tetap (fixed activity rate) adalah jumlah biaya
terikat dibagi dengan jumlah kapassitas yang tersedia. Tarif aktivitas
variabel adalah jumlah biaya sumber daya fleksibel dibagi dengan
kapasitas yang digunakan.
d.

Implikasi-implikasi untuk Pengendalian dan Pengembalian


Keputusan
Sistem pengendalian operasional mendorong para manajer untuk

lebih memperhatikan pengendalian atas penggunaan dan pengeluaran


sumber daya. Sistem pengendalian operasional yang didesain dengan
baik akan memungkinkan para manajer untuk menilai perubahan
permintaan sumber daya yang akan terjadi dari keputusan tentang
perubahan produk baru. Sama halnya jika pengelolaan aktivitas
menimbulkan
mengurangi

kelebihan

kapasitas

penggunaan

sumber

(dengan
daya),

ditemukannya
para

manajer

cara
harus

mempertimbangkan apa yang akan dilakukan dengan kelebihan kapasitas


tersebut secara hati-hati. Menghilangkan kelebihan kapasitas dapat
menurunkan pengeluaran sumber daya sehingga laba meningkat secara
keseluruhan. Alternatifnya, kelebihan kapasitas dapat digunakan untuk
meningkatkan jumlah dan jenis produk sehingga pendapatan dapat
meningkat tanpa meningkatkan pengeluaran.
2.1.3

Metode untuk Memisahkan Biaya Campuran Menjadi komponen


Tetap dan variabel.
Ada tiga metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan
biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel, yaitu : metode
tinggi-rendah scatterplot dan metode kuadrat terkecil. Setiap metode
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

menggunakan asumsi hubungan linear. Oleh sebab itu konsep linearitas


perlu ditinjau kembali sebelum membahas metode-metode tersebut
secara mendalam
a.

Asumsi Linearitas
Definisi biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara

biaya aktivitas dan penggerak aktivitas terkait. Jika asumsi hubungan


linear digunakan, maka masalah utamanya adalah seberapa baik asumsi
ini memperkirakan fungsi biaya yang mendasarinya. Berikut persamaan
garis lurus.
Jumlah biaya = Biaya tetap + (biaya variable perunit x keluaran)

Persamaan linear tersebut adalah rumus biaya. jumlah Biaya adalah


variabel terikat (dependent variable) yang merupakan biaya yang akan
diperkirakan. Keluaran adalah ukuran aktivitas; keluaran adalah
variabel bebas (independent variable). Biaya tetap adalah parameter
perpotongan (intercept parameter) dan bagian tetap dari jumlah biaya.
Akhirnya Biaya per unit adalah biaya tiap unit aktivitas yang juga
disebut parameter kemiringan (slope parameter).
b.

Metode Tinggi-Rendah
Metode tinggi-rendah (high-low method) adalah suatu metode

untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu


memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan untuk
menghitung parameter perpotongan dan kemiringan. Titik tinggi
didefinisikan sebagai titik dengan tingkat keluaran atau aktivitas
tertinggi. Titik rendah didefinisikan sebagai titik dengan tingkat keluaran
atau aktivitas terendah. Persamaan untuk menentukan biaya variabel
perunit dan biaya tetap adalah sebagai berikut.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

10

Biaya Variabel perunit = Perubahan biaya/Perubahan Output


Biaya variabel perunit = (biaya tinggi biaya rendah) / output tinggi
output rendah)
dan
Biaya tetap = Biaya Total titik tinggi (biaya variabel per unit x Output
tinggi)
atau :
Biaya tetap = Biaya total titik rendah (Biaya variabel per unit x output
rendah)

c.

Metode Scatterplot
Metode Scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan

suatu garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik. Langkah


pertama dalam menerapkan metode scatterplot adalah menggambarkan
titik-titik data sehingga hubungan antara biaya penyetelan dan tingkat
aktivitas dapat terlihat. Salah satu tujuan grafik scatter adalah melihat
asumsi hubungan linear. Grafik scatter dapat membantu memberikan
pengetahuan

tentang

aktivitas.keunggulan

hubungan
signifikan

antara
dari

biaya

metode

dan

penggunaan

scatterplot

adalah

memungkinkan kita untuk melihat data secar visual. Kelemahan metode


scatterplot adalah tidak ada criteria objektif untuk memilih garis terbaik.
Kualitas rumus biaya bergantung pada kualitas penilaian subjektif dari
analis.
d.

