Anda di halaman 1dari 40

8

BAB III
HASIL PENGKAJIAN

A. Profil Rumah Sakit / Bangsal


1.

Sejarah RS PKU Muhammadiyah Temanggung


RS PKU Muhammadiyah Temanggung merupakan salah satu
rumah sakit yang ada di kota Jawa Tengah, Indonesia, merupakan salah
satu amal usaha Pembina Kesejahteraan Umat Muhammadiyah yang
terdapat di Jalan raya Kedu km.2 Parakan, Temanggung.
Berdirinya PKU Muhammadiyah Temanggung Temanggung
diawali dari pemberian tanah wakaf pada tahun 1980 oleh Bapak Tukiyo
(Alm) kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah Parakan yang saat itu
dipegang oleh Bapak Muh. Tamjizie. Dermawan yang beralamat di
Karangsari Parakan ini menyerahkan pemanfaatan tanah tersebut
sepenuhnya kepada Muhammadiyah. Kemudian tanah tersebut dibangun
menjadi balkesmas pada tahun 1989. Setelah berdiri balkesmas sekitar
5tahun kemudian diajukan ijin pendirian rumah sakit pada tahun 1994.
Dan berdirilah RS PKU Muhammadiyah Temanggung saat itu hingga
sekarang tahun 2015 dan sedang menuju proses akreditasi terbaru.

2.

Visi RS PKU Muhammadiyah Temamnggung:


Terwujudnya RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai eworld hospital yang mendukung pelayanan kesehatan komprehensif
sesuai kebutuhan klien dan menjadi rujukan bagi rumah sakit PKU
Muhammadiyah di Indonesia, didasarkan iman kepada Allah SWT.

3.

Misi RS PKU Muhammadiyah Temanggung:


a.

Mengembangkan pelayanan kesehatan yang komprehensif baik


fisikal, jiwa maupun spiritual yang sesuai kebutuhan klien.

b.

Mengsinergikan antara manusia bersumber-daya, organisasi,


teknologi dan lingkungannya untuk mendukung terwujudnya eworld hospital.

c.

Menjalin dan mengembangkan networking.

d.

Menjadikan

organisasi

di

rumah

sakit

sebagai

learning

organization.
4.

Motto RS PKU Muhammadiyah Temanggung:


Ikhlas adalah Bakti Kami

B. Pengkajian Aspek Manajerial


1.

Fungsi Perencanaan
a.

Visi dan Misi Organisasi


1)

Visi Keperawatan Bangsal Ar-Royyan


Berdasarkan hasil wawancara dengan Karu visi bangsal
Ar-Royyan

mengacu

pada

visi

rumah

sakit

yaitu

Terwujudnya RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai


e-world hospital yang mendukung pelayanan kesehatan
komprehensif sesuai kebutuhan klien dan menjadi rujukan
bagi rumah sakit PKU Muhammadiyah di Indonesia,
didasarkan iman kepada Allah SWT.
.

10

2)

Misi Keperawatan Bangsal Ar-Royyan


Berdasarkan hasil wawancara Karu dan Katim bahwa di
bangsal Ar-Royyan belum terdapat misi ruangan dan falsafah
bangsal Ar-Royyan belum terbentuk dan disepakati bersama.
Berdasarkan observasi, misi bangsal Ar-Royyan belum ada
dan tidak tertempel di bangsal Ar-Royyan.

3)

Keterkaitan Visi dan Misi Keperawatan dengan Rumah Sakit


Berdasarkan

studi

dokumentasi

dan

wawancara

menunjukkan ada keterkaitan antara visi keperawatan dengan


rumah sakit sehingga dalam memberikan pelayanan kepada
pasien, perawat sudah mengacu pada visi keperawatan rumah
sakit. Untuk misi dan falsafah bangsal Ar-Royyan belum
dirumuskan dan disepakati bersama dengan perawat yang lain.
b.

Filosofi Keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Temanggung


1)

Filosofi Rumah Sakit


Berdasarkan wawancara dengan Kabit filosofi rumah sakit
yaitu rumah sakit PKU Muhammadiyah temanggung adalah
amal usaha persyarikatan muhammadiyah yang merupakan
manifestasi iman kepada Allah SWT berupa amal soleh dan
menjadikanya sebagai sarana ibadah sesuai dengan jiwa QS; al
baqoroh.24,.mariyam: 96, dan asyuaara;80

2)

Filosofi Keperawatan
Berdasarkan hasil wawancara dengan Katim menunjukkan
bahwa di bangsal Ar-Royyan belum ada filosofi keperawatan,

11

dan berdasarkan hasil studi dokumentasi belum ada filosofi


keperawatan di bangsal Ar-Royyan.
c.

Kebijakan dan Prosedur Organisasi


1)

Kebijakan dan Prosedur Rumah Sakit


Berdasarkan wawancara dengan Katim dan PA di bangsal ArRoyyan didapatkan data bahwa ada kebijakan berupa :
a)

Pemilihan Katim
Wawancara dengan KARU didapatkan data bahwa
KARU dipilih oleh bidang keperawatan, sedangkan untuk
pemilihan KATIM diserahkan sepenuhnya pada kebijakan
ruangan, sedangkan metode yang digunakan pada
pemilihan di bangsal Ar-Royyan terdahulu adalah dengan
cara voting, dan suara terbanyak terpilih menjadi KATIM
sedangkan yang lain menjadi perawat pelaksana. Namun
peraturan sekarang kepala ruang dan katim ditentukan
oleh kepala bidang. Perawat pelaksana yang diajukan
sebagai kandidat memiliki pendidikan minimal D3.
Namun untuk pendelegasian tugas yang bersifat jangka
panjang seperti harus mengikuti pendidikan, sudah
memiliki pendokumentasian tersendiri.

b)

Pendidikan
Wawancara dengan Pembimbing Akademik didapatkan
hasil bahwa semua perawat boleh melanjutkan studi
pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan

12

kebijakan dari rumah sakit bahwa bagi yang mengikuti


pendidikan ditambah dengan menjalankan tugas bekerja
seperti biasa dan biaya pendidikan ditanggung sendiri.
2)

Kebijakan dan Prosedur Terkait dengan Keperawatan


Berdasarkan hasil wawancara dengan Karu menunjukkan
bahwa kebijakan dan prosedur terkait dengan keperawatan
sudah berjalan dengan optimal, berdasarkan hasil observasi
dan SAK di ruangan sudah ada. Kepala ruang mengatakan
bahwa di ruang Ar-Royan sudah memiliki SOP yang
diterbitkan tahun 2010. Dalam setip melakukan tindakan agar
disesuaikan dengan SOP yang ada. Berdasarkan hasil obserfasi
pelaksanaan

tindakan

pemberian

injeksi

dengan

SOP

pemberian Injeksi didapatkan ada bagian SOP yang tidak


dipatuhi oleh perawat yaitu pada poin memberitahu klien dan
menjelaskan kepada klien. Berdasarkan wawan cara denan
perawat

pelaksana dalam melaukan tindakan injeksi

berdasarkan rutinitas, jarang membaca SOP pemberian injeksi.


d.

