Anda di halaman 1dari 21

Lingkungan adalah seluruh faktor luar yang mempengaruhi suatu organisme.

Faktor-faktor ini dapat berupa organisme hidup (biotik) atau variabel-variabel


yang tidak hidup (abiotik). Misalnya, suhu, curah hujan, panjangnya siang,
angin serta arus laut.
Interaksi- interaksi antara organisme-organisme dengan kedua faktor biotik
dan abiotik membentuk suatu ekosistem. Bahkan perubahan kecil suatu
faktor
dalam suatu ekosistem dapat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu jenis
binatang atau tumbuhan dalam lingkungannya.
Undang-Undang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup pada Pasal 1, menjelaskan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia
dan perilakunya dengan mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Daftar komponen kesehatan lingkungan dari Leopard yang dikutip oleh
F.Gunarwan Soeratmo (1988) adalah :a. Komponen fisik dan kimiab.
Komponen hubungan ekologic. Komponen sosiald. Komponen biologis
Pembagian lingkungan oleh G. Melya Howe dalam bukunya Environmental
Medicine (1980) adalah lingkungan eksternal dan lingkungan internal.
Sedangkan berdasarkan mengganggunya terhadap kesehatan manusia, maka
lingkungan dapat dibagi menjadi :
a.

Lingkungan fisik

b.

Lingkungan biologis

c.

Lingkungan manusia (sosial-ekonomi-budaya) Macam komponen lingkungan


hidup menurut Leopard adalah:

a.

Komponen lingkungan hidup fisik dan kimia

b.

Komponen lingkungan hidup sosial

c.

Komponen lingkungan hidup biologi dan hubungan ekologi Menurut Norbert

Dee adapun yang menjadi komponen lingkungan yang


dibagi dalam empat kelompok dasar, yaitu :
1.

Ekologi a. Spesies dan populasi b. Habitat dan komunitas c. Ekosistem

2.

Pencemaran lingkungan

a.

Air (temperatur, pH, turbiditas, salinitas, pengaruh pasang, surut, iklim


mikro, DO, BOD, nutrien, karbon organik, bahan racun, pestisida)

b.

Udara (CO, hidrokarbon, nitrogen oksida, bahan khusus, sulfur oksida,


kebisingan, iklim mikro)

c.

Lahan (tata guna lahan, erosi tanah, iklim mikro)


3.

Estetika

a.

Lahan (vegetasi penutup, cakrawala, bentuk alam)

b.

Air (penampilan air, pencampuran lahan dan air, bau dan benda terapung)

c.

Sejarah dan kebudayaan (arsitektur, peristiwa budaya, tanda-tanda alam,


atmosfir)4. Kepentingan manusia
a. Sosial dan demografi (aspirasi komunitas, ciri perumahan)b. Pelayanan
sosial (kesehatanm pelayanan umum dan swasta, proses
pendidikan, sistem transportasi)c. Ekonomi (struktur ekonomi, pendapatan
perkapita, pemerataan)
Pada mulanya konsep terjadinya penyakit didasarkan pada adanya gangguan
mahluk halus atau karena kemurkaan dari Maha Pencipta. Namun seiring
zaman, Hipocrates mengembangkan teori bahwa timbulnya penyakit
disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang meliputi air, udara, tanah cuaca
dan lainnya. Namun tidak dijelaskan faktor lingkungan yang bagaimana yang
dapat menimbulkan penyakit.
Lingkungan yang merupakan bagian dari kehidupan manusia yang sangat

penting. Dari lingkungan didapatkan udara untuk bernapas, air untuk minum,
makanan untuk dinikmayi, dan ruang untuk bergerak. Gangguan lingkungan
akan mengganggu kesehatan manusia. Untuk itu diperlukan upaya untuk
menjaga agar lingkungan tidak tercemar/rusak sehingga tidak membawa
gangguan.
Kemudian berkembanglah teori terjadinya penyakit berdasarkan sisa-sisa
mahluk hidup yang mengalami pembusukan, sehingga menyebabkan
pengotoran udara dan lingkungan sekitarnya. Konsep penyakit mulai
mengacu pada adanya peranan jasad renik.
Ditinjau dari sudut ekologis, ada tiga faktor yang dapat menimbulkan suatu
kesakitan, kecacatan, ketidakmampuan, atau kematian pada manusia. Tiga
faktor itu disebut sebagai ecologicalatau epidemiologicaltriad.
Segitiga epidemiologi merupakan konsep dasar epidemiologi yang
memberikan gambaran tentang hubungan antara tiga faktor utama yang
berperan timbulnya penyakit yakni host,agentandenvironment.
Dalam keadaan normal, ketiga komponen tersebut atau dengan kata lain
orang disebut sehat. Pada suatu keadaan saat keseimbangan dinamis tersebut
terganggu, misalnya saat kualitas lingkungan hidup menurun sampai
tingkatan tertentu, agens penyakit dapat dengan mudah masuk ke dalam
tubuh manusia dan menimbulkan sakit.
Internal
Eksternal
- Fisiologis - Biokimia - Psikologis - Fisik
- Biologis - Kimiawi - Sosekbud
d.

