Anda di halaman 1dari 6

PROSES PENELITIAN

Dalam suatu proses penelitian, akan berlangsung secara terus menerus sejalan dengan
kebutuhan umat manusia. Setiap ada masalah baru akan selalu dilakukan suatu penelitian untuk
pemecahannya. Hasil suatu penelitian dapat tidak sesuai dengan harapan peneliti bila tidak
direncanakan dengan baik. Peneliti harus mampu menarik pelajaran dari setiap pengalaman
penelitian sebelumnya untuk memperbaiki penelitian selanjutnya. Untuk dapat memperoleh
jawaban yang benar mengenai suatu masalah, harus digunakan suatu metode atau tahapan
penelitian yang baik. Penggunaan statistika atau metode kuantitatif dalam penelitian adalah
untuk membuat proses penelitian tersebut atau proses memperoleh jawaban mengenai suatu
masalah menjadi efisien, berlangsung secara iterative menuju titik kekonvergenan yaitu
kebenaran ilmiah.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Secara umum, tahapan yang penting dalam penelitian adalah:


Menentukan topik dan merumuskan masalah yang akan dijawab dalam penelitian.
Review teori atau dalil dari berbagai referensi sehingga dapat menurunkan suatu hipotesis
atau jawaban sementara dari masalah.
Menentukan rancangan penelitian (research design), yaitu rencana kerangka kerja studi yang
digunakan sebagai petunjuk dalam mengumpulkan data dan analisis data.
Pengumpulan data, baik menggunakan data primer melalui percobaan atau survey maupun
menggunakan data sekunder.
Analisis data. Analisis data ini merupakan pengolahan data primer atau sekunder, baik
dengan menggunakan alat bantu statistik atau dengan menggunakan metode yang lain.
Perumusan kesimpulan dan menyiapkan laporan dalam suatu tulisan ilmiah atau karya
ilmiah.

Untuk lebih jelasnya, proses keseluruhan dari suatu alur penelitian dapat digambarkan
sebagai berikut:

Sumber: Juanda, 2009

PERUMUSAN MASALAH
Seperti diketahui, bahwa suatu proses penelitian dimulai dengan penentuan topik dan
mengidentifikasikan masalah yang akan dijawab atau dipecahkan berdasarkan hasil penelitian
yang akan dilaksanakan. Secara umum masalah diartikan sebagai sesuatu telah terjadi tidak
sebagaimana mestinya. Akan tetapi istilah masalah dalam konteks penelitian tidak harus
berkonotasi pada suatu hal yang perlu dievaluasi atai dikaji karena menimbulkan masalah.
Seorang peneliti mungkin belum mempunyai pernyataan yang jelas dari suatu masalah pada awal
dari proses penelitian. Sering kali pada awalnya hanya gejala yang baru terdeteksi oleh seorang
peneliti. Sebuah definisi dari masalah yang tepat dan jelas akan memudahkan peneliti menyusun
tujuan penelitian dengan tepat. Jika tujuan penelitian sudah jelas akan memudahkan dan efisien
dalam pengumpulan informasi yang penting dan relevan dengan masalah, sehingga dapat
menghindarkan pengumpulan data yang tidak perlu.

TOPIK DAN PERMASALAHAN PENELITIAN


Topik penelitian menggambarkan tema umum yang akan diteliti. Topik ini kemudian
dijadikan dasar penulisan judul penelitian. Kualitas topik sangat menentukan kualitas penelitian
yang akan dilakukan. Sebuah topik harus memberikan sumbangan bagi ranah keilmuwan,
dikenal sebagai state-of-the-art (kebaruan). Kesulitan seorang peneliti pemula, seperti para
mahasiswa, adalah bahwa pemahaman mereka atas teori belum sangat mapan, di samping
penelitian melakukan riset yang masih minim, sehingga mencari topik yang baik bukan
merupakan pekerjaan yang mudah.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan ditunjukkan beberapa contoh topik dan permasalahan:
Contoh 1.
Topik: Analisis Potensi Keuangan Daerah dan Pengaruh Desentralisasi Fiskal terhadap
Kinerja Ekonomi Daerah.
Permasalahan :
1. Sejauhmana potensi keuangan pemerintah daerah, dan pengaruhnya terhadap
perekonomian daerah?
2. Bagaimana kebijakan desentralisasi fiskal mempengaruhi kinerja ekonomi dan
potensi keuangan pemerintah daerah?
3. Faktor-faktor ekonomi apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja ekonomi dan
potensi keuangan pemerintah daerah?
4. Bagaimana perilaku pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan alokasi
anggaran yang dapat mendukung pelaksanaan desentralisasi fiscal?