Peraturan Organisasi
Peraturan organisasi dalam hal ini peraturan rumah sakit di bangsal
Ar-Royyan sudah tertempel di setiap ruangan yang meliputi :
1)

Pasien,

penunggu

tidak

membawa,

meletakkan

dan

menyimpan barang berharga selama dalam masa perawatan.


Apabila terjadi kerusakan atau kehilangan, maka tidak
menjadi tanggung jawab rumah sakit

13

2)

Untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi, anak-anak


berusia dibawah 12 tahun dilarang masuk ke ruang perawatan

3)

Peraturan tidur penunggu (tikar, bantal, dll) hanya boleh


dipergunakan mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan 06.00
WIB. Diluar jam tersebut mohon disimpan dengan rapi.

4)

Penunggu atau tamu dilarang duduk atau tidur di tempat tidur


pasien.

5)

Jam besuk pengunjung yang sudah ditentukan yaitu :


a)

Siang

: Pukul 10.00 WIB s/d 12.00 WIB

b)

Sore

: Pukul 15.00 WIB s/d 21.00 WIB

Demi kebersihan keamanan dan ketenangan pasien, maka


pintu utama ruangan ditutup pada :
a)

Pagi

Pukul 07.00-10.00 WIB : penunggu 1 orang

b)

Siang

Pukul 13.00-15.00 WIB : penunggu 1 orang

c)

Malam :

Pukul 21.00-05.00WIB : penunggu boleh 2

orang, kecuali bangsal bersalin 1 orang


6)

Pasien, penunggu dan pengunjung wajib menjaga kebersihan


dan ketertiban ruang perawatan, sebagai berikut :
a)

Tidak merokok di dalam area rumah sakit

b)

Tidak mengotori ruang perawatam

c)

Tidak membuat gaduh dan keributan di ruang perawatan

d)

Dilarang menggunakan senjata tajam/senjata api, bahan


peledak berbahaya, minuman keras dan obat-obatan
terlarang.

14

7)

Pasien, penunggu dan pengunjung wajib menjaga (tidak


merusak ataupun membawa pulang) fasilitas yang ada di
ruang perawatan.

e.

Perencanaan Strategi Organisasi


1)

Rencana strategi rumah sakit (jangka panjang)


Dari hasil wawancara dengan Karu rencana bangsal ArRoyyan untuk 2 tahun ke depan adalah menjadi bangsal ArRoyyan yang dapat menerapkan metode MPKP dengan benar.
Sistem pendokumentasian seperti asuhan keperawatan sesuai
dengan teori dan perawat Ar-Royyan dapat meningkatkan
jenjang pendidikan.

2)

Rencana Operasional
a)

Rencana jangka pendek tahunan


Menurut (WHO & FKUI, 2006), rencana tahunan adalah
setiap akhir tahun kepala ruang melakukan evaluasi hasil
kegiatan dalam satu tahun yang dijadikan sebagai acuhan
rencana tindak lanjut serta penyusunan rencana tahunan
berikutnya. Rencana kegiatan tahunan mencakup :
(1)

Menyusun laporan tahunan yang berisi tentang


kinerja MPKP baik proses kegiatan (aktivitas yang
sudah

dilaksanakan

dari

pilar

praktek

professional) serta evaluasi mutu pelayanan.


(2)

Melaksanakan

rotasi

untuk

anggota masing masing tim.

penyelenggaraan

15

(3)

Penyelenggaraan terkaait dengan materi MPKP


khusus kegiatan yang masih rendah pencapainnya.
Ini bertujuan mempertahankan kinerja yang telah
dicapai MPKP bahkan meningkatkannya dimasa
mendatang.

(4)

Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi


peningkatan jenjang karir perawat (pelaksana
menjadi katim, katim menjadi karu), rekomendasi
untuk melanjutkan pendidikan formal, membuat
jadwal untuk mengikuti pelatihan pelatihan.

Dari hasil wawancara dengan KARU, didapatkan data


bahwa untuk rencana tahunan belum pernah dilakukan
dan belum dijadwalkan. Dari wawancara dengan PA
mengatakan bahwa rapat tahunan jarang dilakukan karena
motivasi yang kurang dan belum terjadwal oleh Karu dan
berdasarkan hasil observasi belum terdapat rencana
tahunan yang tercatat di buku penanggung jawab shift.
b)

Rencana bulanan
Menurut (WHO & FKUI, 2006) rencana bulanan adalah
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh karu dan katim
sesuai dengan perannya masing-masing, yang dibuat pada
akhir bulan. Isi kegiatan berdasarkan hasil evaluasi dan
pembuatan rencana tindak lanjut.
(1)

Rencana bulanan karu

16

Setiap akhir bulan kepala ruang melakukan evaluasi


hasil

keempat

pilar

atau

nilai

MPKP

dan

berdasarkan hasil evaluasi tersebut kepala ruangan


akan membuat rencana tindak lanjut dalam rangka
peningkatan kualitas hasil. Kegiatan yang mencakup
rencana bulanan karu adalah:
(a) Membuat

jadwal

dan

memimpin

case

conference
(b) Membuat jadwal dinas
(c) Membuat jadawal petugas TAK
(d) Membuat laporan bulanan.
(2)

Rencana bulanan katim


Setiap akhir bulan ketua timmelakukan evaluasi
tentang keberhasilan kegiatan yang dilakukan
timnya. Kegiatan kegiatan yang mencakup
rencana bulanan katim adalah :
(a) Mempersentasikan

kasus

dalam

case

conference
(b) Melakukan supervisi perawat pelaksana
Dari hasil wawancara dengan KARU didapatkan
data bahwa, Karu sudah membuat rencana bulanan
dan sudah terdokumentasi, yaitu penjadwalan rapat
bangsal serta pembuatan jadwal dinas setiap akhir
bulan yang sudah ada buku permintaan dinas untuk

17

perawat untuk menentukan jadwal. Jika ada


keperluan mendadak bisa ditukar dan dikonfirmasi
kepada KARU. Untuk KATIM belum terdapat
pendokumentasian rencana bulanan, serta ada
jadwal breefing bulanan.
Dari hasil observasi didapatkan data bahwa untuk
rapat

bangsal

di

bulan

januari

ini

belum

terjadwalkan di ruangan
c)

Rencana harian
Menurut (WHO & FKUI, 2006) rencana harian adalah
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perawat sesuai
dengan perannya masing-masing, yang dibuat pada setiap
shift. Isi kegiatan disesuaikan dengan peran dan fungsi
perawat.