Faktor HostAdalah manusia atau mahluk hidup lain sangat kompleks dalam
proses alamiah terjadinya perkembangan penyakit, termasuk burung dan
artropoda. Faktor hosttersebut bergantung pada karakteristik yang dimilki
individu, anatara lain dapat berupa umur, jenis kelamin, ras, etnik, anatomi
tubuh, tingkah laku, pekerjaan, adat, gaya hidup, dan lainnya.

e.

Faktor AgentAdalah suatu unsur, organisme hidup atau kuman infeksi yang

dapat menyebabkan terjadinya suatu penyakit. Pada beberapa penyakit agent


ini adalah sendiri, misalnya pada penyakit-penyakit infeksi, sedangkan yang
lain beberapa agentyang bekerjasama misalnya pada penyakit kanker. Agent
dapat berupa unsur biologis, unsur nutrisi, unsur kimiawi dan unsur fisika.
f.

Faktor LingkunganAdalah semua faktor luar dari suatu individu yang dapat
berupa lingkungan fisik (geologis, iklim, geografis), biologis (kepadatan
penduduk) dan sosial (urbanisasi, lingkungan kerja, dan lainnya).
KegiatanProgramKesehatanLingkungan
Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk menjadikan lingkungan itu sehat,
seperti:

g.

Pengawasan/pemeliharaan penyediaan sarana air bersih (SAB) dan sanitasi


dasar;

h.

Pengawasan dan pemeliharaan kualitas lingkungan misalnya sistem


pembuangan air limbah (SPAL), jamban keluarga (JAGA);

i.

Pengawasan dan pemeliharaan tempat-tempat umum (TTU)

j.

Pengawasan dan pemeliharaan tempat pengelolaan makanan (TPM)

k.

Pengawasan dan pemeliharaan tempat-tempat pestisida

l.

Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan;

m.

Pengembangan wilayah sehat seperti pengawasan dan pemeliharaan tempat


pembuangan sampah (TPS)

n.

eberapa menu
kegiatan kesehatan lingkungan yang dapat dimasukkan dalam paket kegiatan
program JPS-BK, antara lain:

d.

Pemutusan rantai penularan penyakit berbasis lingkungan


1 Tersedianya informasi yang murah dan mudah dimengerti tentang

kesehatan lingkungan bagi keluarga/penderita dengan penyakit


berbasis lingkungan di Puskesmas/Klinik Sanitasi.
2 Kegiatan out-reach proaktif. Kunjungan rumah dalam rangka
inspeksi sanitasi pada keluarga penderita dengan penyakit
berbasis lingkungan. Pengambil sampel air yang tercemar untuk
pemeriksaan laboratorium. Pemberian kaporit pada sumber air
yang tercemar.
3 Pemberian stimulan untuk rehabilitasi fisik sarana kesehatan
lingkungan (sarana air bersih, jamban, SPAL, genteng kaca,
plesterisasi, ventilasi, dll).
e.

Pemberdayaan masyarakat agar mampu ikut serta dalam kegiatan kesehatan


lingkungan.
1 Lokakarya mini di Puskesmas maupun di kecamatan dalam
rangka membahas masalah kesehatan lingkungan/kegiatan Pekan
Sanitasi.
2 Temu karya di desa dalam rangka penyusunan "Rencana kerja
masyarakat".
3 Pemberian stimulan untuk pembuatan/rehabilitasi sarana
kesehatan
lingkungan permukiman.
Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling
berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri.
Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat
dari segi kesehatannya sendiri tetapi harus dilihat dari seluruh segi yang ada
pengaruhnya terhadap masalah "sehat-sakit" atau kesehatan tersebut.
Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan
lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap
terwujudnya status kesehatan yang optimum pula. Ruang lingkup kesehatan
lingkungan tersebut antara lain mencakup perumahan, pembuangan kotoran
manusia (tinja), penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan air

kotor (air limbah), rumah hewan ternak (kandang) dan sebagainya.


Adapun yang dimaksud dengan usaha kesehatan lingkungan adalah suatu
usaha untuk memperbaiki atau mengoptimumkan lingkungan hidup manusia
agar merupakan media yang baik untuk terwujudnya kesehatan optimum bagi
manusia yang hidup di dalamnya. Masalah kesehatan lingkungan di negaranegara yang sedang berkembang adalah berkisar pada masalah sanitasi
(jamban), penyediaan air minum, perumahan (housing), pembuangan sampah
dan pembuangan air limbah (air kotor).
Sebagai salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk lebih dari
200 juta jiwa, masalah kesehatan lingkungan di Indonesia menjadi sangat
kompleks terutama di kota-kota besar. Hal tersebut disebabkan, antara lain :
o.