Contoh 2.
Topik: Dampak Budidaya Padi dengan Metode System Of Rice Intensification (SRI)
terhadap Produktivitas dan Model Pengelolaan Sumber Daya Air.
Permasalahan:
1. Seberapa besar penghematan air pada budidaya padi dengan metode System Of Rice
Intensification (SRI)?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kurang berkembangnya metode System Of Rice
Intensification (SRI) di tingkat petani?
3. Bagaimana mengestimasi nilai ekonomi air irigasi untuk penentuan iuran air irigasi
dan peningkatan pendapatan?
4. Bagaimana interaksi kerjasama ekonomi dan interaksi dalam pengelolaan sumber
daya air?

Contoh 3.
Topik: Analisis Hubungan Nilai-Nilai Budaya Perusahaan dan Stressors Kerja dengan
Kinerja Karyawan.
Permasalahan:
1. Bagaimana persepsi karyawan terhadap pelaksanaan nilai-nilai budaya perusahaan,
tingkat stressors kerja yang dirasakan dan kinerja karyawan?
2. Bagaimana pengaruh budaya perusahaan dan stressors kerja terhadap kinerja
karyawan?

TEORI
Sebuah penelitian dilakukan untuk mengungkap kebenaran yang belum ditemukan oleh
penelitian-penelitian yang telah dilakukan dalam sebuah disiplin ilmu. Demikian pula, penelitian
di bidang ekonomi ditujukan untuk mengungkap kebenaran yang belum terungkap dalam ilmu
ekonomi. Jika dibuat sebuah perumpamaan, disiplin ilmu adalah seutas rantai yang terdiri dari
banyak mata rantai, di mana setiap mata rantai melambangkan sebuah riset atau penelitian
Teori merupakan prinsip-prinsip umum dari bidang keilmuan yang dapat dibuktikan dengan
praktek (diuji dengan data empiris). Jika data empiris tidak mendukung suatu teori, maka teori
tersebut perlu diganti atau dimodifikasi dengan teori baru. Oleh karenanya, teori merupakan
pandangan-pandangan empiris yang sudah disepakati secara umum karena merupakan hasil
penyaringan fakta-fakta yang terjadi sebelumnya dan dapat digunakan untuk menjelaskan suatu
peristiwa atau mengatasi masalah.
Teori memegang peranan penting dalam usaha membantu memecahkan persoalan-persoalan
dalam penelitian. Namun demikian, dalam prakteknya tidak semua teori dapat memberikan
jawaban atas suatu persoalan seperti yang diharapkan. Seorang peneliti harus mengetahui teori
apa yang sebaiknya digunakan, sejauhmana keterandalannya serta dapatkah teori tersebut
member jalan dan membantu memecahkan permasalahn yang dihadapi. Dasar penilaian
keterandalan suatu teori dapat menggunakan kriteria:
Apakah mampu menjelakan fenomena serupa yang diteliti?
Apakah penjelasannya dipaparkan secara tegas, sederhana, dan dapat dimengerti?
Semakin baik suatu teori, maka teori tersebut akan mampu menjelaskan fenomena yang
diamati. Dalam penelitian ada 3 fungsi teori:
1. Sumber untuk menggali topik atau merumuskan permasalahan.
2. Mempermudah membuat hipotesis penelitian.
3. Memberikan kerangka kerja (melalui hubungan-hubungan peubah dalam teori) sehingga
dapat menuntun dalam pelaksanaan penelitian sampai ditemukan jawaban yang
diharapkan.
.
Sebuah mata rantai berhak untuk menjadi bagian dari seutas rantai tersebut jika memenuhi
paling tidak dua syarat:
kebaruan atau state-of-the-art, dalam arti bahwa penelitian tersebut menyumbangkan
sesuatu yang baru. Kebaruan ini bisa berupa model baru, aplikasi model lama dalam
kasus baru, atau gabungan dari keduanya. Contoh jurnal yang mengutamakan
pembentukan model baru adalah Econometrica dan Journal of Forecasting. Contoh
jurnal yang mengutamakan aplikasi adalah Applied Economics atau Applied Financial
Economics, keduanya diterbitkan oleh Routledge. Dengan demikian, plagiasi atau
peniruan tidak diperkenankan dalam penyusunan sebuah penelitian. Harus dihindarkan
juga proses re-enventing the wheel, yakni menemukan sesuatu yang sebenarnya sudah
ditemukan oleh peneliti sebelumnya. Untuk menghindari hal ini, seorang peneliti
diwajibkan mengetahui penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang dalam topik
yang diteliti.
Topik penelitian tersebut harus seranah dengan penelitian-penelitian lain dalam rumpun ilmu
ekonomi tersebut. Dalam rangka merunut penelitian-penelitian sebelumnya, maka sebuah
penelitian disyaratkan untuk mengkaji kepustakaan yang pernah ada, lazim dimasukkan ke dalam
subbab kajian pustaka atau literature review.