Rencana

harian

dibuat

sebelum

operan

dilakukan dan dilengkapi pada saat pre-conference dan


post-conference serta operan.
(1)

Rencana harian kepala ruang


Isi rencana harian kepala ruang meliputi asuhan
keperawatan,

supervisi

Katim

dan

Perawat

Pelaksana, dan supervisi tenaga selain perawat dan


kerjasama dengan unit terkait.
(2)

Rencana harian Ketua Tim


Isi

rencana

harian

Ka

Tim

meliputi

penyelenggaraaan asuhan keperawatan pasien pada

18

tim yang menjadi tanggung jawabnya, melakukan


supervisi perawat pelaksana, berkolaborasi dengan
dokter atau tim kesehatan lain, dan mengalokasi
pasien sesuai dengan perawat yang dinas.
(3)

Rencana harian perawat pelaksana


Isi rencana harian perawat pelaksana adalah
tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang
dirawat pada shift dinasnya. Rencana harian
perawat pelaksana shift sore dan malam agak
berbeda jika hanya satu orang dalam satu tim maka
perawat tersebut berperan sebagai ketua tim dan
perawat pelaksana sehingga tidak ada kegiatan pre
dan post conference.

(4)

Penilaian rencana harian perawat


Untuk menilai keberhasilan dari perencanaan harian
dilakukan

melalui

instrument

jurnal

observasi
harian.

menggunakan

Setiap

ketua

tim

mempunyai instrument dan mengisinya setiap hari.


Pada

akhir

bulan

dapat

dihitung

presentasi

pembuatan rencana harian masing-masing perawat.


Dari hasil wawancara dengan KARU dan KATIM
didapatkan data bahwa, Katim belum melakukan
rencana harian khusus, Karu mengatakan rencana
harian sudah tertulis di buku PJ shift.

19

Dari

hasil

observasi

yang

sudah

dilakukan

ditemukan belum ada catatan harian di ruangan.


d)

Manajemen waktu bekerja


Dari wawancara dengan KARU didapatkan hasil bahwa
manajemen waktu pelayanan asuhan keperawatan kurang
maksimal dan optimal sehingga pekerjaan perawat
menjadi bertambah karena kurangnya ketersediaan SDM
di bangsal Ar-Royyan.

e)

Perencanaan keuangan
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruang,
sumber pendanaan bangsal Ar-Royyan berasal dari
anggaran dana rumah sakit. Kepala ruang mengajukan
rencana pendanaan ke rumah sakit. Apabila pihak rumah
sakit menyetujui pengajuan rencana tersebut maka
pengajuan dilimpahkan ke bagian Rumah Tangga agar
selanjutnya

barang-barang

yang

diperluakan

dapat

diambil di bagian Rumah Tangga.

3)

Keterlibatan perawat dalam rencana kegiatan ruangan


a)

Memberikan asuhan keperawatan pada pasien

b)

Melakukan pendokumentasian

c)

Melakukan interaksi dengan pasien

Dari hasil wawancara rencana bangsal Ar-Royyan untuk


beberapa tahun ke depan adalah bangsal Ar-Royyan dapat

20

menerapkan

metode

MPKP

dengan

benar.

Sistem

pendokumentasian seperti asuhan keperawatan sesuai dengan


teori dan perawat Ar-Royyan dapat meningkatkan jenjang
pendidikan. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa
di bangsal Ar-Royyan sudah ada SOP dan sudah terdapat SAK
anak. Sementara SAK yang lain belum tercopikan. Untuk job
desk pengisian belum tersedia. Penyusunan dan pembaharuan
SAK

dilakukan

oleh

pihak

komite

di

RS

Muhammadiyah Temanggung

2.

Fungsi Pengorganisasian
a.

Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI RUANG ARROYYAN
RS PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG
Perawat Pelaksana/ Perawat Assosite
TAHUN 2015
1. Arif Saifudin, AMK
2. Ahmad Budi, AMK
3. Kepala
Wahyu Sulistyo,
AMKan)
Ruang (Asm
4. Abdul Rohman, AMK
5. Prasintawati,
AMKAMK
Laili Fatmawati,
6. Khusni Fatmawati, AMK
Tim AMK
7. HendriKetua
Riwayanti,
8. Savitri, AMK
Nurohmat, AMK
S.Kep
9. Alifannaziroh,

PKU

21

Dari hasil wawancara dengan Kepala ruangan yaitu sudah


adanya struktur organisasi di ruang Ar-Royan menggambarkan
rantai dan garis komunikasi serta mengatur personil dalam
hubungan

kerja.

Setiap

personil

dalam

struktur

tersebut

mempunyai peran, fungsi, dan tanggung jawab yang berbeda.


Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diruangan sudah
terbentuk struktur organisasi seperti kepala ruang, ketua tim, dan
perawat pelaksana.
b.

Pengorganisasian perawatan pasien


System penugasan yang diterapkan di ruang Ar-Royan yaitu
dengan penugasan model Tim yang dibagi hanya 1 tim dan tiap
tim beserta anggotanya bertanggung jawab atas pasien kelolaannya
masing-masing namun pemberian asuhan keperawatan pada pasien
dilakukan secara bersama-sama mekipun masih ada yang
mempunyai penugasan ganda seperti karu juga berperan sebagai
perawat pelaksana.

22

Hasil

wawancara

dengan

kepala

ruang

untuk

pengorganisasian asuhan keperawatan bisa mengunkan model


MPKP, model ini dipandang ideal untuk memberikan pelayanan
pada ruang VIP. Kendala untuk mewujudkan ruang MPKP cukup
banyak diantaranya: jumlah SDM, pendidikan SDM, pengetahuan
SDM tentangmodel pelayanan MPKP.
c.

Uraian Tugas
Hasil

wawancara

dengan

kepala

ruang

Ar-Royan

mengatakan bahwa kami masing-masing Asmen, katim, perawat


pelaksana secara umum belum mempunyai uraian tugas. Untuk
pelaksanaan tugas berdasarkan kebutuhan dari pasien.
Berdasarkan obserfasi di ruang Ar-Royan belum ada uraian
tugas yang diberikan oleh keperawatan kepada masing-masing staf
perawat untuk menjalankan fungsinya. Tidak ada buku uraian
kegiatan masing-masing staf di ruang Ar-royan.
Hasil wawancara denganstaf mereka menjalankan kegiatan
berdasarkan rutinitas yang ada dan berdasarkan kebutuhan dari
pasien.
d.