Metode Kuadrat Terkecil


Metode kuadrat terkecil (method of least squares) menguadratkan

setiap deviasi, dan menjumlahkan deviasi yang dikuadratkan tersebut


sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Pengkuadratan deviasi ini
menghindari masalah yang disebabkan oleh bauran angka positif dan
negatif. Pada dasarnya, pembandingan ukuran kedekatan dapat
menghasilkan suatu pemeringkatan semua garis dari yang terbaik sampai
yang terburuk. Garis yang lebih mendekati titik dibanding garis lainnya
disebut garis kesesuaian terbaik (best fitting line), yaitu garis dengan
jumlah kuadrat deviasi terkecil. Metode kuadrat terkecil mengidentifikasi
garis yang paling sesuai.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

11

e.

Penggunaan Program Regresi


Program regresi spreadsheet menyediakan lebih dari sekedar

perkiraan koefisien. Program ini menyediakan informasi yang dapat


digunakan untuk melihat kemungkinan persamaan biaya yang dapat
dipercaya. Karena rumus biaya regresi adalah garis yang paling sesuai,
rumus ini seharusnya menghasilkan prediksi biaya yang lebih baik.
2.1.4

Keandalan Rumus Biaya


Kegunaan

utama

yaitu

terletak

pada

kemampuannya

menginformasikan seberapa jauh rumus biaya yang diperkirakan dapat


diandalkan.
a.

R Kuadrat-Koefisien Determinasi
R Kuadrat atau sering disebut dengan koefisien determinasi,

diartikan sebagai seberapa besar kemampuan semua variabel bebas


dalam menjelaskan varians dari variabel terikatnya. Secara sederhana
koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan Koefisien
Korelasi (R). Sebagai contoh, jika nilai R adalah sebesar 0,80 maka
koefisien determinasi (R Square) adalah sebesar 0,80 x 0,80 = 0,64.
Berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians dari
variabel terikatnya adalah sebesar 64,0%. Berarti terdapat 36% (100%64%) varians variabel terikat yang dijelaskan oleh faktor lain.
Berdasarkan interpretasi tersebut, maka tampak bahwa nilai R Square
adalah antara 0 sampai dengan 1.
Penggunakan R Square (R Kuadrat) sering menimbulkan
permasalahan, yaitu bahwa nilainya akan selalu meningkat dengan
adanya penambahan variabel bebas dalam suatu model. Hal ini akan
menimbulkan bias, karena jika ingin memperoleh model dengan R tinggi,
seorang penelitian dapat dengan sembarangan menambahkan variabel
bebas dan nilai R akan meningkat, tidak tergantung apakah variabel
bebas tambahan itu berhubungan dengan variabel terikat atau tidak.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

12

Keterbatasan R2
Dalam kasus tertentu, R2 tidak dapat menunjukkan apakah
koefisien dan prediksi bias. Itulah sebabnya mengapa kita harus menilai
plot residual. R2 tidak menunjukkan apakah model regresi itu sesuai. Kita
dapat memilih nilai R2 yang rendah atau tinggi untuk model yang tidak
sesuai dengan data.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak ada ukuran tunggal
yang mampu menggambarkan kegunaan model regresi untuk aplikasi
yang berbeda. Namun, koefisien determinasi digunakan secara luas.
Sayangnya,

banyak

terjadi

kesalahpahaman

yang

serius.

Tiga

kesalahpahaman yang umum terjadi :


Kesalahpahaman 1. Sebuah koefisien determinasi yang tinggi
menunjukkan bahwa penduga dapat diprediksi. Ini tidak selalu benar.
Dalam Perusahaan Toluca[1] misalnya, kita melihat bahwa koefisien
determinasi tinggi (R2 = 0,82). Namun 90 persen penduga interval untuk
bagian berikutnya, terdiri dari 100 unit, masih melebar (332 hingga 507
jam) dan tidak cukup tepat untuk mengatur jadwal pekerja dengan
efektif.
Kesalahpahaman 2. Sebuah koefisien determinasi yang tinggi
menunjukkan bahwa garis regresi penduga cocok. Sekali lagi, ini tidak
selalu benar. Gambar a menunjukkan scatter plot di mana koefisien
determinasi tinggi (R2 = 0.69). Namun fungsi regresi linier tidak akan
cocok karena hubungan regresi adalah lengkung.
Kesalahpahaman 3. Sebuah koefisien determinasi mendekati nol
menunjukkan bahwa X dan Y tidak berhubungan. Ini juga belum tentu
benar. Gambar b menunjukkan scatter plot di mana koefisien determinasi
antara X dan Y (R2) adalah 0.02. Namun X dan Y adalah terkait kuat
meskipun hubungan antara kedua variabel lengkung.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

