Anda di halaman 1dari 5

Essay

Apa yang akan Saya Lakukan untuk Daerah/ Lembaga/ Instansi/ Profesi Saya
Setelah Lulus
Perkenalkan nama saya adalah Ahirul Habib Padilah biasa dipanggil Habib,
berasal dari daerah terpencil di pedalaman Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Lebih
tepatnya di Desa Nanga Sayan yang berjarak 59 Km dari Kabupaten/Kota, sedangkan
dari Kabupaten Melawi menuju Provinsi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat berjarak
490 Km, total perjalanan saya sehingga bisa menginjakkan kaki di Provinsi Provinsi
Kalimantan Barat adalah 549 Km. Saya berasal dari keluarga yang tidak mampu, ayah
yang telah berumur 77 Tahun, dulu hanya berprofesi sebagai petani karet yang hanya
berpenghasilan 2kg perhari. Sekarang ayah sudah tidak mampu lagi bekerja,
sedangkan ibu saya telah lama meninggal dunia sejak saya Madrasah Tsanawiyah
(MTs) dikarenakan penyakit komplikasi yang dideritanya.
Berkat semangat dan keinginan yang kuat, selesai Sekolah Menengah Atas
(SMA), saya mendapatkan beasiswa Bidikmisi yang mengantarkan saya anak kampung
ini yang tidak mampu secara ekonomi dan anak pedalaman Kalimantan bisa
menginjakkan kaki untuk yang pertama kalinya di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat
yaitu Pontianak secara gratis. Mungkin kalau mengharapkan biaya sendiri, semua ini
hanya mimpi yang tidak akan pernah terwujud. Tentu kesempatan ini tidak saya siasiakan, sehingga saya buktikan dengan bisa lulus Cumlaude dari Almamater
Universitas Tanjungpura.
Setelah menyelasaikan studi tentu, saya akan menerapkan Tri Darma Perguruan
tinggi salah satunya dengan membangun Sumber Daya Manusia Kalimantan Barat
melalui generasi-generasi penerus dan saya berharap bisa menjadi seseorang yang
dapat memberikan yang terbaik untuk kemajuan daerah Kalimantan Barat yang sangat
jauh tertinggal pembangunannya dari daerah Jawa dan daerah lainnya. Sebagai insan
yang memiliki pendidikan tentu sepenuhnya akan mengabdikan jiwa dan raganya untuk
kemajuan bangsa dan negara ini. Salah satunya dengan cara membangun daerah,
setidaknya dengan harapan terbangunnya daerah dapat memberikan konstribusi yang
besar demi pembangunan dan kemajuan negara yang kita cintai ini, menuju negara
sejahtera.
Apalagi mengingat daerah Kalimantan Barat merupakan daerah yang berbatasan
langsung dengan Negara tetangga Malaysia tentu banyak membutuhkan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Saya sangat kritis dalam masalah
perbatasan, dilihat dari pembangunan dan perhatian pemerintah terhadap daerah
perbatasan Indonesia-Malaysia sekarang khususnya Kalimantan Barat, sangat miris

