Anda di halaman 1dari 1

Biotransformasi Merkuri

Bentuk racun dari merkuri yang masuk pada tubuh manusia adalah metil merkuri (CH 3Hg+
dan CH3-Hg-CH3) dan garam organik, mercuric khlor (HgCl2). Metil merkuri dapat dibentuk
oleh bakteri pada endapan dan air yang bersifat asam. Elemen merkuri mempunyai waktu
tinggal yang relatif pendek pada tubuh manusia, tetapi senyawa metil merkuri terakumulasi di
dalam tubuh 10 kali lebih lama dan 50 kali bersifat racun daripada merkuri organik. Metil
merkuri terakumulasi pada rantai makanan dan bisa masuk dengan mudah ke dalam tubuh
manusia misalnya melalui perairan yang telah tercemar merkuri. Merkuri juga dapat
dilepaskan ke atmosfer melalui berbagai kegiatan manusia, terutama dari pembakaran
sampah rumah tangga, limbah industri, dan pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara.
Asap yang mengandung merkuri dapat ditransportasikan melalui udara dan mengendap di
daratan maupun air. Asap merkuri dapat dihisap melalui pernapasan.
Merkuri yang masuk lewat kulit, biasanya merkuri yang terkandung dalam kosmetik yang
dipakai. Merkuri yang masuk melalui kulit, setelah diabsorbsi di jaringan akan teroksidasi
menjadi merkuri divalent (Hg2+) yang dibantu oleh enzim katalase.
Merkuri yang masuk melalui pernapasan akan diabsorbsi melalui sel darah merah, kemudian
ditransformasikan menjadi merkuri divalent yang sebagian akan menuju otak dan kemudian
diakumulasikan di dalam jaringan. Senyawa phenyl mercury (C6H5Hg+ dan C6H5-Hg-C6H5)
bersifat racun moderat dengan waktu tinggal yang pendek pada tubuh tetapi senyawa ini
dapat berubah bentuk menjadi merkuri organik dengan cepat pada lingkungan.
Metil Merkuri yang masuk melalui makanan, di dalam saluran cerna akan dikonversi
menjadi merkuri anorganik oleh flora usus kemudian diabsorbsi dan dengan cepat dioksidasi
menjadi ion Hg2+, yang mempunyai afinitas terhadap gugus - gugus sulfhidril (-SH), serta
berikatan dengan substrat - substrat yang kaya gugus tersebut. Merkuri ditemukan dalam
ginjal (terikat pada metalotionen) dan hati. Merkuri dapat melewati darah otak dan plasenta.
Metil merkuri mempunyai afinitas yang kuat terhadap otak. Sekitar 90% merkuri darah
terdapat dalam eritrosit. Metabolisme senyawa aril merkuri serupa dengan metabolisme
merkuri logam atau senyawa anorganiknya. Senyawa fenil dan metoksietil merkuri dengan
cepat diubah menjadi merkuri anorganik, sementara metil merkuri dimetabolisme sangat
lambat.