13

Kesalahpahaman

muncul

karena

R2

hanya

mengukur

pengurangan relatif dari SSTO dan tidak memberikan informasi tentang


presisi mutlak untuk memperkirakan respon rata-rata atau memprediksi
pengamatan baru. Kesalahpahaman 2 dan 3 muncul karena R 2 mengukur
derajat hubungan linier antara X dan Y, sedangkan hubungan regresi yang
sebenarnya mungkin menjadi lengkung.
Contoh 1:
Berikut ini data hubungan antara umur mobil dan harga jualnya :
Car Age (years)
X

Price($100)
Y

5
4
6
5
5
5
6
6
2
7
7
58

85
103
70
82
89
98
66
95
169
70
48
975

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

14

Dari data di atas, hitung nilai R2 nya.


Jawab :
Car
Price
Age
($100)
XY
(Thn)
Y
X
5
85
425
4
103
412
6
70
420
5
82
410
5
89
445
5
98
490
6
66
396
6
95
570
2
169
338
7
70
490
7
48
336
58
975
4.732

X2

Y2

25
16
36
25
25
25
36
36
4
49
49
326

7.225
10.609
4.900
6.724
7.921
9.604
4.356
9.025
28.561
4.900
2.304
96.129

Interpretasi :
Nilai R2 = 0,853 menjelaskan bahwa variabel X (umur mobil)
mempengaruhi variabel Y (harga mobil) sebesar 0,853 atau 85,30%.
b.

Koefisien Korelasi
Ukuran alternatif untuk goodness of fit adalah koefisien korelasi,

yaitu akar dari koefisien determinasi. Karena akar dapat bernilai negatif,
nilai koefisien korelasinya dapat berkisar antara -1 dan +1. Jika koefisien
korelasinya positif, maka kedua variabelnya bergerak menuju arah yang
sama dan terdapat korelasi positif. Korelasi positif sempurna akan
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

15

menghasilkan nilai 1 untuk koefisien korelasi. Di lain pihak, jika


koefisien korelasinya negatif, maka kedua variabel bergerak menuju arah
yang dapat diprediksi, tetapi berlawanan arah. Korelasi negatif sempurna
akan menghasilakan koefisien korelasi sebesar -1. Nilai koefisien yang
mendekati nol mengidentifikasi tidak adanya korelasi.
2.1.5

Peranan Regresi Berganda dalam Penilaian Perilaku Biaya


Regresi berganda (multiple regresssion) adalah kuadrat terkecil
yang digunakan untuk membuat suatu persamaan yang melibatkan dua
atau lebih variabel penjelas.
Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear
antara dua atau lebih variabel independen (X 1, X2,.Xn) dengan variabel
dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara
variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing
variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk
memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel
independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan
biasanya berskala interval atau rasio.
Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y = a + b1X1+ b2X2+..+ bnXn
Keterangan:
Y

Variabel dependen (nilai yang diprediksikan)

X1 dan X2

Variabel independen

Konstanta (nilai Y apabila X1, X2..Xn = 0)

= Koefisien regresi (nilai peningkatan


ataupun penurunan)
Contoh kasus:
Kita mengambil contoh kasus pada uji normalitas, yaitu sebagai

berikut: Seorang mahasiswa bernama Bambang melakukan penelitian


tentang faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham pada perusahaan
di BEJ. Bambang dalam penelitiannya ingin mengetahui hubungan antara
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

16

rasio keuangan PER dan ROI terhadap harga saham. Dengan ini
Bambang menganalisis dengan bantuan program SPSS dengan alat
analisis regresi linear berganda. Dari uraian di atas maka didapat variabel
dependen (Y) adalah harga saham, sedangkan variabel independen (X 1
dan X2) adalah PER dan ROI.
Data-data yang di dapat berupa data rasio dan ditabulasikan sebagai
berikut:
Tabel. Tabulasi Data (Data Fiktif)
Tahun
Harga Saham (Rp)
PER (%)
1990
8.300
4.90
1991
7.500
3.28
1992
8.950
5.05
1993
8.250
4.00
1994
9.000
5.97
1995
8.750
4.24
1996
10.000
8.00
1997
8.200
7.45
1998
8.300
7.47
1999
10.900
12.68
2000
12.800
14.45
2001
9.450
10.50
2002
13.000
17.24
2003
8.000
15.56
2004
6.500
10.85
2005
9.000
16.56
2006
7.600
13.24
2007
10.200
16.98