Kuantitas dan kualitas pendokumentasian proses keperawatan


Berdasarkan hasil wawancara dan observasi studi dokumentasi,
sistem pendokumentasian di bangsal Arroyyan sudah dilakukan.
Lembar pendokumentasian terdiri dari pengkajian, intervensi,
implementasi dan evaluasi.
1) Pengkajian

23

Perawat sudah mengisi point pengkajian dengan baik, tetapi


terdapat point 100% yang tidak diisi yaitu point pengkajian
nutrisi bagian antropometri, dengan alasan BB diukur hanya
untuk pasien yang membutuhkan obat tertentu yang dosis
pemberiannya dihitung menurut BB, sedangkan TB tidak
pernah diukur. Selain itu terdapat 64% point reproduksi tidak
diisi.
2) Diagnosa keperawatan
Perawat sudah menegakkan diagnosa sesuai dengan NANDA,
akan tetapi pada saat dilakukan observasi masih terdapat
asuhan keperawatan yang mencantumkan satu diagnosa saja

3) Intervensi keperawatan
Point tujuan dan kriteria hasil sudah menggunakan analisa
SMART. Intervensi yang dilakukan sudah mencakup tindakan
observasi, tindakan keperawatan, edukasi dan kolaborasi, akan
tetapi belum maksimal.

Intervensi yang didokumentasikan

seharusnya mencakup minimal 4 intervensi.


4) Implementasi
Implementasi yang ditulis sudah sesuai dengan tindakan yang
dilakukan,

termasuk

didokumentasikan

jam
secara

tindakan
spesifik,

akan

tetapi

belum

misalnya

saat

mendokumentasikan pemberian obat oral atau injeksi, perawat

24

tidak menuliskan jenis obat yang diberikan, tetapi hanya


menuliskan memberikan obat sesuai program.
5) Evaluasi
Evaluasi sudah dilakukan dengan menggunakan analisa SOAP,
tetapi masih ada point yang kurang optimal, seperti assesment
dan planning. Pada assesment masih sering ditulis masalah
teratasi sebagian. Pada point planning belum ditulis intervensi
selanjutnya, perawat masih menulis lanjutkan intervensi,
intervensi yang dimaksud belum tertera secara jelas sehingga
perawat yang dinas selanjutnya belum bisa membaca planning
yang dilanjutkan.

e.

Ketenagakerjaan bangsal Arroyyan


Berdasarkan observasi jumlah perawat yang ada di bangsal
Arroyyan yaitu 12, 1 sebagai kepala ruang, 1 sebagai kepala tim,
dan 10 sebagai anggota tim. Tenaga perawat di bangsal Arroyyan
berpendidikan S1 Keperawatan dan DIII keperawatan. Adapun
uraiannya sebagai berikut:
DATA TENAGA KEPERAWATAN BANGSAL ARROYYAN
No
1
2
3
4
5
6
7

Nama
Laili Fatmawati
Nurohmat
Arif Saifudin
Ahmad Budi
Wahyu Sulistyo
Abdul Rohman
Prasintawati

Pelatihan
BTCLS
PPGD
PPGD
PPGD

Masa Berlaku
Sertifikat
2013-2017

Penyelenggara

2009-2014

119 Jakarta
119 Jakarta
119 Jakarta

2013-2017

119 Jakarta

25

8
9
10
11

Khusni Fatmawati
Hendri Riwayanti
Savitri
Alifannaziroh

PPGD

2010-2015

PPGD

2013-2017

118 Jakarta
119 karta

Berdasarkan tabel di atas didapatkan sebagian besar perawat di


bangsal Arroyan masuk pada bulan Mei 2014. Pendidikan perawat
di bangsal Arroyyan sebagian besar (92 %) adalah D III
f.

keperawatan.
Jumlah Tenaga Keperawatan di Unit Layanan Keperawatan
Menurut Douglas tenaga perawat sudah mencukupi tetapi hasil dari
wawancara beberapa perawat mengatakan masih mengalami
kekurangan tenanga kesehatan sedangkan menurut Gillies tenaga
perawat di ruang Arroyan mengalami kekurangan. Adapun
uraiannya sebaga berikut :
1) Gillies
Tenaga perawat :

Keterangan :
A: jam perawatan/24 jam ( waktu perawatan yang dihasilkan
pasien)
B: sensus harian-BOR x jumlah TT
C: jumlah hari libur
365: jumlah hari kerja selama setahun
Perhitungan di bangsal Arroyyan
BOR=

= 120%

Sensus harian: TT x BOR = 10 x 120% = 12


Tenaga perawat yang dibutuhkan :
Sehingga menurut perhitungan Gilles (2002) diperoleh hasil
bahwa jumlah perawat yang dibutuhkan di bangsal Arroyan
adalah 14 perawat. Sedangkan berdasarkan observasi jumlah
perawat saat ini adalah 12 perawat.

26

2) Douglas
Dalam penelitiannya, Douglas (1975) tentang jumlah tenaga
perawat rumah sakit, didapatkan jumlah perawat yang
dibutuhkan pada shift pagi, sore, dan malam tergantung pada
tingkat ketergantungan pasien pada tabel dibawah ini :
Penentuan Jumlah Perawat Menurut Douglas (1975)
Jumlah
Pasien
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Pagi
0,17
0,34
0,51
0,68
0,85
1,02
1,19
1,36
1,53
1,70

KLASIFIKASI PASIEN
Minimal
Intermediate care
Sore Malam Pagi Sore Malam Pagi
0,14 0,07
0,27 0,15 0,10
0,36
0,28 0,14
0,54 0,30 0,20
0,72
0,42 0,21
0,81 0,45 0,30
1,08
0,56 0,28
1,08 0,60 0,40
1,44
0,70 0,35
1,35 0,75 0,50
1,80
0,84 0,42
1,62 0,90 0,60
2,16
0,98 0,49
1,89 1,05 0,70
2,52
1,12 0,56
2,16 1,20 0,80
2,88
1,26 0,63
2,43 1,35 0,90
3,24
1,40 0,70
2,70 1,50 1,00
3,60

Total
Sore
0,30
0,60
0,90
1,20
1,50
1,80
2,10
2,40
2,70
3,00

Malam
0,20
0,40
0,60
0,80
1,00
1,20
1,40
1,60
1,80
2,00

Dengan rumus diatas maka hasil perhitungan jumlah pasien per


tingkat ketergantungan pasien per dua bulan di bangsal Arroyan
sebagai berikut:
Kategori
pasien
Minimal
care
Intermediate
care
Total care
Intensive
care
Jumlah