Urbanisasi penduduk Di Indonesia, terjadi perpindahan penduduk dalam


jumlah besar dari desa ke kota. Lahan pertanian yang semakin berkurang
terutama di pulau Jawa dan terbatasnya lapangan pekerjaan mengakibatkan
penduduk desa berbondong- bondong datang ke kota besar mencari pekerjaan
sebagai pekerja kasar seperti pembantu rumah tangga, kuli bangunan dan
pelabuhan, pemulung bahkan pengemis dan pengamen jalanan yang secara
tidak langsung membawa dampak sosial dan dampak kesehatan lingkungan
seperti munculnya pemukiman kumuh dimana-mana.

p.

Tempat pembuangan sampahDi hampir setiap tempat di Indonesia, sistem


pembuangan sampah dilakukan secara dumping tanpa ada pengolahan lebih
lanjut. Sistem pembuangan semacam itu selain memerlukan lahan yang
cukup luas juga menyebabkan pencemaran pada udara, tanaha dan air selain
lahannya juga dapat menjadi tempat berkembangbiaknya agen dan vektor
penyakit menular.

q.

Penyediaan sarana air bersihBerdasarkan survei yang pernah dilakukan,


hanya 60% penduduk Indonesia mendapatkan air bersih dari PDAM,
terutama untuk penduduk perkotaan, selebihnya mempergunakan sumur atau
sumber lain. Bila datang musim kemarau, krisis air dapat terjadi dan penyakit
gastroenteritis mulai muncul dimana-mana.

r.

Pencemaran udaraTingkat pencemaran udara di Indonesia sudah melebihi


nilai ambang batas (NAB) normal terutama di kota-kota besar akibat gas

buangan kendaraan bermotor. Selain itu, hampir setiap tahun asap tebal
meliputi wilayah nusantara bahkan sampai ke negara tetangga akibat
pembakaran hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan.
s.

Pembuangan limbah industri dan rumah tanggaHampir semua limbah cair


baik yang berasal dari rumah tangga dan industri dibuang langsung dan
bercampur menjadi satu ke badan sungai atau laut, ditambah lagi dengan
kebiasaan penduduk melakukan kegiatan MCK di bantaran sungau.
Akibatnya, kualitas air sungai menurun dan apabila digunakan untuk air baku
memerlukan biaya yang tinggi.Untuk lebih jelas, akan dibahas masalah
kesehatan lingkungan sebagai
berikut :
8.1MasalahPenyedianAirBersih
Air adalah sangat penting bagi kehidupan manusia. Didalam tubuh manusia
itu sendiri sebagian besar terdiri dari air. Tubuh orang dewasa, sekitar 55-60
% berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65 % dan untuk bayi
sekitar 80 %.
Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum,
masak, mandi, mencuci (bermacam-macam cucian) dan sebagainya. Menurut
perhitungan WHO, di negara-negara maju tiap orang memerlukan air antara
60- 120 L/hari. Sedangkan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia,
tiap orang memerlukan air 30-60 L/ hari.
Diantara kegunaan-kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah
kebutuhan untuk minum. Untuk itu air harus mempunyai persyaratan khusus
agar layak untuk diminum / digunakan. Air yang sehat harus mempunyai
persyaratan sebagai berikut :

f.

Syarat Fisik : bening (tak berwarna), tidak berasa, suhu dibawah suhu udara
diluarnya.

g.

Syarat Bakteriologis : harus bebas dari segala bakteri, terutama bakteri


patogen. Untuk mengetahui apakah air minum terkontaminasi oleh bakteri
patogen adalah dengan memeriksa sampel (contoh) air tersebut. Bila
pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri E. coli maka air

tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.


Syarat Kimia : Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu
didalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat
kimia didalam air akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia.
Bahan-bahan atau zat kimia yang terdapat dalam air yang ideal antara lain
sebagai berikut :
----------------------------------------------------------------------- Jenis Bahan
Kadar yang dibenarkan (mg/L)
----------------------------------------------------------------------- Fluor (F) 1-1,5
Chlor (Cl) 250Arsen (As) 0,05
Tembaga (Cu) 1,0 Besi (Fe) 0,3 Zat organik 10
----------------------------------------------------------------------Sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna di pedesaan maka air minum yang
berasal dari mata air dan sumur dalam adalah dapat diterima sebagai air yang
sehat dan memenuhi ketiga persyaratan tersebut diatas asalkan tidak tercemar
oleh kotoran-kotoran terutama kotoran manusia dan binatang. Oleh karena itu
mata air atau sumur yang ada di pedesaan harus mendapatkan pengawasan
dan perlindungan agar tidak dicemari oleh penduduk yang menggunakan air
tersebut.
Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. Sumbersumber air ini, sebagai berikut :
h. Air hujan, ditampung kemudian dijadikan air minum, tetapi air hujan
ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu, agar dapat dijadikan air
minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya.
i. Air sungai dan danau sering juga disebut air permukaan. Oleh karena
air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh
berbagai macam kotoran maka bila akan dijadikan air minum harus
diolah terlebih dahulu.
j. Mata air. Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang
muncul secara alamiah. Oleh karena itu, air dari mata air ini bila belum

tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung.


Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka
alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum.
Air sumur dangkal. Air ini keluar dari dalam tanah maka juga disebut air
tanah. Air berasal dari lapisan air didalam tanah yang dangkal, biasanya
berkisar antara 5 - 15 meter dari permukaan tanah. Air sumur pompa dangkal
ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah
masih ada. Oleh karena itu, perlu direbus dahulu sebelum Air sumur dalam.
Air ini berasal dari lapisan air kedua didalam tanah, kedalamannya biasanya
diatas 15 meter. Air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air
minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).
Sumber-sumber air minum pada umumnya dan di daerah pedesaan khususnya
tidak terlindung (protected)sehingga air tersebut tidak atau kurang memenuhi
persyaratan kesehatan. Untuk itu perlu pengolahan terlebih dahulu. Ada
beberapa cara pengolahan air minum antara lain sebagai berikut :
t.

Pengolahan secara alamiah (penyimpanan (storage) dari air yang diperoleh)

u.

Pengolahan air dengan menyaring (dengan kerikil, ijuk dan pasir).

v.

Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia. Zat kimia yang digunakan
dapat berupa 2 macam yakni zat kimia yang berfungsi untuk koagulasi dan
akhirnya mempercepat pengendapan (misalnya tawas) dan yang berfungsi
untuk menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada didalam air,
misalnya chlor).

w.

Pengolahan air dengan mengalirkan udara. Tujuan utamanya adalah untuk


menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang
tak diperlukan, misalnya CO2 dan juga menaikkan derajat keasaman air.

x.

Pengolahan air dengan memanaskan sampai mendidih. Tujuannya untuk


membunuh kuman-kuman yang terdapat pada air. Pengolahan semacam ini
lebih tepat hanya untuk konsumsi kecil misalnya untuk kebutuhan rumah
tangga.
8.2MasalahPembuanganAirLimbah

Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari
rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada
umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan
bagi kesehatan manusia serta menggangu lingkungan hidup.
Batasan lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombiasi dari cairan dan
sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran
dan industri, bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan
yang mungkin ada (Haryoto Kusnoputranto, 1985).
Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang
tersisa dari kegiatan manusia, baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan
lain seperti indusri, perhotelan dan sebagainya.
Meskipun merupakan air sisa namun volumenya besar karena lebih kurang
80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-kegiatan manusia sehari-hari
tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar). Selanjutnya
air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan digunakan
oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air buangan ini harus dikelola dan atau
diolah secara baik.
Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, secara garis besar dapat
dikelompokkan menjadi sebagai berikut :
y.

Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domesticwasteswater),


yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air
limbah ini terdiri dari ekskreta (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan
kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organik.

z.

Air buangan industri (industrialwasteswater)yang berasal dari berbagai


jenis industri akibat proses produksi. Zat-zat yang terkandung didalamnya
sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing
industi, antara lain nitrogen, sulfida, amoniak, lemak, garam-garam, zat
pewarna, mineral, logam berat, zat pelarut, dan sebagainya.

aa.

Air buangan kotapraja (municipalwasteswater)yaitu air buangan yang


berasal dari daerah perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat
umum, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang
terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga.

Pengolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup


terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara ilmiah sebenarnya
lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan
yang timbul karena pencemaran air limbah tersebut. Namun demikian, alam
tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya
sehingga air limbah perlu diolah sebelum dibuang. Beberapa cara sederhana
pengolahan air buangan antara lain :
k.

Pengenceran (Dilution).Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi


yang cukup rendah kemudian baru dibuang ke badan-badan air.

l.

Kolam Oksidasi (OxidationPonds).Yaitu adanya pemanfaatan sinar


matahari, ganggang (algae),bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan
alamiah. Air limbah dialirkan ke dalam kolam besar berbentuk segi empat
dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu
diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman dan
di daerah yang terbuka sehingga memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.

m.