ROI (%)
6.47
3.14
5.00
4.75
6.23
6.03
8.75
7.72
8.00
10.40
12.42
8.62
12.07
5.83
5.20
8.53
7.37
9.38

Langkah-langkah pada program SPSS


Masuk program SPSS
Klik variable view pada SPSS data editor
Pada kolom Name ketik y, kolom Name pada baris kedua ketik x1,
kemudian untuk baris kedua ketik x2.
Pada kolom Label, untuk kolom pada baris pertama ketik Harga
Saham, untuk kolom pada baris kedua ketik PER, kemudian pada baris
ketiga ketik ROI.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

17

Untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)


Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel
y, x1, dan x2.
Ketikkan data sesuai dengan variabelnya
Klik Analyze - Regression - Linear
Klik variabel Harga Saham dan masukkan ke kotak Dependent,
kemudian klik variabel PER dan ROI kemudian masukkan ke kotak
Independent.
Klik Statistics, klik Casewise diagnostics, klik All cases. Klik
Continue
Klik OK, maka hasil output yang didapat pada kolom Coefficients dan
Casewise diagnostics adalah sebagai berikut

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

18

Tabel.

Hasil

Analisis

Regresi

Linear

Persamaan regresinya sebagai berikut:


Y = a + b1X1+ b2X2
Y = 4662,491 + (-74,482)X1 + 692,107X2
Y = 4662,491 - 74,482X1 + 692,107X2
Keterangan:
Y

= Harga saham yang diprediksi (Rp)

= konstanta

b1,b2 = koefisien regresi


X1 = PER (%)
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

19

X2

= ROI (%)

Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:


- Konstanta sebesar 4662,491; artinya jika PER (X1) dan ROI (X2)
nilainya adalah 0, maka harga saham (Y) nilainya adalah
Rp.4662,491.
- Koefisien regresi variabel PER (X 1) sebesar -74,482; artinya jika
variabel independen lain nilainya tetap dan PER mengalami kenaikan
1%, maka harga saham (Y) akan mengalami penurunan sebesar
Rp.74,482. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif
antara PER dengan harga saham, semakin naik PER maka semakin
turun harga saham.
- Koefisien regresi variabel ROI (X2) sebesar 692,107; artinya jika
variabel independen lain nilainya tetap dan ROI mengalami kenaikan
1%, maka harga saham (Y) akan mengalami peningkatan sebesar
Rp.692,107. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif
antara ROI dengan harga saham, semakin naik ROI maka semakin
meningkat harga saham.
Nilai harga saham yang diprediksi (Y) dapat dilihat pada tabel Casewise
Diagnostics

(kolom

Predicted

Value).

Sedangkan

Residual

(unstandardized residual) adalah selisih antara harga saham dengan


Predicted Value, dan Std. Residual (standardized residual) adalah nilai
residual yang telah terstandarisasi (nilai semakin mendekati 0 maka
model regresi semakin baik dalam melakukan prediksi, sebaliknya
semakin menjauhi 0 atau lebih dari 1 atau -1 maka semakin tidak baik
model regresi dalam melakukan prediksi).

2.2

PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS

2.2.1

Biaya per Unit


a.

Perhitungan Biaya Produk Per Unit

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

20

Biaya per unit (Unit Cost) adalah jumlah biaya yang berkaitan
dengan unit yang diproduksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi.
Biaya produk sering di definisikan sebagai biaya produksi yaitu jumlah
dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead produksi.
b. Cara Mendapatkan Informasi Biaya Per Unit

Sistem pengkuran biaya dapat dibedakan menjadi 2 macam :


Perhitungan biaya aktual, membebankan pada biaya aktual bahan
baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pada pada
produk.
Perhitungan biaya aktual ini jarang digunakan karena tidak dapat
menyediakan informasi biaya per unit yang akurat secara tepat

waktu.
Perhitungan biaya normal, membebankan biaya aktual bahan baku
langsung dan tenaga kerja langsung pada produk. Akan tetapi, biaya

overhead dibebankan pada produk dengan tarif perkiraan.


