Anda di halaman 1dari 2

Nama : AVIV SIGIT CAHYONO

Nim

: 10513035

Kelompok : 3

1.
2.
3.
4.
5.

Tugas Pendahuluan
Penentuan Orde Reaksi Dan Tetapan Laju Reaksi
Percobaan M-2
Sebutkan metode yang akan kalian gunakan untuk menentukan tetapan laju reaksi pada
praktikum kali ini! Jelaskan secara singkat prinsip dari masing-masing metode tersebut!
Menurut pendapat kalian, diantara metode yang telah kalian sebutkan pada soal no. 1,
manakah metode yang lebih baik? Mengapa?
Mengapa pada metode titrasi reaksi perlu dihentikan sedangkan pada metode
konduktometri reaksi tidak perlu dihentikan?
Tuliskan reaksi kimia yang akan kalian tentukan tetapan lajunya pada praktikum kali ini?
Tuliskan satuan k dalam percobaan ini!
Jawab :

Metode kali ini ada 2, yakni:


1 Metode titrasi. Prinsip dari metode titrasi adalah dalam penentuan tetapan laju
reaksinya dilihat dari jumlah basa yang tersisa saat reaksi dihentikan. Penentuan
jalannya reaksi ini dengan menentukan konsentrasi ion OH- pada rentang waktu
tertentu. Pada rentang waktu tertentu, ada OH- yang bereaksi dan ada OH- yang bersisa.
OH- yang bersisa inilah yang dititrasi dengan asam dan akan menghentikan reaksi.
2 Metode konduktometri. Prinsip dari metode konduktometri adalah dengan melihat
nilai hantaran suatu larutan, nilai hantarannya bervariasi dengai ion OH - yang
digantikan oleh ion lain. Dari nilai hantaran dapat diperoleh grafik hubungan Lt dan
(Lo-Lt)/t, yang kemiringannya adalah 1/tetapan laju sehingga akan diperoleh tetapan
lajunya.

Metode konduktometri lebih baik dibanding dengan metode titrasi. Karena pada metode
konduktometri didasarkan pada adanya ion-ion dalam larutan yang dapat menghantar
listrik sehingga hanya dilakukan pengukuran nilai hantaran, tidak menggunakan
indikator. Sedangkan pada metode titrasi berdasarkan titik akhir titrasi yang ditunjukkan
oleh perubahan warna dan metode ini kurang akurat dikarenakan penentuan titik akhir
titrasi yang tidak jelas.

Karena cara titrasi prinsipnya adalah penentuan jalannya reaksi diikuti dengan cara
penentuan konsentrasi OH- pada rentang waktu tertentu yaitu dengan mengambil
sejumlah tertentu larutan, kemudian ke dalam larutan yang mengandung asam berlebih.
Penentralan dari basa dalam campuran reaksi oleh asam akan menghentikan reaksi.

Jumlah basa yang ada dalam campuran reaksi pada saat reaksi ditentukan dapat diketahui
dengan menitrasi sisa asam oleh larutan standar basa, sehingga pada metode titrasi ini
reaksi perlu dihentikan. Sedangkan cara konduktometri penentuan tetapan laju reaksi
dapat dilakukan dari nilai hantaran larutan yang diperoleh selama reaksi berlangsung.
Sehingga pada metode konduktometri tidak dilakukan penghentian reaksi karena selama
reaksi berlangsung hantaran campuran makin berkurang karena terjadi penggantian ion
OH- dari larutan dengan ion CH3COO-.
4

Reaksi kimia : CH3COOC2H5 + OH- C2H5OH + CH3COOPenentuan tetapan laju reaksi ini dapat ditentukan dengan metode titrasi, konsentrasi dari
ion OH- yang tersisa, yang tidak bereaksi pada saat reaksi berlangsung. Data tersebut dan
konsentrasi awal etil asetat dan OH- dapat digunakan untuk menentukan konstanta laju
reaksi. Laju reaksi = k [CH3COOC2H5] [OH-].
Persamaan yang dapat digunakan dalam menentukan reaksi orde dua adalah

Satuan k dalam percobaan ini M-1s-1.