Jumlah
pasien
2

Dinas pagi

Dinas siang

Dinas malam

2x0,17=0,34

2x0,14=0,28

2x0,07=0,14

141

141x0,27=38,07

141x0,15=21,15 141x0,10=14,1

305
9

305x0,51=155,55 305x0,42=128,1 305x0,21=64,05


9 x 0,36 = 3,24
9 x 0,30 =2,7
9 x 0,20 =1,8

457

197,2

152,23

80,09

Hasil perhitungan jumlah tenaga kerja per shif di bangsal


Arroyyan sebagai berikut:

27

Kategori
pasien
Minimal
care
Parsial care
Total care
Jumlah

Jumlah
pasien
0

Dinas pagi

Dinas siang

0x0,17=0

0x0,14=0

Dinas
malam
0x0,07=0

3
7
10

3x0,27=0.81
7x0,36=2,52
3

3x0,15=0,45
7x0,30=2,1
3

3x0,10=0,3
7x0,20=1,4
2

Berdasarkan perhitungan tenaga kerja dengan jumlah pasien 10


yaitu 0 orang minimal care, 3 orang intermediate care dan 7
orang total care dan jumlah perawat total di bangsal Arroyyan
adalah 12 orang maka jumlah perawat yang dinas pagi 3 orang,
dinas siang 3 orang, dan dinas malam orang 2.
g.

Jadwal dinas shiff


Pengaturan shift dibuat 1 bulan sekali. Penentuan jadwal dinas
dibuat oleh kepala ruangan, disesuaikan dengan kondisi perawat,
jika ada perawat yang meminta jadwal dinas bisa disetujui dengan
alasan yang tepat. Bidang keperawatan memberikan kebebasan
pada ruangan untuk mengatur shift, tetapi pelaksanaannya tetap
diawasi.
Untuk shiff pagi terdapat asmen dan katim yang menjadi
tumpupelayanan. Sementara untuk shif sore dan malam asmen
menunjuk dari salah satu perawat yangjagauntuk menjadi
penanggung jawab shiff.

h.

Staffing
1) Rekruitmen pegawai Arroyyan

28

Pemilihan kepala ruang melalui test kelayakan yang diadakan


dari pihak RS. Calon kepala ruang bangsal Arroyan yang
terpilih

diwajibkan

membuat

karya

tulis

mengenai

pengembangan bangsal Arroyyan.


Pengrekutan perawat bangsal Arroyan dilakukan berdasarkan
peminatan. Setelah pendataan peminatan dilakukan seleksi test
tertulis meliputi : pendokumentasian asuhan keperawatan,
manajerial. Perawat yang dinyatakan lolos pada tahap seleksi
tertulis akan diorientasikan bangsal Arroyyan, sekaligus
pendokumentasian alkes dan materi bangsal.
2) Bagi kepala ruang dan perawat yang terpilih diorientasi selama
3 hari meliputi : penataan ruang dan penataan alat kesehatan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan asmen didapatkan hasil
bahwa setiap ada perawat baru di orientasikan sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan. Orientasi dilakukan dengan
pemberian shift pagi selama kurang lebih 1 minggu dan
penjelasan tentang uraian tugas perawat pelaksanan secara lisan
serta orientasi alat dan ruangan bagi pengawai baru. Tetapi bagi
perawat yang sudah punya masa kerja di bangsal lain kemudian
rotasi ke Ar-Royan, hanya dilakukan orietensi ruangan dan
kegiatan rutin yang dilakukan

di ruang Ar-Royan yang

mungkin berbeda dengan ruangan sebelumnya.


i.

Pelatihan Perawat yang pernah diiukuti

29

Berdasarkan studi dokumentasi dari 12 perawat belum mengikuti


pelatihan perawatan luka, menurut observasi belum dapat
mematuhi tindakan medikasi yang sesuai dengan SOP, hal ini dapat
dilihat saat observasi dimana mereka melewati tahapan orientasi
tanpa menjelaskan maksud dan tujuan dari dilaksanakannya
tindakan medikasi. Kemudian 66% dari seluruh tenaga perawat di
bangsal Arroyyan telah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan.
Adapun uraiannya sebagai berikut :
Data Tenaga Terlatih Di Bangsal Arroyyan
N
O
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

NAMA
Laili Fatmawati
Bagus Kurniawan
Wahyu Sulistyo
Arif Saifudin
Ahmad Amzad
Nur Rohmat
Abdul Rohman
Safitri
Khusni fatmawati
Prasintawati
Hendri Riwayati
Alif

MASA
PELATIHAN
BERLAKU
SERTIFIKAT
BTCLS
2013 2017
BTCLS
2013 2017
PPGD
2009 2014
BTCLS
2011 2016
PPGD
PPGD
2013 2017
PPGD
2010-2015
PPGD
2013 2017

PENYELENGGARA
119 Jakarta
119 Jakarta
119 Jakarta
118 Jogjakarta
119 Jakarta
119 Jakarta
118 Jogjakarta
119 Jakarta

Berdasarkan hasil dari wawancara dengan perawat selain pelatihan


PPGD ada beberapa pelatihan yang seharusnya diikuti oleh
perawat bangsal Arroyan, diantaranya : pelatihan diklat, pelatihan
pasien safety dan pelatihan Soft Skill.

30

3.

Fungsi Pengarahan dan Pengawasan


a.

Motivasi
Berdasarkan hasil wawancara dengan Karu pemberian motivasi
pada perawat adalah setiap pasien yag dirawat diharapkan merasa
puas , memberikan pelayanan yang baik, melakukan komunikasi
serta mendokumentasikan semua tindakan yang dilakukan. Cara
motivasi yang diterapkan untuk menigkatkan kinerja perawat di
ruang Ar-Royyan yaitu memberikan pujian jika kinerja perawat
dinilai baik.

b.

Komunikasi
1)

Sistem Komunikasi Kerja Antar Perawat


Bangsal Ar-Royyan menggunakan MPKP Tim modifikasi
fungsional, memiliki 1 tim, yaitu ketua tim dan anggota tim.
Katim dan PJ shift melaporkan kegiatan melalui buku PJ
shift. Operan kepada perawat shift dilakukan 5 menit sebelum
jam selesai jaga.

2)

Sistem Komunikasi kerja Antar Profesi


Berdasarkan hasil wawancara dengan katim mengatakan
sistem komunikasi kerja di ruang Ar-Royyan sudah berjalan
dengan baik dibuktikan dengan hasil observasi setiap katim
atau pj shitf melaporkan kegiatan melalui buku pj shift.
Operan kepada perawat shift dilakukan 5 menit sebelum jam
selesai jaga.