Tarif perkiraan overhead adalah suatu tarif yang didasarkan pada data
yang diperkirakan & dihitung dengan menggunakan rumus :

2.2.2

Perhitungan Biaya Produk Berdasarkan Fungsi


Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya
dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung pada produk dengan
menggunakan penelusuran langsung. Di lain pihak, biaya overhead
dibebankan dengan menggunakan penelusuran penggerak dan alokasi.
Secara spesifik, perhitungan biaya berdasarkan fungsi menggunakan
penggerak aktivitas tingkat unit untuk membebankan biaya overhead
pada produk. Penggerak aktivitas tingkat unit (unit level activity driver)
adalah faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring
dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. Penggunaan penggerak
berdasarkan unit semata-mata untuk membebankan biaya overhead pada
produk memiliki asumsi bahwa overhead yang digunakan produk
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

21

berkorelasi tinngi dengan jumlah unit yang diproduksi. Untuk biaya


overhead di mana asumsi ini berlaku, pembebanan berdasarkan unit
sesuai dengan penelusuran penggerak. Untuk biaya-biaya overhead yang
tidak sesuai dengan asumsi, pembebanan biaya merupakan suatu proses
alokasi.
Tarif perkiraan overhead berdasarkan fungsi membutuhkan
spesifikasi dari penggerak tingkat unit, yaitu suatu perkiraan kapasitas
yang diukur penggerak dan perkiraan dari overhead yang diharapkan.
Contoh-contoh penggerak tingkat unit yang umumnya digunakan untuk
membebankan overhead, meliputi :
Unit yang diproduksi
Jam tenaga kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung
Jam mesin
Biaya bahan baku langsung
Setelah memilih penggerak tingkat unit, langkah selanjutnya
adalah menentukan kapasitas aktivitas yang diukur penggerak tersebut.
Kapasitas aktivitas tersebut antara lain :
Kapasitas aktivitas yang diharapkan, adalah output aktivitas yang

diharapkan perusahaan dapat tercapai pada tahun mendatang;


Kapasitas aktivitas normal, adalah output aktivitas rata-rata yang
dialami perusahaan dalam jangka panjang (volume normal dihitung

selama lebih dari satu periode);


Kapasitas aktivitas teoritis, adalah output aktivitas maksimum yang

dapat direalisasikan;
Kapasitas aktivitas praktis adalah output maksimum yang dapat
dicapai jika semuanya berjalan secara efisien.

a. Tarif keseluruhan pabrik


Tahapan perhitungan tarif overhead keseluruhan pabrik :
Biaya overhead yang dianggarkan akan diakumulasi menjadi satu

kelompok untuk keseluruhan pabrik.


Biaya overhead dibebankan secara langsung pada kelompok biaya
tersebut dengan menambahkan seluruh biaya overhead yang
diperkirakan muncul dalam satu tahun.

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

22

Tarif keseluruhan pabrik dihitung dengan menggunakan penggerak

tingkat unit (biasanya jam tenaga kerja langsung).


Biaya overhead dibebankan pada produk dengan mengalikan tarif
tersebut dengan jumlah tenaga kerja langsung actual yang digunakan

tiap-tiap produk.
Contoh :
Overhead yang dianggarkan = $360.000
Aktivitas yang diharapkan (dalam jam tenaga kerja langsung) = 100.000
Aktivitas aktual (dalam jam tenaga kerja langsung) 100.000
Overhead aktual = $380.000
Tarif perkiraan overhead = overhead yang dianggarkan
= $360.000/100.000 jam tenaga kerja langsung
= $3,60 per jam tenaga kerja langsung

Overhead yang dibebankan adalah jumlah overhead yang dibebankan


pada produksi aktual pada titik tertentu pada suatu waktu. Dihitung
dengan :
Overhead yang dibebankan = tarif overhead x aktivitas aktual
= $3,60 x 100.000 jam tenaga kerja langsung
= $360.000
Variansi overhead adalah perbedaan/selisih antara overhead aktual
dengan overhead yang dibebankan.
Variansi overhead = $380.000 - $360.000 = $20.000
Jika overhead aktual lebih besar daripada overhead yang dibebankan,
variansi disebut overhead yang terlalu rendah dibebankan.
Jika overhead aktual kurang daripada overhead yang dibebankan,
variansi disebut overhead yang terlalu tinggi dibebankan.
Pada akhir tahun, overhead yang terlalu rendah dibebankan akan
ditambahkan pada beban pokok penjualan, sedangkan overhead yang
terlalu tinggi dibebankan akan dikurangkan dari beban pokok penjualan.
Biaya per unit
Biaya per unit suatu produk dihitung dengan menjumlahkan biaya utama
produk pada biaya overhead yang dibebankan, kemudian membagi
jumlah biaya ini dengan unit yang diproduksi. Berikut disajikan data
yang mengasumsikan bahwa data aktual dkumpulkan untuk setiap
produk :
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

23

Unit yang diproduksi


Biaya utama
Jam tenaga kerja langsung

Nirkabel
10.000
$78.000
10.000

Reguler
100.000
$738.000
90.000

Biaya per unit dapat dihitung sebagai berikut :


