Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN

BPBD
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

TERM OF REFERENCE (TOR)

SEMINAR NASIONAL
PENANGGULANGAN BENCANA KEGAGALAN TEKNOLOGI
PADA INDUSTRI DI PROVINSI BANTEN
TEMA :
Antisipasi Bencana Akibat Kegagalan Teknologi Pada Industri

Kegiatan :
Peningkatan Kesiapsiagaan Dan
Mitigasi Bencana Tahun 2014

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH


PROVINSI BANTEN
Alamat : Jl. Brigjen K.H. Syamun No. 5 Telp/Fax (0254) 8243072,824307
Serang - Banten

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN


BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

TERM OF REFERENCE (TOR)

SEMINAR NASIONAL
PENANGGULANGAN BENCANA KEGAGALAN TEKNOLOGI PADA
INDUSTRI DI PROVINSI BANTEN
TEMA
Kegagalan Industri Adalah Ancaman Bagi Pemerintah, Masyarakat Lingkungan

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH


BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
PROVINSI BANTEN
TAHUN ANGGARAN 2014

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN


BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
Alamat : Jl. Brigjen K.H. Syamun No. 5 Telp/Fax (0254) 8243072,824307
Serang Banten
PEMERINTAH
PROVINSI BANTEN
2
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

I. PENDAHULUAN
Banten resmi menjadi provinsi ke-30 di Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) pada tahun 2000, pada masa-masa awal reformasi, melalui Undang-Undang nomor
23 tahun 2000.
Banten merupakan salah satu kawasan andalan nasional di Indonesia dengan sektor
andalan industri dan pariwisata. Kedua sector andalan tersebut tersebar di wilayah Propinsi
Banten seperti: Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten
Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Cilegon dan Tangerang selatan.
Di Banten terdapat pabrik baja, yaitu Krakatau Steel yang didirikan pada tahun 1966
yang termasuk dalam wilayah di Kota Cilegon, Propinsi Banten. Kota yang terletak di
Propinsi Banten ini memang dikenal sebagai kota industri, yang bermula dari industri baja,
dapat mendorong tumbuhnya berbagai industri baru termasuk berkembangnya jumlah
kegiatan baru seperti pelabuhan milik swasta untuk kepentingan industri-industri yang ada
disepanjang pantai barat dan utara Banten. Hal tersebut turut mendorong Cilegon sehingga
disebut sebagai Kota Baja, mengingat kota ini merupakan penghasil baja terbesar di Asia
Tenggara yang mencapai sekitar 6 (enam) juta ton baja setiap tahunnya. Selain itu di kota ini
juga terdapat berbagai macam objek vital Negara antara lain Pelabuhan Merak, Pelabuhan
Cigading, Habeam Centre, Kawasan Industri Krakatau Steel, PLTU Suralaya, PLTU
Krakatau Daya Listrik, Krakatau Tirta Industri Water Treatment Plant, (Rencana Lot)
Pembangunan Jembatan Selat Sunda dan (Rencana Lot) Kawasan Industri Berikat Selat
Sunda.
Selain di kawasan Cilegon, kawasan industri lainnya di Propinsi Banten terdapat di
wilayah Serang Timur yang masuk wilayah kabupaten Serang, juga yang ada di Kabupaten
Tangerang, kota Tangerang, dan kabupaten Lebak, kabupaten Pandeglang, serta Tangerang
Selatan. Di berbagai wilayah tersebut tersebar bermacam macam jenis industri, mulai dari
industri ringan sampai industri berat. Mulai dari industri padat karya, dengan ratusan bahkan
ribuan buruh, hingga industri yang memanfaatkan teknologi biasa sampai mesin teknologi
tinggi dan beberapa industri kimia, bahan alam, dan pengolahan plastik yang berpotensi

