Anda di halaman 1dari 5

Penatalaksanaan pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada

scenario ( AGUNG )
Penanganan dilakukan setelah di ketahui etiologi dari gangguan
pertumbuhan dan perkembangan, hasil dari screening test di
perlukan untuk menunjukan adanya gangguan atau tidak pada
pasien, sasaran pengobatan adalah diet dan pola makan anak,
perkembangan anak, ketrampilan pengasuhnya, dan penyakit
yang ditemukan.
Pemberian makan baik untuk pemeliharaan, pemulihan,
pertumbuhan serta aktifitas fisik. Makanan pendamping ASI
yang diberikan pada pasien ini harus dapat memenuhi
kebutuhan gizi dan sesuai dengan usia anak sehingga
kemajuan selama perawatan dapat dievaluasi.
Pemantauan
selama
1-2
minggu
pertama,
dan
memperhatikan kenaikan berat badan yang dicapai.
Pemberian zinc guna membantu mengurangi lamanya dan
tingkat keparahan episode diare dan menurunkan kejadian
diare pada 2-3 bulan berikutnya, karena selama diare
penurunan asupan makanan dan penyerapan nutrisi dan
peningkatan kebutuhan nutrisi, sering secara bersama-sama
menyebabkan penurunan berat badan dan berlanjut ke
gagal tumbuh.
Pemberian antibiotic bila diperlukan
Mengganti susu formula dengan susu bebas laktosa pada
kasus intoleransi laktosa
Beri suplemen nutrient lainnya dan elektrolit
Stimulasi perkembangan anak harus diajarkan pada orang
tua yang kurang memahami cara-caranya. Dukungan moril
untuk pengasuh agar konsisten dalam mengasuh anak
dengan gagal tumbuh membutuhkan kesabaran dan
ketekunan.
Riwayat kejang :

Pengobatan Fase Akut


1. Airway Pakaian dilonggarkan
2. posisi anak dimiringkan untuk mencegah aspirasi
3. Pengisapan lendir dan pemberian oksigen harus dilakukan
teratur, kalau perlu dilakukan intubasi
4. Keadaan dan kebutuhan cairan, kalori dan elektrolit harus
diperhatikan
5. kompres air hangat (diseka) dan pemberian antipiretik
(asetaminofen oral10 mg/kg BB, 4 kali sehari atau ibuprofen
oral 20 mg/kg BB, 4 kali sehari)
6. Mencari dan Mengobati Penyebab
Terapi awal dengan diazepam
Usia

Dosis IV (infus)

Dosis per rektal

(0.2mg/kg)

(0.5mg/kg)

<>

12 mg

2.5 5 mg

15 tahun

3 mg

7.5 mg

510 tahun

5 mg

10 mg

> 10 years

5-10 mg

10 15 mg

Jika kejang masih berlanjut :


Pemberian diazepam 0,2 mg/kg per infus diulangi. Jika belum
terpasang selang infus, 0,5 mg/kg per rektal
Pengawasan tanda-tanda depresi pernapasan
Jika kejang masih berlanjut :
Pemberian fenobarbital 20-30 mg/kg per infus dalam 30
menit atau fenitoin 15-20 mg/kg per infus dalam 30 menit.

Pemberian fenitoin hendaknya disertai dengan monitor EKG


(rekam jantung).
Jika kejang masih berlanjut, diperlukan penanganan lebih lanjut di
ruang perawatan intensif dengan thiopentone dan alat bantu
pernapasan.

Pemberian obat-obatan jangka panjang untuk mencegah


berulangnya kejang demam jarang sekali dibutuhkan dan hanya
dapat diresepkan setelah pemeriksaan teliti oleh spesialis .
Beberapa obat yang digunakan dalam penanganan jangka
panjang :
Antipiretik tidak mencegah kejang demam . Penelitian
menunjukkan tidak ada perbedaan dalam pencegahan
berulangnya kejang demam antara pemberian asetaminofen
setiap 4 jam dengan pemberian asetaminofen secara
sporadis. Demikian pula dengan ibuprofen
Diazepam . Pemberian diazepam per oral atau per rektal
secara intermiten (berkala) saat onset demam dapat
merupakan pilihan pada anak dengan risiko tinggi
berulangnya kejang demam yang berat . Edukasi orang tua
merupakan syarat penting dalam pilihan ini. Efek samping
yang dilaporkan antara lain ataksia (gerakan tak beraturan),
letargi (lemas, sama sekali tidak aktif), dan rewel
Profilaksis (obat pencegahan) berkelanjutan. Efektivitas
profilaksis dengan fenobarbital hanya minimal, dan risiko
efek sampingnya (hiperaktivitas, hipersensitivitas)
Dari berbagai penelitian tersebut, satu-satunya yang dapat
dipertimbangkan sebagai profilaksis berulangnya kejang
demam hanyalah pemberian diazepam secara berkala pada
saat onset demam, dengan dibekali edukasi yang cukup
pada orang tua. Dan tidak ada terapi yang dapat
meniadakan risiko epilepsi di masa yang akan datang

Bagaimana dengan penanganan riwayat batuk dan pilek pada


anak ?
tanyakan sifat batuk, gejala penyerta dan terapi sesuai
kausa
Penyakit batuk dan pilek pada anak kebanyakan disebabkan
oleh virus dan sedikit sekali yang disebabkan oleh bakteri
jika alergi maka ketahui riwayat alergi keluarga dan
hindargan bahan yang dapat menyebabkan alergi
berikan obat alami atau tindakan lain yang bisa meredakan
gejalanya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir efek
samping yang ditimbulkan oleh obat-obatan kimia
Berikan ASI eklusif dan diteruskan sampai usia 2 tahun,
Berikan makanan yang bergizi dan seimbang

Refrensi
Moyer VA. Evidence based management of seizures associated
with fever. BMJ 2001;323:11114
Provisional Committee on Quality Improvement, Subcommittee on
Febrile Seizures. Practice parameter: The neurodiagnostic
evaluation of the child with a first simple febrile seizure. AAP
Policy 1996; 97:769775http://aappolicy.aappublications.org/cgi/content/abstract/pedia
trics;97/5/769
Baumann RJ. Technical Report: Treatment of the Child With Simple
Febrile Seizures. Pediatrics 1999; 103:e 86