Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hidrogel adalah salah satu jenis makromolekul polimer hidrofilik yang
berbentuk jaringan berikatan silang, mempunyai kemampuan mengembang dalam air
(swelling), dan memiliki daya difusi air yang tinggi. Awalnya hidrogel disintesis
untuk digunakan sebagai kontak lensa, imobilisasi enzim dan sel [1] Lebih jauh lagi,
sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan bahan baru yang dapat
diaplikasikan di bidang kesehatan, pada beberapa tahun belakangan ini hidrogel
diteliti dan dikembangkan untuk aplikasi di bidang biomedis antara lain sebagai
pembalut luka dan bahan superbasorbent dalam personnel care (popok bayi dan
pembalut wanita) [3,4,5 dan 6]. Untuk di bidang biomtaerial aplikasinya sebagai
wadah penyimpan air di daerah pertanian yang kering, salju buatan, dan sumber air
cadangan pada tanaman holtikultura.
Berdasarkan asal-usulnya hidrogel dapat dikategorikan menjadi dua jenis
yaitu hidrogel berasal dari alam dan sintetis. Dalam kehidupan sehari-hari banyak
dijumpai beberapa jenis hidrogel alami antara lain larutan kental sagu, agar,
karaginan, alginat serta beberapa turunan senyawa karbohidrat lainnya. Hidrogel
alami pada umumnya digunakan untuk media mikrobiologi, bahan baku dalam
industri makanan atau kue, farmasi dan kosmetik.
Hidrogel sintetis yang mudah dijumpai di pasaran misalnya, kontak lensa
yang dibuat dari 2-Hidroksi Etil Metakrilat (HEMA) merupakan salah satu jenis
hidrogel sintetis yang paling populer. Selain itu, poli akrilamida dan poli kalium
akrilat merupakan hidrogel yang dipakai dalam beragam aplikasi misalnya untuk
implan pada tubuh, wadah penyimpan air, dan penyerap urin dalam popok bayi.
Seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi, kesehatan dan ekonomi baik di
negara maju maupun negara berkembang, kebutuhan akan bahan meningkat.

Penelitian dan pengembangan hidrogel dilakukan untuk dipakai di berbagai bidang


secara intensif. Sudah banyak penelitian yang mengembangkan hidrogel seperti
Sintesis dan Karakterisasi Hidrogel Superabsorben Berbasis Asam Akrilat Hasil
Iradiasi Gamma yang dilakukan oleh Erizal dkk.
Seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu teknologi saat ini perlu adanya
inovasi dalam pembuatan hidrogel salah satunya yaitu dengan mengkombinasikan
bahan sintetis dengan alami yaitu untuk bahan alaminya yaitu kitosan, kitosan adalah
turunan kitin yang paling banyak kegunaannya. Kitosan yang diperoleh dari hasil
deasetilasi kitin berbentuk serbuk putih yang tidak larut dalam air, tetapi dapat
larut dan tidak terurai dalam larutan asam lemah. Kitosan tidak beracun dan mudah
terdegradasi. Banyak penelitian yang dilakukan untuk memodifikasi polimer dengan
bahan lain untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi dan ketahanan sifat fisiknya
dengan memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kitosan. Kitosan merupakan polimer
alami yang bukan hanya terdapat secara melimpah di alam, akan tetapi juga bersifat
tidak beracun dan dapat terurai di alam. Untuk bahan sintesis menggunakan Asam
akrilat, asam akrilat dengan rumus CH2CHCOOH merupakan asam lemah yang
terionisasi dalam air menjadi bentuk anion karboksilat (-CH2CHCOO) dan
berkemampuan mengikat air yang kuat melalui ikatan hidrogen. Jika asam akrilat
disintesis menjadi hidrogel dan direndam dalam air, maka gugus anion-anion pada
rantai jaringan polimer akan berinteraksi dengan pelarut atau polimer, rantai polimer
tersebut akan tolak menolak satu dengan lainnya dan terjadi ekspansi dari koil
polimer yang mengakibatkan air yang diserap meningkat.
Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh netralisai asam akrilat dengan
KOH ditambah kitosan pada kemampuan polimer untuk swelling. Netralisasi asam
akrilat

akan

meningkatkan

kapasitas

absorpsi

dari

superabsorben

karena

menyebabkan lebih banyak gugus hidrofilik yang tercangkok pada rantai komposit,
hal ini mendukung untuk pengembangan jaringan dan meningkatnya tekanan osmotik
sehingga membantu penyerapan air. Untuk mengoptimalkan kegunan asam akrilat

sebagai hidrogel dan menunjang informasi seperti yang dijelaskan pada hal-hal
diatas, maka dalam penelitian ini dilakukan uji sifat pengembungan dan karakteristik
hidrogel hasil iradiasi berbasis asam akrilat yang dinetralisasi parsial. Larutan asam
akrilat yang dinetralkan menggunakan kalium hidroksida (KOH) dengan variasi
derajat netralisasi 0 %; 25 %; 50 %; 75 %; dan 100 % diiradiasi sinar gamma pada
dosis 5 kGy. Penggunaan dosis 5 kGy dilakukan karena dosis ini yang paling baik
untuk peningkatan penyerapan. Sifat pengembungan dan karakteristik hasil iradiasi
dipelajari. Karakteristik diukur dengan menggunakan Fourier transform infra red
(FTIR), morfologi hidrogel

menggunakan Scanning electron microscope,

kesetimbangan hidrogel menggunakan equilibrium degree of swelling dan degradasi


hidrogel menggunakan DTG.
1.2 Rumusan Masalah
Seiring perkembangan zaman dan ilmu teknologi pembuatan hidrogel perlu
dimodifikasi dengan penambahan bahan alami yaitu netralisasi asam akrilat-KOH
dengan kitosan. Penambahan kitosan berfungsi sebagai bahan alami yang dapat
meningkatkan daya serap hidrogel terhadap cairan. Kombinasi antara bahan sintetis
dan bahan alami menghasilkan produk hidrogel yang memiliki daya serap tinggi,
untuk itu dilakukan optimalisasi komposisi pada netralisasi parsial asam akrilat
sebagai bahan sintesis dengan penambahan bahan alami sehingga akan menghasilkan
produk hidrogel dengan daya serap tinggi.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi yang optimum
dari hasil netralisasi parsial antara asam akrilat dan KOH serta dengan penambahan
kitosan dalam pembuatan hidrogel superabsorben berdasarkan penggunaan material
alami terhadap daya serapnya.

1.4 Ruang Lingkup Percobaan


Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu asam akrilat, KOH dan
kitosan grade farmasi dengan metode teknik irradiasi gamma. Variabel tetap pada
penelitian ini adalah massa kitosan, volume asam akrilat, dosis iradiasi gamma, dan
massa hidrogel untuk pengujian sedangkan variabel bebasnya adalah massa KOH,
waktu pengujian swelling, dan media swelling. Penelitian ini dilakukan di Pusat
Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi BATAN.