31

c.

Sistem Supevisi terhadap Asuhan Keperawatan


Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruang, supervisi yang
biasa dilakukan pada perawat dilakukan dari pihak RS adapun
yang disupervisi

yaitu mencangkup

dengan jumlah pasien di

ruangan dan administrasi, sedangkan supervisi di bangsal ArRoyyan, belum ada dan belum diprogramkan.
d.

Pendelegasian
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruang pendelegasian
di bangsal Ar-Royyan sudah berjalan, dimana kepala ruang
mendelegasikan tugasnya kepada ketua tim apabila kepala ruang
sedang berhalangan atau ada suatu kegiatan atau tugas yang tidak
dapat ditinggalkan oleh kepala ruang. Namun sistem pendelegasian
pada

bangsal

Ar-Royyan

masih

secara

lisan,

untuk

mempertanggungjawabkan pendelegasian tersebut.


e.

Manajemen Konflik
Berdasarkan hasil wawancara dengan Karu jika ada masalah di
ruangan diselesaikan secara lisan dan masalah paling sering terjadi
adalah pendokumentasian asuhan keperawatan yaitu dalam
pengisian data-data pengkajian pasien.

f.

Kolaborasi dan Koordinasi (Directing)


Berdasarkan hasil wawancara dengan katim di bangsal Ar-Royyan
masih belum melakukan pre-conference dan post-conference saat
operan karena keterbatasan tenaga dan kurangnya pengetahuan

32

tentang tujuan diadakanya pre-confren dan post-confrence . Pada


saat dilakukan observasi didapatkan bahwa setelah menerima
operan jaga dari shift malam, katim yang melakukan jaga shift pagi
belum melakukan pre conference pada anggotanya, katim belum
mendelegasikan apa saja tugas yang harus dilakukan pada shift
tersebut dan ketika jam sudah mendekati waktu pulang katim juga
tidak mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan oleh anggota
(post conference) hanya langsung mengoperkan pada shift
selanjutnya
g.

Operan
Berdasarkan hasil wawancara dengan karu mengatakan

selalu

memimpin operan saat operan jaga. Karu memimpin operan


terutama pada saat shift pagi dan pergantian operan ke sift siang.
Kemudian

operan

selanjutnya

dipimpin

oleh

Katim

atau

penanggung jawab pada sift tersebut. Berdasarkan observasi dan


wawancara pada Karu menunjukkan bahwa operan di bangsal ArRoyyan sudah baik. Operan yang disampaikan meliputi nama
klien, diagnose,keluhan utama klien, TTV dan kesadaran, hasil
pemeriksaan laboratorium dan masalah keperawatan serta terapi
dan rencana medis selanjutnya. Operan dilakukan di nurse station,
kemudian keliling ke klien.

33

4.

Fungsi Pengendalian
a.

Program Pengendalian Mutu


1)

Indicator Mutu Rumah Sakit Secara Umum


Hasil dari wawancara dengan kepala ruang bahwa
indicator mutu yang ditetapkan di ruangan Ar-Royan adalah
pelaksanaan

asuhan

keperawatan,

kepuasan

pelanggan,

keluarga, perawat dan dokter. Selain itu Indikator mutu yang


yang harus dilaporkan pada laporan tribulan adalah BOR, LOS,
TOI, dan angka Infeksi nosokomial.
a) Bed Occupancy Rate (BOR)
Dari hasil wawancara dengan kepala ruang terdapat
pendokumentasian /pembukuan tentang jumlah BOR yang
dilakukan tiap bulannya. Dari hasil observasi pembukuan
perhitungan BOR terakhir dilakukan pada bulan September
2015, sementara untuk bulan oktober BOR belum dihitung
karena

jumlah

hari

dibulan

oktober

belum

habis.

Berdasarkan obserfasi BOR 3 bulan terakhir diruang ArRoyan adalah:


Tabel 3. BOR Bangsal Ar-Royyan
BOR/Bulan
Juli
BOR
56,7
Idealnya BOR : 60 85 %.

Bulan
Agustus
74,51

September
66,67

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai


BOR pada bulan Juli rendah tidak sesuai dengan nilai ideal.

34

Sementara pada bulan Agustus dan Sepetember masih


termasuk ideal >60%.
b) Average Length Of Stay (A LOS)
Dari hasil observasi dan wawancara dengan kepala
ruang Ar-Royan perhitungan ALOS sudah dilakukan setiap
bulannya, dan berdasarkan hasil observasi Ar-Royan sudah
mempunyai buku
informasi

register, dari buku tersebut berisi

mengenai

tanggal

pasien

masuk/dirawat

dibangsal dan tanggal pasien pulang sehingga dengan


pemdokumetasian tersebut dapat dihitung jumlah ALOS
tiap bulannya. Dari hasil observasi pembukuan perhitungan
ALOS terakhir dilakukan pada bulan September 2015,
sementara dibulan oktober belum bisa dihitung karena
jumlah hari di bulanoktober belum habis. Penghitungan
jumlah ALOS dibangsal Ar-Royan 3 bulan terakhir adalah:
Tabel 4. ALOS Bangsal Ar-Royyan
ALOS/Bulan
Juli
ALOS
3,6
Idealnya : 6 9 hari.

Bulan
Agustus
4,91

September
4,3

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai


ALOS di bawah nilai ideal 6-9 hari. Artinya hari rawat
pasien rata-rata sesuai dengan nilai ALOS: menunjukan
bahwa perawatan sangat efisien.

c) Turn Over Interval (TOI)

35

Dari hasil wawancara di Ar-Royan

terdapat

pendokumentasian/pembukuan tentang jumlah TOI yang


dilakukan tiap bulannya, tapi perhitungan TOI terakhir
dilakukan pada bulan September 2015. Pada saat dilakukan
pengkajian perhitungan TOI belum Oktober belaum
dilakukan karena jumlah hari dibulan oktober belum habis.
Angka TOI 3bulan terakhir di ruang Ar-Royan adalah:
Tabel 5. TOI Bangsal Ar-Royyan
Bulan
TOI/Bulan
Juli
Agustus
September
TOI
2,1
1,1
1,7
Idealnya tempat tidur kosong hanya dalam waktu 1 3 hari.
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai
TOI masih termasuk ideal yaitu 1-3 hari.
d) Infeksi Nosokomial
Berdasarkan wawancara dengan kepala ruang ArRoyan

untuk

pencatatan

infeksi

nosokomial

sudah

dilakuakn pada tiap bulannya. Adapun pencatatan infeksi


nosokomial 3 bulan terakhir di bangaal Ar-Royan adalah:
Tabel 6. Infeksi Nosokomial
No
1
2
3
4
5