Nirkabel
$78.000

Reguler
$738.000

$3,60 x 10.000

36.000

$3,60 x 90.000
Jumlah biaya produksi
Unit yang diproduksi
Biaya per unit (jumlah
biaya/unit)

$114.000
10.000

324.0
00
$1.062.000
100.000

$11,40

$10,62

Biaya utama
Biaya overhead

b. Tarif Departemen
Berikut digambarkan perhitungan biaya berdasarkan fungsi : Tarif
Departemen

Gambar tersebut mengilustrasikan kerangka kerja konseptual dua tahap


untuk tarif overhead departemen.
Biaya overhead keseluruhan pabrik dibagi dan dibebankan pada
setiap Departemen Produksi dan membentuk kelompok biaya
overhead departemen;

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

24

Ketika biaya dibebankan pada setiap Departemen Produksi,


penggerak berdasarkan unit seperti jam tenaga kerja langsung (untuk
departemen yang menggunakan banyak tenaga kerja) dan jam mesin
(untuk departemen yang menggunakan banyak mesin) digunakan
untuk menghitung tarif departemen. Produk yang diproses oelh
berbagai departemen diasumsikan mengguakan sumber daya

overhead sesuai proporsi penggerak berdasarkan unit departemen.


Overhead dibebankan pada produk dengan mengalikan tarif
departemen dengan jumlah penggerak yang digunakan departemen

terkait.
Jumlah overhead yang dibebankan pada produk secara sederhana adalah
jumlah dari banyaknya overhead yang dibebankan pada setiap
departemen.
Contoh perhitungan tarif departemen :
Pabrikasi
Overhead yang dianggarkan
Penggunaan aktual dan yang diharapkan
(jam tenaga kerja langsung)
Nirkabel
Reguler
Penggunaan aktual dan yang diharapkan
(jam mesin)
Nirkabel
Reguler

Perakitan

$252.000

$108.000

7000
13000

3000
77000

20000

80000

4000
36000
40000

1000
9000
10000

= $252.000/40.000
= $6,30 per jam mesin

= $108.000/80.000
= $1,35 per jam tenaga kerja langsung
Overhead yang dibebankan. Jumlah overhead yang dibebankan untuk
setahun adalah jumlah yang dibebankan pada setiap departemen

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

25

Overhead yang dibebankan = ($6,30 x jam mesin aktual) + ($1,35 x jam


tenaga kerja

langsung aktual)
= (46,30 x 40.000) + ($1,35 x 80.000)
= $252.000 + $108.000
= $360.000

Perhitungan biaya per unit tarif departeman


Nirkabel
10.000
$78.000
10.000

Unit yang diproduksi


Biaya utama
Jam tenaga kerja langsung

Biaya Utama
Biaya Overhead
($6,30 x 4.000) + ($1,35 x 3.000)
($6,30 x 36.000) + ($1,35 x 77.000)
Jumlah biaya produksi
Unit yang diproduksi
Biaya per unit (jumlah biaya/unit)

2.2.3

Reguler
100.000
$738.000
90.000

Nirkabel
$78.000

Reguler
$738.000

29250
330750
$1.068.750
100.000
$10,69

$107.250
10.000
$10,73

Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya Berdasarkan Fungsi


Pendekatan

perhitungan

biaya

berdasarkan

fungsi

dapat

menimbulkan distorsi biaya.


Faktor utama yang menyebabkan ketidakmampuan tarif keseluruhan
pabrik dan departemen berdasarkan unit untuk membebankan biaya
overhead secara tepat yaitu:
Proporsi biaya overhead yang tidak berkaitan dengan unit terhadap
jumlah biaya overhead adalah besar
Tingkat keanekaragaman produksinya besar
Keanekaragaman produk berarti produk menggunakan aktivitas overhead
dalam proporsi yang secara signifikan berbeda.

2.2.4

Perhitungan biaya produk berdasarkan aktivitas


Sistem biaya berdasarkan aktivitas (activity based cost-ABC) menelusuri
biaya aktivitas kemudian produk.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

26

Aktivitas tersebut berupa :

Aktivitas Primer adalah aktivitas yang dikonsumsi produk atau


pelanggan. Contoh : di Departemen Kartu Kredit : berupa Aktivitas
pemrosesan transaksi, persiapan laporan dll, obyek biaya berupa
Kartu Kredit, penggerak aktivitasnya jumlah transaksi dan laporan;