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

menghasilkan efek samping, misalkan polutan yang berbahaya bagi masyarakat dan
lingkungan.
Pertumbuhan industri sebagaimana disebut di atas, mendorong kemajuan wilayah
dan perekonomian daerah, sehingga secara nasional Banten tergolong sebagai wilayah yang
cepat tumbuh dan memicu kemajuan wilayah sekitar. Mega akselerasi tumbuhnya industri
di Banten, telah diprogramkan melalui beberapa pembangunan proyek strategis yang
berskala nasional dan internasional, seperti pembangunan Pelabuhan Internasional
Bojonegara, pembangunan Jembatan Selat Sunda (Jawa-Sumatera), pengembangan Jaringan
Jalan Cincin (ring road) pantai utara-selatan Baten, peningkatan jalan tol dan jalan kereta
api (double track), perluasan bandara Soekarno-Hatta, pembangunan supply air baku waduk
karian, peningkatan kapasitas Power Plant, jaringan kilang gas dan penyimpanan BBM,
pengembangan kawasan ekonomi khusus dan kluster industri petro kimia.
Dengan dikembangkannya infrastruktur pedukung wilayah yang memadai,
menjadikan Banten kedepan sebagai wilayah tujuan utama investasi di Indonesia yang
memiliki tingkat daya saing yang tinggi dapat meningkatkan kemakmuran bagi penduduk di
Propinsi Banten.
Provinsi Banten dengan jumlah penduduk sekitar 9.978.932 jiwa (tahun 2013) mempunyai
letak strategis dalam wilayah kesatuan Republik Indonesia, serta memiliki berbagai
keunggulan. Namun dipihak lain posisinya berada dalam wilayah yang memiliki kondisi
geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang rawan terhadap terjadinya bencana,
baik yang diakibatkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau maupun patahan lempeng yang
terdapat di Samudra Indonesia, sehingga 14 jenis bencana yang ada dalam undang undang
semuanya terdapat dan mempunyai potensi terjadi di wilayah Provinsi Banten, termasuk
potensi bencana akibat kegagalan teknologi. Oleh karena itu perlu kesiapsiagaan untuk
penanganan yang sistematis, terpadu dan terkoordinasi.
Ditinjau dari potensi penyebab bencana, dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu
bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Bencana alam dapat terjadi secara
tiba-tiba, maupun melalui proses yang berlangsung secara perlahan. seperti gempa bumi,
banjir, tanah longsor kekeringan, angin puting beliung, kebakaran, letusan gunung api, dan
kegagalan teknologi pada industri yang dapat merusak infrastruktur industri dan lingkungan.

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

Menyinggung bencana non alam, salah satunya adalah bencana akibat kegagalan
teknologi pada industri yang dapat serta-merta terjadi dan berakibat pada ancaman
masyarakat dan lingkungan yang ada di Propinsi Banten. Untuk itu, perkembangan
terknologi industri di berbagai wilayah industri harus menyadari resiko potensi kondisi
tersebut dan perlu penanganan atau upaya pengurangan risiko bencana yang dilakukan
secara bersama-sama antar aparatur Pemerintah, masyarakat, relawan dan dunia usaha,
sesuai

yang diamanatkan oleh Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang

Penanggulangan Bencana.
Kejadian bencana sekecil apapun akan selalu memberikan dampak kerugian bagi
masyarakat baik jiwa maupun harta benda termasuk kerusakan lingkungan. Menyinggung
tentang teknologi pada industri di Provinsi Banten pada dewasa ini berkembang sangat
pesat, kegagalan teknologi pada industri bisa diakibatkan oleh kesalahan desain,
pengoperasian, kelalaian dan kesengajaan manusia (human error) dalam penggunaan
teknologi pada industri. Penyebab terjadinya kegagalan teknologi pada industri antara lain,
kebakaran, kesalahan desain keselamatan pabrik atau teknologi, kesalahan prosedur
pengoprasian pabrik atau teknologi (SOP), kerusakan komponen, kebocoran reaktor nuklir,
kecelakaan transportasi (darat, laut, udara), sabotase atau kebakaran akibat kerusuhan, yang
dampak ikutan dari bencana alam (gempa bumi, banjir, letusan gunung berapi, dan
sebagainya).
Beberapa sumber bencana yang ada didaerah cilegon adalah : kegiatan bongkar
muat B3, penyimpanan dan penampungan limbah B3, proses produksi bahan kimia,
keberadaan komponen radioaktiv sebanyak 450 unit peralatan di pabrik sekitar cilegon dan
penempatan beberapa pipa interkoneksi yang berisi limbah B3. Dari 37 industri kimia yang
berada di daerah anyer-merak tercatat bahwa semuanya berpotensi bahaya (lima industri
berpotensi bahaya menengah.
Dampak dari kegagalan tersebut di atas akan sangat terasa oleh masyarakat. Tidak
hanya kerugian materiil karena kerusakan berbagai barang atau tempat tinggal masyarakat
tapi juga kerugian jiwa, kematian yang diakibatkan oleh bencana dan juga dampak sosial
ekonomi yang cukup besar akibat terganggungnya aktifitas kehidupan sehari-hari
masyarakat. Kehidupan sosial masyarakat seperti pendidikan, perdagangan, dan