sekali, terbukti dengan tapak batas yang banyak hilang, beberapa pulau yang belum
jelas kepemilikannya sehingga seringkali diakui milik Malaysia, dan kebudayaan yang
banyak di caplok Malaysia. Pada kepemimpinanan Soekarno daerah perbatasan
diibaratkan beranda depan sebuah rumah yang berarti harus dijaga dan dilindungi.
Saya sebagai putera asli Kalimantan Barat tentu sangat miris dan terluka hal ini apabila
terus-terusan terjadi, maka dari itu apabila saatnya nanti saya akan mengabdikan diri
memperbaiki sistem kelola perbatasan yang masih dianggap beranda belakang di
zaman reformasi ini.
Tentu semua itu bisa saya wujudkan apabila saya bekerja atau mengabdi pada
sebuah lembaga. Maka dari itu saya akan melakukan yang terbaik buat lembaga,
bekerja dengan sepenuh hati, dengan niatan agar ke depannya lebih baik dan terus
mengembangkan lembaga tersebut dengan inovasi-inovasi yang berkualitas. Lembaga
atau instansi bagi saya merupakan wadah dalam mempraktekkan, menerapkan dan
mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat di perguruan tinggi, dengan harapan nantinya
bisa bermanfaat untuk masyarakat luas.
Dalam menjalankan sebuah profesi kita harus ada rasa tanggungjawab terhadap
profesi yang kita jalankan. Dengan begitu sebuah profesi yang dijalankan akan terasa
lebih hidup dan pasti lebih banyak manfaatnya. Umpamanya profesi sebaga seorang
dosen, tentu tugas dan kewajiban seorang dosen bukan hanya mengajar dalam kelas,
namun dosen juga punya tanggungjawab mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai
dengan bidang ilmunya, seperti melakukan penelitian di masyarakat sehingga
menghasilkan invasi-inovasi ilmu pengetahuan yang baru dan tentu ini berdampak terus
berkembangnya ilmu pengetahuan kedepannya. Itulah gambaran yang akan saya
lakukan apapun profesi saya, saya akan terus melakukan inovasi dan pengembangan
ilmu pengetahuan khususnya di Kalimantan Barat.
Dengan niatan yang tulus dan suci dari hati yang paling dalam saya berjanji dalam
diri saya sendiri, sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yang selalu dijunjung tinggi
mahasiswa/i, apabila selesai kuliah nanti saya akan melakukan yang terbaik bagi
Bangsa dan Negara tanah Pertiwi ini.
Besar harapan saya untuk bisa diterima program beasiswa ini demi kelancaran
saya dalam mengikuti proses perkuliahan dan meraih impian saya untuk menjadi
penerus Bangsa dan Negara ini. Karena memang dalam mewujudkan mimpi ini kalau
hanya mengaharapkan ekonomi keluarga itu semua hanya dalam lukisan mimpi indah
yang tidak akan pernah terwujud.

Essay
Apa yang akan Saya Lakukan untuk Daerah/ Lembaga/ Instansi/ Profesi Saya
Setelah Lulus
Perkenalkan nama saya adalah Ahirul Habib Padilah biasa dipanggil Habib,
berasal dari daerah terpencil di pedalaman Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Lebih
tepatnya di Desa Nanga Sayan yang berjarak 59 Km dari Kabupaten/Kota, sedangkan
dari Kabupaten Melawi menuju Provinsi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat berjarak
490 Km, total perjalanan saya sehingga bisa menginjakkan kaki di Provinsi Provinsi
Kalimantan Barat adalah 549 Km. Saya berasal dari keluarga yang tidak mampu, ayah
yang telah berumur 77 Tahun, dulu hanya berprofesi sebagai petani karet yang hanya
berpenghasilan 2kg perhari. Sekarang ayah sudah tidak mampu lagi bekerja,
sedangkan ibu saya telah lama meninggal dunia sejak saya Madrasah Tsanawiyah
(MTs) dikarenakan penyakit komplikasi yang dideritanya.
Berkat semangat dan keinginan yang kuat, selesai Sekolah Menengah Atas
(SMA), saya mendapatkan beasiswa Bidikmisi yang mengantarkan saya anak kampung
ini yang tidak mampu secara ekonomi dan anak pedalaman Kalimantan bisa
menginjakkan kaki untuk yang pertama kalinya di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat
yaitu Pontianak secara gratis. Mungkin kalau mengharapkan biaya sendiri, semua ini
hanya mimpi yang tidak akan pernah terwujud. Tentu kesempatan ini tidak saya siasiakan, sehingga saya buktikan dengan bisa lulus Cumlaude dari Almamater
Universitas Tanjungpura.
Setelah menyelasaikan studi tentu, saya akan menerapkan Tri Darma Perguruan
tinggi salah satunya dengan membangun Sumber Daya Manusia Kalimantan Barat
melalui generasi-generasi penerus dan saya berharap bisa menjadi seseorang yang
dapat memberikan yang terbaik untuk kemajuan daerah Kalimantan Barat yang sangat
jauh tertinggal pembangunannya dari daerah Jawa dan daerah lainnya. Sebagai insan
yang memiliki pendidikan tentu sepenuhnya akan mengabdikan jiwa dan raganya untuk
kemajuan bangsa dan negara ini. Salah satunya dengan cara membangun daerah,
setidaknya dengan harapan terbangunnya daerah dapat memberikan konstribusi yang
besar demi pembangunan dan kemajuan negara yang kita cintai ini, menuju negara
sejahtera.
Apalagi mengingat daerah Kalimantan Barat merupakan daerah yang berbatasan
langsung dengan Negara tetangga Malaysia tentu banyak membutuhkan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Saya sangat kritis dalam masalah