Irigasi. Air limbah dialirkan ke dalam parit-parit terbuka yang digali dan air
akan merembes masuk ke dalam tanah melalui dasar dan dinding parit-parit
tersebut. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk
pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk
pemupukan.
8.3MasalahKotoranManusia
Yang dimaksud kotoran manusia adalah semua benda atau zat yang tidak
dipakai lagi oleh tubuh yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Zat-zat
yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh ini berbentuk tinja (feces), air seni
(urine), dan CO2 sebagai hasil dari proses pernapasan. Pembuangan kotoran
manusia didalam tulisan ini dimaksudkan hanya tempat pembuangan tinja
dan urin, yang pada umumnya disebut latrine (jamban atau kakus).
Dengan bertambahnya penduduk yang tidak sebanding dengan area
pemukiman, masalah pembuangan kotoran manusia meningkat. Dilihat dari
segi kesehatan masyarakat, masalah pembuangan kotoran manusia
merupakan masalah yang pokok untuk sedini mungkin diatasi. Karena

kotoran manusia (faeces) adalah sumber penyebaran penyakit yang


multikompleks. Penyebaran penyakit yang bersumber pada faeces dapat
melalui berbagai macam jalan atau cara.
Berdasarkan hasil penelitian yang ada, seorang yang normal diperkirakan
menghasilkan tinja rata-rata sehari 970 gram dan menghasilkan air seni 970
gram. Jadi bila penduduk Indonesia dewasa saat ini 200 juta maka setiap hari
tinja yang dikeluarkan sekitar 194.000 juta gram (194.000 ton). Maka bila
pengelolaan tinja tidak baik, jelas penyakit akan mudah tersebar.
Beberapa penyakit yang dapat disebarkan oleh tinja manusia antara lain tipus,
disentri, kolera, bermacam-macam cacing (gelang, kremi, tambang, pita),
schistosomiasis, dan sebagainya. Untuk mencegah sekurang-kurangnya
mengurangi kontaminasi tinja terhadap lingkungan, maka pembuangan
kotoran manusia harus dikelola dengan baik, maksudnya pembuangan
kotoran harus di suatu tempat tertentu atau jamban yang sehat. Suatu jamban
disebut sehat untuk daerah pedesaan apabila memenuhi persyaratanpersyaratan sebagai berikut :
ab.

Tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban tersebut.

ac.

Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya.

ad.

Tidak mengotori air tanah di sekitarnya.

ae.

Tidak dapat terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa dan binatangbinatang lainnya.

af.

Tidak menimbulkan bau.

ag.

Mudah digunakan dan dipelihara (maintenance).

ah.

Sederhana desainnya.

ai.

Murah.

aj.

Dapat diterima oleh pemakainya. Agar persyaratan-persyaratan ini dapat


dipenuhi maka perlu diperhatikan

antara lain sebagai berikut :


n.

Sebaiknya jamban tersebut tertutup, artinya bangunan jamban terlindung dari


panas dan hujan, serangga dan binatang-binatang lain, terlindung dari
pandangan orang (privacy)dan sebagainya.

o.

Bangunan jamban sebaiknya mempunyai lantai yang kuat, tempat berpijak


yang kuat, dan sebagainya.

p.

Bangunan jamban sedapat mungkin ditempatkan pada lokasi yang tidak


mengganggu pandangan, tidak menimbulkan bau, dan sebagainya.

q.

Sedapat mungkin disediakan alat pembersih seperti air atau kertas pembersih.
8.4MasalahSampah
Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi
oleh manusia atau benda padat yang sudah digunakan lagi dalam suatu
kegiatan manusia dan dibuang. Para ahli kesehatan masyarakat Amerika
membuat batasan, sampah (waster)adalah sesuatu yang tidak digunakan,
tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari
kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya.
Dari batasan ini jelas bahwa sampah adalah merupakan hasil suatu kegiatan
manusia yang dibuang karena sudah tidak berguna. Sehingga bukan semua
benda padat yang tidak digunakan dan dibuang disebut sampah misalnya
benda-benda alam, benda-benda yang keluar dari bumi akibat dari gunung
meletus, banjir, pohon dihutan yang tumbang akibat angin ribut dan
sebagainya. Dengan demikian sampah mengandung prinsip-prinsip sebagai
berikut :

ak.

Adanya sesuatu benda atau bahan padat.

al.

Adanya hubungan langsung / tidak langsung dengan kegiatan manusia.

am. Benda atau bahan tersebut tidak dipakai lagi. Sampah dapat bersumber dari :
r.

Sampah yang berasal dari pemukiman (domesticwastes), yaitu hasil kegiatan

rumah tangga yang sudah dipakai dan dibuang seperti sisa-sisa makanan, baik
yang sudah dimasak atau belum, bekas pembungkus, baik kertas, plastik,
daun, dan sebagainya, pakaian-pakaian bekas, bahan-bahan bacaan, perabot
rumah tangga, daun-daunan dari kebun atau taman.
s.

Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum (pasar, tempat-tempat


hiburan, terminal bis, stasiun kereta api, dan sebagainya). Sampah ini berupa
kertas, plastik, botol, daun dan sebagainya.

t.

Sampah yang berasal dari perkantoran (perkantoran pendidikan,


perdagangan, departemen, perusahaan dan sebagainya). Sampah ini berupa
kertas-kertas, plastik, karbon, klip, dan sebagainya. Umumnya sampah ini
bersifat kering dan mudah terbakar (rabish).

u.