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

perkembangan kehidupan akan terganggu dan lingkungan sekitar juga akan rusak akibat
berbagai cairan dan limbah serta efek samping yang terjadi akibat keberadaan industri yang
gagal dan berdampak negative sehingga lingkungan tidak bersahabat, bahkan bukan tidak
mungkin, masyarakat terpaksa harus direlokasi ke wilayah baru, karena desa atau kota
tempat tinggalnya tidak lagi layak untuk di huni, tempat kehidupan mencari nafkah seperti
lahan pertanian, perkebunan, pariwisata beserta infrastrukturnya hacur sehingga menjadikan
dampak yang luas dan secara umum mengancam bagi Pemerintahan, masyarakat, dan
lingkungan.
Beberapa catatan tentang kejadian potensi bahaya yang terjadi di daerah industri
cilegon antara lain: meledaknya tangki sodium hipochloride pada tahun 2001, kebakaran
tangki ethylene pada tahun 2002, tumpahan bahan kimia NaOH, di desa rama nuju pada
tahun 2003 dan terbaliknya mobil angkutan paracylin di tol cilegon pada tahun 2002. Selain
itu dengan terbitnya undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana
diharapkan masyarakat akan semakin sadar. Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah yang
didalamnya termasuk dunia usaha, baik industry maupun non industri, semuanya turut
bertanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, untuk itu dirasa tepat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten (BPBD) pada hari ini
menyelenggarkan Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi
Pada Industri dengan Tema ; Kegagalan Industri adalah Ancaman bagi Pemerintah,
Masyarakat, dan Lingkungan.olehkarena itu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha perlu
bersinergi menghadapi bila terjadi kegagalan Teknologi pada industri.
Dilaksanakannya Seminar Nasional ini merupakan salah satu upaya pembelajaran untuk
mengantisipasi kegagalan teknologi pada Industri, sehingga harapannya dapat mengurangi
dampak atau Risiko Bencana.
1. Maksud dan Tujuan
2.1. Maksud
Kegiatan Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi Pada
Industrimerupakan upaya Pemerintah untuk memberikan gambaran tentang
bencana yang terjadi akibat kegagalan teknologi dan antisipasinya.

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

2.2. Tujuan
Tujuan Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi Pada
Industri terkandung beberapa makna antara lain:

Mempersiapkan semua elemen masyarakat dan Pemerintah serta stake


holder lainnya untuk menegaskan perannya dalam upaya penanggulangan
bencana serta memahami manajemen bencana secara oftimal.

Meningkatkan kemampuan, potensi dari sumber daya yang tersedia untuk


membangun semangat bersama.

Menambah

pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam upaya

pengurangan risiko bencana khususnya bencana kegagalan teknologi pada


industri di berbagai kawasan industri yang ada di Banten, seperti di
Cilegon, Anyer, Bojonegara, Serang timur, Cikande, Cikupa, dll.

Diharapkan masyarakat yang berdekatan dengan kawasan industri lebih


waspada terhadap dampak yang diakibatkan jika terjadinya bencana yang
disebabkan oleh kegagalan teknologi pada industri.

Meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi Pemerintah, masyarakat,


serta pelaku industry/ dunia usaha di berbagai kawasan industri yang
terdapat di Provinsi Banten.

Meningkatkan

kewaspadaan

dan

antisipasi

Pemerintah,

dunia

usaha /Industri dan Masyarakat tentang ancaman bencana akibat


kegagalan teknologi.

Memberikan rekomendasi terhadap penanggulangan bencana akibat


kegagalan teknologi pada industri.

2. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaiman telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (pasal


21.22.23);
3. Peraturan

Pemerintah

Nomor

21

Tahun

2008

tentang

Penyelenggaraan

Penanggulangan Bencana
4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan
Bantuan Bencana
5. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga
Internasional dan LembagaAsing Non Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana
6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah;
7. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 69, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4830);
8. Permendagri Nomor 33 Tahun 2006 tentang Pedoman Umum Mitigasi Bencana
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman
Organisasi

dan

Tata

Kerja

Badan

Penanggulangan

Bencana

Daerah,

pembentukannya ditetapkan dengan Peraturan Daerah;


10. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 3
Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD)
11. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pembentukan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten (Lembaran Daerah Nomor
3 Tahun 2010).
3. Sasaran
Sasaran dalam kegiatan Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan
Teknologi Pada Industi di Provinsi Banten adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan
Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha khususnya para pelaku industri dalam upaya

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

pengurangan resiko bencana yang di akibatkan oleh kegagalan teknologi pada industri
yang berada di wilayah Provinsi Banten.
4. Lokasi Kegiatan
Lokasi Kegiatan Seminar Nasional Kegagalan Teknologi Pada Industri di laksanakan di
Hotel Marbella-Anyer Propinsi Banten, pada tanggal, 2 - 4 Desember 2014.
5. Pendanaan
Kegiatan Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi Pada
Industi di Provinsi Banten Tahun Anggaran 2014 melalui APBD perubahan yang telah
ditetapkan yaitu Peraturan Daerah Provinsi Banten No. 7 Tahun 2014 tentang
perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2014, Dokumen
pelaksanaan perubahan anggaran SKPD Badan Penanggulangan Bencana pada kegiatan
peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana tahun 2014. Pelaksanaan Anggaran di
Provinsi Banten.
6. Personil
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dua institusi, yaitu Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Banten dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat (LPPM), Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Berikut adalah daftar lengkap kepanitiaan yang dimaksud:
I.