perbatasan, dilihat dari pembangunan dan perhatian pemerintah terhadap daerah


perbatasan Indonesia-Malaysia sekarang khususnya Kalimantan Barat, sangat miris
sekali, terbukti dengan tapak batas yang banyak hilang, beberapa pulau yang belum
jelas kepemilikannya sehingga seringkali diakui milik Malaysia, dan kebudayaan yang
banyak di caplok Malaysia. Pada kepemimpinanan Soekarno daerah perbatasan
diibaratkan beranda depan sebuah rumah yang berarti harus dijaga dan dilindungi.
Saya sebagai putera asli Kalimantan Barat tentu sangat miris dan terluka hal ini apabila
terus-terusan terjadi, maka dari itu apabila saatnya nanti saya akan mengabdikan diri
memperbaiki sistem kelola perbatasan yang masih dianggap beranda belakang di
zaman reformasi ini.
Tentu semua itu bisa saya wujudkan apabila saya bekerja atau mengabdi pada
sebuah lembaga. Maka dari itu saya akan melakukan yang terbaik buat lembaga,
bekerja dengan sepenuh hati, dengan niatan agar ke depannya lebih baik dan terus
mengembangkan lembaga tersebut dengan inovasi-inovasi yang berkualitas. Lembaga
atau instansi bagi saya merupakan wadah dalam mempraktekkan, menerapkan dan
mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat di perguruan tinggi, dengan harapan nantinya
bisa bermanfaat untuk masyarakat luas.
Dalam menjalankan sebuah profesi kita harus ada rasa tanggungjawab terhadap
profesi yang kita jalankan. Dengan begitu sebuah profesi yang dijalankan akan terasa
lebih hidup dan pasti lebih banyak manfaatnya. Umpamanya profesi sebaga seorang
dosen, tentu tugas dan kewajiban seorang dosen bukan hanya mengajar dalam kelas,
namun dosen juga punya tanggungjawab mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai
dengan bidang ilmunya, seperti melakukan penelitian di masyarakat sehingga
menghasilkan invasi-inovasi ilmu pengetahuan yang baru dan tentu ini berdampak terus
berkembangnya ilmu pengetahuan kedepannya. Itulah gambaran yang akan saya
lakukan apapun profesi saya, saya akan terus melakukan inovasi dan pengembangan
ilmu pengetahuan khususnya di Kalimantan Barat.
Dengan niatan yang tulus dan suci dari hati yang paling dalam saya berjanji dalam
diri saya sendiri, sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yang selalu dijunjung tinggi
mahasiswa/i, apabila selesai kuliah nanti saya akan melakukan yang terbaik bagi
Bangsa dan Negara tanah Pertiwi ini.
Besar harapan saya untuk bisa diterima program beasiswa ini demi kelancaran
saya dalam mengikuti proses perkuliahan dan meraih impian saya untuk menjadi
penerus Bangsa dan Negara ini. Karena memang dalam mewujudkan mimpi ini kalau
hanya mengaharapkan ekonomi keluarga itu semua hanya dalam lukisan mimpi indah
yang tidak akan pernah terwujud.