Sampah yang berasal dari jalan raya,yaitu dari pembersihan jalan yang
umumnya terdiri dari kertas-kertas, kardus-kardus, debu, batu-batuan, pasir,
sobekan ban, onderdil-onderdil kendaraan yang jatuh, daun-daunan, plastik
dan sebagainya.

v.

Sampah yang berasal dari kawasan industri,termasuk sampah yang berasal


dari pembangunan industri dan yang berasal dari proses produksi, misalnya
sampah-sampah pengepakan barang, logam, plastik, kayu, potongan tekstil,
kaleng dan sebagainya.

w.

Sampah yang berasal dari pertanian/perkebunan misalnya jerami, sisa sayurmayur, batang padi, batang jagung, ranting kayu yang patah, dan sebagainya.

x.

Sampah yang berasal dari pertambangan misalnya batu-batuan, tanah / cadas,


pasir, sisa-sisa pembakaran (arang), dan sebagainya.

y.

Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan berupa kotoran-kotoran


ternak, sisa-sisa makanan, bangkai binatang, dan sebagainya.Kalau kita
berbicara sampah, sebenarnya meliputi 3 jenis sampah yakni
sampah padat, sampah cair, dan sampah dalam bentuk gas (fume,smoke).
Tetapi seperti telah dibuatkan batasan diatas bahwa dalam konteks ini hanya
akan dibahas sampah padat. Sampah cair yang berupa antara lain air limbah
akan dibahas dibagian lain. Sedangkan sampah dalam bentuk gas yang

menimbulkan polusi udara seperti asap kendaraan, asap pabrik dan


sebagainya tidak dibahas.
Sampah padat (selanjutnya akan disebut sampah saja) dapat dibagi menjadi
berbagai jenis, yakni :
an.

Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya, sampah dibagi menjadi :


a. Sampah anorganik adalah sampah yang umumnya tidak dapat membusuk,
misalnya logam / besi, pecahan gelas, plastik, dan sebagainya. b. Sampah
organik adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk, misalnya sisasisa makanan, daun-daunan, buah-buahan dan sebagainya.

ao.

Berdasarkan dapat tidaknya dibakar :a. Sampah yang mudah terbakar,


misalnya kertas, karet, kayu, plastik, kain bekas, dan sebagainya.b. Sampah
yang tidak dapat terbakar, misalnya kaleng-kaleng bekas, besi/logam bekas,
pecahan gelas, kaca, dan sebagainya.

ap.

Berdasarkan karakteristik sampah : a. Garbageyaitu jenis sampah hasil


pengolahan atau pembuatan makanan, yang umumnya mudah membusuk dan
berasal dari rumah tangga, restoran, hotel, dan sebagainya. b. Rabishyaitu
sampah yang berasal dari perkantoran, perdagangan, baik yang mudah
terbakar seperti kertas, karton, plastik dan sebagainya maupun yang tidak
mudah terbakar, seperti kaleng bekas, klip, pecahan kaca, gelas, dan
sebagainya. c. Ashes(abu) yaitu sisa pembakaran dari bahan-bahan yang
mudah terbakar, termasuk abu rokok.
1 Sampah jalanan (streetsweeping) yaitu sampah yang berasal dari
pembersihan jalan yang terdiri dari campuran bermacam-macam
sampah, daun-daunan, kertas, plastik, pecahan kaca, besi, debu
dan sebagainya.
2 Sampah industri yaitu sampah yang berasal dari industri atau
pabrik- pabrik.
3 Bangkai binatang (deadanimal) yaitu bangkai binatang yang mati
karena alam, ditabrak kendaraan atau dibuang orang.
4 Bangkai kendaraan (abandonedvehicle) adalah bangkai mobil,

sepeda, sepeda motor, dan sebagainya.


5 Sampah pembangunan (constructionwaste) yaitu sampah dari
proses pembangunan gedung, rumah, dan sebagainya, yang
berupa puing-puing, potongan-potongan kayu, besi, beton,
bambu, dan sebagainya.
aq.

Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat karena dari sampahsampah tersebut akan hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dan
juga binatang serangga sebagai pemindah / penyebar penyakit (vektor). Oleh
sebab itu sampah harus dikelola dengan baik sampai sekecil mungkin tidak
mengganggu atau mengancam kesehatan masyarakat.
Pengelolaan sampah yang baik bukan saja untuk kepentingan kesehatan tetapi
juga untuk keindahan lingkungan. Yang dimaksud pengelolaan sampah disini
adalah meliputi pengumpulan, pengangkutan sampai dengan pemusnahan
atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak
mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. Cara-cara
pengelolaan sampah antara lain sebagai berikut :

ar.

Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah Pengumpulan sampah menjadi


tanggung jawab dari masing-masing rumah tangga atau institusi yang
menghasilkan sampah. Mekanisme, sistem, atau cara pengangkutannya untuk
daerah perkotaan adalah tanggung jawab pemerintah daerah setempat yang
didukung oleh partisipasi masyarakat produksi sampah, khususnya dalam hal
pendanaan. Sedangkan untuk daerah pedesaan pada umumnya sampah dapat
dikelola oleh masing-masing keluarga tanpa memerlukan TPS maupun TPA.
Sampah rumah tangga daerah pedesaan umumnya didaur ulang menjadi
pupuk.

as.