Pengarah
:
- Kepala BPBD (Sekda Propinsi Banten, ex officio) Ir.H.Widodo Hadi
- Rektor Untirta Profesor DR.Soleh Hidayat.MSi

II. Penanggungjawab
:
- Kepala Pelaksana BPBD, Drs.H.Ino S Rawita. MPd
- Ketua LPPM, Untirta,
DR.Sadeli
III. Panitia
a.
b.
c.

:
Ketua : Ir. H. Nuryanto, MM ( Sekretaris BPBD )
Wakil Ketua : Maman Fathurrohman, Ph.D ( Untirta )
Sekretaris
: Rasta Saria, S.Sos., M.Si

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

d.
e.

Bendahara
: Mieke Kurniawati, SE
Bidang Administrasi
: Drs Sipriyano Moniz
Goncalves
(Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan)
f. Bidang Publikasi dan Dokumentasi : Tb. A. Faisal Abbas, S.Ag, M.Si
(Kasubag Keuangan)
Arip Sanjaya, M.Phil (Untirta)
Agus Hidayatullah, AMKL
g.
Bidang Akademik/Paper dan Prosiding : Drs Herry Suheri,
M.Si (Kabid
- Kedaruratan & Logistik)
: Dr.Eng Agung Sudrajad (Untirta)
h.
i.

j.

k.

l.

7.

Bidang Acara

: Ir. Edi Wiryanto, MM


Zulmahdi Darwis, M.Eng (Untirta)
Bidang Akomodasi dan Komsumsi : Ayu Yusri, SH
( Kasubag Perenca
-naan, Evaluasi, dan Laporan)
Lia Mulyani, SE
Bidang Peralatan/Perlengkapan
: Andi Suandi
( Kasi
Rehabilitasi Pas
-ca Bencana)
Soleh SE (Pelaksana Bagian Umum)
Bidang Seni dan Pertunjukan
: Kokom Komariah,SE
(Kasubag Umum
dan Kepegawaian)
Ujang Rivai (Untirta)
Bidang Humas dan Transportasi : Drs. H. Uus Kuswoyo
( Kasi Pencegah
-an Bencana)
Drs Hasuri, M.Si (Untirta)

Peserta Kegiatan
Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi Pada Industri di
Provinsi Banten akan di ikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari :
-

SKPD terkait di Provinsi Banten

20 Orang

BPBD Kabupaten/Kota se Provinsi Banten.

16 Orang

Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota se Provinsi Banten.

10 Orang

Unsur Pemerintah Pusat yang terkait

18

BPBD Provinsi DKI Jakarta

Orang
Orang

10

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

BPBD Provinsi Jawa Barat

BPBD Provinsi Jawa Tengah

Orang

BPBD Provinsi Jawa Timur

Orang

BPBD Provinsi Lampung

Orang

Tokoh Masyarakat Provinsi Banten

Dunia Usaha Industri di Provinsi Banten ( Asosiasi )

Organisasi Relawan di Provinsi Banten

20

Orang

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS)

30

Orang

Unsur Muspika 5 Kecamatan

15

Orang

Masyarakat 5 Kecamatan

Orang

6
30

Orang

Orang

25 Orang
Total . . . . . . . . . . .

200 Orang

8. Tema, Topik dan Narasumber


Tema yang di angkat dalam seminar nasional ini adalah sebagai berikut:
a. Tema: Kegagalan Industri adalah Ancaman Bagi Pemerintah, Masyarakat dan
Lingkungan
b. Topik Turunan. (Diarahkan tetapi tidak terbatas pada):
i. Teknologi, Mitigasi dan Bencana turunan industri (Collateral Disaster)
ii. Regulasi Penanggulangan Bencana
iii. Dampak sosial dan ekonomi pasca bencana (rehabilitasi dan rekonstruksi)
iv. Potensi, sejarah, dan Kajian Terjadinya Bencana
v. Peran stakeholder (pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha/industri) dalam
penanggulangan bencana
Bagian research and development industri atau perusahaan yang dapat berbagi
pemikiran/ pengalaman terkait topik di atas.
Narasumber Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi Pada
Industri di Provinsi Banten adalah sebagai berikut:
Keynote
: Plt. Gubernur Banten
Invited Speaker : 1. Sekretaris Utama BNPB
2. BVBG
3. Krakatau Steel/ AMC/CMA (Anyer Merak Cilegon/ Chemical
Manufacturing Association)
4. BPPT (Serpong)
5. BMKG
Akan disusun dua panel seminar untuk menghadirkan para narasumber tersebut.