Aktivitas Sekunder adalah aktivitas yang dikonsumsi oleh aktivitas


primer. Contoh ; aktivitas

pengawasan karyawan,

tugasnya

penjadwalan, koordinasi dll, oyek biaya alah Biaya aktivitas dalam


departeman, penggera aktivitasnya adalah total waktu tenaga kerja
untuk tiap aktivitas.
Contoh : Manager Departemen Kartu Kredit

memperlihatkan

penggunaan tenaga kerja ke aktivitas idividual dengan gaji Pengawas $


50.000,- Keseluruhan untuk Staf sebesar : $ 150.000,- seperti di bawah
ini :

2.2.5

Mengurangi Ukuran dan Kerumitan dari Sistem Perhitungan Biaya


Berdasarkan Aktivitas
Pada tahap pertama perhitungan biaya berdasarkan aktivitas,
aktivitas

diidentifikasikan,

biaya

dihubungkan

dengan

aktivitas

individual, dan aktivitas diklasifikasikan (sebagai primer atau sekunder),


biaya dari aktivitas sekunder dibebankan ulang pada aktivitas primer, dan
pada tahap akhir biaya dari aktivitas primer dibebankan pada produk atau
pelanggan. Pembebanan biaya pada aktivitas lain (tahap lanjutan) atau
pembebanan

biaya

pada

produk

dan

pelanggan

(tahap

akhir)

membutuhkan penggunaan tarif aktivitas. Pada prinsipnya terdapat satu


tarif aktivitas untuk setiap aktivitas. Walaupun saat ini sudah terdapat
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

27

kemajuan dalam sistem teknologi informasi yang menangani banyak tarif


dan kativitas, namun sebaiknya tarif tersebut dikurangi. Karena tarif yang
lebih sedikit akan dapat mengurangi kerumitan dari sistem perhitungan
biaya berdasarkan aktivitas sehingga menambah peluang penerimaan
oleh manajemen.

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Berdasarkan tujuan penulisan ini, maka dari chapter 3 buku Hansen
Mowen tersebut, ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan sebagai
berikut :
1. Perilaku biaya terdiri atas tiga, yaitu :
a. Biaya tetap, yaitu biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap
konstan

dalam rentang yang relevan ketika tingkat keluaran

aktivitas berubah.
b. Biaya Variabel (Variable cost), yaitu biaya yang dalam jumlah
keseluruhan bervariasi secara proporsional terhadap perubahan
keluaran.
c. Biaya Campuran, yaitu biaya yang memiiki komponen tetap dan
variabel.
2. Model penggunaan sumber daya dalam memahami perilaku biaya
terdiri atas :
a. Sumber daya fleksibel, yang merupakan sumber daya yang
diperoleh dari pihak luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka
panjang

untuk

membeli

sejumlah

sumber

daya

tertentu

(contohnya : biaya)
b. Sumber daya terikat (committed resources), merupakan sumber
daya yang dipasok sebelum penggunaan; mereka didapat dengan
menggunakan kontrak eksplisit atau implicit untuk memperoleh
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

28

sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang efektivitas


penggunaan jumlah sumber daya (Contoh : Pembelian atau
penyewaan gedung dan peralatan).
3. Dalam memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan
variabel dilakukan dengan menggunakan tiga metode. Ketiga metode
tersebut menggunakan asumsi hubungan linear. Asumsi hubungan
linear antara biaya aktivitas dan penggerak aktivitas terkait. Jika
asumsi hubungan linear digunakan, maka masalah utamanya adalah
seberapa baik asumsi ini memperkirakan fungsi biaya yang
mendasarinya Ketiga konsep tersebut yaitu :
a. Metode Tinggi rendah (high-low), adalah suatu metode untuk
menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu
memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan
untuk menghitung parameter perpotongan dan kemiringan.
b. Scatterplot, merupakan suatu metode penentuan persamaan suatu
garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik.
c. Metode kuadrat terkecil (method of least squares), yakni dengan
menguadratkan setiap deviasi, dan menjumlahkan deviasi yang
dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan keseluruhan.
Pengkuadratan deviasi ini menghindari masalah yang disebabkan
oleh bauran angka positif dan negatif.
4. Mengevaluasi keandalan dari sebuah persamaan biaya; Meskipun
keluaran menyediakan informasi berguna lainnya untuk menilai
keandalan statistik, kita hanya akan melihat goodness of fit. Ukuran ini
penting karena metode kuadrat terkecil mengidentifikasi garis yang
paling sesuai, tetapi tidak mengungkapkan seberapa baik kesesuaian
berikut. Garis yang paling sesuai mungkin bukan merupakan garis
yang terbaik. Garis yang paling sesuai mungkin tidak memprediksi
biaya dengan baik.
5. Peranan regresi berganda (multiple regression) dalam penilaian
perilaku biaya adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

29

untuk melihat kemungkinan persamaan biaya yang dapat dipercaya.