KERANGKA PEMIKIRAN
Kerangka pemikiran yang baik berisi kerangka pemikiran yang disusun relevan dengan
identifikasi permasalahan. Kerangka pemikiran dapat disajikan dalam bentuk bagan alur (flow
chart), atau suatu model yang menggambarkan rumusan masalahlebih jelas lagi beserta
pemecahan masalahnya. Selain itu dapat juga diungkapkan keterkaitan dari semua tujuan
penelitian, sehingga memudahkan menyusun metode penelitian.
Berikut ini adalah contoh bagan alur (flow chart) suatu perumusan masalah:
Kondisi
Permasalahan
Masyarakat

Kemiskinan

Faktor penyebab :
Karakteristik wilayah
Struktur ekonomi dan
sosial
Sarana prasarana
SDM

Karakteristik
Persebaran Kemiskinan

Daerah Terpencil (Remote Area)


Daerah Pedesaan (Rural Area)
Daerah Pinggiran Kota (Suburban Area)
Daerah Kumuh Perkotaan
(Urban Slum)

Rekomendasi Kebijakan :
Bentuk Kebijakan
Penanggulangan Kemiskinan

Penjelasan.
Dari gambar bagan alur diatas, diawali dengan memaparkan kondisi awal permasalahan yang
dihadapi oleh masyarakat (BAGIAN PENENTUAN PERMASALAHAN). Setelah diketahui
permasalahan apa yang akan diangkat oleh peneliti, langkah selanjutnya adalah menentukan teori
atau kajian pustaka apa yang dianggap relevan dan mendukung dari penelitian tersebut.
Kemudian, digunakan juga metode penelitian yang digunakan sebagai alat bantu (tools) untuk
memecahkan dan menjawab dari perumusan masalah tersebut. Sehingga keluaran akhir atau hasil
yang diharapkan dalam penelitian ini adalah bentuk rekomendasi kebijakan penanggulangan
kemiskinan yang diambil oleh pemerintah daerah.
RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan penelitian merupakan kerangka kerja suatu penelitian yang menjelaskan metode dan
prosedur untuk pengumpulan data dan analisis informasi yang dibutuhkan. Jadi rancangan
penelitian ini merupakan kerangka kerja dari rencana pelaksanaan penelitian.

Dari gambar diatas, menjelaskan bahwa sumber data ada dua macam, yaitu data primer dan
sekunder.
Data sekunder adalah data yang sudah dikompilasi dalam bentuk digital file, publikasi,
dsb. Sebagai contoh adalah data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik, Bank
Indonesia, IMF, Bank Dunia, Bloomberg, Data Stream, dan sebagainya. Untuk keperluan
ini tidak diperlukan metode yang khusus, selain pengetahuan tentang data yang
diinginkan, karena sumber-sumber data ini memiliki banyak jenis data.
Sedangkan data primer berkaitan dengan data yang dikumpulkan untuk memenuhi
kebutuhan peneliti yang sedang dihadapi. Untuk data primer, metode pengumpulan bisa
dengan menyebar kuesioner (daftar pertanyaan), melakukan interview mendalam (indepth interview), melakukan survei, atau melakukan eksperimen. Jenis data yang
dikehendaki, apakah numerikal, kategorikal, atau narasi (monograph) akan
mempengaruhi metode-metode pengumpulan data tersebut.