Pemusnahan dan Pengolahan SampahPemusnahan dan/atau pengolahan


sampah padat ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:
1 Ditanam (landfill)yaitu pemusnahan sampah dengan membuat
lubang ditanah kemudian sampah dimasukkan dan ditimbun
dengan tanah.

2 Dibakar (inceneration)yaitu memusnahkan sampah dengan jalan


membakar didalam tungku pembakaran (incenerator).
3 Dijadikan pupuk (composting)yaitu pengolahan sampah menjadi
pupuk (kompos), khususnya untuk sampah organik daun-daunan,
sisa makanan, dan sampah lain yang dapat membusuk. Apabila
sampah dipisahkan antara yang organik dengan anorganik,
sampah organik dapat diolah menjadi pupuk tanaman, dapat
dijual atau dipakai sendiri. Sedangkan sampah anorganik dibuang
dan akan segera dipungut oleh para pemulung. Dengan demikian
masalah sampah akan berkurang.
8.5Perumahan
Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia. Rumah
atau tempat tinggal manusia, dari zaman ke zaman mengalami
perkembangan. Pada zaman purba manusia bertempat tinggal di gua-gua
kemudian berkembang dengan mendirikan rumah tempat tinggal di hutanhutan dan di bawah pohon. Sampai pada abad modern ini manusia sudah
membangun rumah (tempat tinggalnya) bertingkat dan diperlengkapi dengan
peralatan yang serba modern.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu rumah antara
lain sebagai berikut :1. Faktor lingkungan
Baik lingkungan fisik, biologis maupun lingkungan sosial. Harus
memperhatikan tempat dimana rumah itu didirikan, di pegunungan ataukah di
tepi pantai, di desa ataukah di kota, di daerah dingin ataukah di daerah panas,
di daerah dekat gunung berapi (daerah gempa) atau di daerah bebas gempa
dan sebagainya.
2. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakatHal ini dimaksudkan rumah
dibangun berdasarkan kemampuan keuangan penghuninya. Perlu dicatat
bahwa mendirikan rumah adalah bukan sekedar berdiri pada saat itu saja
namun diperlukan pemeliharaan seterusnya. Oleh karena itu, kemampuan
pemeliharaan oleh penghuninya perlu dipertimbangkan.
at.

Teknologi yang dimiliki masyarakatTeknologi modern membuat harga bahan


itu sangat mahal bahkan kadang- kadang tidak dimengerti oleh masyarakat.

Rakyat pedesaan bagaimanapun sederhananya sudah mempunyai teknologi


perumahan sendiri yang dipunyai turun temurun. Dalam rangka penerapan
teknologi tepat guna maka teknologi yang sudah dipunyai masyarakat
tersebut dimodifikasi. Segi-segi yang merugikan kesehatan dikurangi dan
mempertahankan segi-segi yang sudah positif.
au.

Kebijaksanaan (peraturan-peraturan) pemerintah yang menyangkut tata guna


tanah Untuk hal ini, bagi perumahan masyarakat pedesaan belum merupakan
problem namun di kota sudah menjadi masalah yang besar.Rumah yang
dikatakan sehat berarti telah memperhatikan persyaratan antara
lain :1. Bahan bangunan

z.

Lantai : syarat yang penting disini adalah tidak berdebu pada musim kemarau
dan tidak basah pada musim hujan. Untuk memperoleh lantai tanah yang
padat (tidak berdebu) dapat ditempuh dengan menyiram air kemudian
dipadatkan dengan benda-benda yang berat dan dilakukan berkali-kali. Lantai
yang basah dan berdebu merupakan sarang penyakit.

aa.

Dinding/tembok adalah baik namun disamping mahal, tembok sebenarnya


kurang cocok untuk daerah tropis, lebih-lebih bila ventilasinya tidak cukup.
Dinding rumah di daerah tropis khususnya di pedesaan, lebih baik dinding
atau papan. Sebab meskipun jendela tidak cukup maka lubang- lubang pada
dinding atau papan tersebut dapat merupakan ventilasi dan dapat menambah
penerangan alamiah.

ab.

Atap genteng adalah umum dipakai baik di daerah perkotaan maupun di


pedesaan. Namun masyarakat pedesaan yang tidak mampu untuk itu maka
atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat dipertahankan. Atap seng
maupun asbes tidak cocok untuk rumah pedesaan, disamping mahal juga
menimbulkan suhu panas didalam rumah.
Kayu untuk tiang, bambu untuk kaso dan reng adalah umum di pedesaan.
Bahan-bahan ini tahan lama tapi perlu diperhatikan bahwa lubang-lubang
bambu merupakan sarang tikus yang baik. Untuk menghindari ini maka cara
memotongnya harus menurut ruas-ruas bambu tersebut. Apabila tidak pada
ruas maka lubang pada ujung-ujung bambu yang digunakan untuk kaso
tersebut ditutup dengan kayu.

av.