Karena rumus biaya regresi adalah garis yang paling sesuai, rumus ini
seharusnya menghasilkan prediksi biaya yang lebih baik
6. Manajer menentukan biaya aktivitas tertentu menjadi kategori tetap
dan

lainnya

menjadi

kategori

variabel,

tanpa

menghiraukan

kemungkinan biaya campuran. Kemungkinan lain adalah manajemen


mengidentifikasi biaya campuran dan membagi biaya-biaya ini ke
dalam komponen tetap dan variabel dengan memutuskan bagian
bagian biaya yang merupakan biaya tetap dan variabel. Keunggulan
dari penggunaan pertimbangan manajerial untuk memisahkan biaya
tetap dan variabel terletak pada kesederhanaannya. Saat manajer
memiliki pengetahuan yang mendalam tentang perusahaan dan pola
biayanya, metode ini dapat memberikan hasil yang baik.
Berdasarkan tujuan penulisan ini, maka dari chapter 4 buku Hansen
Mowen tersebut, ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan sebagai
berikut :
1. Informasi biaya per unit sangat penting karena akan mempengaruhi
keputusan mengenai disain serta pengenalan produk dan jasa yang
baru. Keputusan untuk membuat atau membelli suatu produk atau jasa,
menerima atau menolak suatu pesanan khusus, serta mempertahankan
atau menghentikan suatu prduk atau jasa memerlukan informasi biaya
per unit karena keuratan adalah hal yang utama
2. Pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi dilakukan dengan
membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung pada produk dengan menggunakan penelusuran langsung.
Disisi lain, biaya Overhead dibebankan dengan menggunakan
penelusuran bergerak dan alokasi. Secara spesifik, perhitungan biaya
berdasarkan fungsi menggunakan penggerak aktivitas tingkat unit.
Penggerak Aktivitas Tingkat Unit (unit level activity driver) adalah
faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring
dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. kapasitas aktivitas
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

30

yang diharapkan

adalah keluaran aktivitas yang diharapkan

perusahaan dapat tercapai pada tahun mendatang.


3. Penyebab pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi yang
dapat menimbulkan distorsi biaya dikarenakan tarif keseluruhan pabrik
dan departemen yang telah digunakan dalam beberapa kurun waktu
dalam beberapa kondisi tidak berjalan efektif sehingga menimbulkan
distorsi biaya produk yang cukup besar. Distorsi biaya produksi bagi
perusahaan yang dikarakterisasikan oleh adanya peningkatan atau
ketatnya tekanan persaingan usaha.
4. Cara kerja suatu sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dalam
perhitungan biaya produk, khususnya dalam pembebanan overhead
tradisional melibatkan dua tahap. Pertama, biaya overhead dibebankan
pada unit organisasi (pabrik atau departemen). Kedua, biaya overhead
dibebankan pada produk. Maka identifikasi aktivitas harus menjadi
tahap awal dalam perancangan sistem perhitungan biaya berdasarkan
aktivitas. Karena aktivitas merupakan suatu tindakan yang diambil
dengan peralatan atau melalui orang lain, maka pengidentifikasian
dapat dilakukan dengan proses wawancara. Atribut aktivitas yang
berhubungan

dengan

tujuan

perhitungan

biaya

dapat

berupa

sumberdaya yang digunakan, jumlah (%) waktu yang dihabiskan oleh


pekerja untuk suatu aktivitas, obyek biaya yang menggunakan output
aktivitas (alasan), ukuran dari output aktivitas (penggerak aktivitas)
dan nama aktivitasnya.
5. Cara mengurangi jumlah tarif aktivitas
Jumlah tarif bisa dikurangi dengan menggabungkan beberapa aktivitas
yang memiliki rasio konsumsi yang sama dalam satu kelompok biaya.
Jumlah tarif juga bisa dikurangi dengan menggunakan pendekatan
perkiraan,

yaitu

memilih

aktivitas

yang

paling

mahal

dan

mengalokasikan biaya dari aktivitas-aktivitas lainnya dalam kelompok


yang jumlahnya sudah dikurangi dalam proporsi yang sesuai dengan
biaya awalnya.
Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Kelompok 2 (dua)

31

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Hansen Mowen, Akuntansi Manajerial, Jilid 1 edisi 8, Bab 3 "Perilaku
Biaya Aktivitas" dan Bab 4 "Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas"

Perilaku Biaya Aktivitas dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Kelompok 2 (dua)

32