Jenis
ILO
ILI
Dicubitus
Pnemonia
ISK
Jumlah

Juli
0
3
0
0
0
3

Agustus
0
0
0
0
0
0

September
0
5
0
0
0
5

Jumlah
0
8
0
0
0
8

36

Berdasarkan table diatas masih cukup tinggi kejadian


infeksi luka infuse, dalamkurun waktu 3 bulan terakhir
terdapat 8 kejadian infeksi luka infuse. Berdasarkan
wawancara dengan kepala ruang, untuk kejadian infeksi
luka infuse belum pernah ilakukan analisa mengapa masih
cukup tinggi kejadian infeksi luka infuse.
e) Distribusi klien meninggal dunia
Tabel 7. Distribusi Klien Meninggal Dunia
No
1
2

Kasus
Meninggal > 48 jam
Meninggal < 48 jam
Jumlah
Berdasarkan

Juli
1
0
1
table

Agustus September
0
1
0
1
0
2
diatas

masih

Jumlah
2
1
3

ada kejadian

meninggal kurang dari 24 jam perawatan.


f) Distribusi Klien pulang paksa
Tabel 8. Distribusi Klien Pulang Paksa
No

Sebab Pulang Paksa

Juli

1
2
3

Alasan Biaya
Alasan Kondisi
ketidak puasan/ pindah RS lain
Jumlah

0
2
0
2

Agust
us
0
0
0
0

Septe
mber
0
0
0
0

Berdasarkan table diatas terdapat pasien pulang atas


permintaan

sendiri

dengan

alasan

karena

kondisi

penyakitnya pasien yang tidak kunjung sembuh. Sehingga


keluarga mengambil keputusan untuk dirawat dirumah,
walaupun dokter belum mengijinkan pulang.

Jumlah
0
2
0
2

37

2)

Kepuasan Pasien
Berdasarkan survey mengenai kepuasan pasien yang
telah dilakukan di ruang Ar-Royan didapatkan tabulasi data:
a) Perawat menyambut dengan ramah saat anda datang
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 40% pasien merasa
tidak puas, 60% merasa puas dalam perawat menyambut
dengan ramah saat anda datang.
b) Perawat memperkenalkan diri
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 40% pasien merasa
tidak puas, 60% merasa puas
c) Perawat menjelaskan sarana di ruangan yang dapat
dimanfaatkan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 40% pasien merasa
tidak puas, 60% merasa puas
d) Perawat menjelaskan aturan-aturan yang berlaku selama
perawatan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 50% pasien merasa
tidak puas, 50% merasa puas
e) Perawat menanyakan masalah-masalah yang saudara alami
terkait dengan kondisi kesehatan saudara
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
f) Perawat menjelaskan masalah kesehatan yang saudara
alami

38

Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa


tidak puas, 40% merasa puas
g) Perawat menjelaskan tujuan perawatan yang hendak
dipakai
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
h) Perawat meminta pendapat saudara dalam merancang
tindakan yang akan diberikan kepada saudara
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 80% pasien merasa
tidak puas, 20% merasa puas
i) Perawat menjelaskan kegiatan yang harus dilatih untuk
dilakukan secara mandiri
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
j) Perawat melakukan penyuluhan kesehatan untuk mengatasi
masalah saudara
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
k) Perawat membantu memenuhi kebutuhan dasar saudara
(makan, minum) ketika saudara mengalami kesulitan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
l) Perawat mau mendengarkan keluhan saudara dengan sabar

39

Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 50% pasien merasa


tidak puas, 50% merasa puas
m) Perawat segera menanggapi keluhan saudara
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 50% pasien merasa
tidak puas, 50% merasa puas
n) Perawat

mendampingi

saudara

ketika

dilakukan

pemeriksaan dokter
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 50% pasien merasa
tidak puas, 50% merasa puas
o) Perawat menjaga privasi saudara saat melakukan tindakan
keperawatan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 40% pasien merasa
tidak puas, 60% merasa puas
p) Perawat selalu membuat perjanjian dengan saudara
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
q) Perawat selalu menepati janji yang ditetapkan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
r) Perawat bersikap sopan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 20% pasien merasa
tidak puas, 80% merasa puas

s) Perawat berpenampilan rapi

40

Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 40% pasien merasa


tidak puas, 60% merasa puas
t) Perawat menjelaskan kegiatan yang harus saudara lakukan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
u) Perawat menjelaskan obat-obatan yang harus diminum
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 40% pasien merasa
tidak puas, 60% merasa puas
v) Perawat menjelaskan waktu control
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 60% pasien merasa
tidak puas, 40% merasa puas
3)

Kepuasan Karyawan
Dari 18 item intstrumen kepuasan keperawatan terdapat
4 item yang menunjukkan 4 pernyataan ketidakpuasan kinerja
perawat, antara lain:
a) Kebebasan melakukan tindakan secara mandiri dalam
menyelesaikan masalah dalam perawatan klien
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 100% merasa puas
dalam

melakukan

tindakan

secara

mandiri

dalam

menyelesaikan masalah dalam perawatan klien


b) Kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui
pelatihan atau pendidikan tambahan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 100% merasa puas
karena

memiliki

kesempatan

untuk

meningkatkan

41

kemampuan kerja melalui pelatihan atau pendidikan


tambahan
c) Kesempatan Untuk Mendapat Posisi yang Lebih Tinggi
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan didapatkan 90%
perawat merasa tidak puas, 10% merasa puas karena
memiliki kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih
tinggi.
d) Kesempatan untuk membuat suatu prestasi dan mendapat
kenaikan pangkat
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 100% perawat
merasa tidak puas, untuk membuat suatu presentasi dan
mendapat kenaikan pangkat.
e) Kemampuan dalam menggunakan waktu bekerja dengan
penugasan yang diberikan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan,100% mverasa puas
dengan kemampuan dalam menggunakan waktu bekerja
dengan penugasan yang diberikan.
f) Kesesuaian antara pekerjaan dan latar belakang pendidikan
saya
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 70% perawat merasa
tidak puas, 30% merasa puas dengan kesesuaian antara
pekerjaan dan latar belakang pendidikan saya.
g) Sistem penyelesaian masalah yang dilakukan di bangsal ArRoyyan

42

Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 30% perawat tidak


puas, 70% merasa puas dengan sistem penyelesaian
masalah yang dilakukan di bangsal Ar-Royyan.
h) Pelayanan Askes yang diterima selama ini
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 24% merasa tidak
puas, dan 60% merasa puas dengan pelayanan Askes yang
diterima.
i) Perhatian instansi rumah sakit terhadap perawat.
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 30% merasa tidak
puas, dan 70 % merasa puas dengan perhatian instansi
kepada perawat.
j) Imbalan yang diterima sesuai dengan kinerja perawat.
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 40% perawat merasa
tidak puas, dan 60% merasa puas dengan imbalan yang
diterima sesuai dengan kinerja perawat.
k) Tersedianya peralatan dan perlengkapan yang mendukung
pekerjaan
Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 40% merasa tidak
puas, dan 60% perawat merasa puas dengan tersedianya
peralatan dan perlengkapan yang mendukung pekerjaan.
l) Tersedianya fasilitas penunjang seperti kamar ganti
pakaian, ruangan makan, ruangan sholat

43

Berdasarkan hasil tabulasi didapatkan 100% merasa puas


dengan tersedianya fasilitas penunjang seperti kamar ganti
pakaian ruangan makan dan ruangan sholat.
b.