11

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

9. Tim Perumus dan Moderator


Tim perumus, bersama dengan narasumber akan merumuskan hasil kongkret seminar
yang akan menjadi rujukan dan referensi akademik bagi Pemerintah, industri, dan
masyarakat dalam mengatasi ancaman kegagalan bencana. Tim perumus adalah para
akademisi Untirta yang ditunjuk untuk
Dartar tim perumus:
1. Prof Dr Rahman Abdullah, M.Sc (Koordinator)
2. Anggota: 1). Zulmahdi Darwis, M.Eng, 2) Soelarso, M.Eng, 3) Rocky Alvan,
M.Sc, 4) Dr.Eng Agung Sudrajad, dan 5) Alfirano, Ph.D
Moderator Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi Pada
Industri di Provinsi Banten terdiri dari Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,
Banten.
Daftar moderator:
1. Panel invited 1 (BNPB dan BVBG)
: Zulmahdi Darwis, M.Eng
2. Panel invited 2 ( AMC/MCA, BPPT dan BMKG) : Dr.Eng Agung Sudrajad
Dalam seminar, selain paparan narasumber juga akan dilaksanakan penyajian paper
hasil seleksi call for papers, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD), yang
dikelompokan dalam 5 (lima grup) sebagaimana paparan Nara Sumber yang telah
menyajikan dan kegiatan FGD akan dipandu oleh tim perumus.
10. Jadwal Kegiatan (Tentatif)
Hari 1 (Selasa, 2 Desember 2014):
14.00 s.d 18.00 : Check ini dan administrasi:
19.00 s.d 22.00 : Ramah tamah
- Dinner
- Sambutan Kepala BPBD (Sekda Propinsi Banten)
- Seni pertunjukan
- Organ Tunggal
Hari 2 (Rabu, 3 Desember 2014):
6.00 s.d 7.30
: Makan pagi
7.30 s.d 8.00
: Persiapan acara
8.00 s.d 8.30
: Tari selamat datang
8.30 s.d 9.30
: Pembukaan
- Pembacaan ayat suci al-quran,

12

TOR Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan


Teknologi Pada Industri di Provinsi Banten

2014

- Menyanyikan Indonesia Raya


- Menyanyikan Mars Tangguh
- Laporan ketua panitia
- Sambutan Plt Gubernur Banten sekaligus membuka Acara
- Pembacaan Doa
9.30 s.d 10.00
: Keynote speaker: Plt. Gubernur Banten
10.00 s.d 10.30
: Coffe break
10.30 s.d 12.00
: Panel Invited speaker 1 (Pembicara 1)
12.00 s.d 13.00
: Ishoma
13.00 s.d 15.00
: Panel Invited speaker 2 (Pembicara 2 dan 3)
15.00 s.d 15.30
: Coffe break
15.30 s.d 17.00
: Panel invited speaker 3 (Pembicara 4 dan 5)
17.00 s.d 19.00
: Ishoma
19.00 s.d 21.00
: Focus Group Discussion (Call for papers, 5 grup)
Hari 3 (Kamis, 4 Desember 2014):
6.00 s.d 7.30
: Makan pagi
7.30 s.d 8.00
: Persiapan acara
8.00 s.d 9.30
: Perumusan hasil panel diskusi dan tanggapan
9.30 s.d 10.00
: Pembacaan hasil rumusan dan rekomendasi
10.00 s.d 10.30
: Coffe break
10.30 s.d 11.30
: Penutupan oleh kepala pelaksana BPBD ProvinsiBanten
11.30 s.d 13.00
: Makan siang dan Checkout
13. Laporan :
Laporan kegiatan ini terdiri dari laporan dokumentasi kegiatan dan surat Pertanggung
jawaban pengelolaan keuangan.
14. Penutup
Demikian Term of reference (TOR) atau kerangka acuan kerja (TOR) ini disusun
untuk diperhatikan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan Pekerjaan Seminar
Nasional Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi Pada Industi di Provinsi
Banten pada kegiatan Peningkatan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana.

Panitia

13