VentilasiVentilasi rumah mempunyai banyak fungsi seperti untuk menjaga


agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Hal ini berarti
keseimbangan O2 yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap
terjaga. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan kurangnya O2 di dalam
rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi
meningkat. Disamping itu tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan
kelembaban udara di dalam ruangan naik karena terjadi proses penguapan
cairan dari kulit dan penyerapan. Fungsi lainnya adalah membebaskan udara
ruangan dari bakteri-bakteri terutama bakteri patogen karena disitu selalu
terjadi aliran udara yang terus- menerus. Bakteri yang terbawa oleh udara
akan selalu mengalir. Fungsi lainnya adalah untuk menjaga agar ruangan
rumah selalu tetap didalam kelembaban (humudity) yang optimum. Ada 2
macam ventilasi, yakni :1) Ventilasi AlamiahDimana aliran udara di dalam
ruangan melalui jendela, pintu, lubang angin, lubang-lubang pada dinding
dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak menguntungkan
karena juga merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainnya ke
dalam rumah.2) Ventilasi BuatanYaitu dengan mempergunakan alat-alat
khusus untuk mengalirkan udara terebut, misalnya kipas angin dan mesin
pengisap udara. Tetapi jelas alat ini tidak cocok dengan kondisi rumah di
pedesaan. Perlu diperhatikan disini bahwa sistem pembuatan ventilasi harus
dijaga agar udara tidak mandeg atau membalik lagi, harus mengalir. Artinya
di dalam ruangan rumah harus ada jalan masuk dan keluarnya udara.
CahayaRumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan
tidak terlalu banyak. Kurangnya cahaya terutama cahaya matahari
menyebabkan kurang nyaman penghuninya, juga merupakan media/tempat
yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit-bibit penyakit. Sebaliknya
terlalu banyak cahaya didalam rumah akan menyebabkan silau dan akhirnya
dapat merusakkan mata. Cahaya dapat dibedakan menjadi 2, yakni :1)
Cahaya alamiah, yakni matahari Cahaya ini sangat penting karena dapat
membunuh bakteri-bakteri patogen didalam rumah, misalnya basil TBC.
Seyogyanya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang-kurangnya 15-20
% dari luas lantai yang terdapat dalam ruangan rumah. Diusahakan agar sinar
matahari dapat langsung masuk ke dalam ruangan, tidak terhalang oleh
bangunan lain. Fungsi jendela sebagai ventilasi juga sebagai jalan masuk
cahaya. Lokasi penempatan jendela harus di tengah-tengah tinggi dinding
(tembok) agar sinar matahari lama menyinari lantai (bukan menyinari

dinding). Jalan masuknya cahaya alamiah juga diusahakan dengan genteng


kaca yang dapat dibuat secara sederhana, melubangi genteng biasa waktu
pembuatannya dan menutupnya dengan pecahan kaca.
2) Cahaya buatanYaitu menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah,
seperti lampu minyak tanah, listrik, api dan sebagainya.
aw.

Luas bangunan rumahHarus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya luas


lantai bangunan disesuaikan dengan jumlah penghuninya, apabila tidak
sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan perjubelan
(overcrowded). Hal ini dapat menyebabkan kurangnya konsumsi O2 juga bila
salah satu anggota keluarga terkena penyakit infeksi, sehingga akan mudah
menular kepada anggota keluarga. Luas bangunan yang optimum adalah
dapat menyediakan 2,5 3 m2 untuk tiap orang (tiap anggota keluarga).

ax.

Fasilitas-fasilitas didalam rumah sehatRumah yang sehat harus mempunyai


fasilitas-fasilitas sebagai berikut :a. Penyediaan air bersih yang cukupb.
Pembuangan tinjac. Pembuangan air limbah (air bekas)d. Pembuangan
sampahe. Fasilitas dapurf. Ruang berkumpul keluargaUntuk rumah di
pedesaan lebih cocok adanya serambi (serambi muka atau belakang).
Disamping fasilitas-fasilitas tersebut, ada fasilitas lain yang perlu diadakan
tersendiri untuk rumah pedesaan, yakni :g. Gudang, tempat menyimpan hasil
panen. Gudang ini dapat merupakan bagian dari rumah tempat tinggal
tersebut atau bangunan tersendiri.h. Kandang ternak. Oleh karena ternak
adalah merupakan bagian hidup para petani maka kadang-kadang ternak
tersebut ditaruh didalam rumah. Namun sebaiknya, demi kesehatan, ternak
harus terpisah dari rumah tinggal atau dibikinkan kandang tersendiri.

ay.

ac.diminum.
ad.