Pelaksanaan standar dan ketersediaan (SAK, SOP)


1)

Standar Asuhan Keperawatan


Berdasarkan hasil observasi dan wawancara sudah
terdapat Standar Asuhan Keperawatan (SAK) anak, sementara
SAK yang lain belum terkopikan. Untuk juknis pengisian
belum tersedia. Penyusunan dan pembaharuan SAK dilakukan
oleh pihak komite di RS PKU Muhammadiyah Temanggung.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala ruang dan
Katim, perawat pelaksana sudah melakukan pengkajian sampai
dengan evaluasi dengan baik tetapi masih kurang ideal. Dalam
pengisian format pengkajian, perawat sudah mengisi point
pengkajian dengan baik, tetapi terdapat point 100% yang tidak
diisi yaitu point pengkajian nutrisi bagian antropometri, dengan
alasan BB diukur hanya untuk pasien yang membutuhkan obat
tertentu yang dosis pemberiannya dihitung menurut BB,
sedangkan TB tidak pernah diukur.
Untuk diagnosa keperawatan, perawat sudah menegakkan
diagnosa, meskipun belum sesuai dengan panduan penegakan
diagnose yang terbaru (NANDA), akan tetapi pada saat
dilakukan observasi masih terdapat asuhan keperawatan yang

44

mencantumkan satu diagnosa saja, padahal klien mengeluh


lebih dari satu diagnose.
Dalam format intervensi, point tujuan dan kriteria hasil
sudah menggunakan analisa ONEC. Intervensi yang dilakukan
sudah mencakup tidakan observasi, tindakan keperawatan,
edukasi dan kolaborasi, akan tetapi belum maksimal.
Dari hasil observasi terhadap implementasi keperawatan
didapatkan bahwa tindakan keperawatan yang dilakukan oleh
perawat terhadap pasien merupakan tindakan mandiri perawat
berdasarkan rencana keperawatan yang telah dibuat disamping
itu

tindakan

keperawatan

juga

dilaksanakan

dengan

berkolaborasi dengan dokter, ada bentuk pendokumentasian


lain dalam hal rencana tindakan, yaitu rencana pemberian obat
sesuai jadwal pemberian obat. Akan tetapi pendokumentasian
asuhan keperawatan khususnya pada implementasi masih ada
yang belum sesuai dengan standar asuhan keperawatan yang
baik, misalnya tidak tertulis keterangan jam pada setiap
tindakan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil observasi
penulisan implementasi dilakukan diawal shif, selain itu belum
semua tindakan yang telah dilakukan ditulis dalam lembar
implementasi.
Evaluasi sudah dilakukan dengan menggunakan analisa
SOAP, tetapi masih ada point yang kurang optimal, seperti
assesment dan planning. Pada assesment masih sering ditulis

45

masalah teratasi sebagian. Pada point planning belum ditulis


intervensi selanjutnya, perawat masih menulis lanjutkan
intervensi, intervensi yang dimaksud belum tertera secara jelas
sehingga perawat yang dinas selanjutnya belum bisa membaca
planning yang dilanjutkan.
Berdasarkan hasil dari wawancara dengan perawat
pendokumentasian asuhan keperawatan hanya sebagai rutinitas
ruangan saja.
Tabel 9. Survey Masalah Keperawatan di ruang Ar-Royyan
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Masalah Keperawatan
Nyeri
Nutrisi kurang dari kebutuhan
Resiko infeksi
Gangguan perfusi jaringan
serebral
Gangguan mobilitas fisik
Hipertermi
Intoleransi aktifitas
Gangguan integritas kulit

Juli

Bulan
Agustus September

Dari table diatas masalah keperawatan yang sering


muncul adalah nyeri. Berdasarkan wawancara dengan kepala
ruang dan staf untuk pengkajian nyeri belum menggunakan
pengkajian nyeri secara komprehensif. Dalam melakukan
asuhan masalah nyeri tidak menggunakan SAK yang telah
ditetapkan. Untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri hanya
menggunakan tehnik relaksasi distraksi dan kolaborasi. Belum
pernah dilakukan diklat tentang managemen nyeri.

46

2)

Standar Operational Prosedur


Kepala ruang mengatakan bahwa di ruang Ar-Royan
sudah memiliki SOP yang diterbitkan tahun 2010. Dalam setip
melakukan tindakan agar disesuaikan dengan SOP yang ada.
Berdasarkan hasil obserfasi pelaksanaan tindakan pemberian
injeksi dengan SOP pemberian Injeksi didapatkan ada bagian
SOP yang tidak dipatuhi oleh perawat yaitu pada poin
memberitahu klien dan menjelaskan kepada klien. Berdasarkan
wawan cara denan perawat

pelaksana dalam melaukan

tindakan injeksi berdasarkan rutinitas, jarang membaca SOP


pemberian injeksi.
c.

Penilaian Penampilan Kerja


Berdasarkan wawancara dengan kepala ruang Ar-Royan
penilaian kerja staf dilakukan menggunakan angket yang sudah
ditentukan oleh bagian manajemen keperawatan yang berada di
PKU Muhammadiyah Temanggung. Dimana Kepala ruang akan
menilai Katim dan anggotanya, dan katim juga akan menilai
anggota.
Berdasarkan wawancara dengan kepala ruang Ar-Royan alat
yang digunakan untuk melakukan penilaian kerja yaitu dengan form
Indikator kinerja individu (IKI).
Berdasarkan wawancara dengan kepala ruang Ar-Royan waktu
penilaian nya dilakukan sebelum tanggal 25 dan diserahkan kepada

47

kepegawaian untuk dimasukan apakah individu akan memperoleh


tunjangan prestasi kerja atau tidak.